← Daftar isi Yeremia (2) · bab 28/40

DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (18)

KEKERAS KEPALAAN ISRAEL DALAM DOSA MEREKA TERHADAP YEHOVA DAN KETEGUHAN YEREMIA DALAM BERBICARA BAGI ALLAH

Pembacaan Alkitab: Yer. 34-36; 45

Dalam berita ini kita akan mulai melihat kekeras kepalaan Israel dalam dosa mereka terhadap Yehova dan keteguhan Yeremia dalam berbicara bagi Yehova.

SEBELUM KEJATUHAN YERUSALEM

Penyerbuan Nebukadnezar dan Nasib Zedekia

Sewaktu Nebukadnezar raja Babel dan semua pasukannya berperang melawan Yerusalem dan semua kotanya, Yeremia diutus oleh Yehova untuk berbicara kepada Zedekia raja Yehuda (34:1, 6-7). Yeremia diutus untuk memberi tahu Zedekia bahwa Yehova akan menyerahkan Yerusalem ke dalam tangan Nebukadnezar untuk dibakar dengan api dan bahwa Zedekia tidak akan dapat melarikan diri dari tangannya. Sebaliknya, Zedekia akan ditawan dan diserahkan ke dalam tangan Nebukadnezar, tetapi ia akan mati dengan tenang (ay. 2-5).

Ketidaktulusan Zedekia dalam Memelihara Perintah Allah, dan Hukuman Yehova

Yeremia 34:8-22 menggambarkan ketidaktulusan Zedekia dalam memelihara perintah Allah dan hukuman Yehova. Raja Zedekia telah membuat satu perjanjian dengan umat itu di Yerusalem untuk membebaskan budah-budak mereka, tetapi setelah itu mereka berpaling dan mengambil budak-budak mereka kembali ke dalam perbudakan. Kemudian Yehova berbicara melalui Yeremia bahwa karena mereka mencemarkan nama-Nya ketika mereka berbalik dan mengambil kembali budak-budak itu, tidak mendengarkan Dia dan melanggar perjanjian-Nya, dan tidak memegang perkataan-perkataan dari perjanjian yang telah mereka buat dihadapan-Nya. Yehova akan mengumumkan pembebasan kepada mereka untuk diserahkan kepada pedang, kelaparan dan sampar. Dia akan membuat mereka menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi, dan akan menyerahkan—pemuka-pemuka, pegawai-pegawai istana, imam-imam dan segenap rakyat negeri itu—ke dalam tangan musuh-musuh mereka yang akan berusaha mencabut nyawa mereka sehingga mayat-mayat mereka menjadi makanan burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi. Yehova juga akan menyerahkan raja Zedekia dan pemuka-pemukanya ke dalam tangan musuh-musuh yang akan mencabut nyawa mereka dan ke dalam tangan tentara raja Babel, yang telah berangkat daripada mereka dan akan dibawa kembali oleh-Nya untuk berperang melawan Yerusalem, menawannya, dan membkarnya dengan api. Selain itu, Yehova akan membuat kota-kota Yehuda menjadi ketandusan tanpa penduduk.

Teladan dari Orang-orang Rekhab

Pasal tiga puluh lima memberikan teladan dari orang-orang Rekhab. Padaa zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, Yehova meminta Yeremia untuk mengundang kaum orang Rekhab ke rumah Yehova untuk minum anggur. Namun, mereka tidak mau meminumnya, karena bapa leluruh mereka Yonadab bin Rekhab telah memberi perintah kepada mereka, untuk tidak minum anggur, mendirikan rumah, menabur benih, atau membuat kebun anggur, melainkan diam di kemah-kemah selama hidup mereka.

Kemudian Yehova mengutus Yeremia untuk memberi tahu penduduk Yerusalem bahwa orang-orang Rekhab ini mentaati perintah bapa leluhur mereka , tetapi penduduk Yerusalem tidak mendengarkan Dia. Karena itu, Yehova, Allah Israel, akan mendatangkan kepada Yehuda dan segala penduduk Yerusalem segala malapetaka yang telah Dia katakan kepada mereka. Namun, Yehuda dan segala penduduk Yerusalem segala malapetaka yang telah Dia katakan kepada mereka. Namun, Yeremia berkata kepada orang-orang Rekhab itu, “Oleh karena kamu telah mendengarkan perintah Yonadab, bapa leluhurmu, telah berpegang kepada segala perintahnya dan telah melakukan tepat seperti yang diperintahkan kepadamu, maka beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Keturunan Yonadab bin Rekhab takkan terputus melayani Aku sepanjang masa” (ay. 18-19).

Kekeraskepalaan Yoyakim dalam Membakar Kitab Nubuat Yeremia dan Penghukuman Yehova

Pasal tiga puluh enam melanjutkan dengan kekeraskepalaan Yoyakim dalam membakar kitab nubuat Yeremia dan penghukuman Yehova. Dalam tahun yang keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia raja Yehuda, Yehova menyuruh Yeremia untuk menuliskan pada gulungn kitab segala perkataan yang telah difirmankan-Nya kepada Yeremia tentang Isreal, tentang Yehuda dan tentang segala bangsa dari sejak Dia berbicara kepadanya, ykni dari sejak Yosia sampai hari itu. Kemudian Yeremia memanggil Barukh bin Neria untuk menuliskan dalam kitb gulungan itu langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang telah difirmankan Yehova kepadanya (ay. 1-4).

Firman Yehova datang kepada Barukh melalui Yeremia, bunyinya, “Oleh karena engkau telah berkata: Celakalah aku, sebab TUHAN telah menambahkan kedukaaan kepada penderitaanku! Aku lesu karena keluh kesahku, dan aku tidak mendapaat ketenangan (45:3). Kemudian selanjutnyaYehova berkata, “Sesungguhnya, apa yang Kubangun akan Kuruntuhkan, dan apa yang Kutanam akan Kucabut, bahkan sekalipun seluruh negeri! Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri? Janganlah mencarinya! Sebab sesungguhnya, Aku mendatangkan malapetaka atas segala makhluk, demikianlah firman TUHAN, tetapi kepadamu akan Kuberikan nyawamu sebagai jarahan di segala tempat ke mana engkau pergi” (ay. 4-5). Kemudian Yeremia memerintahkan Barukh untuk membacakan gulungan kitab itu pada hari puasa kepada bangsa itu di rumah Yehova dan kepada segenap penduduk Yehuda yang datang dari kota-kota mereka. Barukh melakukannya tepat seperti yang diperintahkah Yehova (36:6-8).

Dalam tahun kelima pemerintahan Yoyakim bin Yosia raja Yehuda, pada bulan yang kesembilan, pada puasa yang dimaklumkan di hadapan Yehova, Barukh membacakan perkataan-perkataan Yeremia di dalam kitab itu di rumah Yehova kepada segenap penduduk Yerusalem daan kepada segenap rakyat yang telah datang dari kota-kota Yehuda. Seorang pemimpin di antara mereka, setelah mendengar perkataan itu, turun ke istana raja, dan memberi tahu para pemukan di sana apa yang telah didengarnya dalam kitab itu. Kemudian pemuka-pemuka itu mengutus seseorang kepada Barukh untuk mengundang dia untuk datang kepada mereka dengan gulungan kitab di tangannya dan membacakannya kepada mereka. Setelah mendengar semua perkataan di dalamnya itu, mereka berpaling satu sama lain dengan takut dn memberi tahu Barukh bahwa mereka harus melaporkan semua perkataan itu kepada raja. Mereka meminta Barukh dan Yeremia untuk menyembunyikan diri dan tidak membiarkan seorang pun tahu di mna mereka berada (ay. 9-19).

Kemudian para pemuka itu pergi menghadap raja di pelataran, dan gulungan kitab itu dibacakan kepada raja dan kepada semua pemuka yang berdiri di dekatnya. Sewaktu kitab itu dibacakan, raja sedang duduk di balai musim dingin pada bulan yang kesembilan, sementaraa di depannya api menyala di perapian. Setelah mendengarkan tiga atau empat lajur, maka raja mengoyak-ngoyakannya dengan pisau raut lalu dilemparkannya ke dalam api di perapian itu, sampai seluruh gulungna itu habis dimakan api yang diperapian itu (ay. 20-23). Baik raja maupun para pegawainya, yang mendengarkan segala perkataan ini, seorng pun tidak terkejut dan tidak mengoyakkan pakaiannya. Sebaliknya, raja memerintahkan anaknya dan yang lainnya untuk menangkap Barukh dan Yeremia, tetapi Yehova menyembunyikan mereka (ay. 24-26).

Kemudian, sesudah raja membkar gulungan kitab itu, Yehova menyuruh Yeremia mengambil gulungan lain dan menuliskan di dalamnya segala perkataan yang sebelumnya ada pada gulungan kitab yang pertama, yang telah dibakar oleh Yoyakim raja Yehuda (ay. 27-28). Mengenai Yoyakim, Yeremia diperintahkan untuk berkata, “Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membakar gulungan kitab ini dengan berkata: Mengapakah engkau menulis di dalamnya bahwa raja Babel pasti akan datang untuk memusnahkan negeri ini dan untuk melenyapkan di dalamnya manusia dan hewan?” (ay. 29). Yeremia memberi tahu Yoyakim bahwa ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam. Yoyakim juga diberi tahu bahwa Yehova akan menghukum dia dan keturunannya dan hmba-hambanya karena kesalahan mereka dan bahwa Dia akan mendatangkan kepada mereka dan kepada segala penduduk Yerusalem dan atas orang-orang Yehuda segenap malapetaka yang diancamkan-Nya kepada mereka. Meskipun Dia mengatakan hal-hal ini kepada mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarnya (ay. 30-31).

Kemudian Yeremia mengambil gulungan kitab lainnya, dan Barukh ahli taurat itu menuliskannya dari mulut Yeremia semua perkataan dalam gulungan kitab yang telah dibakar oleh Yoyakim; dan masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu (ay. 32). Dari hal ini kita dapat melihat bahwa meskipun Israel keras kepala dalm berdosa terhadap Yehovaa, tetapi Yeremia tetap teguh berbicara bagi Dia.