HIDUP DALAM PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH PERNIKAHAN ISHAK
MELAMBANGKAN PERNIKAHAN KRISTUS
DENGAN GEREJA
Alkitab merupakan buku ilahi yang tersusun dengan konsepsi ilahi. Sebab itu, Alkitab mengandung banyak catatan yang ajaib. Salah satu di antaranya adalah Kejadian 24. Pasal ini bukan hanya menyingkapkan satu kehidupan yang bersatu dengan Allah, tetapi juga menyingkapkan sesuatu yang lebih dalam dan misterius dari kehidupan manusia. Inilah sebabnya dengan pikiran manusia sulit menduga kedalaman Alkitab. Ditinjau dari aspek luarnya, Kejadian 24 mencatat tentang kehidupan manusia, namun di dalamnya terkandung sesuatu yang ilahi. Mengamati aspek luarnya saja memang mudah, tetapi sulit untuk meneropong ke kedalamannya.
(b) Lambang Kristus Memperistri Gereja
Dalam Kejadian 24 kita menemukan suatu pernikahan yang melambangkan pernikahan Kristus dengan gereja. Dalam Perjanjian Baru kita tidak dapat menemukan sebuah ayat yang mengungkapkan bahwa pernikahan ini melambangkan pernikahan Kristus dengan gereja. Tetapi Perjanjian Baru dengan jelas mewahyukan bahwa Ishak, putra Abraham, adalah lambang Kristus sebagai keturunan Abraham yang unik (Gal. 3:16). Berdasarkan fakta Ishak sebagai lambang Kristus, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pernikahan Ishak melambangkan pernikahan Kristus.
Berhubung Alkitab adalah buku ilahi yang tersusun dari konsepsi-konsepsi ilahi, maka kita bisa menjumpai konsepsi-konsepsi ini dalam berbagai catatan Alkitab. Sebagai contoh, kita semua mengenal cerita Yusuf. Meskipun Perjanjian Baru tidak mengatakan bahwa Yusuf itu melambangkan Kristus, akan tetapi setiap pembaca Alkitab pasti dapat menemukan bahwa kisah Yusuf menyerupai kisah Kristus. Beberapa guru Alkitab mengatakan bahwa kita tidak seharusnya mengiaskan sesuatu dalam Alkitab kecuali Perjanjian Baru menunjukkan kalau itu memang suatu kiasan atau lambang dari perkara rohani tertentu. Tetapi kita tidak seharusnya mengukuhi hal ini. Meskipun Perjanjian Baru tidak mengatakan bahwa Yusuf itu lambang Kristus, namun setiap guru Alkitab mengakui bahwa Yusuf adalah lambang Kristus yang baik sekali. Ketika kita membaca cerita Yusuf, kita nampak bahwa itu telah menggambarkan kehidupan Kristus. Banyak peristiwa dalam kehidupan Yusuf, misalnya, ia dijual, mirip dengan kejadian dalam kehidupan Kristus. Sama prinsip, Ishak adalah lambang Kristus, pernikahan Ishak melambangkan pernikahan Kristus. Jadi dapat kita katakan bahwa pernikahan yang tercatat dalam Kejadian 24 melambangkan pernikahan Kristus.
Dalam Kejadian 24 terdapat empat persona penting: bapa, putra, hamba, dan mempelai perempuan. Ini sangat bermakna. Pada Perjanjian Baru, kita nampak bahwa Allah Tritunggal bekerja bersama-sama untuk memperoleh seorang mempelai perempuan bagi Sang Putra. Apakah pokok Perjanjian Baru? Bila Anda menjawab bahwa pokok Perjanjian Baru adalah Yesus menjadi Juruselamat kita, maka saya akan berkata bahwa ini memang baik, tetapi belum mencakup seluruhnya. Pokok Perjanjian Baru ialah Allah Tritunggal — Bapa, Putra dan Roh — bekerja bersama-sama untuk memperoleh mempelai perempuan bagi Sang Putra. Bapa merencanakan, Roh melaksanakan rencana Bapa dan Putra menikmati apa yang direncanakan Sang Bapa dan yang dilaksanakan Sang Roh. Siapakah mempelai perempuan itu? Mempelai perempuan itu ialah sebagian umat manusia yang akan menikah dengan Sang Putra dan menjadi jodoh-Nya. Matius 28:19 membicarakan Bapa, Putra, dan Roh. Dalam Kisah Para Rasul dan Surat Kiriman rasul-rasul kita nampak bagaimana Roh bekerja menurut rencana Bapa supaya memperoleh mempelai perempuan bagi Sang Putra. Pada akhir Perjanjian Baru, yaitu dalam Kitab Wahyu, terlihatlah mempelai itu. Wahyu 19:7 berbunyi, “Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.” Akhirnya seluruh Kota Yerusalem Baru, sebuah kota perempuan, menjadilah pengantin itu (Why. 21:2, 9-10). Meskipun istilah kota perempuan kedengarannya ganjil, tetapi bukan salah menggunakannya, karena Yerusalem Baru akan merupakan perempuan, istri Anak Domba itu, jodoh Putra Allah. Seluruh Perjanjian Baru mencatat Allah Tritunggal bekerja sama untuk mendapatkan sejumlah umat manusia sebagai mempelai perempuan, jodoh Putra itu.
1) Rencana Bapa
Mula-mula adalah rencana Bapa. Efesus 3:11 mengatakan, “sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (“Maksud abadi” di sini mengacu kepada “ketetapan kehendak” atau “rencana”. Red.). Pada masa kekekalan yang lampau, Allah telah merancang sebuah rencana, yaitu memperoleh gereja bagi Kristus (Ef. 3:8-11). Rencana Allah bukan sekadar memperoleh sekelompok orang berdosa, ataupun mendapatkan sekelompok orang tertebus. Konsepsi demikian terlalu dangkal. Rencana Allah justru memperoleh seorang mempelai perempuan bagi Putra-Nya.
Telah berkali-kali kita mendengar bahwa Kristus datang menyelamatkan orang berdosa. Tetapi pernahkah Anda mendengar suatu berita yang memberi tahu Anda bahwa Kristus datang ingin memperoleh mempelai perempuan? Yohanes 3:29 mengatakan, “Yang punya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki.” Dalam keempat kitab Injil, Tuhan Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Dialah mempelai laki-laki itu (Mat. 9:15). Dia datang tidak hanya untuk menyelamatkan orang berdosa, lebih-lebih untuk mendapatkan mempelai perempuan. Apakah kita tetap sebagai orang berdosa? Tidak, kita inilah mempelai perempuan! Puji Tuhan bahwa kita bukan lagi orang berdosa; kita adalah mempelai perempuan! Masihkah kita harus datang kepada Allah untuk mengaku dosa-dosa kita secara minta-minta? Tidak! Kita harus datang kepada-Nya dengan sukacita sambil berkata, “Puji Tuhan! Aku girang karena aku bukan lagi orang berdosa. Aku adalah sebagian mempelai perempuan itu!” Kristus datang tidak hanya untuk menjadi Penyelamat dan Penebus kita, tetapi juga untuk menjadi Mempelai Laki-laki. Allah tidak merencanakan menyelamatkan sekelompok orang berdosa yang kasihan lalu membawa mereka masuk ke surga. Allah merencanakan memilih sebagian umat manusia untuk dijadikan jodoh Putra-Nya yang terkasih. Akhirnya dalam langit dan bumi baru, tidak akan ada lagi sekelompok orang berdosa yang kasihan, melainkan mempelai perempuan, yakni Yerusalem Baru, istri Anak Domba.
Kita telah melihat bahwa Allah Bapa merencanakan un-tuk mendapatkan seorang mempelai perempuan dari antara umat manusia bagi Putra-Nya. Abraham (lambang Sang Bapa) telah menyuruh hambanya (lambang Sang Roh Kudus) agar tidak mengambil istri bagi anaknya dari perempuan Kanaan melainkan dari sanak saudara Abraham sendiri (Kej. 24:4, 7). Dalam perlambangan, ini menunjukkan bahwa jodoh Kristus haruslah berasal dari ras Kristus, bukan dari malaikat atau dari makhluk ciptaan lainnya. Karena Kristus telah berinkarnasi menjadi manusia, maka manusia menjadi satu ras dengan Dia. Jangan terus-menerus menganggap manusia begitu kasihan. Manusia tidak kasihan. Manusia adalah satu ras dengan Kristus, sangat dicintai dan dimustikakan oleh Allah. Dari manusia saja Allah dapat memperoleh jodoh bagi Putra-Nya. Sebagai bagian dari umat manusia kita harus bangga dan berkata, “Puji Tuhan, aku seorang manusia! Syukur kepada-Nya, aku tidak diciptakan sebagai bagian dari para malaikat, melainkan sebagai bagian dari umat manusia.”
Dalam Kejadian 2 kita nampak bahwa Allah membawa makhluk-makhluk hidup kepada Adam untuk diberi nama. Adam menyebut, “Ini anjing dan ini kucing, ini kera dan ini keledai.” Setelah ia melihat semua makhluk hidup itu, ia tidak menemukan pasangannya di antara mereka itu. Karena itu Allah membuat Adam tidur nyenyak, lalu mengambil sebilah tulang rusuknya dan dibangun-Nya seorang perempuan sebagai jodohnya (Kej. 2:21-22). Karena itu, Adam dan Hawa berasal dari satu ras. Ini menunjukkan bahwa jodoh Kristus haruslah berasal dari ras-Nya, yaitu umat manusia. Kita semua telah diciptakan sebagai manusia dan sebagai bagian dari umat manusia kita semua telah dilahirkan kembali. Hanya ras manusia yang mempunyai syarat menjadi jodoh Kristus.
2) Amanat Roh Kudus
Ketika sang bapa mempunyai satu rencana, maka hambanya menerima suatu tugas, yakni suatu amanat (Kej. 24:33). Abraham mengamanatkan hambanya pergi kepada sanak saudaranya dan mengambil seorang istri bagi anaknya. Ini berarti Allah Sang Bapa telah mengamanatkan Allah Sang Roh. Perjanjian Baru justru membentangkan amanat ilahi ini.
a) Menemukan Mempelai Perempuan yang Terpilih
Sebagaimana Abraham mengamanatkan hambanya untuk mendatangi mempelai perempuan yang terpilih (Kej. 24:10-12), begitu juga Allah Sang Bapa mengamanatkan Allah Sang Roh mendatangi umat manusia. Kita semua dapat bersaksi bahwa pada suatu hari, Allah Sang Roh mendatangi kita. Mungkin Anda akan berkata, “Aku tidak tahu kalau Allah Sang Roh mendatangiku. Aku hanya tahu bahwa ada seseorang memberitakan Injil kepadaku.” Sewaktu orang itu memberitakan Injil kepada Anda, Anda tertarik oleh apa yang diberitakannya sehingga mau menerima. Walaupun Anda tidak mengerti apa yang diberitakannya, namun di dalam lubuk hati Anda terdapat suatu reaksi. Dalam otak kita, banyak yang mengatakan, “Aku tidak menyukai ini,” tetapi dalam lubuk roh kita berkata, “Ini amat baik.” Pada awal pelayanan saya di China, saya sering menginjil. Kaum cendikiawan China yang mengira agama Kristen sebagai agama asing, setelah mendengar pemberitaan kami, mereka semua berkata dalam benak mereka, “Ini agama asing, aku tidak menyukainya.” Akan tetapi di kemudian hari mereka bersaksi bahwa ketika mereka mengatakan begitu, ada sesuatu dalam lubuk hati mereka berkata, “Ini justru yang kubutuhkan.” Apakah yang membuat mereka bereaksi demikian dalam lubuk hati mereka? Itulah Sang Roh Kudus mendatangi mereka.
Ribka tidak pernah memimpikan dirinya akan dipilih sebagai istri Ishak. Menurut kebiasaan zaman itu, ia hanya sekadar pergi menimba air pada petang hari menjelang senja. Tetapi hari itu terjadilah sesuatu yang istimewa. Sebelum ia tiba di sumur, hamba Abraham sudah ada di sana. Ini menyatakan kedatangan Roh kepada umat manusia (Kej. 24:10). Sebelum kita mendengar pemberitaan Injil atau datang ke sidang penginjilan, Roh Kudus telah ada, bahkan telah menunggu di sana.
Dalam Kejadian 24, hamba Abraham datang ke tepi sebuah sumur (Kej. 24:11), minta kepada seorang perempuan supaya memberinya minum air (Kej. 24:17). Dalam Yohanes 4, Tuhan Yesus datang ke sumur Yakub (Yoh. 4:6), juga minta minum kepada seorang perempuan. Penginjil-penginjil sering berkata bahwa kita adalah orang-orang yang haus dan perlu air hayat agar meleraikan rasa haus kita. Namun pernahkah Anda mendengar bahwa Roh Kudus sedang haus dan memerlukan Anda meleraikan haus-Nya? Dalam Kejadian 24 kita nampak seorang hamba yang haus setelah menempuh perjalanan yang jauh; dalam Yohanes 4 kita nampak seorang Juruselamat yang haus, karena perjalanan yang meletihkan. Siapakah yang lebih haus dalam Kejadian 24, hamba itu atau Ribka? Hamba itu tentunya. Demikian pula, siapakah yang lebih haus dalam Yohanes 4, Tuhan Yesus ataukah perempuan Samaria? Tuhan Yesus tentunya. Karena itu, ketika kita menginjil, kita harus memberi tahu orang bahwa Sang Bapa, Sang Putra, dan Sang Roh, sedang haus dan damba mendapatkan mereka.
Ribka tidak merasa haus, juga tidak merasa memerlukan seorang suami. Hamba itulah yang haus. Ketika ia tiba di kota Nahor, ia merasa haus baik jasmani maupun rohaninya, ia damba memperoleh seorang perempuan yang akan dijadikan istri yang sepadan bagi anak majikannya. Dalam Yohanes 4, Tuhan Yesus juga haus baik jasmani maupun rohani. Bahkan pada saat Anda membaca berita ini, Roh Kudus sedang haus terhadap Anda. Maukah Anda memberi-Nya minum untuk meleraikan rasa haus-Nya?
Di masa lalu, kita mendengar berita Injil tanpa mengetahui bahwa Roh Kudus haus terhadap kita. Mungkin kita berpikir, “Mengapa penginjil ini ambisi sekali menyuruh aku percaya?” Itu sebenarnya bukan ambisi penginjil tersebut, melainkan rasa haus Roh Kudus. Ketika Anda mendengarkan berita Injil, bukankah Anda merasa ada seseorang yang sangat damba pada Anda? Di saat Anda diselamatkan, Anda merasa ada seseorang mengejar Anda. Di satu pihak, Anda berkata, “Aku tidak menyukai ini, tetapi di pihak lain, ada sesuatu di dalam diri Anda menegaskan, “Kamu tidak dapat lari.”
Ketika hari itu Ribka pergi menimba air di sumur, ia polos, sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi atas dirinya. Ia tidak menyangka dengan memberi air minum pada seseorang dan menimbakan air untuk untanya, lalu ia tertangkap. Tetapi sang bapa yang di kejauhan telah merenca-nakan pemilihan seorang perempuan dari rasnya untuk dijadikan istri anaknya dan ia telah mengamanatkan hambanya atas pelaksanaan rencana ini. Maka datanglah hamba itu ke Kota Nahor dan sengaja menunggu di tepi sebuah sumur. Ia benar-benar seorang pemburu yang tengah memburu seorang istri bagi Ishak. Seandainya Ribka tidak mau berbicara dengan hamba itu, tentunya ia tidak akan tertangkap. Namun, sebagaimana telah kita lihat, apa yang terjadi itu tidaklah tergantung padanya. Hamba itu telah berdoa memohon Tuhan agar membuatnya berhasil, katanya, “Anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum — dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan ku ketahui bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu” (Kej. 24:14). Sebelum ia selesai berkata demikian, Ribka datang. Kemudian ia mohon minum air kepada Ribka. Ribka tidak saja memberinya minum, bahkan berkata, “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum” (Kej. 24:18-19). Tanpa Ribka sadari, dalam hal ini ia telah tertangkap.
Banyak di antara kita dapat bersaksi bahwa pada mulanya kita tidak senang kepada Kristus. Tetapi pada saat tertentu, sesuatu di lubuk hati mulai mengasihi-Nya. Ketika saya masih muda, saya tidak banyak memahami Kristus, tetapi saya benar-benar mencintai-Nya. Saya tidak bisa memberi penjelasannya, saya hanya mulai mencintai-Nya. Sekarang saya mengerti sebabnya: Pada kekekalan, Sang Bapa telah merencanakan untuk menangkap saya. Walaupun saya hanya seorang yang kecil yang tidak tahu apa-apa, namun saya patut ditangkap Allah. Kita semua telah ditangkap-Nya oleh-Nya sesuai dengan rencana-Nya. Izinkan saya bertanya kepada Anda, inginkah Anda diselamatkan atau menjadi orang Kristen? Tidak, seorang pun tidak ada yang ingin. Namun, pada suatu hari, kita mendengar nama Yesus dan bereaksi kepadanya dalam cinta. Inilah tanda kita telah terpilih. Siapakah yang membawa hamba itu ke kota Nahor di mana Ribka tinggal? Dan siapa pula yang membawa Ribka ke sumur di mana hamba itu sedang menunggu? Tidak diragukan, yaitu Roh Kudus Allah. Kita beroleh selamat bukan tergantung pada diri kita. Itu adalah hasil rencana Bapa dan amanat Roh.
Akhirnya hamba Abraham memperoleh Ribka melalui air yang memuaskannya (Kej. 24:14). Orang-orang pilihan Allah itulah air pemuas Roh Kudus. Hari ini Roh Kudus datang mencari orang-orang pilihan Allah sama seperti yang Kristus lakukan di tepi sumur Sikhar (Yoh. 4:7). Bila ada orang yang menjawab dan memuaskan keinginan-Nya, itulah pertanda bahwa ia adalah salah seorang di antara yang terpilih bagi Kristus dan ia akan didapatkan Roh Kudus bagi Kristus.
b) Membawakan Kekayaan Kristus kepada Mempelai Perempuan
Roh itu juga membawakan kekayaan Kristus kepada mempelai perempuan (Kej. 24:10, 22, 47, 53). Seusai unta-unta minum, hamba itu mengenakan anting-anting emas pada hidung Ribka dan gelang emas pada tangannya (Kej. 24:22). Cara yang paling baik untuk menangkap seseorang ialah menangkap hidungnya. Ribka mengenakan anting-anting pada hidungnya dan gelang emas pada tangannya berarti ia telah tertangkap. Setelah memberikan benda-benda ini, hamba itu bertanya kepadanya, “Anak siapakah engkau? Baiklah katakan kepadaku! Adakah di rumah ayahmu tempat bermalam bagi kami?” (Kej. 24:23). Begitu hamba itu dibawa ke rumah Ribka, serta-merta ia memberikan kesaksian tentang kekayaan Ishak. Setelah Laban saudara Ribka dan Betuel ayahya menerima lamaran hamba itu, ia memberi Ribka kekayaan Ishak yang lebih banyak lagi, perhiasan emas dan perak serta pakaian kebesaran (ayat 53). Ia pun memberi barang-barang berharga kepada saudaranya dan ibunya. Inilah yang tepat dikatakan Yohanes 16:13-15, yang mewahyukan tentang Roh itu. Dalam ayat-ayat ini Tuhan Yesus berkata bahwa Roh itu tidak akan berbicara untuk diri-Nya sendiri, melainkan Ia akan memuliakan Putra. Segala kepunyaan Bapa adalah kepunyaan Putra, dan Roh itu menerima segala kepunyaan Putra serta mewahyukannya kepada murid-murid. Seandainya hamba Abraham berkata kepada Laban, “Abraham mengalami kesusahan atas pencarian nafkah di Kanaan, dan Ishak, anaknya, kurang sehat. Aku diutus untuk mencari seorang penolong baginya.” Apakah Anda berani mengira bahwa Ribka setelah mendengar perkataan ini akan menjawab, “Aku mau pergi.”? Tidak! Sebaliknya ia akan kabur. Kesaksian hamba Abraham tidaklah semiskin itu, melainkan sangat berlimpah. Hamba itu berkata bahwa Allah telah memberkati Abraham, tuannya, sehingga ia menjadi besar, dan ia telah memberikan segala sesuatu kepada Ishak, anaknya. Pula, tuannya telah berpesan kepadanya agar mencarikan seorang istri bagi anaknya. Mendengar kesaksian ini, Ribka pun tertarik kepada Ishak dan ingin pergi kepadanya.
Ini menggambarkan bagaimana Roh Kudus datang kepada kita dan memberi kesaksian tentang kekayaan Kristus. Hari ini Kristus adalah Sang Terurap yang mewarisi segala kekayaan Bapa. Kita mengetahui ini karena Roh itu telah memberi tahu kita melalui Alkitab. Karena kesaksian Roh itu, kita semua tertarik kepada Kristus. Setiap orang yang beroleh selamat, yang mengasihi dan menuntut Tuhan, pasti tertarik secara demikian. Kita tidak mempedulikan benda-benda yang dicari oleh orang-orang dunia. Kita menikmati hal datang ke dalam sidang gereja dan memberi tahu Tuhan Yesus bahwa kita sangat mencintai-Nya. Oh, kita cinta kepada-Nya, mencari Dia, dan memuji Dia! Berulang-ulang kita berkata, “Tuhan Yesus, aku cinta pada-Mu.”
Ribka bisa mengenal kekayaan Ishak melalui hadiah-hadiah yang diberikan oleh hamba Abraham kepadanya. Hari ini kita juga bisa mengenal kekayaan Kristus yang diterima-Nya dari Bapa melalui karunia-karunia yang dibagi-bagikan Roh kepada kita. Sebelum Ribka menjumpai Ishak di tanah permai, ia telah mengambil bagian dan menikmati warisan Ishak. Ini sama seperti kita mengambil bagian atas warisan Kristus. Sebelum kita berjumpa dengan Dia, kita telah menikmati karunia-karunia Roh sebagai pencicipan pendahuluan atas kenikmatan penuh dari kekayaan-Nya.
c) Meyakinkan Mempelai Perempuan
Roh itu juga meyakinkan mempelai perempuan (Kej. 24:54-58). Setelah hamba yang melambangkan Roh itu membawakan kekayaan kepada Ribka, Ribka diyakinkan dan mau menikah dengan Ishak. Meskipun sanak saudaranya menghendakinya untuk berlambatan sejangka waktu, namun se-telah Ribka mendengar kesaksian hamba itu tentang Ishak, ia segera berkata, “Aku mau pergi” (Kej. 24:58). Ribka mau pergi kepada Ishak di tanah Kanaan. Sama halnya, kita pun mau pergi kepada Kristus. Sekalipun kita belum pernah melihat Dia, namun kita telah tertarik oleh-Nya dan mencintai Dia (1 Ptr. 1:8). Meskipun Ribka belum pernah berjumpa dengan Ishak, namun ia telah mencintainya. Mendengarkan tentang Dia, Ribka kemudian mencintainya dan mau pergi ke negeri yang jauh itu untuk tinggal bersamanya. Asalkan kita berminat pergi kepada Kristus, ini sudah menunjukkan bahwa kita adalah Ribka yang terpilih. Ketika saya melihat para remaja mengasihi Yesus, saya berkata, “Apa yang dilakukan orang-orang muda ini di sini? Mengapa mereka tidak mengejar benda-benda duniawi?” Dalam batin saya sebenarnya tahu apa penyebabnya. Kita semua telah diyakinkan bahwa Kristus adalah Sang Ajaib itu. Dialah yang paling patut dikasihi di alam semesta ini. Alangkah cintanya kita terhadap-Nya! Ketika Ribka naik unta untuk pergi kepada Ishak, ia tentunya berkali-kali berkata, “Ishak, aku cinta padamu! Ishak, aku ingin sekali berjumpa denganmu dan mendampingimu! Ini sama seperti kita hari ini. Sewaktu kita menempuh perjalanan kita yang panjang ini sekali demi sekali, kita berkata, “Yesus, aku cinta pada-Mu. Yesus, aku rindu berjumpa dengan-Mu dan menikmati hadir-Mu.”
d) Membawa Mempelai Perempuan kepada Kristus
Akhirnya, hamba itu membawa Ribka kepada Ishak (Kej. 24:51, 61-67). Meskipun perjalanan itu panjang, namun ia membawa Ribka menempuhnya sampai dipersembahkan kepada Ishak sebagai mempelai perempuannya. Roh Kudus telah meyakinkan kita dan sekarang Ia sedang membawa kita kepada Kristus. Tidak peduli perjalanannya jauh, akhirnya ia akan membawa kita berlalu dan mempersembahkan kita kepada Kristus sebagai mempelai perempuan kesayangan-Nya.
3) Tanggapan Gereja
Sekarang kita perlu melihat tanggapan gereja. Telah kita lihat bahwa Ribka dengan spontan menjawab mau pergi bersama hamba Abraham kepada Ishak. Dalam alamiah kita yang lama, yang telah jatuh, memang enggan mengikuti Tuhan dengan segera, namun tidak dapat disangkal bahwa dalam batin kita masih terdapat keinginan untuk mengikuti-Nya. Walaupun kita masih di dalam alamiah lama ini, tetapi kita masih mudah mengikuti Tuhan! Bahkan lebih mudah mengikuti Dia daripada tidak mengikuti Dia. Janganlah percaya dusta musuh bahwa Anda akan mudah digagalkan dalam mengikuti Tuhan. Katakan kepada musuh, “Tidak ada suatu pun yang dapat menggagalkan niatku mengikuti Tuhan. Dalam lubuk batinku aku rindu mengikuti Dia.” Iblis itu pembohong. Kadang kala ia bahkan menipu kita melalui penginjil-penginjil yang membicarakan perkara-perkara negatif dan mengatakan bahwa kita tidak mungkin mencintai Tuhan Yesus. Jangan percaya dusta itu, melainkan proklamirkanlah, “Tidak! Aku dapat dan aku justru mencintai Tuhan Yesus!” Sering kali kita membohongi diri kita sendiri, “Aku begitu lemah. Aku tidak mampu mengikuti Tuhan. Lebih baik aku berpaling dan kembali saja.” Kita harus menolak dusta ini dan menegaskan, “Aku tidak akan kembali. Aku mau mengikuti Tuhan Yesus.” Jangan sekali-kali percaya akan dusta yang mengatakan bahwa Anda tidak dapat mencintai Tuhan. Katakanlah kepada musuh, “Aku cinta Tuhan Yesus. Aku mencintai Dia bukan tergantung pada kemampuan mencintai, melainkan tergantung pada diri-Nya yang begitu patut dicintai. Dikarenakan diri-Nya yang patut dicintai itulah membuat aku tidak tahan untuk tidak mencintai-Nya.” Jika saya memberi Anda sepasang sepatu tua, Anda pasti menolak dan berkata, “Aku tidak suka.” Sebaliknya, jika saya memberi Anda berlian, Anda pasti dengan mudah menyayanginya. Bukan karena Anda berupaya menyayanginya, melainkan karena berlian itu menarik dan patut disayang. Demikian pula, kita mencintai Tuhan Yesus bukan karena kita mampu mencintai; kita mencintai-Nya karena Ia amat menarik dan patut disayang. Dalam Kejadian 24, bukan Ribka yang mampu mengasihi Ishak dan bereaksi kepadanya, melainkan Ishak yang layak dikasihi.
a) Melakukan Apa yang Diharapkan Roh Itu
Tanggapan kita terhadap Roh Kudus ialah selalu melakukan apa yang diharapkan oleh-Nya. Hamba Abraham mengharapkan Ribka memberinya air minum dan kemudian menimba air untuk sepuluh untanya. Ribka melakukan apa yang diharapkannya (ayat 18-20), sehingga memuaskan rasa haus hamba itu. Sering kali, secara tidak sadar kita telah melakukan apa yang diharapkan Roh Kudus, sehingga memuaskan kehendak-Nya; kita lakukan tanpa mengetahui apa yang Ia harapkan. Kita melakukan ini adalah satu tanda bahwa kita ada di bawah pergerakan Roh.
b) Menerima Hadiah (Pemberian)
Setelah melakukan apa yang dikendaki si hamba, Ribka menerima hadiah atau pemberian. Mula-mula hamba itu mengenakan anting-anting emas pada hidungnya. Wanita zaman sekarang suka memakai anting-anting pada telinga mereka, tetapi di sini anting-anting itu dikenakan di hidung Ribka. Dalam membaca Kitab Kidung Agung, saya takjub melihat Tuhan tidak memuji telinga orang-orang yang akan mencari Dia. Sebagai gantinya, Ia justru memuja-muja hidungnya, kata-Nya, “Hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik, dan nafas hidungmu seperti buah apel” (Kid. 7:4, 8). Dalam Kidung Agung 2:3, si pencari berkata, “Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku.” Karena ia telah menikmati apel-apel itu, maka hidungnya berbau apel. Apakah artinya ini? Fungsi hidung ialah untuk mencium. Mengenakan anting-anting emas pada hidung Ribka berarti fungsi penciumannya telah tertangkap oleh sifat ilahi. Begitu kita mempunyai anting-anting ini pada hidung kita, kita pasti mempunyai penciuman dan rasa ilahi. Sebagaimana dikatakan dalam Kitab Ibrani, kita telah mengecap karunia surgawi, firman yang baik dari Allah, dan karunia-karunia dunia yang akan datang (Ibr. 6:4-6). Sebelum saya diselamatkan, saya mempunyai selera tertentu. Tetapi setelah saya menerima Tuhan, selera saya berubah. Saya telah menerima selera ilahi. Adakah anting-anting emas pada hidung Anda? Apakah hidung Anda berupa menara menjulang di Libanon? Menurut Imamat 21:18, tidak seorang pun juga yang berhidung pesek diperolehkan melayani sebagai imam, kita semua harus mempunyai hidung yang mancung, bukan hidung yang pesek.
Kita, yang telah beroleh selamat, mempunyai fungsi penciuman ilahi dan selera ilahi. Karena kita mempunyai selera ini, maka banyak benda di toko serba ada tidak dapat kita beli. Apakah yang memberi tahu kita jangan membeli benda-benda itu? Anting-anting emas pada hidung kita. Anting-anting emas pada hidung kita itulah yang membuat kita mencium bahwa beberapa benda di toko serba ada itu tidaklah benar. Karena kita mempunyai hidung semacam ini, kita tidak perlu diberi tahu orang lain, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Fungsi alat penciuman dan selera kita memberi tahu kita apa yang cocok dengan selera Allah dan apa yang tidak. Kita membutuhkan hidung yang setinggi menara dan hidung yang berbau apel. Hidung rohani kita haruslah sebagai sebuah menara tinggi di dalam Roh itu. Hidung rohani kita harus berbau Kristus. Semakin kita menikmati Kristus sebagai pohon apel, semakin kita mempunyai hidung yang penuh dengan bau apel-Nya.
Hamba itu juga mengenakan dua gelang pada tangan Ribka (ayat 22, 47). Dalam satu arti, ia telah terbelenggu. Menurut konsepsi Perjanjian Baru, berarti kita telah menerima fungsi ilahi (Rm. 12:4). Semakin kita dibelenggu oleh Roh, semakin banyak kita menerima karunia dari-Nya. Kita tidak hanya menerima selera ilahi, kita pun beroleh fungsi ilahi. Kedua gelang yang diberikan kepada Ribka berbobot sepuluh syikal, demikian barulah dapat memenuhi permintaan perintah Allah. Sebaliknya berat anting-anting emas pada hidungnya hanya sebesar setengah syikal. Setengah syikal menunjukkan pencicipan pertama, pencicipan pendahuluan. Setengah yang telah kita rasakan menunjukkan bahwa setengah yang lain kecapan yang penuh adalah pada masa yang akan datang. Rasa itu hanya sebagian, namun fungsinya adalah sempurna. Janganlah mengatakan bahwa Anda hanya mempunyai fungsi setengah. Tidak, fungsi Anda, talenta Anda lengkap adanya. Setiap orang paling sedikit mempunyai satu talenta penuh. Pencicipan yang kita peroleh dari Roh Kudus hanya sebagian, tetapi fungsi ilahi yang kita terima dari-Nya adalah lengkap.
Ribka juga menerima perhiasan perak, perhiasan emas, dan pakaian kebesaran (ayat 53), semuanya ini mengacu kepada kekayaan Kristus. Mula-mula, Ribka menerima anting-anting emas pada hidungnya dan dua gelang pada tangannya. Setelah ia menerima amanat hamba itu, lebih banyak lagi kekayaan ia terima. Demikianlah setelah kita memasuki hidup gereja dan menerima amanat Roh Kudus, kekayaan Kristus, yakni perhiasan emas, perak, dan pakaian kebesaran, diberikan sebagai kenikmatan kita.
Melalui semua rincian ini kita mengetahui bahwa catatan Kejadian 24 seluruhnya ilahi dan mengandung konsepsi ilahi. Ini bukanlah kiasan saya; faktanya memang tercatat demikian. Mengapa anting-anting emas itu hanya setengah syikal bukan tiga per empat syikal? Mengapa gelang itu sepuluh syikal bukan sembilan atau sebelas syikal? Mengapa sebelum amanatnya diterima hamba itu tidak mengeluarkan semua kekayaan yang lainnya? Semuanya ini sesuai dengan wahyu dalam Perjanjian Baru. Hari ini kita tidak saja menikmati anting-anting emas pada hidung kita dan gelang pada tangan kita, kita pun menikmati perhiasan emas dan perak lainnya ditambah pakaian kebesaran. Dalam hidup gereja, semua kekayaan Kristus adalah milik kita.
c) Mengikuti Roh Kudus
Setelah menerima dan menikmati semua kekayaan ini, Ribka mengikuti hamba tersebut, naik unta melalui padang pasir, sampai ia menjumpai Ishak (Kej. 24:58, 61-65). Demikian pula kita mengikuti Roh itu, menempuh perjalanan panjang di atas unta. Ketika berjumpa dengan Kristus, kita akan turun dari “unta” kita. Segala perlengkapan modern, seperti: telepon, mobil, dan lain-lain, adalah “unta” kita hari ini. Ribka melewati padang pasir di atas unta, dan kita melewati padang pasir di atas “unta” modern hari ini. Menurut Imamat 11, unta itu najis, tetapi berguna. Sarana-sarana praktis hari ini banyak yang najis dalam pandangan Allah, namun itu memungkinkan kita melewati padang pasir. Ketika kita berjumpa dengan Dia, kita akan meninggalkan “unta-unta” ini.
4) Pernikahan Putra
Di segi yang baik, Ishak, sang anak, tidak melakukan apa-apa. Ini menunjukkan bahwa segala sesuatu telah direncanakan oleh Sang Bapa dan dilaksanakan oleh Sang Roh. Yang dilakukan oleh Sang Putra hanyalah menerima mempelai perempuan saja.
Ishak menerima Ribka menjelang hari senja (Kej. 24:63, 64), ini menunjukkan bahwa pernikahan Kristus akan berlangsung pada akhir zaman. Pada saat mengakhiri zaman ini, Kristus akan datang menjemput mempelai perempuan-Nya.
Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya dan mencintainya (Kej. 24:67). Sebagaimana telah kita nampak bahwa Sara melambangkan anugerah. Ini berarti bahwa Kristus akan menjemput kita tidak hanya dengan kasih, tetapi juga dengan anugerah.
Pasal ini berakhir dengan kata-kata, “demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.” Andaikata saya penulisnya, saya akan mengatakan bahwa Ribka dihiburkan setelah perjalanan yang panjang. Tetapi Alkitab tidak berkata demikian. Janganlah memikirkan penghiburan Anda, kepuasan Anda, sebaliknya pertimbangkan penghiburan Kristus, kepuasan Kristus. Jika Kristus tidak terhibur dan dipuaskan, kita pun tidak akan terhibur dan dipuaskan. Kepuasan kita tergantung pada kepuasan-Nya. Hiburan kita adalah hiburan-Nya, dan kepuasan-Nya adalah kepuasan kita. Kristus kini sedang menunggu untuk mendapatkan penghiburan. Kapankah Ia akan memperolehnya? Pada hari pernikahan-Nya. Hari itu pasti tiba.