Bab 7
Kekayaan Tanah Permai yang Tak Terduga
(3) MINERAL
Ulangan 8:9, "… Suatu negeri, yang batunya me ngandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga". Perhatikanlah, di sini besi digabungkan dengan batu, dan tembaga digabungkan dengan gunung. Jadi berarti besi berkaitan dengan batu, sedang tembaga berkaitan dengan gunung.
Kejadian 4:22, "... bapa semua tukang tembaga dan tukang besi". Di sini tembaga dan besi berkaitan dengan perkakas tajam.
Ulangan 33:25, "Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu". Di sini tembaga dan besi berkaitan dengan palang pintu dan berkaitan dengan kekuatan. Dalam Alkitab versi American Standard terdapat penjelasan : "kekuatan"dapat juga diterjemahkan "perhentian" atau "keamanan".Lebih baik diterjemahkan "keamanan" -- "selama umurmu kiranya keamananmu." Jadi, di sini tembaga dan besi berkaitan dengan keamanan. Aka Anda ada kekuatan Anda akan memiliki keamanan; dan jika Anda ada keamanan, Anda akan memiliki perhentian.
Yeremia 15:12, "Dapatkah orang mematahkan besi, besi dari utara dan tembaga?" Ayat ini menunjukkan kekuatan besi dan tembaga. Artinya : tidak ada orang yang dapat mematahkan besi dan tembaga.
Satu Samuel 17:5-7, "Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga. Gagang tombaknya sepertipesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya.." Pejuang raksasa ini dari kepala sampai kakinya ditutupi dengan tembaga, dan senjatanya dibuat dari besi. Jadi ia menyelubungi dirinya dengan tembaga, sedangkan senjata perangnya dibuat dari besi.
Wahyu 1: 15, "Dan kakiNya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian.."
Mazmur 2:9, "Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukangperiuk". Dalam Wahyu 1, tembaga berkaitan dengan Kristus Sang Pemenang dan Sang Hakim. KakiNya mengkilap bagaikan ternbaga membara di dalam perapian. Sedang dalam Mazmur 2, besi berkaitan dengan gada yang Tuhan pakai untuk meremukkan bangsa-bangsa.
Matius 5:14, "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di alas gunung tidak mungkin tersembunyi".
Mazmur 2:6, "Akulah yang telah melantik rajaKu di Sion, gunungKu yang kudus!" Dalam Matius pasal 5, kota berkaitan dengan gunung, dan dalam Mazmur pasal 2, gunung Sion berkaitan dengan Sang Terurap, yaitu Kristus.
Satu Petrus 2:4, 5, "dan datanglah kepadaNya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah!" Di sini kita diberitahu, bahwa Tuhan adalah batu hidup. Kita pun adalah batu hidup. Semua batu hidup ini adalah untuk membangun rumah rohani Allah.
Yehezkiel 37:22, "Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di alas gunung-gunung Israel, dan satu Raja memerintah mereka seluruhnya.." Dalam ayat ini kita nampak, bahwa bangsa dan tanah berkaitan dengan raja dan gunung. Tuhan berkata, bahwa Ia akan menjadikan mereka satu bangsa atau kerajaan, tidak saja di tanah mereka, bahkan di atas gunung Israel, yaitu di atas gunung di tanah itu.
Mazmur 87:1, "Di gunung-gunung yang kudus ada kota Yang dibangunkanNya".Di sini bangunan Allah berkaitan dengan gunung.
Mazmur 48:2-3, "Besarlah TUHAN dah sangat terpuji di kola Allah kita! GunungNya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu jauh di sebelah utara, kota Raja Besar". Di sini kota Allah berkaitan dengan gunung kudus, sedang kota Raja Besar berkaitan dengan gunung Sion.
Dalam semua kaitan ini terkandung makna rohani yang sangat penting. Di sini terdapat empat butir : batu, gunung, besi, dan tembaga. Batu untuk pembangunan, gunung untuk kota, yaitu inti atau pusat negara dan kerajaan. Besi dan tembaga adalah bahan-bahan senjata.
KEEMPAT JENIS KEKAYAAN
Kita telah nampak, bahwa tanah itu : (1) kaya dengan air; (2) kaya dengan tetumbuhan; (3) kaya dengan hewan; dan (4) kaya dengan mineral. Seluruhnya ada empat jenis. Urutannya ini sangat bermakna, juga sangat rohani.
Pertama, kita harus ada air. Tetumbuhan tidak dapat hidup dan bertumbuh tanpa air. Pepohonan pun tidak dapat hidup dan bertumbuh tanpa air. Karena itu, air mendatangkan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan.
Pada tahun 1958, saya mengunjungi tanah Palestina, sebidang tanah yang sekarang kita bicarakan ini. Setelah tinggal beberapa hari di Yerusalem, kami lalu melihat-lihat Yerikho, kota yang pernah terkutuk. Yerusalem dibangun di atas gunung yang tingginya 3000 sampai 4000 kaki di atas permukaan laut. Sedang lembah Yerikho, yaitu di lokasi Laut Mati, berada pada 600 sampai 700 kaki di bawah permukaan laut. Karena itu, dari Yerusalem menuju "Lembah Maut" Yerikho kami harus turun ke bawah terus; dengan kendaraan kira-kira selama 3 jam.
Setiba di lembah itu, kami tak ubah seperti berada dalam perapian. 0, alangkah panasnya! Lagi pula tidak ada angin sedikit pun. Daerah itu merupakan suatu gurun yang gersang lagi panas, yang ada di situ hanya hawa panas dan debu. Kami melihat bekas-bekas peninggalan kota kuno Yerikho di lingkungan yang serba gersang dan kering ini. Di batas kota ini terdapat sebuah sumber air. Ini benar-benar membuat kami girang. Sumber tersebut konon adalah air yang pernah disembuhkan oleh nabi Elisa. Itulah sebabnya kami sangat tertarik untuk melihatnya. Di situ terdapat mata air yang memancar, dan ada sebatang aliran air. Lalu kami mengikuti aliran air itu sampai ke tempat yang jauh, dan terlihat di sana ada sebidang tanah luas yang di tumbuhi dengan pohon-pohon palem dan rumput hijau serta bermacam-macam pohon lainnya. Sungguh enak dilihat. Lihatlah, ada mata air, ada pancaran, ada sungai, kemudian ada pula sebidang tanah hijau.
Roh Kudus menomor satukan air. Mata air, pancaran, dan sungai mendatangkan berbagai jenis kehidupan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan.
Ternak itu makan apa? Makan tumbuh-tumbuhan, kehidupan tumbuh- tumbuhan. Anda di sini melihat urutannya. Pertama air, kemudian tumbuh- tumbuhan, kemudian binatang. Setelah ketiga butir ini, Roh Kudus lalu beralih ke butir lainnya, yakni batu dan gunung, yang menghasilkan besi dan tembaga.
Saudara saudari, kita harus memiliki kesan yang dalam terhadap urutan ini, sebab hal ini seratus persen sesuai dengan tahapan hidup rohani kita.
TAHAPAN HIDUP ROHANI
Tahap pertama dari hidup rohani kita ialah mengalami Kristus sebagai air hidup. Tuhan Yesus berkata, "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum!" (Yoh.7:37). Islilah Injil bagi orang dosa. Bila Anda datang dan minum, Anda akan dipenuhi, dan dahaga Anda akan dileraikan. Ketika kita datang ke hadapan Tuhan, kita akan mengalamiNya sebagai air hidup, sungai air hidup. Kalau kita terus-menerus dalam pengalaman ini, kita akan lebih maju. Alkitab mengatakan, bahwa dari takhta Allah dan Anak Domba mengalir sebuah sungai air hidup, dan di sisi sungai tumbuh pohon kehidupan. Air hidup mendatangkan Kristus sebagai suplai makanan. MeIalui mengalami Kristus sebagai air hidup, Anda akan nampak dalam air ini tumbuh berbagai jenis pohon, Anda akan mengalami Kristus sebagai suplai makanan. Mengalimya air hidup disusul dengan roti hidup, makanan hidup. Ini berarti Anda tidak saja mengalami air, juga suplai Kristus sebagai berbagai macam makanan. Semua macam makanan ini akan membawa Anda kepada kematangan, agar Anda dipenuhi oleh Roh Kudus. Di hadapan Allah, Anda akan menjadi sebatang pohon zaitun, seorang anak minyak.
Sampai tahap ini, Anda sudah matang. Pengalaman Anda terhadap Kristus begitu kaya dan manis, bagaikan susu dan madu. Madu adalah intisari kehidupan nabati, dan susu adalah intisari kehidupan hewani. Jadi susu dan madu merupakan intisari segala suplai makanan. Kadang-kadang ketika roh Anda merasa lemah, Anda mengecap sedikit Kristus, Anda akan merasa betapa kaya dan manisnya Dia. Anda hanya menikmati sedikit Kristus sebagai susu dan madu. Tetapi ketika Anda benar-benar matang dalam hayat Kristus, maka Kristus akan menjadi susu dan madu Anda setiap hari. Ketika Anda baru berkontak dengan Kristus, Anda merasa seolah meminum air hidup, tetapi ketika Anda matang dalam Kristus, Anda akan merasa setiap hari Anda minum susu dan madu. Betapa manis dan kayanya Dia terhadap Anda. Memang air hidup pun tercakup dalam susu dan madu, tetapi minuman ini jauh lebih kaya daripada air.
Pertama kali saya datang ke Amerika, saya mendapat satu kesan yang sangat dalam. Pada suatu kali saya haus, lalu minta sedikit air minum kepada saudara yang menerimaku. Saya bertanya kepadanya, apakah ada teko, dan dia minta maaf, karena tidak ada teko. Saya mengeluh, "Astaga, masakan Amerika begini miskinnya? Sampai sebuah teko pun Anda tidak punya! Di tempat asalku, kami memiliki bermacam-macam teko, besarkecil." Lalu saya bertanya kepadanya, apakah ia ada termos. Ia pun menjawab tidak ada. Saya menjadi tidak habis pikir. Tetapi kemudian, di luar dugaanku, ia memberiku segelas susu sambil berkata, "Saudara, di Amerika, orang minum susu, tidak minum air. Setiap hari, pagi, siang, sore dan malam, kami selalu minum susu." Hal ini sungguh memberi kesan yang sangat dalam bagiku. Saya berkata, "Oh, negara kalian sungguh kaya, sehingga setiap hari orang minum susu sebagai pengganti air."
Pengalaman pertama terhadap Kristus ialah pengalaman air hidup. Setelah kita bertumbuh di dalamNya dan hidup kita matang sedemikian rupa, tidak saja kita mengalami Kristus sebagai air hidup, bahkan sebagai susu dan madu yang mengalir. Urutan ini perlu Anda perhatikan. Roh Kudus menempatkan madu sebagai yang terakhir pada butir tumbuh- tumbuhan, dan menempatkan susu dan mentega di belakang lembu, kambing dan binatang lainnya. Ini berarti, bila Anda menikmati Kristus sebagai kehidupan nabati hingga ke tingkat tertentu, Anda akan menikmati-Nya sebagai madu. Lagi pula, bila Anda menikmati Dia sebagai kehidupan hewani sampai tingkat tertentu, Anda pun akan merasakan Dia sebagai susu. Dia akan menjadi begitu kaya dan manis bagi Anda. Nah sampai saat ini Anda sudah agak matang.
Sekarang kita - tiba pada tahap terakhir, yakni tahap mineral. Kita tiba pada tempat yang berkaitan dengan batu, gunung, besi, dan tembaga. Untuk apakah semua benda ini? Untuk pembangunan, kerajaan, peperangan, dan keamanan. Bila di antara orang Kristen ada kehidupan yang matang, pembangunan tempat kediaman Allahpun akan terlaksana dan peperangan rohani akan ditempuh. Dengan kata lain, bila kaum imani di suatu tempat mencapai kematangan karena mengalami Kristus, mereka akan dapat mendatangkan pembangunan rumah Allah, bahkan dapat berperang bagi Allah. Kita wajib nampak dengan jelas, begitu kita menikmati Kristus sampai tingkat tertentu, pasti akan timbul semacam akibat, yakni pembangunan dan peperangan. Kedua hal ini selalu ber alan bersama. Jika Anda ingin memiliki tempat kediaman Allah, Anda harus siap untuk berperang. Untuk pembangunan Allah, kita memerlukan bahan-bahan, sedang untuk peperangan rohani kita perlu. senjata. Semua ini mutlak tergantung pada batu, gunung, besi, dan tembaga.
Kita harus ingat, kota dan bait dibangun di atas tanah itu, sedang bahan-bahan untuk membangun kota dan bait adalah batu, besi dan tembaga. Benda-benda mineral ini menunjukkan bahwa ada sebagian elemen dalam kehidupan Kristus yang merupakan bahan pembangunan, juga senjata untuk berperang. Benda-benda tersebut adalah sebagian dari kekayaan kehidupan Kristus.
Bisa atau tidaknya kita mencapai tahap ini, tergantung pada kadar pengalaman kita atas Kristus. Jika kita setiap hari hanya menikmati Kristus sebagai air hidup, kita tidak mungkin mencapai tingkat itu, yaitu tak dapat mewujudkan pembangunan Allah di antara kita. Kita akan tetap sangat hijau. Kita harus menikmati Kristus sebagai air hidup, gandum, jelai, ini dan itu, tetapi kita wajib menikmatiNya sampai suatu taraf, kemudian baru Allah beroleh tempat kediaman, dan baru kita dapat berperang melawan musuh.
Kadang-kadang Anda bertemu dengan seorang saudara atau saudari, dan Anda merasa keadaannya cukup baik, tetapi masih ada kekurangannya. ltu tidak berarti ia berbuat dosa, sebaliknya ia di hadapan Tuhan sangat tulus, sikapnya pun aktif dan positif. Namun dalam lubuk roh Anda merasa, bahwa ia mempunyai satu kekurangan. Anda sukar untuk menjelaskannya dengan kata-kata yang tepat. Mungkin Anda dapat mengatakan bahwa dia agak lemah. Saya percaya Anda memahami maksudku. Mereka ibarat seketul roti. Roti itu baik dan berguna, tetapi sangat lembut dan lemah. Atau Anda boleh mengibaratkannya seperti segelas susu. Susu sangat baik lagi sangat bergizi, tetapi ia hanya benda cair, lemah sekali. Tetapi, jika sekarang Anda memegang sebutir batu, sepotong besi atau tembaga, o, betapa keras dan kuatnya! Tetapi orang ini tidak demikian. Dia bukan batu, batinnya pun tanpa besi dan tembaga. Anda tidak dapat menggunakan susu sebagai senjata untuk berperang. Anda pun tak dapat berperang dengan seketul roti, begitu pula dengan sebutir buah ara. Itu sangat lucu! Anda harus memiliki besi atau tembaga; Anda harus memiliki sesuatu yang kuat. Anda tak mungkin membangun rumah dengan susu. Anda tak dapat memperoleh sebuah tempat kediaman dengan menumpukkan roti-roti, Anda harus memiliki batu, Anda harus memiliki bahan-bahan pembangunan. Tambahan pula, Anda harus memiliki sebuah gunung, agar Anda bisa mendapatkan bahan-bahan untuk membangun rumah Allah.
Kadang-kadang, ketika saya bertemu dengan seorang hamba Tuhan, saya merasa seolah bertemu dengan sebuah gunung. Saya tidak dapat melukiskan betapa kaya, perkasa, kokoh, dan stabilnya dia. Dia benar-benar mirip sebuah gunung. Ketika ia duduk, ia ibarat sebuah gunung. Anda tak berdaya menjatuhkannya. Kalau Anda mencoba menjatuhkannya, Andalah yang sebaliknya dijatuhkan olehnya. Inilah sebuah gunung tinggi. Anda tidak mampu menanggulanginya, malah Andalah yang akan ditanggulangi olehnya.
Inilah tahap terakhir dari kehidupan rohani. Anda sangat berkemungkinan mencapai tingkat yang demikian. Anda sangat berkemungkinan menjadi sebuah batu di antara anak-anak Allah, menjadi sokoguru di dalam gereja. Dapatkah Anda membuat sokoguru dari roti? Dapatkah Anda membuat sokoguru dari turnpukan buah anggur? Tidak, Anda sama sekali tidak dapat berbuat demikian. Anda hanya dapat membuat sokoguru dari batu, besi atau tembaga, benda-benda ini baru cocok. Pembangunan Allah memerlukan batu, besi, tembaga, dan gunung. Semua bahan tersebut berkaitan dengan pembangunan Allah. Lagi pula, kelak kita akan nampak, bahwa semua benda itu berkaitan pula dengan kerajaan Allah.
DIUBAH DARI TANAH MENJADI BATU
Selama kita masih sebagai bayi dalam Kristus dan masih minum air kehidupan, bagaimanakah pembangunan Allah dapat terwujud di antara kita? Itu mustahil. Karenanya kita harus bertumbuh, harus matang melalui mengalami Kristus. Kita harus menjadi batu. Tuhan itulah batu hidup, kita pun harus menjadi batu hidup, baru kita dapat menjadi bahan-bahan pembangunanNya.
Secara kiasan dapat dikatakan bahwa di dalam Adam, kita adalah segumpal tanah; bukan batu. Tempat kediaman Allah dibangun dengan batu. Sebagai tanah, bagaimana kita dapat menjadi bahan pembangunan tempat kediaman Allah? Itu mustahil. Kita harus diubah dari tanah menjadi batu. Kita harus mengalami dan menikmati Kristus secara praktis, agar Roh Kudus mengubah kita.
Adakalanya ada seorang saudara mengunjungi saya, dan saya merasa pada dirinya ada sedikit perubahan. Tetapi sayang sekali, kadar batu dalam batinnya hanya sedikit, sebagian besar masih merupakan tanah. Mungkin Anda pernah menjumpai saudara yang demikian. Kelihatannya ia mengalami sedikit perubahan, ia agak mirip segumpal batu, tetapi sebagian besar dari manusianya masih bereorak seperti asalnya, sebagian besar masih berada dalam Adam, tetap tanah, tetap sangat alamiah.
Pada suatu hari saya bersekutu dengan beberapa saudara. Ada seorang saudara sangat gigih mempertahankan pendapatnya dalam suatu perkara. Lalu saya berkata kepadanya, "Saudara, dalam roh Anda adalah sebutir batu kecil, tetapi kepala Anda adalah segumpal tanah." Banyak saudara saudari yang pikirannya masih belum diperbaharui dan diubah, masih merupakan pikiran yang alamiah, penuh dengan konsepsi dan pikiran alamiah. Ini adalah kepala dari tanah. Melalui pembaruan pikiran, kita yang asalnya segumpal tanah akan berubah menjadi segumpal batu. Setelah berubah menjadi batu, kita masih harus dibakar dan ditekan, agar kita berubah lebih lanjut, yaitu dari batu biasa menjadi batu pennata. Di Yerusalem Baru, Anda tak dapat menemukan tanah sedikitpun, tak ada batu biasa sebutir pun, semuanya batu permata. Yerusalem Baru dibangun dengan batu-batu permata.
GUNUNG DAN BUKIT
Kita tahu, bahwa batu selalu bergandengan dengan gunung dan bukit. Jika ingin batu besar, harus ada gunung besar pula. Di dataran, Anda sukar menemukan batu besar. Apakah artinya gunung dan bukit? Gunung dan bukit dalam Alkitab selalu melambangkan kebangkitan dan kenaikan ke sorga. Gunung dan bukit melampaui tanah, berada di atas dataran. Sebagai segumpal tanah, bagaimana Anda dapat berubah menjadi segumpal batu? Hanya dalam kehidupan kebangkitan barulah mungkin! Semua batu hidup rohani berada dalam kehidupan kebangkitan, mereka berpadu dengan batu gunung kebangkitan Kristus itu. Bila kita semua hidup dalam kehidupan Adam, hidup dalam kehidupan dan tabiat yang lama, kita hanya akan berada di atas dataran. Di antara kita tidak ada gunung, tidak ada pula batu. Tetapi, bila kita berjalan dalam kehidupan kebangkitan, kita akan menikmati realitas gunung dan bukit, dan selanjutnya pasti akan mendatangkan batu-batu.
Baiklah kita jelaskan dengan sebuah contoh. Misalkan saya bersidang bersama beberapa saudara saudari. Saya adalah seorang saudara yang bertindak menurut kehidupan alamiah, lalu ada seorang saudara juga hidup dalam kehidupan alamiah. Seorang saudari yang kekasih yang bersidang bersama, selalu hidup dan bertindak dalam emosinya. Adakalanya ia sangat gembira, adakalanya ia sangat gelisah dan murung. Kami semuanya menjadi kaum imani yang demikian alamiah, yang selalu hidup dan bertindak dalam kehidupan alamiah. Kalau begitu dapatkah Anda merasakan sifat bukit di antara kami? Mutlak tidak! Sebab kami semua tanah, semua berada di atas dataran. Anda tidak dapat menemukan batu, yang ada hanyalah debu tanah, tanah, sekali lagi tanah .... tidak ada yang lain. Kalau tidak ada gunung dengan sendirinya tidak ada batu. Jika Anda ingin memperoleh batu, Anda harus pergi ke negara pegunungan.
Misalkan ada lagi sekelompok orang imani. Mereka telah mengetahui sedikit tentang salib, tentang penyangkalan sifat alamiah, karenanya mereka telah memiliki pula pengenalan terhadap kehidupan kebangkitan dalam tingkat tertentu. Mereka hidup dalam kebaruan kehidupan, dan melayani dalam kebaruan rob, mereka hidup dalam kebangkitan. Ketika Anda berada di tengah-tengah mereka, Anda dapat merasa bahwa mereka memiliki sesuatu yang membubung tinggi, yang terangkat, yang lebih tinggi daripada Anda. Anda merasa di dalam mereka dan di antara mereka ada bukit rohani, ada gunung rohani. Di antara mereka tidak sulit menemukan batu-batu, bahkan batu-batu permata. Jika Anda memandang seorang saudara di antara mereka, Anda melihat ia adalah sebutir batu; jika Anda memandang seorang saudari di antara mereka, puji Tuhan, ia pun sebuah batu. Di situ ada batu, sebab di situ ada gunung dan bukit.
Gunung dan bukit adalah untuk membangun bait Allah, kota Allah, dan kerajaan Allah. Dalam Alkitab banyak kota dibangun di atas gunung dan bukit. Sewaktu saya melancong ke Palestina, saya lihat hampir setiap kota di sana dibangun demikian, sedikit sekali kota-kota yang dibangun di lembah atau dataran. Kota adalah pusat suatu negara. Dalam Perjanjian Lama kota selalu menjadi lambang negara/kerajaan. Maka, pemikiran Roh Kudus dalam ayat-ayat tersebut ialah, bila ada gunung rohani dan bukit rohani di antara anak-anak Allah, dengan sendirinya di situ ada batu, dan ada bahan-bahan pembangunan bait. Kuasa dan kerajaan Allah pun ada di situ. Setelah Tuhan bangkit dari kematian, Ia berkata kepada kita, bahwa semua kuasa di sorga dan di bumi telah dikaruniakan kepadaNya. Kuasa rohani dan sorgawi selalu berada dalam kebangkitan. Jika Anda dan saya hidup dan bertindak dalam kehidupan kebangkitan Kristus, kita pasti akan memiliki kuasa sorgawi itu.
Kebanyakan orang memiliki konsepsi yang sangat keliru terhadap kuasa gereja. Kuasa gereja sedikit pun tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi, ia mutlak merupakan masalah kebangkitan. Andaikata dalam suatu gereja lokal ada dua orang saudara yang hidup dalam kebangkitan, maka kuasa sorgawi akan diserahkan kepada mereka; dan mereka adalah kuasa gereja. Mereka adalah bukit dari gereja lokal itu. Kebangkitan ada pada diri mereka, karenanya mereka pun memiliki kuasa kerajaan.
Jika kita hanya sebagai bayi dalam Kristus, kita hanya mengalami Dia sebagai air hidup, atau suplai makanan. Walau kita selalu berhimpun bersama dan merasa sangat gembira, tetapi keadaan kita sangat kekanak- kanakan. Sering kah kita hanya bersukaria secara alamiah, atau berduka dalam emosi yang alamiah. Tidak ada bukit dan batu di antara kita. Kita hanya segumpal tanah. Dalam kondisi demikian, dapatkah Anda nampak kuasa gereja? Mutlak tidak! Munculnya kuasa gereja tergantung pada kaum saleh memahami apakah artinya disalibkan bersama Tuhan Yesus, dan hidup dalam kebangkitan. Bila mereka tertawa, mereka tertawa dalam kebangkitan; bila menangis, mereka menangis dalam kebangkitan. Bahkan, bila mereka marah pun, mereka marah dalam kehidupan kebangkitan. Mereka mengalami hayat kebangkitan Tuhan dalam penghidupan sehari- hari. Hal ini bukan sekedar suatu. ajaran bagi mereka, melainkan kenikmatan setiap hari yang praktis. Ketika Anda bertemu dengan mereka, Anda merasa bahwa mereka adalah batu-batu dari gunung, kuasa gereja. kka kaum saleh di sini demikian, maka di sini akan ada bait dan kerajaan Allah. Di sini akan terbangun bait dan kerajaan.
Jangan sekali-kali mengira, karena Anda telah membaca berita ini maka Anda memiliki semua ini. Apa yang kita bicarakan membutuhkan waktu untuk kita dapatkan. Saya hanya memberi Anda beberapa petunjuk. Ini hanya selembar peta, untuk Andajalani. Terimalah hal ini dan praktikkanlah dengan rendah hati. Jangan mengira besok pagi Anda sudah menjadi sebuah gunung. Tidak! Doakanlah hal-hal ini, dan berusahalah untuk mempraktikkannya. Setelah itu, barulah Anda bisa beroleh faedahnya.