Bab 3
Tinggi dan Unggulnya Tanak Permai
Pembacaan Alkitab :
Ulangan 32:13; Yehezkiel 20:40-42; 34:13-15; 37:22; Kisah Para Rasul 2:32,33; Efesus 2:6; Kolose 3:1; Filipi 3:10
Kita telah melihat bahwa kebaikan tanah itu terletak ada keluasannya. Karena tanah itu luas, tanah itu baik. Sekarang baiklah kita meninjau lebih lanjut tentang kebaikan tanah itu. Alkitab memberitahu kita, bahwa pada tanah itu terdapat bukit-bukit yang tinggi di bumi : "DibuatNya dia berkendaraan mengatasi bukit-bukit di bumi. " (Ulangan 32:13). Karenanya kebaikan tanah ini pun terletak pada ketinggian dan keunggulannya.
KRISTUS YANG BANGKIT DAN NAIK KE SORGA
Tanah Kanaan merupakan tanah yang tinggi, sekurang-kurangnya 2.000 (± 1.828 m) sampai 4.000 kaki (± 3.657 m) di atas permukaan laut, penuh dengan gunung-gunung. Dalam kitab Ulangan dan Yehezkiel terdapat banyak catatan yang memberitahu kita, bahwa tanah Israel adalah tanah yang tinggi dan berbukit-bukit. Apakah yang dilambangkan olehnya akan Kristus? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memeriksa peta. Di satu sisi tanah Kanaan terdapat laut Besar atau laut Tengah; di sisi lainnya terdapat laut Mati. Jadi di kedua sisi tanah itu terdapat laut. Menurut perlambangan Alkitab, laut melambangkan kematian. Ini berarti kematian atau maut mengitari Kristus. Tetapi dari dalam maut itu muncul suatu benda. Ya, Kristus telah muncul dari dalam maut! Maka tanah yang tinggi atau tanah pegunungan melambangkan Kristus yang bangkit dan naik ke sorga. Kristus telah bangkit dan naik ke sorga, Dialah yang telah bangkit dan naik tinggi, Dialah gunung yang tinggi. Kristus ialah tanah yang tinggi pada gunung Israel. Kecuali Dia dan di luar Dia, hanya ada maut.
Pada hari Pentakosta, Petrus berdiri beserta kesebelas rasul lainnya. Coba kita bayangkan keadaan hari itu. Petrus adalah seorang nelayan yang hina dan kecil. Tetapi pada hari itu ia bersama kesebelas rasul berdiri bersaksi dan mengumumkan Yesus telah bangkit dan naik ke sorga. Pada saat itu, orang yang kecil itu memiliki kedudukan yang jauh lebih tinggi daripada setnua orang yang tertinggi di dunia ini. Ketika itu, orang yang terbesar dan tertinggi di dunia ini pun tak dapat dibandingkan dengan Petrus dan kesebelas orang yang menyertainya.
Mengapa mereka begitu tinggi? Bagaimana mungkin orang-orang seperti mereka bisa sedemikian tinggi? Itu disebabkan pada saat itu mereka berdiri mempersaksikan Kristus yang naik ke sorga, dan mereka berada dalam Kristus yang naik ke sorga. Mereka bukan manusia-manusia di bumi, melainkan di sorga. Jika Anda membaca beberapa pasal terdepan dalam Kisah Para Rasul, Anda akan nampak betapa Petrus, Yohanes dan orang-orang yang beserta dengan mereka adalah orang-orang yang berada di gunung, yaitu di sorga. Mereka telah melampaui segala sesuatu yang di bumi. Para imam besar, raja dan pembesar-pembesar rakyat semua berada di bawah kaki mereka. Karena Kristus yang naik ke sorga dan karena berada di dalam Kristus yang naik ke sorga, mereka telah melampaui orangorang yang menempati kelas paling tinggi. Mereka berjalan di dalamNya, mereka tinggal di gunung yang tinggi dan di tanah yang tinggi.
0, saudara saudari, Kristus tidak saja luas, Ia pun lebih tinggi daripada segala sesuatu; Ia tinggi dan unggul!
PENGALAMAN TERHADAP KRISTUS
YANG NAIK KE SORGA
Saya percaya kebanyakan di antara kita memiliki sedikit pengalaman yang demikian terhadap Kristus. Pengalaman apa? Ijinkanlah saya menceritakan sedikit pengalamanku sendiri.
Pada tahun 1943, saya ditahan polisi militer Jepang oleh karena pekerjaan Tuhan. Waktu itu tentara Jepang menduduki sebagian besar daratan Cina, termasuk kota tempat saya bekerja. Selama waktu penahanan, saya hampir setiap sore diinterogasi. Pagi hari, dari jam 9 hingga jam 12 dan sorenya, dari jam 2.30 hingga jam 6, saya harus berhadapan dengan mereka. Anda tak dapat membayangkan betapa mengerikan situasiku waktu itu. Selain Tuhan saya tidak ada pertolongan, dan selain berdoa saya tidak ada bantuan. Saya ditahan sendirian, sebab mereka khawatir saya akan membocorkan informasi. Kecuali berdoa, saya pun tidak mempunyai pekerjaan lain. Tetapi saya dapat bersaksi, semakin berdoa, saya semakin merasa berada di sorga. Ketika saya diinterogasi mereka, saya merasa jauh lebih tinggi daripada mereka. Mengapa? Sebab saya berada dalam Dia yang naik ke sorga. Penjara tidak terbilang apa-apa bagiku. Kristus itulah segala-galaku. 0, saudara saudari, walau saya dalam ancaman mereka, saya berada di sorga.
Setelah mereka memperlakukan saya demikian selama tiga pekan, mereka tidak menemukan kesalahan apapun pada diriku. Satu-satunya tuduhan mereka adalah saya seorang yang takhyul. Kata mereka, "Tuan Lee, Anda sudah kerasukan Allah." Pada suatu hari, mereka mengeluarkan saya dari sel untuk mengolok-olok saya. Mereka bertanya, "Coba Anda beritahu kami, mana yang lebih penting, Allah atau negara?" Saya tahu siasat mereka, andaikata saya mengatakan negara lebih penting, mereka tidak lagi menuduh saya takhyul, tapi patriot. Mereka bermaksud menyelidiki apakah saya patriot atau bukan, dan apakah saya memperhatikan urusan negara atau tidak. Saya tidak menjawab. Mereka berkata, "Lekas beritahu kami!" Semakin mereka menyuruh saya cepat, saya semakin bimbang. Akhirnya saya berkata, "Bagiku, Allah nomor satu." Mereka berkata, "Baik, biar Allah yang memberi Anda makan hari ini, kami tidak akan memberi makanan lagi kepada Anda." Ini merupakan ancaman lain. Saya hanya tersenyum, lalu kembali ke dalam sel.
Tidak lama kemudian, ada seorang pemuda Yunani ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara itu. Polisi militer mengira, karena orang itu tidak memiliki sanak saudara di kota ini, tak mungkin ia menyampaikan apa-apa kepadaku. Maka mereka mengira cukup aman bila menempatkan dia bersamaku. Ketika tiba waktu makan malam, tentara Jepang yang membagi-bagikan ransum datang ke selku. Ia tak dapat berbahasa Mandarin, jadi dengan sikap mengolok-olok ia menunjuk-nunjuk ke atas beberapa kali, maksudnya biar Allah yang memberi saya makan, mereka tidak memberi saya makan, Pemuda Yunani itu diberi beberapa potong roti, tetapi saya tidak diberi apa-apa. Setelah ia pergi, pemuda itu bercakap- cakap denganku. Ia menanyakan keadaanku; saya pun menceritakan kisahku kepadanya. Lalu ia berkata, "Tuan Lee, saya tidak mau makan makanan ini. Anda saja yang makan!" Kataku, "Itu bagian Anda!" "Anda menderita bagi Kristus, mengapa saya tak dapat mengambil bagian dalam penderitaan Anda?" jawabnya. Maka ia memaksa saya memakan roti dan minum susu itu.
Keesokan harinya mereka mengeluarkan saya dari dalam sel dan mengolok-olokku lagi. "Tuan Lee apakah Allahmu memberimu makan?" "Ya" jawabku. Mereka tak dapat berbuat apa-apa terhadapku. Mereka hanya menganggapku seorang takhyul yang hanya tahu Allah, tak menghiraukan segalanya. Mereka lalu berkata kepadaku, "Baiklah, kami akan mencari tukang cukur rambut untuk mencukurkan Anda, dan memesan makanan di warung nasi untuk Anda." Tahukah Anda, pengalaman apakah itu? Inilah pengalaman terhadap Kristus yang naik ke sorga. Kita berada di dalam Tuhan yang telah naik ke sorga. Ketika kita mengalarni Dia, kita pun membubung tinggi. Kita akan unggul, segala sesuatu akan berada di bawah kaki kita.
Tak lama setelah saya dibebaskan dari tahanan, saya menderita sakit paru-paru yang parah. Selama enam bulan saya berbaring di ranjang, beristirahat total, dan diteruskan lagi dengan waktu dua setengah tahun untuk memulihkan kesehatan. Aktivitasku terbatas. Dipandang dari luar, hari-hari yang kulalui itu sungguh redup. Namun setiap kali saya berdoa, saya selalu merasa seolah tidak berbaring di ranjang, melainkan di sorga. Walau sakitku sangat berat, tetapi ketika saya berdoa, saya merasa tidak sakit, melainkan melampaui segala-galanya, seolah di sorga. Anda tidak tahu, selama hari-hari itu betapa sukacitanya saya di dalam Tuhan. Walau tertawan dan teraniaya, kemudian ditambah miskin dan sakit, tetapi puji Tuhan, Kristus yang naik ke sorga itu menjadi jalanku! Kristus yang unggul adalah jalanku menuju sorga.
Saudara saudari, bagaimana kita dapat berada di sorga? Asalkan kita berada di dalam Kristus. Kristus telah naik tinggi. Kristus kini adalah gunung tinggi dalam alam semesta. Dialah tanah yang tinggi. Saya percaya sekarang Anda banyak yang sudah mengerti, apa artinya mengalami Kristus yang naik ke sorga.
Sejak muda saya sudah melayani Tuhan. Saya bersyukur kepadaNya, di bawah pengaturanNya yang berkuasa saya dapat berkoordinasi dengan beberapa rekan sekerja senior, di antaranya ialah saudara Watchman Nee. Dari mereka saya menerima banyak bantuan. Pada suatu hari saya bersekutu dengan salah seorang di antara mereka, seorang saudari. Ia memberitahu saya bagaimana ia mengalami kebangkitan dan kenaikan Kristus. Waktu itu, kurang lebih 30 tahun yang lalu, saya masih muda, saya tak mengerti kalau kebangkitan dan kenaikan Kristus berkaitan dengan kita. Dari segi teorinya saya tahu masalah kebangkitan dan kenaikan, tetapi dari segi pengalamannya saya tidak memahami hal tersebut. Saudari itu memberitahu saya betapa ia sering mengalami kebangkitan dan kenaikan Tuhan. Katanya, "Saudara Lee, pada suatu hari saya menjumpai suatu kesukaran. Sebenarnya tidak ada alasan kesukaran itu menimpa diriku. Saya lalu bertanya kepada Tuhan: Oh, Tuhan, mengapa demikian? Tuhan menjawabku : Agar kamu mengenal kuat kuasa kebangkitanKu." Ia berkata kepadaku, bahwa ia benar-benar telah menerima sedikit pelajaran tentang kuat kuasa kebangkitan Tuhan. Hal itu telah dipelajarinya melalui tekanan, persoalan, dan kesukaran. Tiada satupun yang dapat menekan dia dan membuatnya kecewa. Semakin banyak kesulitan, semakin banyaklah kelepasan. Lalu ia memberitahu saya, tak lama kemudian, kesukaran yang lebih dahsyat menimpa dirinya, dan ia sekali lagi bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, apakah artinya kesukaran ini!" Tuhan menjawabnya, "Inipun tak lain agar kau mengenal kuat kuasa kebangkitanKu." 0, sewaktu saya mendengar kesaksiannya, saya sungguh-sungguh merasa kami berdua seolah berada di sorga; tidak saja ia di sana, saya pun bersamanya di sana. Itulah pengalaman atas Kristus yang naik ke sorga. Segala-galanya telah kita. lampaui, dan berada di bawah kaki kita. Tidak ada apapun yang dapat menekan kita.
MEMANFAATKAN KRISTUS YANG NAIK KESORGA
Adakalanya Anda mengeluh, "O, saya sangat tertekan!" Tahukah Anda apakah artinya itu? ltu berarti Anda berada di bawah kekuasaan maut. Bila roh atau hati Anda merasa tertekan, itu berarti Anda berada di bawah ancarnan maut, yakni berada di bawah kuasa kegelapan. Saat itu Anda wajib belajar memanfaatkan Kristus, yaitu Kristus yang naik ke sorga dalam situasi Anda. Anda wajib segera berkontak dengan Kristus dan berkata, "Saya menolak semua tekanan keadaan sekitar ini. Saya memiliki Kristus yang naik ke sorga, dan saya berada di dalam Kristus yang naik ke sorga!" Anda wajib memberitahu Tuhan dan berkontak denganNya. Ketika Anda berkontak denganNya, Anda akan dibangkitkan, dan akan naik ke tempat tinggi. Sebab Kristus yang Anda kontaki adalah Kristus yang naik ke sorga. Ketika Anda berkontak dengan Kristus, Anda akan berada di gunung yang tinggi, tidak lagi berada di dalam lembah. Anda akan berada di tanah yang tinggi, jauh di atas permukaan laut. Sayangnya, ketika Anda merasa tertekan, Anda melupakan Kristus. Anda lupa, bahwa Anda memiliki Kristus yang unggul, yang jauh lebih tinggi daripada segalanya. Anda tidak memanfaatkanNya. Anda tidak menghampiriNya dan tidak berkontak denganNya.
Sering kali ketika saudara-saudara mencari saya, benak mereka penuh dengan kesulitan. Pada suatu kali scorang yang demikian datang kepadaku, setelah berbincang-bincang sebentar, saya berkata kepadanya, "Saudara, mari kita berlutut berdoa." Ia menjawab, "Saudara Lee, saya tidak dapat berdoa; benakku penuh dengan problema."
Saya kuatir kalau Andajuga sering serupa dengan saudara itu, yaitu sukar sekali diajak berdoa. Ketika Anda menghadapi saudara yang demikian, Anda sungguh-sungguh membutuhkan kekuatan. Kadang-kadang Anda malah terpengaruh olehnya. Karena ia tidak dapat berdoa, Anda akan tertekan karena dia, sehingga Anda pun tidak dapat berdoa. Anda harus bangkit dan berkata, "Saudara, bagaimana kita seharusnya?" Ia datang bertanya kepada Anda harus bagaimana, sekarang Anda berbalik bertanya kepadanya dengan pertanyaan yang serupa. Tanpa Kristus, tidak ada jalan. Saya telah belajar, setiap kali menghadapi situasi yang demikian, saya melatih rohku, sambil menggunakan imanku. Saya berkata, "0 Tuhan, Engkau ada di sini. Saya tidak menyetujui situasi yang demikian. Ikatlah musuh! Ikatlah orang kuat itu! Bebaskan saudara ini! Bebaskan pikirannya! Suruhlah saudara ini berdoa! " Kita perlu satu doa peperangan. Kita wajib berperang. Puji Tuhan! Setiap kali Anda berdoa sedemikian dan berkontak dengan Kristus yang naik ke sorga, Anda akan melepaskan roh orang lain. Anda akan membawa mereka ke sorga. Tidak sedikit orang yang telah dibebaskan melalui doa yang demikian. Mereka dapat berdoa sambil mengalirkan air mata, "Tuhan, terpujilah Engkau, terpujilah Engkau! Saya telah dibebaskan!"
Saudara saudari, bagaimana mungkin Anda berperang sedemikian di dalam Anda? Ketahuilah, satu-satunya jalan adalah berada dalam Kristus yang naik ke sorga. Beserta Kristus yang naik ke sorga inilah Anda dapat berperang melawan musuh, dan musuh akan berada di bawah kaki Anda. Ketika Anda tertekan oleh Iblis dan diletakkan di bawah kakinya, bagaimanakah Anda menentangnya? Anda wajib mengenal bahwa Anda berada di dalam Kristus yang naik ke sorga, dan Anda telah duduk di sorga di dalam Kristus.
Dengarkanlah sabda dalam kitab Yehezkiel 34:13-15 ini : "Saya akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Saya akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. Saya sendiri akan menggembalakan domba-dombaKu dan Saya akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman TUHAN ALLAH. "
Di tanah yang tinggi, gunung-gunung Israel, umat Allah akan menikmati alur-alur sungai. Alur-alur sungai melambangkan aliran Roh Kudus, atau air hidup Roh Kudus. Dalam Kristus yang naik ke sorga, Anda akan merasa ada air hidup mengalir dalam batin Anda. Adakalanya hati dan roh Anda merasa dahaga. Itu disebabkan Anda tidak memanfaatkan Kristus yang naik ke sorga. Dengan menggunakan iman dan roh Anda untuk memanfaatkan Kristus yang naik ke sorga itu ke dalam situasi Anda, Anda akan segera merasa ada satu aliran air hidup dalam batin Anda.
Ayat itupun memberitahu kita, bahwa di atas gunung itu umat Allah mendapatkan padang rumput yang subur, yang menjadi makanan mereka. Apakah itu? Itulah Kristus yang penuh kehidupan. Padang rumput melambangkan Kristus yang penuh kehidupan. Anda pasti puas, tidak lagi kelaparan. Tiap kali roh Anda lapar, itu menunjukkan bahwa Anda tidak mengalarni Kristus yang naik ke sorga. Bila Anda rnenerapkan Kristus yang dernikian ke dalam situasi Anda, Anda segera dikenyangkan. Anda akan beroleh makanan. Anda pasti berokh kekayaan padang rumput Kristus sebagai suplai Anda.
Tambahan pula, di tanah yang tinggi ini terdapat tempat untuk Anda berbaring bersarna kawanan domba, ini berarti perhentian. Apakah Anda tidak ada perhentian? Berkontaklah dengan Kristus yang naik ke sorga dan manfaatkanlah Dia. Di gunung-gunung Israel, Anda akan mendapatkan perhentian.
Anda pasti mendapat air hidup, mendapat padang rumput yang subur dan mendapat kandang yang baik, sehingga Anda dapat berbaring. Anda akan mendapat minuman yang menyegarkan. Anda akan mendapat makanan yang kaya, dan mendapat perhentian. Ada lagi satu perkara, yaitu Allah sendiri akan menjadi gembala Anda. Semuanya dapat dialami dalam Kristus yang naik ke sorga. Bila dengan iman Anda menerapkan Kristus ke dalam segala situasi Anda, Anda pasti akan menikmati segalanya ini..Anda akan mengalaini Tuhan secara praktis dalain penghidupan sehari-hari, bukan hanya dalam pengetahuan dan teorinya belaka.
Alkitab pun memberitahu kita, bahwa di tanah Israel yang tinggi ini Allah akan berkenan menerima umatNya bagaikan bau-bau yang harum. Di sana mereka akan melayani Tuhan, dan Tuhan akan menyertai mereka. Mereka akan mempersembahkan korban kepada Tuhan dan Tuhan akan berkenan menerima mereka.
Yehezkiel 20:40-42, "Sebab di atas gunungKu yang kudus, di atas gunung Israel yang tinggi, demikianlah firman TUHAN ALLAH, di sana di tanah itu segenap kaum Israel dalam keseluruhannya akan beribadah kepadaKu. Di sana Saya akan berkenan kepadamu dan di sana Saya akan menuntut dari kamu persembahan-persembahan khususmu dan sajian- sajianmu yang terpilih, segala yang kamu kuduskan. Seperti kepada persembahan yang harum Saya berkenan kepadamu pada waktu Saya mengeluarkan kamu dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri, di mana kamu berserak, dan Saya akan menunjukkan kekudusanKu kepadamu di hadapanbangsa-bangsa. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada waktu Saya membawa kamu masuk ke tanah Israel, ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada nenek moyangmu."
Ayat-ayat di atas memperlihatkan kepada kita, bahwa melalui mengalami Kristus yang naik ke sorga ini, kita akan dapat beribadah atau melayani Tuhan. Bila kita ingin diperkenan Tuhan dan ingin memiliki persekutuan yang indah denganNya, semuanya tergantung pada pengalaman kita terhadap Kristus yang naik ke sorga ini.
BERIBADAH DALAM
KRISTUS YANG NAIK KE SORGA
Sering kali saya ditanya orang dengan pertanyaan yang serupa, "Saudara, bagi Anda melayani Tuhan itu mudah atau sukar?" Jawabanku seialu demikian, "Itu sama sekali tergantung pada Anda berada dalam diri sendiri atau dalam Kristus. Jika Anda melayani Tuhan di dalam diri sendiri, sungguh sangat sukar, tetapi bila Anda melayani Tuhan di dalam Kristus, sungguh sangat mudah. Jika Anda di dalam Kristus, bahkan jerih-payah pekerjaan Anda pun akan menjadi ranjang perhentian bagi Anda. Semakin Anda berjerih-payah dalam pekerjaan Tuhan, Anda akan semakin menikmati perhentian Tuhan."
Saudara Watchman Nee pernah berkata kepadaku, "Bila Anda merasa bekerja bagi Tuhan menjadi suatu beban yang berat, Anda harus memberitahu Tuhan, bahwa Anda akan meletakkannya dan menganggap hal itu sebagai ranjang Anda, lalu rebahkan diri Anda di atasnya. Jelaskah? Pelayanan dalam Kristus yang naik ke sorga tak lain ialah suatu perhentian. Semakin Anda bekerja, Anda akan semakin beristirahat. Kristus yang naik ke sorga membuatnya sama sekali berbeda. Pelayanan di dalam Dia benar-benar merupakan suatu perhentian.
Pada tahun 1958, di Denmark saya bertemu dengan seorang saudara yang menjadi pekerja sepenuh waktu. Ia pernah mempelajari banyak hal tentang melayani Tuhan. Ketika itu saya diundang untuk menyampaikan firman dalam sidang istimewa yang diselenggarakan olehnya. Pada satu kesempatan, ia bertanya kepadaku, "Saudara Lee, apakah Anda ada kekuatiran?" Saya berkata, "Mengapa Anda menanyakan pertanyaan itu kepadaku?" Ia berkata, "Saya tahu, Anda pasti menanggung suatu beban yang sangat berat. Anda harus melayani pekerjaan Tuhan di Timur Jauh, Anda mempunyai banyak rekan sekerja dan banyak gereja. Pekerjaan itu sangat besar, dan pasti banyak pula masalah-masalah yang timbul. Saya ingin tahu sebenarnya Anda merasa kuatir atau tidak terhadap semuanya itu?" Kataku, "Saudara, pandanglah wajahku. Apakah saya kelihatannya seperti sedang kuatir" Jawabnya, "Justru karena itu saya hendak bertanya kepada Anda. Kukira Anda pasti banyak beban berat, problema dan kesukaran, dan Anda semestinya menjadi seorang yang senantiasa kuatir. Tetapi saya lihat, wajah Anda tidak menampakkan tanda-tanda kekuatiran sedikitpun. Anda seolah-olah tidak kuatir sama sekali. "Puji Tuhan," ujarku, "Ya, saya tak pernah kuatir. Itu sama sekali karena Kristus. Saya berada dalam Kristus yang telah naik ke sorga. Saya tidak tahu bagaimana kuatir, saya hanya tahu bagaimana memuji Dia."
Puji Tuhan! Puji Kristus! Saya berada dalam Kristus! Kristus itulah tanahku yang tinggi! Saya tinggal di tanah ini! Saya berjalan di tanah yang tinggi ini! Segala persoalanku, problemaku, kesukaranku dan bebanku berada di bawah kakiku. Semuanya itu menjadi tempat dudukku. Saya dapat beristirahat dalam kesukaranku dan saya dapat beristirahat dalam persoalanku. Semakin banyak persoalanku, semakin banyak pula saya menikmati Kristus yang naik ke sorga. Itulah pengalaman kita atas Kristus.
Anda juga dapat mengalami hal yang demikian, bahkan sekarang pun dapat mengalaminya. Kristus ada di dalam Anda, Anda pun berada di dalam Kristus. Namun sangat disayangkan, sering kali Anda lupa bahwa Anda memiliki Kristus, sehingga Anda tidak memanfaatkan Kristus dalam situasi Anda. Janganlah menganggap saya seorang yang khusus dan luar biasa. Saya adalah orang biasa. Saya sama dengan Anda, biasa dan lemah. Tetapi saya mempunyai rahasia itu. Setiap kali saya menjumpai kesulitan, saya berkata, "Tuhan, saya memujiMu, inilah satu kesempatan lagi bagiku untuk mengalami Engkau."
Manfaatkanlah Kristus ke dalam situasi Anda, Anda akan mengalami Kristus sebagai yang naik ke sorga, dan Anda pun akan mengetahui bahwa Anda telah naik ke sorga bersamaNya. Di dalam Kristus Anda telah naik ke sorga. 0, saudara saudari, Dia adalah Juruselamat yang alangkah unggul! Keselamatan dan pertolongan yang sungguh ajaib bagi kita! Dialah Kristus yang hidup selamanya dan yang naik kit sorga! Kita harus mengenal Kristus hingga ke taraf yang sedemikian. Kita harus memujiNya. Dialah Kristus yang luas. Dialah Kristus yang naik ke sorga!