← Daftar isi Lukas (3) · bab 5/29

KEBANGKITAN DAN KENAIKAN MANUSIA-PENYELAMAT (2)

Pembacaan Alkitab: Luk. 24:1-53

Dalam berita ini kita akan melanjutkan membahas kebangkitan Manusia-Penyelamat, dan kemudian kita akan melanjutkan membahas kenaikan-Nya. Kita telah nampak bahwa kasus Tuhan menampakkan diri kepada kedua murid pada perjalanan ke Emaus (ay. 13-35) itu sangat membantu dan praktis bagi pengalaman kita. Sulit untuk dikatakan apakah kedua murid itu kembali ke Yerusalem bersama Tuhan atau Tuhan pergi bersama mereka. Atau, mereka semua berjalan bersama-sama. Ketika mereka meninggalkan Yerusalem ke Emaus, Penyelamat berjalan bersama mereka. Demikian juga, ketika mereka kembali ke Yerusalem, Dia juga kembali bersama mereka.

MENAMPAKKAN DIRI KEPADA MURID-MURID

DAN MEMBERIKAN AMANAT

Penampakan yang Misterius

Dalam ayat 36-49 tercantum penampakan Manusia-Penyelamat kepada murid-murid dan pemberian amanatNya kepada mereka. Lukas 24:36-37 mengatakan, “Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka, Damai sejahtera bagi kamu! Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.” Murid-murid, termasuk Petrus, terkejut dengan penampakan Manusia-Penyelamat ini. Mereka tidak dapat memahami bagaimana Dia tiba-tiba dapat menampakkan diri di dalam ruangan itu. Pintu telah ditutup dan tidak ada seorang pun yang membukanya. Meskipun demikian, Tuhan menampak-kan diri dengan satu tubuh jasmani.

Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid, “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (ay. 38-39). Kemudian Dia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Di sini kita nampak tubuh kebangkitan Manusia-Penyelamat, yang rohani (1 Kor. 15:44) dan satu tubuh kemuliaan (Flp. 3:21).

Penampakan diri Tuhan itu sangat misterius dan kita tidak dapat memahami sepenuhnya. Dia masuk ke dalam ruangan itu sebagai Roh itu, namun dengan satu tubuh jasmani, tubuh yang dapat dijamah. Tanda pakunya masih dapat dilihat. Tempat pada lambung-Nya yang telah ditusuk dengan tombak masih dapat dilihat dan dijamah. Bukan hanya tubuh Tuhan itu dapat dilihat dan dijamah, Dia bahkan dapat makan. “Ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka, Apakah kamu punya makanan di sini? Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengam-bilnya dan memakannya di depan mata mereka” (ay. 41-43). Kita tidak mengerti bagaimana Tuhan Yesus sebagai Dia yang memiliki satu tubuh rohani ini masih dapat memakan makanan materi.

Membuka Pikiran Mereka untuk Memahami Kitab Suci

Sebagaimana Manusia-Penyelamat telah membuka Kitab Suci kepada murid-murid pada perjalanan ke Emaus, demikian juga sekarang Dia membuka firman ini kepada orang-orang yang ada di dalam ruangan itu. Dia juga membuka pikiran mereka untuk memahami Kitab Suci: “Ia berkata kepada mereka, “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam Kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci” (ay. 44-45). Kitab Taurat Musa, kitab Nabi-nabi, dan Mazmur merupakan tiga bagian dari Perjanjian Lama, yakni “seluruh Kitab Suci” (ay. 27). Perkataan Penyelamat di sini menyingkapkan bahwa seluruh Perjanjian Lama merupakan wahyu tentang Dia dan Dia adalah inti dan isinya. Fakta bahwa Dia membuka pikiran murid-murid menunjukkan bahwa untuk mengerti Kitab Suci pikiran kita perlu dibuka oleh Tuhan Roh melalui penerangan-Nya (Ef. 1:18).

Dalam ayat 46 Manusia-Penyelamat selanjutnya berkata kepada murid-murid, “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.” Di sini Tuhan seolah-olah berkata, “Sewaktu kita berada di Galilea, Aku telah memberitahukan kepada-mu bahwa Aku akan mati dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga. Tetapi kamu tidak mengerti apa yang Ku-katakan. Sekarang Aku membuka firman ini bagimu, dan Aku juga membuka matamu.”

Saya yakin bahwa sejak waktu penampakan Tuhan inilah Petrus mulai diubah. Sedikitnya ia mulai memahami firman Tuhan. Karena itu, dalam Kisah Para Rasul 1 Petrus dapat berdiri di antara seratus dua puluh orang dan men 1 jelaskan Kitab Suci dengan tepat. Dalam Kisah Para Rasul 1 kita tidak nampak Petrus yang alamiah seperti yang kita lihat dalam Lukas 22. Sebaliknya, kita nampak Petrus yang lain, Petrus yang telah dilahirkan kembali dan diubah. Itu-lah keadaan dari semua murid dalam Kisah Para Rasul 1.

Memberi Amanat untuk Mengumumkan

Pengampunan Dosa

Pertemuan Manusia-Penyelamat dengan murid-murid dalam Lukas 24 adalah waktu yang tepat bagi-Nya untuk memberikan amanat kepada mereka guna memberitakan pengampunan dosa. Setelah menunjukkan kepada mereka bahwa ada tertulis bahwa Kristus harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, Dia memberi tahu mereka bahwa “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan untuk pengampunan dosa harus disam-paikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu-lah saksi-saksi dari semuanya ini” (ay. 47-48). Pengampunan dosa hanya dapat diumumkan setelah kematian pengganti dari Manusia-Penyelamat bagi dosa manusia yang berdosa digenapkan dan telah dikuatkan oleh kebangkitan-Nya (lihat Roma 4:25).

Mengumumkan Yobel

Mengumumkan pengampunan dosa adalah mengumumkan yobel. Lukas 4 membicarakan tentang pembebasan para tawanan. Mengumumkan pengampunan dosa adalah mengumumkan pembebasan para tawanan dari perbudakan dan belenggu. Tuhan Yesus seolah-olah memberi tahu mu-rid-murid, “Kamu telah dibawa ke dalam kebangkitan-Ku dan ke dalam yobel. Sekarang kamu harus mengumumkan yobel ini.”

Aspek yobel yang pertama, yaitu aspek yang negatif, adalah pengampunan dosa. Menurut kitab-kitab selanjutnya dari Perjanjian Baru, pengampunan dosa membawa orang-orang yang diampuni itu masuk ke dalam kekayaan Allah Tritunggal. Karena itu, pengampunan dosa membawa kita ke dalam kenikmatan terhadap Allah Tritunggal. Inilah yobel.

Perlu Diperlengkapi dengan Roh Itu Secara Ekonomikal Injil Yohanes, sebagai satu Injil tentang Allah-Penyelamat, menekankan hayat untuk menghasilkan buah (Yoh. 15:5). Injil Lukas, sebagai Injil tentang Manusia-Penyelamat, menekankan pengampunan dosa untuk diumumkan. Menghasilkan buah dalam hayat memerlukan Roh hayat secara esensial yang diterima melalui hembusan Roh itu (Yoh. 20:22). Mengumumkan pengampunan dosa memerlukan Roh kuasa secara ekonomikal yang diterima melalui baptisan Roh (Kis. 1:5, 8).

Untuk mengumumkan pengampunan dosa, murid-murid Manusia-Penyelamat perlu diperlengkapi lebih jauh. Secara esensial, mereka telah memiliki apa yang mereka perlukan; namun, secara ekonomikal, mereka masih kekurangan. Karena itu, mereka perlu menunggu di Yerusalem sampai Tuhan mencurahkan Roh ekonomikal sesuai janji Bapa kepada mereka. Janji itu digenapkan dalam Kisah Para Rasul 2 pada hari Pentakosta. Setelah kenaikan dan penobatan-Nya, Manusia-Penyelamat mencurahkan Roh ekonomikal ke atas murid-murid, yang telah menjadi anggotaanggota Tubuh Kristus secara esensial. Apa yang telah digenapkan oleh Tuhan di dalam kebangkitan-Nya adalah sesuatu yang esensial. Murid-murid itu masih perlu diperlengkapi dengan Roh itu secara ekonomikal. Inilah yang digenapkan oleh Tuhan di dalam kenaikan-Nya.

Dalam Lukas 24:49 Tuhan Yesus berkata, ”Lihatlah, Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” Janji di sini adalah janji dari Yoel 2:28-29, yang digenapkan pada hari Pentakosta (Kis. 1:4-5, 8; 2:1-4, 16-18), bagi pencurahan Roh itu sebagai kuasa dari tempat yang tinggi untuk ministri kaum beriman secara ekonomikal. Ini berbeda dengan Roh hayat, yang dihembuskan ke dalam murid-murid (Yoh. 20:22) oleh Penyelamat yang bangkit pada hari kebangkitan-Nya untuk berhuninya Dia, sehingga Dia dapat menjadi hayat mereka secara esensial.

Roh dalam Yohanes 20:22 adalah Roh yang diharapkan dalam Yohanes 7:39 dan yang dijanjikan dalam Yohanes 14:16-17, 26; 15:26; 16:7-8, 13. Jadi, Tuhan menghembuskan Roh Kudus ke dalam murid-murid adalah penggenapan janjiNya tentang Roh Kudus sebagai Penghibur. Penggenapan ini berbeda dengan yang ada dalam Kisah Para Rasul 2:1-4. Itu adalah penggenapan janji Bapa di dalam Lukas 24:49. Dalam Kisah Para rasul, Roh itu seperti ”angin keras” yang datang sebagai kuasa ke atas murid-murid bagi pekerjaan mereka (Kis. 1:8). Dalam Yohanes 20:22 Roh itu sebagai hembusan yang dihembuskan ke dalam murid-murid sebagai hayat bagi kehidupan mereka. Dengan menghembuskan Roh ke dalam murid-murid, Tuhan menyalurkan diri-Nya sendiri sebagai hayat dan segala sesuatu kepada mereka secara esensial.

Untuk mendapatkan Roh hayat kita perlu menghirup Dia sebagai hembusan (Yoh. 20:22). Untuk mendapatkan Roh kuasa, kita perlu mengenakan Dia sebagai seragam, seperti yang dilambangkan oleh jubah Elia (2 Raj. 2:9, 13-15). Yang pertama adalah sebagai air hayat yang memerlukan kita me-minumnya (Yoh. 7:37-39); yang selanjutnya adalah sebagai air untuk baptisan yang memerlukan kita diselam ke da-lamnya (Kis. 1:5). Inilah dua aspek dari satu Roh yang sama bagi pengalaman kita (1 Kor. 12:13). Penghunian Roh hayat bersifat esensial bagi hayat dan kehidupan kita; pencurahan Roh kuasa bersifat ekonomikal bagi ministri dan pekerjaan kita.

Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa selain menerima Roh hayat secara esensial, murid-murid masih perlu ”dikenakan kuasa dari tempat tinggi,” supaya dikuatkan oleh Roh itu secara ekonomikal. Apa yang terjadi dalam Yohanes 20 adalah perihal hayat secara esensial, sedangkan apa yang terjadi dalam Kisah Para Rasul 2 adalah perihal kuasa bagi ministri secara ekonomikal. Untuk dikenakan dengan kuasa, kita perlu mengenakan Roh itu sebagai seragam. Ini dilambangkan oleh jubah Elia. Karena alasan ini, beberapa guru Alkitab menyebut Roh kuasa sebagai ”jubah Roh”, Roh itu sebagai pakaian luar. Dalam 2 Raja-raja 2 Elisa mengharapkan menerima jubah Elia. Ketika Elisa menerima jubah ini, itu adalah satu petunjuk bahwa dia telah menerima roh Elia. Dalam Lukas 24:49 Tuhan memiliki pemi-kiran yang sama, pemikiran tentang jubah Roh. Dia menyu-ruh murid-murid menunggu sampai mereka dikenakan kuasa dari tempat tinggi.

Kita perlu juga menyadari bahwa Roh hayat dan Roh kuasa adalah dua aspek dari satu Roh yang sama bagi pengalaman kita. Kita nampak kedua aspek ini dalam 1 Korintus 12:13. Di satu pihak, kita semua telah dibaptis dalam satu Roh ke dalam satu Tubuh; di pihak lain, kita semua telah diberi minum dari satu Roh. Diselam ke dalam air adalah lahiriah, sedangkan minum air adalah batiniah. Selanjutnya, minum Roh secara batini adalah esensial, dan dibaptis di dalam Roh secara lahiriah adalah ekonomikal. Aspek Roh yang batini secara esensial adalah bagi hayat, dan aspek yang lahiriah secara ekonomikal adalah bagi ministri dan pekerjaan.

KENAIKAN MANUSIA-PENYELAMAT

Lukas 24:50-51 mengatakan, ”Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia meng-angkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga.” Hal ini terjadi di Bukit Zaitun (Kis. 1:12). Sewaktu Manusia-Penyelamat berbicara kepada murid-murid, Dia terangkat ke surga. Dia naik ke tempat yang paling tinggi di alam semesta. Murid-murid pulang ke Yerusalem dan sangat bersukacita (ay. 52), menunggu diperlengkapi dengan Roh Kudus secara ekonomikal.

Dalam Injilnya Lukas memamerkan dan menyajikan lima aspek yang penting dan sempurna kepada kita menge-nai Manusia-Penyelamat: kelahiran, ministri, kematian, ke-bangkitan, dan kenaikan-Nya. Kelahiran Manusia-Penyelamat adalah dari dan dengan Roh Allah secara esensial. Kelahiran ini membuat Dia menjadi seorang manusia-Allah untuk menjadi Manusia-Penyelamat (1:35). Ministri-Nya adalah oleh dan melalui Roh Allah secara ekonomikal untuk melaksanakan ekonomi Allah dalam yobel-Nya (4:18-19). Kematian-Nya adalah oleh manusia-Allah untuk menggenap-kan penebusan Allah bagi manusia (23:42-43) dan untuk melepaskan diri-Nya sendiri ke dalam manusia sebagai api hayat untuk membakar bumi (12:49-50). Kebangkitan-Nya adalah penegasan Allah terhadap-Nya dan terhadap pekerjaan-Nya, keberhasilan-Nya di dalam semua pencapaian-Nya, dan kemenangan-Nya atas musuh universal Allah. Kenaikan-Nya adalah peninggian Allah terhadap-Nya. Dalam kenaikan ini Dia dijadikan Kristus Allah dan Tuhan dari se-mua (Kis. 2:36) untuk melaksanakan ministri surgawi-Nya di bumi sebagai Roh almuhit yang dicurahkan dari surga ke atas Tubuh-Nya yang tersusun dari kaum beriman-Nya (Kis. 2:4, 17-18), seperti yang dicatat oleh Lukas dalam tulisan selanjutnya, Kisah Para Rasul.

Dimahkotai dengan Kemuliaan dan Hormat

Dalam kitab Kisah Para Rasul, Surat-surat Rasul, dan kitab Wahyu berbagai aspek dari kenaikan Kristus diwahyukan. Kenaikan Kristus adalah agar Dia dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat (Ibr. 2:9). Ketika Dia naik ke surga, Allah memberikan satu mahkota kepada-Nya, dan mahkota ini adalah kemuliaan dan kehormatan ilahi-Nya.

Duduk di Takhta

Dalam kenaikan-Nya Kristus didudukkan di atas takhta pemerintahan Allah. Dalam kenaikan-Nya Dia dinobatkan. Mengenai hal ini, Ibrani 12:2 mengatakan bahwa Kristus sekarang ”duduk di sebelah kanan takhta Allah”.

Dijadikan Tuhan dan Kristus

Dalam kenaikan-Nya Manusia-Penyelamat dijadikan Tuhan dari semua dan Kristus Allah. Ini diwahyukan dalam Kisah Para Rasul 2:36: ”Jadi, seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

Dijadikan Kepala atas Segala Sesuatu

Dalam kenaikan-Nya Kristus juga dijadikan Kepala atas segala sesuatu bagi gereja. Efesus 1:22 mengatakan bahwa ”segala sesuatu diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.”

Dijadikan Imam Besar Kita

Dalam kenaikan-Nya, Kristus dijadikan Imam Besar kita untuk melayankan hayat surgawi dan suplai surgawi dari kekayaan ilahi kepada semua orang beriman di bumi. Mengenai hal ini Ibrani 8:1-2 mengatakan, ”Inti semua yang kita bicarakan itu ialah: Kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di surga, dan melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.”

Dalam kenaikan-Nya Manusia-Penyelamat dimahkotai, dinobatkan, dan dijadikan Tuhan dari semua dan Kristus Allah, Kepala atas segala sesuatu bagi gereja, dan Imam Besar di surga yang melayankan hayat surgawi dan suplai hayat dari kekayaan ilahi ke dalam semua orang beriman-Nya. Inilah aspek-aspek utama dari kenaikan Kristus yang diwahyukan dalam kitab Kisah Para Rasul, Surat-surat Rasul, dan kitab Wahyu.

Mengalami Kristus sebagai Hayat dan Kuasa

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita berada dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya. Dalam ke-bangkitan kita memiliki hayat, dan dalam kenaikan kita memiliki kekuatan dan kekuasaan. Dalam kebangkitan kita menerima Roh esensial bagi hayat, dan dalam kenaikan kita menikmati Roh ekonomikal bagi kekuatan dan kekuasaan.

Bila beberapa orang mendengar bahwa sebagai kaum beriman kita berada dalam kebangkitan dan kenaikan Kristus, mereka mungkin berkata, ”Aku tidak merasa berada dalam kebangkitan dan kenaikan Kristus.” Jika keadaan Anda seperti itu, Anda perlu Tuhan membukakan firman-Nya kepada Anda dan juga membuka mata Anda. Bila Tuhan membukakan firman-Nya dan mata kita, maka kita akan nampak bahwa kita ada di dalam Kristus, dan Kristus bukan lagi berada di dalam kubur melainkan berada dalam kebangkitan dan kenaikan. Dalam kebangkitan Dia adalah hayat kita, dan dalam kenaikan Dia adalah kuat kuasa kita. Kristus yang bangkit, yaitu Kristus yang pneumatik, adalah hayat kita secara esensial; dan Kristus yang naik, yaitu Kristus yang duduk di takhta, adalah kuat kuasa kita secara ekonomikal. Kita tidak perlu merasakan ini atau merabanya — kita hanya perlu melihatnya. Melihat menghasilkan kepercayaan. Bila kita melihat, kita percaya.

Tetapi bagaimana kita dapat melihat? Kita melihat melalui Tuhan membukakan firman itu dan membuka mata kita. Puji Tuhan bahwa Dia telah membukakan firman-Nya dan membuka mata kita! Sekarang kita bukan hanya per-caya kepada kematian-Nya, tetapi juga kepada kebangkitan dan kenaikan-Nya. Marilah kita semakin mengalami hayat dalam kebangkitan-Nya dan semakin mengalami kuasa da-lam kenaikan-Nya.