DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (19)
KEKERASKEPALAAN ISRAEL DALAM MEREKA BERDOSA TERHADAP YEHOVA DAN KETEGUHAN YEREMIA DALAM BERBICARA BAGI YEHOVA
(2)
Pembacaan Alkitab: Yer. 37—38; 39:15-18
Dalam berita tentang kekeraskepalaan Israel dalam mereka berdosa terhadap Yehova dan keteguhan Yeremia dalam berbicara bagi Yehova sebelum kejatuhan Yerusalem ini, kita akan meliput pasal tiga puluh tujuh dan tiga puluh delapan dan sebagian dari pasal tiga puluh sembilan.
Tahap Pertama Pemenjaraan Yeremia
Pasal tiga puluh tujuh berkenaan dengan tahap pertama dari pemenjaraan Yeremia. Zedekia bin Yosia yang dijadikan raja oleh Nebukadnezar di tanah Yehuda, memerintah sebagai raja menggantikan Konya bin Yoyakim. Tetapi baik Zedekia, hamba-hambanya, maupun rakyat negeri itu, tidak mendengarkan firman yang disampaikan Yehova melalui nabi Yeremia. Zedekia mengutus seseorang dengan seorang imam kepada Yeremia, dan meminta dia berdoa kepada Yehova Allah mereka bagi mereka.
Pada waktu itu Yeremia masih bebas pergi datang di tengah-tengah rakyat itu, ia belum dimasukkan orang ke dalam penjara. Tentara Firaun telah berangkat keluar dari Mesir, dan ketika orang-orang Kasdim yang memerangi itu mendengar berita itu, mereka angkat kaki dari Yerusalem. Kemudian Yehova menyuruh Yeremia untuk memberi tahu raja Yehuda bahwa tentara Mesir, yang telah keluar untuk menolong Yehuda, telah kembali ke negerinya Mesir, dan orang-orang Kasdim akan kembali dan akan memerangi kota Yerusalem, menawaannya dan membakarnya. Yehova berkata, “Janganlah kamu membohongi dirimu sendiri dengan mengatakan: Orang-orang Kasdim itu telah pergi selamanya dari kita! Padahal mereka tidak pergi untuk selamanya! Dan seandainya kamu memukul kalah segenap tentara orang Kasdim yang telah memerangi kamu itu, sehingga di antara mereka hanya tinggal orang-orang yang luka parah, masing-masing di kemahnya mereka akan bangun dan menghanguskan kota ini dengan api” (ay. 9-10).
Ketika tentara orang Kasdim itu angkat kaki dari Yerusalem, maka keluarlah Yeremia dari Yerusalem untuk pergi ke daerah Benyamin untuk menerima bagiannya di sana.Tetapi ia ditangkap oleh kepala jaga Pintuk Gerbang Benyamin dan dituduh berusaha menyeberang kepada orang-orang Kasdim. Ketika ia dituduh Yeremia berkata, “Itu bohong, aku tidak hendak menyeberang kepada orang Kasdim”(ay. 14a). Namun kepala jaga itu tidak mendengarkan dia melainkan menangkapnya dan membawanya kepada pemuka-pemuka. Para pemuka ini menjadi marah kepada Yeremia, mereka memukul dia, dan memasukkannya ke dalam rumah tahanan, di mana ia lama tinggal di sana.
Kemudian, raja Zedekia menyuruh orang mengambil dia dan kemudian bertanya kepadanya secara tersembunyi di rumah raja, katanya, “Adakah datang firman dari TUHAN?” Jawab Yeremia, “Ada!” Lagi katanya: “Bunyinya: Engkau akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel!”(ay. 17). Dia juga berkata kepada raja Zedekia, “Apakaah dosa yang kuperbuat kepadamu, kepada pegawai-pegawaimu dan kepada bangsa ini, sehingga kamu memasukkan aku ke dalam penjara? Di manakah gerangan para nabimu yang telah bernubuat kepadamu, bahwa raja Babel tidak akan datang menyerang kamu dan negeri ini?” (aay. 18-19). Kemudian Yeremia memohon agar raja tidak memasukkan dia kembali ke penjara, nanti ia mati di sana. Maka Zedekia memerintahkan agar Yeremia ditempatkan di pelatran penjagaan dan memberikan setiap hari kepadanya sepotong roti dari jalan tukang roti, sampai segala roti habis di kota itu. Demikianlah Yeremia tinggal di pelataran penjagaan itu.
Tahap Kedua Pemenjaraan Yeremia
Dalam pasal tiga puluh delapan kita mempunyai catatan tentang tahaap kedua pemenjaraan Yeremia. Para pemuka mendengar Yeremia berbicara kepada segenap orang banyak itu bahwa siapa saja yang tinggal di kota ini akan mati, tetapi siapa yang keluar dari sini mendapatkan orang Kasdim, ia akan tetap hidup dan bahwa sesungguhnya kota itu akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel dan ia akan menawannya. Ketika para pemuka itu mendengar hal ini, mereka berkata kepada raja, “Baiklah orang ini dihukum mati! Sebab sebenarnya dengan mengatakan hal-hal seperti itu maka ia melemahkan semangat prajurit-prajurit yang masih tinggal di kota ini dan semangat segenap rakyat. Sungguh orang ini tidak mengusahakan kesejahteraan untuk bangsa ini, melainkan kemalangan” (ay. 4). Dalam jawabannya, Zedekia berkata, “Baiklah ia ada dalam kuasamu! Sebab raja tidak dapat berbuat apa-apa untuk menentang kamu!” (ay. 5). Kemudian para pemuka itu mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi di pelataran penjagaan itu, dan ia terperosok ke dalam lumpur itu.
Ketika Ebed Melekh, orang Ethiopia itu, mendengar tentang hal ini, ia pergi kepada rajaa dan memberi tahu dia kejahatan yang telah dilakukan para pemuka itu terhadap nabi Yeremia, yang akan mati di dalam perigi itu karena kelaparan. Kemudian raja Zedekia memerintahkan sida-sida Ethiopia itu bersama dengan tiga orang untuk mengangkat Yeremia dari perigi itu sebelum ia mati. Dan sida-sida itu melakukannya sesuai dengan perintah raja.
Kemudian raja Zedekia menyuruh orang-orang membawa Yeremia kepadanya di pintu masuk rumah Yehova. Ia berkata kepada Yeremia, “Aku mau menanyakan sesuatu kepadamu:; janganlah sembunyikan apa-apa kepadaku!” (ay. 14). Yeremia menjawab, “Apabila aku memberitahukannya kepadamu, tentulah engkau akan membunuh aku, bukan? Dan apabila aku memberi nasihat kepadamu, engkau tidak juga mendengarkan aku!” (ay. 15). Kemudian Zedekia bersumpah dengan diam-diam kepada Yeremia, dan mengatakan bahwa demi Yehova yang hidup yang telah memberi nyawa kepada mereka, ia tidak akan membunuhnya atau menyerahkannya ke dalam tangan orang-orang yang akan mencabut nyawanya.
Setelah Zedekia membuat perjanjian ini, Yeremia berkata kepadanya, “Beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam, Allah Israel: Jika engkau keluar menyerahkan diri kepada pra perwira raja Babel, maka nyawamu akan terpelihara, dan kota ini tidak akan dihanguskan dengan api; engkau dengan keluargamu akan hidup. Tetapi jika engkau tidak menyerahkan diri kepada perwira raja Babel, maka kota ini akan diserahkan ke dalam tangan orang-orang Kasdim yang akan menghanguskan dengan api; dan engkau sendiri tidak akan luput dari tangan mereka” (ay. 17-18). Ketika Zedekia mendengar hal ini, ia memberi tahu Yeremia bahwa takut terhadap orang-orang Yahudi yang menyeberang kepada orang-orang Kasdim, bahwa orang-ornag Kasdim ini akan menyerahkannya kepada mereka dan mereka akan mempermainkan dia. Yeremia menjamin Zedekia bahwa mereka tidak akan menyerahkannya. Kemudian ia selanjutnya berkata, “Hal itu tidak akan terjadi! Dengarkanlah suara TUHAN dalam hal apa yang Kukatakan kepadamu, maka keadaanmu akan baik dan nyawamu akan terpelihara. Tetapi jika engkau enggan menyerahkan diri, maka inilah firman yang dinyatakan TUHAN kepadaku: Sungguh semua perempuan yang masih tinggal di istana raja Yehuda digiring keluar di hadapan para perwira raja Babel sambil berseru…Semua istrimu dan anak-anakmu akan digiring ke luar ke hadapan orang-orang Kasdim itu. Dan engkau sendiri tidak akan terluput dari tangan mereka, tetapi engkau akan tertangkap oleh raja Babel. Dan kota ini akan dihanguskan dengan api” (ay. 20-22a, 23).
Setelah Yeremia mengucapkan kata-kata ini, Zedekia memerintahkan Yeremia agar tidak seorangpun tahu tentang pembicaraan itu, supaya ia jangan mati. Kemudian ia memberi tahu Yeremia bagaimana untuk menjawab para pemuka bila mereka datang kepadanya dan berusaha mengetahui apakah percakapan di antara raja dan Yeremia. Yeremia berbuat sesuai dengan perkataan raja dan tetap tinggal di pelataran penjagaan sampai kepada hari Yerusalem ditawan.
Nasib Ebed Melekh
Yeremia 39:15-18 berkenaan dengan nasib Ebed Melekh. Selagi Yeremia masih terkurung di pelataran penjagaan, firman Yehova datang kepadanya dan menyuruh dia untuk memberi tahu Ebed Melekh orang Ethiopia itu bahwa Yehova, Allah Israel, akan melaksanakan firman-Nya terhadap kota itu untuk kemalangannya di hadapannya. Yehova akan melepaskan dia, dan ia tidak akan diserahkan ke dalam tangan orang-orang yang ditakutinya. Yehova akan menyelamatkan dia, dan ia tidak akan rebah oleh pedang. Sebaliknya, ia akan memiliki nyawanya sebagai jarahan karena ia percaya kepada Yehova.