Bab 5
Kekayaan Tanah Permai yang Tak Terduga
(2) MAKANAN
Pembacaan Alkitab :
Ulangan 8:8-10; 32:13,14; Bilangan 13:23,27; 14:7,8;
Hakim-hakim 9:9,11,13; Zakharia 4:11,14;
Hosea 14:6,7; Yohanes 12:24; 6:9,13; 15:5
Kita telah melihat dalam Perjanjian Lama terdapat banyak lambang Kristus. Namun lambang kealmuhitan Kristus hanya satu, yaitu tanah Kanaan. Tanah ini sering disebut tanah yang baik, bahkan pernah sekali disebut "luar biasa baiknya." Kebaikannya mencakup berbagai aspek; antara lain keluasannya, ketinggiannya dan kekayaannya yang tak terduga. Kita pun telah nampak betapa kayanya air di tanah ini. Sekarang kita akan melihat bahwa tanah ini kaya dengan berbagai jenis makanan.
Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus berkata, bahwa Ia akan mengaruniakan kepada kita air hidup itu. Juga dikatakan bahwa Ia sendiri adalah roti yang turun dari sorga. Jadi, Ia tidak saja mengaruniakan air hidup, juga mengaruniakan roti hidup. Minuman selalu disertai makanan. Misalkan saya mentraktir Anda, di samping memberi Anda minuman, saya tentu juga memberi Anda makanan. Makanan dengan minuman selalu bergandengan.
Sekarang Anda mengerti mengapa Ulangan 8 membuat urutan yang demikian. Pertama dikatakan tentang air -- mata air, pancaran dan aliran. Ini tidak saja berbeda dalam tahapnya (tahap mata air, tahap pancaran, dan tahap aliran), tetapi berbeda pula dalam jenisnya. Sekarang kita akan membahas tentang makanan.
Makanan sangat banyak seluk-beluknya. Ulangan 8:8 mengatakan, "Suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya, suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya." Di sini terdapat enam butir yang seluruhnya berasal dari dunia nabati, sedang butir ketujuh (madu) adalah benda yang sangat ajaib, benda ini sebagian berasal dari dunia nabati, sebagian lagi dari dunia hewani, sebab madu berasal dari lebah. Jadi, madu merupakan kombinasi dua dunia.
Mari kita bentangkan butir-butir yang berbeda ini : gandum, jelai, pohon anggur, pohon ara, pohon delima, pohon zaitun, dan madu. Semua itu terdiri dari duajenis biji-bijian, empat jenis pepohonan dan madu. Pohon pertama (anggur) memproduksi air anggur (arak anggur), sedang pohon terakhir (zaitun) memproduksi minyak. Jadi di sini ada anggur dan minyak. Pohon kedua (pohon ara) memproduksi buah ara yang lazim dijadikan makanan oleh orang Ibrani. Pohon ketiga (pohon delima) memproduksi buah hidup yang indah lagi kaya. Jadi di sini terdapat empat jenis pohon -- pohon anggur, pohon ara, pohon delima, dan pohon zaitun. Selain itu masih terdapat dua jenis biji-bijian -- gandum dan jelai.
Apakah makna dari benda-benda tersebut? Kita dapat dengan mudah menemukan sebuah ayat yang menerangkan makna gandum. Yohanes 12:24 memberi tahu kita, bahwa Tuhan mengumpamakan diriNya sebagai sebutir biji gandum. Jadi, gandum jelas mewakili Tuhan Yesus itu sendiri. Jelai juga mewakili Tuhan Yesus. Anda pun mengetahui dengan pasti apakah yang diwakili oleh pohon anggur. Tuhan mengatakan diriNya adalah pohon anggur. Pohon ara juga tak perlu diragukan, mewakili Kristus. Demikian pula pohon zaitun. Semua benda ini -- gandum, jelai, pohon anggur, pohon ara, pohon delima, dan pohon zaitun -- melambangkan Kristus. Namun butir-butir itu sebenarnya mewakili aspek Kristus yang mana? Ini perlu kita tinjau secara seksama.
GANDUM DAN JELAI
Oh, kita harus menyembah Tuhan demi FirmanNya! Ia mendahulukan gandum, bukan jelai atau pohon anggur. Gandum mewakili aspek Kristus yang mana? Dari Yohanes 12:24 kita dapat nampak, bahwa Tuhan adalah sebutir biji gandum yang telah jatuh ke dalam tanah, mati dan dikubur. Jadi gandum mewakili Kristus yang berinkamasi. Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi seorang manusia, kemudian jatuh ke dalam tanah, mati dan dikubur. Itulah gandum.
Apakah yang diwakili jelai? Jelai ialah Kristus yang bangkit! Bagaimana kita dapat membuktikan hal ini? Di tanah Kanaan, jelai selalu masak lebih dahulu daripada biji-bijian lainnya. Dalam kitab Imamat 23:10 Tuhan bersabda, "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka : Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilpya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam." Pada saat menuai, hasil pertama dari penuaian harus dipersembahkan kepada Tuhan, sedang hasil yang pertama ini jelas adalah jelai-jelai itu. Sekarang kita wajib membaca 1 Korintus 15:20, "Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang- orang yang telah meninggal." Semua peneliti Alkitab mengakui, bahwa hasil pertama/sulung melambangkan Kristus sebagai buah sulung kebangkitan. Sebab itu, kita dapat membuktikan, bahwa jelai mewakili Kristus yang bangkit.
Jadi, kedua jenis biji-bijian tadi mewakili kedua aspek Kristus: kedatanganNya dan kepergianNya. Kristus turun/datang menjadi gandum, dan Kristus naik/pergi menjadi jelai. Anda perlu menaruh perhatian penuh terhadap kedua perkara ini. Pernahkah Anda mengalami Kristus sebagai gandum? Pernahkah pula Anda mengalami Kristus sebagai jelai?
Tatkala Tuhan Yesus mengenyangkan lima ribu orang, Ia menyuguhi mereka dengan lima ketul roti yang terbuat dari jelai. Banyak orang yang sangat hafal tentang mujizat lima ketul roti ini, tetapi jarang yang mengetahui bahwa roti-roti itu adalah roti jelai. Alkitab benar-benar ajaib. Kalau roti itu terbuat dari gandum, tentu akan keliru. Roti-roti itu bukan dibuat dari gandum, melainkan dari jelai. Karena roti itu terbuat dari jelai, maka ia dapat mengenyangkan lima ribu orang, bahkan dapat tersisa remah-remahnya dua belas bakul. Itulah kebangkitan. Hanya dalam kebangkitanNya, barulah Kristus kaya melimpah bagi kita. Dalam inkamasiNya, Ia sangat terbatas, tetapi dalam kebangkitanNya, Dia begitu kaya. Sebagai Kristus yang bangkit, Ia tidak terbatas. Dalam inkamasi, Ia hanya sebutir biji gandum, satu orang Nazaret yang kecil dan seorang tukang kayu yang hina. Tetapi ketika Ia masuk ke dalam kebangkitan, Ia menjadi tidak terbatas. Waktu, ruang, dan benda semua tak lagi berdaya membatasiNya. Walau hanya ada lima ketul roti, sebenarnya banyaknya tak terhitung; cukup mengenyangkan lima ribu orang, tidak termasuk wanita dan anak-anak. Lagi pula, sisa-sisanya - dua belas bakul -- lebih banyak daripada yang semula. Itulah jelai, yaitu Kristus dalam kebangkitan, yang selamanya tidak terbatas.
PENGALAMAN ATAS GANDUM
Saya tidak bermaksud hanya memberikan doktrin, itu bukan bebanku. Yang menarikku ialah pengalaman atas gandum dan pengalaman atas jelai. Saudara saudari, bila Allah dengan kedaulatanNya menempatkan Anda dalam suatu keadaan, hingga Anda merasa terbatas dan tertekan, Anda dapat mengalami Tuhan sebagai gandum. Bila Anda berkontak dengan Tuhan ketika Anda berada dalam keadaan yang serba terbatas dan tertekan niscaya Ia akan seperti sebutir biji gandum bagi Anda. Anda segera akan merasa puas sepenuhnya terhadap keadaan Anda itu. 0, hayat yang terdapat dalam batin Anda ialah Kristus itu sendiri, yaitu sebutir biji gandum. Hayat ini ialah hayat Kristus yang menjadi tukang kayu kecil, Yang berinkarnasi dan Yang terbatas. Bila Anda berkontak dengan Kristus secara hidup ketika Anda terbatas dan tertekan dalam suatu keadaan, Anda akan berkata, "0 Tuhan, Engkau adalah Allah yang tak terbatas, namun Engkau telah menjadi seorang manusia yang terbatas. Di dalam diriMu ada kekuatan yang dapat menahan dan menerima segala macam pembatasan." Demikianlah Anda telah mengalami Kristus sebagai gandum.
Pada suatu hari seorang saudari yang sangat baik dan sangat robani datang kepadaku. Ia dilahirkan dalam keluarga yang berada. Kemudian ia menikah dengan seorang saudara yang harus merawat ibunya. Ibu ini sangat baik dan sayang terhadap anaknya, tetapi terhadap menantunya sama sekali berkebalikan. Maksud kedatangan saudari ini adalah mempersekutukan pengalamannya kepadaku agar jelas, pengalamannya itu benar atau salah. Ia memberitahu saya betapa ia setiap hari dipersulit oleh mertuanya. Ia juga berdoa, mohon Tuhan menanggulangi problemanya. Sudah tentu ia tak berani mohon Tuhan mengambil mertuanya, tetapi ia mohon Tuhan melepaskannya dari lingkungannya itu. Katanya, ketika ia berdoa, Tuhan segera menunjukkan kepadanya bagaimana Ia menempuh hidupNya di bumi ini. Selama lebih dari dua puluh tahun Ia menjadi tukang kayu dalam keluarga kecil itu, menerima banyak pembatasan. Setelah ia nampak hal itu, ia lalu berkata sambil mengucurkan air mata, "Tuhan, terpujilah Engkau! HayatMu ada di dalam saya. Tuhan, saya merasa puas terhadap keadaan saya saat ini. Saya tidak mohon Engkau mengubah apa-apa. Saya hanya ingin memuji-mujiMu!" Ia bertanya kepadaku, apakah pengalamannya ini benar atau salah. Saya berkata kepadanya, bahwa pengalaman demikian sangat benar. Saudari itu telah mengalami Kristus sebagai sebutir gandum. Ia benar-benar seorang saudari yang rohani.
Selang beberapa waktu, saudari itu mendatangiku lagi. Kali ini ia berkata, "Oh, saudara, saya tidak saja merasa puas terhadap pembatasan keluarga saya, bahkan saya beroleh visi lebih banyak terhadap Tuhan Yesus! Ia tidak saja terbatas, bahkan mati dan terkubur! Ketika Tuhan mewahyukan hal ini, saya berkata kepadaNya bahwa saya tidak saja rela tinggal dalam keadaan keluarga semacam itu, bahkan sudi mati dan dikubur demiNya dalam keluarga tersebut." 0, itulah pengalaman yang lebih mendalam atas Kristus sebagai gandum.
Bagi kita dan dalam berbagai keadaan, Tuhan Yesus justru sebagai sebutir biji gandum. Semakin sering kita mengalami Dia, kita akan semakin mengenalNya. Ia hidup di batin kita, Dialah kehidupan kita, yang membuat kita sudi terbatas, mati, dikubur, bahkan lenyap sama sekali. Inilah pengalaman atas Kristus sebagai gandum.
Pernahkah Anda memiliki pengalaman yang demikian? Pengalaman apakah yang Anda miliki? Apakah Anda selalu bertengkar dengan istri atau suami Anda? Jika demikian, berarti hubungan Anda dengan Kristus telah putus. Anda wajib mengalami Kristus dengan berkelimpahan. Dia adalah air hidup, Dia pun adalah gandum. Sewaktu Anda terbatas dan merasa risau, Anda harus memandang kepada Tuhan. Saya yakin, Dia akan inenunjukkan kepada Anda, bahwa Dia pernah. terbatas, di tempatkan ke dalam maut, dan dikubur. Dia akan menunjukkan kepada Anda, bahwa Dia yang sedemikian kini hidup di dalam Anda. Dia akan menopang Anda, agar Anda dapat menerima pembatasan. Dia akan menunjang Anda, agar Anda ditaruh ke dalam maut, bahkan dikubur. Dia akan menambahkan kekuatan kepada Anda, hingga Anda bisa mencapai tingkat demikian, serta menjadi orang yang demikian. Dengan demikian, Anda akan mengalami Kristus sebagai sebutir biji gandum.
PENGALAMAN ATAS JELAI
Apakah hanya sampai demikian? Tidak! Puji Tuhan, pengalaman atas jelai menyusul. Kubur bukanlah kesudahan Tuhan, Ia telah bangkit. Gandum disusul oleh jelai! Kalau gandum merupakan lembah maut, maka jelai merupakan bukit kebangkitan. Bila Anda memiliki pengalaman atas Kristus sebagai gandum, saya jamin Anda pasti akan beroleh pengalaman atas Kristus sebagai jelai.
Sebenarnya, jika kita ingin mengalarni Kristus sebagai gandum, yaitu sebagai Yesus yang terbatas, kita perlu memanfaatkanNya sebagai jelai, yakni sebagai Kristus yang bangkit. Kristus yang bangkit itulah yang hidup di batin kita. Kehidupan yang dimiliki Kristus yang bangkit ini adalah kehidupan yang mengalami inkamasi, penyaliban, dan penguburan, namun Ia sendiri hari ini adalah Kristus yang telah bangkit. Kristus dalam jasmani selalu terbatas, tetapi dalain kebangkitan Ia tak terbatas, Ia telah terbebaskan. Dengan bersandar pada Kristus yang tak terbatas yang hidup di batin kita ini, kita dapat mengikuti Yesus yang terbatas. Hari ini kita mengikuti Yesus yang terbatas, tetapi hal itu kita lakukan dalam kuasa Kristus yang tak terbatas. Kristus yang tak terbatas hidup di batin kita, karenanya kita beroleh kekuatan.
Saya ingin bertanya kepada Anda : Sewaktu Anda di rumah atau di tempat kerja, tingkah laku Anda seperti Kristus yang bangkit atau seperti Yesus yang terbatas? Jika Anda adalah pengikut Yesus, Anda harus menerima pembatasan. Sewaktu Yesus hidup di bumi ini, Ia selalu menerima pembatasan, yaitu pembatasan jasmaniNya, keluargaNya, orang tua dan saudara-saudara jasmaniahNya. Ia selalu menerima pembatasan, baik oleh ruang maupun waktu; pendeknya, Ia terbatas oleh segala-galanya. Jika kita ingin menempuh hidup Yesus, kita pun harus menerima pembatasan. Jika, kita mengikuti jejakNya, kita akan kehilangan kebebasan dan keleluasaan. Alangkah bahagianya jika kita dapat menerima segala pernbatasan demi Yesus!
Namun, apakah yang menjadi kekuatan kita untuk dapat menerima segala pembatasan itu? Kekuatan itu sudah pasti sangat besar. Melampiaskan amarah memang mudah, tetapi bersabar hati memerlukan kekuatan, bahkan memerlukan kekuatan sorgawi. Jadi, kekuatan yang memungkinkan kita menerima pembatasan adalah kekuatan kebangkitanNya. Untuk dapat memiliki sedikit kesabaran saja saya perlu diperkuat oleh Kristus yang bangkit dan yang hidup di batinku. Memanfaatkan Kristus yang bangkit sebagai kesabaranku adalah mengalami Kristus sebagai jelai.
Mungkin Anda ingin berkata kepadaku, "Saudara, saya tahu bahwa setiap, saat saya perlu menerima pembatasan. Saya perlu menerima pembatasan dari istri, anak-anak, atasan, saudara-saudara, lebih-lebih saudara anu. Saya menerima pembatasan ini dan itu, saya, menerima pembatasan sepanjang hari. Bahkan saya tahu sebelumnya, bahwa hari esok dan lusa akan lebih gawat. Apakah saya dapat menghadapi situasi itu? Saya tahu Kristus yang bangkit hidup di dalam saya, tetapi kadarNya terlalu sedikit di dalam saya. Sampai lima ketul roti pun saya tak punya; saya hanya ada seketul." Ya, mungkin Anda hanya ada seketul, tetapi ingatlah, itu adalah seketul roti jelai, yaitu roti Kristus yang bangkit, yang tak mungkin dibatasi. Walau Anda hanya memiliki sedikit, itu tak menjadi soal, sebab Ia tak terbatas. Sedikit itu saja sudah cukup untuk mengatasi situasi Anda. Anda berkata, bahwa Anda tak dapat mengatasi situasi Anda. Benar, Anda jelas tidak berdaya. Akan tetapi, ada satu yang berdaya -- Sang jelai itu. Dalam batin Anda ada seketul roti jelai; ada sedikit Kristus yang bangkit di batin Anda, itu sudah cukup. Kristus yang bangkit ini tidak terbatas. Manfaatkanlah Dia dalam segala situasi, Ia takkan habis dipakai. Melalui kuat kuasa Kristus yang bangkit ini, Anda akan dapat mengikuti jejak Yesus yang berinkarnasi. Bersandar pada hayat Kristus yang bangkit, Anda akan dapat menempuh penghidupan Yesus yang terbatas.
Adakalanya seorang saudara berkata, "Saya merasa berbeban memberikan kesaksian, tetapi saya begini lemah!" Itu ibarat perlu mengenyangkan lima ribu orang, tetapi yang ada hanya lima ketul roti jelai. Walau demikian, Anda wajib maju terus demi iman. Sekalipun yang Anda miliki seolah begitu kecil, sedangkan kebutuhannya begitu besar, Anda harus tahu, bahwa yang Anda miliki tak lain Kristus yang bangkit itu. Bersandar kepada Dia yang menguatkan Anda, Anda akan dapat melakukan segala sesuatu, sebab Dialah yang bangkit, yang tak kenal pembatasan apapun. Manfaatkanlah Dia!
Tatkala seorang saudara menjenguk Anda, Anda harus ingat, bahwa Kristus di dalam Anda adalah jelai. Sebab itu, Anda harus memanfaatkan Dia dalam persekutuan Anda dengannya. Adakalanya Anda lupa akan hal ini. Sewaktu bertemu dengan saudara itu, yang Anda bicarakan dengannya hanya masalah keluarga, situasi intemasional atau cuaca. Anda ingat akan cuaca, tetapi lupa akan Kristus. Dalam bersekutu dengan saudara itu, Anda sering lupa memanfaatkan Kristus. Karenanya, sewaktu ia berpisah dengan Anda, Anda merasa lapar, bahkan sakit-sakit karena tidak memanfaatkan Kristus. Anda wajib mengambil setiap situasi sebagai kesempatan untuk memanfaatkan Kristus. Manfaatkanlah Dia, sekali lagi, manfaatkanlah Dia! Kemudian, ketika Anda menghadiri sidang, Anda akan mudah sekali mengucapkan puji-pujian atau bersaksi; Anda akan mempunyai banyak roti jelai untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
Pada suatu kali saudara Watchman Nee mengatakan kepada kami, ketika sebagian sekerja muda bersidang, mereka memandang sekelilling untuk mengetahui apakah hadir pula saudara-saudara yang senior. Jika tidak, dan mengetahui bahwa semua hadirin adalah kaum imani baru, barulah mereka berani berdoa dan memamerkan milik mereka. Akan tetapi, jika mereka melihat di situ hadir pula saudara-saudara yang senior, mereka segera merasa gentar dan mundur teratur. Itu bukanlah sikap yang berasal dari Kristus yang bangkit. Jika Anda memiliki Kristus yang bangkit, sekalipun di sana hadir rasul Paulus, Anda pun dapat berkata, "Puji Tuhan, saudara saya memiliki Kristus yang bangkit, saya pun memilikiNya. Mungkin ia ada lima ratus ketul roti, tetapi saya sedikitnya ada seketul roti. Haleluya!" Asalkan Anda memiliki sedikit Kristus yang bangkit ini, Anda akan memiliki berkat yang berkelimpahan untuk mengatasi setiap situasi. Dialah roti jelai itu, Dialah Yang bangkit itu; tiada suatu pun yang dapat menghalang-halangi dan membatasiNya.
Tatkala Anda berada dalam sidang bersama saudara saudari, Anda harus menyadari kewajiban Anda. Anda harus membagi nikmat bersama orang lain dalam sidang. Anda wajib mempersembahkan syukur, puji- pujian, dan doa. Inilah kewajiban Anda. Anda berkata, "Oh, saya terlalu lemah!" Memang Anda lemah dalam diri sendiri, tetapi dalam Kristus Anda tidak lemah. Anda berkata, "Saya tidak punya apa-apa." Ya, memang Anda tidak punya apa-apa, namun di dalam Kristus Anda punya segalanya. Anda wajib ingat, Kristus di dalam Anda adalah jelai. Ketika Anda bersidang, Anda wajib memanfaatkan Dia sebagai roti jelai melalui berdoa atau bersaksi, agar semua orang dapat dikenyangkan. Cobalah! Berlatihlah! Pasti Anda akan nampak bahwa Anda dapat berubah menjadi kaya melimpah. Pada mulanya Anda hanya memiliki seketul roti, tetapi akhimya Anda mungkin memiliki seratus ketul roti. Anda akan menjadi kaya melalui berlatih. Jangan sekali-kali mengatakan bahwa sidang itu bukan urusan Anda. Jika sikap Anda demikian, sidang akan lembam. Karenanya Anda harus berlatih memanfaatkan Kristus.
Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya, "Kamu harus memberi mereka makan!" Jawab muridNya, "Di sini ada lima roti jelai .... tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus,"Bawalah roti itu kepadaKu." Asalkan itu roti jelai sudahlah cukup, sebab itulah Kristus yang bangkit, yang sanggup mengatasi segala situasi, bahkan yang masih ada lebihnya.
Saudara saudari, terimalah perkataanku, percayalah kepada Kristus yang bangkit dan manfaatkanlah Dia, pasti Anda akan nampak, bahkan remah-remah yang tersisa di dalam Anda pun lebih banyak daripada yang Anda miliki semula. Itulah roti jelai. Ini bukan sekedar satu ajaran, melainkan yang harus kita alami dan manfaatkan dalam setiap situasi kita setiap hari. Manfaatkanlah Kristus yang bangkit, yakni Kristus yang tidak terbatas dan tidak habis dipakai. Katakanlah kepadaNya, "Tuhan, saya tidak berdaya mengatasi kebutuhan ini, saya tidak dapat mengatasi situasi ini. Tetapi puji Tuhan, Engkau bisa. Saya sepenuhnya bersandar kepadaMu, dan maju ke depan demiMu."
Setelah lewat sejangka waktu yang cukup lama, kira-kira lima atau enam tahun, saudari yang di rumahnya mengalami Kristus sebagai sebutir biji gandum itu, mempersaksikan satu pengalaman yang lain lagi. Kali ini ia mengalami Kristus sebagai jelai. Menurut kesaksiannya, mertua dan banyak kerabatnya percaya Tuhan Yesus oleh karenanya. Ia telah menjadi seketul roti jelai yang mengenyangkan orang banyak, yakni mengalami Kristus yang berada dalam kebangkitan.
Pengalaman demikian tidak saja menyebabkan Anda mengenal Kristus sebagai gandum dan jelai dalam batin Anda, juga mengubah Anda sendiri menjadi sebutir biji gandum dan roti jelai, yaitu menjadi makanan bagi orang lain. Anda dapat memakai pengalaman Anda untuk memberi makan orang lain. Banyak orang telah dikenyangkan melalui saudari tersebut. Tiap kali ia datang bersidang, walau tanpa membuka mulut, semua orang merasa menerima suplai hayat. Apalagi bila ia membuka mulut berdoa, roh dan hati semua hadirin dikenyangkan olehnya. Di antara anak- anak Allah, ia telah menjadi sebutir biji gandum, bahkan ia sendiri pun telah menjadi seketul roti jelai yang memuaskan dan mengenyangkan banyak orang. Karena ia telah mengalami Kristus sebagai gandum dan jelai, ia sendiri akhirnya pun menjadi sebutir biji gandum dan seketul roti jelai.
POHON ANGGUR
Sekarang mari kita tinjau tentang pohon. Pertama adalah pohon anggur. Apakah yang diwakili pohon anggur? Dalam kitab Hakim-hakim 9:13 tercantum, "Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka, masakan saya meninggalkan (menghentikan) air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia?" Pada satu pihak, pohon tersebut melukiskan Kristus yang mempersembahkan segenap diriNya. Akan tetapi itu bukan fokusnya. Maknanya yang terpenting ialah, bahwa dari persembahanNya ini Ia menghasilkan sesuatu, air anggur, yang menyukakan hati Allah dan manusia.
Pernahkah Anda mengalami Kristus sedemikian? Saya percaya sebagian besar dari antara kita pernah memiliki sedikit pengalaman ini, hanya saja mungkin kita tidak begitu memperhatikannya. Adakalanya, oleh kedaulatan Allah, kita diletakkan dalam suatu lingkungan yang mengharuskan kita mengorbankan diri sendiri demi menyukakan Allah dan orang lain. Pada saatsaat demikian, bila kita menghubungi Tuhan, kita akan mengalami Dia sebagai pohon anggur yang menghasilkan air anggur, yaitu mengalami Kristus yang menyukakan Allah dan manusia. Dari pengalaman ini kita pun akan menjadi pohon anggur, yakni menjadi penghasil sesuatu yang dapat menyukakan Allah dan manusia. Saya tahu, Anda tentu memiliki pengalaman sedemikian.
Kristus memiliki berbagai aspek, yang dapat mengatasi setiap kebutuhan dalam setiap situasi. Kristus sungguh sangat kaya! Dia tidak saja sebagai gandum dan roti jelai, Dia pun sebagai segala pohon, antara lain sebagai pohon yang dapat menghasilkan sukacita bagi Allah dan manusia. Bila semua saudara dan saudari merasa senang karena Anda, saya percaya, bahwa Anda sedikit banyak telah mengalami Kristus dalam aspek ini, yaitu mengalami Kristus sebagai penghasil air anggur. Kristus sebagai Anak Domba yang dipersembahkan, yang hidup di dalam Anda, menarnbah kekuatan Anda, agar Anda dapat mempersembahkan diri Anda demi orang lain, sehingga orang lain beroleh sukacita.
Beberapa tahun yang lampau sewaktu saya tinggal di Taiwan, banyak sekali saudara dan saudari tinggal bersama untuk menerima bantuan rohani. Di antaranya ada seorang saudari yang mudah menggerutu, suka mengeluh. Waktu mandi, ia mencela airnya kurang hangat; waktu makan, ia mencela nasinya terlalu dingin. Sepanjang hari ia selalu menggerutu, "Mengapa begini?" "Mengapa begitu?" Semua orang yang tinggal bersamanya menjadi pusing karenanya, dan tak seorang pun yang menyenanginya, sebab ia sama sekali tak pernah belajar mengorbankan dirinya sendiri; ia tak pernah belajar memanfaatkan Kristus sebagai korban persembahan dalam situasinya. Ia menjadi seorang yang tidak ada sukacita, ia pun tidak dapat menyenangkan siapapun. Ia kekurangan air anggur. Ia tidak mengalami Kristus sebagai penghasil air anggur, yang mempersembahkan diriNya untuk menghasilkan air anggur bagi Allah dan manusia.
Bila Anda mengalami Kristus dalam aspek ini, Anda sendiri pasti memiliki banyak anggur untuk diminum, bahkan Anda akan mabuk. Anda akan menjadi gila karena Kristus. Anda dapat berkata, "Saya sungguh girang. 0, Tuhan saya sungguh girang. Saya tidak tahu apa itu egoisme, kata itu bagi saya seolah bahasa asing. Dari hari ke hari saya selalu minum anggur Kristus."
Orang yang paling gembira adalah orang yang paling tidak egois, dan orang yang paling egois pastilah orang yang paling susah. Mereka tak henti-henti berseru, "Kasihanilah saya, perlakukanlah saya lebih baik sedikit!" Mereka justru seperti pengemis yang selalu meminta-minta. Orang yang dapat berkorban itulah orang yang paling gembira. Bagaimanakah kita dapat berkorban? Kita sendiri tidak berdaya untuk berkorban, sebab hayat kita hayat alami, hayat yang egois. Hanya hayat Kristus barulah hayat yang dapat berkorban. Bila Anda berkontak dengan Kristus ini, dan mengalami hayatNya yang dapat berkorban, Ia akan menambah kekuatan Anda dan memperkasakan Anda, hingga Anda dapat berkorban bagi Allah dan manusia. Anda akan menjadi seorang yang paling gembira; Anda akan mabuk oleh sukacita. Inilah pengalaman atas Kristus sebagai pohon anggur. Melalui pengalaman ini, Anda akan berubah menjadi sebuah pohon anggur bagi orang lain. Setiap orang yang berkontak dengan Anda akan merasa girang karena Anda, Anda pun akan mempersembahkan sukacita bagi Allah.
Proses apakah yang harus dilalui buah anggur agar ia bisa menjadi air anggur? Ia harus melalui proses pemerasan. Jika Anda ingin menyukakan Allah dan manusia, Anda harus melalui pemerasan. Anda senang mengetahui Kristus sebagai jelai, yaitu Kristus yang bangkit di dalam Anda, dan bahwa Ia akan mengatasi segala situasi Anda. Anda berkata, "Haleluya!" Akan tetapi jangan terlalu cepat mengatakan "Haleluya!" Sebab pohon anggur akan segera menyusul. Buah anggur harus mengalami pemerasan baru dapat memberikan sukacita kepada Allah dan manusia. Anda juga wajib melalui pemerasan. Semakin Anda minum anggur Kristus, Anda akan semakin menyadari, bahwa Anda perlu diperas. Anda perlu dihancurkan, untuk dapat menghasilkan sesuatu yang menyukakan orang dalam rumah Allah.
Lihatlah urutan ini : Pertama gandum, kemudian jelai, lalu pohon anggur. Pengalaman kita pun membuktikan fakta tersebut. Sekali lagi saya katakan, jangan menganggap ini hanya sekadar ajaran atau doktrin. Ingatlah, bahwa semuanya ini merupakan jalan supaya Anda dapat memanfaatkan Kristus dalam berbagai aspek dan dalam penghidupan sehari-hari.