← Daftar isi Kristus yang Almuhit · bab 2/16

Bab 2

Luasnya Tanah Permai

Pembacaan Alkitab :

Ulangan 12:9; Ibrani 4:8,9,11; Efesus 3:17,18; Filipi 3:7,8,10,12-14; Keluaran 3:8; Ulangan 4:25

Kita telah nampak betapa dalam Perjanjian Lama, tanah berikut bait dan kotanya adalah inti rencana Allah. Perkara yang direncanakan Allah untuk dikerjakan di bumi tak lain ialah mendapatkan sebidang tanah itu berikut bait dan kota yang dibangun di atasnya. Bait adalah inti penyertaan Allah, kota ialah inti kekuasaan Allah. Penyertaan Allah maupun kekuasaan Allah hanya dapat terwujud melalui bait dan kota yang dibangun di atas tanah itu. Saya perlu menganjuri Anda merenungkan seluruh catatan Perjanjian Lama secara berulang-ulang. Seluruh Perjanjian Lama membicarakan tanah berikut bait dan kotanya.

LAMBANG KEALMUHITAN KRISTUS

Kita pernah melihat bahwa tanah itu merupakan satu lambang keseluruhan, yakni lambang kealmuhitan Kristus. Dalam Perjanjian Lama terdapat banyak lambang. Anak domba Paskah dan manna ialah satu lambang Kristus. Kemah Pertemuan berikut segala perabotnya, perkakasnya, serta pelbagai jenis korban persembahan juga merupakan satu lambang Kristus. Namun saya ingin memperlihatkan kepada Anda, tanpa sebidang tanah ini, lambang kealmuhitan Kristus pun tidak ada. Baik anak domba Paskah, manna, bahkan Kemah Pertemuan berikut setiap benda yang berhubungan dengannya bukanlah lambang kealmuhitan Kristus. Bahkan berbagai jenis korban persembahan yang Allah tetapkan itu pun hanyalah melukiskan Kristus dalam beberapa aspeknya. Hanya tanah Kanaan sajalah yang menjadi lambang keseluruhan, yaitu lambang kealmuhitan Kristus. Kita semua telah menerima Kristus sebagai Jurutebus, alangkah indahnya hal itu. Tetapi kita wajib memahami, bahwa Kristus yang menjadi Jurutebus bukanlah Sang Almuhit itu. Alkitab menerangkan kepada kita, Kristus ialah segala sesuatu dan di dalam segala sesuatu. Kristus itulah Sang Almuhit, segala sesuatu ada di dalamNya, Ia pun ada di dalam segala sesuatu. Dalam Perjanjian Lama, selain tanah Kanaan, tidak ada lambang lain yang menerangkan Dia sebagai Sang Almuhit.

Apakah arti almuhit? Kita tahu, Kristus adalah Terang, namun itu bukan almuhit. Kita tahu Kristus adalah kehidupan, itu pun bukan almuhit. Kita pun tahu Kristus itulah makanan dan air hidup kita, bahkan itu pun tak dapat menjadikan Dia Sang Almuhit. Kristus ialah segala sesuatu dan di dalam segala sesuatu. Kristus ialah Sang Almuhit, segala sesuatu ada di dalamNya, Ia pun ada di dalam segala sesuatu. Dalam Perjanjian Lama, kecuali tanah Kanaan, sungguh tidak ada lambang lain yang dapat menerangkan Dia sedemikian.

Kita di sini bukan memperbincangkan teori atau ajaran, melainkan realitas. Setiap kali Anda mengerjakan sesuatu, menikmati sesuatu dan menggunakan sesuatu, Anda wajib memanfaatkan Kristus dengan spontan. Misalkan Anda sekarang sedang duduk di kursi. Sadarkah Anda bahwa itu bukan tempat duduk Anda yang sejati? Itu hanya satu bayangan, satu rupa yang mengiaskan Kristus. Kristus barulah tempat duduk Anda yang sejati. Bila Anda tidak memiliki Kristus, itu berarti dalam seluruh penghidupan Anda, Anda tidak pernah memiliki satu tempat duduk, Anda tidak memiliki perhentian. Tidak ada suatu apapun yang boleh Anda sandari, segala yang Anda miliki paIsu adanya. Sebab hanya Kristuslah benda yang sejati.

Adakalanya ketika saya memakai kaca mata; saya berkata, "Tuhan, ini bukan kaca mata yang sejati, Engkau barulah kaca mataku yang sejati. Tanpa Engkau, saya tak nampak apapun. Tanpa Engkau, saya akan kehilangan daya penglihatan." Kristus itu segala sesuatu kita. kka Anda memiliki Kristus dan mengetahui jalan untuk mengalamiNya, niscaya Anda akan memiliki segala sesuatu. Jika Anda tanpa Kristus dan tidak tahu bagaimana memanfaatkanNya serta mengalamiNya secara praktis, Anda akan tidak memiliki apa-apa.

Sewaktu Anda menaiki tangga loteng, nampakkah Anda bahwa Kristus itulah tangga Anda yang sejati? Kristus juga jalan, tanpa Dia, tidak akan ada jalan. Karenanya, ketika Anda berjalan atau mengendarai kendaraan, Anda wajib berkata, "Tuhan, Engkaulah jalanku, tanpa Engkau, saya tidak ada jalan. Saya tidak ada jalan untuk melakukan suatu urusan, saya tidak ada jalan untuk maju ke depan, saya tidak ada jalan pula untuk

hidup sebagai manusia." Kristus adalah segala sesuatu, maka Kristus itulah jalan kita.

Dalam pelayananku kepada Tuhan di tahun-tahun yang silam, saya sering menjumpai kasus perselisihan antara suami istri. Kerapkali para saudara bertanya kepadaku, "Saudara Lee, tolong tunjukkan cara yang lebih baik untuk memperlakukan istri kami?" Jawabku selalu begini, "Saudara, saya tak mempunyai cara lain yang febih baik, Kristus itu sendiri justru cara yang lebih baik, bahkan Kristus itulah cara yang paling baik." Ketika setiap kali saya menjawab dernikian, mereka tidak mengerti dan selalu bertanya kepadaku, "Apakah artinya itu?" Jawabku, "Itu sangat sederhana. Lupakan saja segalanya. Datanglah ke hadirat Tuhan di dalam roh dan berkontaklah denganNya secara pribadi. Katakanlah kepadaNya, "Ya Tuhan, Engkau adalah hayatku, jalanku dan segala-galaku. Sekali lagi saya datang ke hadiratMu. Saya memanfaatkan Dikau sebagai segalaku dan sebagai caraku untuk memperlakukan istriku." Setelah Anda kontak dengan Tuhan sedemikian, saya tanggung Anda pasti tahu apakah yang harus Anda lakukan. Saya tak dapat memberitahu Anda harus berbuat apa, namun Tuhan itu sendiri akan menjadi jalan Anda."

Para saudari pun sering kali menceritakan masalah keluarga mereka dengan panjang lebar. Mereka berkata, "Saudara, berilah sedikit waktu untukku dan sabar sedikit terhadapku. Biarkan saya menuturkan seluruh masalahnya kepada saudara." Saya berkata kepada mereka, "Saudari, saya bisa sabar, saya siap untuk mendengarkan. Tetapi saya ingin memberitahu Anda, semua itu tidak berguna. Semakin Anda menceritakannya, Anda akan semakin terjerumus ke dalam. keresahan. Anda harus lebih sederhana. Berlututlah dan utarakanlah sedikit kepada Tuhan dalam roh. Anda tidak perlu menuturkannya kepadaku. Bukan saya tak senang mendengarkan Anda berbicara, tetapi kecuali Kristus sendiri, saya tak dapat memberi Anda cara yang lebih bak Anda wajib berkontak dengan Tuhan sekali lagi."

Akhirnya, kebanyakan saudara saudari dapat tertaklukkan juga, sehingga mereka memiliki pengenalan yang praktis terhadap Kristus. Mereka lalu datang kepadaku dan berkata, "Sekarang saya tahu, Kristus adalah caraku yang terbaik untuk memperlakukan istriku" atau "Kristus adalah caraku yang terbaik untuk memperlakukan suamiku." Jangan menganggap ini hanya satu ajaran atau teori. Anda wajib mengalamiNya. Anda wajib memanfaatkan Kristus dalam penghidupan sehari-hari Anda.

Setelah bani Israel menikmati anak domba Paskah, mereka talu menikmati manna setiap hari selama empat puluh tahun, akan tetapi mereka tak pernah beroleh kepuasan yang sempuma. Mereka hanya memanfaatkan Kristus sedikit saja, mereka hanya mengalami sebagian kecil Kristus. Setelah mereka memdsuki tanah Kanaan, Kristus baru menjadi segala-gala mereka. Saat itulah mereka baru beroleh kepuasan yang sempurna. Setelah mereka masuk ke tanah itu, apa yang mereka makan dan minum -- segala keperluan penghidupan mereka, semua berasal dari tanah tersebut. Tanah itu menjadi segala-gala mereka. Dalam Perjanjian Lama tidak ada lambang lain yang sedemikian almuhitnya, seperti tanah Kanaan ini.

PERHENTIAN UMAT ALLAH

Kita wajib mengetahui dengan jelas mengapa Allah mengatakan tanah itu adalah perhentian umatNya. Anak domba bukan perhentian, manna pun bukan perhentian, tanah itu baru perhentian. Walau bani Israel menikmati anak domba Paskah, mereka belum masuk ke dalam perhentian. Walau selama empat puluh tahun mereka setiap hari menikmati manna, mereka tetap belum beroleh perhentian. Kita tahu apa artinya perhentian. Perhentian berarti segala urusan telah usai, telah dipenuhi dan telah sempurna. Bila Anda telah memiliki segala-galanya, Anda dapat menikmati perhentian. Karena anak domba Paskah bukan bagian umat Allah yang utuh atau lengkap, maka itu bukan perhentian. Anak Domba hanya baik pada batas- batas tertentu, tetapi bukan perhentlan itu sendiri. Manna pun hanya baik dalam aspek-aspek tertentu, namun bukan bagian yang penuh, sempurna dan lengkap. Hanya tanah itu barulah terbilang perhentian umat Allah, sebab tanah itu merupakan kelengkapan kesempurnaan dan kekayaan yang top. Di tanah itulah Anda dapat memiliki segala sesuatu dan tanah itu dapat memuaskan Anda.

Dari Ibrani 3 dan 4 kita dapat nampak bahwa tanah vang menjadi perhentian umat Israel adalah lambang Kristus. Kristus adalah perhentian kita, sebab Ia adalah segala-gala kita. Kebanyakan di antara kita masih belum mengenal Kristus sebagai Sang Almuhit. Kita hanya mengenalNya sebagai Juruselamat, Jurutebus, Kehidupan atau Jalan kita. Sedikit sekali yang mengenal Kristus sebagai segala-gala kita. Tanah itu adalah sasaran, tujuan dan kehendak kekal Allah. Selain mengenal Kristus sebagai tanah itu, kita tetap masih kekurangan. Kita wajib nampak, Kristus lebih kaya daripada yang kita alami sekarang. Kita baru mengalamiNya sekelumit saja. Inilah satu hal yang menjadi beban kita pada had-hari ini. Kita percaya dengan pasti, bahwa Tuhan sedang memulihkan perihal ini.

KEBAIKAN TANAH ITU

Dalam Perjanjian Lama, tanah itu sering disebut tanah yang baik. Hal itu patut menarik perhatian kita. "Saya ingin membawa kamu masuk ke tanah yang baik." Bila Anda tidak memperhatikannya secara khusus, mungkin Anda akan mengira kata-kata ini biasa saja. Kita sering mengatakan barang anu sangat baik, sehingga itu hanya suatu lukisan yang sangat lazim bagi kita, tanpa mengandung arti yang istimewa. Namun bila Allah mengatakan sesuatu itu baik kita harus memperhatikannya. Ini bukan yang diucapkanNya dengan santai, melainkan yang di ucapkanNya berkali- kali : tanah baik, . . . tanah baik . . . tanah baik! Jika demikian, tanah itu tentu benar-benar baik.

Apakah kebaikan tanah itu? Kalau Allah mengatakan tanah itu baik, lalu apakah kebaikannya? Kebanyakan kita dahulu tidak memperhatikan masalah ini. Kita mengira itu hanya sebidang tanah baik, tanpa mengusut lebih lanjut seluk-beluk kebaikannya itu.

Untuk menerangkan dengan sempurna kebaikan tanah itu, sungguh sangat sulit. Maka pertama-tama saya ingin memberi Anda,satu definisi yang khas. Anda telah membaca Keluaran 3:8 yang mengatakan, "Saya telah turun untuk... menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas . . ." Suatu negeri yaitu tanah yang luas ... Jadi kebaikan pertama ditujukan pada keluasannya.

Anda tahu apa itu keluasan, tetapi dapatkah Anda melukiskan berapa luasnya tanah itu? Dapatkah Anda menceritakan batas lingkungan Kristus, yaitu keluasan Kristus? Dengan kata lain, tahukah Anda berapa besamya Kristus? Kita masing-masing mempunyai satu ukuran; lalu apakah ukuran Kristus? Dalam Efesus 3 rasul Paulus telah memberitahu kita ukuran tersebut. Ukuran Kristus ialah: panjang, lebar, tinggi dan dalam. Dapatkah Anda menerangkan selebar apakah lebar, sepanjang apakah panjang, setinggi apakah tinggi dan sedalam apakah dalam? Jika Anda bertanya kepadaku, saya hanya dapat berkata, "Saya tak tahu. Itu tidak terbatas." Kelebaran Kristus ialah kelebaran alam semesta. Kristus itulah kelebaran, kepanjangan, ketinggian dan kedalaman seluruh alam semesta. Seandainya alam semesta memiliki batas, batas itu pasti adalah Kristus. Anda sama sekali tak berdaya mengukur dimensi Kristus. Inilah butir pertama dari kebaikan tanah tersebut. Jadi, kebaikan tanah itu terletak pada ukuran Kristus yang tanpa batas.

MEMANFAATKAN KELUASAN KRISTUS

Sekarang saya ingin bertanya, bagaimanakah Anda memanfaatkan hal ini? Dapatkah Anda memanfaatkan ukuran Kristus? Sebagai contoh : pada suatu hari scorang saudari datang kepadaku dan berkata, "Saudara, Anda tahu keluargaku. Anda tahu, bagaimana suamiku itu." Saya berkata, 'Ta, saya tahu, saya tahu." Ia menyambung, "Anda pun tahu saya punya lima orang anak, yang satu lagi hampir keluar, itulah yang keenam. Saya masih muda, saya takut anakku akan lebih dari setengah lusin. Saudara, saya sungguh sangat kuatir menghadapi situasi itu." Saya lalu bertanya, "Saudari, tahukah Anda berapakah besarnya Kristus?" Jawabnya, "Itu satu pertanyaan yang ganjil sekali. Saya tak pernah memikirkannya. Apakah maksud saudara?" Saya lalu memperlihatkan kepadanya, bahwa Kristus yang ia terima adalah Kristus yang tak terbatas. Namun untuk membantu orang menyadari kebesaran/keluasan Kristus secara praktis, tidaklah gampang.

Kataku, "Saudari, saya sangat memahami masalah Anda. Saya pun bersyukur kepada Allah karena hal-hal yang Anda alami selama ini. Coba beritahu kepadaku, bagaimana cara Anda mempertahankan hidup Anda selama tahun-tahun ini? Bagaimana Anda melaluinya" Jawabnya, "Oh, itu sama sekali Tuhan! Tanpa Tuhan, saya tak dapat hidup sampai sekarang." Saya berkata lagi, "Saudari, apakah Anda kira Tuhan begitu terbatas? Kalau dalam tahun-tahun yang lampau Anda bersama scorang suami dan lima orang anak dapat dipelihara oleh Tuhan, masakan kalau Anda mempunyai satu atau dua anak lagi Ia tak dapat memelihara hidup Anda? Masakan Tuhan begitu kecil, begitu terbatas?" Ia segera mengerti, lalu mengaku, "Saudara, tentu saja Tuhan tak terbatas, Tuhan memang tak terbatas! " Saya tambahkan, "Saudari, baik sekali! Asal Anda tahu Tuhan itu tak terbatas, itu sudah cukup. Janganlah kuatir lagi, serahkan saja beban Anda ke atas diriNya, dan terimalah Tuhan sebagai bantuan Anda yang tak terbatas."

Pada saat yang lain, seorang saudara berkata kepadaku, "Saudara, istriku sangat brengsek. Saya kuatir masalahnya akan semakin gawat. Sampai sekarang saya masih bisa tahan, tetapi jika terjadi urusan lagi, saya kira saya tak dapat tahan, mentalku akan jatuh. Berpikir demikian saja saya sudah tak tahan!" Jawableu persis dengan yang kutujukan kepada saudari tadi. Kataku, "Saudara, di tahun-tahun yang lampau, bagaimana Anda bisa tahan?" "0, itu hanya dengan Kristus!" teriaknya. Sambungku, "Saudara, apakah Anda kira Tuhan hanya terbatas di sini saja? Jika Anda mau mengalamiNya lebih banyak, jika Anda mau mengalami Kristus yang lebih besar, Anda harus bersedia menghadapi situasi yang lebih buruk." Itulah yang paling kutakutl," tukasnya. "Sekarang saja saya sudah cukup celaka, saya ingin minta agar Tuhan menghentikannya sekarang juga!" "Baiklah," kataku, "Bila hanya sampai di sini saja, Anda pun hanya dapat mengenal Kristus sampai taraf ini. Jika Anda ingin beroleh pengalaman yang lebih banyak terhadap Kristus, dari hari ke hari Anda harus bersedia menerima situasi yang lebih buruk."

Saudara-saudara, melalui pengalamanlah baru Anda dapat mengenal batas lingkungan dan keluasan Kristus. Melalui pengalamanlah baru Anda dapat memahami keluasan Kristus yang tidak terbatas. Kristus itu baik dalam ketidakterbatasanNya.

KEBAIKAN KITA BERBEDA DENGAN

KEBAIKAN KRISTUS

Pada suatu hari seorang saudara bertanya kepadaku, "Saya sungguh sukar memahami perbedaan kesabaran dan kasih kita dengan kesabaran dan kasih Kristus. Apakah kesabaran kita dan apa pula kesabaran Kristus? Apakah kasih kita dan apa pula kasih Kristus?" Menjawab pertanyaan ini tidak mudah. Ia melanjutkan, "Saudara, bagaimana saya dapat mengetahui saya mengasihi orang dengan kasihku sendiri, atau mengasihi orang dengan kasih Kristus?" Setelah berpikir sejenak, saya lalu berkata kepadanya, "Bila kasih yang Anda pakai untuk mengasihi orang itu kasih Kristus, kasih itu tidak terbatas dan tak habis Anda pakai. Akan tetapi, bila itu kasih Anda sendiri, saya yakin kasih itu pasti akan habis, sebab kasih itu terbatas. Hari ini Anda mengasihinya, besok mengasihinya; dalam hal ini mengasihinya, dalam hal itu mengasihinya. Anda mengasihinya sehari, dua hari, tiga hari; Anda mengasihinya bulan ini, tahun ini, tahun depan, namun saya percaya pada suatu hari Anda akan tidak mengasihinya lagi; kasih Anda akan habis terpakai."

Kebaikan manusia terbatas, namun kebaikan Kristus tidak terbatas. Maka jika kesabaran Anda terbatas, berarti itu bukan kesabaran Kristus. Jika Anda memakai kesabaran Kristus, semakin Anda diperlakukan orang dengan tidak wajar, Anda akan semakin sabar; kesabaran ini tak habis dipakai. Kebaikan Kristus terletak pada ketidakterbatasanNya, yakni keluasanNya. Segala milikNya tidak terbatas, bahkan tidak berubah.

Kukira kebanyakan di antara kita pernah mengalami atau melihat problema di antara suami istri. Adakalanya saya melihat seorang suami begitu mengasihi istrinya, tetapi saya sering dapat meramalkan : orang ini lima tahun kemudian tidak akan mengasihi istrinya lagi, kasihnya akan habis. Namun kasih Kristus selamanya tak kunjung asat. Bila Anda mengasihi istri Anda dengan kasih Kristus, kasih itu tidak terbatas. Sebaliknya, bila Anda mengasihinya dengan kasih Anda sendiri, saya tanggung semakin Anda mengasihinya hari ini, Anda akan semakin membencinya pada hari lain. Puji Tuhan, kita dapat memakai kasih Kristus untuk mengasihi orang lain. Kita boleh berkata, "Tuhan, bukan kasihku, melainkan kasihMu, dan kasihMu itulah diriMu sendiri. Saya mengasihi orang lain dengan diriMu sendiri, di dalam Dikaulah saya mengasihi orang lain, saya pun mengasihi orang lain melalui Dikau. Kasih yang kupakai untuk mengasihi orang lain ialah kelebaran, kepanjangan, kedalaman dan ketinggian Kristus."

Tanah itu baik, dan kebaikannya terletak pada keluasannya. Kristus itu tak terbatas. 0, saudara-saudara, saya tidak suka terlalu banyak mengatakan tentang diriku sendiri, tetapi saya dapat bersaksi, bahwa Kristus yang kualami ialah Kristus yang tak terbatas. Selama tiga puluh tahun yang lalu perkara-perkara yang menimpa diriku senantiasa bertambah. Beban pekerjaan Tuhan, beban gereja-gereja dan beban para sekerja pun bertambah terus. Problerna atau kesulitan pun tak pernah berkurang. Beban- beban, problema-problema, kesulitan-kesulitan dan persoalan-persoalan kian hari kian banyak. Namun puji Tuhan, bertambahnya beban memperbanyak pula pengalamanku atas Kristus. Karenanya saya menyadari bahwa Kristus tidak terbatas oleh apa pun. Tak pernah ada satu kesulitan yang lebih besar daripada Kristus, dan tidak ada satu pun situasi yang tak terjangkau perhatianNya.

Saya memiliki sehelai sapu tangan yang berukuran 12 x 12 inci. Sapu tangan ini hanya mampu menutupi benda yang sebesar itu, tak mungkin menutupi seluruh kamar, sebab ia tak cukup besar. Namun Anda wajib mengenal Kristus seperti sehelai kain yang tak terbatas besarnya. Anda tak berdaya mengatakan berapa luas dan panjangNya. Ia dapat mengatasi setiap perkara dan segala sesuatu. Tak peduli berapa besamya suatu problema, Kristus dapat mengatasinya. Kebaikan Kristus terletak pada ketidakterbatasanNya. Kebaikan Kristus terletak pada kelebaran, kepanjangan, kedalaman dan ketinggianNya. Kristus adalah sebidang tanah yang begitu luas, untuk kita alami dan nikmati dalam situasi apapun.