← Daftar isi Yeremia (2) · bab 15/40

DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (8)

AMANAT YEHOVA LEBIH LANJUT KEPADA YEREMIA

DAN PERNYATAANNYA LEBIH LANJUT TENTANG DOSA-DOSA YEHUDA

(1)

Pembacaan Alkitab: Yer. 15:10—17:27

Dalam berita ini kita akan mulai melihat amanat Yehova lebih lanjut kepada Yeremia dan pernyataan-Nya lebih lanjut tentang dosa-dosa Yehuda.

AMANAT YEHOVA LEBIH LANJUT KEPADA YEREMIA

Amanat Yehova lebih lanjut kepada Yeremia diliput dalam 15:10 sampai 16:9.

Penyesalan yang Dalam dari Yeremia dan Dorongan dan Penguatan Yehova

Dalam 15:10-14 kita melihat penyesalan yang dalam dari Yeremia dan dorongan dan penguatan Yehova. Dalam ayat-ayat ini ada tiga kelompok: Yeremia, ibunya, dan Allah. Yeremia putus asa dan berkata kepada ibunya, “Celakalah aku, ya ibuku, bahwa engkau melahirkan aku, seorang yang menjadi buah perbantahan dan buah percederaan bagi seluruh negeri. Aku bukan orang menghutangkan ataupun orang yang menghutang kepada siapapun, tetapi mereka semuanya mengutuki aku” (ay. 10). Tentunya, tidak ada ibu yang akan senang bila mendengar perkataan yang demikian dari anaknya. Tetapi ibu Yeremia diam, dan Allah datang untuk mengatakan sesuatu kepadanya.

Saya merasa bahwa perihal Yeremia berbicara kepada ibunya, dan Allah datang berbicara kepadanya ini sangat bermakna. Ini menunjukkan bahwa Allah selalu menyertai Yeremia. Ke mana saja Yeremia pergi, Allah ada bersama dengannya. Di mana saja Yeremia berbicara, Alah selalu hadir untuk mengambil bagian dalam percakapan itu. Allah selalu menyertai Yeremia bahkan ketika ia, berada dalam keputusasaannya berbicara kepada ibunya. Ibunya mungkin sangat senang bagaimana Allah berbicara kepada anaknya untuk mendorong dan menguatkan dia.

Dalam berbicara kepada Yeremia, Allah tidak berbicara sebagai Sang Ilahi, sebagai yang Mahakuasa, melainkan hampir seolah-olah Dia adalah manusia, yang berbicara secara insani dan secara pribadi. Menurut catatan dari buku ini, sewaktu Allah menanggulangi umat-Nya, Dia seringkali berbicara kepada mereka secara demikian. Misalnya, ketika Dia menunjukkan Israel sebagai istri-Nya yang murtad dan dengan penuh kasih meminta dia untuk kembali, Dia berbicara secara insani.

Setelah Yeremia memberi tahu ibunya bahwa setiap orang mengutuki dia, Yehova turut campur dan berkata kepadanya, “Sungguh, ya TUHAN, aku telah melayani Engkau dengan sebaik-baiknya, dan telah membela musuh di depan-Mu pada masa kecelakaannya dan kesesakannya! Dapatkah orang mematahkan besi, besi dari utara dan tembaga? Harta kekayaanmu dan barang-barang perbendaharaanmu akan Kuberikan dirampas sebagai ganjaran atas segala dosamu di segenap daerahmu. Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu di negeri yang tidak kau kekanl, sebab dalam murka-Ku telah mencetus api yang akan menyala atasmu” (ay. 11-14). Kita perlu memperhatikan kata ganti mu dan kamu dalam ayat 13 dan 14. Dalam ayat 13 Allah menunjukkan “kekayaanmu” dan “perbendaharaanmu.” Kekayaan dan perbendaharaan siapakah ini? Ini pasti adalah kekayaan dan perbendaharaan Israel. namun, Allah mengucapkan perkataan ini tidak secara langsung kepada Israel melainkan kepada Yeremia. tentunya, kata mu di sini termasuk orang yang dituju. Ini berarti bahwa Allah menganggap nabi Yeremia bersatu dengan Israel. Kekayaan dan perbendaharaan Israel juga adalah kekayaan dan perbendaharaan Yeremia. Ini menunjukkan bahwa Allah menganggap seluruh bangsa Israel sebagai satu kesatuan. Karena Yeremia adalah bagian dari kesatuan ini, maka bila kekayaan dan perbendaharaan Israel diserahkan kepada musuh-musuh mereka, maka Yeremia juga menjadi miskin. Kekayaan dan perbendaharaan Israel dan Yeremia akan dibawa ke negeri yang tidak mereka kenal. Dalam murka-Nya Allah telah mencetus api yang menyala-nyala, yang akan membakar mereka. Dalam perkara ini, Yeremia juga termasuk di dalamnya.

Di sini kita bukan hanya mempunyai tiga kelompok—Yeremia, ibunya, dan Yehova—melainkan juga ada kelompok yang keempat—Israel. Perkatan Allah ditujukan kepada Yeremia, tetapi dalam berbicara kepada Yeremia, Dia juga memasukkan bani Israel bersama dengan Yeremia. Dalam berbicara kepada Yeremia dan Israel, Allah berbicara seolah-olah Dia adalah manusia yang sedang berbicara dengan manusia lainnya. Dia berbicara sebagai salah satu dari empat kelompok itu yang mengambil bagian dalam percakapan ini.

Permohonan Yeremia untuk Perawatan Yehova dan Jawaban Yehova dengan satu Amanat Lebih Lanjut Kepadanya

Yeremia menjawab perkataan Yehova dengan memohon kepada-Nya untuk perawatan-Nya. “Engkau mengetahuinya; ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah biarkan aku diambil, karena panjang sabar-Mu, ketahuilah bagaimana aku menanggung celaan oleh karena Engkau!” (ay. 15). Dengan memakai kata tahu dalam permohonannya, Yeremia kelihatannya mengingatkan Allah tentang keadaannya. Permohonan Yeremia ini menunjukkan bahwa tidak peduli betapa kuat dan rohaninya dia, ia tetap adalah manusia. Sewaktu Yeremia memohon kepada Allah untuk mengingatnya, melawatnya, dan ia seolah-olah akan berkata, “O Yehova, jangan lupakan aku. Jangan buang aku. Aku perlu Dikau mengingatku, melawatku, dan membalas orang-orang yang menganiaya aku demi Engkau.”

Secara khusus, Yeremia berdoa bahwa, dalam penderitaan-Nya, Yehova tidak akan membawa dia pergi. Yeremia seolah-olah berkata, “Yehova, Engkau adalah Allah yang dapat menderita untuk jangka waktu yang lama. Aku meminta agar dalam penderitaan-Mu Engkau tidak akan membiarkan para penganiayaku membunuh aku. Engkau baik dan penuh dengan rahmat, dan Engkau dapat membiarkan para penganiayaku untuk terus melakukan hal-hal yang jahat untuk jangka waktu yang lama. Aku memohon bahwa, selama masa penderitaan-Mu, Engkau tidak akan membiarkan para penganiayaku mengambil nyawaku.”

Ayat selanjutnya (ay. 16) sangat tidak biasa dan kelihatannya tidak cocok di sini. Dalam ayat ini Yeremia berkata, “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku.” Menurut seluruh wahyu dalam Kitab Suci, firman Allah itu baik bagi kita untuk kita makan, dan kita perlu memakannya. Ketika kita makan firman Allah, maka firman-Nya itu akan menjadi kesukaan dan kegirangan hati kita.

Dalam ayat ini Yeremia bukan hanya mengatakan bahwa ia bertemu dan makan firman Allah melainkan juga bahwa ia dipanggil oleh nama Yehova. Bahasa Ibrani yang diterjemahkan “aku dipanggil oleh nama Yehova” juga dapat diterjemahkan “nama Yehova diserukan atasku.” Dalam kasus lainnya, Yeremia mengatakan bahwa ia milik Yehova dan berada di bawah nama-Nya.

Dalam ayat 17 Yeremia selanjutnya berkata, “Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram.” Kata senda gurau di sini bukan menekankan orang-orang yang bersenda gurau melainkan orang-orang yang menghina orang lain dengan gembira. Orang-orang yang bersenda gurau itu mungkin menghina Yeremia, yang tidak sukacita dan yang tidak gembira. Selain itu, karena tangan Yehova menekan Yeremia, maka ia duduk sendirian. Tangan Yehova menekan Yeremia dan mendesaknya untuk duduk dengan tenang dan sabar terhadap penghinaan itu. Meskipun Yeremia diam, tetapi ia penuh dengan kegeraman. Tidak mungkin baginya untuk bersukacita atau bergembira.

Ayat 17 meramalkan tentang penderitaan Yeremia. Karena penderitaan dan keputusasaannya, maka ia berkata kepada ibunya, “Celakalah aku.” Ibunya diam, tetapi Yehova berbicara dengan Yeremia untuk mendorong dan menguatkan dia. Saya tidak dapat memberitahukan tentang jawaban Yeremia apakah ia menerima atau menolak dorongan/hiburan Allah. Kelihatannya Allah berbicara dengan satu cara menurut perasaan-Nya dan bahwa Yeremia memberikan respon dengan cara lainnya menurut perasaannya. Yeremia seolah-olah berkata kepada Yehova, “Aku tidak gembira, aku tidak berssukacita. Aku menderita, dan aku penuh dengan kegeraman karena tangan-Mu menekan aku.”

Ayat 18 melanjutkan, “Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai.” Kata Ibrani untuk dipercayai secara harfiah berarti “tidak menentu.” Yeremia telah terluka, sakit hati, dan ia membuat keluhannya kepada Allah, bertanya mengapa Dia seolah-olah seperti sungai yang curang atau seperti air yang tidak dapat dipercayai.

Dalam ayat 19 sampai 21 kita mempunyai respon Yehova terhadap keluhan Yeremia. Dalam respon-Nya Allah memberikan satu amanat lebih lanjut kepada Yeremia. Ayat 19 mengatakan, “Karena itu beginilah jawab TUHAN: “Jika engkau mau kembali, aku mau mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.” Kata ganti kamu di sini dapat menjadi satu petunjuk lebih lanjut bahwa Allah menganggap Yeremia bersatu dengan Israel. Tentunya Israel perlu kembali kepada Allah dan dipulihkan oleh-Nya. Allah memberi tahu Yeremia bahwa jika ia kembali kepada-Nya, maka ia akan dipulihkan dan akan berdiri di hadapan-Nya.

Allah selanjutnya memberi tahu Yeremia bahwa jika ia mengucapkan apa yagn berharga dan tidak hina, maka ia akan menjadi penyambung lidah-Nya. Perkataan Yehova tentang mengucapkan yang berharga dapat menunjukkan bahwa Dia menganggap perkataan Yeremia dalam ayat-ayat sebelumnya itu tidak berharga. Allah mungkin berkata, “Yeremia apa saja yang baru kamu katakan itu tidak berharga—tidak berguna. Kamu tidak dapat menjadi penyambung lidah-Ku jika kamu mengucapkan hal-hal yang tidak berharga. kamu perlu mengeluarkan hal-hal yang berharga dari yang tidak berharga. Jika kamu melakukan ini, maka kamu akan menjadi penyampung lidah-Ku, nabi-Ku, untuk berbicara bagi-Ku dan menyampaikan firman-Ku.” Allah melanjutkan dengan memberi tahu Yeremia bahwa jika ia mau menjadi penyambung lidah-Nya, maka umat Israel akan berpaling kepadanya. namun, ia tidak berpaling kepada mereka.

Dalam ayat 20 Yehova memberi tahu Yeremia bahwa terhadap bangsa Israel Dia akan membuatnya menjadi tembok yang berkubu dari tembaga. Mereka akan memerangi dia, tetapi mereka tidak akan menang melawannya, karena Yehova menyertainya untuk menyelamatkan dia dan melepaskan dia. Dia juga berjanji bahwa Dia akan melepaskan Yeremia dari tangan orang-orang jahat dan membebaskan dia dari genggaman orang-orang lalim (ay. 21).

Pembatasan Yehova terhadap Yeremia untuk Amanat-Nya Lebih Lanjut

Dalam 16:1-9 kita melihat pembatasan Yehova terhadap Yeremia untuk amanat-Nya lebih lanjut. Yehova berkata kepadanya, “Janganlah mengambil istri dan janganlah mempunyai anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan di tempat ini. Sebab beginilah firman TUHAN tentang anak-anak lelaki dan anak-anak peremuan yang lahir di tempat ini, tentang ibu-ibu mereka yang melahirkan mereka dan tentang bapa-bapa mereka yang memperanakan mereka di negeri ini: Mereka akan mati karena penyakit-penyakit yang membawa maut; mereka tidak akan diratapi dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang dan mereka akan habis oleh pedang dan kelaparan; mayat mereka akan menjadi makanan burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi” (ay. 2-4). Karena hal ini yang akan menjadi masa depan dan nasib negeri itu, maka Yeremia tidak diperbolekan mengambil istri atau mempunyai anak-anak. Jika ia mempunyai istri dan anak-anak, maka mereka tentunya akan menderita.

Perkataan Yehova kepada Yeremia tentang jangan mempunyai istri atau anak-anak sungguh merupakan satu pembatasan baginya. Ini menunjukkan bahwa jika kita mau menjadi penyambung lidah Allah dan berbicara bagi-Nya, kita harus dibatasi. Orang lain boleh mempunyai kebebasan untuk melakukan hal-hal tertentu, tetapi kita tidak boleh memiliki kebebasan demikian.

Ayat 5 sampai 9 memberi tahu kita tentang pembatasan lebih jauh yang diberikan oleh Allah kepada Yeremia. Ia harus dibatasi dari perkabungan dan perayaan. Yehova memerintahkan dia untuk tidak masuk ke rumah perkabungan dan tidak boleh meratap atau turut berdukacita dengan orang-orang Israel, karena Dia telah menarik damai sejahtera, kasih setia dan belas kasihan-Nya dari mereka (ay. 5). Besar dan kecil akan mati di negeri ini. Mereka tidak akan dikuburkan dan tidak ada orang yang meratapi mereka (ay. 6). Tidak ada orang yang akan memecahkan roti bagi orang yang berkabung untuk menghibur dia karena kematian itu., dan tidak ada orang yang akan memberi dia minum dari piala penghiburan oleh karena kematian ayahnya atau ibunya (ay. 7). Mengenai hari raya Yehova berkata kepada Yeremia, “Janganlah engkau masuk ke rumah orang mengadakan perjamuan untuk duduk makan dan minum dengan mereka. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, di tempat ini, di depan matamu dan pada zamanmu, akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan” (ay. 8-9). Ini mewahyukan bahwa di sana tidak ada sukacita sebaliknya akan ada penderitaan.

Dalam ayat-ayat ini Yehova menunjukkan kepada Yeremia bahwa, sebagai penyambung lidah Allah, ia akan menderita. Sepanjang generasi, orang-orang yang telah dipakai Allah untuk berbicara bagi-Nya selalu menderita. Inilah situasi Saudara Nee. Saya bersama dengannya selama bertahun-tahun, dan saya dapat bersaksi bahwa ia sangat menderita. Sulit sekali ada hari yang tenang, hari yang tanpa adanya salah paham, kritikan, dan penentangan. Karena ia adalah seorang yang berbicara bagi Allah, maka ia adalah orang yang menderita banyak hal dari banyak orang.

jika kita tidak berbicara bagi Allah, maka kita mungkin tidak menghadapi masalah. Tetapi bila berbicara bagi Allah maka akan membawa masalah. Semakin kita berbicara bagi-Nya, semakin banyak masalah yang kita miliki. Namun, kita berbicara bagi Allah itu seharusnya bukanlah tergantung kepada pilihan kita. Sebaliknya, kita berbicara bagi Allah harus selalu tergantung kepada wahyu Allah.