Bab 12
Cara Memperoleh tanah Itu
(4) MELALUI TERSUSUN
MENJADI PASUKAN TENTARA
Pembacaan Alkitab :
Bilangan 1:1-4,17,18, 52, 53; 11, 2; 4:3; 8:23-26; 26:1, 2, 52-56, 63-65
Banyak perkara yang telah kita bahas mengenai memasuki tanah permai, dan semua itu berkaitan dengan kenikmatan terhadap Kristus. Mulai dari menikmati Dia sebagai anak domba Paskah hingga menikmati Dia sebagai Tabut Perjanjian dan meluas menjadi Kemah Pertemuan, termasuk berbagai jenis korban dan sistem imamat. Bila kita telah mencapai tingkat pengalaman yang demikian, kita sudah lumayan matang; dengan demikian kita pun memiliki suatu posisi untuk mengemban beberapa tugas. Dan dalam tingkatan atau tahapan ini baru kita dapat menunaikan tugas dalam sistem imam. Ini berarti kita sudah sedikit banyak dapat melayani Allah.
I. DARI KITAB KELUARAN
HINGGA KITAB BILANGAN
Dalam kitab Keluaran setiap perkara tertampil secara berangsur- angsur. Mulai dari menikmati Kristus sebagai anak domba Paskah, bani Israel maju terus ke depan, hingga pada suatu hari Kemah Pertemuan terbangunkan di tengah-tengah mereka. Hingga saat itulah baru mereka menikmati Kristus sebagai kesaksian Allah. Dan pada tahapan itu pula baru mereka dapat mengemban tugas sebagai imam Allah. Itulah kitab Keluaran.
Menyusul kitab Keluaran, kita sampai kepada kitab Imamat. Di sini kita nampak betapa Kristus adalah berbagai korban untuk kita nikmati. Umat Allah dapat menikmati Kristus lebih sempurna daripada sebelumnya. Saat ini mereka dapat mengemban tugas imamat sepenuhnya, dan dapat mengenal segala peraturan tentang kehidupan yang kudus. Kita sudah nampak bahwa kitab Imamat terbagi dalam tiga bagian : Pertama, adalah mengenai berbagai jenis korban; kedua adalah sistem imamat; dan terakhir, adalah prinsip-prinsip ilahi dalam kehidupan yang kudus.
Sesudah kitab Imamat kita tiba pada kitab Bilangan. Mengenai catatan Alkitab ini kebanyakan penafsiran dan penjelasan mengatakan, bahwa kitab Bilangan mutlak mengisahkan umat Israel membuat sensus penduduk dan pengembaraart mereka di padang gurun. Dipandang sepintas memang demikian, tetapi kenyataarmya bukan demikian. Meskipun unsur itu ada, tapi aspek utama kitab ini, yakni aspek rohaninya, merupakan sejilid kitab yang memuat catatan yang mulia: Umat Israel tersusun menjadi tentara Allah. Hanya pada tahapan ini, setelah kitab Keluaran dan kitab Imamat, barulah umat Allah mungkin tersusun menjadi sepasukan tentara yang berperang bagiNya. Bila sekelompok umat Allah di bumi ini dapat tersusun menjadi sebuah pasukan Allah, ini sungguh mulia. Yang lebih mulia ialah sekelompok manusia ini justru adalah orang-orang yang ingin pergi mewarisi tanah itu. Orang-orang yang dapat berperang bagi Allah justru yang akan masuk membagi-bagi dan memperoleh tanah itu.
Dalam kitab Bilangan bani Israel pernah disensus dua kali. Pertama, mereka disensus dan disusun menjadi pasukan tentara untuk berperang; kedua, mereka disensus tidak saja untuk disusun menjadi pasukan dan berperang, juga untuk membagi-bagi dan menduduki tanah tersebut. Mereka yang masuk dan mengambil bagian dalam tanah itu adalah mereka yang berperang. Jadi, dalam kitab ini kita tak saja melihat peristiwa sensus atau pengembaraart, juga melihat peristiwa mulia dari tersusunnya mereka menjadi tentara, dan diutus untuk mewarisi tanah permai itu.
II. DARI ANAK DOMBA HINGGA MENJADI PASUKAN
TENTARA - SEHELAI DAFTAR PEMERIKSAAN
Cara untuk mewarisi tanah permai tidak demikian sederhana. Baiklah kita tinjau dan ulangi langkah-langkah itu satu per satu. Pertama-tama kita harus menikmati Kristus sebagai Anak Domba Penebus dosa. Kita harus menerima Kristus sebagai Juruselamat kita. Kita harus melewati hukuman Allah. Ini langkah pertama. Jika kita sudah melakukan ini, kita boleh membubuhi tanda (v); butir ini telah lewat.
Langkah kedua, kita harus meningalkan Mesir, menikmati Kristus sebagai manna harian, menjadi suplai hidup harian. Sudah tentu kita tak dapat hanya makan tanpa minum, maka kita serentak juga harus menikmati Kristus sebagai batu karang yang mengalirkan air hidup. Di samping menikmati manna, kita juga menikmati air hidup dari batu karang. Apakah Anda mengalami hal itu setiap hari? Saya yakin kebanyakan di antara kalian dapat berkata dengan berani, bahwa kalian telah memiliki pengalaman tersebut. Kalian pasti setiap hari menikmati Kristus sebagai makanan dan minuman. Jika tidak, kalian tak dapat hidup dan tak berdaya maju ke depan. Kalian tak mungkin mempertahankan kehidupan kekristenan kalian. Dari hari ke hari kita harus menikmati Kristus sebagai makanan harian dan air hidup. Kita harus memiliki makanan dan minuman.
Setiap pagi jika kita bersua lebih baik kita bertanya, "Sudahkah Anda makan?" sebagai pengganti salam selamat pagi. Saya lebih suka salam yang demikian. Saudara, sudahkah Anda makan pada pagi ini? Saudari, sudahkah Anda minum sesuatu pagi ini? Kalian ada yang dapat menjawab, "Ya, hari ini saya telah makan tiga kali". Puji Tuhan, kita harus memberitahu orang bahwa Allah setiap hari memelihara kita dengan Kristus. Kita makan Kristus, dan minum Kristus. Jika kita mempunyai pengalaman demikian, kita pun boleh membubuhi tanda (v) di atas butir ini.
Sekarang kita sampai ke butir ketiga. Apakah di tempat kediaman Anda ada Kemah Pertemuan? Apakah di antara kalian ada kenikmatan atas Kristus sebagai inti dan kesaksian Allah? Apakah Anda mengalami Kristus sebagai ekspresi dan penjelasan Allah secara dil dan mantap, serta mengalami perluasan Kristus, Kemah Pertemuan, menjadi perwujudanNya yang sejati di tengah-tengah kalian? Apakah di tempat Anda ada pengalaman ini? Apakah Anda memiliki sebuah Kemah Pertemuan yang ada Kristus yang tidak saja sebagai anak domba atau manna harian, tetapi juga sebagai kesaksian Allah? Ataukah dalam hal ini Anda mempunyai kesulitan? Dengan perkataan lain, apakah di kota Anda ada sekelompok orang yang menikmati Kristus sebagai ekspresi Allah dan pertambahan diriNya sendiri, yakni gereja sebagai perwujudanNya yang sejati? Bagaimana jawaban Anda? Mungkin sudah ada yang mulai memiliki pengalaman tersebut. Kalau ada, puji Tuhan! Boleh jadi banyak juga yang harus mengakui bahwa mereka belum memiliki pengalaman ini.
Butir pertama sudah tentu sangat mudah dilalui. Butir kedua mungkin ada sedikit persoalan. dan butir ketiga persoalannya besar. Pengalaman atas Tabut dan Kemah Pertemuan sungguh langkah. Kalau begitu apa yang harus kita perbuat? Saudara saudari, kita harus berdoa. Kalian yang tinggal di satu kota harus bersama-sama berdoa untuk hal ini. Mohon Tuhan memberi wahyu, agar kalian mengalami Kristus sebagai kesaksian Allah menjadi inti kalian, dan mengalami gereja sebagai perluasan diriNya sendiri menjadi perwujudanNya. Semua ini bukan sekadar ajaran atau doktrin untuk Anda simpan di dalam otak, Anda wajib menyadari situasi Anda yang sebenarnya di hadapan Tuhan, dan menanggulangi masalah ini di hadapanNya.
Anda wajib berdoa, agar di tempat Anda terbangunkan sebuah Kemah Pertemuan rohani, ada satu permulaan yang baru. Kalau dahulu yang Anda alarni adalah Kristus sebagai anak domba dan manna; dan paling tinggi hanya sebagai batu karang yang mengalirkan air hidup; maka kini Anda harus memiliki jalan baru, tahap baru dalam kenikmatan Kristus, barulah ada satu permulaan baru Roh Kudus di antara kalian. Anda harus memasuki "Hari pertama bulan pertama tahun kedua" barulah Kemah Pertemuan gereja, dapat didirikan (Kel.40:2) Inilah satu permulaan barti tahap kedua. Anda telah memulai tahun pertama pada tahap pertama, maka sekarang Anda harus memulai tahun kedua pada tahap kedua. Anda harus maju selangkah agar di tempat Anda ada Kristus sebagai pusat atau inti Anda, dan ada Kemah Pertemuan sebagai perwujudanNya.
Sekarang kita tiba pada butir keempat. Andaikata di sini kita mempunyai Kemah Pertemuan, maka kita harus maju terus ke depan untuk mengalami Kristus lebih kaya lagi. Kita harus mengalami Kristus sebagai berbagai jenis korban, korban penebus salah, korban penghapus dosa, korban keselamatan, korban sajian, dan korban bakaran.
Butir kelima ialah mengalami Kristus sebagai Imam besar, agar dapat menunaikan tugas imamat. Bagaimana untuk butir ini? Dapatkah Anda mengatakan di tempat Anda ada sistem imamat yang sejati? Boleh jadi hingga saat ini Anda dapat membubuhi tanda (v) atas setiap butir terdahulu, tapi dapatkah Anda bubuhi atas butir ini? Ini adalah satu pengalaman yang lebih dalam.
Jalur pemikiran Roh Kudus dalam catatan Alkitab selalu berjalan progresif. Mulai dari yang ke satu, kedua, ketiga, keempat, dan sekarang hingga yang kelima, selalu maju, mantap, dan mendalam. Akan tetapi kebanyakan kalian harus mengaku dengan jujur di hadapan Tuhan, bahwa butir kelima sangat sukar dilalui. Di antara kelompok anak-anak Allah tak banyak yang memiliki sistem imamat. Apakah di kota Anda ada suatu sistem imamat? Pakailah sedikit waktu untuk merenungkan butir-butir ini satu per satu, Anda akan mengetahui di manakah Anda berada.
Dewasa ini orang sukar sekali menermikan segolongan umat Allah yang telah mencapai tahap ini, yaitu mereka yang telah mengalami Kristus sebagai Imam besar, sehingga mereka telah mengemban sistem sebagai imam. Dalam doa kita berkata, "Oh, Tuhan, Kau adalah Imam besar kami!" Tetapi itu hanya omong kosong belaka; kita belum memiliki pengalaman itu. Tidak banyak di antara kita yang mengalami Kristus sebagai Imam besar; karenanya kita tak mampu mengemban sistem imamat. Kita harus mengetahui makna sistem imamat terhadap kita dan Allah.
Sekarang kita tiba pada butir keenam. Kita harus tersusun menjadi sepasukan tentara. Ini merupakan perkembangan yang lebih lanjut. Sebagai anak-anak Allah, kita harus tersusun menjadi sepasukan tentara yang berperang bagiNya di bumi. Oh, ini adalah perkara yang terlalu besar! Kalau hal ini membuat Anda merasa takut, Anda boleh berputar kembali. Ini sungguh suatu perkara yang mengandung makna universal.
Saudara saudari, kita harus menerima kesemuanya ini dengan sangat serius. Kalian harus bersama-sama berdoa, "Tuhan, sudahkah kami mengenal perihal menikmati Kau sebagai Tabut Perjanjian, sebagai kesaksian Allah dan perluasannya, sebagai perwujudanMu?" Kalian wajib menghadap Tuhan untuk memeriksa sejenak, dan belajar bersandar pada kasih karuniaya untuk memanfaatkan Kristus dalam aspek ini. Kemudian Anda harus bertanya pula kepada Tuhan, "Tuhan, sudahkah kami mengalamiMu sebagai Imam besar agar kami dapat mengemban sistem Imamat di antara umatMu?" Anda harus bersandar pada kasih karunia Tuhan untuk belajar mengalami hal ini; yakni harus memanfaatkan Kristus sebagai kehidupan sistem imamat.
III. KUALIFIKASI PASUKAN TENTARA
Kemudian, sebagai kelanjutan sistem imamat, kita perlu penyusunan pasukan tentara. Melalui mengemban sistem imamat, kita dapat tersusun menjadi pasukan tentara, dan berperang bagi kepentingan Tuhan di bumi ini. Namun untuk tersusun menjadi sepasukan tentara yang demikian diperlukan kualifikasi-kualifikasi tertentu. Pertama, setiap orang harus menyebut silsilahnya --- dengan sendirinya bukan silsilah jasmani melainkan silsilah rohani. Tidak ada satu silsilah jasmani yang dapat memenuhi kualifikasi ini. Kita harus memiliki silsilah rohani. Bani Israel harus menyebut silsilah mereka, mereka harus menyebut leluhur mereka, dan mengumumkan mereka milik suku dan keluarga mana. Jika mereka tak dapat mengumumkannya, dan tak dapat menyebut silsilah mereka, mereka harus berdiri di samping, tak dapat disusun menjadi pasukan tentara. Anda harus memiliki kehidupan rohani. Sudahkah Anda dilahirkan ulang? Sebutkahlah silsilah Anda kepada karni? Paling tidak Anda harus dapat menyebut nama leluhur Anda. Ini berarti Anda harus terlebih dahulu memeriksa kelahiran ulang Anda. Apakah Anda memiliki bukti hidup rohani? Apakah Anda seorang Israel yang sejati? Kita harus menjamin bahwa kita adalah orang-orang yang telah dilahirkan ulang.
Beberapa waktu yang lalu, saya berdialog dengan seorang saudara remaja. Saya bertanya berapa umumya, ia menjawab bahwa ia berusia tiga belas tahun. Kemudian saya bertanya, kapan ia diselamatkan. Ia menjawab, ketika ia masih berusia sembilan tahun. Lalu saya bertanya, "Bagaimana Anda mengetahui Anda telah diselamatkan?" Jawabnya, "Karena saya telah bertemu dengan Roh Kudus. Ketika saya berumur sembilan tahun, saya telah bertemu dengan Roh Kudus". Saudara remaja ini dapat mengatakan kepada saya silsilah rohaninya, yang membuktikan bahwa ia telah diselamatkan. Ia memiliki hidup orang Israel yang sejati. Ia telah memiliki satu permulaan. Inilah kualifikasi pertama untuk disusun menjadi pasukan tentara.
Kedua, setalah Anda memiliki kelahiran ulang dan memiliki kehidupan, Anda masih perlu pertumbuhan pada tingkat tertentu, Anda harus mencapai usia 20 tahun (Bil.1:3). Seorang prajurit harus sebagai seorang yang matang. Bayi tak dapat berperang. Kita harus mencapai kematangan rohani yang berusia 20 tahun. Itulah kedewasaan dan kematangan hidup rohani. Apakah di antara kalian ada sebagian orang yang benar-benar sudah matang, dan dapat bangkit berperang bagi kerajaan Allah? Di banyak tempat ada banyak orang Kristen, tetapi nampaknya mereka seperti bocah-bocah yang bermain-main dengan perkara rohani; keadaan mereka begitu kekanak-kanakan. Mereka dapat memberitahu Anda tentang silsilah mereka, tetapi mereka tidak bertumbuh. Lebih celaka lagi, yaitu walau mereka adalah bayi, tetapi mereka menilai diri sendiri seolah yang paling besar.
Pernah sekali, seorang cucu dari saudara kita berkata kepada saya, "Jangan memanggil saya bayi, saya sudah besar!" Ia baru berusia 3 tahun, tapi ia suka menyangka dirinya besar. Dapatkah Anda menyuruh bocah ini berperang? Mustahil! Kita harus bertumbuh dalam hidup rohani kita. Pertumbuhan kita harus mencapai suatu tingkat tertentu, baru kita dapat disusun menjadi pasukan tentara untuk berperang bagi kerajaan dan kesaksian Allah.
Saya ulangi, ini bukan suatu doktrin. Anda wajib berdoa untuk hal ini. Berdoa dan ingatlah bahwa Anda harus bertumbuh hingga mencapai satu tingkat tertentu. Tingkatan ini tidak dapat diturunkan, kita wajib mencapai tingkat tersebut. Bertumbuh menjadi dewasa, bukan bertumbuh menjadi tua. Jika menjadi tua, Anda akan dibebas-tugaskan, yaitu akan terpaksa mengundurkan diri dari pelayanan rohani. Anda harus maju saja ke depan, Anda tidak seharusnya mundur. Anda harus berada di antara orang-orang yang berusia 20 sampai 60 tahun, yang ikut serta dalam pasukan ini. Anda harus penuh dengan pengalaman, tanpa merosot. Ada beberapa orang yang belum bertumbuh, tapi sudah menua terlebih dahulu, mereka adalah pernuda-pernuda tua. Kita harus bertumbuh hingga mencapai tahap kehidupan tertentu, baru dapat disusun menjadi pasukan. Inilah kualifikasi yang kedua.
Ketiga, seluruh bani Israel harus di tempatnya masing-masing menurut panji-panji mereka. Ini berarti mereka tidak ada pilihan sendiri. Kalau Anda.berasal dari San Francisco, Anda harus tetap berada di bawah panji San Francisco. Kalau Anda berasal dari Los Angeles, Anda harus tetap berada di bawa panji Los Angeles. Anda tidak ada pilihan. Boleh jadi Anda dilahirkan di Los Angeles, tapi Anda tidak senang terhadap saudara saudari di sana, dan Anda ingin pindah ke San Francisco, Anda mengira Anda dapat menyenangi saudara saudari di San Francisco. Narnun Tuhan akan berkata, "Kembali, kembalilah ke tempat kelahiran Anda; kembali ke panji keluarga Anda". Ini berarti kegemaran, dan pilihan pribadi Anda harus ditanggulangi. Di antara umat Allah tidak terdapat pilihan pribadi. Kalau saya umat suku Yehuda, saya tidak boleh berkata bahwa saya tidak menyukai suku ini; saya lebih menyukai suku Benyamin. Saya harus tetap berada di bawah panji Yehuda. Kegemaran pribadi saya harus dibatasi.
Cobalah lihat betapa kacaunya situasi di kalangan anak-anak Allah hari ini. Orang-orang suku "Yehuda" pindah ke bawah panji suku "Benyamin", dan orang-orang suku "Benyamin" lari ke suku "Manasye". Situasinya sangat kacau balau. Dalam situasi seperti ini mustahillah pasukan tentara terbentuk. Kita harus mempunyai hidup, kita harus bertumbuh dewasa, kita pun harus terbdtas oleh panji-panji keluarga bapa kita. Inilah suatu pelajaran keras yang harus kita tempuh.
Keempat, kita harus mempunyai urutan. Renungkahlah lukisan bani Israel. Di pusat ada Tabut Perjanjian dan perluasannya, yakni Kemah Pertemuan. Kemudian, yang mengelilingi Kemah Pertemuan adalah Kemah- Kemah dari keluarga Lewi, dan di sekitar mereka ialah kedua belas suku lainnya, yang berkemah menurut tempat masing-masing. Mereka semua memelihara urutan-urutan itu, dan setiap suku menempati posisi mereka masing-masing. Ada suku yang ditetapkan berkemah di sebelah Timur, ada suku yang ditetapkan di sebelah Selatan, Barat dan di Utara. Urutan yang Tuhan tetapkan itu berkaitan dengan masalah patuh. Jika kita ingin menurut urutan, kita harus belajar patuh. Kita harus patuh kepada orang lain, jika tidak, pasukan tentara tak mungkin terbentuk. Tatkala kita bertumbuh dewasa dalam hidup, tersusun menjadi pasukan tentara untuk berperang bagi kerajaanNya, dengan sendirinya kita akan memiliki kepatuhan. Setiap orang dari kita pasti patuh kepada orang lain. Jika di antara kita ada urutan ilahi ini, pasti akan terbentuk suatu pasukan tentara.
Inilah jalan kita untuk memasuki dan memperoleh tanah permai itu, yakni Kristus yang almuhit. Tiada jalan lain yang dapat Anda tempuh. Satu-satunya jalan adalah menikmati Kristus sebagai anak domba, manna, batu karang yang memancarkan air hidup, Tabut Perjanjian, Kemah Pertemuan, berbagai korban, imam yang mengemban jabatan imamat, dan terakhir bertumbuh dewasa hingga tersusun menjadi pasukan tentara.
Kualifikasi yang kelima ialah kita harus senantiasa muda dan segar. Bila kita mulai menua, kita perlu diperbarui. Pada waktu sensus kedua kalinya, orang-orang yang pernah disensus sudah menua, karenanya mereka perlu disensus sekali lagi. Orang-orang yang tua diganti dengan yang muda. Jadi, anak-anak Allah yang dapat disusun menjadi pasukan tentara dan mengambil bagian dalam menikmati tanah permai adalah mereka yang senantiasa muda dan segar.
Sebenarnya tidak semua orang Israel dapat disusun menjadi pasukan tentara. Ada yang tidak memenuhi kualifikasi sebab mereka adalah wanita. Dalam Alkitab wanita berarti "bejana yang lemah" (1 Ptr. 3:7). Mereka mewakili orang-orang yang lemah di antara umat Allah. Dan ada lagi orang- orang yang di bawah usia 20 tahun, yaitu mereka vang belum matang. Tidak semua orang berkualifikasi tersusun menjadi pasukan tentara. Jangan mengharap semua saudara saudari di antara kalian dapat terhitung dalam jajaran pasukan tentara. Mungkin hanya ada 2, 3, 4, 5, 9 atau 10 orang. Mungkin hanya ada sebagian kecil yang menjadi inti. Tapi puji Tuhan, asalkan ada sedikit orang saja yang hidupnya sungguh-sungguh bertumbuh dewasa, maka kalian sudah mempunyai kedudukan untuk menyusun sebuah pasukan tentara. Anda boleh memberitahu Tuhan bahwa Anda ingin menjadi pasukan tentara di kota Anda itu, untuk berperang bagiNya.
Hanya saja kita harus jelas, sebelum kita menjadi pasukan tentara, kita harus mengemban jabatan imam. Lihatlah lukisan ini : Tabut Perjanjian dan Kemah Pertemuan berada di pusat, kemudian dikelilingi oleh sistem imamat, dan selanjutnya dikelilingi oleh pasukan tentara. Kita wajib bergerak dari inti ke lingkaran. Kalau kita tidak tahu bagaimana bersekutu terus dengan Tuhan, kita tak dapat berperang. Peperangan rohani selalu berdasarkan persekutuan rohani. Melalui pemeliharaan sistem imamat, barulah kita dapat berperang. Bila kita kehilangan persekutuan dengan Tuhan, kita akan tak berdaya menghadapi musuh, kita pasti kalah.
Istilah "melakukan pekerjaan jabatan" yang berkaitan dengan tugas imam dalam kitab Bilangan 4:3, 30, 35, 39, dan 43 dalam bahasa Ibraninya adalah satu istilah dengan "berperang" yang berkaitan dengan peperangan pasukan tentara dalam Bilangan 26:1 Para imam wajib melakukan pekerjaan jabatan imam dalam Kemah Pertemuan, tetapi hal itu pun merupakan suatu peperangan. Jadi waktu mereka melakukan pekerjaan jabatan imam, itulah waktu mereka berperang. Dengan perkataan lain, tugas imam adalah berperang. Kalau hari ini kita benar-benar berada dalam sistem imamat, maka kita pun berada dalam pasukan tentara. Keluar dari sistem imamat berarti keluar dari pasukan. Mempertahankan sistem imamat, berarti mempertahankan peperangan. Pasukan tentara selalu terpelihara oleh sistem imamat.
Apakah kita memiliki silsilah rohani? Apakah kita mempunyai pertumbuhan hidup rohani yang memadai? Apakah kita menerima pembatasan atas kegemaran, kesenangan dan pilihan pribadi di antara anak-anak Allah. Kalau jawaban kita, "Ya", maka haruslah kita patuh memelihara urutan, dan harus senantiasa segar. Jika demikian barulah kita mampu mengemban sistem imamat hingga tersusun menjadi pasukan tentara.
0, saudara saudari, kita sangat kekurangan! Kalau kita dari butir demi butir memeriksa diri kita, maka sampai butir kelima ini seolah-olah kita tidak dapat lulus. Jika butir kelima tidak lulus, butir keenam pasti tidak lulus. Karenanya kita harus berdoa, kita harus memanfaatkan Kristus sebagai Imam Besar, dan belajar mengemban sistem imamat. Kemudian kita akan maju dan tersusun menjadi pasukan tentara Allah yang berperang bagi kerajaanNya.
Kita harus kembali memperhatikan satu masalah. Kualifikasi untuk masuk dinas ketentaman ialah berusia 20 tahun, sedangkan kualifikasi untuk sistem imamat adalah 30 tahun. Usia untuk dinas tentara adalah 20 sampai 60 tahun, sedang usia untuk bertugas sebagai imam adalah 30 sampai 50 tahun. Jadi baik dalam dinas tentara maupun jabatan imam semua harus memiliki ukuran tubuh yang dewasa dan tanpa kemunduran atau ketuaan. Kedua hal itu berdasarkan pertumbuhan dan kedewasaan hidup! Hal ini harus kita tanggapi dengan serius.
Kita harus bertumbuh dewasa; jika tidak, tiadalah sistem imamat dan pasukan tentara di antara kita. Betapa pentingnya anak-anak Allah betumbuh dewasa! Semoga Tuhan mencelikkan mata kita, agar kita nampak betapa perlunya hidup kita bertumbuh dewasa. Kita harus bertumbuh dewasa sampai ke suatu tingkat, barulah kita sanggup mengemban tugas sistem imamat, dan tersusun menjadi pasukan tentara. Hanya pada saat yang demikianlah baru kita dapat pada aspek rohaninya menjadi sekelompok umat, yang berintikan Tabut Perjanjian, di mana Kemah Pertemuan sebagai perluasannya, dan setiap kita mematuhi serta memelihara urutan ini. Inilah sebuah lukisan yang indah. Setelah itu baru kita mempersiapkan diri untuk menyeberangi sungai Yordan dan memperoleh tanah itu.
Kita telah banyak membahas masalah tanah yang almuhit, yakni Kristus yang almuhit. Inilah cara untuk memperoleh tanah tersebut. Inilah jalan untuk memasuki tanah tersebut. Ketiga jilid kitab ini : Keluaran, Imamat, dan Bilangan, semuanya mencatat langkah-langkah atau prosedur untuk memperoleh tanah permai itu. Dapat kita katakan di sini ada enam langkah. Dua langkah pertama agak mudah dilalui, tapi empat langkah terakhir ada problemanya --- Tabut dan Kemah Pertemuan sebagai inti, pelbagai korban, sistem imamat, dan penyusunan pasukan tentara.
Marilah kita berdoa dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan, agar hidup rohani kita dapat bertumbuh dewasa, agar kita dapat maju ke depan, dari mengalami Kristus sebagai anak domba terus mencapai sistem imamat dan pasukan tentara.