← Daftar isi Kristus yang Almuhit · bab 13/16

Bab 13

Cara Memperoleh Tanah Itu

(5) FAKTOR YANG BERLAWANAN

Pembacaan Alkitab :

Imamat 10:1-3; Bilangan 12:1,2,9,10,15; 13:25-14:10; 16:1-3,12-14; 21:5,6; 25:13; 26:63-65; 1 Kor. 10:1-6; Ibrani 4:11

Dalam bab ini kita tidak meninjau dari aspek positif melainkan dari aspek negatif mengenai bagaimana caranya memperoleh tanah itu. Ini akan lebih banyak manfaatnya bagi kita.

MERDEKA DAN INDIVIDUALISME

Kita telah nampak bahwa jalan untuk memperokh tanah permai bagi umat Allah bersifat korporat bukan individu. Artinya, tidak seorang pun yang dapat memasuki tanah itu dengan status pribadi. Sebab hal itu bukan masalah individu, melainkan masalah korporat. Hal ini telah kita ketahui dengan jelas sekali. Perlu kita ingatkan sekali lagi, bila umat Allah ingin memperoleh tanah permai, mereka harus memiliki Kemah Pertemuan. Bangunan pertama yang didirikan di antara bani Israel justru adalah Kemah Pertemuan. Fakta ini laksana sebuah lukisan yang menunjukkan kepada kita bahwa masalah memasuki tanah itu adalah masalah kolektif, bukan masalah perseorangan. Untuk memperoleh tanah permai kita perlu terbangun, kita perlu bersatu menjadi satu Tubuh, seperti halnya sebuah Kemah Pertemuan.

Kita pun telah sangat jelas bahwa masalah menikmati Kristus bersifat progresif yaitu maju dan berkembang terus-menerus. Ada permulaan dan ada prosesnya; ada sebuah jalan untuk maju ke depan. Mulai dari menikmati Kristus sebagai anak domba. Kemudian maju ke depan mencapai suatu tahap di mana Kristus bagi kita menjadi Tabut Kesaksian dan pertambahannya, yakni Kemah Pertemuan. Pertambahan dari Tabut Perjanjian, yaitu perluasan ini adalah sekelompok manusia yang berbaur dengan Kristus dan dibangun bersarna dalam sifat ilahi. Mereka terbangun menjadi satu Tubuh, menjadi manifestasi Kristus, sedang Kristus adalah ekspresi dan kesaksian Allah. Kita harus sangat jelas, sampai tahap ini, maka sekelompok manusia yang tak henti-hentinya menikmati Kristus itu telah menjadi satu. Mereka tidak lagi sebagai oknum individu; meIalui menikmati Kristus, mereka telah menjadi satu Tubuh.

Pada permulaannya kita seolah-olah terpisah, masingmasing menikmati Kristus. Secara perseorangan; Anda menikmati Kristus sebagai anak domba, saya pun menikmati Kristus sebagai anak domba; Anda menikmati Kristus di rumah Anda, saya menikmati Kristus di rumah saya; di mana pun kita berada, kita masing-masing menikmati Kristus. Akan tetapi, ketika kita karena lebih banyak menikmati Kristus dan mencapai tahap ini, maka terpancanglah Kemah Pertemuan di tengah-tengah kita sebagai manifestasi Kristus, dan kita tak berdaya saling berpisahan lagi. Kita harus berhimpun bersama, bergabung bersama, dan dibangun bersama menjadi satu Tubuh. Keempat puluh delapan buah papan penegak itu selamanya tak dapat berpisahan. Bila papan-papan itu berpisahan, tiadalah Tabut Perjanjian untuk menjadi isinya di antara mereka.

Jika kita, kelompok umat Allah, ingin maju ke depan dalam menikmati Kristus, yaitu tidak saja menikmati Dia sebagai anak domba penebus dosa dan manna harian, bahkan menikmati Dia lebih konkrit lagi sebagai kesaksian Allah, maka kita harus terbangun bersama menjadi satu Tubuh, yaitu sebagai Kemah Pertemuan yang berada di bawah naungan kepenuhan Kristus. Kita harus menjadi satu. Hingga tahap inilah baru ada keadaan keesaan di antara anak-anak Allah. Kesatuan ini adalah perluasan Tabut Pedanjian - - Kemah Pertemuan.

Bila kita mengandalkan diri sendiri, bertindak sendiri dan berpisahan, selamanya kita takkan dapat berjalan terlalu jauh. Secara individu memang kita dapat menerima Kristus sebagai penebus, dapat menikmati Dia setiap hari sebagai manna, bahkan dapat menikmati Dia sebagai batu karang yang memancarkan air hidup. Ya, secara individu kita bisa menikmati Dia sampai ke tahap demikian. Namun, kita sama sekali tak dapat lebih maju dan lebih riil lagi daripada semua itu dalam menikmati Kristus. Kita sekali- kali tak mungkin menikmati Dia sebagai Tabut Perjanjian Allah, apalagi menikmati Dia sebagai tanah permai.

Coba Anda bandingkan sejenak antara Tabut dan tanah itu, berapa besamya Tabut Perjanjian dan berapa luasnya tanah itu. Perbedaarmya terlalu besar! Luas tanah itu tak terduga dan tak terbatas. Luas tanah itu adalah panjang, lebar, tinggi dan dalamnya Kristus! kka kita tak dapat menikmati Kristus sebagai Tabut Perjanjian, kita pun pasti tak dapat menikmati tanah itu. Kita harus terlebih dulu terbangun bersama dengan umat Allah, barulah kita dapat mengalami Kristus sebagai Tabut Perjanjian. Sebagai sebuah papan penegak, kita sama sekali tak dapat maju ke depan sendirian.

Dalam pembangunan Allah semua angka dan ukuran terdapat angka 5 dan 3. Dalam seluruh Alkitab, kedua angka tersebut terdapat dalam setiap usaha pembangunan Allah -- bahtera Nuh, Kemah Pertemuan, Bait Suci Salomo, dan Bait Suci yang tercantum dalam kitab Yehezkiel. Angka dasar 5 dan 3 ini terdapat dalam semua pembangunan. Mengapa? Sebab angka 3 mewakili Allah Tritunggal dalam kebangkitan, sedangkan angka 5 adalah 4 (angka makhluk ciptaan) ditambah 1 (Tuhan pencipta). Makhluk ciptaan ditambah dengan Tuhan pencipta menjadi angka 5, maka manusia ditambah Allah menjadi tanggung jawab Allah dan manusia. Jadi, angka 5 mewakili Allah dengan manusia, manusia dengan Allah menjadi satu dan bertanggung jawab bersama. Dalam semua ukuran dalam Kemah Pertemuan kita nampak angka 5 dan 3. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Allah terjadi dari Allah Tritunggal berbaur dengan manusia di dalam kebangkitan.

Sekarang perhatikanlah : lebar papan-papan penegak bukan 3 hasta, tetapi satu setengah hasta. Dengan perkataan lain, setengah dari 3. Ini sangat bermakna. Ini berarti Anda bukan seorang yang lengkap, Anda hanya separoh, dan Anda perlu bersatu dengan orang lain. Ketika Tuhan Yesus mengutus murid-murid selalu dua orang dua orang, atau sepasangsepasang. Paulus dengan Barnabas diutus bersama, bukan masing-masing terpisah. Petrus dengan Yohanes pun bersama-sama melayani. Jadi selalu berdua. Jika Anda pergi sendirian, Anda hanya separoh.

Misalnya seorang saudara datang ke sidang, kita boleh mengatakan ia hanya separoh. Dan berselang beberapa menit, ketika istrinya datang, ia pun separoh lainnya. Tetapi ketika mereka duduk bersama, itu barulah lengkap. Anda harus memiliki kesan yang dalam, yaitu menyadari bahwa Anda bukan satu unit yang lengkap, Anda hanya separoh. Anda harus tersusun di dalam Tubuh, sekali-kali tidak boleh hanya Anda seorang diri. Aka Anda seorang individualis, Anda akan rusak.

Hari ini, pelajaran ini sangat sulit dipelajari. Merdeka dan individualis begitu gigih ditekankan, anak-anak Allah pun sangat terpengaruh oleh hal tersebut. Namun sebagai umat Allah kita sekali-kali tidak dapat merdeka. Jika kita merdeka, berarti kita melakukan bunuh diri rohani.

Andaikata telinga saya berkata kepada Tubuh saya, "Saya tidak senang bersatu dengan Anda, saya.ingin terpisah dan merdeka." Apakah akibat dari kemerdekaarmya? Telinga saya akan mati. Sebagai salah satu anggota Tubuh Tuhan, kita harus bersatu dengan anggota lain, ini bukan teoritis, melainkan dil dan praktis. Telinga ini harus bersatu dengan sebidang kulit, dan sebidang kulit ini harus melekat dengan bagian yang lain, dan bagian itu harus berpadu pula dengan bagian lain, dan seterusnya sehingga menjadi satu Tubuh. Tiada satu bagian yang dapat merdeka terhadap bagian lain. Kita harus nampak realitas ini. Ini bukan sekadar konsepsi, atau logika yang baik, melainkan realitas.

Marilah kita menerapkan prinsip ini secara praktis ke atas diri kita sendiri. Puji Tuhan, Anda adalah satu anggota dari Tubuh Kristus. Kita telah dilahirkan ulang menjadi anggota TubuhNya! Dapatkah Anda memberitahu saya pada aspek praktisnya Anda bersatu dengan siapa? Dapatkah Anda menyebutkan nama seorang atau beberapa orang saudara, yang mana Anda telah bersatu dengan mereka secara praktis? Mungkin Anda berkata bahwa Anda telah bersatu dengan Kepala Tubuh. Namun, jika kaki saya menjawab demikian, ia pasti berada pada posisi yang salah. Ia pasti telah berpindah dari tempat yang terendah ke tempat atas untuk bersatu dengan kepala secara langsung. Tetapi itu bukan pengaturan Allah. Tuhan tidak menghendaki Petrus menjadi sepasang denganNya. Allah pun tidak menghendaki Paulus menjadi sepasang dengan Kristus. Anda harus bersatu dengan seseorang selain Kristus, yaitu salah satu anggota selain Kepala.

Jika mungkin, ke mana pun saya pergi saya pasti memberitakan masalah ini. Tetapi saya hampir-hampir tak pernah mendengar seorang menjawab, "Saudara, syukur kepada Tuhan, saya benar-benar telah bersatu dengan saudara anu." Jika Anda tinggal di Chicago Anda tak dapat mengatakan Anda bersatu dengan seluruh kaum saleh di situ. Pada aspek praktisnya Anda bukan demikian. Kalau Anda berkata demikian, itu berarti Anda tidak bersatu dengan siapa pun. Kita harus dengan tegas, pasti dan praktis bersatu dan terbangun bersama beberapa saudara dan saudari.

Misalkan di sini ada 48 buah papan penegak, saya bertanya kepada papan pertama dengan siapa ia bersatu, ia pasti menjawab dengan tanpa ragu-ragu bahwa ia bersatu dengan papan kedua. Kita pun dapat nampak dengan jelas, memang demikianlah sesunggulmya. Misalkan saya bertanya kepada papan kedua, ia bersatu dengan siapa, ia pun dapat menjawab dengan segera bahwa ia bersatu dengan papan pertama pada satu pihak, dan bersatu dengan papan ketiga pada pihak lain. Ia dapat mengatakan dengan pasti dengan papan ke berapa ia bersatu. Setiap papan dapat menjawab demikian; karenanya mereka semua bersatu menjadi tempat kediaman Allah. Saudara saudari, jika Anda dapat mengatakan Anda telah berkaitan dengan saudara saudari tertentu dan bersatu dengan pasti dan praktis, ini adalah keaJaiban dalam keajaiban. Jika demikian kita akan memuji Tuhan dengan sesunggulmya, dan Tuhan pasti akan mencurahkan berkat besar di tempat Anda.

Bersandarkan kasih karunia Tuhan saya dapat bersaksi, selama tiga puluh tahun ini saya benar-benar telah bersatu dengan saudara saudari lain. Jika Anda atau setan bertanya kepada saya dengan siapakah saya bersatu, saya segera dapat menunjukkan beberapa orang; saya dapat berkata, "Saya telah bersatu padu dengan beberapa saudara saudari dalam Tuhan dengan sungguh, pasti, dan praktis." Oh, hal ini merupakan ancaman terhadap musuh! Musuh bukan main benci akan hal ini! Di mana saja, bila ada dua atau tiga orang benar-benar bersatu dalam Tuhan, hal ini adalah suatu kejadian yang ajaib dan satu kesaksian dalam seluruh alarn semesta. Dan siapa pun kedua orang itu, jika benar-benar bersatu, mereka takkan berpisah; mereka sarna sekali tidak mungkin lagi melakukan aksi individual.

Oh, kita perlu menuntut pelajaran ini. Ini adalah jalan untuk memperoleh tanah permai. Ini adalah jalan untuk memasuki Kristus yang almuhit. Anda harus nampak, Anda tak mungkin menikmati Kristus lebih lanjut dengan diri Anda sendiri. Anda paling-paling hanya dapat menikmati Dia sebagai anak domba, manna, dan batu karang; hanya sebanyak itu saja, dan Anda sudah mencapai dasamya. Jika Anda ingin menikmati Dia lebih banyak. lagi, Anda wajib menjadi sebuah papan penegak, yang merupakan salah satu papan dari sekian banyak papan yang bersatu itu. Jika Anda tidak bersatu di dalam Kemah Pertemuan, mana mungkin Anda menikmati Kristus sebagai Tabut Perjanjian, yaitu kesaksian Allah dan sebagai Kemah Pertemuan, yaitu perluasanNya? Jika Anda tidak bersatu di dalam Kemah Pertemuan, Anda akan terkerat dan terasing di luar.

Sejauh menyangkut masalah menikmati Kristus yang lebih maju selangkah dan lebih penuh, Anda tiada sesuatu apa pun. Ketika Kemah Pertemuan tegak berdiri di tengah-tengah umat Israel, Allah tidak berada di sorga yang tinggi dan jauh, Ia pun tidak berada di padang gurun, melainkan berada di dalam Kemah Pertemuan. Ditinjau dari realitas rohani hari ini, Allah sekarang tinggal di dalam kaum saleh yang terbangun secara praktis menjadi tempat kediamanNya di dalam Dia. Kalau Anda ingin menikmati Dia sebagai Tabut Perjanjian, Anda harus menjadi papan-papan penegak yang bersatu menjadi Kemah Pertetnuan. Dia tidak saja sebagai anak domba, Dia kini adalah Tabut Perjanjian. Dia tidak saja sebagai manna yang kecil mungil; kini Dia adalah Tabut Perjanjian. Di manakah Dia menjadi Tabut Perjanjian? Di dalam Kemah Pertemuan.

Sayang sekali, kebanyakan orang Kristen tak pernah masuk ke dalam Kemah Pertemuan. Dua puluh tahun yang silam mereka setiap hari menikmati Kristus sebagai manna yang kecil mungil, sampai hari ini mereka tetap menikmati Dia sedemikian, sedikit pun tidak bertambah. Mereka puas dengan itu saja. Tetapi menurut batin mereka yang terdalam, mereka tidak puas. Dua puluh tahun yang lalu, ketika mereka menikmati Kristus sebagai manna, mereka memang telah beroleh kepuasan, tetapi hari ini tidak demikian. Dua puluh tahun yang lampau mereka begitu segar, mereka hidup di dalam kebaruan hidup Kristus. Tetapi, bila Anda hari ini berjumpa dengan mereka, pada mereka penuh kcusangan, wajah mereka penuh dengan kerut. Mereka tetap mengisahkan cerita lama, "Oh, Tuhan setiap hari menjadi manna saya, alangkah indahnya!" Tetapi, ketika mereka

berkata demikian, Anda dapat mencium keusangan itu, dan melihat kerut-kerut itu. Memang, mereka menibnati Kristus, itu sangat baik, tetapi itu pun sangat usang. Itu bukan lagi yang manis dan indah, sebab itu tidak segar.

Saudara saudari, kita wajib maju ke depan; kita wajib memiliki kemajuan dalam hal menikmati Kristus. Kita wajib memiliki kesegaran hidup, kesegaran Roh Kudus, yaitu kesegaran dan kemanisan yang dihasilkan dari menikmati Kristus yang lebih mendalam terus dan lebih melimpah. Bahkan jika Anda berhenti pada kenikmatan atas Kristus sebagai Tabut Perjanjian, setelah dua tahun kemudian tetap mengisahkan bagaimana kita demikian menikmati Kristus, maka Anda akan merasakan lagi keusangan itu. Jika pada tahun-tahun yang akan datang kita selalu mengatakan Kristus menjadi kesaksian kita, yaitu indikasi dan ekspresi Allah, Anda pun akan merasa kita telah menjadi usang. Anda tidak dapat mencium bau-bau yang harum, melainkan mencium bau basi. Kalau seorang anak kecil berumur dua tahun bertanya kepada Anda, "Apakah Anda baik?" Anda sungguh gembira mendengar kata-katanya itu, sebab dalam kata-katanya ada kebaruan dan kesegaran hidup. Tetapi, jika pertanyaan serupa diucapkan dari mulut seorang yang berusia 22 tahun, itu usang. Mereka kekurangan kesegaran dan kebaruan.

Kita harus ada kemajuan. Jangan puas dengan keadaan dewasa ini. Masih lebih banyak lagi Kristus terbentang di depan kita untuk kita nikmati. Namun, pada titik penentuan ini asalkan Anda hidup sendirian, Anda sama sekali tak mungkin menikmati Kristus sebagai kesaksian Allah. Anda akan ludes. Anda harus tunduk dan berkata kepada Tuhan, "Oh Tuhan, saya di sini, saya harus bersatu dengan orang lain, saya harus bersatu dengan anak-anakMu. Tuhan, pimpinlah saya, tunjukkan kepada saya orang-orang yang harus bersatu dengan saya. Saya tinggal di kota ini; saya bukan tinggal di Yerusalem Baru. Tunjukkanlah kepada saya bahwa di tempat ini, di jaman ini saya harus bersatu secara pasti dan praktis dengan siapa."

Boleh jadi ada orang berkata bahwa mereka ingin bersatu dengan rasul Paulus atau Petrus. Tetapi sayang sekali mereka sekarang tidak ada di sini. Anda harus bersatu dengan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sini, yang tinggal di tempat yang sama dengan Anda. Anda harus tunduk. Boleh jadi Tuhan menempatkan Anda bersama seorang saudara yang aneh, dan menyuruh Anda bersatu dengannya. Ia berkata kepada Anda, bahwa ini adalah saudara Anda yang kekasih, Anda harus bersatu dengan dia. Anda mungkin akan berkata, "Tuhan orang ini terlalu aneh. Saya tidak dapat menerima dia!" Tetapi Tuhan akan menjawab, "Dialah orangnya, Anda tidak ada pilihan lain. Anda sekarang harus menerima dia." Karenanya Anda harus menerima pelajaran. Ini adalah berkat yang terbesar, dan ini adalah pelajaran yang wajib kita pelajari, supaya kita mempunyai pembangunan Allah yang sejati.

Saya benci melihat situasi di kalangan anak-anak Allah dewasa ini. Nyaris tiada seorang yang mau patuh kepada orang lain. Tanpa patuh tak mungkin ada pembangunan. Begitu Kemah Pertemuan terbangun, kemuliaan Allah segera memenuhi tempat itu. Mengapa hari ini anak-anak Allah mempunyai begitu banyak organisasi, dan tak pernah nampak kemuliaan Allah? Tak lain karena tiada pembangunan, tiada kesatuan yang sejati, dan tiada esa yang sejati.

Anda mungkin bersidang terus-menerus dengan anak-anak Allah, tetapi selamanya tak pernah bersatu dengan siapa pun. Anda memang bersidang, bersidang, bersidang terus, tetapi Anda adalah seorang individualis -- tidak saja seorang individu, bahkan seorang individualis. Tiada pembangunan di antara Anda dengan orang lain, karenanya Tuhan tidak dapat memberikan kenikmatan atau pengalaman lebih lanjut kepada Anda. Maka jika ditinjau dari segi pengalaman terhadap Tuhan yang lebih lanjut, Anda sudah habis. Saya tidak mengatakan Anda akan binasa, saya mengatakan, menurut pengalaman Anda atas Tuhan, Anda harus mau bersatu atau berkoordinasi dengan orang lain, setelah itu barulah Anda dapat maju selangkah lagi ke depan. Bila Anda mau bersatu dengan orang lain, Anda akan dibangun bersama anak-anak Allah lainnya, dan dengan demikian di tempat Anda akan terbitlah Kemah Pertemuan. Dan Anda akan menikmati Kristus lebih kokoh sebagai Tabut dalam Kemah Pertemuan itu.

Sesudah Kemah Pertemuan tibalah kita pada sistem imamat. Sistem imamat ini bukan tugas atau pelayanan pribadi, melainkan pelayanan Tubuh. Tak seorang pun dapat menjadi imam sendirian. Dalam Perjanjian Lama tiada imam yang demikian, sebab sistem imamat bukan individualisme, melainkan satu kelompok kolektif. Sejauh menyangkut pribadi Anda, sistem imamat itu tidak ada. Anda sama sekali tak dapat berkata bersandarkan diri sendiri, "Saya adalah seorang imam." Namun jika Anda bersatu dengan saudara saudari Anda, Anda dapat berkata, "Kami adalah para imam." Jika kalian berpisah, kalian hanya menjadi banyak manusia individu, kalian tak dapat mengatakan kalian adalah imam. Renungkanlah lukisan yang sebenarnya dalam Perjanjian Lama. Tak seorang pun yang dapat menjadi imam secara individu. Sistem imam adalah satu Tubuh yang korporat.

Sekarang mari kita melihat pasukan tentara. Dapatkah Anda sendirian tersusun menjadi pasukan? Tentu saja tidak. Beberapa manusia individu yang terpisah pun tak dapat membentuk pasukan tentara. Sekelompok manusia yang membentuk pasukan tentara haruslah menjadi satu satuan, dan bergerak bersama. Hari ini ada beberapa orang mengatakan, di mana pun ada 2 atau 3 orang berkumpul demi nama Tuhan, itu sudah cukup. Dapatkah 2 atau 3 orang membentuk sebuah pasukan tentara? Untuk membentuk sepasukan tentara kita memerlukan suatu massa, makin banyak makin baik.

Kalau hanya ada 2 atau 3 saudara saudari mengundang saya untuk berbicara kepada mereka, saya pasti senang hati. Tetapi kalau saya berbicara demikian, tak lama saja pembicaraan saya sudah habis. Namun kalau Anda memberi saya pendengar lebih banyak, misalkan ratusan atau ribuan orang, saya akan dapat berbicara terus-menerus beberapa jam lamanya.

Dua atau tiga orang tidak memadai. Kita harus memiliki sekelompok saudara dan saudari, makin banyak makin bak Jangan sekali-kah merasa puas dengan 2 atau 3 orang saja. Kita wajib bersatu padu dengan saudara saudari dalam Tuhan, kita wajib bersatu padu dengan umat Allah.

Mengapa Amerika hari ini menjadi negara nomor satu di seluruh dunia? Mengapa negara ini menjadi negara terkuat? Itu karena ada ke-50 negara bagian bersatu padu. Jika hanya 2 atau 3 negara bagian saja, misalkan negara bagian Missouri, negara bagian Iowa atau negara bagian Illinois, negara ini akan lemah sekali. Namun, sekarang ada 50 negara bagian bersatu di bawah satu pemerintah, karenanya, ia menjadi satu kekuatan yang besar.

0, musuh yang licik itu sangat ingin merusak pasukan tentara Allah. Anak-anak Allah begitu banyak, tetapi tidak ada satu pasukan. Sungguh sukar menemukan satu pasukan di antara anak-anak Allah di mana pun. Karenanya mereka sangat lemah. Kekuatan dan kejayaan Amerika disebabkan mereka bersatu. Bagaimanakah keadaan orang Kristen? Jangankan di sebuah negara atau di seluruh dunia, di sebuah daerah atau kota saja keadaan umat Allah sungguh kasihan! Sungguh memalukan! Tidak ada kesatuan, tidak ada sepasukan yang terbentuk. Ada beberapa orang malahan menentang kesatuan atau penyusunan macam apa pun. Saya tidak mengatakan suatu susunan atau organisasi manusia, melainkan satu pembangunan ilahi, satu kesatuan yang sejati dan dil di antara anak-anak Allah.

Saya pernah mendengar banyak orang Kristen mengatakan, "Asalkan dua atau tiga orang bersidang bersama, di sini ada dua atau tiga orang, di sana pun ada dua atau tiga orang, ini sudah sangat baik, dan sudah cukup." Tidak, saudara saudari, kita menentang praktik demikian. Kita harus bersatu dengan anak-anak Allah sehingga menjadi satu pasukan. Kita harus berperang, tetapi bukan mengandalkan dua atau tiga orang saja, melainkan mengandalkan sekelompok anak-anak Allah dengan jumlah yang memadai. Di dalam Tuhan saya mohon kalian mau membayar harga demi kesatuan anak-anak Allah. Segala opini Anda tinggalkan, asalkan umat Allah mau mengenal Kristus yang almuhit dan mau mewujudkan satu ekspresi yang sejati dari Kristus, itu sudah cukup. Kita harus membayar harga apa pun demi hal ini. Selain Kristus yang almuhit dan ekspresiNya yang sejati, kita tidak seharusnya mempertahankan apa pun. Marilah kita bersatu dengan anak-anak Allah, marilah kita dibentuk menjadi satu pasukan tentara yang kuat.

Beban saya terhadap hal ini begitu berat, sehingga adakalanya saya benar-benar melupakan diri sendiri. Selain ini saya tidak tahu yang lain; sdurut pikiran dan manusia saya terpikat oleh hal ini. Saudara saudari, entah kita harus bagaimana bekerja sama dengan Tuhan agar hal ini dapat Ia pulihkan. Biar Tuhan menyusun kita menjadi sepasukan tentara secara praktis, agar kita hari ini dapat berperang bagi Dia. Jangan hanya mengatakan kata-kata yang muluk, yaitu kita harus berperang dengan begini dan begitu melawan musuh. Peperangan sedang berkobar di hadapan Anda. Itulah peperangan! Di sinilah peperangan! Anda harus berperang, tapi bukan berperang sendirian.

Sebelum kita berperang kita wajib disusun dengan orang lain, dan untuk ini kita harus patuh. Kita harus mulai dari mematuhi orang lain. Jika kita tak dapat patuh, kita tak mungkin disusun, dan tak mungkin dibangun bersama. Hari ini di antara anak-anak Allah sangat perlu ada kepatuhan. Hari ini adalah benar-benar jaman pemberontakan atau durhaka, seluruh dunia penuh dengan pemberontakan. Dalam keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, setiap orang melakukan pemberontakan. Anda dan saya, anak-anak Allah dan orang-orang yang tersusun menjadi pasukan tentara yang akan berperang bagiNya, kita semua harus belajar patuh. Kita harus berlawanan dengan arus dunia ini. Kita harus belajar patuh. Kita sendiri harus patuh kepada orang lain, dan belajar berkata "ya". Maksud saya bukan kita harus menjadi orang yang dengan mulut saja berkata "ya". Kita harus belajar berkata "baik", tidak berkata "tidak".

Mudah sekali orang hari ini ingin berkata "tidak". Mereka selalu berkata "tidak" terhadap setiap orang dan perkara. Seolah-olah hampir setiap anak kecil ketika mulai belajar berbicara, kata "tidak" itulah yang menjadi kata pertama yang ia pelajari. Tetapi kita tidak boleh berkata "ya" dengan pura-pura. Hanya di bibir saja, bukan di hati. Kata "ya" harus diucapkan dari dalam hati yang jujur, dan dengan kepatuhan. "Ya saudara!" "Ya saudari!" Usahakanlah agar diri Anda patuh kepada mereka, dan belajarlah berkata "ya". Oh, semoga Tuhan menyelamatkan kita!

Di banyak kota besar ada ribuan orang Kristen, tetapi di manakah pasukan mereka? Di manakah Kemah Pertemuan? Di manakah sistem imam? Sungguh kasihan! Apakah yang dapat Tuhan lakukan? Tanpa kesatuan, tanpa kepatuhan, tanpa tersusun, tanpa terbangun, tanpa Kemah Pertemuan, tanpa sistem imamat, tanpa pasukan tentara. Di bumi ini Tuhan tiada tempat kediaman yang sejati. Tiada pelayanan sejati kepada Tuhan, sebab tiada sistem imamat. Tiada peperangan sejati bagi Kerajaan Allah, sebab tiada pasukan tentara yang sejati. Kita di sini adalah untuk pemulihan segala hal tersebut.

Kita harus tersusun menjadi tentara melalui patuh. Pasukan tentara selalu berada di bawah sistem imamat, dan sistem imamat selalu sejajar dengan Kemah Pertemuan. Ketiga hal tersebut selalu berkaitan. Bila ada sebuah Kemah Pertemuan, ada pula sekelompok imam, dan yang mengitari imam adalah bala tentara umat Allah. Inilah sebuah lukisan riil yang harus kita alami -- Kemah Pertemuan, sistem imam, dan pasukan tentara.

Tanpa Kemah Pertemuan, tiada sistem imam, tanpa sistem imam, tiada pula pasukan tentara umat Allah. Pasukan tentara tergantung pada sistem imamat, sedang sistem imamat berkaitan dengan Kemah Pertemuan. Apakah Kemah Pertemuan? Kemah Pertemuan adalah tempat penyertaan Allah di antara umatNya. Tanpa Kemah Pertemuan, tiadalah penyertaan Allah sendiri, penyertaan Allah tidak dapat menyertai kita, dan tak dapat pergi bersama kita. Allah berjanji penyertaanNya akan pergi bersama kita, tetapi kita harus jelas di manakah tempat tinggal dari penyertaanNya itu. PenyertaanNya di dalam Kemah Pertemuan. Aka kita mempunyai Kemah Pertemuan, kita akan mempunyai penyertaanNya tinggal bersama dengan kita. Jika kita tiada Kemah Pertemuan, kita akan celaka, penyertaan Allah akan lenyap.

Apakah di antara kalian ada Kemah Pertemuan, sistern imamat, dan pasukan tentara? Jika tidak ada, Anda masih kekurangan kualifikasi; Anda masih tidak cukup, dan Anda tak dapat maju ke depan untuk memperoleh tanah itu. Kiranya kita mempersiapkan semua kualifikasi tersebut. Kita harus berada dalam pengalaman kaya Kemah Pertemuan, imamat, dan pasukan tentara. Keseluruhannya itu bukan masalah pribadi, melainkan masalah kolektif.

API ASING

Untuk mempertahankan Kemah Pertemuan, sistem imamat, dan pasukan tentara, selain kita harus menghindarkan individualisme, kita pun harus menghindarkan beberapa perkara berikut, yang dapat mendatangkan kerusakan besar. Pertama ialah api yang asing. Jangan sekali-kali mempersembahkan api yang asing ke hadapan Allah. Apa itu api asing? Api asing ialah kegairahan alamiah kita; yaitu antusias emosional dari alamiah kita. Hal tersebut pasti akan mengakibatkan maut. Hal tersebut akan membunuh kehidupan rohani kita dan sistem imamat.

Kedua anak Harun, Nadab dan Abihu mempersembahkan api asing ke hadapan Allah bukan dengan maksud jahat, melainkan terbit dari suatu motif yang baik. Tetapi yang dipersembahkan adalah api asing. Allah telah berpesan bahwa api perukupan harus diambil dari mezbah, barulah persembahan itu diperkenan oleh Allah. Tetapi mereka tidak mengambil api dari mezbah, melainkan api asing. Ini berarti kegairahan alamiah mereka belurn menerima penanggulangan salib. Ini adalah suatu perkara yang sangat serius. Kita semua harus melalui penanggulangan salib. Kegairahan alamiah kita harus diletakkan ke dalam maut melalui salib.

MEMBERONTAK

Perkara kedua yang harus kita hindari ialah memberontak melawan wewenang. Kedua kakak Musa, yaitu Miryarn dan Harun memberontak melawan Musa, yang ketika itu merupakan wewenang. Memang pada waktu itu Musa telah melakukan suatu hal yang tidak baik, yakni menikahi seorang perempuan kafir. Ini tidak perlu diragukan, bahwa ia benar-benar telah salah, dan itulah kelemahan Musa. Karenanya Miryam dan Harun menentangnya. Tetapi betapapun perbuatan Musa, Miryarn dan Harun harus mengenal wewenang. Musa adalah wewenang. Bagaimana pun persoalannya, mereka tidak seharusnya memberontak melawan wewenang. Perbuatan mereka ini justru merusak kesatuan, dan sistem imamat, serta merusak penyusunan pasukan tentara. Memang, seorang pemimpin harus berhati-hati; kita tak boleh berbuat sesuatu seperti yang dilambangkan oleh Musa : memperistri perempuan kafir. Tetapi ada aspek lain yang lebih penting lagi, yaitu Anda dan saya harus belajar tidak menjadi seorang pemberontak terhadap wewenang.

Mungkin di kota Anda ada sebuah gereja lokal sebagai satu manifestasi Tubuh Kristus, dan di sana ada tiga atau empat saudara pemimpin. Anda harus nampak, tidak ada seorang manusia yang seratus persen sempurna. Setiap manusia setidak-tidaknya mempunyai satu kekurangan. Mata Anda tidak boleh terbuka besar terhadap para penatua, mata Anda hanya boleh terbuka kepada Tuhan. Jangan meneliti diri para penatua dengan mata Anda. Aka Anda meneliti para penatua, Anda adalah seorang pemberontak, dan Anda akan merusak diri sendiri.

Lihatlah Miryam dan Harun. Kecaman mereka terhadap Musa adalah benar, dan Musa memang bersalah. Sebagai hamba Allah, Musa telah memberi mereka kedudukan untuk menuduh dirinya. Akan tetapi, ketika Miryarn dan Harun di atas kedudukan tersebut memberontak melawan wewenang, akibatnya malah mendatangkan hukuman Allah bagi diri mereka sendiri. Miryam segera terserang penyakit kusta. Walaupun ia kemudian beroleh kesembuhan, tetapi akhirnya mereka berdua mati di padang gurun.

Pada tahun-tahun yang lampau, saya pernah melihat banyak orang yang berpenyakit "kusta" karena memberontak melawan hamba Allah. Apakah hamba Tuhan benar? Saya tidak mau mengatakan demikian. Saya akui, setiap manusia setidaktidaknya memiliki satu kekurangan. Tetapi kekurangan atau kelemahan hamba Tuhan telah menjadi ujian kita. Mereka menguji kita berada di mana sehenarnya, dan apa yang terkandung dalam hati kita. Hati Anda bagaimana? Anda akan diuji, tapi bukan diuji dengan kelebihan hamba Tuhan, melainkan diuji dengan kelemahan mereka.

Saudara saudari, simpanlah perkataan ini dalam hati. Ini adalah sebuah peringatan. Saya tahu, saatnya akan tiba, Anda akan tidak puas terhadap orang-orang yang memimpin Anda di dalam Tuhan. Anda akan berkata, "Apa itu? Lihatlah perbuatan saudara-saudara pernimpin dalam gereja!" Itu adalah ujian bagi Anda. Kalau Anda menuduh dan memberontak melawan mereka, Anda akan kena penyakit kusta; yang ternajis bukan mereka, melainkan Anda. Dan Anda kemudian akan mati bergelimpangan di tepi jalan padang gurun, seperti halnya Miryam dan Harun. Akhirnya Anda sama sekali tak dapat maju ke depan untuk menikmati tanah permai yang almuhit itu.

Kemudian, dalam perjalanan bani Israel tedarii lagi sekali pemberontakan, kali ini skalanya lebih besar. Korah bangkit mengajak 250 orang pimpinan-pimpinan umat itu memberontak melawan Musa dan Harun. Mereka tidak saja menjerumuskan diri sendiri ke dalam maut, bahkan nyaris menjerumuskan seluruh umat itu. Ribuan orang telah menemui ajalnya karena pemberontakan kali itu. Kesatuan telah dirusak, sistem imamat telah dirusak, dan pasukan tentara umat Allah pun telah dirusak. Kita perlu peringatan yang demikian.

Saya percaya banyak di antara kalian memiliki sebuah hati yang jujur terhadap Tuhan dan kesaksianNya hari ini. Namun kita harus ingat, di dalam kita ada sifat pemberontak. Pada suatu hari, lambat atau cepat akan teruji. Jika kita memberontak, kita akan terkerat dari kehidupan rohani, dan sedikit banyak bisa membunuh kesaksian, sistem imamat, dan pasukan tentara itu.

TIDAK PERCAYA

Hal ketiga yang harus dihindari ialah ketidak-percayaan. Hal ini pasti akan membunuh kita. Anda ingat betapa orangorang yang diutus sebagai mata-mata itu pulang dengan memberitakan kabar buruk. Pada satu pihak mereka mengatakan tanah itu sangat baik, tetapi pada pihak lain mereka mengatakan bahwa mereka tidak mungkin bisa memasuki tanah tersebut. Sebab penduduk tanah itu semua raksasa, dan kota-kota mereka kokoh lagi luas. Mereka berpendapat bahwa bani Israel tak marnpu menaklukkan tanah itu. Bila mereka mencoba, pasti akan gagal total, dan akan ditelan oleh penduduk-penduduk di situ.

Sering kali musuh, si jahat itu di dalam kita pun mengatakan perkataan-perkataan serupa, "Janganlah membicarakan soal Kristus yang almuhit, Dia itu indah dan ajaib, tapi kalian tak mungkin masuk ke dalamNya." Saya kuatir, ketika Anda membaca beberapa berita ini, musuh justru berbisik di telinga Anda, "Jangan sekali-kali mengira Anda bisa memasuki tanah itu; itu jauh sekali di luar kernampuan Anda. Anda sama sekali mustahil mencapainya." Setan-setan kecil yang bersembunyi di dalam kita itu sedang menantikan suatu kesempatan untuk menginjeksikan racun maut itu, makajangan sekali-kali percaya kepadanya. Dia akan berkata begini kepada Anda, Tenduduk-penduduk itu. semua raksasa dan kota-kota mereka kokoh lagi luas, Anda pasti dikalahkan, ketika itu Anda tahu akibatnya." Dalam Ibrani 3 dikatakan kepada kita bahwa itulah hati yang tidak percaya, hati yang diduduki oleh si jahat. Kita harus berdoa, "Tuhan, saya ingin memiliki sebuah hati yang baik, hati yang penuh iman. Saya tidak dapat memasuki tanah itu tetapi Engkau dapat." Dia yang di dalam kita lebih besar daripada yang ada di dunia. Saya tidak mampu melakukan, tetapi Kristus mampu, dan Dia berada di dalam saya. Kita wajib beriman terhadap kuat kuasa kebangkitan. Allah dapat menggenapkan segalanya dengan melimpah, jauh melebihi apa yang kita minta dan pikir, serta yang kita impikan dan bayangkan. Allah sanggup dan Allah dapat mencapainya. Semoga kita mengikuti teladan Kaleb dan Yosua. Mereka penuh iman. Mereka dapat berkata kepada umat, "Mari kita segera pergi ke tanah itu; kita pasti dapat menundukkan mereka."

Saudara saudari kita harus dengan hati-hati menghindari berbagai ketidak-percayaan. Saya sangat kuatir, setelah kalian membaca sekian banyak berita tentang Kristus yang almuhit, di antara kalian ada yang memiliki hati yang tidak percaya. Mungkin sekarang tidak kelihatan, tapi kemudian Anda akan diuji. Mungkin pada suatu hari, ketika Anda berjalan di jalanan, Anda berkata kepada diri sendiri, "Apa! Siapa yang dapat melakukan itu? Siapa yang dapat menikmati Kristus almuhit yang demikian? Saya sama sekali bukan orangnya! Saya mutlak tak mampu!" Itulah ketidakpercayaan. Anda harus langsung menelanjanginya. Waspadalah! Berjaga-jagalah! Tolaklah dia dengan berdoa!

Memang betul, Anda mutlak tak mampu mencapai tanah permai itu dengan kekuatan alamiah Anda, kecuali Anda mengandalkan kuat kuasa kebangkitan. Hanya kuat kuasa yang membangkitkan Kristus dari maut dan yang mengangkatNya menjadi Kepala segala sesuatu yang mampu membawa Anda kesana. Puji Tuhan, kuat kuasa itu ada di dalam kita! Kuat kuasa itu secara terus-menerus tersalur ke dalam kita melalui Roh Kudus yang diam di batin kita. Apakah kita cukup perkasa? Haleluya, kita sudah eukup perkasa! Bukan di dalam diri kita sendiri, tetapi di dalam Dia; bukan di dalam daging, melainkan di dalam Roh Kudus. D1 dalam Roh Kudus dapatlah kita melakukannya.

Saudara saudari, percayakah kalian? Haleluya! Kita wajib menerima! Jangan putus asa, tanah ini adalah milik kita! Jangan mengira Anda terlalu muda. Kemarin Anda memang terlalu muda, tetapi hari ini Anda tidak lagi muda. Percayalah dengan iman yang penuh bukti. Kristus berada di dalam Anda. Anda telah bersatu padu dengan Allah yang maha kuasa. Dari hari ke

hari Roh KudusNya menyalurkan segala hakikiNya dan segala milikNya ke dalam Anda. Asal Anda memelihara persekutuan dengan Dia, Anda pasti dapat memasuki tanah itu.

Ada bebrapa peperangan yang harus kita lakukan, namun peperangan-peperangan itu ditujukan kepada musuh; bagi Anda itu adalah perhentian. Peperangan itu baginya adalah kekalahan, bagi Anda adalah makanan. Yosua dan kaleb berkata kepada seluruh umat, "Jangan gentar … mereka adalah makanan kita." Musuh akan menjadi makanan kita, kita boleh memakannya. Kalau kita tidak ikut berperang, kita akan kelaparan. Mempunyai manna harian tidaklah cukup, kita harus makan musuh kita. Musuh akan menjadi makanan kita, bila kita memakannya kita akan kenyang.

Saudara-saudari, Anda dan saya harus maju ke depan dengan iman yang hidup, berperang dan menelan musuh. Semakin Anda menyantapnya, anda akan semakin kenyang. Musuh yang terkalahkan itu adalah makanan yang terbaik dan terenak. Mari kita menyeberangi sungai Yordan dan menaklukkan kota Yerikho. Mari kita makan seluruh kota itu seperti menyantap seporsi hidangan yang lezat. Kita harus kenyang dengan mutlak. Haleluya! Kita perlu sebuah iman yang demikian, dan melakukan peperangan yang demikian.

BERGABUNG DENGAN DUNIA

Akan tetapi kita harus ingat, musuh itu sangat licik Ia dapat menggunakan cara dan akal yang paling licik untuk menghalang-halangi dan melawan kita. Ia memakai Bileam, seorang nabi kafir melawan bani Israel, agar mereka bergabung dengan dunia dan berzinah. Dunia selalu merusak pasukan tentara Allah. Kita harus banyak berdoa, kita harus berjaga-jaga, agar tidak bergabung dengan dunia.

Ketika musuh tidak berdaya merusak kita dengan hal yang lain, ia akan menggoda kita dengan cara yang sangat licik, agar kita bergabung dengan sesuatu yang duniawi. Perkara-perkara itu mungkin bagi kita tidak mirip apa yang duniawi, dan kelihatannya sangat halal dan wajar. Jalan untuk menghindarinya ialah bersekutu tak henti-hentinya dengan Tuhan. Kalau kita menggabungkan diri dalam hal apa pun dengan dunia, apakah itu yang duniawi, atau yang agamawi, kita akan kehilangan kekuatan. Semoga Tuhan memberkati kita, supaya kita dapat menerima peringatan ini.

BERSUNGUT-SUNGUT

Terakhir, kita harus berjaga-jaga, jangan sekali-kali bersungut-sungut terhadap Allah, seperti yang dilakukan bani Israel. Kita harus bernyanyi sambil memuji kepadaNya. Tak peduli betapa sulitnya perjalanan ini, dan kesengsaraan apa pun yang kita alami, hendaklah kita tetap memuji kepada Tuhan. Inilah jalan kemenangan.

Ingatlah perkara-perkara ini : Jangan sekali-kali mempersembahkan api asing, jangan sekali-kali memberontak, buanglah hati yang tidak percaya, berjaga-jagalah agar tidak bergabung dengan perkara duniawi, dan jangan sekali-kali bersungut-sungut terhadap Allah. Jika kita melakukan semua ini, kita akan dapat maju ke depan memperoleh tanah itu. Kita pasti memperoleh kemenangan!