← Daftar isi Kesimpulan Perjanjian Baru · bab 16/20

ALLAH—PEKERJAANNYA (3)

Catatan Perjanjian Baru mewahyukan ekonomi Perjanjian Baru Allah, yaitu pendispensian diri Allah ke dalam umat pilihan-Nya untuk menghasilkan Tubuh korporat demi mengekspresikan Dia. Dalam Efesus, Paulus memberi kita perkataan yang sangat tinggi mengenai ekonomi kekal Allah. Dalam Efesus pasal 1 dan 3, kita melihat bahwa ekonomi Allah dibuat dengan tujuan untuk menghasilkan gereja di dalam Kristus. Jika Anda membaca Efesus 1:9-11 dan 3:9-11, Anda bukan hanya akan melihat ekonomi yang dibuat oleh Allah di dalam diri-Nya menurut kerelaan kehendak-Nya (perkenan-Nya), tetapi juga sasaran ekonomi Allah. Sasaran ekonomi Allah adalah untuk memiliki gereja, yang adalah ekspresi korporat Allah. Gereja sebagai ekspresi korporat Allah adalah perampungan ekonomi Allah.

Kita telah menunjukkan bahwa menurut prinsip yang diwahyukan di seluruh Alkitab, sarana Allah mendispensikan diri-Nya ke dalam kita adalah hayat ilahi, dan caranya adalah melalui kita makan Dia. Efesus pasal 1 dan 3 menunjukkan kepada kita mengenai ekonomi Allah, tetapi dalam pasal-pasal ini kita tidak melihat sarana ataupun cara pendispensian Allah. Tetapi jika kita membaca kitab lain yang ditulis oleh Paulus, kita akan melihat bahwa sarana Allah mendispensikan diri-Nya adalah hayat dan cara Allah untuk mendispensikan diri-Nya adalah melalui kita makan Dia sebagai makanan kita.

Setelah Allah membuat ekonomi-Nya, Ia melakukan pekerjaan pemilihan dan penentuan. Mengenai hal ini, Efesus 1:4 dan 5 mengatakan, "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya (menentukan kita dari semula kepada keputraan—Tl.) sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya." Di sini, kita melihat bahwa pemilihan Allah dan penentuan-Nya dari semula adalah untuk keputraan.

Satu-satunya cara untuk menghasilkan putra-putra adalah memperanakkan, dan memperanakkan adalah perkara dispensi. Bagaimana Bapa dapat memperanakkan anakanak? Bapa memperanakkan anak-anak melalui mendispensikan hayat-Nya sendiri ke dalam orang-orang yang akan menjadi anak-anak-Nya. Mungkin Anda tidak pernah menyadari bahwa memperanakkan, atau melipatgandakan, melibatkan pendispensian hayat. Ketika Adam memperanakkan anak-anak, ia mendispensikan hayatnya ke dalam mereka. Melalui dispensi yang demikian, bumi dipenuhi dengan keturunan Adam. Sama seperti keturunan Adam dihasilkan oleh pendispensian hayat manusia, demikian juga anak-anak Allah dihasilkan oleh pendispensian hayat ilahi.

Jika hayat Bapa tidak masuk ke dalam kita, bagaimana mungkin kita dapat menjadi anak-anak-Nya? Ini tidak mungkin. Keputraan memerlukan hayat Bapa. Kita bukan anak-anak menantu Allah atau anak-anak angkat-Nya, kita adalah anak-anak dalam hayat dan sifat Allah. Kita telah dilahirkan oleh Allah; dan karena Allah telah dilahirkan ke dalam kita, sekarang kita memiliki Allah di dalam kita. Satu-satunya cara agar kita dapat menjadi anak-anak Allah adalah dengan pendispensian diri-Nya ke dalam kita.

Untuk melaksanakan dispensi-Nya, dalam kekekalan yang lampau Allah mengadakan rapat dengan diri-Nya sendiri untuk membuat keputusan-keputusan tertentu. Pertama-tama, Allah memutuskan untuk menciptakan manusia. Tanpa menciptakan manusia, Allah tidak akan dapat memilih orang-orang tertentu untuk menjadi anak-anak-Nya. Setelah memutuskan untuk menciptakan manusia, Allah juga memutuskan mengenai bagaimana umat manusia dapat disebarkan di bumi. Ia membuat keputusan mengenai musim-musim dan batas-batas kediaman sehingga memungkinkan bagi umat pilihan untuk siap dan tersedia guna menerima pendispensian Allah.

Setelah Allah menciptakan manusia dan manusia jatuh, Allah tidak membuang manusia. Sebaliknya, Ia datang untuk menanggulangi umat manusia yang jatuh dari Adam sampai Nuh. Jika kita hanya memiliki catatan mengenai Adam, Habel, Henokh, dan Nuh, kita tidak akan tahu apakah sasaran Allah. Ketika kita melanjutkan ke catatan mengenai Abraham, kita dapat melihat sasaran Allah. Allah memberi tahu Abraham bahwa melalui keturunannya semua bangsa di bumi akan diberkati. Siapakah keturunan Abraham? Keturunan Abraham adalah Kristus, Allah yang berinkarnasi. Karenanya janji Allah kepada Abraham menunjuk kepada dispensi-Nya.

Setelah memberikan janji-janji lebih lanjut kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, pada akhirnya Allah memilih bangsa Israel, keturunan Abraham, dan menjadikan mereka umat-Nya sebagai lambang dari gereja. Mereka adalah orang-orang yang dipisahkan untuk tujuan khusus, dan tujuan itu adalah pendispensian din Allah ke dalam umat pilihan-Nya untuk membuat mereka menjadi ekspresi-Nya di bumi. Ekspresi ini adalah gereja, dan Israel adalah lambangnya.

Setelah memberikan hukum Taurat dan membuat perjanjian yang lama, Allah berjanji kepada Daud, raja umat pilihan, bahwa keturunannya akan menjadi Mesias yang akan datang, Kristus. Janji ini juga berkenaan dengan dispensi Allah. Ketika kita membahas pekerjaan Allah dalam zaman yang lama, dalam pengaturan administratif-Nya yang lama, kita perlu memiliki pemahaman yang jelas bahwa pekerjaan ini memiliki pandangan dispensi Allah. "Anak panah" pekerjaan Allah dalam Perjanjian Lama selalu bergerak ke arah sasaran dari pendispensian diri Allah ke dalam umat-Nya untuk menghasilkan ekspresi diri-Nya.

Akhirnya, dalam pekerjaan-Nya dalam zaman yang lama, Allah menjanjikan Injil yang akan datang dari zaman yang baru melalui nabi-nabi di antara umat pilihan. Nubuat-nubuat yang berkenaan dengan pelipatgandaan Injil diberikan. Jika kita membaca Perjanjian lama secara teliti, kita akan melihat hal ini.

C. DALAM ZAMAN YANG BARU

Setelah membahas pekerjaan Allah dalam kekekalan yang lampau dan dalam zaman yang lama, sekarang marilah kita melanjutkan untuk melihat pekerjaan-Nya dalam zaman yang baru, dalam pengaturan administratif-Nya yang baru—ekonomi.

1. Mengutus Yohanes Pembaptis

untuk Mempersiapkan Jalan bagi Kristus

Pertama-tama, dalam pekerjaan-Nya dalam zaman yang baru, Allah mengutus Yohanes Pembaptis untuk menyiapkan jalan bagi Kristus. Perjanjian Baru dimulai dengan catatan mengenai Yohanes Pembaptis, yang diutus oleh Allah untuk mempersiapkan jalan sehingga Kristus, sang Pendispensi (Dispenser) dapat datang. Ketika Yohanes ditanya mengenai siapakah Dia, Ia menjawab, "Aku bukan Kristus" (Yoh. 1:19-20). Mengenai diri-Nya, Yohanes pembaptis berkata, "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! Seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya" (Yoh. 1:23). Dia yang jalannya dipersiapkan oleh Yohanes adalah Kristus sendiri yang akan melaksanakan pendispensian Allah.

Lukas 3:2 mengatakan, "Pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun." Yohanes Pembaptis memulai ministri-Nya di padang gurun sesuai dengan nubuat tersebut. Ini menunjukkan bahwa pembukaan ekonomi Perjanjian Baru Allah oleh Yohanes bukanlah sesuatu yang kebetulan, tetapi sudah direncanakan dan diberitahukan sebelumnya oleh Allah melalui nabi Yesaya. Ini menyiratkan bahwa Allah bermaksud agar ekonomi Perjanjian Baru-Nya dimulai dalam cara yang sama sekali baru. Yohanes Pembaptis memberitakan bukan dalam bait suci dalam kota kudus, tempat para agamawan dan orang-orang berbudaya menyembah Allah menurut peraturan-peraturan kitab suci mereka, tetapi Yohanes Pembaptis memberitakan di padang gurun, tidak menurut peraturan mana pun dari jalan yang lama. Ini menunjukkan bahwa cara penyembahan Allah yang lama menurut Perjanjian Lama telah ditinggalkan dan cara baru telah dibawa masuk.

Lukas 3:3 melanjutkan berkata, "Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." Pekerjaan Yohanes Pembaptis terutama adalah memberitakan baptisan pertobatan. Membaptis seseorang adalah membenamkan, menguburnya, dalam air. Jadi baptisan menandakan kematian. Yohanes datang membaptis orang-orang untuk menunjukkan bahwa orang-orang yang bertobat hanya baik untuk dikubur. Baptisan ini juga melambangkan pengakhiran manusia lama dan menunjukkan bahwa permulaan baru dapat dinyatakan dalam kebangkitan melalui Kristus sebagai sang Pendispensi (Dispenser). Karenanya, setelah ministri Yohanes, Kristus datang. Baptisan Yohanes bukan hanya mengakhiri orang-orang yang bertobat, tetapi juga membawa mereka kepada Kristus untuk dispensi-Nya.

Pemberitaan Yohanes mengenai baptisan pertobatan adalah untuk pengampunan dasa-dosa. Kata Yunani yang diterjemahkan "untuk" juga berarti kepada. Pertobatan disertai baptisan adalah untuk pengampunan dosa-dosa dan menghasilkan pengampunan dosa-dosa, sehingga halanganhalangan karena kejatuhan manusia dapat disingkirkan dan manusia dapat didamaikan dengan Allah.

Lukas 3:4-6 mengatakan, "Seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang (daging—T1.) akan melihat keselamatan yang dari Tuhan." Mempersiapkan jalan Tuhan dan meluruskan jalannya berarti mengubah pikiran orang, memalingkan pikirannya ke arah Juruselamat yang akan datang. Ini juga berarti membuat hati mereka benar, meluruskan setiap bagian hati mereka melalui pertobatan, sehingga Kristus dapat masuk ke dalam mereka untuk menjadi hayat mereka.

Lembah, gunung, dan bukit-bukit adalah kiasan yang menjelaskan keadaan hati manusia terhadap Allah dan terhadap satu sama lain serta hubungan di antara manusia (Luk. 1:16-17). Baik keadaan hati manusia maupun hubungan mereka perlu ditanggulangi agar dapat mempersiapkan jalan untuk kedatangan Juruselamat guna pendispensian diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya.

"Daging" dalam kalimat "semua daging (orang—LAI) akan melihat keselamatan yang dari Allah" mengacu kepada manusia yang jatuh, dan "keselamatan" mengacu kepada Juruselamat sebagai keselamatan dari Allah. Ministri Yohanes adalah untuk mempersiapkan jalan hingga semua orang dapat melihat Kristus sang Juruselamat sebagai keselamatan dari Allah.

2. Mengutus Putra-Nya dalam Rupa Daging Dosa

sehingga Ia Dapat Menebus Orang-orang yang Berada di Bawah Hukum Taurat

sehingga Kita Dapat Menerima Keputraan

Allah mengutus Anak-Nya dalam rupa daging dosa sehingga Ia dapat menebus orang-orang yang berada di bawah hukum Taurat sehingga kita dapat menerima keputraan. Roma 8:3 membicarakan, "Allah...mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging." Daging berasal dari dosa, dan Anak Allah datang justru menjadi daging (Yoh. 1:14; Ibr. 2:14). Tetapi Ia hanya dalam rupa daging dosa namun tidak berbagian dalam dosa tubuh daging (2 Kor. 5:21; Ibr. 4:15). Ini dilambangkan oleh ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa untuk orang-orang Israel yang berdosa (Bil. 21:9; Yoh. 3:14). Ular tembaga memiliki bentuk dan rupa ular yang sesungguhnya, tetapi tidak memiliki racun ular. Demikian pula dengan Kristus, Ia memiliki rupa daging dosa, tetapi tidak memiliki sifat dosa dari daging dosa tersebut.

Subjek dari Roma 8:3 adalah Allah. Allah mengutus Putra-Nya sendiri dalam rupa daging dosa. Allah itu bijaksana. Ia tahu bahwa Ia tidak dapat mengutus Putra-Nya untuk menjadi daging dosa, karena jika demikian, Putra-Nya akan terlibat dengan dosa. Itulah sebabnya Ia mengutus Putra-Nya dalam rupa daging dosa, seperti yang dilambangkan oleh ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa di padang gurun. Kristus tidak memiliki sifat dosa. Allah mengutus Dia hanya dalam rupa daging dosa.

Allah mengutus Anak-Nya dalam rupa daging dosa untuk menebus kita dari bawah hukum Taurat sehingga kita dapat menerima keputraan. Galatia 4:4 dan 5 mengatakan, "Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak (supaya kita menerima keputraan—T1.)." Frase "setelah genap waktunya" dalam ayat 4 mengacu kepada akhir zaman Perjanjian Lama, yang terjadi pada waktu yang telah ditetapkan Bapa. Dalam ayat ini, Paulus menggambarkan Putra sebagai "yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat." Tentu saja perempuan ini adalah anak dara Maria (Luk. 1:27-35). Putra Allah berasal darinya untuk menjadi benih perempuan, seperti yang dijanjikan dalam Kejadian 3:15. Selain itu, Kristus dilahirkan di bawah hukum Taurat, seperti yang diwahyukan dalam Lukas 2:21-24, 27, dan Ia memelihara hukum Taurat, seperti yang diwahyukan dalam keempat kitab Injil.

Umat pilihan Allah dikurung oleh hukum Taurat di bawah pengawalannya (Gal. 3:23). Kristus dilahirkan di bawah hukum Taurat untuk menebus mereka dari pengawalannya agar mereka menerima keputraan dan menjadi anak-anak Allah.

Menurut seluruh wahyu Perjanjian Baru, ekonomi Allah adalah untuk menghasilkan putra-putra. Keputraan adalah butir yang penting dari ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah mendispensikan diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya untuk membuat mereka menjadi anak-anak-Nya. Penebusan Kristus adalah untuk membawa kita ke dalam keputraan Allah sehingga kita dapat menikmati hayat ilahi. Ekonomi Perjanjian Baru Allah bukan untuk membuat kita menjadi pemelihara hukum Taurat, yang hanya diberikan untuk tujuan sementara. Ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah untuk membuat kita menjadi putra-putra Allah, mewarisi berkat dari janji Allah, yang diberikan untuk tujuan kekal-Nya. Tujuan kekal Allah adalah untuk memiliki banyak putra bagi ekspresi korporat-Nya (Rm. 8:29; Ibr. 2:10). Jadi, Ia menentukan kita dari semula kepada keputraan (Ef. 1:5—untuk menjadi anak-anak-Nya—LAI) dan melahirkan kita kembali untuk menjadi putra-putra-Nya (Yoh. 1:12-13).

Galatia 4:4 mengatakan bahwa Allah mengutus Anak-Nya setelah genap waktunya. Allah mengutus Kristus pada saat yang benar-benar tepat. Jika lebih awal maka akan terlalu cepat, dan jika lebih lambat maka akan sangat terlambat. Kristus datang ketika waktunya tepat, pada waktu yang telah ditetapkan, setelah genap waktunya. Itulah sebabnya, kedatangan Putra penuh dengan makna.

Pertama-tama, Allah mengutus Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus dan kemudian Ia mengutus Putra-Nya. Allah mengutus Putra-Nya agar kita dapat menerima keputraan. Menerima keputraan adalah menerima pendispensian hayat ilahi. Karena itu, mengutus Yohanes Pembaptis ataupun mengutus Kristus adalah untuk pendispensian hayat ilahi ke dalam umat pilihan Allah.

3. Berinkarnasi

Melalui mengutus Putra-Nya, Allah sendiri berinkarnasi. Sesungguhnya, Allah mengutus Putra-Nya melalui inkarnasi tersebut. Cara Perjanjian Baru membicarakan mengenai inkarnasi adalah dengan mengatakan bahwa Firman, yang adalah Allah, menjadi daging (manusia—LAI—Yoh. 1:1, 14) dan bahwa Allah dinyatakan dalam daging (rupa manusia—LAI—1 Tim. 3:16).

Tentu saja ini adalah perkara yang menakjubkan bagi Allah untuk datang ke dalam manusia dan dilahirkan menjadi manusia melalui seorang anak dara. Allah kita menjadi seorang manusia! Dalam penciptaan, Ia adalah sang Pencipta. Tetapi meskipun Ia menciptakan segala sesuatu, Ia tidak masuk ke dalam segala benda yang Ia ciptakan. Bahkan dalam menciptakan manusia, Ia hanya mengembuskan napas hidup ke dalamnya (Kej. 2:7). Ia masih berada di luar manusia. Menurut Ayub 33:4, Napas-Nya membuat manusia hidup (memberi manusia hayat), tetapi Ia sendiri tidak masuk ke dalam manusia. Ia terpisah dari manusia sampai inkarnasi-Nya. Tetapi dengan inkarnasi, Ia secara pribadi masuk ke dalam manusia. Pertama-tama, Ia dikandung dan kemudian tinggal dalam rahim anak dara selama sembilan bulan dan setelah itu dilahirkan.

Penting bagi kita untuk menyadari bahwa yang berinkarnasi adalah keseluruhan Allah dan bukan hanya Putra Allah. Firman, yang adalah Allah, telah menjadi daging. Kita perlu menyadari bahwa Allah ini, yang adalah Firman, bukan hanya sebagian Allah, yaitu bukan hanya Allah Putra, tetapi Allah Putra, Allah Bapa, dan Allah Roh, keseluruhan Allah. Perjanjian Baru tidak mengatakan bahwa Firman yang menjadi daging adalah Allah Putra. Sebaliknya, Perjanjian Baru mengatakan bahwa pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu adalah keseluruhan Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh. Keseluruhan Allah, Allah yang lengkap itulah yang menjadi daging. Keseluruhan Allah dinyatakan dalam daging.

4. Datang dengan Putra dan Bekerja di dalam Putra

Ketika Allah Bapa mengutus Putra, Ia datang bersama-Nya dan bekerja di dalam-Nya. Injil Yohanes mewahyukan bahwa Bapa, yang adalah sumber dan sang Pemula, mengutus Putra (Yoh. 5:24, 30, 36-38; 13:20; 14:24). Ada dua istilah Yunani yang digunakan untuk istilah "mengutus", salah satunya berarti diutus dengan amanat khusus. Ini mengindikasikan bahwa Bapa mengutus Putra sebagai utusan dengan amanat khusus.

Perjanjian Baru menyatakan bahwa Bapa mengutus Putra dan bahwa Ia datang bersama Putra (Yoh. 17:8). Peraturannya, jika seseorang mengutus Anda ke suatu tempat tertentu, orang yang mengutus itu akan tetap berada di tempat semula, dan Anda akan pergi ke tempat yang telah ditentukan. Tetapi ketika Bapa mengutus Putra, Ia tidak demikian. Ketika Ia mengutus Putra, Ia datang bersama Putra.

Yohanes 6:46 mengatakan, "Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa." Dalam catatannya mengenai ayat ini, J.N. Darby mengatakan bahwa kata depan Yunani yang diterjemahkan "dari" di sini mengandung arti "dari dengan". Tuhan bukan hanya datang dari Allah tetapi juga dengan Allah. Ini berarti bahwa ketika Ia datang dari Allah, Ia masih dengan Allah. Ketika Putra datang, Bapa datang bersama-Nya. Yohanes 8:16 juga mengindikasikan bahwa Allah datang bersama Putra, "Sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku." Dalam ayat 29 dari pasal yang sama, Tuhan dengan jelas mengatakan, "Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku." Selanjutnya, dalam Yohanes 16:32 Tuhan berkata, "Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku." Semua ayat ini menunjukkan bahwa dalam pekerjaan-Nya dalam zaman yang baru, Allah datang bersama Putra.

Ayat-ayat lain menyingkapkan bahwa Allah bekerja di dalam Putra. Yohanes 14:10 dan 11 mengatakan, "Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri." Bapa tinggal dan bekerja di dalam Putra. Bapa bukan hanya datang bersama Putra, tetapi Ia tinggal dan bekerja bersama Putra. Yohanes 14:10 dan 11 memberi tahu kita dengan jelas bahwa ketika Putra berbicara, Bapa berbicara di dalam Dia.

Bapa mengutus Putra dan Bapa bersama Putra, yaitu Bapa datang bersama Putra. Dalam ekonomi ilahi, Bapa mengutus Putra, dan ketika Putra datang, Bapa datang bersama Putra. Karenanya, Kisah Para Rasul 10:38 mengatakan, "Allah menyertai Dia."

5. Mengurapi Putra untuk Melaksanakan Amanat-Nya

Ketika Putra berumur tiga puluh tahun, Allah mengurapi Dia untuk melaksanakan amanat-Nya. Matius 3:16 dan 17 membicarakan tentang hal ini, "Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Karena Tuhan Yesus dibaptis, memenuhi tuntutan keadilbenaran Allah, maka langit terbuka kepada-Nya, Roh Kudus turun ke atas-Nya, dan Bapa berbicara mengenai Dia. Sebelum Roh Allah turun dan datang ke atas-Nya, Tuhan Yesus telah dilahirkan dari Roh (Luk. 1:35; Mat. 1:18, 20), yang membuktikan bahwa Ia sudah memiliki Roh Allah di dalam-Nya. Itu adalah untuk kelahiran-Nya. Sekarang, untuk ministri-Nya, Roh Allah turun ke atas-Nya. Itu adalah untuk penggenapan dari Yesaya 61:1; 42:1; dan Mazmur 45:8, yaitu mengurapi Dia demi melaksanakan amanat-Nya yang diberikan Allah.

Tuhan Yesus dilantik untuk masuk ke dalam ministri-Nya melalui dua langkah: baptisan dalam air dan pengurapan Roh kudus. Setelah Tuhan Yesus dibaptis, Allah Bapa mengutus Roh Kudus ke atas-Nya secara ekonomi, mengurapi Dia untuk ministri-Nya.

Dalam Lukas 4:18 dan 19, kita memiliki perkataan lebih lanjut mengenai pengurapan Allah terhadap Putra untuk melaksanakan ministri-Nya, "Roh Tuhan ada pada-Ku oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Di sini kita melihat bahwa Roh Tuhan berada di atas Putra karena Allah telah mengurapi Dia untuk membawa kabar baik kepada orang-orang miskin. Kata Yunani yang diterjemahkan "Menyampaikan kabar baik" adalah euaggelizo yang berarti menyebarkan Injil, mengumumkan kabar baik. Memberitakan Injil adalah amanat pertama Juruselamat sebagai yang diurapi Allah, Mesias. Selanjutnya, Allah telah mengutus Dia untuk memproklamirkan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan pemulihan penglihatan bagi orang-orang buta, membebaskan orang-orang yang tertindas, dan memberitakan tahun rahmat Tuhan, yang adalah zaman Perjanjian Baru yang dilambangkan oleh tahun Yobel (Im. 25:8-17), yaitu saat Allah menerima orang-orang tawanan dosa yang berpaling dan ketika orang-orang yang tertindas di bawah belenggu dosa dapat menikmati pelepasan dari keselamatan Allah. Tetapi, butir yang ditekankan di sini, yaitu bahwa bagian dari pekerjaan Allah adalah mengurapi Putra.

Ayat lain yang membicarakan pekerjaan Allah dalam mengurapi Kristus adalah Kisah Para Rasul 10:38, "Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia." Allah juga mengurapi Kristus untuk berbuat baik dan menyembuhkan semua orang sakit yang dikuasai oleh Iblis. Ini membuktikan bahwa Allah menyertai Dia.

6. Menyatakan Yesus dengan

Kekuatan-kekuatan dan Mujizat-mujizat dan Tanda-tanda

Kisah Para Rasul 2:22 mengatakan, "Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu." Kata Yunani yang diterjemahkan "dinyatakan" di sini secara harfiah berarti menunjuk, memamerkan, memperlihatkan dalam pengertian pembuktian melalui menyatakan, yang menghasilkan suatu persetujuan. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan Tuhan adalah pernyataan Allah akan diri-Nya, pameran Allah akan diri-Nya. Ketika Kristus sedang melayankan, apa pun yang dikerjakan-Nya adalah pameran dari pekerjaan yang dilakukan oleh Allah melalui Dia. Dalam keempat kitab Injil, kita memiliki pameran akan persona yang ajaib, manusia Allah, yang sepenuhnya diuji, dibuktikan, dan diakui oleh Allah.