KENAIKAN MANUSIA-PENYELAMAT (3)
Pembacaan Alkitab:
Ef. 1:22, 10; Kol. 1:18; Ef. 1:23; 3:19b;
Ibr. 4:14; 7:26, 22; 8:6; 9:15-16; Why. 1:13; 2:1
Dalam berita ini kita sampai kepada aspek subyektif kenaikan Manusia-Penyelamat. Tidaklah mudah untuk membicarakan aspek subyektif kenaikan Manusia-Penyelamat seperti membicarakan aspek obyektifnya. Mengenai kenaikan Tuhan menjadi sesuatu yang subyektif bagi kita, saya merasa bahwa saya kekurangan kata-kata untuk meng-ungkapkan apa yang telah Tuhan perlihatkan kepada kita.
TRANSMISI KRISTUS YANG NAIK KE SURGA KEPADA GEREJA
Kita telah nampak bahwa dalam kenaikan-Nya Kristus telah dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat dan telah duduk di takhta bagi administrasi Allah. Ini berarti Dia mengambil bagian dalam takhta Allah untuk menjadi Pelaksana pemerintahan yang unik di alam semesta ini. Melalui kenaikan-Nya, Kristus juga dilantik menjadi Tuhan untuk mendapatkan segala sesuatu dan menjadi Kristus untuk merampungkan amanat Allah. Karena semua hal ini obyektif, bagaimana kita dapat membuktikan bahwa ke-naikan Kristus berhubungan dengan kita secara subyektif? Buktinya ada di dalam fakta bahwa ada satu transmisi dari Kristus yang naik kepada kita. Untuk kali pertama saya memakai kata ”transmisi” dalam hubungannya dengan kenaikan Kristus pada tahun 1960-an dalam satu berita ketika saya berusaha untuk membicarakan Efesus 1:19-23. Ayat 22 mengatakan bahwa Allah memberikan Kristus ”kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” Frasa ”kepada jemaat” menunjukkan satu transmisi dari Kristus yang naik kepada gereja, Tubuh-Nya.
MENJADI KEPALA ATAS SEGALA SESUATU BAGI GEREJA
Bagian akhir dari Efesus 1:22 — ”dan Dia telah di-berikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada” — telah menjadi satu masalah bagi para penerjemah Alkitab. Terutama ada tiga cara untuk menerjemahkan klausa ini. Cara yang pertama adalah cara Versi King James dan New Translation dari J. N. Darby; juga terjemahan dalam Versi Pemulihan. Versi King James mengatakan, ”memberikan-Nya kepada gereja menjadi Kepala atas segala sesuatu,” dan versi Darby mengatakan, ”memberikan Dia kepada jemaat [menjadi] Kepala atas segala sesuatu.” Versi Pemulihan mengatakan ”diberikan-Nya kepada jemaat men-jadi Kepala atas segala sesuatu.”
Satu Karunia dari Allah kepada Kristus
Menurut terjemahan ini, Allah memberikan Kristus ke-pada gereja menjadi Kepala atas segala sesuatu. Ini bukan berarti Allah memberikan Kristus kepada gereja sebagai satu karunia; melainkan berarti bahwa Allah memberikan satu karunia — yaitu kuasa Kepala atas segala sesuatu, kepada Kristus. Menurut pemahaman ini, satu karunia yang besar telah diberikan oleh Allah kepada Kristus, dan karunia yang besar ini adalah kuasa Kepala atas segala sesuatu.
”Kepada Jemaat”
Pemberian Allah kepada Kristus untuk menjadi Kepala atas segala sesuatu adalah kepada gereja. ”Kepada jemaat” seperti yang telah kita tunjukkan, menunjukkan suatu transmisi. Apa yang Allah berikan kepada Kristus adalah ke-pada gereja, ditransmisikan kepada gereja. Gereja meng-ambil bagian di dalamnya. Ini berhubungan dengan kalimat ”Kuasa-Nya terhadap kita” (Tl.) dalam ayat 19. Frasa ”terhadap kita” adalah satu kunci, karena hal ini juga menunjukkan satu transmisi. Kuasa Allah di surga adalah terhadap kita; yaitu kuasa-Nya ditransmisikan kepada kita.
Transmisi listrik dari pembangkit tenaga listrik ke rumah-rumah adalah satu ilustrasi tentang transmisi kuasa Allah dari surga kepada gereja. Arus listrik mengalir dari pembangkit tenaga listrik melalui kabel-kabel ke dalam rumah-rumah. Arus listrik ini adalah transmisinya. Bila lampu menyala, maka kita tahu bahwa transmisi ini sedang berlangsung. Jika kita melihat meterannya, kita akan melihat satu petunjuk yang jelas bahwa arus listrik sedang mengalir, bahwa ada satu transmisi listrik dari pembangkit tenaga listrik ke dalam rumah-rumah.
Demikian juga, ada satu transmisi arus listrik ilahi yang surgawi dari ”pembangkit tenaga listrik” di langit tingkat ketiga kepada gereja. Sebagai gereja, kita adalah ”bangunan” yang ke dalamnya listrik ilahi ini ditrans-misikan. Karena itu, kuasa Allah adalah terhadap kita. Ini berarti listrik ilahi ditransmisikan dari surga kepada kita.
Efesus 1:19 mengatakan bahwa transmisi kuasa Allah terhadap kita adalah ”sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.” Frasa ”sesuai dengan” menunjukkan bahwa ada satu jalur yang diperlukan untuk transmisi listrik ilahi ini. Jalur ini dapat dibandingkan dengan rel kereta api. Tanpa rel, kereta api tidak akan dapat bergerak dengan tepat. Demikian juga, listrik ilahi dan surgawi ini ditransmisikan kepada kita sesuai dengan ”jalurnya”.
Seperti yang dipakai dalam ayat 19, frasa ”sesuai dengan” juga menunjukkan satu model atau pola yang memperlihatkan kepada kita bagaimana kuasa yang besar ini ditransmisikan kepada kita. Kuasa Allah ditransmisikan sesuai dengan pekerjaan kekuatan kuasa-Nya. Di sini Paulus sepertinya kehabisan kata-kata dari bahasa Yunani dalam membicarakan kehebatan, pekerjaan (operasi), kekuasaan, dan kekuatan. Paulus memakai semua kata-kata ini untuk menyampaikan sesuatu tentang kebesaran kuasa Allah kepada kita. Kuasa Allah ditransmisikan kepada kita sesuai dengan suatu pekerjaan, dan pekerjaan ini bersangkut paut dengan kekuatan kuasa-Nya.
Kuasa Allah yang Dikerjakan di dalam Kristus
Dalam Efesus 1:20 Paulus melanjutkan, ”Yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga.” Mengacu kepada apakah ”yang” ini? Ini mengacu kepada ”kuasa” dalam ayat 19. Dalam ayat 20 Paulus membicarakan kuasa yang dikerjakan Allah di dalam Kristus.
Dari ayat ini sampai ayat 22 kita nampak bahwa Allah mengerjakan kuasa ini di dalam Kristus dengan empat tahap: pertama, membangkitkan Dia dari antara orang mati; kedua, mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga; ketiga, menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya; dan keempat, memberikan-Nya kepada gereja menjadi Kepala atas segala sesuatu. Tahap terakhir pekerjaan Allah di dalam Kristus dengan kuasa-Nya yang besar adalah memberikan Dia kepada gereja menjadi Kepala atas segala se-suatu, dan apa yang diberikan Allah kepada Kristus adalah kepada gereja.
DUA TERJEMAHAN LAINNYA
Cara kedua dalam menerjemahkan Efesus 1:22 adalah dengan tidak memakai kata ”menjadi”. Menurut cara ini, terjemahan ayat ini adalah ”memberikan Dia, Kepala atas segala sesuatu kepada gereja” Ayat ini akan berarti bahwa Allah telah memberikan sesuatu kepada gereja. Apa yang telah Allah berikan kepada gereja? Allah telah memberikan Kristus Kepala atas segala sesuatu kepada gereja. Satu versi Alkitab yang mengikuti terjemahan dengan cara ini adalah Concordant Literal New Testament: ”memberikan Dia, se-bagai Kepala atas segala sesuatu, kepada eklesia.” Wuest dalam terjemahannya mengatakan hal yang sama: ”Dia diberikan-Nya kepada gereja sebagai Kepala atas segala sesuatu.” Dean Alford juga menafsirkan ayat ini bahwa Allah memberikan Kristus kepada gereja sebagai Kepala, dan Kepala ini adalah atas segala sesuatu. Cara terjemahan yang kedua terhadap ayat ini menunjukkan bahwa setelah Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, mendudukkan Dia di surga, dan menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, Allah kemudian memberikan Dia, Kepala atas segala sesuatu ini, kepada gereja. Ini tidak logis me-nurut urutannya. Tiga tahap dari bangkitnya Kristus, didudukkannya Dia di surga, dan menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya adalah tahap yang besar. Menurut cara terjemahan yang kedua terhadap ayat ini, tahap-tahap besar ini diikuti dengan satu tahap yang lebih kecil — memberikan Kristus kepada gereja.
Cara yang ketiga dalam menerjemahkan Efesus 1:22 menyebutkan bahwa Allah memberikan, menunjuk, atau menjadikan Kristus Kepala atas segala sesuatu bagi gereja. Ini adalah terjemahan dalam versi bahasa China dan juga dalam versi Berkeley. Menurut terjemahan ini, Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, mendudukkan Dia di surga, menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan kemudian menunjuk Dia menjadi Kepala atas segala sesuatu bagi gereja.
Makna dari cara terjemahan yang ketiga terhadap ayat ini lebih tinggi daripada yang kedua dan lebih rendah dari-pada yang pertama. Dari tiga cara menerjemahkan Efesus 1:22, terjemahan yang kedua adalah yang termiskin.
Setelah membahas perkara ini dengan teliti, saya masih lebih suka mengikuti cara yang pertama. Allah membang-kitkan Kristus dari antara orang mati, mendudukkan Dia di surga, menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan, akhirnya, memberikan satu karunia yang besar kepada-Nya. Vincent mengatakan bahwa kata ”memberi” di dalam ayat 22 bukan berarti menunjuk atau menjadikan; melainkan memberikan sesuatu sebagai satu karunia. Karena itu, ayat ini mengatakan bahwa Allah memberikan sesuatu kepada Kristus. Apakah yang Allah berikan kepada-Nya? Allah memberikan kuasa Kepala atas segala sesuatu kepada-Nya. Setelah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, mendudukkan Dia di surga, dan menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, Allah memberi Dia karunia yang besar yaitu kuasa Kepala atas segala sesuatu.
Cara terjemahan Efesus 1:22 ini logis, bermakna, dan tepat. Manusia menyalahkan Kristus dan menghukum-Nya mati. Tetapi Allah datang membangkitkan Dia, mendudukkan Dia di surga, menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan membuat Dia menjadi Kepala atas segala sesuatu. Kekepalaan atas segala sesuatu adalah karunia yang Allah berikan kepada Kristus.
TRANSMISI DARI KRISTUS YANG NAIK KE SURGA KEPADA GEREJA
Terjemahan yang paling baik terhadap bagian akhir dari Efesus 1:22 adalah: ”telah diberikan-Nya kepada jemaat menjadi Kepala dari segala yang ada.” Jika Paulus menyim-pulkan Efesus 1 hanya dengan mengatakan bahwa Allah membuat Kristus menjadi Kepala atas segala sesuatu, maka kenaikan Kristus tidak memiliki hubungan apa-apa dengan gereja. Namun, Paulus menambahkan satu frasa penting ”kepada jemaat”. Seperti yang telah kita tunjukkan, frasa ini menunjukkan satu transmisi. Apa pun yang telah dicapai dan diperoleh Kristus, Kepala, ditransmisikan kepada gereja, Tubuh-Nya.
Kita perlu nampak bahwa frasa ”kepada jemaat” me-nunjukkan bahwa segala hakiki Kristus dalam kenaikan-Nya ditransmisikan kepada gereja. Karena transmisi ilahi ini bukan satu kali untuk selamanya, maka gereja harus secara berkesinambungan menerima transmisi ini. Listrik dapat diinstalasi di dalam satu bangunan satu kali untuk selamanya, tetapi transmisi listrik itu terjadi secara ber-kesinambungan. Demikian juga, Allah membangkitkan Kristus, mendudukkan Dia di surga, meletakkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan memberi-Nya karunia yang besar untuk menjadi Kepala atas segala sesuatu. Sekarang segala hakiki Kristus dalam kenaikan-Nya sedang ditrans-misikan ke dalam gereja. Ini adalah transmisi yang ber-kesinambungan dari Kristus yang naik beserta makna yang lengkap akan kenaikan-Nya, kepada gereja.
Jika ada masalah dengan transmisi listrik dari pembangkit tenaga listrik ke dalam sebuah bangunan, masalahnya biasanya bukan pada pembangkitnya. Masalahnya adalah pada bangunan itu, yaitu pada alat penerimanya. Demikian juga, tidak pernah ada masalah dengan pembangkit kuasa surgawi; namun sering kali pada gereja ada masalah mengenai penerimaan transmisi ilahi ini. Sering kali kita mungkin memiliki masalah yang menghalangi transmisi listrik ilahi ini ke dalam kita. Transmisi ini tidak dapat mengalir ke banyak orang Kristen pada hari ini. Sebenarnya, tidak banyak orang Kristen yang rela terbuka sepenuhnya untuk menerima transmisi ini secara berkesinambungan.
Duduk bersama Kristus di Alam Surgawi
Melalui transmisi ilahi dari Kristus yang naik ke surga kepada gereja, maka kenaikan Manusia-Penyelamat ini mutlak berhubungan dengan kita. Tidak akan ada keraguan lagi bahwa kita berhubungan dengan-Nya dalam kenaikan-Nya. Karena alasan ini, maka Efesus 2:6 memberi tahu kita bahwa kita duduk bersama Kristus Yesus di surga. Selama bertahun-tahun saya tidak memahami perkataan dalam Efesus 2:6, bagaimana kita dapat duduk di surga. Saya menemukan listrik sebagai satu ilustrasi yang sangat baik untuk membantu kita memahami hal ini. Listrik yang ber-operasi di rumah-rumah kita juga ada di dalam pembangkit tenaga listrik. Ini berarti pada waktu yang sama listrik itu ada di pembangkit tenaga listrik dan di rumah-rumah kita. Demikian juga, melalui transmisi ilahi ini kita digabungkan dengan Kristus di surga. Ini bukanlah sesuatu yang takha-yul, melainkan satu fakta yang ajaib. Kuasa yang ada di dalam pembangkit tenaga surgawi juga ada di dalam kita.
Realitas Transmisi Ilahi
Sekalipun kita tidak dapat melihat kuasa ini, tetapi ini adalah suatu realitas. Kita tidak dapat melihat kuasa yang menjaga planet-planet tetap pada posisinya di dalam tata surya, tetapi ini adalah suatu fakta. Kita tidak boleh berkata, ”Kenaikan Kristus adalah suatu hal yang jauh dari diriku. Aku tidak dapat memahaminya, dan aku tidak dapat melihat transmisi ilahi ini.” Anda juga tidak dapat melihat kuasa yang menjaga planet-planet berputar mengelilingi matahari, tetapi Anda tetap mempercayainya. Kita perlu per-caya bahwa di dalam alam yang ilahi dan rohani ini ada suatu kuasa yang mentransmisikan semua hal yang telah dicapai dan diperoleh Kristus dalam kenaikan-Nya. Apa yang dicapai dan diperoleh Kristus dalam kenaikan-Nya melampaui dugaan. Tetapi apa pun yang telah dicapai dan diperoleh-Nya sekarang sedang ditransmisikan ke dalam gereja. Selama kita adalah penampung-penampung yang bersih dan rela membuka diri kita, transmisi ini akan terjadi secara berkesinambungan.
Mengalami Transmisi Ilahi
Sekarang kita seharusnya dapat nampak keterikatan atau hubungan antara kita dengan kenaikan Kristus. Ada satu kuasa, arus ilahi, yang mengalir dari Kristus yang naik kepada gereja, sama seperti listrik yang mengalir dari pembangkit tenaga listrik ke dalam sebuah bangunan. Kita bukan hanya harus percaya kepada transmisi ilahi ini; kita juga perlu mengalaminya hari demi hari. Saya dapat bersaksi bahwa karena saya mengalami transmisi ini, maka tidak ada suatu pun yang dapat mengalahkan saya, menghalangi saya, atau menahan saya. Terang, hayat, suplaian, dan kuasa yang menopang datang kepada saya secara ber-kesinambungan karena transmisi ilahi ini.
Tahukah Anda di mana gereja seharusnya berada pada hari ini? Gereja harus berada di dalam transmisi Kristus yang ditinggikan dan yang telah naik. Kristus telah bangkit dari antara orang mati dan duduk di sebelah kanan Allah di surga. Segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah kaki-Nya, dan Dia telah diberi kuasa Kepala atas alam semesta ini. Sekarang apa pun yang telah dicapai dan diperoleh-Nya dalam empat tahap yang diambil oleh Allah mengenai Dia sedang ditransmisikan ke dalam gereja. Transmisi ini ditunjukkan oleh frasa ”terhadap kita yang percaya” dalam Efesus 1:19 dan frasa ”kepada jemaat” dalam ayat 22. Di dalam transmisi ini gereja berbagian bersama Kristus di dalam semua pencapaian-Nya: kebangkitan dari antara orang mati, duduk di dalam keunggulan-Nya, penaklukan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan kekepalaan atas segala sesuatu. Puji Tuhan untuk transmisi ke dalam diri kita dari Kristus yang ada dalam kebangkitan dan kenaikan!
Kristus bukan hanya ada di dalam kita; kebangkitan dan kenaikan-Nya juga ada di dalam kita. Sebagai Roh yang telah melalui proses, yang almuhit, dan yang berhuni, hari ini Kristus berhuni di dalam kita dengan keinsanian, ke-ilahian, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, dan ke-naikan-Nya. Semua hal ini sedang ditransmisikan ke dalam kita.
Mengenai pengalaman terhadap transmisi ilahi ini, kita semua telah dihalangi oleh ajaran-ajaran yang menyimpang dari teologi yang tradisional. Banyak orang Kristen yang belum pernah mendengar hal-hal mengenai kenaikan Kristus. Terutama mereka tidak memiliki konsepsi menge-nai transmisi ilahi. Pengajaran-pengajaran tradisional telah memberikan pendidikan yang tidak tepat kepada banyak orang dari antara kita, dan pendidikan semacam itu telah mencegah kita mengalami Kristus dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya. Saya mendorong Anda untuk mengosongkan diri guna menerima sesuatu yang lebih baru dan lebih dalam dari wahyu ilahi ini dalam Kitab Suci.
Perjanjian Baru mewahyukan bahwa Kristus kita berada dalam kebangkitan dan kenaikan. Apa pun yang telah dicapai dan diperoleh-Nya dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya sekarang sedang ditransmisikan ke dalam kita oleh Roh pemberi-hayat yang almuhit. Kita hanya perlu membuka diri dan berkata, ”Tuhan, aku ada di sini. Aku cinta kepada-Mu, dan aku persembahkan diriku kepada-Mu. Tuhan, aku mengosongkan seluruh diriku bagi-Mu.” Jika Anda berdoa seperti ini, Anda akan mengalami dan menikmati transmisi ilahi.
SASARAN TRANSMISI ILAHI —
MEMPERSATUKAN DI DALAM KRISTUS
SEGALA SESUATU DI BAWAH SATU KEPALA
Admisnitrasi Kekal Allah
Transmisi ilahi yang diwahyukan dalam Efesus 1 memiliki satu sasaran yang besar — mempersatukan di dalam Kristus segala sesuatu di bawah satu Kepala. Mengenai hal ini, Efesus 1:10 mengatakan, ”Sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Ke-pala segala sesuatu, baik yang di surga maupun yang di bumi.” Kata Yunani yang diterjemahkan ”persiapan” di sini juga dapat diterjemahkan ”ekonomi”. Ekonomi atau peng-aturan yang Allah maksud di dalam diri-Nya adalah mem-persatukan segala sesuatu di bawah satu Kepala di dalam Kristus pada kegenapan waktu. Kegenapan waktu di sini mengacu kepada zaman. Kegenapan waktu akan terjadi ketika langit baru dan bumi baru datang, setelah semua pengaturan Allah di dalam semua zaman rampung.
Kita telah menekankan dengan tegas fakta bahwa Allah telah membuat Kristus menjadi Kepala atas segala sesuatu. Melalui semua pengaturan Allah di dalam semua zaman, di langit baru dan bumi baru segala sesuatu akan dikepalai di bawah satu Kepala di dalam Kristus. Ini akan menjadi administrasi dan ekonomi kekal Allah.
Sekarang alam semesta ini bobrok dan makin rusak. Lihatlah keadaan ras manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat mengepalai bangsa-bangsa. Meskipun demikian, Allah sedang mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus, Kepala yang unik. Namun, kita perlu mengenal bahwa agar Allah mempersatukan segala sesuatu di bawah satu Kepala, Kepala yang unik ini memerlukan satu Tubuh, dan Tubuh ini adalah gereja. Gereja adalah Tubuh yang melaluinya Allah mempersatukan segala sesuatu di bawah satu Kepala di dalam Kristus.
Melalui Satu Manusia Universal
Efesus 1:10 membicarakan pengaturan pada kegenapan waktu. Ini menunjukkan bahwa ketika pengaturan Allah telah genap, maka pengepalaan atas segala sesuatu akan rampung. Pengepalaan ini dilakukan oleh Allah melalui satu manusia universal. Kepala dari manusia ini adalah Kristus, dan Tubuh dari manusia ini adalah gereja. Manusia universal ini, yang meliputi Kepala dan Tubuh, merupakan sarana yang melaluinya dan alam yang di dalamnya Allah menge-palai segala sesuatu di alam semesta ini.
Karena Allah mengepalai segala sesuatu melalui satu manusia universal yang tersusun dari Kristus (Kepala) dan gereja (Tubuh), maka kita sebagai anggota-anggota Tubuh perlu memelihara keesaan di bawah kekepalaan-Nya. Siasat musuh adalah memecahbelah anggota-anggota Tubuh Kristus. Namun, kita berdiri bagi kesaksian keesaan kaum beriman. Di dalam pemulihan Tuhan kita berdiri sebagai satu kesatuan. Puji Tuhan bahwa di sini ada kesaksian keesaan! Keesaan ini adalah alat, saluran, dan alam yang dipakai Allah untuk mengepalai segala sesuatu di dalam Kristus.
Keluhan Makhluk Ciptaan
Mengenai pengepalaan atas segala sesuatu di dalam Kristus dan melalui gereja, saya meminta Anda untuk melihat Roma 8:19-22: ”Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah akan dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan dan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.” Di sini kita nampak bahwa semua makhluk mengeluh karena kebobrokannya sendiri. Makhluk ciptaan sedang berharap, menunggu dengan rindu, penyataan anak-anak Allah. Pada waktu itu, semua perpecahan dan pemisahan akan disingkirkan, dan segala sesuatu, bukan hanya manusia, akan dikepalai di bawah satu Kepala di dalam Kristus.
Mula-mula, Kristus mengepalai kaum beriman. Ke-mudian melalui Tubuh-Nya Dia akan mengepalai segala sesuatu. Ini sungguh ajaib. Meskipun pengepalaan atas segala sesuatu di bawah satu Kepala di dalam Kristus dan melalui gereja itu jauh dari pemahaman kita, tetapi ini adalah satu fakta yang tidak dapat disangkal. Karena itu, kita perlu percaya bahwa lambat atau cepat Allah akan menggenapkannya.
Segala Sesuatu Mungkin bagi Allah
Beberapa orang yang mendengar tentang Kristus melalui gereja (Tubuh-Nya) menjadi kepala atas segala sesuatu mungkin menanyakan kapan hal ini akan terjadi. Tentunya, kita tidak tahu; Alkitab hanya memberi tahu kita ”sebagai persiapan kegenapan waktu” (Ef. 1:10).
Menurut pandangan manusia, pengepalaan atas alam semesta ini kelihatannya merupakan suatu hal yang tidak mungkin. Ada orang mungkin berkata, ”Anda membicarakan pengepalaan atas segala sesuatu di bawah satu Kepala yang unik? Ini mustahil.” Bagi manusia, hal ini tidak mungkin, tetapi tidak demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu mungkin bagi Allah (Mrk. 10:27).
Meskipun kita tidak tahu berapa lamanya pengaturan kegenapan waktu, tetapi bila segala sesuatu telah dikepalai di bawah satu Kepala di dalam Kristus, kita memiliki jaminan bahwa Allah akan menggenapkannya. Apa pun yang Allah katakan pasti akan terjadi. Dia telah memberi tahu kita bahwa Dia akan mengepalai segala sesuatu di dalam Kristus, Kepala gereja, Dia pasti akan merampungkannya.