DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA KEPADA ISRAEL (17)
JANJI YEHOVA TENTANG PEMULIHAN ISRAEL
(3)
Pembacaan Alkitab: Yer. 32—33
Dalam berita ini kita akan melihat pasal tiga puluh dua dan tiga puluh tiga. Pasal-pasal ini merupakan satu kelanjutan dari janji Yehova tentang pemulihan Israel.
I. ZEDEKIA, RAJA YEHUDA, MEMENJARAKAN YEREMIA DAN MENGHAKIMI NUBUATNYA
Dalam 32:1-5 Zedekia, raja Yehuda, memenjarakan Yeremia dan menghakimi nubuatnya tentang penawanan kota Yerusalem dan Zedekia. Kemudian, Zedekia ditangkap sewaktu ia berusaha menyelamatkan diri. Nebukadnezar membunuh anak Zedekia di hadapannya dan kemudian mencungkil matanya dan membawanya ke Babel, di mana ia mati di sana. Pada Zedekia, raja yang kasihan ini, kekerajaan dari keluarga raja ini telah berakhir.
II. YEREMIA MEMBELI LADANG SEPUPUNYA HANAMEL DI ANATOT MENURUT FIRMAN YEHOVA
Dalam ayat 6 sampai 15 Yeremia membeli ladang dari sepupunya Hanamel di Anatot menurut firman Yehova, yang menandakan bahwa rumah, ladang, dan kebun anggur akan dibawa masuk kembali ke tanah permai itu. Ini menunjukkan bahwa meskpun Yerusalem dan Zedekia akan ditawan, tetapi Allah tetap akan menjaga tanah permai itu beserta dengan umat-Nya. Dalam maksud Allah, tanah permai ini akan tetap berada pada tempat yang sesuai bagi umat-Nya untuk hidup.
III. YEREMIA BERSEKUTU DENGAN YEHOVA
Ayat 16 sampai 25 membicarakan tentang Yeremia bersekutu dengan Yehova. Yeremia bertanya kepada Yehova mengapa Dia menyuruhnya membeli ladang itu karena kota Yerusalem telah diserahkan ke dalam tangan orang Kasdim. Yeremia tidak memahami hal ini. Di sini persekutuan Allah dan Yeremia sangat intim, seperti persekutuan di antara sahabat karib.Dalam bertanya tentang ladang itu, Yeremia menganggap Allah seolah-olah Dia itu adalah temannya yang paling dekat.
IV. JAWABAN YEHOVA KEPADA YEREMIA
Jawaban Yehova kepada Yeremia, yang ada di dalam ayat 26 sampai 44 ini, sangat menarik.
A. Yehova akan Memberikan Kota Yerusalem ke dalam Tangan Orang-orang Kasdim
Yehova mengatakan bahwa Dia akan memberikan kota Yerusalem ke dalam tangan orang-orang Kasdim, dan Nebukadnezar akan mengambilnya, karena kejahatan-kejahatan Israel yang telah diperbuatnya itu membangkitkan amarah-Nya (ay. 28-36).
B. Yehova akan Mengumpulkan Israel dari Semua Negeri Ke Mana Dia telah Menceraiberaikan Mereka
Yehova selanjutnya mengatakan bahwa meskipun dia telah menceraiberaikan Israel dalam kehangatan murka-Nya dan dalam gusar-Nya yang besar, tetapi Dia akan mengumpulkan mereka dari semua negeri ke mana Dia telah menceraiberaikan mereka dan mengembalikan mereka ke tanah kudus dan akan membuat mereka diam di sana dengan aman ((ay. 37). Di sini kita melihat bahwa Yeremia sampai mengenal maksud Allah dan bahwa maksud-Nya yang disingkapkan dalam firman-Nya kepada Yeremia itu, menjadi janji-Nya kepada nabi itu.
C. Israel akan Menjadi Umat Yehova dan Yehova akan Menjadi Allah Mereka
Menurut ayat 38, Israel akan menjadi umat Yehova dan Dia akan menjadi Allah mereka. Setelah membuat janji ini, Yehova berkata, “Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang akan datang” (ay. 39).
Kita, umat pilihan Allah harus mempunyai satu hati dan satu langkah. Kita harus mempunyai satu hati untuk mengasihi Allah, mencari Allah, memperhidupkan Allah, dan disusun dengan Allah. Ini berarti bahwa kita mengasihi untuk menjadi ekspresi Allah. Satu jalan ini adalah Allah Tritunggal. Tuhan Yesus berkata, “Akulah jalan” (Yoh. 14:6).
Hari ini orang Kristen terpecah belah karena mereka mengambil jalan yang berbeda-beda selain dari Kristus. Gereja Katholik mempunyai jalan Katholik, dan Gereja Ortodok mempunyai jalan Ortodok. Setiap denominasi dan persekutuan bebas mempunyai jalannya sendiri. Orang-orang Presbiterian mempunyai satu jalan dan orang-orang Pentakosta mempunyai jalan lainnya lagi.
Apakah seharusnya jalan kita dalam Tubuh Kristus? Sebagai Tubuh Kristus kita harus mengambil jalan hukum bathini, yang adalah Allah Tritunggal dengan kapasitas ilahi-Nya. Kita semua harus mempunyai satu hati untuk mengasihi Tuhan, dan kita semua harus mengambil Dia sebagai hayat kita dan jalan kita. Satu hati dan satu jalan ini adalah satu keharmonisan (Kis. 1:14). Jika kita tidak mempunyai satu hati dan satu jalan, maka kita tidak akan dapat menjadi harmonis.
Di dalam kekekalan dalam Yerusalem Baru hanya akan ada satu jalan. Yohanes memberi tahu kita, “Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah dan Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu diseberang menyeberang sungai itu, ada pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali” (Why. 22:1-2a). Di tengah-tengah jalan itu ada sungai air hayat yang mengalir dan di sungai itu ada pohon hayat yang bertumbuh. Ini menunjukkan bahwa jalan, hayat dan suplai hayat itu semuanya adalah satu. Ini juga menunjukkan apakah jalan kita seharusnya pada hari ini. Jalan kita dalam pemulihan Tuhan adalah hayat; adalah hukum hayat bathini; adalah Allah Tritunggal itu sendiri.
Saya menyesal mengatakan bahwa dalam tahun-tahun belakangan ini ada satu huru hara di antara kita, dan huru hara ini membawa masuk perpecahan. Alasan dari huru hara ini adalah karena ada orang-orang tertentu yang ingin mengambil jalan lain selain hayat, yaitu jalan selain Kristus, Allah Tritunggal, dan hukum bathini. Perpecahan selalu merupakan akibat dari mengambil jalan lain selain dari Kristus. Jika kita menjaga diri kita pada satu jalan, maka tidak akan ada perpecahan. Kita memuji Tuhan bahwa dalam pemulihan-Nya Dia akan memberikan umat-Nya satu hati untuk mengasihi Dia dan mengekspresikan Dia dan satu jalan untuk menikmati Dia.
D. Membuat satu Perjanjian yang Kekal dengan Mereka Sehingga Dia tidak Akan Membelakangi Mereka
Dalam Yeremia 32:40-44 Yehova mengatakan bahwa Dia akan membuat satu perjanjian yang kekal dengan mereka sehingga Dia tidak akan membelakangi mereka. Dia akan berbuat baik terhadap mereka. Dia akan menanam mereka di tanah kudus, dan ladang-ladang akan dibawa ke sana.
Perjanjian kekal ini adalah perjanjian baru (31:31-34). Karena perjanjian inilah Allah tidak akan membelakangi kita dan akan menanam kita dalam Kristus, tanah permai kita, dan Kristus dengan semua aspek-Nya akan dibeli oleh kita. Membeli Kristus adalah mengeluarkan harga untuk mendapatkan Kristus dengan melupakan hal-hal yang dibelakang dan mengejar Kristus (Flp. 3:13-14).
Jawaban Allah kepada Yeremia ini sungguh bijaksana dan ajaib.
V. FIRMAN YEHOVA YANG DATANG KEPADA YEREMIA KEDUA KALINYA SEBAGAI SATU PENEGASAN ULANG DARI JANJINYA TENTANG PEMULIHAN ISRAEL
Sewaktu Yeremia masih dipenjara, firman Yehova datang kepadanya untuk kedua kalinya sebagai satu penegasan ulang dari janji-Nya tentang pemulihan Israel (33:1-26).
A. Yehova akan Membawa Pemulihan dan Kesembuhan kepada Kota Yerusalem
Yehova berjanji untuk membawa pemulihan dan kesembuhan kepada kota Yerusalem. Dia mengatakan bahwa Dia akan menyatakan kepada mereka satu kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah dan akan memulangkan Israel yang tertawan dan membangun mereka seperti dahulu. Dia juga berjanji bahwa Dia akan mentahirkan mereka dari kesalahan mereka, yang olehnya mereka telah berdosa terhadap-Nya, dan akan mengampuni semua kesaalahan mereka, yang olehnya mereka telah berdosa terhadap-Nya dan memberontak terhadap-Nya (ay. 6-8).
Dalam ayat 9 Yehova membuat janji lebih jauh tentang Yerusalem: “Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji, dan terhormat bagi-Ku didepan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya.” Selain merupakan satu janji tentang Yerusalem, hal ini juga merupakan gambaran dari kehidupan gereja pada hari ini.
B. Akan Terdengar di Kota Yerusalem Suara Kegirangan
Menurut ayat 10 dan 11, akan terdengar di kota Yerusalem suara kegirangan, suara sukacita, suara pengantin laki-laki, dan suara pengantin perempuan, dan suara orang-orang yang mengatakan, “Pujilah Yehova semesta alam, sebab Yehova itu baik, bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Dia akan mengembalikan tanah kudus yang tertawan itu.
C. Di Tanah Kudus itu akan Ada satu Padang Rumput bagi Gembala-gembala yang Membaringkan Kawanan Domba Mereka, dan Kawanan Domba itu akan Lewat lagi di bawah Tangan Orang yang Menghitungnya
Ayat 12 dan 13 mengatakan, “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Di daerah ini, yang sudah menjadi reruntuhan, tanpa manusia dan tanpa hewan, dan di segala kotanya akan ada lagi padang rumput bagi gembala-gembala yang membaringkan kambing domba di situ. Di kota-kota Pegunungan, di kota-kota daerah Bukit, di kota-kota tanah Negeb, di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem dan di kota-kota Yehuda, kambing domba akan lewat lagi di bawah tangan orang yang menghitungnya, demikianlah firman TUHAN.”Ini adalah gambaran dari kehidupan gereja. Dalam kehidupan gereja, menggembalakan adalah satu perkara yang penting. Dalam gereja kita perlu menghitung kawanan. Dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Allah menaruh perhatian pada jumlah umat-Nya. Dalam Bilangan, Allah menghitung suku Israel; dalam Injil Tuhan Yesus mengutus dua belas murid yang pertama kemudian tujuh puluh murid; dan dalam Kisah Para Rasul 2 ada tiga ribu orang yang diselamatkan, dan dalam Kisah Para Rasul 4 jumlah orang yang datang kira-kira lima ribu orang” (ay. 4). Jika kita acuh tak acuh terhadap jumlah “kawanan,” kita, itu berarti kita acuh tak auh terhadap tugas kita, dan kawanan kita tetap akan sedikit jumlahnya. Namun, jika kita memperhatikan jumlah kawanan, pada akhirnya Tuhan akan melipatgandakan jumlah kawanan itu sampai satu tingkat sehingga kita tidak mampu menghitungnya lagi (Yer. 33:22). Ini harus menjadi situasi dalam kehidupan gereja.
D. Yehova akan Menepati Janji yang Baik yang telah Diucapkan-Nya tentang Kaum Israel dan Kaum Yehuda
Yehova akan menepati janji yang baik yang telah diucapkan-Nya tentang kaum Israel dan kaum Yehuda (ay. 14). Dia akan menumbuhkan satu Tunas (Kristus) kebenaran bagi Daud, yang akan melakukan keadilan dan kebenaran di bumi (ay. 15). Firman tentang Kristus sebagai Tunas kebenaran ini berhubungan dengan perjanjian baru, yang intinya adalah hukum hayat bathini. Hukum ini adalah Tunas Daud, dan Tunas Daud ini adalah Kristus. Kristus adalah hukum bathini; Dia adalah pusat, realitas, dan bahkan esens dari perjanjian baru ini.
Ayat 16 melanjutkan dengan mengatakan, “Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita !” Dalam 23:6 Kristuslah yang disebut Yehova kebenaran kita, tetapi di sini kota Yerusalem yang disebut dengan nama ini. Fakta bahwa Kristus dan Yerusalem disebut dengan nama yang sama kelihatannya menunjukkan bahwa, sama seperti Kristus dan gereja sama pada hari ini, demikian juga dalam pemulihan itu Kristus dan kota Yerusalem akan menjadi satu.
E. Perjanjian-Nya dengan Daud Hamba-Nya tidak Akan Terputus
Sama seperti tidak ada seorang pun yang dapat mengingkari perjanjian Yehova dalam hubungannya dengan siang hari dan perjanjian-Nya dalam hubungannya dengan malam hari, sehingga siang dan malam tidak datang lagi pada waktunya, demikian juga perjanjian-Nya dengan Daud hamba-Nya tidak akan pernah dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai seorang anak lagi untuk memerintah di atas takhtanya. Demikian juga, perjanjian-Nya tidak akan pernah dapat diingkari dengan imam-imam Lewi sebagai pelayan-pelayan-Nya (ay. 17-21).
F. Yehova akan Memperbanyak Keturunan Daud dan Orang-orang Lewi yang Melayani-Nya
Ayat 22 mengatakan bahwa seperti tentara langit tidak terbilang dan seperti pasir di laut tidak tertakar, demikianlah Yehova akan membuat banyak keturunan Daud hamba-Nya dan orang-orang Lewi yang melayani-Nya.
G. Yehova Tidak akan Menolak Keturunan Yakub dan Daud Hamba-Nya
Jika perjanjian Yehova dalam hubungannya dengan siang hari dan malam hari itu tidak teguh, dan jika Dia tidak mengatur langit dan bumi, maka Dia juga akan menolak keturunan Yakub, dan Daud hamba-Nya dan tidak akan mengangkat dari keturunannya orang-orang yang memerintah atas keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub; sebab Dia akan memulihkan keadaan mereka dan menyayangi mereka (ay. 23-26; 31:35-36). Di sini Allah menjamin umat-Nya bahwa sama seperti alam semesta ini tetap sampai selama-lamanya, demikian juga, umat Allah dan keluarga raja ini tetap ada untuk selama-lamanya.