← Daftar isi Yeremia (2) · bab 16/40

DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (9)

AMANAT YEHOVA LEBIH LANJUT KEPADA YEREMIA DAN PERNYATAANNYA LEBIH LANJUT TENTANG DOSA-DOSA YEHUDA

Pembacaan Alkitab: Yer. 15:10—17:27

Dalam berita ini kita akan melanjutkan melihat amanat Yehova lebih lanjut kepada Yeremia dan pernyataan-Nya lebih lanjut tentang dosa-dosa Yehuda.

II. PERNYATAAN YEHOVA LEBIH LANJUT TENTANG DOSA-DOSA YEHUDA (ISRAEL)

Pernyataan lebih lanjut tentang dosa-dosa Yehuda (Israel) ini ada di dalam 16:10—17:27

A. Kesalahan Israel tentang Dosa-dosa Mereka yang Menyebabkan Kunjungan Yehova dengan Malapetaka yang Besar terhadap Mereka, dan Jawaban Yehova kepada Mereka

Dalam 16:10-18 kita memiliki catatan kesalahan Israel tentang dosa-dosa mereka yang menyebabkan kunjungan Yehova dengan malapetaka yang besar terhadap mereka dan jawaban Yehova kepada mereka. Bangsa itu menanyakan mengapa Yehova mengancamkan malapetaka yang besar terhadap mereka, dan mereka menanyakan apakah kesalahan mereka dan apakah dosa yang telah mereka lakukan terhadap Yehova. Ketika mereka ingin tahu demikian, Yeremia memberi tahu mereka bahwa nenek moyang mereka meninggalkan Dia dan mengikuti allah lain dan bahwa mereka telah berlaku jahat lebih daripada nenek moyang mereka. Karena itu, Yehova akan melemparkan mereka jauh-jauh dari negeri ini ke negeri yang tidak mereka kenal (ay. 10-13).

Dalam menjawab keingintahuan bangsa itu, Yehova juga membuat satu janji kepada mereka mengenai pemulihan mereka. “Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa tidak dikatakan orang lagi; Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka! Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka” (ay. 14-15). Yehova akan melakukan hal ini setelah Dia mengganjar dua kali lipat kesalahan mereka dan dosa-dosa mereka, karena mereka telah menajiskan negeri-Nya dan kejijikan mereka telah memenuhi milik pusaka-Nya (ay. 18).

Percakapan di sini sangat insani. Bangsa itu merasa ingin tahu tentang Allah secara insani, dan Dia juga menjawab secara insani. Dalam jawaban-Nya, Dia menerangkan alasan mengapa kejahatan yang besar, yaitu malapetaka yang besar menimpa mereka, dan Dia berjanji untuk membawa mereka kembali ke negeri itu. Dia bahkan mengutus “nelayan-nelayan” untuk menangkap mereka dan “pemburu-pemburu” untuk memburu mereka untuk mengumpulkan mereka dan memulihkan mereka.

B. Pujian Yeremia kepada Yehova dan Pengakuan Yehova terhadap Pujiannya

Ayat 19 sampai 21 membicarakan tentang pujian Yeremia kepada Yehova dan tentang pengakuan Yehova terhadap pujiannya itu. Dalam pujiannya Yeremia berkata, “Ya, TUHAN kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan! Kepada-Mu akan datang bangsa-bangsa dari ujung bumi serta berkata: “Sungguh, nenek moyang kami hanya memiliki dewa penipu, dewa kesia-siaan yang satupun tiada berguna. Dapatkah manusia membuat allah bagi dirinya sendiri? Yang demikian bukan allah!”(ay. 19-20). Sewaktu Yeremia memuji Yehova, ia berbicara kepada-Nya secara insani. Dalam pengakuan-Nya terhadap pujian Yeremia itu, Yehova berkata, “Sebab itu, ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka kekuasaan-Ku dan keperkasaan-Ku, supaya mereka tahu, bahwa namaku TUHAN” (ay. 21). Di sini pembicaraan Yehova juga sangat insani. Percakapan yang tercatat dalam ayat-ayat ini seperti percakapan antara dua orang.

C. Dosa Yehuda dan Akibatnya

Dalam 17:1-4 kita memiliki firman tentang dosa Yehuda dan akibatnya. Dosa Yehuda ditulis dengan pena besi. Yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka. Allah akan menyerahkan kekayaan dan perbendaharaan mereka sebagai rampasan, dan mereka sendiri akan terpaksa lepas tangan dari milik pusakanya. Yehova akan membuat mereka melayani musuh-musuh mereka di suatu negeri yang tidak mereka kenal, karena mereka telah menyalakan api dalam murka-Nya, yang akan membakar mereka selama-lamanya.

D. Kutukan atas Orang yang Mengandalkan Manusia dan Berkat atas Orang yang Mengandalkan Yehova

Yeremia 17:5-8 adalah satu firman tentang kutukan atas orang yang mengandalkan manusia dan berkat atas orang yang mengandalkan Yehova. Mengenai berkat atas orang yang mengandalkan Yehova ini, ayat 7 dan 8 berkata, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”

Ayat-ayat ini dapat dipahami dengan dua cara—menurut pengeritan alamiah dan menurut ekonomi Allah. Menurut pengertian alamiah, ayat-ayat ini kelihatannya hanya menunjukkan bahwa jika kita mengandalkan Allah, maka kita akan diberkati, terutama secara materi. Namun, wahyunya di sini jauh dari meliputi hal ini. Menurut ekonomi Allah, orang yang mengandalkan Allah itu seperti pohon yang di tepi air, yang menandakan Allah sebagai sumber air hidup (2:13a). Pohon tumbuh di tepi sungai dengan menyerap semua kekayaan dari air itu ke dalamnya. Ini adalah gambaran dari dispensi Allah. Untuk menerima dispensi ilahi, kita sebagai pohon harus menyerap Allah sebagai air itu.

Pemikiran di sini sama seperti di dalam 1 Korintus 3:6, di mana Paulus berkata, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Penyiraman adalah untuk penyerapan pohon, dan penyerapan ini adalah penerimaan dispensi Allah. Pohon itu bertumbuh dengan Allah sebagai Penyuplai dan suplaian. Suplaian ini adalah kekayaan dari Allah yang menyuplai yang didispensikan ke dalam kita sebagai tanaman supaya kita dapat bertumbuh ke dalam perawakan Allah. Akhirnya, tanaman dan Allah, Allah dan tanaman ini, menjadi satu, dengan memiliki elemen, esens, susunan, dan penampilan yang sama.

Yeremia 17:7 dan 8 bukan hanya berkenaan dengan perkara yang dangkal bahwa mengandalkan Allah akan menerima berkat-berkat materi. Sebenarnya, ayat-ayat ini mengacu kepada ekonomi Allah yang dilaksanakan oleh dispensi-Nya. Allah adalah air hidup untuk didispensikan ke dalam diri kita untuk menjadi penyusun kita. Kita semua perlu melihat makna yang penting dari menyerap Allah sebagai air hidup agar kita dapat disusun dengan elemen dan esens-Nya.

E. Hati Manusia yang Licik dan Tidak Terobati dan Penyelidikan, Pengujian, dan Pahala dari Allah

Yeremia 17:9-11 berkenaan dengan hati manusia yang licik dan tidak terobati dengan penyelidikan, pengujian, dan pahala dari Yehova. “Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN yang menyelidiki hati, yang menguji bathin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya. Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaannya secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai orang bebal.” Firman tentang hati manusia yang licik dan tidak terobati ini pun berhubungan dengan ekonomi Allah dengan dispensi-Nya. Sungguh, hati manusia itu bobrok dan licik; dan kondisinya tidak dapat diobati. Meskipun demikian, hati yang demikian ini dapat menjadi satu loh di mana Allah dapat menuliskan hukum-Nya. Mengenai hal ini Yehova berkata, “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam bathin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka” (31:33). Ini mewahyukan bahwa Allah mempunyai jalan untuk menaruh diri-Nya ke dalam manusia. Sekali Allah masuk ke dalam manusia, maka Dia akan menyebar dari roh manusia ke dalam hatinya. Inilah cara Allah menurut ekonomi-Nya, untuk menanggulangi hati manusia yang telah jatuh itu.

F. Doa Yeremia yang penuh Kepercayaan kepada Yehova

Dalam 17:12-18 kita memiliki doa Yeremia yang penuh kepercayaan kepada Yehova. Yeremia memulai doanya dengan berkata, “Takhta kemuliaan, luhur sejak semula, tempat bait kudus kita! Ya, Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu” (ay. 12-13a). Ayat 13b melanjutkan mengatakan bahwa orang-orang yang menyimpang dari pada Yehova akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan Dia, sumber air hidup. Kemudian Yeremia melanjutkan doanya, dengan berkata, “Sembuhkanlah aku, yang TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku! Sesungguhnya mereka berkata kepadaku: “Di manakah firman TUHAN itu? Biarlah ia sampai!” Namun tidak pernah aku mendesak kepada-Mu untuk mendatangkan malapetaka, aku tidak mengingini hari bencana. Engkaulah yang mengetahui apa yang keluar dari bibirku, semuanya terpampang di hadapan-Mu. Janganlah Engkau menjadi kedahsyatan bagiku, Engkaulah perlindunganku pada hari malapetaka. Biarlah orang-orang yang mengejar aku menjadi malu, tetapi janganlah aku ini menjadi malu; biarlah mereka terkejut, tetapi janganlah aku ini terkejut; Buatlah hari malapetaka menimpa mereka, dan hancurkanlah mereka dengan kehancuran berganda” (ay. 14-18). Kita perlu memahami doa yang penuh kepercayaan ini menurut ekonomi dan dispensi Allah. Untuk menafsirkan doa ini dengan tepat, kita perlu menerima Allah, yaitu Dia yang berbicara dan yang mendispensikan itu, ke dalam kita.

G. Peringatan Yehova tentang Memelihara Hari Sabat-Nya

Dalam 17:19-27 kita memiliki peringatan Yehova tentang memelihara hari Sabat-Nya. Allah menyuruh Yeremia pergi dan berdiri di pintu-pintu gerbang Yerusalem dan memberi tahu semua penduduk Yerusalem yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini bahwa mereka harus berjaga-jaga demi nyawa mereka dan jangan mengangkut barang-barang pada hari Sabat. Pada hari Sabat mereka tidak boleh membawa sesuatu melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem; mereka tidak boleh membawa barang-barang keluar dari rumah mereka dan mereka tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun (ay. 19-22). Mereka disuruh untuk menguduskan hari Sabat, seperti yang diperintahkan Yehova kepada nenek moyang mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memperhatikannya. Apabila penduduk sekarang ini mau mendengarkan Yehova dan menguduskan hari Sabat, maka raja-raja dan pemuka-pemuka yang akan duduk di atas takhta Daud akan masuk melalui pintu-pintu gerbang kota, dan kota itu akan didiami orang untuk selama-lamanya (ay. 24-25). Namun, apabila mereka tidak mau mendengar Yehova dan menguduskan hari Sabat, maka Dia akan menyalakan api di pintu-pintu gerbang kota itu, dan api itu akan memakan habis puri-puri Yerusalem dan tidak akan terpadamkan (ay. 27).

Sabat menandakan bahwa Allah telah melakukan segalanya, menyelesaikan segalanya, dan mempersiapkan segalanya dan bahwa manusia harus menghentikan semua pekerjaannya. Bekerja pada hari Sabat itu cemar. Bekerja pada hari Sabat itu merupakan satu penghinaan terhadap Allah dan terhadap apa yang telah digenapkan-Nya. Bukannya bekerja dengan demikian, kita malah harus mengambil Allah sebagai kenikmatan kita, dan minum Dia sebagai sumber air hidup. Menguduskan Sabat Allah adalah menghentikan pekerjaan kita dan mengambil apa yang telah dilakukan Allah bagi kita.

Perjanjian Baru terutama juga terdiri dari dua aspek ini: menerima Allah sebagai air yang hidup bagi kenikmatan kita (Yoh. 4:14; 7:38) dan menghentikan pekerjaan kita. Allah telah menggenapkan segalanya, dan Dia siap bagi kita untuk masuk ke dalam kenikmatan kekal-Nya dalam Yerusalem Baru. Dalam Yerusalem Baru kita tidak akan bekerja; kita hanya akan minum, memuji, menikmati, dan bersorak-sorai. Inilah ekonomi Allah.

Dalam 16:10—17:27 Allah memberikan satu penyataan lebih lanjut tentang dosa-dosa Yehuda. Betapa menakjubkannya bahwa dalam bagian dari Firman ini pun kita dapat melihat sesuatu mengenai ekonomi Allah.