DITANGGULANGI (1)
Kitab Kejadian memuat biografi sembilan tokoh: Adam, Habel, Enos, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, dan Yusuf. Di antaranya, pengisahan riwayat Yakub yang terpanjang, hampir menduduki setengah Kitab Kejadian. Mengapa Kitab Kejadian menggunakan halaman sebanyak itu atas orang ini? Jika Anda mau membaca dengan seksama, Anda akan nampak bahwa catatan mengenai Yakub tidak seperti Abraham; catatan mengenai Yakub mengandung banyak rincian. Biografi Henokh tidak melebihi setengah pasal; biografi Enos hanya beberapa ayat saja. Walaupun Nuh juga merupakan seorang tokoh penting, namun Kitab Kejadian tidak memberinya banyak halaman. Catatan atas Yakub sangat panjang karena dalam pengalaman hayat, pengubahan membutuhkan waktu yang paling lama. Dalam waktu sekejab saja kita telah dipang-gil dan diselamatkan, juga diampuni dan dilahirkan kembali, terjadi dalam waktu kurang dari satu menit. Tetapi pengubahan membutuhkan waktu seumur hidup kita. Sejak kita diselamatkan, kita terus mengalami proses pengubahan.
Pada diri Abraham kita melihat panggilan dan pembenaran Allah, pada diri Ishak kita melihat orang yang selalu menikmati anugerah Allah. Ishak seolah-olah tidak mau tahu apa-apa, juga tidak melakukan apa-apa. Ketika Yakub menipu dia, ia mengetahui ada sesuatu yang tidak benar, itulah sebabnya ia berkata: “Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau” (Kej. 27:22). Seandainya saya adalah Ishak, saya pasti menyelidiki dulu dengan cermat sebelum melakukan pemberkatan. Ishak sangsi apakah itu Esau. Ishak mengenal suara anaknya dan jelas mendengar suara Yakub, tetapi “ia tidak mengenal dia” (Kej. 27:23). Ini membuktikan bahwa Ishak tidak suka menggunakan daya pembedanya. Ia tidak malas dalam hal makan, tetapi malas dalam hal menggunakan daya pembedanya. Kitab Kejadian tidak memberikan banyak halaman bagi aspek Ishak.
b. Ditanggulangi
Pada diri Yakub kita tidak nampak panggilan atau pembenaran Allah; kita pun tidak nampak kenikmatan atas anugerah. Sebaliknya kita nampak bagaimana ia ditanggulangi oleh Allah (Kej. 25:19—32:21). Bahkan sejak Yakub berada dalam rahim ibunya, ia sudah berada di bawah penanggulangan Allah. Sepanjang hidupnya, ia terus-menerus di bawah penanggulangan Allah. Penanggulangan Allah bertujuan untuk mengubahnya. Yakub dilahirkan sebagai seorang perebut, pemegang tumit. Tetapi maksud hati Allah ialah ingin memperoleh pangeran Allah. Bagaimana mungkin seorang perebut bisa menjadi pangeran Allah? Hanya dengan jalan pengubahan. Mengubah sebuah bangunan materi itu mudah, namun mengubah seorang perebut menjadi pangeran Allah tidaklah mudah. Hal ini tidak dapat digarap dalam semalam, melainkan memerlukan waktu seumur hidup. Berhubung Yakub mewakili aspek pengubahan, maka ia memiliki biografi yang begitu panjang.
Dalam Kejadian 25:19-34; 27:1-46, dan 28:1-5, kita nampak empat orang — Yakub, Esau, Ishak, dan Ribka — mereka berbeda satu sama lain. Yakub dan Esau adalah anak kembar, namun mereka sangat berbeda. “Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah” (Kej. 25:27). Yakub itu tenang, licin, dan banyak main akal, sedangkan Esau liar, kasar, dan berbadan kekar. Ketika Yakub dan Esau bergumul dalam rahim ibu mereka, Esau menang karena kekuatannya. Sewaktu Yakub ingin merebut keluar duluan, Esau seakan-akan berkata, “Apa yang kaulakukan ini? Biarlah aku yang keluar duluan.” Yakub cerdik, Esau besar tenaganya. Ketika Esau tahu bahwa Yakub telah menipunya, ia lalu mengancam ingin membunuh dia. Esau seolah berkata, “Yakub, kau telah merebut milikku. Dalam akal aku memang tidak bisa mengalahkanmu, namun pada suatu hari, aku akan membunuhmu.” Dari sini tertampaklah Yakub dan Esau sangat berbeda.
Ishak dan Ribka juga berbeda satu sama lain. Ribka pandai, cekatan, cerdik, dan dapat menguasai seluruh keluarga. Di samping ia mengembangkan kelicikan Yakub, ia juga mengendalikan suaminya. Ishak sama sekali berada di bawah pengendalian Ribka. Hasil pengendaliannya, Esau maupun Ishak menjadi “tawanan” dalam genggamannya. Selain direbut oleh Yakub, mereka juga direbut oleh Ribka. Ketika Ishak menyuruh Yakub pergi, boleh jadi ia mengira bahwa ini adalah inisiatifnya sendiri, sebenarnya Ribkalah yang mengajukan inisiatif tersebut. Setelah Ribka mengatakan beberapa patah kata kepada Ishak, segera Ishak mengirim Yakub ke Laban (Kej. 28:1-5). Dalam hal ini Ribka telah mengendalikan Ishak.
Ishak, Ribka, dan Esau bekerja sama demi melengkapi Yakub. Allah memakai mereka bertiga untuk mengubah Yakub. Di sini kita nampak bahwa segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang dipanggil Allah (Rm. 8:28). Kemudian kita melihat bahwa Laban maupun istri-istri Yakub, dayang-dayang, putra-putra, dan putrinya dipakai oleh Allah untuk mengubahnya. Semua lingkungan, situasi, dan orang-orang yang terdapat dalam catatan mengenai riwayat Yakub dipakai untuk mengubah perebut ini sehingga menjadi pangeran Allah.
Kita tidak dapat menemukan sebuah cerita yang mengisahkan pengubahan sebanyak cerita Yakub. Yakub telah dipilih dan ditentukan. Tujuan Allah atas orang yang dipilih ini ialah mengubahnya hingga menjadi pangeran Allah. Allah tidak suka mengubah orang yang baik, sederhana, jujur, tulus, berbudi luhur. Ia suka mengubah perebut seperti Yakub. Orang macam apakah Anda? Anda baik, jujur, tulus, ataukah Anda seperti Yakub? Kita ini, termasuk para saudari, semuanya adalah Yakub-Yakub. Tidakkah Anda pernah merebut orang lain? Saudari, mungkin Anda pernah merebut ibu, suami, dan anak-anak Anda. Ayah mertua pernah merebut menantu laki-laki mereka, dan paman merebut kemenakan mereka. Jangan mengira Anda baik sekali. Saya tidak menganggap diri saya sebaik Abraham atau Ishak. Tidak, diri saya adalah Yakub. Mengenal diri kita sebagai Yakub adalah suatu dorongan bagi kita. Jangan berkata, “Oh, aku begitu buruk dan rendah. Aku bukan orang kelas tinggi.” Bila Anda seperti ini, puji Tuhan, sebab Anda adalah orang yang boleh mengenal belas kasihan dan anugerah Allah.
Allah tidak memilih orang yang baik. Jika kita yang disuruh memilih, mungkin kita semua akan memilih Esau daripada Yakub. Kalau dibandingkan, Esau lebih baik daripada Yakub. Ia tidak pernah menipu atau merebut hak orang lain. Tetapi Allah tidak memilih Esau; Ia malah memilih Yakub. Setiap orang yang dipilih Allah adalah orang yang bandel. Bila Anda baik, Anda tidak akan dipilih Allah. Abraham merupakan contoh teladan pembenaran oleh iman. Yakub merupakan contoh teladan dipilih. Sudah dipilihkah Anda? Kalau sudah, Anda pasti adalah Yakub, sebab Allah hanya memilih Yakub. Allah adalah Allah, dan kita harus menyembah-Nya sebagai Allah. Dengan berdaulat Dia telah memilih Yakub, si perebut yang demikian ini.
(1) Dilahirkan sebagai Anak Kedua
Allah yang berdaulat telah mengatur keadaan sekeliling dan peristiwa-peristiwa sepanjang hidup Yakub. Selagi dalam rahim ibunya, Yakub dan Esau sudah saling bergumul untuk dilahirkan duluan (Kej. 25:22-26). Yakub licik, seolah-olah berkata, “Kita berdua sama-sama di dalam rahim. Siapa yang dilahirkan pertama, dialah yang sulung.” Maka, Yakub mulai bergumul. Di bawah kedaulatan Allah, Yakub memiliki otak yang pandai, namun tidak memiliki tubuh yang kuat. Esau sebaliknya, ia tidak begitu pandai, tetapi tubuhnya kuat perkasa, sehingga mengalahkan saudaranya, dan menggagalkan saudaranya untuk dilahirkan duluan. Andaikata Yakub pandai dan juga kuat, niscaya Esau tidak akan berdaya dan Yakub akan bertindak sekehendak hatinya. Namun Allah sangat berhikmat, dan seolah-olah berkata, “Yakub, Aku membiarkan kamu berotak pandai, tetapi Aku tidak akan memberimu banyak kekuatan jasmani. Boleh jadi saudaramu bodoh sedikit, tetapi Aku akan membuatnya lebih kuat daripadamu. Kamu berotak pandai; dia bertubuh kuat.” Jadi, sebelum Yakub dilahirkan, ia sudah dikalahkan oleh Esau, sehingga terlahir sebagai anak kedua.
Yakub sudah kalah, tetapi ia tidak mau mengaku kalah, malahan ia memegang tumit Esau (Kej. 25:26), ini menunjukkan bahwa ia menolak mengakui kekalahannya. Keadaan kita hari ini juga sama. Sering kali kita sudah dikalahkan oleh Esau kita, tetapi kita tidak mau mengakui kekalahan kita, malahan masih memegang tumit Esau kita. Adakalanya saudari dikalahkan oleh suami mereka, namun tidak mau mengaku kalah, masih saja memegang tumit suaminya. Kadang kala suami dikalahkan oleh istri, suami juga menjadi pemegang tumit. Mungkin hari ini Anda justru mengalami ini. Kita semua adalah Yakub, Allah telah memilih kita dan kita semua berada di dalam tangan penanggulangan-Nya.
Izinkan saya mengisahkan sedikit pengalaman saya. Saya pernah mengunjungi banyak gereja lokal. Para penatua masing-masing lokal merasa bahwa mereka berada di bawah penanggulangan saya. Namun saya merasa sayalah yang menderita penanggulangan mereka. Mula-mula, mengunjungi dua atau tiga tempat, saya masih tidak begitu jelas, lambat laun saya mulai jelas mengenal tangan penanggulangan Allah. Saya mulai menyadari bahwa salah satu penatua itu adalah Esau saya, yang lain Ishak saya, yang satu lagi adalah Ribka saya, dan saya adalah Yakub mereka. Saya membutuhkan mereka semua. Allah tidak pernah salah. Semua sekerja, penatua, dan saudari yang memimpin, semua yang Allah takarkan kepada saya, sering kali menjadi “penentang” saya. Misalnya, saya menyukai orang yang teliti, tetapi Allah tidak memberikan. Namun, setiap penanggulangan adalah suatu keuntungan bagi saya. Setiap kejadian membantu saya berubah sedikit. Ketika timbul suatu peristiwa, saya tidak senang terhadap Ishak, Ribka, dan Esau yang terkasih itu, tetapi di dalam hati saya bisa berkata, “Syukur kepada Tuhan, aku berterima kasih atas setiap orang dan setiap perkara.”
Yakub dilahirkan dari Ishak dan Ribka, Esau adalah kakaknya; ini semua bukanlah suatu kebetulan. Semuanya telah diatur oleh Allah Bapa untuk mengubah Yakub. Sejak saat ia di dalam rahim ibunya, Yakub sudah memerlukan seorang yang bertenaga lebih besar daripadanya. Kita sering berkata bahwa anak kembar itu sifatnya sama. Jika Yakub dan Esau itu sifatnya sama, tentu Yakub selamanya tidak akan tertanggulangi. Yakub adalah orang yang tenang dan selalu menggunakan otaknya. Sedangkan Esau adalah pemburu yang senantiasa menggunakan kekuatan jasmaninya. Jadi, Esau adalah orang yang benar-benar dibutuhkan oleh Yakub.
Jangan merasa tidak puas terhadap kehidupan pernikahan Anda, karena suami atau istri Anda itulah pasangan Anda yang paling baik. Dari seratus pasang suami istri, mungkin tidak ada seorang suami yang mengatakan bahwa ia puas dengan istrinya. Demikian pula mungkin tidak ada seorang istri yang mengatakan bahwa ia puas dengan suaminya. Terhadap kehidupan pernikahan, sebelum menikah masing-masing memiliki impiannya sendiri. Akhirnya, kehidupan pernikahan kita berkebalikan dengan impian kita. Tidak peduli bagaimana suami atau istri kita, ia adalah pemberian Allah kepada kita yang bertepatan dengan kebutuhan kita. Sepanjang hidup saya, belum pernah saya menjumpai orang yang bercerai lalu menikah lagi, yang bisa lebih bahagia daripada pernikahannya yang pertama. Saya mengenal seseorang yang telah menikah empat kali, ia mengakui bahwa setiap kali menikah, makin buruk daripada sebelumnya. Pernikahan orang yang dipilih oleh Allah berada di bawah kedaulatan Allah. Ribka dibawa ke hadapan Ishak dan menjadi istrinya. Entah ia baik atau buruk, ia sudah ditakdirkan sebagai istri Ishak. Ishak tidak ada pilihan lain. Saya mempunyai banyak pengalaman dalam kehidupan rohani, kehidupan manusia, dan kehidupan pernikahan, sehingga saya berani dengan se-tulusnya memberi tahu Anda, jangan memilih sendiri. Memi-lih sendiri, pasti akan menderita.
(2) Dipaksa Meninggalkan Ibu
yang Dikasihinya dan Rumah Bapa
Tengoklah gambar yang memaparkan pengalaman Yakub ini. Esau menjadi kakaknya, atau Ishak dan Ribka menjadi orang tuanya, itu bukan dari pilihannya. Ishak ayahnya, Ribka ibunya, dan Esau kakaknya, semuanya cocok bagi kebutuhan Yakub. Sebagaimana telah kita lihat, Yakub meronta-ronta di dalam kandungan ibunya, saat itulah ia sudah di bawah tangan penanggulangan Allah yang berdaulat. Sejak permulaan hidupnya, Yakub sudah dikalahkan. Itulah awal pengubahannya.
Ayah Yakub adalah seorang yang menikmati tanpa banyak menggunakan daya pembeda. Sebagai seorang yang sederhana, ia seharian menikmati anugerah belaka. Ia tidak suka berpikir, mempertimbangkan, atau banyak berusaha. Ia tidak suka melakukan apa-apa. Ketika ia merenung-renung di padang, Ribka datang menghampirinya. Ishak hanya menikmati. Tidak peduli langit cerah atau mendung, baginya tidak ada bedanya. Asal ia dapat makan dan menikmati, sudahlah puas. Ketika Yakub datang menyamar sebagai Esau, ia pun tidak mau banyak menggunakan daya pembedanya. Sewaktu Ribka mengkhawatirkan kalau-kalau Yakub mengambil istri perempuan Het (Kej. 27:46), Ishak lalu memanggil Yakub, dan berpesan agar jangan mengambil istri dari perempuan Kanaan, kemudian menyuruhnya pergi kepada Laban, saudara ibunya. Kesederhanaan Ishak adalah keuntungan Yakub. Seandainya Ishak tidak begitu sederhana, melainkan banyak mengambil peranan, niscaya Yakub sulit memperoleh hak kesulungan dan menerima berkat.
Telah kita tunjukkan bahwa Ribka berlawanan dengan Ishak. Ribka penuh pertimbangan. Boleh jadi siang malam ia berpikir bagaimana memperoleh hak kesulungan bagi Yakub. Tentunya ia terus-menerus mengamati bagaimana Ishak memperlakukan Esau. Kalau ia tidak mengamati, bagaimana ia bisa mendengar pembicaraan antara Ishak dan Esau tentang pemberkatan? (Kej. 27:1-5). Setelah mendengar percakapan itu, ia segera memanggil Yakub dan memberi tahu apa yang harus dia berbuat (27:6-13). Karena Ishak dan Ribka berbeda sekali satu sama lain, maka Yakub bisa memperoleh hak kesulungan dan mewarisi berkat.
Esau ceroboh. Terhadap hak kesulungan, ia seolah berkata, “Yakub, engkau mengingini hak kesulungan? Itu tidak terlalu berarti bagiku. Asalkan engkau memberiku makanan, akan kuberikan itu kepadamu.” Dengan ini kita tahu bahwa Esau itu ceroboh. Ayah yang sederhana, ibu yang pintar, kakak yang ceroboh sembarangan, membuat Yakub menderita dan tertanggulangi.
Setelah Yakub merebut hak kesulungan (Kej. 25:27-34) dan berkat ayahnya (Kej. 27:5-29), Esau merasa benci kepadanya dan ingin membunuhnya (Kej. 27:41). Mendengar ini, Ribka segera menyuruh Yakub pergi kepada Laban saudaranya, menunggu kegeraman dan keamarahan Esau padam (Kej. 27:32-45). Setelah memberi tahu Yakub, ia segera me-manipulasi sang ayah agar mengirim Yakub pergi. Demiki-anlah Yakub tergiring ke dalam dapur pengubahan Allah. Menyuruh Yakub meninggalkan ibunya yang terkasih dan rumah ayahnya itu tidak mudah, tetapi dia dipaksa untuk melarikan diri (Kej. 27:42—28:5). Tidak ada pilihan lain. Dia dipaksa melarikan diri ke tempat yang asing baginya. Selanjutnya, kita nampak bahwa di rumah Laban Yakub me-masuki tanur. Laban, Lea, Rahel, dayang-dayang, dan putra putrinya dipakai Allah untuk membakar Yakub dari berbagai pihak. Yakub menderita dari berbagai sudut, berbagai pelosok, dan berbagai aspek. Allah sengaja menempatkannya dalam situasi yang demikian supaya dia diubah.
Membaca Kejadian 25, 27—28 , kita nampak tangan kedaulatan Allah pada diri Yakub, untuk mengubahnya. Namun, saat itu Yakub tidak tahu bahwa dirinya berada di bawah pengubahan Allah. Dia hanya tahu kekasaran dan kebencian kakaknya, kepandaian ibunya, dan kesederhanaan ayahnya. Sebenarnya dari hari ke hari dia berada di bawah penanggulangan Allah. Tidak ada sehari yang sia-sia. Setiap orang yang dijumpainya dan setiap urusan yang dialaminya menanggulangi dirinya. Yakub betul-betul mewakili aspek pengubahan dalam hayat rohani kita. Jika kita ingin tahu apa itu pengubahan, kita harus sekali demi sekali membaca kisah Yakub.
Setelah membaca kisah Yakub, saya sepenuhnya tunduk kepada tangan penanggulangan Allah. Setelah mulai mengerti hal ini, saya menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi antara orang lain dengan diri saya adalah suatu penanggulangan bagi saya. Para penatua, saudara saudari, istri, dan anak-anak saya tidak seharusnya disalahkan. Segala sesuatu berada di bawah tangan kedaulatan Allah, dan menjadi penanggulangan yang bermanfaat bagi saya. Saya perlu semuanya ini. Mungkin besok saya perlu penanggulangan yang lain lagi. Tuhan tahu istri, suami, anak-anak, menantu, dan cucu macam apa yang sesuai dengan kebutuhan kita. Tidak satu pun yang kebetulan. Segala sesuatu telah terlebih dulu diatur dan akan terlaksana seturut rencana dan jadwal Allah. Tidak ada perkara yang terlambat atau terlalu cepat. Segala sesuatu terjadi tepat pada waktunya. Akhirnya, kita akan berkata, “Ya Bapa, terima kasih atas tangan-Mu yang berdaulat. Terima kasih atas penanggulangan-Mu, pengaturan diri-Mu, dan segala yang telah Kau laksanakan. Sekarang aku tahu bahwa segala sesuatu ada di bawah tangan kedaulatan-Mu. Aku sekadar seorang Yakub yang terpilih di bawah tangan-Mu.”
Apakah Anda mengira Yakub senang pergi ke rumah Laban? Tidak, ia pergi dengan terpaksa. Ia bukan dikirim oleh ayah atau ibunya, melainkan dikirim oleh tangan Allah yang berdaulat. Memang benar, Yakub pilihan Allah, dan Allah pun merencanakan hak kesulungan untuknya. Tetapi Allah tahu bahwa orang pilihan-Nya membutuhkan banyak pengubahan. Sebab itu, ini bukan hanya soal hak kesulungan atau berkat, tetapi juga merupakan soal pengubahan. Sejak hari pertama hingga terakhir, tangan Allah tidak pernah meninggalkan Yakub. Alangkah terima kasih dan pujian kita kepada Allah! Ia telah memilih dan menentukan kita, kini kita berada di bawah tangan-Nya yang berdaulat, tiap hari menerima penanggulangan-Nya. Allah menanggulangi kita melalui berbagai macam orang dan keadaan. Dulu, pernah ada seorang saudara berkata kepada saya, “Setiap orang dalam hidupku adalah pengaturan Allah kecuali istriku.” Saya menjawab, “Saudara, istrimu justru orang pertama yang Allah aturkan bagimu.” Tanpa kecuali, setiap orang dalam hidup kita dipakai Allah untuk mengubah kita.
(3) Kedaulatan Allah
Menggenapkan Tujuan Pemilihan-Nya
Sekarang mari kita melihat kedaulatan Allah menggenapkan tujuan pemilihan-Nya. Pertama, kita melihat Esau meremehkan dan menjual hak kesulungannya (Kej. 25:30-34). Hak kesulungan yang hendak Allah berikan kepada umat pilihan-Nya, meliputi tiga hal: mengekspresikan Allah, mewakili Allah, dan mengambil bagian dalam Kerajaan Allah. Kita semua telah dipilih untuk mengekspresikan Allah menurut rupa-Nya, mewakili Allah dengan kekuasaan-Nya, dan mengambil bagian dalam kerajaan-Nya. Kerajaan Allah yang riil hari ini ialah hidup gereja. Melalui dilahirkan kem-bali, kita semua telah memperoleh hak kesulungan agar dapat mengekspresikan Allah menurut gambar-Nya, mewakili Allah dengan kekuasaan-Nya, dan mengambil bagian dalam kerajaan-Nya, dalam gereja hari ini maupun dalam kerajaan pada masa akan datang. Setiap orang yang telah dilahirkan kembali memiliki hak kesulungan ini.
Karena kegemaran tubuh dagingnya, yaitu cinta akan dunia dan kenikmatan duniawi, Esau meremehkan hak kesulungannya (Ibr. 12:16-17). Penjual hak kesulungan tidak boleh menyalahkan si pembeli. Meskipun Yakub membelinya dengan cara yang licik, namun Esau rela menjualnya. Jual beli ini tidak dapat dilaksanakan hanya sepihak. Seperti Esau, banyak orang Kristen yang telah dilahirkan kembali meremehkan hak kesulungan mereka, mengasihi kenikmatan duniawi sehingga tidak mempedulikan hak kesulungan Allah yang berharga. Demikianlah sebagian besar orang Kristen dewasa ini. Mereka mengabaikan perkara mengekspresikan Allah, mewakili-Nya, dan juga tidak menaruh perhatian terhadap perkara di dalam Kerajaan Allah dalam hidup gereja. Karena itu, saat kerajaan tiba, mereka tidak akan mempunyai bagian di dalamnya. Dalam hidup mereka hari ini, mereka telah menjual hak kesulungan mereka. Karena kenikmatan kebendaan, mereka telah mengabaikan dan meremehkan hak kesulungan mereka. Jika mereka memperhatikan ekspresi Allah, mewakili Allah, dan Kerajaan Allah, tentunya mereka akan tinggal dalam hidup gereja yang wajar, yaitu Kerajaan Allah hari ini.
Sungguh syukur kepada Tuhan bahwa di tengah-tengah kemerosotan hari ini, Ia membawa kita ke dalam hidup gereja. Di sinilah kita dengan riil berada di dalam Kerajaan Allah dan bisa mempraktekkan perkara mengekspresikan Allah dan mewakili-Nya. Dalam realitas Kerajaan Allah ini, kita sedang menikmati hak kesulungan kita. Kita tidak senang dengan hal-hal yang mengganggu kita mengekspresikan Allah atau merintangi kita mewakili-Nya. Kita pun tidak akan senang dengan hal-hal yang menyeret kita menjauhi hidup gereja yang wajar. Jika Anda adalah seorang Kristen yang tidak berlatih mengekspresikan Allah dan mewakili Allah dalam realitas Kerajaan Allah hari ini, Anda mungkin sekali ter-golong orang yang meremehkan hak kesulungan. Waspadalah! Jangan sekali-kali menganggap sepele hak kesulungan kita, jangan sampai melepaskannya hanya karena sedikit kenikmatan materi. Sebaliknya, kita harus mengabaikan segala sesuatu dari dunia hari ini. Tidak ada yang lebih mustika daripada hak kesulungan kita. Tidak ada yang lebih berharga daripada mengekspresikan Allah, mewakili Allah, dan mengambil bagian dalam Kerajaan Allah. Jika kita tinggal dalam hidup gereja, menikmati hak kesulungan kita, kita pasti berbagian dalam kerajaan yang akan datang, di mana kita akan mengekspresikan Allah dan mewakili-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Inilah hak kesulungan kita. Semoga kita semua adalah Yakub hari ini, bukan Esau hari ini. Terpujilah Tuhan atas pemulihan-Nya dan syukurlah kepada Tuhan atas pengubahan-Nya. Namun kita perlu diingatkan agar menghormati dan menghargai hak kesulungan kita.
Atas hal Esau mengabaikan dan menjual hak kesulungan, taktik Ribka yang pilih kasih pada Yakub, dan kebutaan Ishak dalam melakukan pemberkatan, Allah tetap sebagai Sang berdaulat. Semua apa adanya dan apa yang diperbuat oleh Esau, Ribka, dan Ishak mendatangkan kebaikan bagi Yakub, supaya tujuan Allah tercapai oleh kedaulatan-Nya. Untuk kedaulatan Allah kita memuji Dia! Untuk penanggulangan-Nya atas kita dalam setiap situasi kita bersyukur kepada-Nya!