← Daftar isi Kristus yang Almuhit · bab 9/16

Bab 9

Cara Memperoleh Tanah Itu

(I) MELALUI ANAK DOMBA, MANNA, TABUT

PERJANJIAN DAN KEMAH PERTEMUAN

Efesus 3:17-18, "Sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih ... supaya kamu menjadi kuat, bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya, thin panjangnya dan tingginya dan dalamnya ..." (T1). Dalam ayat-ayat di atas tercantum beberapa hal yang harus kita perhatikan dan ingat. Perhatikan kata "diam"dalam ayat 17. Kata itu merupakan kata yang besar dan berbobot. Dalam bahasa aslinya, akar kata "diam" ini sama dengan kata rumah atau keluarga, maka paling baik diterjemahkan menjadi "berumah".Kata "berumah" ini mengandung makna yang lebih dalam dan lebih kaya daripada kata "diam".

Kristus ingin berumah di dalam hati kita, agar kita menjadi kuat untuk dapat memahami. Perhatikan, di sini tidak saja supaya kita dapat memahami, melainkan supaya kita menjadi kuat untuk dapat memahami. Kata "kuat" di sini pun merupakan kata yang besar dan berbobot. Dalam bahasa Yunani, kata ini berarti "penuh dengan kekuatan". Kita pun boleh menerjemahkan ayat ini demikian. "Supaya kamu boleh penuh dengan kekuatan untuk memahami. . . "

Sekarang saya ingin Anda memperhatikan kata "memahami" . . . " Kita tidak sekadar mengetahui atau mengerti, melainkan memperoleh sesuatu melalui pengetahuan atau pengertian itu --- dapat memahami dan memperoleh. Apakah yang harus kita peroleh melalui pemahaman itu? Kelebaran, kepanjangan, ketinggian, dan kedalaman yaitu keluasan dan ketidakterbatasan Kristus. Tambahan pula, Kristus yang sedemikian ini kita pahami dan peroleh bersama semua orang kudus. Jadi Kristus yang tak terbatas ini sama sekali tak mungkin kita pahami dan peroleh secara individu, melainkan secara korporat dengan semua orang saleh.

Keluaran 33:14-15, "Lalu Ia berfirman : Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketentraman kepadamu". Berkatalah Musa kepadaNya : Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini."

Butir pertama dalam ayat di atas adalah Allah berjanji kepada Musa bahwa Ia sendiri akan pergi bersamanya serta bani Israel. Kedua, Allah berjanji akan memberikan ketentrarnan atau perhentian kepada Musa. Ketentraman yang Allah maksud di sini adalah ketentraman atau perhentian tanah baik.

Ulangan 12:10, "Tetapi apabila nanti sudah kamu seberangi sungai Yordan dan kamu diam di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki, dan apabila Ia mengaruniakan kepadamu keamanan dari segala musuhmu di sekelilingmu, dan kamu diam dengan tentram".

Ulangan 25:19, "Maka apabila TUHAN, Allahmu sudah mengaruniakan keamanan kepadamu daripada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka... "

Dari kedua ayat di atas, kita nampak ketika Allah mengatakan ketentraman, maksudNya ialah tanah itu. Tanah itu adalah ketentraman. Memperoleh tanah itu dan tinggal di situ berarti berada dalam ketentraman atau perhentian.

Keluaran 40:1-2, "Berfirmanlah TUMN kepada Musa : Pada hari yang pertama dari bulan yang pertama haruslah engkau mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu." Allah menyuruh Musa mendirikan Kemah Pertemuan (Tabernakel) pada hari pertama bulan pertama. Hal ini berarti sama sekali merupakan satu permulaan yang baru.

Keluaran 40:17,21,34,35, "Dan terjadilah dalam bulan yang pertama tahun yang kedua, pada tanggal satu bulan itu, maka didirikanlah Kemah Suci ... Dibawanyalah tabut itu ke dahim Kemah Suci, digantungkannyalah tabir penudung dan dipasangnya sebagai penudung di depan tabut hukum Allah – seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa ... Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Keinah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas Kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci."

Ketika Kemah Suci didirikan, kemuliaan Allah segera memenuhinya. Apakah kemuliaan Allah itu? Itulah pernyataan kehadiran Allah di depan mata manusia. Pada saat itu, mata manusia, mata bani Israel telah nampak kehadiranNya dalam kemuliaanNya.

Kita telah nampak sedikit tentang kebaikan, kebaikan yang luar biasa dari tanah Kanaan, dan betapa tanah ini merupakan lambang Kristus yang almuhit. Kita belum mengisahkan kekayaannya secara keseluruhan, tapi apa yang telah kita lihat sudah cukup memberikan sedikit apresiasi (penghargaan) pada diri kita. Sekarang kita harus membahas bagaimana caranya memperoleh tanah tersebut. Kita harus melihat bagaimana kita dapat memasuki dan menikmatinya.

SATU MASALAH KORPORAT

Pertama-tama harus kita sadari, bahwa memperoleh tanah itu bukanlah satu masalah individu. Setiap individu yang mana pun sama sekali tak mungkin melaksanakan masalah ini. Inilah satu butir yang harus kita ingat baik-baik. Dengan diri kita sendiri, selamanya tak mungkin memperoleh Kristus yang almuhit. Sama sekali tak mungkin! Saudara saudari, janganlah Anda bermimpi. Impian yang demikian selamanya takkan menjadi kenyataan. Ini adalah masalah "Tubuh", Anda harus memperolehnya secara korporat dengan semua orang saleh. Kristus itu teramat besar, luasNya tak terbatas, kekayaanNya tak terduga. Inilah prinsip yang ditetapkan Allah : memasuki dan memperoleh tanah baik itu adalah masalah korporat, bukan masalah individu.

Allah tak pernah menyuruh bani Israel menyeberangi sungai Yordan dan memasuki tanah itu seorang demi seorang, secara individu. Kehendak Allah sama sekali tidak menyuruh mereka pada bulan ini masuk seorang, pada bulan berikutnya masuk lagi seorang, dan pada bulan selanjutnya masuk lagi seorang. Tidak mungkin demikian, itu berlawanan dengan prinsip ilahi. Tanah itu harus dimasuki dan diperoleh oleh satu kelompok manusia. Jadi dimasuki secara korporat, bukan secara individu.

Saya khawatir, tatkala Anda sedang membaca berita ini, Anda pun terus bertanya, "Bagaimana saya dapat memasuki tanah ini" Ingatlah, Anda sendirian selamanya tak dapat memasukinya. Anda harus memiliki kesan yang dalam terhadap butir ini. Bukan begitu cara untuk memasukinya. Jika Anda ingin memasuki tanah ini, Anda harus menjadi sebagian dari badan yang korporat.

ANAK DOMBA

Pada mulanya bani Israel menikmati anak domba Paskah (Keluaran 12). Kita tahu, bahwa anak domba adalah lambang dari Kristus (1 Korintus 5:7). Ketika mereka masih berada di Mesir, mereka sudah menikmati Kristus. Namun tanah Kanaan pun melambangkan Kristus. Anak domba itu Kristus, tanah itu pun Kristus. Kalau demikian, seolah-olah ada dua Kristus : satu Kristus yang agak kecil, satu lagi Kristus yang agak besar; satu Kristus yang sekecil anak domba Paskah, satu lagi Kristus yang sebesar tanah Kanaan. Tatkala kita sedang menikmati Kristus yang kecil, seolah-olah ada Kristus yang besar sedang menantikan kita. Karena itu kita harus maju ke arah sasaran ini untuk inenikmati Kristus yang sedemikian. Tidakkah demikian?

Saya telah memiliki sedikit, sebab saya memiliki Kristus ini, tapi pada pihak lain, saya masih perlu tekun maju ke depan untuk memperoleh Dia. Kalau begitu apakah ada dua Kristus, atau hanya satu? Seolah-olah saya menanyakan satu pertanyaan yang aneh. Sudahkah Anda memiliki Kristus? Saya percaya Anda sudah memilikiNya. Mengapa Anda masih harus dengan tekun menuntut memperolehNya lagi? Jika kita mengatakan kita sudah memiliki Dia, kita tetap harus memperoleh Dia. Jika kita mengatakan kita sudah memiliki Dia, namun Dia masih berada di depan kita. Jika kita tidak memiliki Dia, kita akan selamanya tak dapat maju ke depan dengan tekun untuk memperoleh Dia.

Kita harus nampak, yang pertama, kita wajib menikmati Kristus sebagai seekor anak domba. Kristus adalah Anak Domba penebus dosa kita. Kita harus terlebih dulu ditebus olehNya, kemudian baru kita dapat memperoleh Dia sebagai Sang Almuhit. Kita harus menerima Dia sebagai Anak Domba Paskah. Karenanya kita adalah kelompok yang mulai dari bagian pertama kitab Keluaran. Jika kita ingin memasuki tanah Kanaan, kita harus memulai dari tempat ini. Kita harus memiliki Paskah, kita harus mengalami Kristus sebagai "Anak Domba Allah". "Lihatlah, Anak Domba Allah!" terdapat pada awal Injil Yohanes, sedang pada akhir kitab itu Kristus adalah Persona yang tak terbatas yang dimiliki murid-muridNya. Pada mulanya Yohanes Pembaptis memperkenalkan Kristus sebagai Anak Domba, tapi pada akhimya Kristus adalah Persona yang tak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Tidak ada apa pun yang dapat membatasi Persona yang telah bangkit ini; namun Dia adalah untuk kenikmatan kita. Kita harus mengalami Kristus sebagai Anak Domba yang terbatas, kemudian kita boleb maju ke depan dengan tekun untuk memperoleh Dia sebagai Kristus yang tak terbatas.

Sebenarnya dalam Paskah tidak hanya ada anak domba, juga ada roti tak beragi dan sayur pahit (Keluaran 12:8). Di sini kita memiliki dua jenis kehidupan lagi. Anak domba adalah inilik kehidupan hewani, roti tak beragi dan sayur pahit adalah milik kehidupan nabati. Pada saat Anda beroleh selamat, tak peduli Anda menyadari atau tidak, Anda sudah mengalami Kristtis sebagai kedua jenis kehidupan tersebut : Anda mengalamiNya sebagai Anak Domba penebus dosa, Anda pun mengalamiNya sebagai kehidupan yang melahirkan dan berkembang biak. Pernahkah Anda memperhatikan hal tersebut?

Biarlah saya menunjukkan butir lainnya. (Perkara tanah baik itu selamanya tak mungkin diuraikan sampai habis. Kita holeh menerbitkan sejilid buku yang khusus membicarakan judul ini, dan tidak perlu mengulangi sedikit pun). Dalam Injil Yohanes 6 Tuhan Yesus telah memadukan keduajenis kehidupan ini. Pertama Ia berkata, "Akulah roti hidup." Roti terbuat dari gandum atau jelai yang adalah kehidupan nabati. Ketika Tuhan mengucapkan kata-kata ini, orang-orang itu tak dapat mengerti, lalu Ia mengumumkan, "Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal ... sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman." Ini menunjukkan kepada kita bahwa roti hidup adalah dagingNya. Roti adalah kehidupan nabati, daging adalah kehidupan hewani. Dalam pasal ini Tuhan sendiri yang menyatukan kedua kehidupan tersebut.

Karena itu, saudara saudari, kita harus memulai dengan menikmati Kristus sebagai Anak Domba Penebus dosa yang membawakan kekuatan untuk melahirkan dan berkembang biak. Kita harus menerima anak domba Paskah dengan roti tak beragi dan sayur pahit.

MANNA

Menyusul Paskah, pengalaman kita atas Kristus yang berikutnya ialah manna. Sesudah kita menikmati Dia sebagai Anak Domba, hendaklah kita maju ke depan untuk menikmati Dia sebagai makanan kita tiap hari. Manna adalah milik kehidupan nabati atau kehidupan hewani? Mari kita baca dua ayat di bawah ini.

Bilangan 11:7-9, "Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah. Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng. Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ."

Keluaran 16:31, "Umat Israel menyebutkan namanya : manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu."

Di sini kita dapat mengetahui bahwa manna seperti biji ketumbar, rasanya seperti kue madu goreng. Ini pun merupakan pembauran dua jenis kehidupan. Perhatikan pula bentuk manna seperti damar bedolah (mutiara). Dalam Wahyu 21 kita nampak, mutiara merupakan salah satu bahan untuk pembangunan Allah. Sebab itu, manna seperti mutiara, melambangkan perubahan suatu benda menjadi bahan pembangunan Allah. Sejak Kejadian 2, mutiara sudah disebut dalam Alkitab. Di situ pertama-tama menampilkan pohon kehidupan, lalu sebatang sungai, dan dalam aliran sungai itu terdapat beberapa jenis bahan yang berharga; di antaranya ialah mutiara. Ini berarti ketika kita makan pohon kebidupan dan minum air hidup, maka keluarlah mutiara --- bahan yang telah mengalami perubahan untuk pembangunan Allah.

Jadi manna mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : sifat kehidupan nabati, sifat kehidupan hewani, dan sifat kehidupan yang mengalami perubahan. Kita wajib menikmati aspek-aspek Kristus yang sedemikian. Kita harus menikmati Dia sebagai Anak Domba Paskah, roti tak beragi, dan sayur pahit. Kita pun harus maju ke depan untuk menikmati Dia sebagai manna, termasuk kehidupan nabati, kehidupan hewani, dan sifat yang mengalami perubahan. Melalui menikmati Kristus sebagai manna kita tiap hari, kita akan berubah menjadi bahan-bahan pembangunan Allah.

Apakah cukup demikian? Tidak, masih ada yang lain. Jalan untuk memasuki tanah itu dimulai dari kitab Kduaran 12 dan berlangsung terus sampai kitab Yosua pasal terakhir. Kita harus membaca dan memahami dengan jelas bagian-bagian tersebut, barulah kita memiliki jalan untuk memiliki tanah itu.

TABUT PERJANJIAN

Mulai dari anak domba Paskah, disusul dengan menerima manna dari sorga terus-menerus, semua ini masih merupakan permulaan kenikmatan atas Kristus. Kita masih perlu maju lagi ke depan untuk mengalami Dia sebagai tabut perjanjian, yaitu tabut yang tersimpan atau tertutup oleh Kemah Pertemuan (Keluaran 25:10-22). Apakah-tabut perjanjian itu? Tabut perjanjian adalah kesaksian Allah. Kesaksian Allah adalah ekspresi Allah. Dalam Tabut perjanjian terdapat loh hukum dan kesepuluh perintah.

Apa pula kesepuluh perintah itu? Kebanyakan orang Kristen mempunyai suatu kesan terhadap kesepuluh perintah, yaitu mengiranya semata-mata merupakan tuntutan-tuntutan keras dari Allah. Anda harus berbuat ini dan itu; Anda tidak boleh berbuat ini dan itu. Inilah kesan-kesan yang diberikan oleh ajaran agama Kristen umumnya kepada kita. Sebenarnya apakah makna utama dari kesepuluh perintah itu? Nampaknya itu adalah hukum Taurat. Tapi makna utamanya bukanlah hukum Taurat, itu makna yang sekunder. Makna primernya ialah ekspresi atau pemyataan Allah. Jadi kesepuluh perintah adalah ekspresi Allah.

Keadaan Allah dapat kita kenal melalui kesepuluh perintah. Anda tak pernah melihat Allah, tetapi di sini ada "sepuluh firman" (Keluaran 34:28) yang melukiskan Allah bagi Anda. Ciri pertama Allah ialah Allah itu cernburuan. Allah ingin memperoleh segala-galanya. Ia tidak mungkin membiarkan siapa pun bersaing denganNya. Dia adalah Allah yang cemburuan. Kedua, Dia adalah Allah yang kudus. Kemudian masih ada ciri-ciri lainnya. Dia adalah Allah yang pengasih, Dia adalah Allah yang benar/adil, Dia adalah Allah yang setia, dan seterusnya. Jadi, kesepuluh perintah merupakan lukisan, pemyataan dan ekspresi Allah yang tersembunyi. Kesepuluh firman ini memberi kesan kepada Anda tentang Allah yang tak tertampak, agar Anda mengetahui bagaimana keadaan Allah. Dialah Allah yang cemburuan, Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang pengasih, Dialah Allah yang benar/adil, dan Dialah Allah yang setia. Melalui kesepuluh perintah ini, Anda mengenal sifat-sifatNya. Jangan terlalu memperhatikan segi hukurn Taurat kesepuluh perintah, sebab itu adalah yang sekunder. Yang primer dan yang terpenting, kita harus tahu, bahwa kesepuluh firman adalah lukisan, pernyataan, dan kesaksian Allah yang mulia dan tak kelihatan.

Kesepuluh perintah ini ditaruh di dalam tabut perjanjian. Hal ini melambangkan Allah menaruh diriNya sendiri di dalam Kristus. Kesepuluh perintah adalah kesaksian Allah, dan tabut kesaksian ini adalah Kristus. Sebab itu, kepenuhan Allah tinggal di dalam Kristus.

Jelas sekali, bahwa tabut perjanjian melambangkan kedua sifat dari Kristus. Tabut itu terbuat dari kayu yang dilapisi dengan emas. Kayu melambangkan sifat insani, dan emas melambangkan sifat ilahi. Jadi, tabut merupakan sebuah lukisan dari Kristus dalam daging yang berbaur dengan sifat ilahi. Ia memiliki sifat insani, Ia pun memiliki sifat ilahi. Ia adalah tabut perjanjian, tetapi Allah sendiri ada di dalamNya. Bagaimana kesepuluh perintah itu ditaruh di dalam tabut perjanjian, demikian pula segala apa adanya Allah ditaruh di dalam Kristus. Bagaimana tabut perjanjian itu disebut "tabut Kesaksian", demikian pula Kristus adalah ekspresi dan kesaksian Allah. Anda nampak, bahwa ini melebihi anak domba Paskah dan manna. Ini lebih padat, lebih sempurna, dan lebih kaya. Inilah ekspresi Allah, penampilan Allah, dan kesaksian Allah. Dapatkah Anda mengenal Allah melalui anak domba Paskah? Ya, Anda mungkin dapat mengenal sedikit. Dapatkah Anda memiliki kesan yang dalam terhadap sifat Allah melalui manna setiap hari itu? Sangat tidak inudah. Saya tidak mengatakan sama sekali tak tertampak, tapi itu tidak banyak. Sekarang datanglah kepada tabut perjanjian. Renungkanlah. Bacalah. Anda akan segera mengenal Allah. Allah adalah Allah yang cemburuan, pengasih, kudus, benar/adil, dan setia janji. Melalui tabut perjanjian, Anda segera dapat memahami bagaimana keadaan Allah yang tersembunyi itu.

Namun saya ingin bertanya, dapatkah Anda memakan tabut pedanjian? Dapatkah Anda meminum tabut perjanjian? Tidak. Ini adalah aspek Kristus yang lain, aspek Kristus yang lebih sempurna. Kristus adalah pemyataan, ekspresi, dan kesaksian Allah yang tidak kelihatan. Bagaimana kita menikmati Kristus sebagai Anak Domba Paskah dan manna kita setiap hari, kita pun harus memiliki Kristus yang lebih besar ini, (Ijinkan saya memakai istilah demikian) sebagai inti kita. Kita harus memiliki tabut kesaksian, yakni Kristus sebagai pemyataan, ekspresi, dan kesaksian Allah sebagai inti (pusat) kita. Hal ini benar-benar lebih maju satu langkah. Kita tidak saja harus memiliki Anak Domba sebagai Penebus kita, tidak saja harus memiliki manna setiap hari sebagai makanan kita, kita pun harus memiliki tabut kesaksian sebagai inti kita.

Saudara saudari, ijinkan saya mengulangi perkataan saya. Saya khawatir di antara kalian ada yang tak dapat mengikuti. Apakah Anda dari hari ke hari menikmati Kristus sebagai manna Anda? Memang itu baik, tapi masih kurang. Kita harus memiliki Dia sebagai inti kita. Apakah inti itu? Inti ialah pernyataan, ekspresi, dan kesaksian allah. Apakah di antara kita ada inti ini? Apakah ini merupakan inti sidang dan penghidupan gereja kita yang sesungguhnya? Ketika ada orang datang ke tengah-tengah kita, dapatkah mereka melihat pemyataan Allah? Aka mereka datang ke tengah-tengah kita hanya dapat melihat kita sebagai kaum tebusan, dan menikmati Kristus sebagai Anak Domba saja, itu sangat tidak sempurna. Kalau mereka hanya melihat kita sebagai segolongan orang yang setiap hari makan Kristus sebagai manna saja, ini pun tetap belum berpegang kepada inti. Kita harus dapat memberi mereka satu kesan, bahwa di antara kita ada ekspresi Allah yang cemburuan, pengasih, kudus, benar/adil, dan setia. Apakah inti yang demikian terdapat di tengah-tengah kita? Ketika orang mengunjungi kita, apakah mereka melihat bahwa di sini ada ekspresi, pernyataan, definisi, dan keterangan Allah? Apakah mereka melihat kita sebagai kesaksian Allah, bahwa lewat pengalaman kita yang riil atas Kristus, kita mempersaksikan Allah adalah Allah yang cemburuan, pengasih, kudus, adil, dan setia? Kita harus memiliki kesaksian yang demikian sebagai inti kita.

Karenanya Anda nampak, bahwa perkara memiliki tanah itu tidaklah sederhana. Apakah Anda mengira setelah kita menikmati anak domba, menyeberangi Laut Merah lalu segera dapat masuk ke tanah itu? Tidak. Setelah melewati kitab Keluaran 12, 13 dan 14, melalui hari Paskah dan laut Merah, masih banyak lagi pengalaman yang harus diperoleh, Di hadapan kita masih terbentang bagian terakhir dari kitab Keluaran ditambah kitab Imamat, kitab Bilangan, kitab Ulangan, dan kitab Yosua. Sebelum kita memasuki tanah itu, masih banyak perkara-perkara yang harus kita tanggulangi, alami, dan miliki, baru kita dapat memasuki tanah itu. Kita harus memahami arti dari tabut perjanjian selurulmya. Tidak dapat diragukan, kesepuluh perintah itu mengandung aspek hukum. Taurat, sekarang kita tidak dapat membahas aspek itu. Tapi yang lebih penting daripada itu ke sepuluh perintah adalah definisi, keterangan, dan penjelasan

Allah yang tak tampak. Dan penjelasan, keterangan ini berada di dalam Yesus Kristus, Dia adalah Sang Allah-manusia, Firman yang menjadi daging, sifat ilahi dan insani. Dialah keterangan Allah, ekspresi Allah, dan Dialah Allah sendiri. Inilah yang harus menjadi inti kita. Dia adalah penampilan Allah, kesaksian Allah. Kita harus memiliki Dia sebagai kesaksian kita. Kita tidak seharusnya mempersaksikan yang lain, melainkan hanya mempersaksikan Allah-yang terekspresi di dalam Kristus.

KEMAH PERTEMUAN

Tabut perjanjian tersembunyi di dalam Kemah Pertemuan. Kesepuluh perintah tersembunyi di dalam tabut perjanjian, sedang tabut perjanjian tersembunyi di dalam Kemah Pertemuan (Keluaran 40:20,21). Apakah Kemah Pertemuan itu? Kemah Pertemuan adalah perluasan atau pertambahan tabut perjanjian. Kalau tabut perjanjian terbuat dari kayu yang dilapisi dengan emas, sebagian besar dari Kemah Pertemuan pun terbuat dari bahan-bahan yang serupa -- kayu yang berlapis emas (Keluaran 26:15-30). Jadi, Kemah Pertemuan adalah perluasan tabut perjanjian. Dengan kata lain, setelah tabut perjanjian diperluas, ia menjadi Kemah Pertemuan. Kemah Pertemuan terbuat dari bentuk dan bahan yang sama, bahkan tersusun dari lebih banyak Kristus, pun mengandung lebih banyak Kristus.

Marilah kita meninjau lebih banyak Kristus di dalam Kemah Pertemuan. Kita telah membaca bahwa di atas Kemah Pertemuan terdapat empat lapis penutup atau atap (Keluaran 26:1-14). Ini berarti Kristus menjadi makhluk ciptaan, sebab angka empat menunjukkan ciptaan. Keempat lapis atap yang berbeda ini terdiri dari bahan apa? Lapisan yang paling luar ialah kulit lumba-lumba atau anjing laut, yaitu lapisan perlindungan yang kuat untuk menahan angin, hujan dan terik matahari. Di bawah kulit anjing laut ialah kulit kambing yang diwarnai merah, yang melambangkan Kristus mati dan berdarah bagi dosa-dosa kita. Di bawahnya lagi ialah lapisan bulu kambing, yang melambangkan Kristus menjadi dosa bagi kita. Dan lapisan yang paling dalam ialah lenan halus yang sangat indah, halus, penuh dengan kemuliaan dan bersulam gambar kerub. Atap-atap ini kaya dengan makna rohani, memerlukan banyak penjelasan. Namun semuanya bertalian dengan Kristus.

Dari dalam, Anda nampak kemuliaanNya. 0, dipandang dari dalam Kristus sungguh mulia! Dipandang dari luar, Anda nampak kerendahan, kepapaan, dan kesederhanaanNya; Anda pun nampak kekuatanNya dan daya tahanNya yang ulet, namun tak terlihat keelokan. Inilah Yesus, manusia yang rendah dan dihina orang. Akan tetapi di dalamNya Dialah Kristus yang mulia.

Puji Tuhan, kita memiliki Kristus yang demikian menjadi atap atau penutup kita. Menurut ukurannya, Kemah Pertemuan membutuhkan sepuluh tenda sebagai atapnya. Maka, lapisan lenan halus yang terdalam dibuat dari sepuluh tenda. Tetapi lapisan bulu kambing tersusun dari sebelas tenda. Bukan lima ditambah lima, melainkan lima ditambah enam. Enam bukan bilangan yang baik. Enam melambangkan manusia, bahkan yang berhubungan dengan dosa. Karenanya ia melambangkan Kristus menjadi dosa karena kita. Lapisan yang terdalam ialah Kristus yang mulia, lapisan kedua ialah Kristus yang menjadi dosa karena kita, lapisan ketiga adalah Kristus yang mati dan berdarah bagi kita, dan lapisan keempat, lapisan yang paling luar, ialah Kristus yang merendahkan diri menjadi manusia yang rendah. Nah, justru Kristus yang demikian, yang berlapis empat, yang menudungi kita. Alangkah indahnya atap, penudung dan pelindung ini!

Dalam Kemah Pertemuan ini Kristus dirangkai dengan banyak papan. Kita adalah papan-papan, Anda adalah selembar papan, saya pun selembar papan, tabut perjanjian tersimpan dalam Kemah Pertemuan yang sedemikian. Ini adalah perpaduan antara Kristus dengan kita, memadukan kita semua dalam sifat ilahi, seperti halnya papan-papan berpadu di dalam emas. Di sini setidak-tidaknya ada 48 lembar papan, dan semuanya dilapisi dengan emas, dan dirangkai dengan gelang emas dan kayu lintang emas (Keluaran 26:26-29). Jika emas diambil, maka keempat puluh delapan papan itu akan berantakan, tiada sehelai papan yang dapat bersatu dengan papan lainnya. Kesatuan kita bukan dan tak dapat terjadi di dalam daging, melainkan di dalam sifat Allah. Emas itu sendiri adalah daging kita. Emas adalah kesatuan di antara kita. Tanpa emas kita akan terpisah dan berserakan. Anda tak setuju dengan saya, saya pun tak setuju dengan Anda. Tapi puji Tuhan, emas melapisi Anda, emas pun melapisi saya. Pada diri Anda terdapat gelang-gelang emas, pada diri saya terdapat kayu-kayu lintang emas. Karenanya kita tak dapat berpisah. Sekalipun Anda ingin pergi, Anda tak mungkin pergi. Anda telah terikat. Anda dengan saya telah diikat menjadi satu, hingga tak dapat berpisah selamanya.

Kita bukan diikat menjadi satu dalam watak alamiah. Ditinjau, dari segi watak alamiah, mungkin saya selamanya tak dapat tinggal bersama atau bergaul dengan Anda. Dan sekalipun pada aspek alamiah kita sangat cocok, itu, pun bukan suatu perpaduan yang benar-benar mantap. Tapi puji Tuhan, melalui sifat itahi, yakni tabiat Allah sendiri, kita telah disatukan. Kesatuan kita adalah kesatuan yang sejati, yang selamanya tak dapat diceraikan. Kita tidak saja diikat menjadi satu oleh emas, bahkan dilapisi emas, dilindungi emas. Emas itu adalah Allah sendiri.

Pada suatu hari saya di dalam karnar berkata kepada diri sendiri, "Anda sungguh tidak beruntung! Anda telah tertawan oleh Allah. Anda tak dapat melarikan diri. Anda boleh mencoba, tapi Anda selamanya tak dapat ke luar dari antara orang-orang emas itu!" Inilah kesatuan. Saudara saudari, di antara kita harus ada kesatuan semacam ini. Setelah itu barulah kita kuat dan layak memasuki tanah itu. Jika kita dapat saling melarikan diri, saling berpisah, kita tak mungkin memasuki tanah itu. Kita harus memiliki Kemah Pertemuan ini, yaitu perluasan tabut perjanjian. Kita harus diikat menjadi satu dalam sifat ilahi, seperti halnya Kemah Pertemuan dengan tabut perjanjian. Tabut perjanjian, yaitu Kristus, ada di dalam kita sebagai inti kita, dan kita adalah perluasan Kristus ini sama seperti Kemah Pertemuan yang menyelubungi tabut perjanjian.

Kita telah nampak, betapa kita harus menikmati Kristus sebagai anak domba Paskah, manna setiap hari, dan tabut perjanjian yang tersimpan dalam Kemah Pertemuan. Semua ini adalah syarat-syarat yang kita perlukan untuk memasuki tanah itu.