PERSIAPAN HAMBA-PENYELAMAT UNTUK PELAYANAN PENEBUSAN-NYA (10)
Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:12-26
PENGGANTI PASKAH
Setelah Tuhan Yesus menikmati pesta di Betania, Dia mengambil bagian dalam perjamuan Paskah dan kemudian mendirikan perjamuan malam-Nya untuk menggantikan Paskah (14:12-26). Tuhan menyuruh dua orang murid-Nya menyiapkan apa yang diperlukan untuk perjamuan Paskah (ayat 12-26). Dalam sejarah ekonomi Allah, itu adalah per-jamuan Paskah terakhir, karena mulai saat itu perjamuan Paskah digantikan oleh meja Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa zaman lama telah digantikan oleh zaman baru. Karena itu, kita hari ini tidak memiliki hari raya Paskah, melainkan memiliki meja Tuhan, perjamuan malam Tuhan.
Sebagaimana akan kita lihat, Tuhan mendirikan perjamuan malam-Nya dengan roti dan cawan. Hal ini menunjukkan kematian-Nya, kebangkitan-Nya, Tuhan sendiri, dan perluasan-Nya yang adalah Tubuh-Nya. Tuhan, kematian, dan kebangkitan-Nya, dan perluasan-Nya akhirnya menghasilkan Kerajaan Allah.
Markus 14:12 mengatakan, “Pada hari pertama dari ha-ri raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya, ‘Ke mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagimu?’” Penanggalan Yahudi adalah se-suai dengan Kitab Suci mereka, hari dimulai dari petang (Kej. 1:5). Pada malam hari Paskah yang terakhir, perta-ma-tama Hamba-Penyelamat makan perjamuan Paskah de-ngan murid-murid-Nya dan mendirikan perjamuan malam-Nya bagi mereka (ayat 12-25). Kemudian Dia pergi dengan murid-murid-Nya ke Taman Getsemani di atas Bukit Zaitun (ayat 26-42). Di sana Ia ditangkap dan dibawa kepada Imam Besar, serta diadili oleh Mahkamah Agama pada larut ma-lam (ayat 43-72). Pada waktu pagi hari dari hari yang sa-ma, Ia diserahkan kepada Pilatus untuk diadili olehnya dan dijatuhi hukuman mati (15:1-15). Kemudian Dia dibawa ke Golgota dan disalibkan di sana pada jam sembilan pagi, Ia te-tap berada di atas salib sampai jam tiga sore (15:16-41), hal ini telah memenuhi perlambangan Paskah (Kel. 12:6-11).
Menurut 14:13-16, “Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, ‘Pergilah ke kota; di sana seorang yang membawa kendi berisi air akan menemui kamu. Ikutilah dia dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasuki-nya: Pesan Guru: Di manakah ruangan tempat Aku akan makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku? La-lu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!’ Kedua murid itu pun berangkat dan setibanya di kota, me-reka dapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.”
Catatan persiapan untuk Paskah sungguh misterius. Hal ini mengingatkan kita akan perkataan Tuhan kepada dua orang murid-Nya mengenai keledai yang Dia naiki ke-tika ia masuk Yerusalem (11:1-6). Siapa yang menyiapkan ruangan atas yang lebih besar, melengkapinya, dan mem-buatnya siap? Dalam Alkitab kita tidak menemukan ja-waban dari pertanyaan ini. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa tindakan Hamba-Penyelamat mendirikan perjamuan malam-Nya adalah suatu perkara yang misterius.
YUDAS ISKARIOT
Markus 14:18 mengatakan, “Ketika mereka sedang du-duk di situ dan sedang makan, Yesus berkata, ‘Sesungguh-nya Aku berkata kepadamu, seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.’” Ini adalah makan perjamuan Paskah (ayat 16), bukan makan perjamuan malam Hamba-Penyelamat yang tercantum dalam ayat 22-24. Orang yang menyerahkan Tuhan Yesus adalah Yudas Iskariot.
Ayat 19-20 mengatakan, “Mereka pun mulai merasa se-dih dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya, ‘Bukan aku, ya Tuhan?’ Ia menjawab, ‘Orang itu ialah salah se-orang dari kamu yang dua belas ini, dia yang mencelupkan roti ke dalam satu mangkuk dengan Aku.’” Setelah terung-kap, Yudas pergi (Yoh. 13:21-30) sebelum perjamuan malam Hamba-Penyelamat (Mat. 26:20-26). Yudas tidak mengambil bagian dalam tubuh dan darah Hamba-Penyelamat, sebab ia bukan seorang beriman sejati dalam Tuhan, melainkan anak binasa (Yoh. 17:12), bahkan oleh Hamba-Penyelamat dianggap Iblis (Yoh. 6:70-71). Lukas 22:21-23 seolah-olah menunjukkan bahwa Yudas pergi sesudah perjamuan ma-lam Tuhan ini, seperti disebutkan dalam ayat sebelumnya (Luk. 22:19-20). Namun, seperti Matius, catatan Markus menunjukkan bahwa Yudas telah ditunjuk oleh Hamba-Pe-nyelamat sebagai pengkhianat-Nya dalam 14:18-21 sebelum Ia mendirikan perjamuan malam-Nya dalam ayat 22-24. Catatan Markus adalah menurut urutan sejarah, sedangkan catatan Lukas adalah menurut urutan moralitas. Urutan catatan Matius sesuai dengan catatan Markus.
MENGINGAT HAMBA-PENYELAMAT
Markus 14:22 mengatakan, “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, meng-ucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, ‘Ambillah, inilah tubuh-Ku.’” Ini adalah makan perjamuan malam Hamba-Penyelamat setelah Ia dan pengikut-pengikut-Nya makan perjamuan Paskah dalam ayat 16-18. Ia memprakarsai perjamuan ba-ru ini, agar orang-orang yang percaya kepada-Nya meng-ingat Dia, dan dengan ini menggantikan perjamuan Paskah, yaitu perjamuan Perjanjian Lama yang menghendaki umat pilihan mengingat penyelamatan Yehova (Kel. 12:14; 13:3).
Perjamuan baru dalam Perjanjian Baru ini adalah untuk mengingat Hamba-Penyelamat melalui makan roti, yang menyatakan tubuh-Nya yang diserahkan bagi kaum beriman-Nya (1 Kor. 11:24), dan meminum cawan, yang menyatakan darah-Nya yang dicurahkan untuk dosa-dosa mereka (Mat. 26:28). Roti menunjukkan hayat (Yoh. 6:35), hayat Allah, hayat yang kekal, dan cawan menunjukkan ber-kat (1 Kor. 10:16), yakni Allah sendiri sebagai bagian me-reka (Mzm. 16:5). Sebagai orang-orang dosa, bagian mereka selayaknya adalah cawan murka Allah (Why. 14:10). Tetapi Hamba-Penyelamat telah meminum cawan itu bagi mereka (Yoh. 8:11), dan keselamatan-Nya menjadi bagian mereka, cawan keselamatan (Mzm. 116:13) yang melimpah (Mzm. 23:5), yakni yang berisi Allah sebagai berkat almuhit me-reka. Roti dan cawan yang demikian ini adalah unsur-unsur pokok dari perjamuan malam Tuhan, ini adalah perjamuan (1 Kor. 10:21), suatu pesta yang diadakan-Nya, supaya kaum beriman-Nya dapat mengingat-Nya melalui menikmati-Nya sebagai jamuan tersebut. Jadi, ketika mereka mengingat Dia, mereka memamerkan kematian-Nya yang menebus dan memberi hayat (1 Kor. 11:26 — darah-Nya terpisah dari tubuh-Nya menyatakan kematian), memberi kesaksian atas kekayaan dan keajaiban keselamatan-Nya kepada seluruh alam semesta.
DARAH PERJANJIAN
Ayat 23-24 mengatakan, “Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada me-reka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka, ‘Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.’” Dalam Keluaran 24:3-8, Allah mengadakan satu perjanjian dengan umat Israel yang tertebus (Ibr. 9:18-21), yang menjadi Perjan-jian Lama sebagai dasar bagi-Nya untuk memperlakukan umat tebusan-Nya dalam zaman hukum Taurat. Hamba-Penyelamat datang untuk merampungkan penebusan kekal Allah bagi umat pilihan Allah melalui kematian-Nya sesuai dengan kehendak Allah (Ibr. 10:7, 9-10). Dengan darah-Nya Ia membuat suatu perjanjian yang baru, perjanjian yang lebih indah (Ibr. 8:6-13), yang menjadi perjanjian (wasiat) baru setelah kebangkitan-Nya (Ibr. 9:16-17) sebagai dasar bagi Allah untuk menjadi satu dengan umat tebusan-Nya yang dilahirkan kembali di dalam zaman anugerah. Perjan-jian yang baru ini menggantikan perjanjian yang lama dan bersamaan dengan itu mengubah zaman Allah yang lama menjadi zaman yang baru. Hamba-Penyelamat mau agar para pengikut-Nya mengetahui hal ini, dan setelah kebang-kitan-Nya, hidup berdasarkan ini dan sesuai dengan ini. Dalam 14:25 Tuhan berkata lagi, “Sesungguhnya Aku ber-kata kepadamu: Aku tidak akan minum lagi hasil pokok ang-gur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.” Di sini Tuhan sedang berbicara ten-tang manifestasi kerajaan, di mana Dia akan minum bersa-ma kita setelah kedatangan-Nya kembali.
Ayat 26 adalah kesimpulan dari bagian yang mengisah-kan Hamba-Penyelamat mendirikan perjamuan malam-Nya: “Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.” Kidung ini adalah pujian terha-dap Bapa oleh Tuhan beserta murid-murid-Nya setelah meja Tuhan.
MENJADI TUBUH MISTIKAL KRISTUS
Kita telah nampak bahwa ketika Tuhan dan murid-murid-Nya sedang makan, Dia mengambil roti, mengucap syukur (memberkatinya), memecahkannya, dan memberi-kannya kepada mereka, dan berkata, “Ambillah; inilah tubuh-Ku” (ayat 22). Pertama-tama Tuhan dan murid-mu-rid-Nya makan Paskah, kemudian Tuhan mendirikan meja-Nya dengan roti dan cawan untuk menggantikan hari raya Paskah. Dia melakukan hal ini karena Dia akan segera menggenapi lambang itu dan menjadi Paskah yang sejati bagi kita (1 Kor. 5:7). Sekarang kita merayakan hari raya Roti Tidak Beragi yang sejati (1 Kor. 5:8).
Roti dari meja Tuhan adalah suatu tanda yang me-nandakan tubuh Tuhan yang telah terbelah bagi kita di ka-yu salib untuk membebaskan hayat-Nya supaya kita dapat mengambil bagian dalam hayat ini. Dengan mengambil ba-gian dalam hayat ini, kita menjadi Tubuh Kristus yang mistikal (1 Kor. 12:27), yang juga dinyatakan oleh roti di meja Tuhan (1 Kor. 10:17). Karena itu, dengan mengambil bagian dalam roti ini, kita memiliki persekutuan dengan Tubuh Kristus (1 Kor. 10:16).
Tuhan terbelah di atas salib untuk membebaskan hayat-Nya. Pembebasan hayat Tuhan terjadi dalam kebangkitan. Karena itu, terbelah adalah masalah kematian, dan pembe-basan adalah masalah kebangkitan. Melalui terbelah di atas salib, Tuhan dapat membebaskan hayat ilahi-Nya se-hingga kita dapat berbagian dalam hayat ini. Melalui berba-gian dalam hayat ilahi Tuhan, kita menjadi Tubuh Kristus yang mistikal, perluasan-Nya. Hal ini berarti melalui menikmati roti, kita menjadi Tubuh mistikal Kristus.
Sebagai perluasan-Nya, Tubuh mistikal Kristus juga dinyatakan dengan roti di meja, sebagaimana ditunjukkan dalam 1 Korintus 10:17. Karena itu, melalui berbagian dengan roti ini kita memiliki persekutuan dengan Tubuh Kristus.
DARAH, PERJANJIAN, DAN CAWAN
Darah Tuhan menebus kita dari kondisi kita yang jatuh, kembali kepada Allah, kembali kepada warisan yang hilang karena kejatuhan Adam, dan kembali kepada berkat Allah yang penuh. Mengenai meja Tuhan (1 Kor. 10:21), roti menandakan kita berbagian dalam hayat, dan cawan me-nandakan kita menikmati berkat Allah. Karena itu, cawan disebut cawan berkat (1 Kor. 10:16). Dalam cawan ini ter-dapat semua berkat Allah dan bahkan Allah sendiri sebagai bagian kita (Mzm. 16:5). Dalam Adam, bagian kita adalah cawan murka Allah (Why. 14:10). Namun, Kristus telah meminum cawan murka itu bagi kita (Yoh. 18:11), dan da-rah-Nya telah menjadikan cawan keselamatan bagi kita (Mzm. 116:13), cawan yang penuh melimpah (Mzm. 23:5). Melalui berbagian dengan cawan ini kita juga memiliki persekutuan dengan darah Kristus (1 Kor. 10:16).
Markus 14:25 membicarakan hasil buah anggur. Hasil buah anggur di dalam cawan meja Tuhan juga merupakan suatu tanda. Hal ini menandakan darah Tuhan yang dicu-rahkan di atas salib bagi dosa-dosa kita. Darah-Nya diper-lukan oleh kebenaran Allah bagi pengampunan dosa-dosa kita (Ibr. 9:22).
Markus 14:24 mengatakan bahwa darah Tuhan adalah darah perjanjian. Darah Tuhan, setelah memuaskan kebe-naran Allah, mendirikan Perjanjian Baru. Dalam Perjan-jian Baru ini, Allah memberi kita pengampunan, hayat, keselamatan, dan semua berkat rohani, surgawi, dan ilahi.
Ketika Perjanjian Baru ini diberikan kepada kita, perjan-jian ini berupa cawan (Luk. 22:20), adalah bagian kita. Tuhan mencurahkan darah, Allah mendirikan perjanjian, dan kita menikmati cawan, di mana Allah dan semua yang berasal dari Dia adalah bagian kita. Darah adalah harga yang te-lah Kristus bayar bagi kita, perjanjian adalah surat wasiat yang Allah buat bagi kita, dan cawan adalah bagian yang kita terima dari Allah.
Mengenai meja Tuhan, kita memiliki darah, perjanjian, dan cawan. Ketika kita datang ke perjamuan malam Tuhan, kita melihat cawan di meja. Cawan adalah suatu perjanjian dan juga berkaitan dengan darah. Karena itu, darah, per-janjian, dan cawan adalah satu. Darah adalah harga yang dibayar oleh Kristus, perjanjian adalah surat wasiat dari warisan kita, dan cawan adalah bagian yang kita terima dan nikmati. Kristus membayar harganya, Allah membuat perjanjian, dan kita menikmati bagian berkat itu.
MURID-MURID MENIKMATI KEMATIAN DAN
KEBANGKITAN TUHAN, TUHAN SENDIRI, DAN TUBUH MISTIKAL-NYA
Dengan mendirikan meja-Nya, Tuhan Yesus menunjuk-kan kepada para pengikut-Nya bahwa mereka akan masuk ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Tuhan melayani mereka tidak hanya dengan tubuh dan darah-Nya, tetapi juga dengan kematian-Nya, kebangkitan-Nya, diri-Nya sen-diri, dan perluasan-Nya, Tubuh mistikal-Nya. Pada meja-Nya, Dia melayani murid-Nya dengan diri-Nya sendiri, de-ngan kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, dan dengan Tubuh mistikal-Nya sebagai perluasan-Nya. Ini berarti murid-murid itu seharusnya menikmati kematian-Nya, kebangkitan-Nya, Tuhan sendiri, dan perluasan-Nya.
Saya tidak yakin murid-murid jelas mengenai makna perjamuan malam Tuhan ketika Tuhan Yesus mendirikan-nya. Mereka mendengar perkataan yang diucapkan oleh Tuhan, tetapi mereka mungkin tidak mengerti. Menurut apa yang Tuhan Yesus nubuatkan dalam Injil Yohanes, ketika Roh realitas datang, Dia memimpin mereka ke dalam se-mua realitas (Yoh. 16:13), termasuk realitas perjamuan ma-lam yang didirikan oleh Tuhan. Kemudian murid-murid tentunya mengingat perkataan Tuhan. Mereka mungkin mengatakan, “Pada malam ketika Tuhan ditangkap, Dia mendirikan meja dengan roti dan anggur. Kita tidak me-ngerti maknanya pada waktu itu. Sekarang kita tahu bah-wa maksud Tuhan adalah untuk membawa kita ke dalam realisasi penuh dari kematian-Nya yang almuhit, kebang-kitan-Nya yang ajaib, diri-Nya sendiri, dan Tubuh mistikal-Nya, kebangkitan-Nya yang ajaib, diri-Nya sendiri, dan Tubuh mistikal-Nya sebagai perluasan-Nya.”
MENGHASILKAN MANUSIA BARU
Kematian Tuhan, kebangkitan Tuhan, diri Tuhan sen-diri, dan perluasan-Nya adalah untuk menghasilkan manu-sia baru. Manusia baru ini adalah perkembangan benih ke-rajaan dalam pasal 4. Perkembangan penuh dari manusia baru adalah kerajaan. Jangan membaca Alkitab dengan ca-ra yang dangkal, tetapi perlu diterangi agar nampak visi ini.
Hari ini Tuhan Yesus sedang membawa kita ke dalam realitas dari meja-Nya. Sebelum Dia masuk ke dalam kematian, Dia mendirikan meja dengan kematian, kebangkitan-Nya, diri-Nya sendiri, dan perluasan-Nya, yang ditandakan oleh roti yang dipecahkan dan cawan. Roti menandakan Tubuh mistikal-Nya. Darah Tuhan telah menjadi cawan sebagai bagian bagi kita yang dijanjikan oleh Allah dan dibayar oleh Kristus. Minggu demi minggu kita mengulangi cerita ini di meja Tuhan.
Ketika kita datang ke meja Tuhan, kita tidak meraya-kan perjamuan agamawi atau mengadakan apa yang dise-but misa (perjamuan kudus). Sebaliknya, pada meja-Nya kita memiliki wahyu tentang kematian Tuhan, kebangkitan Tuhan, diri Tuhan sendiri, dan Tubuh mistikal-Nya sebagai perluasan-Nya. Ketika kita berbagian dalam kematian dan kebangkitan-Nya, ketika kita mengambil Dia sebagai peng-ganti kita yang almuhit, Dia menjadi segala sesuatu bagi kita untuk menghasilkan manusia baru. Akhirnya, manu-sia baru ini akan menjadi Kerajaan Allah. Ketika proses ini telah rampung, Tuhan Yesus akan datang kembali untuk menerima manusia baru ini dan memiliki kerajaan. Semoga kita semua nampak visi yang sangat menakjubkan ini!