← Daftar isi Yeremia (2) · bab 30/40

DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (20)

KEKERASKEPALAAN ISRAEL DALAM MEREKA BERDOSA TERHADAP YEHOVA DAN KETEGUHAN YEREMIA DALAM BERBICARA BAGI YEHOVA

(3)

Pembacaan Alkitab: Yer. 39:1-14; 40:1_41:18

Yeremia 2_45 membicarakan tentang dosa Israel terhadap Yehova dan penghukuman Yehova terhadap Israel. Bukan hanya sebelum kejatuhan Yerusalem, tetapi bahkan pada waktu kejatuhan dan setelah kejatuhan Yerusalem pun, Israel tetap keras kepala dalam dosa mereka terhadap Yehova. Namun, Yeremia tetap teguh dalam berbicara bagi Yehova.

II. PADA WAKTU KEJATUHAN YERUSALEM

Yeremia 39:1-10 adalah satu catatan tentang kejatuhan Yerusalem.

A. Penawanan Yerusalem

Dalam tahun yang kesembilan dari pemerintahan Zedekia raja Yehuda, dalam bulan yang kesepuluh, Nebukadnezar raja Babel dan semua tentaranya datang ke Yerusalem dan merebutnya (39:1). Dalam tahun yang kesebelas dari pemerintahan Zedekia, dalam bulan yang keempat, pada hari yang kesembilan dari bulan itu, ada satu terobosan yang terjadi di kota itu dan Yerusalem ditawan (ay. 2-3).

B. Penghukuman terhadap Zedekia

Dalam ayat 4 sampai 10 kita melihat penghukuman terhadap Zedekia. Ketika Zedekia raja Yehuda dan semua tentaranya melihat orang-orang Kasdim itu, mereka melarikan diri dari kota itu pada waktu malam melalui jalan taman raja. Namun, tentara orang-orang Kasdim itu mengejar mereka dan menyusul Zedekia di dataran Yerikho. Mereka membawanya kepada Nebukadnezar di Ribla di tanah Hamat, dan ia menjatuhkan hukuman atas dia. Raja Babel menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya dan juga menyembelih semua pembesar Yehuda. Kemudian ia mencungkil mata Zedekia dan membelenggunya dalam rantai tembaga untuk membawanya ke Babel.

Setelah ini, orang-orang Kasdim itu membakar istana raja dan rumah-rumah bangsa itu dan merobohkan temboh-tembok Yerusalem. Kemudian Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal membawa ke dalam pembuangan di Babel sisa-sisa dari rakyat itu, yaitu orang-orang yang membelot kepada Nebukadnezar dan sisa-sisa yang masih tinggal di kota itu. Tetapi kepala pasukan pengawal ini membiarkan beberapa orang yang sangat miskin di tanah Yehuda dan pada waktu itu juga ia memberikan kebun-kebun anggur dan ladang-ladang kepada mereka.

III. SETELAH KEJATUHAN YERUSALEM

Dalam 39:11-14 dan 40:1_44:30 kita memiliki satu catatan tentang hal-hal tertentu yang terjadi setelah kejatuhan Yerusalem.

A. Pembebasan Yeremia

Dalam 39:11-14 dan 40:1-6 ada satu firman tentang pembebasan Yeremia.

1. Dari Pelataran Penjagaan Raja

Nebukadnezar raja Babel menyuruh Nebuzaradan kepala pasukan pengawal untuk mengambil Yeremia dan memperhatikan dia dan tidak berbuat jahat kepadanya melainkan haruslah melakukan kepadanya sesuai dengan permintaan Yeremia (39:11-12). Kemudian Nebuzaradan dan semua kepala pasukan pengawal dari Nebukadnezar mengutus orang dan mengambil Yeremia dari pelataran penjagaan itu dan menyerahkannya kepada Gedalya supaya membawanya ke rumahnya. Demikianlah Yeremia tinggal di tengah-tengah rakyat itu (ay. 13-14).

2. Dari Belenggu di antara Orang-orang Buangan

Ketika Yeremia terbelenggu pada tangannya di antara semua orang buangan Yerusalem dan Yehuda, yang telah dibuang ke Babel, Nebuzaradan kepala pasukan pengawal itu membiarkan dia pergi (membebaskan dia) dari Rama (40:1). Ia berkata kepada Yeremia, "Maka sekarang, lihatlah aku melepaskan engkau hari ini dari belenggu yang ada pada tanganmu itu. Jika engkau suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, marilah! Aku akan memperhatikan engkau. Tetapi jika engkau tidak suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, janganlah pergi! Lihat, seluruh negeri ini terbuka untuk engkau: engkau boleh saja pergi ke mana saja engkau pandang baik dan benar" (ay. 4). Ketika Yeremia masih belum memutuskan untuk pergi, kepala pasukan pengawal itu mengatakan agar ia kembali kepada Gedalya, yang diangkat oleh raja Babel atas kota-kota Yehuda, dan tinggal bersamanya di antara rakyat itu. Kemudian ia selanjutnya mengatakan bahwa Yeremia boleh pergi ke mana saja ia pandang baik dan benar. Setelah berbicara kepada Yeremia demikian, kepala pasukan pengawal itu memberikan kepadanya bekal makanan dan suatu hadiah kemudian melepas ia pergi. Kemudian Yeremia pergi kepada Gedalya di Mizpa dan tinggal bersama dengannya di tengah-tengah rakyat yang masih tinggal di negeri itu.

B. Sejarah Sisa-sisa Yehuda dari Gedalya sampai Yohanan

Dalam 40:7_44:30 kita diberi sejarah tentang sisa-sisa Yehuda dari Gedalya sampai Yohanan.

1. Pengumpulan Sisa-sisa Yehuda kepada Gedalya

Yeremia 40:7-12 menggambarkan tentang pengumpulan sisa-sisa Yehuda kepada Gedalya.

a. Gedalya Berbicara kepada Mereka

Ketika semua panglima tentara yang masih berada di luar kota mendengar bahwa raja Babel telah mengangkat Gedalya atas negeri itu dan menyerahkan kepadanya semua orang miskin di negeri itu yang belum dibuang ke Babel, mereka datang kepada Gedalya di Mizpa (ay. 7-8). Gedalya bersumpah kepada mereka, dengan berkata, "Janganlah kamu takut untuk takluk kepada orang-orang Kasdim itu; tinggallah di negeri ini dan takluklah kepada raja Babel, maka keadaanmu akan menjadi baik" (ay. 9). Kemudian ia mengatakan bahwa ia akan tinggal di Mizpa untuk bertindak sebagai wakil di hadapan orang-orang Kasdim yang akan datang kepada mereka, tetapi mereka, sisa-sisa Yehuda itu, harus mengumpulkan anggur, buah-buahan dan minyak dan menyimpannya sebagai persediaan dan tinggal di kota-kota yang telah diambil oleh orang-orang Kasdim (ay. 10).

b. Orang-orang Yahudi dari Negeri-negeri Lainnya Datang kepada Gedalya

Semua orang Yahudi yang ada di Moab dan di antara bani Amon dan di Edom dan yang ada di seluruh negeri itu juga mendengar bahwa raja Babel telah membiarkan sisa-sia Yehuda dan telah mengangkat Gedalya atas mereka. Mereka semua kembali dari segala tempat ke mana mereka telah berserak-serak dan datang kepada Gedalya di Mizpa di tanah Yehuda (ay. 11-12).

2. Pembunuhan Gedalya

Yeremia 40:1_41:10 memberi tahu tentang pembunuhan Gedalya.

a. Laporan dari Orang-orang yang Bersekongkol

Yohanan dan semua panglima tentara yang masih berada di luar kota datang kepada Gedalya dan memberi tahu dia bahwa Baalis raja Amon telah mengutus Ismael untuk membunuhnya. Namun, Gedalya tidak percaya kepada mereka (ay. 13-14). Kemudian Yohanan berkata dengan diam-diam kepada Gedalya bahwa ia akan pergi membunuh Ismael sehingga ia tidak dapat membunuh Gedalya. Yohanan berkata, "Mengapa engkau harus dibunuhnya, sehingga semua orang Yehuda yang telah berkumpul disekelilingmu berserak-serak lagi dan sisa Yehuda itu binasa?" (ay. 15). Tetapi Gedalya tidak membiarkan Yohanan melakukannya, karena ia mengatakan bahwa Yohanan telah berbohong tentang Ismael itu (ay. 16).

b. Pembunuhan

Dalam bulan yang ketujuh Ismael keturunan raja, salah satu dari perwira tinggi raja beserta sepuluh orang datang kepada Gedalya dan makan bersama-sama di Mizpa. Kemudian Ismael dan sepuluh orangnya itu memukul mati Gedalya dengan pedang (41:1-2). Ismael juga memukul mati semua orang Yahudi yang ada bersama-sama dengan Gedalya dan orang-orang Kasdim, yaitu prajurit-prajurit perang yang ada di sana. Tidak ada seorang pun yang tahu hal ini. Keesokan harinya ada delapan puluh orang datang dari Sikhem, Silo dan Samaria dengan membawa kurban sajian dan kemenyan di tangan mereka untuk dipersembahkan di rumah Yehova. Ismael keluar mendapatkan mereka dan meminta mereka untuk datang kepada Gedalnya. Ketika mereka masuk ke tengah-tengah kota itu, Ismael dan orang-orangnya menyembelih mereka dan melemparkan mayat-mayatnya ke dalam perigi, kecuali sepuluh orang yang menyembunyikan perbekalan gandum, minyak, jelai, dan madu di luar kota itu. Kemudian Ismael menawan semua sisa rakyat yang berada di Mizpa itu: putri-putri raja dan semua sisa rakyat yang diserahkan oleh Nebuzaradan kepala pasukan pengawal kepada Gedalya. Kemudian ia menyeberang ke daerah bani Amon (ay. 3-10).

3. Kemenangan Yohanan atas Ismael

Ketika Yohanan dan semua perwira tentara yang bersama dengannya mendengar semua kejahatan Ismael, mereka mengumpulkan semua anak buah mereka lalu berangkat memerangi Ismael. Ketika semua orang yang bersama dengan Ismael melihat Yohanan dengan semua perwira tentara besertanya, maka mereka bersukacita dan kembali dan berbalik mengikuti Yohanan. Ismael melarikan diri dari Yohanan dengan delapan orang besertanya dan pergi ke daerah bani Amon (ay. 11-15).

4. Petunjuk dari Yohanan dan Sisa-sisa Yehuda

Yohanan dan semua perwira tentara yang bersama-sama dengannya membawa semua sisa-sisa dari rakyat di Mizpa itu yang ia bawa kembali dari Ismael: laki-laki, prajurit-prajurit, perempuan, anak-anak dan pegawai-pegawai istana. Mereka pergi dan tinggal di tempat penginapan milik Kimham (cf. 2 Sam. 19:38, 40), dekat Betlehem, dengan maksud berjalan terus menuju Mesir, karena mereka takut terhadap orang-orang Kasdim oleh karena pembunuhan atas Gedalya oleh Ismael (Yer. 41:16-18).