← Daftar isi Markus (1) · bab 19/22

PERSIAPAN HAMBA-PENYELAMAT UNTUK PELAYANAN PENEBUSAN-NYA (9)

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:1-11

Dalam Markus 13:1—14:42, Tuhan Yesus sedang mem-persiapkan murid-murid-Nya bagi kematian-Nya. Dalam 13:1-37, Dia mempersiapkan mereka dengan memberi tahu mereka hal-hal yang akan datang. Kemudian dalam 14:1-11, Dia mempersiapkan mereka dengan menikmati kasih mereka; saat itu, para penentang-Nya berkomplot hendak membunuh Dia, dan salah seorang murid-Nya berencana mengkhianati Dia. Dalam 14:12-26, Tuhan mempersiapkan para murid-Nya melalui menetapkan perjamuan malam-Nya yang olehnya mereka dapat mengingat Dia, dan akhirnya memperingatkan mereka bahwa mereka akan tersandung dan menyuruh mereka berdoa dan berjaga-jaga (14:27-42). Dalam berita ini kita akan membahas persiapan yang di-laksanakan dalam 14:1-11.

Dalam 14:1-11 ada tiga hal yang digabungkan: komplotan penentang yang hendak membunuh Hamba-Penyelamat, kenikmatan Tuhan akan kasih para pengikut-Nya, dan ren-cana Yudas untuk mengkhianati Dia. Ketika “imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menang-kap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat” (ayat 1), para pengikut Tuhan menunjukkan kasih mereka terhadap Dia. Pada saat yang sama, “pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka” (ayat 10).

LAMBANG KRISTUS

Markus 14:1 membicarakan bahwa “Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi.” Meskipun imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat ingin membunuh Tuhan Yesus, mereka berkata, “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.” Akhirnya, di bawah kedaulatan Allah, mereka mem-bunuh Tuhan Yesus pada waktu perayaan (Mat. 27:15) un-tuk menggenapkan lambang.

Paskah adalah lambang Kristus (1 Kor. 5:7). Kristus menjadi Anak Domba Allah agar Allah dapat melewati kita, orang dosa, seperti yang digambarkan dalam lambang hari Paskah dalam Keluaran 12. Untuk penggenapan lambang ini, Kristus sebagai domba Paskah harus dibunuh pada hari Paskah.

Dalam lambang, selama empat hari menjelang Paskah, anak domba Paskah harus diuji kesempurnaannya (Kel. 12:3-6). Sebelum penyaliban-Nya, Kristus datang ke Yerusa-lem untuk kali terakhir, enam hari sebelum Paskah (Yoh. 12:1), dan diperiksa oleh para pemimpin Yahudi selama beberapa hari. Tidak ada cacat pada-Nya, dan Dia terbukti sempurna dan memenuhi syarat untuk menjadi Anak Domba Paskah bagi kita.

RUMAH SIMON SI KUSTA

Markus 14:3 mengatakan bahwa Kristus berada di Betania “di rumah Simon si kusta”. Di luar Kristus, tidak mungkin orang menemukan Allah. Kristus telah meninggal-kan Bait. Dia telah menyatakan bahwa Bait akan dihan-curkan. Namun, murid-murid masih diduduki oleh konsepsi agamawi mereka terhadap Bait. Menurut pengertian mere-ka, Allah berada di dalam Bait, karena Bait adalah rumah-Nya. Saya tidak yakin para murid menyadari bahwa Allah telah meninggalkan rumah itu ketika Tuhan Yesus ber-jalan meninggalkan Bait dalam pasal 13. Karena Kristus Yesus adalah Allah, ketika Dia meninggalkan Bait yang dihakimi, Allah juga meninggalkannya. Saat pergi ke Bukit Zaitun dengan beberapa orang murid-Nya, Dia menubuat-kan kepada mereka bahwa Bait yang mereka kagumi akan dihancurkan. Selain itu, Bait itu akan digantikan oleh Kristus sendiri.

Dalam pasal 14 kita nampak bahwa setelah meninggalkan Bait, Tuhan datang ke rumah orang kusta yang telah ditahirkan di Betania. Orang kusta melambangkan orang dosa. Simon, orang kusta, pasti telah disembuhkan oleh Tuhan. Karena berterima kasih kepada Tuhan dan mengasihi Tuhan, dia mengadakan pesta di rumahnya bagi Tuhan dan murid-murid-Nya untuk menikmati penyertaan-Nya. Orang dosa yang beroleh selamat akan selalu melakukan hal ini.

Rumah Allah hari ini ada pada orang kusta yang tahir. Sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita semua adalah orang kusta yang tahir yang diwakili oleh Simon.

Simon mengasihi Tuhan Yesus dan menyiapkan pesta bagi Dia. “Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang pe-rempuan membawa suatu botol pualam berisi minyak nar-wastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher botol itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus” (ayat 3). Perempuan ini sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Rumah Allah, gereja, tersusun dari mereka yang mengasihi Dia. Rumah-Nya tersusun dari orang kusta yang telah ditahirkan dan mereka yang mengurapi Dia.

MEREBUT KESEMPATAN UNTUK MENGASIHI TUHAN

Rumah Simon di Betania adalah miniatur hidup gereja. Menurut miniatur ini, hidup gereja tersusun dari orang kusta yang telah ditahirkan yang mengasihi Tuhan Yesus. Mereka yang mengasihi Dia, seperti Simon dan perempuan yang mengurapi Dia, mengambil Dia sebagai pengganti me-reka yang sepenuhnya. Dalam hati mereka tidak ada tem-pat untuk Bait. Mereka tidak akan pernah disimpangkan dengan mempedulikan orang miskin (ayat 5).

Beberapa yang hadir “menjadi gusar dan berkata se-orang kepada yang lain, ‘Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.’ Lalu mereka memarahi perempuan itu” (ayat 4-5). Mereka yang gusar menganggap persembahan

kasih perempuan itu kepada Tuhan sebagai suatu pembo-rosan. Selama 20 abad ini, ribuan jiwa yang berharga, harta benda yang mustika, kedudukan yang tinggi, dan masa depan emas, telah “diboroskan” pada Tuhan Yesus. Bagi me-reka yang mengasihi Dia sedemikian, Dia begitu menarik dan layak menerima persembahan mereka. Apa yang sudah mereka tuangkan atas diri-Nya bukanlah suatu pemborosan, melainkan suatu kesaksian yang harum dari kemanisan-Nya.

Menurut ayat 6-7, Tuhan Yesus berkata kepada me-reka yang memarahi wanita itu, “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbu-atan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kapan pun kamu menghendakinya kamu dapat menolong mereka, tetapi Aku tidak akan selalu ber-sama-sama kamu.” Perkataan Tuhan,”Aku tidak akan se-lalu bersama-sama kamu,” menunjukkan bahwa kita harus mengasihi Tuhan dan memegang kesempatan untuk menga-sihi Dia.

Hari ini banyak orang Kristen lebih memperhatikan pekerjaan amal daripada Kristus. Para dermawan yang memperhatikan orang miskin sering menggantikan Kristus. Tetapi dalam Markus 14, Tuhan Yesus tidak mengizinkan perhatian terhadap orang miskin menjadi pengganti diri-Nya sendiri. Di sini kelihatannya Dia tidak peduli kepada orang miskin, tetapi hanya peduli kepada diri-Nya sendiri. Dia seolah-olah berkata, “Jangan menyulitkan orang yang mengasihi Aku. Dia telah melakukan suatu pekerjaan yang baik pada-Ku. Jika kamu ingin memperhatikan orang miskin, tunggulah waktu yang lain dan pergilah ke tempat yang lain. Orang miskin selalu bersama-sama dengan kamu. Tetapi ini adalah waktu yang khusus bagimu untuk mengambil Aku sebagai penggantimu dan untuk menuangkan segala sesuatu ke atas-Ku.”

MENGURAPI TUHAN UNTUK PENGUBURAN-NYA

Dalam ayat 8 Tuhan meneruskan perkataan-Nya, “Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.” Perempuan itu menyadari keperluan ini, atau meng-ambil kesempatan untuk mengurapi tubuh Tuhan bagi pe-nguburan-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa dia menerima wahyu tentang kematian Tuhan melalui perkataan Tuhan. Karena itu, dia memegang kesempatan untuk menuangkan miliknya yang terbaik ke atas diri Tuhan. Mengasihi Tuhan dengan semaksimal mungkin memerlukan wahyu mengenai Dia.

Dalam ayat 9 Tuhan melanjutkan, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di mana saja Injil diberitakan di se-luruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” Dalam ayat sebelumnya Tuhan mem-bicarakan penguburan-Nya. Kata “penguburan” menyiratkan kematian dan kebangkitan-Nya untuk penebusan kita. Ka-rena itu, Injil dalam ayat 9 tentu mengacu kepada Injil kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus (1 Kor. 15:1-4).

Kisah Injil adalah Tuhan mengasihi kita, dan kisah Maria yang mengurapi Tuhan adalah dia mengasihi Tuhan. Kita harus memberitakan keduanya — Tuhan mengasihi kita dan kita mengasihi Tuhan. Yang satu untuk keselamatan kita, dan yang lain untuk persembahan kita.

Dalam berita-berita sebelumnya kita telah nampak bah-wa ketika Tuhan Yesus berada di Bukit Zaitun bersama keempat murid-Nya, Dia berbicara kepada mereka menge-nai permulaan sakit bersalin (13:8). Sakit bersalin ini ada-lah bagi kelahiran manusia baru, kelahiran yang mencakup proses yang panjang. Bagaimana manusia ini bisa dilahir-kan? Kita telah nampak bahwa manusia baru bisa dilahir-kan hanya melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Me-lalui kematian dan kebangkitan-Nya, Dia menjadi segala sesuatu di dalam manusia baru.

Setelah Tuhan berbicara kepada murid-murid-Nya me-ngenai hal-hal yang akan datang, terutama mengenai sakit bersalin, dia masuk ke dalam rumah Simon di Betania, di mana sebuah pesta telah dipersiapkan bagi-Nya. Ketika Tuhan berpesta, seorang perempuan yang mengasihi-Nya mencurahkan miliknya yang terbaik ke atas diri-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah segala sesuatu bagi-nya. Tuhan berkata bahwa perempuan ini telah melakukan apa yang dapat dilakukannya, mengurapi tubuh-Nya sebe-lum penguburan-Nya.

Apa yang Tuhan katakan dalam ayat 8 begitu penting, karena hal ini menunjukkan bahwa perempuan ini tentu-nya telah menerima perkataan Tuhan mengenai kematian dan kebangkitan-Nya. Saya tidak percaya bahwa Petrus menerima perkataan ini, tetapi perempuan ini menerima-nya. Dia mengetahui bahwa Orang yang dia kasihi akan se-gera dibunuh dan dia tidak akan memiliki kesempatan lain untuk mengurapi Dia. Karena itu, ketika Dia masih ada, dia merebut kesempatan untuk mencurahkan minyak urapan ke atas kepala-Nya. Dengan melakukan hal ini, dia mengurapi Tuhan bagi penguburan-Nya.

DIBAWA MASUK KE DALAM KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS

Tidak diragukan lagi, perempuan ini telah dibawa masuk ke dalam kematian Kristus. Penguburan, tentunya, berada di antara kematian dan kebangkitan. Dia mencurahkan miliknya yang terbaik ke atas Tuhan sebagai penggantinya yang almuhit, dan dia melakukan hal ini bagi penguburan-Nya. Ini berarti dia mengambil kematian-Nya agar dapat menikmati-Nya sepenuhnya.

Jika kita hanya memiliki Injil Markus, kita tidak akan mampu memiliki pengertian yang memadai tentang apa ar-tinya dibawa masuk ke dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Dalam Kitab Kisah Para Rasul dan Surat-surat Ki-riman kita nampak perkembangan dari perkara ini. Ketika kita berada dalam kematian dan kebangkitan Kristus, kita dapat menikmati Dia sampai puncaknya. Kita dapat seperti perempuan dalam Markus 14, yang masuk ke dalam kema-tian dan kebangkitan Tuhan dan karenanya menikmati Dia sebagai penggantinya sepenuhnya. Di dalam dia tidak ada tempat bagi apa pun atau siapa pun selain Tuhan. Di da-lam dia tidak ada tempat bagi Musa atau Elia atau Bait, dan tidak ada tempat bagi dirinya sendiri. Dia telah digan-tikan oleh Sang terkasih ini.

Perempuan ini sepenuhnya telah siap untuk mengambil Tuhan sebagai penggantinya. Dia telah melewati semua proses bersama Tuhan. Mungkin kita mengatakan bahwa Petrus agak kasar, sedangkan perempuan ini sangat halus dan teliti. Karena alasan inilah, dia tentunya dibawa masuk ke dalam kematian Tuhan. Dia tahu bahwa Tuhan akan dibunuh. Tetapi pemikiran mengenai kematian Tuhan tidak melekat dalam benak Petrus. Karena perempuan ini menerima perkataan Tuhan mengenai kematian-Nya, dia juga merebut kesempatan untuk mengurapi Tuhan bagi penguburan-Nya. Melalui langkah ini dia mengambil kema-tian Tuhan dan mempersiapkan penguburan-Nya. Ini ada-lah perbuatan yang baik yang dia kerjakan atas diri Tuhan. Beberapa hari kemudian dia berada di antara mereka yang masuk ke dalam kebangkitan Tuhan. Karena itu, dia ada-lah pelopor, orang pertama yang menikmati Kristus yang bangkit. Melalui persiapan Tuhan, dia masuk ke dalam ke-matian dan kebangkitan-Nya.

KRISTUS SEBAGAI PENGGANTI KITA DALAM HIDUP GEREJA

Kita telah nampak bahwa dalam pasal 13 Tuhan sedang mempersiapkan murid-murid-Nya bagi kematian-Nya. Dia melanjutkan persiapan ini dalam pasal 14. Persiapan Tuhan dimulai dengan mewahyukan kepada murid-murid-Nya bagaimana ekonomi Allah akan menghasilkan manusia baru. Kelahiran manusia baru ini memerlukan penderitaan sakit bersalin.

Dalam Markus 14 Tuhan melanjutkan mempersiapkan murid-murid dengan menikmati kasih mereka. Ketika ma-suk ke dalam rumah yang tersusun dari orang kusta yang telah ditahirkan, Tuhan menikmati pesta dan juga pengurap-an. Pesta adalah masalah kepuasan batiniah, dan pengurapan adalah masalah mencurahkan sesuatu yang harum ke atas diri Tuhan. Karena itu, di dalam rumah Simon di Betania, Tuhan dipuaskan dan diurapi. Dia diurapi bukan oleh Allah, tetapi oleh salah seorang yang mengasihi Dia.

Di rumah Simon di Betania, Tuhan adalah pengganti bagi segala sesuatu. Mereka yang mengasihi Dia tidak me-miliki apa pun atau seorang pun, selain dari Dia di dalam mereka atau di sekitar mereka. Mereka hanya memiliki persona yang ajaib ini, yang adalah segala sesuatu bagi mereka.

Kita telah menunjukkan bahwa dalam 14:1-11 kita me-miliki miniatur hidup gereja. Secara khusus, kita memiliki miniatur pengalaman mengambil Kristus sebagai pengganti yang almuhit. Karena itu, dalam hidup gereja seperti di-gambarkan oleh miniatur ini, kita memiliki Kristus sebagai pengganti kita. Kita dalam hidup gereja adalah orang-orang kusta yang telah ditahirkan oleh Dia, dan dalam hati kita hanya ada tempat bagi Dia. Dalam kita, di sekitar kita, dan bersama kita tidak ada apa pun, selain Tuhan. Kita meng-ambil Dia sebagai segala sesuatu melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Pada permulaan berita ini kita telah menunjukkan bahwa dalam 14:1-11 kita memiliki gabungan komplotan penentang, kasih dari pengikut Tuhan, dan rencana Yudas untuk mengkhianati Dia. Mengenai rencana Yudas, 14:10-11 mengatakan, “Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala de-ngan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.” Uang yang dijanjikan kepada Yudas adalah 30 keping pe-rak (Mat. 26:15), yakni harga seorang budak (Kel. 21:32). Ketika seorang pengikut Hamba-Penyelamat mengekspresikan kasihnya dengan sepenuhnya, seorang yang lain malah hendak mengkhianati Dia. Yang seorang memustikakan Dia, tetapi pada saat yang sama, seorang yang lain menyerahkan Dia.