← Daftar isi Lukas (3) · bab 20/29

KEBANGKITAN MANUSIA-PENYELAMAT (1)

Pembacaan Alkitab:

Kis. 2:24; 3:15; Rm. 4:25; Kis. 10:41;

Yoh. 10:15, 17-18; Ibr. 2:14; 1 Kor. 15:52-54;

Yoh. 13:31-32; 17:1; Luk. 24:26; Yoh. 12:24

Dalam berita-berita sebelumnya kita telah membahas secara terperinci dua hal yang sangat penting: inkarnasi Manusia-Penyelamat dan yobel. Sekarang dalam Pelajaran-Hayat ini kita akan membahas dua hal penting lainnya — kebangkitan dan kenaikan Manusia-Penyelamat.

Menurut Alkitab, ada tiga hal yang sangat penting yang berhubungan dengan Manusia-Penyelamat. Hal-hal ini adalah kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Selain Persona Tuhan, hal-hal ini diwahyukan dengan jelas dalam Alkitab. Namun, hal-hal ini tidak dibahas dengan memadai oleh kebanyakan guru Kristen.

Persona Kristus, tentunya, adalah satu rahasia yang besar. Rahasia ini berhubungan dengan dan melibatkan Trinitas ilahi. Ini berarti ketika kita membahas Persona Kristus, kita tidak dapat menghindar dari Trinitas ilahi.

Pekerjaan penebusan Kristus yang almuhit mencakup inkarnasi-Nya. Pekerjaan penebusan-Nya dimulai dengan inkarnasi-Nya dan ditutup dengan kebangkitan-Nya. Semua yang Kristus lakukan selama tiga puluh tiga setengah tahun di bumi adalah bagian dari pekerjaan penebusan-Nya. Saya percaya bahwa dalam Pelajaran-Hayat ini kita telah membahas inkarnasi Kristus secara mendalam. Dalam berita-berita Pelajaran-Hayat Injil Markus dan Lukas kita telah banyak membicarakan mengenai kehidupan insani Kristus. Akhirnya, kita dibawa kepada akhir dari pekerjaan pene-busan Kristus dengan tiga hal yang besar dan penting yaitu kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya.

STATUS TUJUH GANDA MANUSIA-PENYELAMAT

DALAM KEMATIAN-NYA

Kita telah nampak bahwa ketika Manusia-Penyelamat mati di atas salib, Dia memiliki status tujuh ganda. Ini berarti Dia mati sebagai Anak Domba Allah (Yoh. 1:29), sebagai seorang manusia dalam daging, sebagai manusia dalam ciptaan lama, sebagai ular tembaga (Yoh. 3:14), sebagai Yang sulung dari semua ciptaan (Kol. 1:15), sebagai Pembuat damai (Ef. 2:15), dan sebagai sebutir biji gandum (Yoh. 12:24).

Cara sederhana untuk mengingat aspek-aspek dari status tujuh ganda Manusia-Penyelamat dalam kematian-Nya ini adalah mengingat kembali tiga aspek yang disinggung dalam Injil Yohanes. Pertama, kita diberi tahu bahwa Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia; kedua, Dia dilambangkan dengan ular tembaga; dan ketiga, Dia adalah sebutir biji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati. Anak Domba Allah menghapus dosa-dosa kita, Dia yang dilambangkan oleh ular tembaga menghancurkan si ular tua, Iblis, dan biji gandum melepaskan hayat ilahi. Haleluya, dosa telah terhapus, Iblis telah dihancurkan, dan hayat ilahi telah dibebaskan!

Setelah nampak aspek-aspek ini dari Injil Yohanes, kita dapat melanjutkan membahas empat aspek lainnya. Kristus mati di atas salib sebagai Yang sulung dari semua ciptaan. Dalam aspek ini, Dia membawa seluruh ciptaan lama bersama-Nya ke atas salib. Kristus juga mati sebagai seorang manusia, Adam yang akhir, yang membawa manusia lama ke atas salib. Selain itu, Dia disalib sebagai seorang manusia dalam daging. 2 Korintus 5:21 mengatakan bahwa Dia dijadikan dosa karena kita. Dosa berhubungan dengan daging. Karena itu, Roma 8:3 mengatakan bahwa Allah mengutus Putra-Nya dalam rupa daging dosa dan dikuasai dosa. Di atas salib Dia menghukum dosa dalam daging. Akhirnya, Kristus mati sebagai Pembuat damai sejahtera, Dia yang membatalkan ketentuan-ketentuan kebudayaan dan kehidupan manusia. Maka, di atas salib Kristus adalah Anak Domba, ular tembaga, biji gandum, manusia dalam daging yang dijadikan dosa karena kita, Adam yang akhir — manusia dalam ciptaan lama, Yang su-lung dari semua ciptaan, dan Pembuat damai sejahtera. Da-lam status tujuh ganda inilah Dia mati sebagai Penebus kita.

Sebagaimana kita telah membahas status tujuh ganda Manusia-Penyelamat dalam kematian-Nya, kita juga perlu nampak sejumlah butir penting mengenai kebangkitan dan kenaikan-Nya. Sulit untuk menemukan sebuah buku yang membicarakan status tujuh ganda Tuhan dalam kematian-Nya. Demikian juga, sulit untuk menemukan satu tulisan yang membahas berbagai hal yang akan kita bahas mengenai kebangkitan dan kenaikan Tuhan. Banyak dari hal ini yang diabaikan dalam pengajaran pada hari ini. Karena itu, dalam pemulihan Tuhan kita memiliki beban untuk mem-bahasnya. Tidak ada satu pun dari hal-hal yang kita per-sekutukan dalam berita-berita ini merupakan hasil imajinasi kita. Sebaliknya, setiap butir berasal dari firman ilahi. Semua yang telah kita nampak mengenai kematian, kebang-kitan, dan kenaikan Kristus itu berasal dari mempelajari firman Tuhan dengan rajin di bawah terang ilahi.

Ketika kita membahas kebangkitan Manusia-Penye-lamat, kita perlu merendahkan diri dan mengosongkan diri kita dari pemikiran-pemikiran yang mendudukinya. Misal-nya, kita perlu mengenal bahwa kebangkitan Kristus tidak berhubungan dengan hal-hal perayaan Paskah, seperti menghias telur.

Mengenai kebangkitan Tuhan ini ada dua aspek utama: aspek obyektif dan aspek subyektif. Mengenai aspek obyektif dan subyektif ini masing-masing memiliki butir-butir penting. Dalam berita ini dan berita selanjutnya kita akan melihat aspek obyektif dari kebangkitan Kristus. Kemudian kita akan melanjutkan melihat aspek subyektifnya, yaitu aspek kebangkitan Tuhan yang melibatkan sesuatu yang perlu di-garapkan ke dalam diri kita.

PENEGASAN DAN PENGAKUAN ALLAH

TERHADAP MANUSIA-PENYELAMAT

DAN TERHADAP PEKERJAAN PENEBUSAN-NYA

YANG ALMUHIT

Butir pertama dari aspek obyektif kebangkitan ManusiaPenyelamat adalah bahwa kebangkitan itu merupakan penegasan dan pengakuan Allah terhadap Manusia-Penyelamat dan pekerjaan penebusan-Nya yang almuhit. Melalui kebangkitan ini Allah menegaskan dan mengakui Manusia-Penyelamat; Allah juga menegaskan dan mengakui peker-jaan penebusan Tuhan. Dengan kata lain, Allah menegaskan Persona dan pekerjaan Manusia-Penyelamat.

Setiap orang dari antara kita memiliki persona dan pekerjaan. Persona kita adalah hakiki kita, dan pekerjaan kita adalah apa yang kita lakukan. Kritik terhadap orang selalu berhubungan dengan persona dan pekerjaannya.

Inilah keadaan Tuhan Yesus yang sesungguhnya. Menurut keempat kitab Injil, ada banyak kritikan, khusus-nya dari para pemimpin orang Yahudi, terhadap Persona dan perbuatan Kristus. Mengenai Persona-Nya, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Dia adalah orang Samaria (Yoh. 8:48), Dia tidak waras, sakit jiwa (Mrk. 3:21), dan Dia dirasuk roh jahat (Yoh. 8:49). Selain itu, pekerjaan-peker-jaan-Nya disalahkan oleh orang-orang Farisi sebagai suatu penghujatan terhadap Allah. Para pemimpin agama itu benar-benar menyangkal, menolak, dan menyalahkan Manusia-Penyelamat. Mereka menghukum mati Dia dan menyalibkan Dia. Inilah sikap para pemimpin bangsa Yahudi, orang-orang yang di antaranya Kristus lahir, hidup, dan bekerja.

Para pemimpin agama itu menganggap Manusia Penyelamat lebih jahat daripada seorang penjahat dan pembunuh, sebagai seorang yang lebih jahat daripada Barabas. Mereka menyalahkan Dia dan pekerjaan-Nya; mereka menolak Persona-Nya dan perbuatan-Nya. Penolakan mereka terhadap Manusia Penyelamat ini sampai sedemikian rupa hingga mereka menghukum-Nya dipaku di atas salib.

Seandainya Manusia Penyelamat tidak bangkit, seandainya tubuh-Nya tertinggal di kubur, maka para pemimpin Yahudi akan menang. Namun, Allah membangkitkan Kristus dan menegaskan Dia. Penegasan ini luar biasa. Setelah Tuhan disalib dan dikubur, Allah membangkitkan-Nya dari antara orang mati.

Dibangkitkan oleh Allah

Dalam kitab Kisah Para Rasul dikatakan berkali-kali bahwa Allah membangkitkan Tuhan Yesus. Misalnya, mengenai Tuhan Yesus, Kisah Para Rasul 2:24 mengatakan, ”Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut.” Pasal 2:32 menyatakan, ”Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.” Pasal 3:15 membicarakan tentang ”Perintis kehidupan, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,” dan pasal 4:10 membicarakan tentang ”Yesus Kristus, orang Nazaret, . . . telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati.” Ayat-ayat lain dalam Kisah Para Rasul yang membicarakan tentang Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati adalah 5:30; 10:40; 13:30, 33-34, 37; 17:31 dan 26:8. Hal kebangkitan ini diulang berkali-kali karena seluruh kitab Kisah Para Rasul merupakan kitab tentang kesaksian kebangkitan Kristus. Kesaksian para rasul itu berasal dari kebangkitan Manusia-Penyelamat. Allah menegaskan Kristus dengan membangkitkan Dia.

Penegasan Allah

Persona dan pekerjaan Manusia-Penyelamat ditolak dan disalahkan. Para pemimpin agama mengira mereka telah membunuh-Nya dan kini mereka dapat bersukacita dan beristirahat. Tetapi Allah datang membangkitkan Tuhan Yesus. Allah tidak berdebat dengan para pemimpin agama; Allah tidak mengadakan satu konferensi untuk bernegosiasi dengan mereka. Sebaliknya, Allah seolah-olah berkata, ”Aku tidak mau berbicara dengan kalian, hai orang-orang bodoh. Aku akan melakukan satu hal — Aku akan membangkitkan Dia yang kamu salibkan itu. Aku membangkitkan Dia sebagai penegasan terhadap Dia dan pekerjaan-Nya, tetapi hal ini mempermalukan orang-orang yang menyalahkan-Nya.”

Tuhan Yesus adalah titik balik sejarah manusia. Apa yang Dia lakukan itu telah mempengaruhi seluruh dunia ini. Melalui kebangkitan ini, Allah, Hakim yang mahatinggi, menegaskan Manusia-Penyelamat dan pekerjaan penebusan-Nya.

Pengakuan Allah

Kebangkitan Kristus bukan hanya penegasan Allah, kebangkitan ini juga merupakan pengakuan Allah terhadap Dia dan pekerjaan-Nya. Dalam membangkitkan Tuhan Yesus, Allah seolah-olah berkata kepada bangsa Yahudi dengan para pemimpinnya, ”Aku mengakui Dia yang kalian salahkan itu. Kalian mengatakan bahwa Yesus menghujat Aku. Tetapi Aku mengakui apa yang Dia lakukan, apa yang Dia katakan, dan hakiki diri-Nya. Kalian mengira bahwa kalian dapat membunuh-Nya. Di atas salib Dia menderita penganiayaan kalian, dan kemudian Dia menggenapkan penebusan-Ku. Aku mengakui pekerjaan penebusan-Nya. Dia telah menggenapkan penebusan yang telah Kurencanakan dalam kekekalan yang lampau. Aku bukan hanya menegaskan Dia dan pekerjaan-Nya — Aku juga mengakui Dia dan pekerjaan-Nya.”

Menurut Yohanes 10, Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya dan menerimanya kembali menurut perintah Allah. Allah memerintahkan Dia untuk menyerahkan nyawa-Nya. Karena itu, Allah datang menegaskan dan mengakui Tuhan Yesus dan pekerjaan-Nya. Kembali Allah seolah-olah berkata, ”Jika Aku tidak mengakui Yesus orang Nazaret, Aku akan meninggalkan-Nya di alam maut. Setelah Dia dikuburkan dalam kubur, Dia pergi ke alam maut. Tetapi Aku membang-kitkan Dia dari alam maut dan dari kubur untuk meng-umumkan kepada kalian bahwa Aku mengakui apa yang Dia lakukan dan bahwa Aku menegaskan-Nya.” Jadi, dengan membangkitkan Tuhan Yesus, Allah membungkam orang-orang yang menyalahkan Manusia-Penyelamat ini.

Bukti Pembenaran Kita oleh Allah

Kebangkitan Kristus, sebagai penegasan Allah, merupakan bukti pembenaran kita oleh Allah. Roma 4:25 mengatakan bahwa Kristus ”diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan untuk pembenaran kita.” Kematian Kristus sepenuhnya memuaskan tuntutan keadilan Allah sehingga kita dapat dibenarkan oleh Allah melalui kematian Kristus (Rm. 3:24). Kebangkitan-Nya adalah satu bukti bahwa Allah puas dengan kematian-Nya bagi kita dan bahwa kita di-benarkan oleh Allah karena kematian-Nya. Di dalam Dia yang bangkit ini, kita diterima oleh Allah. Karena itu, Roma 4:25 mengatakan bahwa Kristus dibangkitkan untuk pembenaran kita.

Seandainya Kristus telah mati bagi kita dan dosa-dosa kita, dan dikuburkan di dalam kubur, tetapi tidak dibang-kitkan oleh Allah; jika demikian, masih dapatkah Anda percaya bahwa kematian-Nya diterima oleh Allah? Dapatkah Anda percaya bahwa kematian-Nya memuaskan tuntutan-tuntutan Allah dan memenuhi keinginan-Nya? Kita tidak dapat mempercayai hal ini jika Kristus masih ada di dalam kubur. Namun, Manusia-Penyelamat ini tidak berada di dalam kubur. Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Dia telah datang kembali dalam kebangkitan. Ini adalah satu bukti yang kuat bahwa Allah telah menerima kematian-Nya bagi kita, bahwa kematian-Nya telah memuaskan tuntutan-tuntutan Allah dan memenuhi apa saja yang Allah inginkan agar Dia lakukan bagi kita.

Marilah kita memakai hal membayar hutang sebagai suatu ilustrasi. Misalnya, Anda berhutang cukup banyak kepada seseorang dan Anda tidak dapat membayar hutang itu. Namun, ada seorang teman Anda yang kaya turun tangan untuk membayarkan hutang itu bagi Anda, dan kemudian memberikan tanda terima kepada Anda sebagai bukti pembayaran. Ketika Anda melihat tanda terima itu beserta tanda tangan kreditor Anda padanya yang menunjukkan bahwa hutangnya telah dibayar lunas, Anda akan gembira, karena tahu bahwa Anda telah dilepaskan dari hutang itu.

Sebagai orang-orang dosa, kita berhutang kepada Allah. Tetapi Kristus mati di atas salib bagi dosa-dosa kita. Bagaimanakah kita tahu bahwa Allah telah mengampuni kita? Kita mengetahuinya dengan fakta bahwa Allah telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus adalah bagi pembenaran kita.

Bagaimana kita tahu bahwa Allah telah membenarkan kita, bahwa Dia telah menerima kita? Kita mengetahui hal ini oleh fakta bahwa Allah telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus adalah bukti pembenaran kita oleh Allah. Kebangkitan Kristus adalah satu bukti yang kuat bahwa tuntutan-tuntutan Allah telah dipuaskan oleh kematian Kristus dan bahwa Allah telah menerima Kristus sebagai Penebus kita. Kebangkitan Kristus adalah tanda terima, bukti, bahwa hutang kita telah dibayar lunas. Puji Tuhan atas ”tanda terima” dari Kristus yang bangkit ini!