Bab 8
Kekayaan tanah Permai yang Tak Terduga
(3) MINERAL (lanjutan)
Pembacaan Alkitab :
Ulangan 8:9; 33:25; Yeremia 15:12; Wahyu 2:27; 1:15; Matius 28:18; 16:18, 19; 18:17, 18; Lukas 10:19; Efesus 6:11-17
Kita telah nampak dengan jelas, bahwa air merupakan kekayaan pertama di tanah itu. Sesudah itu, yang kedua ialah berbagai macam pohon dan tetumbuhan. Ketiga, ialah lembu dan kambing domba, dan keempat ialah mineral. Baiklah kita jejerkan keempat kategori tersebut :
1. Air : mata air, pancaran dan aliran.
2. Pohon dan tetumbuhan : gandum, jelai, anggur, ara, delima, zaitun.
3. Hewan : lembu, kambing domba (kedua jenis kehidupan ini -- hewani dan nabati -- berbaur menghasilkan susu dan madu).
4. Mineral : batu, gunung, besi dan tembaga.
Kita telah nampak betapa semua kekayaan itu sesuai dengan berbagai tahap dari penghidupan rohani kita. Air hidup merupakan tahap pertama dalam pengalaman rohani kita. Dalam tahap ini kita merasakan Kristus bagi kita seperti air hidup. Lalu dalam tahap kedua pengalaman terhadap Kristus maju selangkah, kita menikmati Kristus lebih teguh. Ia seperti makanan yang keras; ini lebih maju daripada Ia sebagai air. Air memang baik, juga sangat vital, namun air tidak begitu konkrit. Saya tak dapat hidup dan bertumbuh hanya mengandalkan air saja. Jika Anda mengundangku makan, Anda harus menyuguhiku beberapa makanan yang keras, misalkan gandum atau jelai. Yang ajaib, setelah tiba pada akhir tumbuh-tumbuhan, terdapatlah pohon zaitun, lambang dari Kristus sebagai Anak minyak, yakni Kristus yang penuh dengan Roh Kudus. Ia dijenuhi oleh Roh Kudus baik lahir maupun batin. Kita dapat menikmatiNya sedemikian. Kita dapat dipenuhi oleh Roh Kudus, dijenuhi oleh Roh Kudus. Setelah itu kita akan matang dalam kehidupan Kristus. Kristus sangat mesra, manis dan kaya bagi kita, bagaikan susu dan madu.
Setelah kita memiliki pengalaman atas Kristus yang begitu kaya, kita tiba pada mineral atau barang-barang tambang batu, gunung, besi dan tembaga. Ini merupakan urutan yang disusun oleh Roh Kudus. Roh Kudus sengaja mengatur butir-butir ini menjadi urutan yang demikian agar semuanya itu sesuai dengan tahapan kehidupan rohani kita. Tatkala kita matang dalam kehidupan Kristus, kita akan beroleh pengenalan-pengenalan tertentu terhadap batu, gunung, besi dan tembaga dalam pengalaman kita.
Pada bab sebelumnya kita telah nampak banyak tentang batu dan gunung. Batu melambangkan kaum saleh yang beroleh selamat dan diubah menjadi batu-batu hidup bagi pembangunan Allah. Kita tidak saja perlu keselamatan, juga harus melalui pengubahan menjadi batu-batu hidup demi pembangunan Allah. Kita semula bukan batu, melainkan gumpalan- gumpalan tanah. Tapi setelah menerima Kristus, Ia masuk ke dalam roh kita dan bekerja terus-menerus mengubah kita. Melalui pembaruan Roh Kudus, maka kita diubah dari segumpal tanah menjadi sebuah batu, untuk pembangunan Allah.
Kita pun telah melihat bahwa gunung dan bukit melambangkan kebangkitan dan kenaikan ke sorga. Pada kebangkitan dan kenaikan ke sorga selalu terdapat kekuasaan, kerajaan dan Raja. Bangkit berarti bangun, dan naik ke sorga berarti ditinggikan, dan pada peninggian itu terdapat kuasa ilahi, pemerintahan ilahi, kerajaan Allah dan Raja. Inilah makna gunung dan bukit. Kita telah nampak, bahwa satu-satunya jalan supaya tanah berubah menjadi batu, ialah melalui kebangkitan. Hanya dalam kehidupan kebangkitanlah, Kristus dapat mengubah kita. Dalam kehidupan alamiah, kita merupakan segumpal tanah, tapi dalam kebangkitan kita adalah sebuah batu. Satu, yang dihasilkan demi pembangunan Allah dengan kuasa dan pemerintahan Allah ini adalah hasil produksi kebangkitan Kristus. Semakin kita menikmati Kristus, mengalami Kristus, kita akan semakin diubah oleh Roh Kudus dengan kehidupanNya. Setelah itu pembangunan Allah dan kerajaan Allah akan terwujud.
BESI DAN TEMBAGA
Sekarang kita tiba pada butir terakhir : besi dan tembaga. Saya percaya, Anda hafal urutan dalam surat Efesus. Pasal 1 mengisahkan segala berkat yang kita terima di dalam Kristus. Pasal 2, 3, 4 dan 5 mengutarakan kekayaan Kristus. Inilah satusatunya kitab yang memakai ungkapan "kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu" (3:8). Pada pasal 6, pasal terakhir, kita nampak peperangan. Jadi butir terakhir dari surat Efesus ialah peperangan rohani. Tatkala Anda dalam pengalaman rohani mencapai Efesus 6, niscaya Anda telah memiliki kenikmatan yang limpah terhadap kekayaan Kristus, sebab Anda sudah mengalami Kristus yang ada dari pasal 1 hingga 5. Karena Anda telah mengalami Dia sedemikian rupa, dan karena keperluan pembangunan Allah dan pemerintahan ilahi, Anda harus melakukan peperangan rohani. Pada tahap ini, Anda sudah mampu dan memenuhi syarat untuk berperang. Anda sudah matang dalam kehidupan Kristus. Dalam pengalaman atas Kristus yang kaya inilah Anda harus berperang, dan Anda pun mampu berperang.
Tatkala kita, dalam pasal ini, dibawa ke dalam medan peperangan, kita segera menjumpai istilah-istilah seperti: ketopong, perisai, baju zirah, pedang dan lain-lain. Ketopong atau baju zirah dibuat dari bahan apa? Sudah tentu bukan dibuat dari bahan yang lemah atau rapuh. Dalam 1 Samuel 17, tertera seorang serdadu raksasa yang sekujur tubuhnya terlindung oleh tembaga. Kepala, daria, lutut dan kakinya semua ditutupi dengan tembaga. Dan tombak yang dipakainya dalam berperang terbuat dari besi. Butir terakhir dari kekayaan. Kristus ialah, besi dan tembaga, sebab tahap terakhir dari pengalaman orang Kristen ialah peperangan rohani. Dalam peperangan itu kita perlu besi dan tembaga.
Unsur Kristus yang mana yang diwakili oleh besi dan tembaga? Alkitab menerangkan kepada kita, bahwa Kristus akan memerintah bangsa- bangsa dengan tongicat besi, karenanya besi mewakili kuasa Kristus. Kristus merupakan Oknum yang memiliki kuasa sepenuhnya untuk menguasai seluruh alarn semesta. Kuasa yang di sorga dan di bumi semuanya telah diberikan kepadaNya. Ia telah ditinggikan ke sorga, ke sebelah kanan Allah, bahkan menjadi Kepala atas segala sesuatu. Ia memiliki besi, tongkat besi ada dalam tanganNya. Ini sangat jelas sekali.
Lalu, aspek Kristus yang manakah yang diwakili oleh tembaga? Tembaga mewakili penghakiman Kristus. Namun kita harus nampak, bahwa kuasa dan kekuatan penghakimanNya berasal dari ujian-ujian yang pernah Ia alami. Ketika Ia di bumi, Ia pernah mengalami berbagai macam ujian dan pencobaan. KakiNya seperti tembaga yang telah dibakar dalam api. Kaki mewakili apa? Kaki mewakili tindakan, yaitu penghidupan di bumi. Jadi tindakan Tuhan di bumi pernah mengalami pembakaran dan ujian Allah. Ia bahkan'pernah dicoba oleh si musuh dan juga manusia. Melalui semua ujian itu, tindakan dan penghidupan Tuhan di bumi telah terbukti sempurna dan terang. Karenanya Ia memenuhi syarat menghakimi manusia, sebab Ia sendiri telah menerima ujian, penghakiman dan pembakaran. Ia tidak saja mengenakan tembaga, bahkan mengenakan tembaga yang telah melalui pembakaran, yang terang kemilau. Ia berkedudukan dan berhak untuk menghakimi.
PEMANFAATAN TEMBAGA
Bagaimana Anda dapat memanfaatkan hal ini? Kadang-kadang, ketika Anda mengikuti Tuhan, melayani Tuhan, atau berbicara bagi Tuhan dalam sidang, ada suatu pikiran masuk ke dalam benak Anda, membuat Anda merasa,diri sendiri begitu kotor dan penuh dosa. Pada saat-saat demikian, apakah yang harus Anda perbuat? Benar, Anda harus mohon Tuhan menutupi Anda dengan darahNya, dan menaungi pikiran Anda dengan diriNya sendiri. Tapi Anda belum nampak, sebetulnya apa itu? Itu tak lain adalah ketopong yang terbuat dari tembaga.
Anda mengenal bahwa Tuhan itu sempuma, yang bercahaya kemilau, yang pernah mengalami ujian dan yang telah dibuktikan. Lalu dalam iman Anda menggunakan roh Anda, berkata kepada musuh, Iblis, aku memang kotor, aku memang berdosa, tapi terpujilah Tuhan, Dia sempurna, Dia pernah diuji, Dia pernah dibuktikan, dan Dia pun adalah penaungku, Dia adalah ketopong yang kupakai di atas kepalaku!" Anda boleh menggunakan roh Anda demi iman untuk memanfaatkan Kristus yang pernah teruji, terbukti dan yang sempuma ini sebagai ketopong di atas kepala Anda.
Apakah Anda tak pernah mengalarni hal tersebut? Saya yakin Anda pernah, hanya saja Anda kurang jelas. Anda harus belajar dengan satu hati yang terang untuk memanfaatkan Kristus.
Saya tahu pekerjaan musuh itu sangat licik. Lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, ketika saya masih muda, demi rahmatNya, saya sangat mengasihi Tuhan. Setiap pagi saya pergi ke sebuah bukit untuk menyanyi, membaca Alkitab dan berdoa, dan sering kali diiringi cucuran air mata kasih dan sukacita. 0, alangkah manisnya persekutuanku dengan Tuhan, dan penyertaanNya sangat kaya! Tetapi ketika saya turun ke bawah, berbagai macam pikiran masuk ke dalam benakku. Setiap pagi selalu begitu. Mulanya saya menyangka dirikulah yang salah, maka saya segera mohon pengampunan Tuhan. Tapi puji Tuhan, hanya berselang beberapa hari saja saya menjadi jelas. Saya berkata, "Tidak, ini bukan masalahku. Aku begitu mengasihi Tuhan, aku suka membaca firmanNya dan berdoa, aku bersekutu begitu baik dengan Tuhan, mungkinkah pikiran-pikiran itu berasal diriku sendiri? Ini pasti dari musuh." Tahukah Anda apa yang saya lakukan? Saya meninju dengan telak si musuh itu. Itulah caraku berperang.
Setelah beberapa waktu, saya tahu bahwa ada sebuah ketopong di atas kepalaku; dan dalam seluruh perlengkapan perang Allah ada satu benda, yakni ketopong. Sejak saat itu saya mendapat satu pelajaran. Setiap kali pikiran-pikiran seperti itu datang mengganggu, saya segera berkata, "0 Tuhan, naungilah aku dengan ketopongMu. Haleluya, Kaulah pemenang! DarahMu adalah darah yang menang! 0, Tuhan, naungilah aku! 0 Tuhan, terpujilah DiKau!" Saya segera beroleh kemenangan. Lambat laun saya mengerti mengapa Tuhan begitu. efektif menjadi naunganku. Sebab Dia tidak saja pernah diuji dan dibuktikan oleh Allah, Dia pun pernah diuji dan dibuktikan okh manusia. dan Iblis. Dan tatkala Dia keluar dari ujian, Dia temyata demikian sempurna, terang dan kemilau. Dialah tembaga, tembaga yang pernah dibakar dan digembleng. Dia mampu, kuat, bersyarat, dan berkedudukan untuk melawan setiap serangan. Setiap kali musuh berjumpa dengan Sang Sempuma ini, ia pasti akan lari tunggang-langgang. Karena itu jangan sekali-kali berperang bersandar diri sendiri -- ini bukan urusan Anda. Peperangan adalah urusan Tuhan.
Selagi muda, saya pernah mendengar sebuah cerita yang tak mungkin kulupakan. Cerita itu memberi bantuan sangat besar kepadaku. Ayah dari seorang anak perempuan mempunyai seorang teman Kristen. Pada suatu hari, teman itu datang mengunjungi dia dan bersekutu dengannya. Anak perempuan itu mendengar persekutuan mereka. Teman ayahnya itu menghadapi suatu kesulitan yang.sangat besar, dan ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia selalu dikalahkan oleh musuh. Mendengar persekutuan itu si gadis kecil tak tahan diri dan menyela, "Tuan, aku tidak pernah dikalahkan oleh musuh! Anda yang jauh lebih besar daripadaku selalu dikalahkan, aku malah terus menang!" Teman itu menoleh dengan kagum dan bertanya, "Coba beritahu aku bagaimana kamu bisa mengalahkan musuh?" Jawab anak gadis itu, "0, itu. sangat mudah sekali. Ketika musuh datang mengetuk pintu kami, aku bertanya "Siapakah Anda" Musuh menjawab, "Aku Iblis" Kemudian aku membalas, "Baiklah, tunggu sebentar, aku panggil Tuhan Yesus datang!" Aku lalu mengundang Tuhan Yesus datang. Musuh lalu berkata, "0, tidak ada urusan apa-apa, aku harus cepat-cepat lari" Demikianlah Iblis lari pergi. Itulah caraku. Sungguh sangat mudah mengalahkan musuh."
Saya tidak tahu, cerita ini benar terjadi atau tidak. Namun ada satu perkara yang saya tahu pasti : Jika Anda ingin berperang dengan mengandalkan diri sendiri, Anda pasti gagal. Tetapi, setiap kali Anda berperang dengan disertai Kristus dan memanfaatkan Dia dengan iman Anda, Anda pasti menang. Kristus adalah yang pernah diuji dan dibuktikan, Dia adalah naungan Anda. Musuh tidak dapat berkata apa-apa, pun tidak dapat berbuat apa-apa terhadapNya. Karena itu, Anda wajib belajar memanfaatkan Dia sebagai naungan Anda.
Tuhan pernah diuji secara tuntas, maka sekarang Ia bersyarat untuk menghakimi orang lain. Dia memiliki tembaga, Dia memiliki naungan.
PEMANFAATAN BESI
Kini bagaimana dengan besi sebagai kuasa? Tuhan berkata, "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi." Namun persoalannya tidak sampai di sini saja. Tuhan pun berkata kepada kita, bahwa kuasa ini telah dikaruniakan kepada kita. Saudara saudari, tahukah Anda bahwa Anda punya hak untuk memakai kuasa Tuhan? Anda tidak saja mempunyai kekuatan, Anda pun mempunyai kuasa? Tahukah Anda perbedaan antara kekuatan dan kuasa?
Saya akan mengambil contoh untuk menerangkannya. Misalkan Anda memiliki sebuah mobil. Mobil itu pasti mempunyai kekuatan. Tapi ketika Anda di tengah jalan berjumpa dengan seorang polisi yang mengatur lalu lintas. Jika ia mengangkat tangannya, semua kendaman harus berhenti. Apa itu? Itulah kuasa. Itu adalah kuasa pernerintah. Polisi yang kecil itu adalah wakil pernerintah. Anda harus menaati perintahnya. Tidak peduli Anda memiliki kendaman macam apa, atau berapa besar Icekuatan kendaman Anda. Anda tetap harus berhenti. Tidak peduli Anda mengendarai sebuah sedan, truk atau bis umum, ketika ia berkata "Stop!" Anda harus stop. Kekuatan polisi jauh lebih keeil daripada kendaman yang mana pun, apa lagi dibandingkan dengan semua kendaman, tetapi ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh kendaraan-kendaraan yang kuat itu, yaitu kuasa. Tatkala ia berkata, "Stop!" semua orang harus berhenti. Kuasanya melampaui kekuatan Anda.
Betapapun musuh itu kuat, ia paling-paling hanya memiliki kekuatan, tapi kita memiliki kuasa. Kita memiliki kuasa dari Kepala alam semesta. Polisi yang kecil itu hanya sekadar mewakili pemerintah suatu kota, tapi kita mewakili Raja alam semesta! Saudara saudari, pernahkah Anda menikmati kuasa ini? Jangan-jangan kalau kesulitan tiba, Anda malah melupakannya, dan bertindak seperti pengemis. Anda lupa, bahwa Anda mewakili Kristus -- bukan yang lain, metainkan Kristus! Kuasa yang dipercayakan kepada Kristus telah dipercayakan kepada Anda. Tuhan memberitahu kita, bahwa Ia telah mengaruniakan kuasa kepada kita, agar kita dapat mengalahkan kekuatan musuh. 0, alangkah indahnya keselamatan ini! Semoga kita mengenal dan mengalaminya! Cobalah Anda manfaatkan kuasa yang dikaruniakan Kristus kepada Anda!
Polisi kecil yang berdiri di tengah jalan itu berkuasa menghentikan semua kendaman. Tapi jika saya berdiri di tempat itu dan berkata, "Stop!" jangan-jangan saya akan mati ditabrak mobil. Saya tidak memiliki kedudukan itu; saya tidak mempunyai seragam polisi. Jangan menyangka karena Anda adalah orang Kristen, Anda sudah dapat memakai kuasa atas musuh. Memang Anda memiliki kuasa, tapi di sini ada sedikit masalah : apakah Anda hidup dalam Kristus? Apakah Anda berada dalam kebangkitan? Polisi yang kecil itu hari ini dapat berdiri di sana dan memberi perintah apa saja: apa yang diikat akan terikat, dan apa yang dilepas akan terlepas. Tetapi, jika polisi itu besok pagi berdiri di situ tanpa mengenakan seragam polisi, ia tidak akan dapat berbuat apa-apa; tidak seorang pun yang mau menaati perintahnya, malahan nyawanya akan terancam bahaya. Ketika
ia berseragam polisi, semua kendaman di jalan harus mematuhinya, tetapi bila ia menanggalkan pakaian polisinya, pengaturan dan aba-abanya akan tidak ada artinya sama sekali, lagi pula ia sama sekali bukan lawan kendaman. Anda memang orang Kristen, tapi di manakah Anda berdiri? Anda hidup di mana? Anda berjalan di mana? Apakah Anda berjalan di dalam Kristus? Atau di dalam hayat alamiah? Aka Anda berada di dalam diri sendiri, atau di dalam hayat alainiah, Anda sudah kehilangan kedudukan, Anda sudah menanggalkan baju seragam, dan sudah kehilangan kuasa.
Ketika rasul Paulus masih hidup, ia pernah mengusir banyak roh jahat (Kisah Para Rasul 16:18; 19:12). Ia menghardik roh-roh jahat itu, dan mengusir mereka dalam nama Tuhan Yesus. Namun, ada orang lain, yaitu ketujuh anak Skewa, juga ingin melakukan perkara itu dalam nama Tuhan. Akibatnya roh-roh jahat itu tidak saja tidak mau pergi, malahan menerkam dan menyerang mereka, hingga mereka luka-luka dan melarikan diri dengan telanjang (Kisah Para Rasul 19:13-16). Mereka tidak punya kedudukan, mereka pun tidak punya kuasa. Roh-roh jahat itu mengenal Paulus dan menuruti perintahnya, tetapi tidak mengenal mereka, pun tidak menurut perintah mereka. Kuasa tergantung pada manusianya itu.
Kita pun wajib nampak bahwa besi berasal dari dalam batu, dan batu berasal dari gunung. Batu berada dalam kebangkitan. Selama Anda masih berada di atas kedudukan segumpal tanah, Anda tidak mungkin dapat memanfaatkan kuasa. Jika Anda sebagai manusia alamiah dari tanah, Anda tidak memiliki kedudukan, dan hak; sebab di dalam Anda tidak ada besi. Akan tetapi jika Anda adalah batu, hidup di dalam Kristus, hidup di dalam kebangkitan, Anda akan dengan spontan memiliki kuasa. Anda tidak perlu meminta untuk memperolehnya, Anda cukup mengambil dan memanfaatkannya saja. Anda boleh berkata, "Aku hidup di dalam Kristus; aku memiliki kuasa di sorga, dan aku ingin memanfaatkannya." Ketahuilah, hal itu dapat Anda lakukan dengan berhasil.
Tuhan bersabda kepada kita, "Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga" (Matius 18:18). Itulah kuasa. Tapi ingat, Anda harus berada dalam hayat kebangkitan, Anda harus memiliki kedudukan kebangkitan. Ini merupakan satu masalah yang berkaitan dengan kebangkitan. Dengan demikian Anda memiliki kerajaan, Anda memiliki gunung, dan karenanya kerajaan akan didatangkan. Karena kita mengenal penghakiman dan kuasa Kristus, kita dapat memanfaatkan penghakiman dan kuasaNya. Di antara kita ada gunung, ada kerajaan, ada pemerintahan ilahi dan ada kuasa Allah.
Ulangan 33:25 menerangkan kepada kita, bahwa palang pintu terbuat dari besi dan tembaga. Pintu menjadi pelindung atau pengaman dan pertahanan kita. Jika kita dapat memanfaatkan kuasa dan penghakiman Tuhan, kita akan memiliki keamanan dan perlindungan. Pintu kita dibubuhi palang dengan kuasa dan penghakiman Tuhan. Karena itu, kaum imani yang paling terjamin keamanannya adalah mereka yang tahu memanfaatkan kuasa Kristus. Mereka perkasa sebab mereka ada kuasa; karenanya mereka memiliki keamanan, perlindungan, dan perhentian.
Pembangunan Allah selalu terlaksana karena orang-orang Kristen semacam ini. Mereka tidak saja merupakan bahan-bahan pembangunan, tidak saja merupakan batu-batu untuk rumah, bahkan mereka justru adalah rumah yang terbangun bersama. Pada kaum imani semacam ini ada kuasa Allah dan pemerintahan ilahi. Sebab itu, di antara mereka ada kerajaan Allah, ada gunung dan bukit. Dengan sendirinya kita harus terus bertumbuh, dari tahap pertama ke tahap kedua, ketiga dan keempat. Kita harus belajar memanfaatkan Kristus dalam tahap pertama, yaitu menikmati Dia sebagai air hidup. Kita pun harus belajar memanfaatkan Dia dalam tahap kedua, sebagai makanan keras. Kita harus belajar menikmati Kristus hingga suatu tingkat, sampai Ia manis dan kaya bagi kita, bagaikan susu dan madu sepanjang hari. Nah, sampai tingkat ini kita sudah mencapai kematangan, dan sudah memiliki kedudukan untuk memanfaatkan kuasa dan penghakiman Tuhan.
Bila kita memiliki kuasa, kita tidak perlu lagi menangani begitu banyak urusan, bahkan tidak perlu lagi berdoa untuk urusan-urusan itu. Sebab kita mempunyai hak untuk menguasai urusan-urusan tersebut. Sewaktu sebuah kendaraan datang dari arah yang berhadapan dengan polisi, polisi itu tak perlu menelpon kepada walikota untuk minta petunjuk untuk menyetop kendaraan itu. Itu sangat lucu sekali! Sebab polisi sudah menerima kuasa untuk melakukan hal tersebut. Demikian pula, kita tidak usah mohon pertolongan dari Allah, sebab kita boleh dan seharusnya berdiri di atas posisi kita untuk menggunakan kuasa kita.
Namun biarlah saya ulangi : Jika kehidupan kita belum mencapai kernatangan tertentu, kita tidak dapat berbuat demikian. Rasul Paulus tidak usah diragukan lagi, ia sudah mempuilyai kedudukan untuk menggunakan kuasa itu. Ketika seorang saudara dalam gereja di Korintus menghadapi suatu masalah, dan Paulus tidak dapat membiarkannya, ia berkata kepada mereka, bahwa ia sudah menghukum saudara tersebut, bahkan telah menyerahkannya kepada Iblis dalam nama Tuhan Yesus (1 Korintus 5:3-5). Di sini Paulus menggunakan haknya, kuasanya. Jika kita ingin berbuat demikian, kita pun harus memiliki kematangan kehidupan seperti yang dimiliki Paulus.
0, saudara saudari, kita harus menengadah kepada Tuhan, agar kita setiap hari dapat belajar memanfaatkan Kristus yang aimuhit dengan kekayaanNya yang tak terduga ini. Kita harus terus mengalami Dia, dari air hidup hingga besi dan tembaga.
Masih ada banyak butir lagi dalam kekayaan Kristus yang tak terduga. Dalam beberapa ayat ini, saya hanya memberi sedikit petunjuk kepada Anda. Kita pernah membaca perkataan yang tercantum dalam kitab Yehezkiel 34:29, "Aku akan mendirikan bagi mereka suatu tumbuh- tumbuhan yang ternama" (T1). Kristus adalah tumbuh-tumbuhan yang ternama -- kita tidak tahu nama itu. Kristus adalah tumbuh-tumbuhan yang lain, yang istimewa itu. 0, alangkah kayanya Kristus! Tak habis kita pakai selamanya. Dalam Alkitab masih terdapat tumbuh-tumbuhan lain vang melambangkan Kristus. Dalam Kidung Agung 2:5 terdapat pohon apel, (Tl, buah jeruk). Jadi Kristus pun adalah sejenis pohon jeruk. Ada banyak tumbuh-tumbuhan sebagai lambang Kristus yang menunjukkan Ia mempunyai berbagai aspek kekayaan untuk kita alami. Dalam Keluaran 30:23,24, rempah-rempah untuk membuat minyak urapan terdiri dari beberapa jenis tumbuh-tumbuhan: mur, kayu manis, tebu, dan kayu teja. Ada lagi getah damar, kulit lokan dan getah rasamala dan kemenyan yang tulen, semuanya merupakan wangi-wangian (30:34). Tumbuh-tumbuhan tersebut semuanya sangat bermakna dan sangat manis. 0, kekayaan yang benar-benar tak habis dipakai!
Tanah ini benar-benar tanah yang baik, luar biasa baiknya. Kebaikannya teristimewa terletak pada kekayaannya yang tak terduga. Betapa kayanya tanah ini! Inilah lambang Kristus yang almuhit. Marilah kita mengalami, menikmati dan memanfaatkan Sang Almuhit yang mulia ini dengan sekuat tenaga kita. Semoga Tuhan merahmati kita!