ALLAH—PERKENAN-NYA
Dalam berita ini kita akan membahas:
PERKENAN ALLAH (KERELAAN KEHENDAK-NYA)—
HASRAT HATI ALLAH
Efesus 1:5 berkata, "Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya (perkenan-Nya)." Efesus 1:9 meneruskan berkata, "Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya (perkenan-Nya), yaitu rencana kerelaan (perkenan) yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus." Allah memiliki kehendak yang di dalam-Nya terkandung perkenan-Nya. Perkenan inilah hasrat hati-Nya. Perkenan Allah adalah kesenangan hati-Nya.
A. MEMILIKI BANYAK PUTRA
Perkenan Allah, hasrat hati Allah, adalah memiliki banyak putra. Allah telah menetapkan kita dari semula, menandai kita sebelumnya, yaitu sebelum dunia dijadikan (Ef. 1:4), untuk tujuan tertentu. Tujuan Allah menandai kita sebelumnya adalah keputraan. Sasaran penentuan Allah dari semula terhadap kita adalah untuk memiliki banyak putra. Inilah hasrat hati Allah dan hal ini diwahyukan dengan tegas dalam kitab Roma.
Pemikiran utama kitab Roma adalah: keselamatan Allah, membuat orang-orang berdosa menjadi putra-putra-Nya yang memiliki hayat dan sifat-Nya untuk mengekspresikan Dia agar mereka menjadi bahan-bahan penyusun Tubuh Kristus bagi ekspresi-Nya.
Roma 8:14 berkata, "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah Anak Allah." Pimpinan Roh dalam hidup kita sehari-hari adalah tanda bahwa kita adalah putra-putra Allah. Sebagai putra-putra Allah, kita memiliki hayat dan sifat Allah. Pimpinan Roh selalu cocok dengan hayat dan sifat Allah, hal ini untuk membuktikan bahwa kita adalah putra-putra Allah.
Roma 8:15 berkata, "Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ya Abba, ya Bapa." Sebagai putra-putra Allah, kita berseru, "Abba Bapa." Melalui pendispensian Allah Tritunggal, kita benar-benar telah menjadi putra-putra Allah di dalam hayat; karenanya, kita dapat memanggil-Nya, "Abba Bapa." Sebagai putra-putra Allah, kita memiliki hayat Allah, sifat Allah, dan Roh Putra Allah di dalam kita.
Roma 8:29 melanjutkan berkata, "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." Di tingkat awal, kita adalah anak-anak Allah (Rm. 8:16). Di tingkat selanjutnya, kita adalah putra-putra Allah (anak Allah—LAI—Rm. 8:14). Roma 8:29 tidak berkata bahwa kita akan diserupakan dengan gambaran anak-anak Allah; di sana dikatakan bahwa kita akan diserupakan dengan gambaran Putra Allah (Tl.). Melalui proses penyerupaan, Putra sulung Allah, Yesus Kristus, akan memiliki banyak saudara. Sebagai Putra Allah, Kristus adalah Putra tunggal, Putra satu-satunya. Sekarang melalui inkarnasi-Nya, penyaliban-Nya, dan kebangkitan-Nya, Ia telah menjadi Putra sulung Allah, dan putra-putra Allah, yang adalah saudara-saudara-Nya, diserupakan dengan gambaran-Nya.
Dalam Roma 1:4, Putra sulung Allah itu dinyatakan, tetapi dalam Roma 8:29 putra-putra Allah diserupakan. Pernyataan Putra sulung Allah adalah pekerjaan di aspek prototipe; penyerupaan putra-putra Allah adalah pekerjaan di aspek produksi massal. Setelah mendapatkan prototipe, sekarang Allah sedang menunggu untuk mendapatkan produksi massal guna menghasilkan banyak putra dalam gambar Putra sulung.
Sasaran Allah menurut perkenan-Nya, hasrat hati-Nya, adalah menghasilkan banyak putra. Sasaran ini, yaitu ingin menghasilkan banyak putra Allah, memerlukan penebusan, pembagian hayat, dan kehidupan oleh hayat ini sehingga mereka dilahirkan kembali, ditransformasi, dan diserupakan dengan gambar Putra sulung Allah. Allah memakai Putra sulung-Nya sebagai prototipe, model, pola, untuk menghasilkan banyak putra. Dengan demikian, Putra tunggal Allah telah menjadi Putra sulung di antara banyak saudara. Inilah hasil pendispensian Allah Tritunggal ke dalam kita.
Ibrani 2:10 mengatakan bahwa Allah "membawa banyak orang (putra—T1.) kepada kemuliaan". Banyak putra di sini adalah banyak saudara dalam Roma 8:29. Langkah terakhir dari keselamatan agung Allah adalah membawa banyak putra-Nya masuk ke dalam kemuliaan. Roma pasal 8 memberi tahu kita bahwa pekerjaan kasih karunia Allah atas diri kita dimulai dengan kemampuan Allah untuk mengetahui sebelumnya, lalu penentuan-Nya sebelumnya, pemanggilan-Nya, dan pembenaran-Nya, dan akan berakhir dengan pemuliaan-Nya (ay. 29-30). Roma pasal 8 juga berkata bahwa seluruh makhluk ciptaan dengan sangat rindu menantikan pernyataan, pemuliaan, anak-anak Allah, berharap agar makhluk itu sendiri juga akan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah (ay. 19-21). Ini akan terjadi pada kedatangan Tuhan kembali, pada saat itu, kita akan menyatakan diri bersama dengan Dia di dalam kemuliaan (Kol. 3:4). Pemuliaan anak-anak Allah ini, sebagai tujuan dari keselamatan Allah, akan berlangsung terus melewati kerajaan milenium dan akan dinyatakan sepenuhnya dalam Yerusalem Baru dalam kekekalan (Why. 21:11, 23).
Hari ini Allah Tritunggal masih bekerja untuk membawa putra-putra-Nya masuk ke dalam kemuliaan. Kita adalah putra-putra Allah, tetapi kita belum berada dalam kemuliaan. Pada suatu hari, kita semua akan berada dalam kemuliaan. Itu akan menjadi penebusan tubuh kita (Rm. 8:23). Tubuh kita belum ditebus, tetapi pada suatu hari, tubuh kita akan ditransfigurasi menjadi Tubuh yang mulia (Fip. 3:21). Penebusan tubuh kita ini adalah keputraan kita sepenuhnya.
Wahyu 21:7 berkata, "Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya, dan ia akan menjadi anak-Ku." Ini membicarakan putra-putra Allah dalam kekekalan di dalam Yerusalem Baru. Di sini "menang" berarti menang melalui percaya seperti dalam 1 Yohanes 5:4 dan 5. Kemenangan ini melayakkan kaum beriman untuk berpartisipasi dalam Yerusalem Baru dengan segala kenikmatan-Nya sebagai bagian milik bersama dari keselamatan kekal Allah bagi putra-putra-Nya. Sebenarnya, dalam Yerusalem Baru, putra-putra Allah akan menjadi bahan-bahan penyusun Yerusalem Baru. Yerusalem Baru akan menjadi susunan dari semua putra Allah yang dilahirkan kembali untuk menggenapkan hasrat hati Allah.
B. UNTUK EKSPRESI PUTRA-NYA
Memiliki banyak putra bagi ekspresi Putra-Nya adalah perkenan Allah, hasrat hati-Nya. Seperti yang telah kita lihat, Roma 8:29 mengatakan bahwa dari semula Allah telah menentukan agar kita diserupakan dengan gambaran Putra-Nya. Menyerupakan kita dengan gambaran Putra-Nya adalah untuk ekspresi Putra-Nya. Dua Korintus 3:18 mengatakan, "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." Ini cocok dengan Roma 8:29, di sana dikatakan bahwa kita, putra-putra Allah, akan ditransformasi dan diserupakan dengan gambar Putra Allah untuk mengekspresikan Dia. Dalam Filipi 1:21, rasul Paulus, salah satu dari putra-putra Allah, berkata bahwa Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhnya, baik oleh hidupnya maupun oleh matinya. Ini adalah untuk mengekspresikan Putra Allah. Dalam Filipi 1:21 Paulus melanjutkan dengan berkata, "Bagiku hidup adalah Kristus." Hidup Paulus adalah hidup yang mengekpresikan Kristus Putra Allah. Satu Yohanes 3:2 berkata, "Apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia." Sama seperti Tuhan juga adalah mengekpresikan Putra Allah. Menurut hasrat hati Allah dan rencana-Nya, kita, sebagai putra-putra Allah, harus mengekpresikan Putra-Nya hari ini dan kita ditentukan untuk mengekspresikan Putra-Nya pada saat kedatangan Putra-Nya.
Mengenai ekspresi Putra Allah, Efesus 1:23 mengindikasikan bahwa Tubuh-Nya adalah kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu. Kepenuhan ini adalah ekspresi Kristus Anak Allah. Sebagai pengejewantahan Allah yang tak terukur tanpa pembatasan apa pun, Kristus itu begitu besar sehingga memenuhi segala sesuatu dan di dalam segala sesuatu. Kristus yang demikian besar memerlukan Tubuh, tersusun dari banyak putra Allah, untuk ekspresi-Nya yang lengkap. Sebagai ekspresi Kristus yang kaya tak terukur, gereja adalah ekspresi yang tak terbatas dari Kristus yang tak terbatas. Gereja adalah kepenuhan Kristus, Kristus yang adalah pengejawantahan dari kepenuhan Allah (Kol. 2:9). Adalah hasrat hati Allah bahwa gereja hari ini menjadi ekspresi Kristus, Putra-Nya, yang demikian. Akhirnya, dalam Wahyu 21, Yerusalem Baru yang merupakan susunan dari semua putra Allah (Why. 21:7) dan perampungan gereja, akan menjadi ekspresi korporat Kristus Putra Allah. Kristus Putra Allah akan menjadi bait di dalam kota kudus dan lampu untuk menyinari seluruh kota itu (ay. 22-23).
C. AGAR DIA DAPAT DIEKPRESIKAN DI DALAM PUTRA
MELALUI ROH ITU
Allah berhasrat untuk memiliki banyak putra bagi ekspresi Putra-Nya agar Ia dapat diekspresikan di dalam Putra melalui Roh itu. Melalui inkarnasi, penyaliban, dan kebangkitan Kristus, Putra sulung Allah, Allah telah menghasilkan berjuta-juta putra. Putra-putra ini adalah untuk ekspresi Putra-Nya. Hasrat Allah adalah memiliki banyak putra untuk mengekspresikan Putra-Nya, yang kini adalah Putra sulung di antara banyak saudara. Ketika Putra ini diekspresikan, Allah diekspresikan di dalam Putra melalui Roh itu.
Dalam Efesus 3:19, ketika membicarakan agar kita "dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah", yang Paulus maksudkan adalah ekspresi Allah. Kepenuhan Allah di sini adalah ekspresi korporat Allah oleh gereja. Dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah berarti dipenuhi sedemikian rupa hingga kita, sebagai gereja, menjadi ekspresi korporat Allah. Dalam Efesus pasal 3, Paulus berdoa agar Bapa menguatkan dan meneguhkan kita oleh Roh-Nya di dalam insan batin kita sehingga Kristus diam (berumah) di dalam hati kita dan agar kita dapat memahami dimensi Kristus--lebar, panjang, tinggi, dan dalam—agar kita dipenuhi sampai kepada, menghasilkan, kepenuhan Allah, yang adalah ekspresi korporat-Nya, gereja.
Dalam Efesus 3:19, kita memiliki ekspresi Allah; dan dalam Efesus 3:16, kita memiliki perkataan mengenai Roh itu. Putra Allah yang banyak itu adalah ekspresi Putra-Nya agar Allah sendiri dapat diekspresikan di dalam Putra-Nya melalui Roh itu. Inilah perkenan Allah, hasrat hati-Nya.
D. MELALUI DISPENSI-NYA
Agar Allah dapat diekspresikan di dalam Putra melalui Roh itu, maka Allah perlu mendispensikan diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya untuk menghasilkan ekspresi korporat. Dalam Efesus pasal 3, Bapa menjawab dan memenuhi doa rasul melalui Roh itu agar Kristus sang Putra dapat berumah dalam hati kita. Sebagai hasilnya, kita dipenuhi sampai seluruh kepenuhan Allah. Inilah dispensi Allah Tritunggal ke dalam diri kita untuk ekspresi korporat-Nya. Ekspresi ini ada dalam gereja hari ini, dan akan rampung dalam Yerusalem Baru, ekspresi korporat yang kekal dari Allah Tritunggal.
Allah berhasrat untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya demi menghasilkan gereja agar Ia dapat diekspresikan secara korporat. Kita telah melihat banyak aspek mengenai persona Allah dan atribut-atribut-Nya. Semua aspek dari persona Allah dan semua butir dari atribut-Nya adalah unsur gizi Allah sebagai makanan kita untuk didispensikan ke dalam diri kita.
E. HAYAT SEBAGAI SARANA DAN MAKAN SEBAGAI JALANNYA
Menurut kitab Kejadian Pasal 1, Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya dengan maksud untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam manusia. Cara pelaksanaan dispensi ini digambarkan dalam kitab Kejadian pasal dua. Cara Allah mendispensikan diri-Nya ke dalam manusia adalah melalui manusia memakan Dia sebagai pohon hayat. Makan pohon hayat menyiratkan dua hal: pertama, hayat adalah sarana bagi Allah untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam kita; kedua, makan adalah cara untuk mendispensikan Allah ke dalam kita. Jika mau mendapatkan dispensi Allah, kita perlu hayat sebagai sarana dan juga makan sebagai jalannya.
Perkara makan ditemukan di seluruh Alkitab, dimulai dari kitab Kejadian hingga berakhir dalam kitab Wahyu. Kita memiliki pohon hayat dalam kitab Kejadian pasal 2, dan kita memiliki pohon hayat lagi dalam kitab Wahyu 22. Di antara kitab Kejadian pasal 2 dan kitab Wahyu 22 ada garis yang berkaitan dengan makan. Pada saat perayaan Paskah, umat Israel makan daging anak domba untuk menerima suplai hayat (Kel. 12:3-5, 8-9). Kemudian di padang belantara mereka ditopang oleh manna (Kel. 16:14-15). Manna adalah makanan mereka, dan melalui makan manna itulah mereka menerima suplai hayat. Akhirnya, umat Israel masuk ke tanah permai, dan di sana mereka menikmati hasil tanah yang berlimpah (Yos. 5:12). Tiga kali setahun rakyat berkumpul untuk makan hasil tanah permai di hadapan Allah dan bersama-sama Allah. Dalam perayaan itu, mereka makan, dan Allah juga makan.
Dalam Perjanjian Baru, dalam Yohanes pasal 6, Tuhan Yesus berkata bahwa Ia adalah roti hidup dan kita perlu makan Dia (ay. 35, 51, 56-57). Bila kita makan Dia sebagai roti hidup, kita akan hidup oleh Dia. Paulus juga berbicara tentang makan makanan rohani dalam surat-surat rasulinya. Dalam 1 Korintus 10:3 beliau berkata, "Mereka semua makan makanan rohani yang sama." Dalam Wahyu 2:7 dan 22:14, Tuhan berbicara tentang makan pohon hayat.
Pencatatan mengenai makan makanan rohani dalam Alkitab adalah suatu indikasi dan pernyataan yang kuat bahwa Allah bermaksud untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam diri kita dengan sarana hayat, dan dengan cara makan. Allah adalah hayat bagi kita, dan cara kita menerima Dia sebagai hayat adalah makan Dia. Allah adalah makanan kita, dan kita makan Dia. Allah bukan hanya makanan kita—Ia adalah perjamuan kita. Ini diwahyukan dalam Alkitab.
Allah bukan hanya mengajar kita tetapi mendispensikan diri-Nya ke dalam kita. Pendispensian Allah adalah santapan ilahi. Allah terus-menerus menyuapi kita. Ia memberi kita makan dengan diri-Nya sebagai makanan.
Selama berabad-abad yang lampau, ada orang-orang yang menerima pendispensian Allah, orang-orang kudus yang berkontak dengan Allah sepanjang waktu. Walaupun mereka tidak mengenal istilah "pendispensian" atau tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai makan Allah, mereka menerima Allah ke dalam mereka sebagai makanan mereka. Kebanyakan mereka makan Allah melalui makan Firman. Firman mengandung Allah sebagai isinya. Tanpa Allah sebagai isi Firman, Firman itu kosong. Karenanya, makan firman dari Alkitab sebenarnya adalah makan Allah yang terkandung dalam Firman. Di masa lampau, orang-orang yang beribadah yang meluangkan banyak waktu untuk berkontak dengan Allah secara spontan dan bahkan secara tak sadar, berada di bawah pendispensian Allah. Aspek-aspek persona Allah dan butir-butir dari atribut-Nya diinfuskan ke dalam kita sebagai unsur-unsur Allah yang menjadi makanan kita melalui dispensi-Nya. Kita mungkin tidak dapat mengingat semua aspek persona Allah atau semua butir dari atribut Allah, tetapi selama kita berada di bawah pendispensian-Nya, unsur-unsur ini diinfuskan ke dalam kita. Makan Allah saja maka segala adanya Dia dan segala yang dimiliki-Nya akan didispensikan ke dalam Anda. Makan adalah cara mengalami pendispensian Allah untuk ekspresi-Nya.