Bab 6
Kekayaan Tanah Permai yang Tak Terduga
(2) MAKANAN (Lanjutan)
Pembacaan Alkitab :
Ulangan 8:7,8; 7:13; 32:13,14; Hakim-Hakim 9:9,11,13; Yehezkiel 34:29; Bilangan 13:23,27; Zakharia 4:12-14
Kita telah nampak ketiga butir dari makanan di tanah baik Kanaan : gandum, jelai, dan pohon anggur. Mari kita perhatikan sekali lagi urutan tersebut : pertama gandum, lalu jelai, dan kemudian pohon anggur. Jadi, yang pertama dalam pengalaman kita ialah Yesus yang berinkarnasi, yang terbatas, yang tersalib, dan yang dikubur; setelah itu kita menjamah Kristus yang bangkit. Melalui kuasa kebangkitanNya, kita dapat menempuh hidup yang ditempuhNya di bumi. Melalui Kristus yang bangkit, kita dapat menempuh hidup Yesus yang berinkarnasi dan terbatas. Setelah itu kita melihat, semakin kita menikmati Kristus, kita semakin menderita sengsara. Semakin sering kita menikmati Kristus yang bangkit, kita semakin dimasukkan ke dalam kilangan anggur. Kita akan dikilang agar kita menghasilkan sesuatu yang menggembirakan Allah dan manusia. Pengalaman kita dapat membuktikan hal tersebut.
POHON ARA
Sekarang kita tiba ke butir keempat -- pohon ara. Dalam kitab Hakim-hakim 9:11 dikatakan, bahwa pohon ara mewakili kemanisan dan buah yang indah. Pohon ini menunjukkan betapa kemanisan dan kepuasan Kristus telah menjadi suplai kita. Pada butir pertama, gandum, kita tidak melihat kernanisan dan kepuasan, demikian pula pada jelai. Pohon anggur pun tidak menekankan kemanisan dan kepuasan Kristus sebagai suplai kita. Untuk memperoleh suplai ini kita harus datang ke butir keempat, yakni pohon ara.
Dari pengalaman dapat kita ketahui, semakin kita menikmati Kristus sebagai gandum, jelai, dan anggur, kita akan semakin menikmati kernanisan dan kepuasan Kristus. Semakin kita menikmati Kristus sebagai Sang Kebangkitan, kita pun akan semakin terkilang, yaitu semakin mengalamiNya sebagai pohon anggur. Tetapi, puji Tuhan, pada saat demikian kita akan mengalami kernanisan dan kepuasan Kristus sebagai suplai kita.
Sekitar tiga puluh tahun yang talu, di sebelah utara propinsi Kiang-su, Cina, ada seorang saudari. Ia jatuh sakit. Saat itu kebetulan terjadi bencana kelaparan. Saudari itu sangat miskin. Ketika ia sakit ia telah beroleh rahmat dan percaya kepada Tuhan. Di bawah tentangan yang hebat dari seisi keluarganya, kehidupan rohaninya malah bertumbuh sangat pesat. Pada masa itu pula suaminya meninggal dunia, hal tersebut makin membuatnya tertekan. Ia seolah berpindah dari satu kilang ke kilang yang lain. Meskipun pengetahuannya sangat kurang, namun dalam roh ia sangat berpengalaman, ia telah mengalami Kristus. Dari hari ke hari ia selalu menikmati Kristus dan mempersaksikan Kristus sebagai kehidupannya. Namun keluarganya memusuhinya dengan kejam. Bila ia bersidang, ia akan dipukul dan dianiaya oleh mertuanya. Ia selalu berkidung memuji Tuhan. Tetapi, semakin ia bersukacita, mertuanya semakin marah, bahkan semakin memukulinya. Tetapi, saudari ini tidak mau menyerah; pukulan mertuanya hanya membuatnya lebih bergairah memuji Tuhan.
Pada suatu hari, selesai sidang, ia pulang sambil bernyanyi. Mertuanya menegurnya dengan garang, "Kau ini bagaimana? Kita begini miskin, mengapa kau masih bisa bernyanyi!" Lagi-lagi ia dipukul. Saudari ini masuk ke kamarnya, mengunci pintu, dan menyanyi memuji-muji Tuhan lagi, bahkan ia berdoa dengan suara keras. Mertuanya mendengar suara doanya, mengira mungkin ia sudah gila. Tetapi doanya yang diucapkan dengan kata-kata sederhana itu membuat mertuanya sangat tercengang, doa itu antara lain begini, "0 Tuhan, terpujilah Engkcau, saya sungguh gembira! Ampunilah mertuaku! Selamatkanlah dia, terangilah dia, dan berikanlah sukacita yang kuterima itu kepadanya! 0 Tuhan, berkatilah dia!"
Semula mertuanya mengira ia sedang mengutukinya, ternyata ia sedang mendoakannya. Mertuanya lalu mengetuk pintu kamarnya. Saudari ini dalam kamar merasa takut, sebab dikiranya mertuanya akan memukulinya lagi. Tetapi mertuanya tidak memukul, melainkan bertanya kepadanya, "Anakku, kau mengapa? Saya memukulmu. Mengapa kau malah berdoa bagiku, dan mohon Allahmu memberkati saya, memberiku sukacita? Kau sebenarnya bagaimana?" Ia menjawab, "0 ibu, Kristus telah memuaskan saya. Saya sangat puas, sangat manis. Tahukah ibu, bahwa semakin ibu memukuli saya, saya semakin merasa manis dan puas?" Setelah mendengar demikian, mertuanya lalu masuk, sambil menjabat tangannya ia berkata, "Anakku, marilah kita berlutut dan ajarkantah saya berdoa. Akupun mau menerima Yesusmu sebagai Tuhanku."
0, kemanisan dan kepuasan Tuhan telah menjadi suplai kita! Semakin kita mengalami pengilangan, kita akan semakin merasa puas, ini adalah satu hal yang pasti. Semua tekanan hanya memimpin kita lebih banyak mengalami kernanisan dan kepuasanNya. Itulah artinya Kristus menjadi pohon ara kita.
POHON DELIMA
Baiklah sekarang kita melihat butir kelima, yakni pohon delima. Ketika Anda melihat buah delima yang sudah masak, Anda akan segera terkesan oleh kekayaan dan keindahan hidup.
Anda boleh membayangkan pengalman saudari yang kita kisahkan tadi. Alangkah indah hidupnya! Hidupnya adalah secitra dengan hidup Kristus! Betapa kayanya hidup ini! Ada seorang sekerja kita yang pernah mengunjungi tempat saudari itu dan menyelidiki keadaannya. Kemudian ia membawa kabar kepada kita, yang mengatakan bahwa gereja-gereja di sekitar tempat itu telah beroleh suplai karena pengalainannya. Kita harus memuji Tuhan karena hidup yang kaya itu.
Ketika Anda menikmati Kristus dan mengalamiNya sebagai gandum, jelai, pohon anggur dan pohon ara, maka keindahan Kristus akan ada pada diri Anda, kelimpahan hidup Kristus pun akan temyata dari diri Anda. Itulah artinya mengalami Kristus sebagai pohon delima. Jika Anda menikmati Kristus sebagai Sang Kebangkitan dan bersandar pada kuasa kebangkitanNya untuk menempuh hidup seperti Yesus di bumi, menahan segala macam tekanan, aniaya, kesukaran, dan tantangan, maka Anda dapat menyadari betapa kernanisan dan kepuasan Kristus itu ada dalam batin Anda, dan akhimya Anda akan menyatakan keindahan dan kelimpahan hidup itu kepada orang lain. Tatkala orang lain berkontak dengan Anda, mereka akan merasa pada diri Anda ada kernanisan dan tarikan Kristus, bahkan Anda akan menyalurkan hidup yang melimpah kepada mereka.
POHON ZAITUN
Butir keenam adalah pohon zaitun. Kita semua tahu pohon zaitun adalah pohon yang menghasilkan minyak zaitun. Ini merupakan butir terakhir dari antara makanan yang dapat dikategorikan sebagai benda nabati. Mengapa Roh Kudus menaruh butir ini terakhir? Kita telah membaca kitab Zakharia 4:12-14. Dalam ayat-ayat tersebut terdapat dua batang pohon zaitun di hadapan Tuhan, dan Tuhan mengatakan bahwa kedua pohon zaitun itu adalah kedua anak minyak. Kita harus mengetahui, bahwa Kristus justru adalah anak minyak; Kristus adalah oknum yang diurapi dengan Roh Kudus Allah. Allah mengurapiNya dengan minyak sukacita. Dialah yang penuh dengan Roh Kudus, Dialah pohon zaitun, Anak minyak itu. 0, jika kita menikmatiNya sebagai gandum, jelai, pohon anggur, pohon ara, dan pohon delima, niscayalah kita akan menikmatiNya sebagai pohon zaitun pula. Hal tersebut berarti kita akan dipenuhi Roh Kudus. Kita akan dipenuhi minyak, kita akan menjadi sebatang pohon zaitun.
Apakah gunanya minyak zaitun? Kitab Hakim-hakim 9:9 menerangkan kepada kita, bahwa minyak zaitun dipakai khusus untuk menghormati Allah dan manusia. Bila kita ingin menghormati Allah dan manusia, kita harus memakai minyak zaitun. Artinya, jika kita ingin melayani Tuhan dan membantu orang lain, kita harus melalui Roh Kudus. Kita harus menjadi seorang yang dipenuhi Roh Kudus; sebatang pohon zaitun, yaitu anak minyak. Tanpa Roh Kudus, kita selamanya tak mungkin melayani Tuhan dan membantu orang lain. Puji Tuhan, bila kita menikmatiNya sebagai gandum, jetai, pohon anggur, pohon ara dan pohon delima, kita pun pasti akan mempunyai minyak, kita akan dipenuhi Roh Kudus. Dengan demikian, kita dapat benarbenar menghormati Allah dan manusia.
Saya menyukai istilah "menghormati". Kita tidak saja harus menghormati Allah, juga harus menghormati manusia. Janganlah mengira perkara ini mudah dan dangkal. Pernahkah Anda menyadari, bahwa setiap kali Anda berkontak dengan seorang saudara atau saudari itu berarti Anda menghormati dia? Dengan apakah Anda menghormati dia? Dengan diri sendiri? Dengan manusia lama Anda, hidup alamiah Anda, atau dengan pengetahuan duniawi Anda? Anda hanya dapat menghormatinya dengan Roh Kudus. Namun Anda harus dipenuhi Roh Kudus dahulu. Anda harus menjadi anak minyak. Anda harus mengalami Kristus sebagai pohon zaitun.
Sekarang seharusnya Anda sudah mengerti mengapa Roh Kudus menaruh pohon zaitun pada urutan terakhir. Ketika Anda mengalami Kristus sebagai butir-butir lainnya hingga mencapai ke butir ini, Anda akan dipenuhi Roh Kudus, sehingga Anda dapat menghormati Allah dan manusia.
Pada suatu hari, seorang saudara mendatangiku, tapi bukan ingin menghormatiku, sebab ia berkata kepadaku, "Saudara, hari ini saya menonton film. Saya tak pernah menonton film sebaik itu. Saya sangat gembira. Karena itu saya datang mengunjungi saudara." 0, saya sungguh- sungguh merasa telah dihina olehnya. Ia telah mempermalukan saya. Ia menghinaku dengan film, bukan menghormatiku dengan Roh Kudus.
Saudara saudari, jika ada orang bersekutu dengan Anda dalam Roh Kudus, hal itu berarti Anda benar-benar telah dihormati olelmya. Orang itu melalui Roh Kudus meletakkan kehormatan yang sejati ke atas diri Anda. Bila kita dipenuhi Roh Kudus, barulah kita dapat menghormati orang lain. Jika tidak, apapun yang kita katakan dan kerjakan hanya akan menghina mereka. Kalau kita hanya dapat membicarakan masalah situasi dunia, atau membicarakan ini dan itu, itu tak lain berarti menumpukkan keaiban- keaiban ke atas diri mereka. Dalam segala kontak Anda dengan orang lain, dapatkah Anda mengatakan bahwa Anda menghormati mereka bersandarkan belaskasihan dan kasih, karunia Tuhan, serta melalui Roh Kudus? Atau apakah Anda menghina mereka dengan banyak perkara lainnya? Jika kita ingin menghormati orang lain, kita harus dipenuhi Roh Kudus lebih dahulu.
Entah kita dapat dipenuhi Roh Kudus untuk menghormati Allah dan manusia atau tidak, mutlak tergantung pada apakah kita setiap hari mengalami dan menikmati Kristus sebagai gandum, jelai, pohon anggur, pohon ara, pohon delima, dan pohon zaitun. Bila kita telah mengalami kelima butir yang terdahulu itu, tentulah kita akan mencapai butir keenam, yakni pohon zaitun. Setelah itu, kita akan menjadi anak minyak, yaitu menjadi kaum sakh yang dipenuhi Roh Kudus.
HAYAT HEWANI
Sekarang kita harus membahas sedikit tentang hayat hewani. 0, alangkah kayanya aspek-aspek Kristus dalam tanah itu! Kita tidak saja memiliki kehidupan tumbuh-tumbuhan, kehidupan pepohonan, juga memiliki kehidupan hewani. Ada dua macam kehidupan. Pada Tuhan Yesus Kristus, terdapat aspek nabati dan aspek kehidupan hewani. Kehidupan nabati adalah kehidupan yang produktif dan berkembang biak; yaitu yang terus-menerus berproduksi dan berkembang biak. Peristiwa apakah yang terjadi setelah sebutir gandum jatuh ke dalam tanah, mati dan dikubur? Ia menghasilkan buah tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat dan seratus kali lipat. Itulah artinya berproduksi dan berkembang biak. Jadi, kehidupan nabati mewakili aspek produktivitas dan berkembang biaknya Tuhan Yesus Kristus.
Tetapi masih ada aspek lainnya. Kita harus ingat, sebelum manusia jatuh dan berdosa, makanan yang ditetapkan Allah bagi manusia hanya yang berasal dari kehidupan nabati, bukan dari kehidupan hewani. Namun, setelah manusia jatuh dan berbuat dosa, dalam makanannya harus ada pengaliran darah. Sebelum manusia jatuh, Allah belurn menetapkan manusia untuk memakan binatang; tapi setelah dosa masuk, makanan manusia harus mencakup hewan. Sebelum ada dosa, tak perlu ada penebusan darah, tapi setelah jatuh, karena ada dosa, maka darah diharuskan ada. Sebab itu, jika kita ingin hidup di hadapan Allah, kita harus mengambil bagian dalam penebusan melalui darah. Lalu, apakah yang dilambangkan oleh kehidupan hewani? Itu melambangkan kehidupan penebusan dan kehidupan pengorbanan. Setelah manusia jatuh dan berbuat dosa, haruslah ada kebidupan sedemikian, supaya ia dapat hidup di hadapan Allah.
Itulah kedua aspek kehidupan Tuhan. Pada satu pihak, kehidupanNya adalah kehidupan yang berproduksi, dan pada pihak lain, kehidupanNya adalah kehidupan penebusan. Dalam Yohanes 6:54-55 Tuhan berkata, "Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal .... sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman" Kita harus menikmati Kristus sebagai Sang Penebus. Boleh jadi sampai di sini Anda merasa, bahwa Anda telah mengerti sedikit. Anda telah belajar memanfaatkan Kristus sebagai gandum, jelai dan beberapa jenis pohon, karenanya Anda sangat bersukacita. Akan tetapi Anda harus tahu, Anda belum dapat memanfaatkan Kristus sebagai jelai dengan begitu saja, sebab Anda adalah seorang yang berdosa. Anda telah berbuat dosa. Sampai hari ini, Anda dan saya masih menjadi orang yang berdosa. Setiap kali kita ingin memanfaatkan Kristus sebagai gandum, jelai, pohon anggur, pohon ara, pohon delima, dan pohon zaitun, saat itu pula kita perlu memanfaatkanNya sebagai anak domba, Sang Penebus yang mati di salib dan mencucurkan darahNya untuk menebus kita dari dosa. Pada seluruh korban persembahan dalam jaman Perjanjian Lama, korban hewan selalu menyertai korban tumbuh-tumbuhan. Anda tahu apa yang telah dilakukan Kain? Ia hanya mempersembahkan korban tumbuh- tumbuhan, tanpa hewan, karenanya persembahan Kain ditolak Allah. Setiap kali Anda ingin menikmati Kristus, Anda harus menyadari, bahwa Anda berdosa. Anda harus mohon Tuhan menutupi Anda dengan darah-Nya yang adi, dan sekali lagi membersihkan Anda. Anda tak dapat menikmati Kristus hanya sebagai gandum atau jelai begitu saja. Anda harus menikmatiNya sebagai benda nabati dan hewani. Anda wajib menikmati Dia sebagai kehidupan yang berproduksi serta kehidupan penebusan.
Pada suatu hari sepasang suarni isteri datang mengujungi saya. Mereka berkata, "Saudara, kami tahu lambung Anda tidak begitu baik, maka kami khusus menyediakan hidangan yang cocok untuk Anda. Kami mengundang Anda ke rumah kami untuk makan malam bersama". Saya menjawab, "Baik, saya sangat senang menerima undangan kalian". Setelah saya sampai di rumah mereka, mereka benar-benar telah menyediakan makanan yang sangat bak Di atas meja makan terdapat makananmakanan beraneka warna. Ada yang hijau, ada yang merah, ada yang putih, dan ada yang kuning, sungguh enak dipandang. Akan tetapi, saya menggeleng- gelengkan kepala. Isteriku melihat saya begitu, lalu bertanya kepadaku, "Mengapa Anda menggelengkan kepala? Apa Anda tidak suka makanan- makanan itu?" Saya berkata sambil tertawa, "Saya suka semua makanan itu, tetapi itu tidak sesuai dengan Alkitab, sebab di antaranya tidak ada satu pun yang hewani." Semua yang mereka sediakan adalah kehidupan nabati -- sayur mayur, serta beberapa buah-buahan, tanpa daging hewan sedikitpun. Sambil tertawa saya bertanya kepada saudari itu, "Apakah Anda mengira saya bukan orang yang berdosa? Apakah Anda mengira saya tidak perlu menerima Tuhan sebagai Oknum yang tersembelih? Dan apakah Anda mengira pada saat ini saya tidak perlu darahNya?"
Sekarang kiranya Anda tentu mengerti. Anda tidak dapat hanya mengalami Kristus sebagai kehidupan nabati saja; sebab Anda berdosa. Setiap kali Anda mempersembahkan korban sajian, saat itu juga Anda harus mempersembahkan korban hewani. Setiap kali Anda menerima Kristus sebagai hayat Anda, sebagai gandum, jelai, pohon anggur, pohon ara, dan pohon delima, maka pada waktu yang sama Anda harus pula menerimaNya sebagai lembu jantan atau anak domba. Ia adalah Oknum yang tersembelih di kayu salib, dan dengan mengalirkan darahNya, Ia telah menebus kita dari dosa.
Pada suatu hari seorang saudara berkata kepadaku, "Saudara, mengapa setiap kali Anda berdoa Anda selalu mohon Tuhan menyucikan Anda dengan darahNya?" Jawabku, "Masakan Anda tidak tahu, bahwa Anda masih memiliki tabiat dosa, dan Anda masih hidup dalam dunia yang bejat dan nista ini? Bukankah Anda dari pagi sampai petang dicemari terus oleh banyak perkara?" Setiap kali kita mengalami Kristus dan menerapkanNya sebagai hidup kita, kita harus menyadari, bahwa Ia tidak saja sebagai kehidupan nabati, Ia pun kehidupan hewani. Kita harus senantiasa menerapkanNya sebagai Penebus dan Anak Domba yang tersembelih. Dengan demikian, barulah kita dapat menikmati segala kelimpahan hidupNya yang produktif itu.
SUSU DAN MADU
Kini mari kita bahas dua butir lainnya : susu dan madu. Tanah baik itu adalah tanah yang berlimpah dengan susu dan madu. Dapatkah Anda memberitahu saya, milik kehidupan apakah susu dan madu itu? Kehidupan hewani atau nabati? Perhatikanlah urutan yang disusun Roh Kudus bagi kedua benda tersebut dalam Alkitab. Dalam kitab Ulangan 8:8, madu digabungkan dengan benda-benda nabati : yaitu gandum, jelai, pohon anggur, pohon ara, pohon delima, pohon zaitun, dan kemudian madu. Dalam kitab Ulangan 32:14, susu digabungkan dengan benda-benda hewani : lembu, kambing, susu, dan lemak. Roh Kudus sangat adil. Madu digabungkan dengan benda-benda nabati, dan susu digabungkan dengan benda-benda hewani. Mengapa? Sebab Roh Kudus tahu benar, bahwa madu lebih banyak berkaitan dengan kehidupan nabati; madu lebih banyak berasal dari bunga-bunga dan pepohonan. Tentu ia juga bertalian dengan kehidupan hewani, yakni lebah, sejenis binatang kecil. Tanpa bunga, tak mungkin kita memperoleh madu, tanpa lebah tak mungkin pula kita memperoleh madu. Kita harus memiliki bunga juga lebah. Melalui kerja sama kedua benda ini, atau melalui pembauran kedua jenis hidup ini, barulah ada madu. Tetapi madu terutama adalah milik kehidupan nabati.
Bagaimana pula dengan susu? Kita dapat mengatakan bahwa susu sebagian besar adalah kehidupan hewani. Tetapi ia sebenarnya merupakan produksi dari kehidupan hewani dan nabati. Aka kita tidak memiliki padang rumput, tidak memiliki rumput, sekalipun ada lembu atau kambing, kita tak mungkin memiliki susu dan lemak. Makanan mana yang lebih baik -- susu atau buah-buahan dari pohon? Memang semuanya baik, tetapi mana yang lebih baik? Saya percaya, kita semua tahu bahwa susu lebih baik daripada buah-buahan yang berasal dari hayat nabati. Mengapa? Sebab melalui susu dan madu, kita menikmati kombinasi kedua jenis hayat. Anda dapat melihat, bahwa kedua butir tersebut (susu dan madu) merupakan kehidupan nabati, dan hewani.
Apakah makna semuanya ini? Susu dan madu melambangkan aspek hidup Kristus yang mana? Tatkala Anda menikmati Kristus sebagai gandum, jelai, pohon anggur dan seterusnya, dan pada waktu yang sama, Anda pun menikmatiNya .sebagai lembu jantan dan anak domba, Anda akan melihat betapa indah dan baiknya Tuhan, dan bagi Anda, Tuhan itu betapa nianis, kaya, ibarat susu dan madu. Terutama ketika roh Anda merasa lemah, Anda boleh datang kepada Tuhan untuk mengalami dan memanfaatkanNya, maka Anda akan merasakan Ia benar-benar susu dan madu. Anda menikmati kelimpahan dan kemanisan hidup Kristus. 0, kebaikan susu dan kernanisan madu! Kristus sungguh bak Kristus sungguh manis! Dialah tanah yang berlimpah-limpah dengan susu dan madu. Pengalaman demikian berasal darl kedua aspek hidup Kristus tadi, yaitu hidup Kristus yang produktif dan yang menebus kita. Semakin Anda mengalami Dia sebagai gandum, jelai dan sebagainya, dan pada waktu yang sama mengalami Dia sebagai lembu dan kambing, maka Anda akan semakin mengalami Kristus sebagai susu dan madu.
Kita pernah melihat tigajenis air dan sekurang-kurangnya delapan jenis makanan. 0, Kristus sungguh kaya bagi kita! Kita wajib memiliki pengalaman yang demikian kaya dan sempurna terhadapNya, bukan hanya mengalamiNya sebagai air hidup, terlebih pula sebagai macam-macam makanan. Kita wajib menikmati Kristus sampai ke tahap yang sedemikian, agar hidup yang di batin kita mencapai kematangan. Kemudian barulah kita menjadi tempat kediaman Allah, dan berperang melawan musuh. Kita akan membahas hal ini dalam bab berikutnya.