← Daftar isi Yeremia (2) · bab 14/40

DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (7)

PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL DENGAN KEKERINGAN

Pembacaan Alkitab: 14:1—15:9

Dalam berita ini kita akan melihat penghukuman Yehova terhadap Israel dengan kekeringan.

I. SATU KUTUKAN KARENA ISRAEL MELANGGAR PERJANJIAN YEHOVA

Yehova menghukum Israel dengan kekeringan adalah satu kutukan karena Israel melanggar perjanjian Yehova. Dalam Ulangan 11:17 Musa memperingatkan umat Israel bahwa jika mereka berpaling dari Yehova dan menyembah allah lain, maka murka Yehova akan membakar mereka dan Dia akan menutup langit sehingga tidak turun hujan. Ulangan 28:23 mengacu kepada kutukan ini bunyinya, “Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawah pun menjadi besi.”

A. Penghentian Suplaian Surgawi Allah ke Bumi

Kutukan kekeringan ini adalah penghentian suplaian surgawi Allah ke bumi. Hal yang demikian telah terjadi selama zaman Elia (1 Raj. 17:1), dan akan terjadi lagi pada masa yang akan datang (Why. 11:6a; Zak. 14:18).

B. Pemutusan Perawatan Allah terhadap Umat-Nya

Ulangan 11:14-15 mengatakan, “Aku akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu, dan minyakmu, dan Aku akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.” Ayat-ayat in membicarakan tentang Allah memberikan hujan bagi perawatan umat-Nya. Dialah yang memberikan “hujan pada waktunya” dan yang “menjamin minggu-minggu yang tetap bagi panen” (Yer. 5:24). Namun, sebagai satu kutukan karena Israel telah melanggar perjanjian Yehova, maka,“dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang” (3:3). Ini berarti bahwa, perawatan Allah terhadap umat-Nya telah diputus sebagai satu penghukuman.

PEMBERITAHUAN YEHOVA MELALUI NABI YEREMIA UNTUK MENGHUKUM ISRAEL (SEBENARNYA YEHUDA) MENGENAI KEKERINGAN MEREKA

Dalam 14:1-6 kita memiliki berita Yehova melalui nabi Yeremia untuk menghukum Israel (sebenarnya Yehuda) mengenai kekeringan mereka. Allah meminta Yeremia untuk memberi tahu umat-Nya bahwa Dia akan mengutus masa kekeringan kepada mereka, dan dalam ayat-ayat ini kita memiliki gambaran dari Yeremia tentang penderitaan Israel selama masa kekeringan ini.

A. Yehuda Berkabung dan Pintu-pintu Gerbangnya Rebah

Menurut ayat 2, Yehuda berkabung, dan pintu-pintu gerbangnya rebah. Mereka berkabung dengan terhantar di tanah, dan jeritan Yerusalem naik ke atas.

B. Pelayan-pelayan Tidak Menemukan Air Di Sumur-sumur dan Pulang dengan Kendi-kendi Kosong

Pembesar-pembesar, yaitu orang-orang kelas atas, menyuruh pelayan-pelayan untuk mencari air. Pelayan-pelayan itu datang ke sumur tetapi tidak menemukan air. Mereka pulang dengan kendi-kendi kosong; mereka malu dan mukanya menjadi merah sampai menyelubungi kepala mereka (ay. 3).

C. Para Petani Kecewa dan Menyelubungi Kepala Mereka

Tidak ada hujan yang turun ke bumi. Karena tanah kekurangan air hujan, maka para petani kecewa dan menyelubungi kepala mereka (ay. 4).

D. Rusa Betina di Padang Meninggalkan Anaknya yang Baru Lahir

Bahkan rusa betina di padang meninggalkan anaknya yang baru lahir sebab tidak ada rumput muda (ay. 5).

E. Tidak Ada Rumput

Keledai-keledai hutan berdiri di atas bukit gundul, mengap-mengap seperti serigala, matanya menjadi lesu, sebab tidak ada rumput (ay. 6).

A. DOA SYAFAAT NABI YEREMIA

Dalam 14:7—15:9 kita memiliki doa syafaat nabi Yeremia.

A. Doa Syafaatnya

Dalam doa syafaatnya Yeremia mengakui bahwa mereka telah berdosa terhadap Yehova. Kesalahan-kesalahan mereka bersaksi melawan mereka, dan kemurtadan mereka banyak. Meskipun demikian ia berdoa bahwa Yehova akan bertindak karena nama-Nya (14:7). Kemudian Yeremia melanjutkan doa syafaatnya dengan berkata, “Ya Pengharapan Israel. Penolongnya di waktu kesusahan! Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini, seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam? Mengapakah Engkau seperti orang yang bingung, seperti pahlawan yang tidak sanggup menolong? tetapi Engkau ada di antara kami yang TUHAN, dan nama-Mu diserukan atas kami; janganlah tinggalkan kami!” (ay. 8-9).

B. Penolakan Yehova

Yeremia berdoa syafaat untuk Israel, tetapi Yehova menolak untuk mendengarkan doa syafaat nabi. Bukannya menerima umat itu, Dia malah mengatakan bahwa Dia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa-dosa mereka (ay. 10). Kemudian Yehova selanjutnya berkata kepada Yeremia, “Janganlah engkau berdoa untuk kebaikan bangsa ini! Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak akan mendengarkan seruan mereka; sekalipun mereka mempersembahkan kurban bakaran dan kurban sajian, Aku tidak akan berkenan kepada mereka, melainkan Aku akan menghabisi mereka dengan perang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar” (ay. 11-12).

C. Doa Nabi tentang Nabi-nabi Palsu, dan Jawaban Yehova

Dalam ayat 13 nabi berdoa tentang nabi-nabi palsu, dengan berkata, “Aduh, Tuhan ALLAH! Bukankah para nabi telah berkata kepada mereka: Kamu tidak akan mengalami perang, dan kelaparan tidak akan menimpa kamu, tetapi Aku akan memberikan kepadamu damai sejahtera yang mantap di negeri ini!” Dalam jawaban-Nya kepada doa Yeremia, Yehova mengatakan bahwa nabi-nabi itu bernubuat palsu demi nama-Nya, dan bahwa mereka menubuatkan penglihatan yang bohong, dan bahwa mereka sendiri akan dihabisi oleh pedang dan kelaparan, dan bangsa yang kepadanya mereka bernubuat akan tercampak mati di jalan-jalan Yerusalem, disebabkan oleh kelaparan dan pedang (ay. 14-16).

D. Reaksi Nabi yang Bersatu dengan Yehova yang Menghukum

Ayat 17 dan 18 mewahyukan reaksi nabi, yang bersatu dengan Yehova yang menghukum.

1. Kesatuan Yeremia dengan Yehova

Dalam ayat 17 Yehova berkata kepada nabi, “Katakanlah perkataan ini kepada mereka: “Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak henti-henti, sebab anak dara, putri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan.” Di sini kita melihat bahwa Yehova dan Yeremia bergabung menjadi satu. Nabi bersatu dengan Yehova yang menghukum untuk bersimpati terhadap umat itu. Di satu pihak, Allah menghukum mereka; di pihak lain, Allah masih simpati, dan nabi bersatu dengan Dia dalam simpati-Nya.

2. Nabi Tidak Tahu Ke Mana Harus Pergi

Dalam ayat 18 kita memiliki perkataan nabi. “Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya.” Ini menunjukkan bahwa nabi merasa tidak ada tempat di mana ia dapat tinggal. Ia tidak tahu ke mana harus pergi.

E. Doa Syafaat Nabi Lebih Jauh

Ayat 19 sampai 22 mencatat tentang doa syafaat nabi lebih jauh. Ayat 21 mengatakan, “Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah pekerjaan-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya!” Firman ini menunjukkan bahwa doa syafaat Yeremia berdasarkan kepada nama Yehova, takhta kemuliaan-Nya, dan perjanjian-Nya. Ayat 22 melanjutkan, “Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa-dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja yang TUHAN Allah kami, Pengharapan kami yang membuat semuanya itu?” Di sini kita melihat bahwa doa syafaat Yeremia juga berdasarkan kepada kuasa Yehova untuk memberkati umat-Nya. Selain itu, ayat ini menunjukkan bahwa doa syafaat nabi bersama dengan penantian umat itu terhadap-Nya.

F. Jawaban Yehova terhadap Doa Syafaat Nabi dalam Memohonkan Belas Kasihan

Yeremia 15:1-4 menyajikan jawaban Yehova terhadap doa syafaat nabi dalam memohonkan belas kasihan. Yehova berkata kepada Yeremia, “Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku, hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka pergi” (ay. 1). Allah merasa sangat jijik terhadap Israel hingga Dia ingin mereka pergi dari hadapan-Nya. Jika mereka bertanya kepada nabi ke mana mereka harus pergi, maka ia harus menjawab, “Beginilah firman TUHAN: Yang ke maut, ke mautlah! Yang ke pedang, ke pedanglah! Yang ke kelaparan, ke kelaparanlah! Dan yang ke tawanan, ke tawananlah!” (ay. 2). Yehova selanjutnya mengatakan bahwa Dia akan menemui mereka dengan empat macam penghukuman: pedang untuk membunuh, anjing-anjing untuk menyeret-nyeret, burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi untuk memakan dan menghabiskan (ay. 3). Akhirnya, Dia mengatakan bahwa Dia akan membuat mereka menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi, oleh karena segala yang dilakukan Manasye bin Hizkia, raja Yehuda, di Yerusalem (ay. 4).

G. Keluhan Yehova yang Menghukum terhadap Umat-Nya yang Dihukum

Ayat 5 sampai 9 adalah satu catatan tentang keluhan dari Yehova yang menghukum terhadap umat-Nya yang dihukum. Ayat 6 ini sangat khusus. “Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal.” Allah berulang kali memutuskan untuk menghukum Israel, tetapi Dia menyesal. Sekarang Dia memberi tahu Yeremia bahwa Dia sudah jemu merasa sesal dan tidak akan menyesal lagi. Ini memperlihatkan betapa Israel telah menjadi jahat dan betapa sabarnya Allah terhadap mereka.