← Daftar isi Kristus yang Almuhit · bab 15/16

Bab 15

Penghidupan Tanah Itu

Pembacaan Alkitab :

Ulangan 12:1-18, 20-21, 26-27; 14:22-23; 16:16-17.

Misalnya kita telah memperoleh tanah itu. Kita telah memasukinya, telah menaklukkan semua musuh, bahkan telah tinggal di dalamnya. Sekarang kita perlu menemukan, penghidupan yang bagaimana yang harus kita tempuh di tanah tersebut.

Kita telah melihat sedikit tentang situasi dan kondisi tanah itu, yakni sebidang tanah yang permai dan subur. Kepermaiannya yang pertama ialah tanah itu luas, kedua unggul, dan ketiga kaya. Kita pun telah membahas dengan terinci tentang kekayaan-kekayaannya, antara lain ia kaya dengan air, makanan, fauna dan flora serta mineral-mineral. Kita juga sudah menghabiskan banyak waktu menyelidiki cara-cara untuk memasuki dan memiliki tanah itu, yakni melalui anak domba Paskah serta sejumlah pengalaman-pengalaman atas Kristus. Sekarang kita sudah berada di tanah yang ajaib ini, kita berada di dalam Kristus yang almuhit. Sekarang kita harus menempuh penghidupan yang bagaimana di tanah ini? Masalah ini tercantum dalam kitab Ulangan.

Ketika hamba Allah, Musa, menulis kitab Ulangan, segalanya telah tersedia dengan lengkap, agar bani Israel dapat memasuki tanah itu. Mereka telah memiliki Kemah Pertemuan dan Tabut Perjanjian. Mereka telah memiliki pelayanan imamat dan telah terorganisir menjadi pasukan tentara. Hanya tinggal satu langkah saja, yaitu memasuki tanah itu. Namun, Musa menyadari bahwa Allah tidak menyuruhnya tnemimpin mereka memasuki tanah itu. Memang ia telah memimpin mereka mencapai tahap persiapan yang selengkapnya, tetapi ia sendiri tak dapat masuk ke tanah itu bersama mereka. Allah mengatakan kepadanya bahwa ia harus meninggal.

Pada waktu itu hamba Allah ini mencurahkan rasa kasih dalam hatinya kepada umat Allah. Ia sangat memperhatikan masa depan mereka, terutama mengenai kehidupan mereka setelah mereka menempati tanah itu. Karenanya ia dengan sekuat tenaganya memberikan pengarahan-pengarahan kepada mereka mengenai hal tersebut. Ibarat seorang ayah tua yang memberikan anjuran-anjuran kasih dan petunjuk-petunjuk hikmat kepada anaknya yang sedang mencapai kedewasaan. Ia memberikan peringatan- peringatan yang berguna bagi mereka, dan menasihati mereka harus bagaimana berhati-hati hidup di tanah yang Allah janjikan kepada nenek moyang mereka itu. Jika tidak, mereka akan kehilangan tanah itu. Itulah beban yang ia sampaikan kepada mereka, yang sepenuhnya tercatat dalam kitab Ulangan.

Meskipun kitab Ulangan mendahului kitab Yosua, tetapi kitab ini memuat perkara-perkara yang terjadi setelah kitab Yosua. Kalau kitab Yosua mencatat kisah tentang umat Allah menempati tanah itu -- menyeberangi sungai Yordan, berperang, memasuki tanah itu, dan merebutnya dari tangan musuh-musuh yang mendudukinya; kitab Ulangan memuat kisah tentang penghidupan yang harus mereka tempuh setelah mereka berada di tanah itu. Dengan kata lain, kitab Ulangan mewahyukan kepada kita bagaimana kita harus menempuh penghidupan kita, sehingga kita dapat menikmati apa yang telah kita perokh. Kita telah memasuki dan memperoleh tanah itu, maka sekarang kita harus belajar menempuh penghidupan kita di dalamnya, yaitu harus menikmatinya. Kita tidak saja harus mengetahui bagaimana memperoleh Kristus yang almuhit kita pun harus mengetahui bagaimana menyatakan semacam penghidupan selanjutnya yang dalam pandangan Allah merupakan kenikinatan kita atas Dia. Inilah ikhtisar berita dalam kitab Ulangan.

MENGGARAP KRISTUS

Pertama, kita harus menempuh penghidupan yang menggarap Kristus, yaitu penghidupan yang mengusahakan Kristus sebagai usaha atau profesi kita.

Hari ini masalah usaha tertalu banyak dibicarakan orang. Banyak orang mempelajari ilmu ekonomi. Mereka yang menjadi pedagang adalah untuk usaha, bahkan perencanaan urbanisasi juga untuk usaha. Dapat dikatakan bahwa segalanya untuk usaha. Sampai-sampai persaingan antara satu negara dengan negara lainnya pun untuk usaha. Hari ini terdapat berbagai jenis usaha di dalam dunia, tetapi kita, umat Allah yang hidup di dalam Kristus yang almuhit, harus memiliki sejenis usaha saja, yakni Kristus. Kristus itulah usaha kita, kita harus berusaha di atas diriNya.

Hari ini banyak siswa yang mempelajari ilmu pengetahuan atau teknologi, setiap hari mereka belajar dengan tekun, dan menghabiskan banyak waktu untuk melakukan riset-riset, percobaan-percobaan, atau praktik-praktik. Namun, saya ingin bertanya kepada Anda, sebagai seorang Kristen yang telah dilahirkan Allah dan diterangi Roh Kudus, serta yang telah diperkuat oleh kuat kuasa kebangkitan dalam batin Anda, apakah yang Anda usahakan? Apakah profesi Anda?

Ke mana saja saya pergi, saya tidak mau memberitahu orang bahwa saya ini seorang penginjil. Ini agaknya aneh juga. Ya, sebab saya merasa jika saya memperkenalkan diri sedemikian itu sangatiah memalukan. Saya pun tidak mau diketahui orang bahwa saya ini seorang yang disebut "pendeta". Tapi, untuk menjelaskan profesi saya kepada orang sungguh sulit. Sering kali ketika saya bepergian, baik dengan pesawat udara atau dengan kereta api, bila orang yang duduk di sebelah saya menanyakan profesi saya, maka jawaban saya adakalanya membuatnya tercengang. Saya berkata, "Saya ini pengusaha Kristus! Kristus itulah profesi saya!" Atau ketika mereka bertanya di perusahaan mana saya bekerja, adakalanya saya menjawab, "Perusahaan saya adalah Perusahaan Kristus". Mereka tentu bertanya lagi, "Apa maksud Anda dengan Perusahaan Kristus?" Saya hanya dapat menjelaskan bahwa saya setiap hari menggarap Kristus, Kristus itu sendiri adalah profesi atau usaha saya.

Kalian yang menjadi pelajar pun harus nampak dan mengalami hal ini, yakni ketika Anda sekolah, kalian wajib menggarap Kristus. Kristus adalah usaha Anda. Kalian yang menjadi sopir truk juga wajib menyadari, bahwa menjalankan kendaman bukanlah profesi Anda yang sejati, profesi Anda yang sejati adalah Kristus; karenanya Anda wajib tak henti-hentinya menggarap Kristus. Demikian pula kalian yang menjadi ibu rumah tangga, pekerjaan kalian yang sebenarnya bukanlah mengurus rumah dan keluarga, melainkan menggarap Kristus. Apakah Anda setiap waktu dan setiap saat bekerja di atas diri Kristus? Adakah kalian mengalami dan menikmati Dia dalam setiap situasi dan kondisi?

Penghidupan yang kita tempuh setelah kita memperoleh tanah permai itu ialah menggarap Kristus. Penghidupan ini bertujuan mengusahakan Kristus, yaitu memproduksiNya secara massal. Kita adalah karyawan- karyawan "Perusaham Kristus" yang tiap hari memproduksikan Kristus. Seperti hainya para petani yang menanam dan menghasilkan buah-buahan, kita pun menanam dan menghasilkan Kristus. Kita adalah petani-petani yang siang malam tekun menggarap ladang Kristus. Kita bekeda dengan sukacita, dan pekedaan ini merupakan perhentian bagi kita.

Coba kita renungkan, apakah yang dikerjakan bani Israel setelah mereka menduduki tanah itu, dan menaklukkan semua musuh? Tak lain ialah menggarap tanah itu. Mereka membajak tanah, menanam, menyiram, menanam pohon anggur, dan berbagai tanaman lainnya. Semua itu adalah usaha yang harus mereka kerjakan demi menikmati tanah itu. Lukisan ini menunjukkan bagaimana seharusnya kita menggarap Kristus dengan tekun dan aktif, agar kita dapat menikmati Kristus sang almuhit yang kaya. Itulah profesi kita. Kristus adalah usaha kita. Kita harus aktif bekerja di atas diriNya, barulah kita dapat menghasilkan kekayaanNya. Kita telah nampak berbagai aspek kekayaan tanah permai itu, tetapi jika kita tidak melakukan usaha di atasnya, bagaimana mungkin kekayaan-kekayaan itu dinyatakan dan diproduksikan secara massal. Memperoleh Kristus yang kaya itu satu perkara, menggarap Dia secara terus-menerus itu perkara yang lain.

Bagaimanakah kondisi kekristenan dewasa ini? Kaya atau miskin? Kita harus mengakui, bahwa kekristenan hari ini benar-benar miskin. Kristus begitu kaya dan tak terbatas, tetapi gereja hidup dalam kerniskinan. Mengapa? Sebab anak-anak Allah hari ini malas, mereka enggan menggarap Kristus dengan aktif.

Bacalah Amsal yang ditulis Salomo sang raja hikmat, "Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring, maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu ..." (Ams.6:9-11). Mengapa negara Amerika hari ini begitu kaya? Memang Allah telah mengaruniakan sebidang tanah yang sangat kaya kepada Amerika. Tetapi itu bukan fakta seluruhnya. Banyak orang Amerika yang pernah berusaha dengan tekun dan aktif di atas tanah ini, sehingga tanah ini menghasilkan dan menyatakan sumber alamnya yang kaya limpah. Kita wajib bekerja keras, jangan bermalas-malasan. Bagaimana keadaan kebanyakan orang Kristen hari ini? Mereka terlampau sibuk dengan usaha duniawi mereka, dan terialu malas berusaha di atas Kristus.

Kita wajib menggarap ladang rohani, menabur benih-benih rohani, dan setiap saat menyirami tanaman-tanarnan rohani kita. Kita tak dapat mengandalkan orang lain, tetapi harus bekerja sendiri, jika tidak, kita akan gagal. Para saudari, apakah kalian pagi ini telah mendoa-bacakan firman Tuhan? Saudara-saudara, berapa kali kalian berkontak dengan Tuhan hari ini? Itulah situasi kita hari ini. Kita tidak menggarap dan menanam Kristus. Kita telah memiliki sebidang tanah yang sangat subur, tetapi kita tidak mengusahakannya, dan karenanya tidak ada hasil. Sumber alam kita sesungguhnya limpah ruah, tetapi kita miskin dalam hasil.

Allah menetapkan umatNya sedikitnya tiga kali setahun berhimpun bersama untuk beribadah kepadaNya, yaitu pada Hari Paskah, Hari Pentakosta, dan Hari Raya Pondok Daun. Dan Allah berpesan kepada mereka, tidak boleh datang dengan tangan hampa. Mereka harus membawa sesuatu yang dihasilkan dari tanah itu untuk dipersembahkan kepadaNya. Jika mereka malas, tidak mengusahakan tanah itu, mereka tidak saja tidak ada apa-apa untuk dipersembafikan kepada Allah, bahkan mereka sendiri akan kelaparan.

Kita harus nampak, tiap kali kita datang bersidang, beribadah kepada Allah, kita tidak seharusnya datang dengan tangan hampa, tetapi harus datang dengan tangan yang dipenuhi oleh hasil dari Kristus. Kita wajib menggarap Kristus setiap hari, barulah kita dapat memproduksi Dia secara massal. Kita tidak boleh hanya memiliki sedikit Kristus untuk sekadar memenuhi kebutuhan diri sendiri, melainkan harus sebanyak-banyaknya memproduksi Dia, agar ada kelebihan kekayaan untuk dibagibagikan kepada orang- orang yang miskin.dan kekurangan.

"Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu, itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian : Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu" (Ul. 15:11). Dan harus pula ada kelebihan untuk memenuhi kebutuhan imam dan orang-orang Lewi. "Inilah hak imam terhadap kaum awam, terhadap mereka yang mempersembahkan korban sembelihan, baik lembu maupun domba, kepada imam haruslah diberikan paha depan, kedua rahang dan perut besar. Hasil pertama dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, dan bulu guntingan pertama dari dombamu haruslah kauberikan kepadanya" (U1.18:3,4). Bahkan di atas segalanya ini, yang terbaik dari yang telah disisakan itu harus disisihkan bagi Allah. "Maka ke tempat yang dipilih Tuhan, Allahmu, untuk membuat namaNya diam di sana, haruslah kamu bawa semuanya yang Kuperintahkan kepadamu, yakni korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu dan korban nazarmu yang terpilih, yang kamu nazarkan kepada Tuhan" (U1. 12:11). Ketika mereka melakukan penuaian, mereka harus menyimpan buah-buah sulung bagi Allah. Ketika lembu atau domba mereka beranak, anak yang sulung pun harus dipersembabkan kepada Allah. Karena itu, kita harus rajin berusaha, agar tidak saja hasilnya cukup untuk keperluan diri sendiri, juga ada sisanya untuk membantu keperluan orang lain, dan ada yang terbaik untuk Allah. Dengan demikian kita akan diperkenan di hadapan Allah.

Itulah penghidupan di atas tanah permai, yakni penghidupan yang menggarap Kristus secara terus-menerus, dan yang memproduksi Kristus secara massal. Kita telah menuai Kristus sekian banyak, sehingga kita memperoleh kekenyangan yang sempurna. Pula kita masih berkelebihan sehingga dapat di bagi-bagikan kepada orang lain, dan untuk beribadah kepada Allah. Beribadah kepada Allah dengan membawa Kristus tidak berarti beribadah kepadaNya secara individu, melainkan secara korporat, bersama semua anak-anak Allah; saling membagi-bagikan kenikmatan atas Kristus dan menikmatiNya bersama dengan Allah. Ketika Anda datang, Anda membawa sedikit Kristus, dia pun membawa sedikit Kristus. Setiap orang masing-masing membawa sebagian Kristus yang digarap dari atas diri Kristus. Karenanya tidak saja setiap orang saleh dapat menikmati Kristus dengan berlimpah, bahkan Allah lebih dapat memperoleh kenikmatan, yaitu menikmati yang terbaik.

BAGAIMANA MENGGARAP KRISTUS

Kita sudah melihat sepintas bagaimana kita perlu melakukan usaha di atas Kristus, yaitu memperlakukan Dia sebagai usaha kita. Saya yakin bahwa hal ini sudah jelas bagi kita. Tetapi saya kuatir, bagi kebanyakan orang ini masih merupakan satu teori belaka. Bagaimanakah kita menerapkannya secara praktis? Apakah yang harus kita lakukan setiap hari untuk menggarap Kristus?

Baiklah saya jelaskan dengan sebuah contoh. Misalnya setiap pagi Anda harus berdoa demikian, "Oh, Tuhan, saya sekali lagi mempersembahkan diri kepadaMu, bukan untuk bekerja bagiMu, melainkan untuk menikmatiMu". Anda harus dengan tulus ikhlas mempersembahkan diri Anda kepada Allah khusus untuk tujuan yang sederhana ini, yakni untuk menikmati dan mengalami Dia; selain ini tiada tujuan lainnya. Mulai dari saat bangun pagi, Anda harus berkata kepadaNya, "Oh, Tuhan, saya berada di sini. Saya persembahkan diri saya untuk menikmatiMu saja. Pimpinlah saya mulai saat ini, dan dalam sepanjang hari ini, serta dalam setiap situasi, agar saya dapat mengalami dan memanfaatkan Dikau. Saya tidak meminta sesuatu untuk esok hari, tetapi saya mohon karuniaMu, agar hari ini dapat menikmatiMu.Tunjukkanlah kepada saya bagaimana seharusnya saya membajak tanah, menabur benih, dan menyirami tanaman- tanaman." Setiap saat dalam hari ini Anda harus mempertahankan persekutuan Anda dengan Tuhan. Anda harus benar-benar hidup di dalam Tuhan, berusaha di atas diriNya, memanfaatkan dan menikmati Dia. Kalau Anda melakukan hal ini, bayangkanlah, "ladang" Anda akan menjadi alangkah kaya dan permainya. Dan dalam kehidupan sehari-hari Anda, ladang Kristus ini akan penuh dengan hasil-hasilNya.

Ketika Hari Tuhan tiba, Anda bersama kaum saleh datang beribadah kepada Allah, Anda dapat berkata, "Saya sekarang ingin menghadap Allah, saya ingin beribadah kepada Tuhan. Saya tidak datang dengan tangan hampa, melainkan penuh dengan Kristus. Saya mempunyai kelebihan kekayaan, bahkan di tangan sebelah kanan saya tersimpan bagian yang terbaik untuk Tuhan saya yang kekasih." Ketika Anda datang ke sidang, boleh jadi ada seorang saudari berkata kepada Anda, "Saya ada kesulitan, dapatkah Anda menolong saya?" Anda lalu dapat bersekutu dengannya, dan membagikan kelebihan kekayaan Kristus kepadanya. Anda dapat memberinya sedikit Kristus yang Anda garap dan nikmati tiap hari. Anda telah beroleh kekenyangan yang sangat melimpah dari Dia, dan masih ada kelebihannya untuk dibagi-bagikan kepada saudara saudari. Ketika sidang dimulai, Anda sudah bersiap-siap untuk memanjatkan doa dan puji-pujian dari simpanan yang Anda sisihkan untuk Tuhan itu. Ini adalah bagian yang terbaik dari kelebihan kekayaan Anda, yang Anda persembahkan kepada Allah dengan gembira bersama kaum saleh sebagai kenikmatan dan kepuasanNya. Anda telah panen Kristus yang cukup untuk diri sendiri, untuk orang-orang yang kekurangan, bahkan untuk Tuhan. Tidak saja demikian, Anda pun masih dapat menyimpan sebagian lagi untuk keperluan Anda di kemudian hari.

Jika kita ingin memiliki Kristus dengan berlimpah, haruslah kita berusaha dan bekerja dengan sebaik-baiknya. Jangan sekali-kali menjadi pemalas dalam Kristus. Kita harus membiarkan Allah bersama kita menikmati Kristus, dan serentak menikmati Dia bersama orang lain. Kalau Anda berbuat demikian, saya berbuat demikian, dan kita semua berbuat demikian, maka bila kita berhimpun bersama untuk beribadah kepada Allah, sidang kita pasti menjadi sidang yang alangkah ajaibnya! Saya menikmati bersama Anda, Anda pun menikmati bersama saya. Anda memberi saya sedikit Kristus, saya pun memberi Anda sedikit Kristus. Nah, di sini akan terdapat macam-macam pembagian nikmat dan saling menikmati, pada waktu yang bersamaan, Tuhan pun akan memperoleh bagianNya yang sempurna.

MEMAMERKAN KRISTUS

Hari ini terdapat banyak pameran di dalam dunia. Pada satu waktu, orang-orang dari suatu daerah, bahkan dari sduruh dunia akan memamerkan produksi mereka. Tatkala kita berhimpun bersama untuk beribadah kepada Allah, kita pun berbuat demikian. Kita berhimpun bersama untuk memainerkan Kristus, tapi tidak saja Kristus yang dikaruniakan Allah, bahkan Kristus yang kita produksi, yakni yang kita usahakan dan yang kita alami. Saudara saudari, bagitulah seharusnya setiap sidang kita, yaitu satu pameran yang menampilkan berbagai produksi Kristus.

Renungkanlah lagi umat Israel. Pada Hari Raya Pondok Daun, berbondong-bondonglah orang dari setiap penjuru berkumpul di pusat mereka, yakni Yerusalem. Mereka semua datang dengan membawa produksi mereka masing-masing. Ada buah-buahan, ada sayur-sayuran, ada lembu, domba, dan lain sebagainya. Andaikata kita dapat hadir pada masa itu dan menyaksikan dengan mata sendiri hari raya mereka, pasti kita akan dikagurnkan oleh kekayaan-kekayaan dari tanah itu. Kita dapat melihat betapa indah lagi beraneka warna produksi-produksi yang kaya itu tertumpuk di sana sini. Dan di sana sini terlihat pula lembu dan domba yang tambun. Semua itu terhimpun menjadi satu, dan dinikmati mereka bersama di hadapan Allah, bahkan Allah pun menikmati bagianNya itu.

Saudara saudari, begitulah seharusnya pemandangan penghidupan gereja kita. Setiap orang saleh menikmati Kristus di hadapan Allah, dan menikmati bersama Allah. Mereka menikmati Kristus yang mereka hasilkan. Mereka tiap hari menghabiskan waktu untuk menggarap Kristus, dan mereka tiap hari menghasilkan Kristus. Setelah itu, pada had yang telah ditetapkan, mereka berhimpun di satu tempat. Tidak saja kedua tangan mereka penuh dengan Kristus, sampai-sampai bahu mereka pun memikul Kristus. Mereka bersukacita karena beroleh panen yang melimpah dari "tanah permai" itu. Mereka tidak datang dengan tangan kosong dan dengan wajah yang cemberut. Mereka tidak duduk-duduk di bangku panjang gereja sambil terkantuk-kantuk, dan membiarkan si pendeta yang kasihan berkhotbah sendirian di atas mimbar. Sungguh alangkah kasihannya pemandangan semacam itu! Itu sama sekali bukan suasana dalam peribadahan umat Allah. Ibadah umat Allah ialah setiap insan dipenuhi oleh Kristus, memancarkan Kristus, dan memamerkan Kristus yang mereka garap dan yang mereka hasilkan.

Ada seorang saudara dapat berkata, "Ini adalah Kristus yang saya usahakan dan hasilkan pada hari ini. Betapa kaya Dia bagi saya dalam aspek ini dan aspek itu!" Ada lagi seorang saudari dapat bersaksi; "Puji Tuhan, saya telah mengalami kesabaran dan kebaikan Kristus dalam lingkungan keluarga saya yang sangat sulit. Tapi dalam aspek ini Dia alangkah manis dan sejati bagi saya!" Itulah Kristus yang ia hasilkan. Tiap orang dapat memamerkan Kristus yang mereka tuai. Ini adalah suatu ibadah yang terindah bagi Allah! Suatu pembinaan yang alangkah unggul bagi kaum saleh! Dan suatu penghinaan yang alangkah memalukan bagi musuh! Sidang semacam ini akan membuat penguasa-penguasa dan pemerintah- pemerintah angkasa menjadi malu. Kekuasaan-kekuasaan jahanam akan terhina habis-habisan bila melihat Kristus yang sedemikian ini. Saudara saudari, adakah sidang yang demikian di tempat Anda?

Saya kuatir jangan-jangan musuh sedang tertawa, setan-setan di angkasa pun sedang mengejek sidang-sidang ibadah orang Kristen. Akan tetapi, melalui kita menikmati Kristus yang almuhit, dan melalui kita bekerja keras di atas diriNya setiap hari, serta melalui membawa hasil kita yang kaya atas Kristus untuk dinikmati bersama kaum saleh dan Allah, pastilah kita akan beralih dari kalah menjadi menang. Jika kita bertindak demikian, niscaya musuh dan segenap pasukannya akan gusar bercampur malu dan gemetar.

Itulah penghidupan yang kita tempuh sesudah kita memperoleh tanah itu, yaitu suatu penghidupan yang berusaha di atas Kristus, menghasilkan Kristus, menikmati Kristus, membagikan Kristus bersama orang lain, dan mempersembahkan Kristus kepada Allah, agar Dia mendapat kenikmatan bersama kita. Kenikmatan dan membagi-bagikan Kristus yang sedemikian ini berarti memamerkan Kristus di dalam alam semesta. Hal ini merupakan ibadah kepada Allah dan penghinaan bagi musuh. Setiap kali melalui ibadah semacam ini, tiada lagi anak-anak Allah yang tetap miskin, melainkan semuanya menjadi kaya dan kenyang, dan setiap orang akan meninggalkan "Yerusalem" dengan sukaria. Ketika sidang semacam ini berakhir, semua saudara saudari beroleh pemeliharaan yang serba kaya melimpah. Mereka datang dengan membawa kelebihan kekayaan, dan pulang dengan membawa kelebihan yang lebih banyak lagi. Segala penghidupan di tanah itu adalah Kristus, tapi Dia adalah Kristus yang bersangkut paut dengan kita. Bukan Kristus yang obyektif tetapi Kristus yang sangat subyektif, yakni Kristus yang kita garap, yang kita hasilkan, yang kita nikmati, yang kita nikmati bersama orang lain, serta yang kita persembahkan kepada Allah.

DUA CARA UNTUK MENIKMATI KRISTUS

Berdasarkan catatan kitab Ulangan, cara untuk menikmati Kristus ada dua. Pertama adalah cara perorangan atau individu, lainnya ialah cara kolektif atau korporat. Misalnya, terhadap gandum atau jelai, setiap orang Israel boleh menikmatinya kapan dan di mana saja. Ini adalah satu cara untuk menikmati produksi tanah itu. Namun ada sejenis gandum tertentu yang tak dapat dinikmati secara individu dan terpisah, yaitu gandum persepuluhan dan yang sulung, terinasuk semua hasil bumi lainnya yang harus disimpan dengan baik. Pada hari tertentu dibawa kepada imam yang terpilih. Itu semua harus dibawa ke tempat kediaman Allah, yaitu tempat Ia menegakkan namaNya. Di sanalah bani Israel bersama semua anak-anak Allah dan bersama Allah menikmati benda-benda tersebut di hadapanNya. Ini merupakan ibadah yang korporat.

Kedua cara itu pun berlaku bagi lembu atau domba. Jika mereka ingin makan daging lembu atau kambing, mereka boleh menyembelih dan memakannya kapan dan di mana saja. Tetapi mereka tidak boleh memakan yang sulung dan yang persepuluhan itu. Yang demikian harus disimpan, kemudian dibawa kepada imam, yaitu ke tempat namaNya ditegakkan, tempat kediaman Allah, juga tempat anak-anak Allah berhimpun. Pada satu pihak, mereka boleh, menikmati kekayaan tanah permai di sembarang tempat dan waktu. Tapi, di pihak lainnya, ada sebagian yang tak dapat mereka nikmati dengan bebas. Bagian tersebut harus dibawa ke tempat yang dipilih Allah, dan dinikmati bersama anak-anak Allah. Jadi jelaslah dalam hal ini ada dua cara : cara individu dan cara korporat.

Sekarang baiklah kita menerapkan prinsip-prinsip ini. Sebagai orang Kristen, kapan dan di mana saja kita boleh menikmati Kristus. sendirian. Tetapi, jika kita ingin menikmati Kristus bersama anak-anak Allah secara korporat, kita tidak dapat memilih sendiri, sebab hanya ada satu tempat saja yang boleh kita datangi. Untuk menikmati Kristus secara perorangan dan terpisah itu sama sekali bebas, di mana saja boleh. Namun, jika kita ingin menikmati Kristus bersama umat Allah sebagai ibadah terhadap Allah, kita harus pergi ke tempat yang Allah pilih. Ini satu perkara yang sangat penting, sebab hal inilah yang memelihara kesatuan anak-anak Allah.

Prinsip ini sama sekali berlawanan dengan situasi yang berlaku di kalangan kekristenan. Karena orang melanggar prinsip ini maka timbullah banyak kekacauan dan perpecahan! Renungkanlah keadaan bani Israel, dari generasi ke generasi dan dari abad ke abad, tidak terdapat perpecahan di antara mereka, sebab mereka memiliki satu pusat peribadahan. Tak ada seorang pun yang berani mendirikan satu pusat yang lain. Satu-satunya tempat perhimpunan dan tempat peribadahan mereka, adalah tempat untuk menegakkan namaNya dan tempat kediamanNya yang dipilih Allah dari segala suku. Di seluruh tanah Israel hanya Yerusalem, satu-satunya tempat yang ditunjuk Allah bagi seluruh umatNya untuk berhimpun dan beribadah secara korporat.

Mari kita baca Firman Allah : Ulangan 12:5-8: "Tetapi tempat yang akan dipilih Tuhan, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediamanNya untuk menegakkan namaNya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak- anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu. Di sanalah kamu makan di hadapan Tuhan, Allahmu, dan bersukaria kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh Tuhan, Allahmu! Jangan kamu melakukan apa pun yang kita lakukan di sini sekarang, yakni masing-masing berbuat segala sesuatu yang dipandangnya benar".

Tatkala kita memasuki tanah itu, yakni Kristus yang almuhit, kita tidak boleh berbuat apa-apa yang kita pandang benar. Kita tidak boleh berhimpun dengan anak-anak Allah dan mengadakan ibadah korporat di tempat yang kita pilih, melainkan kita harus pergi ke tempat yang dipilih Allah, yakni ke pusat tumpuan kesatuan. (Silakan baca "Pembicaraan Lebih Lanjut tentang Hidup Gereja (Further talks on the Church life), bab keempat). Alangkah kontrasnya dengan situasi dewasa ini! Andaikata ada sembilan atau sepuluh orang saudara berhimpun di suatu tempat, mereka sangat mudah berkata, "Marilah kita membentuk satu gereja baru". Jika di antara mereka ada dua atau tiga orang yang tidak setuju, mereka lalu berkata, "Baiklah, kalian pergi saja membentuk gereja kalian". Akhirnya, mereka benar-benar ke luar dan membentuk satu gereja. Di satu kota saja sulit kita hitung ada berapa organisasi yang disebut "gereja".

Di kalangan kekristenan hari ini, dan dari tindakan tiap orang, seolah-olah menunjukkan bahwa ia berhak memilih menurut kesenangannya sendiri. Ada sepatah kata yang sangat populer : "Masukilah gereja yang Anda anggap baik" Saya di sini ingin berteriak sekuat tenaga dan berseru kepada semua anak-anak Allah : "Anda sama sekali tidak ada peluang untuk memilih!" Pada satu aspek, memang Anda mempunyai kebebasan penuh untuk menikmati Kristus sendirian di mana saja. Tetapi, ketika Anda ingin berhimpun dan beribadah kepada Allah bersama anak- anak Allah, Anda telah kehilangan kebebasan Anda. Sebab tempat perhimpunan anak-anak Allah, haruslah tempat yang Allah tunjuk. Dan kita harus pergi ke tempat itu saja.

Andaikata Anda seorang Israel jaman Pedanjian Lama, Anda tak dapat berkata kepada Daud atau Salorno, "Saya tidak senang kepada Anda. Aka Anda beribadah di Yerusalem, saya akan mendirikan satu pusat peribadahan lain di Betlehem". Akan tetapi, justru itulah yang diperbuat orang jaman sekarang. "Kami tidak sudi bersidang di tempat kalian. Jika kalian bersidang di jalan A, kami akan mengadakan sidang di jalan B". Mereka bahkan mengutip Matius 18:20 untuk membenarkan perbuatan mereka. "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka". Mereka berkata, "Perbuatan kami sangat sesuai dengan Alkitab. Kami dua atau tiga orang bersidang dalam nama Tuhan, kami pun berdiri di atas tumpuan Kristus". Setelah beberapa bulan bersidang begitu, di antara mereka lalu muncul beberapa saudara yang tidak senang berkumpul di situ, dan mereka pun meninggalkan tempat itu serta mendirikan satu sidang lain lagi. Mereka pun berkata, "Kalau kalian bisa mendirikan sidang di jalan B, kami pun dapat mendirikan sidang di jalan C". Oh, alangkah kacaunya! Dalam situasi yang demikian, tiada lagi pembatasan, dan kriteria, maka perpecahan terjadi terus tiada habis- habisnya.

Kita harus bersidang bersama semua anak-anak Allah di atas satu tumpuan kesatuan. Anda tak dapat mengatakan tumpuan ini terlalu Taurat. Kita sungguh perlu Taurat yang demikian. Anda dan saya perlu menerima kriteria dan pengekangan Allah. Kita tidak berhak mendirikan satu pusat peribadahan yang lain, sebab berbuat demikian hanya akan menciptakan perpecahan di kalangan anak-anak Allah. Satu-satunya tumpuan kita yang wajar ialah tumpuan kesatuan. Kita boleh menikmati Kristus di mana saja, tetapi kita sekali-kali tidak dapat mendirikan satu sidang di manapun untuk menikmati Tuhan bersama segolongan saudara saudari, sebagai peribadahan kepada Allah. Tak seorang pun di antara kita yang berhak berbuat demikian. Kita semua harus pergi ke tempat yang ditunjuk Allah, yaitu tempat di mana Allah menegakkan namaNya, dan tempat kediamanNya. Di seluruh alam semesta, Tubuh Tuhan dan tempat kediaman Allah hanya ada satu; sebab itu di tiap-tiap tempat seharusnya hanya ada satu penampilan Tubuh atau tempat kediaman. Ini adalah satu prinsip yang mendasar.

Saudara saudari, bacalah kitab Ulangan, di situ dengan jelas diwahyukan adanya dua prinsip tentang menikinati Kristus. Yang pertama ialah Anda sendirian menikmati hasil tanah itu secara individu. Hal ini boleh Anda lakukan kapan dan di mana saja. Ketetapan kedua ialah di hadirat Allah, menikmati hasil tanah itu bersarna umat Allah, untuk beribadah kepadaNya, dan untuk ini Anda tidak boleh memilih. Anda tidak berhak bertindak menurut kecenderungan sendiri, yaitu berbuat perkara yang Anda pandang baik dan benar, tetapi Anda wajib membuang konsepsi Anda sendiri, dan dengan gentar berkata, "Oh, Tuhan, di manakah tempat yang Kau pilih? Tunjukkanlah kepadaku, di manakah tempat Engkau menegakkan namaMu, yakni tempat kediamanMu? Saya hanya ingin pergi ke situ". Di situlah Anda dapat menikmati Kristus bersaina anak-anak Allah di hadiratNya, bahkan menikmatiNya bersama Allah.

Bila Anda mau berbuat demikian, saya berani menjamin Anda, Anda adalah orang yang paling diperkenan Allah. Jika tidak, Anda hanya akan memperbanyak perpecahan di antara anak-anak Allah, dan menentang ketentuan Allah. Karenanya Anda harus berhati-hati sekali. Saya minta kalian sudi menerima perkataan-perkataan ini.

Kristus alangkah penuh, kaya, dan hidup! Kapan saja kita boleh bahkan seharusnya menikmati Dia. Dan di mana saja kita pun seharusnya menikmati Dia. Tetapi, kita wajib ingat akan ketetapan yang sangat asasi dan ketat itu, yaitu jika kita ingin menikmati Dia bersama anak-anak Allah, beribadah kepada Allah, sekali-kali kita tidak boleh berbuat menurut kesenangan atau pilihan kita sendiri. Dalam masalah ini kita harus bersikap hati-hati dan gentar!

Saudara saudari, apakah Anda sekarang bersidang bersama anak-anak Allah di tempat yang ditetapkan Allah untuk menegakkan namaNya? Saya anjuri Anda berhenti sejenak dan memandang Tuhan, serta mencari Tuhan. Mohon Tuhan menunjukkan kepada Anda tempat yang Ia tetapkan untuk menegakkan namaNya itu. Jika kita ingin tidak terlibat dalam problema perpecahan di kalangan anak-anak Allah dewasa ini, inilah satu jalan yang benar. Selain ini tidak ada jalan kedua. Semoga Allah membelaskasihani kita!

Penghidupan di tanah itu tak lain adalah suatu penghidupan yang penuh dengan kenikmatan atas Kristus, yaitu kenikmatan yang individu dan yang korporat. Semoga kita dapat berusaha dengan rajin, tekun dan aktif di atas diriNya, agar tangan kita boleh dipenuhi olehNya. Kemudian kita dapat datang ke tempat yang ditunjukNya, yaitu tumpuan kesatuan untuk menikmati Kristus yang kaya melimpah dan mulia ini bersama anak-anak Allah dan dengan Allah sendiri.