← Daftar isi Kesimpulan Perjanjian Baru · bab 11/20

ALLAH—ATRIBUT-ATRIBUT-NYA (4)

Dalam berita ini kita akan menyimpulkan pelajaran kita tentang atribut Allah.

U. PENGHIBURAN

Dalam Roma 15:5, Allah disebut sebagai sumber penghiburan. Selanjutnya, 2 Korintus 1:3 berkata, "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan." Penghiburan, sebagai atribut Allah, agak berbeda dengan penyejuk hati dan pelipur. Kata Yunani yang diterjemahkan menjadi penghiburan dalam 2 Korintus 1:3 mengandung arti gembira. Penghiburan berkaitan dengan pengharapan. Jika kita memiliki pengharapan, kita akan memiliki penghiburan.

Paulus mengalami Allah sebagai Allah sumber segala penghiburan. Dalam 2 Korintus 1:4 beliau bersaksi bahwa Allah sumber penghiburan "menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." Pertama-tama, kita perlu mengalami penghiburan Allah. Kemudian kita akan dapat menghibur orang lain dengan penghiburan yang telah kita terima dari Allah. Jadi, kita dihibur supaya kita dapat menghibur orang lain. Ini perlu pengalaman.

V. KEMURAHAN (KEBAIKAN)

Perjanjian Baru mewahyukan atribut ilahi kemurahan hati. Roma 2:4 berkata, "Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya, dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?" Roma 11:22 membicarakan kemurahan hati Allah dan kekerasan-Nya, menekankan atribut kemurahan hati Allah. Selanjutnya Efesus 2:7 mengatakan, "supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yeaus." Kebaikan (kemurahan hati) adalah tindakan baik yang penuh dengan kebajikan yang dihasilkan dari rahmat dan kasih. Dalam kemurahan hati yang sedemikian itulah kasih karunia Allah diberikan kepada kita. Titus 3:4-5 berkata, "Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,...Dia telah menyelamatkan kita." Kemurahan dan kasih Allah Juruselamat kita itulah yang telah menyelamatkan dan membuat kita berbeda dari yang lain.

W.KESABARAN

Mengenai cara Allah menanggulangi orang-orang berdosa, Roma 2:4 menyebutkan atribut-Nya yang unggul, yaitu kesabaran. Allah bersabar terhadap manusia yang jatuh demi tujuan-Nya yang unik. Tujuan-Nya menunjukkan kesabaran kepada manusia adalah untuk merampungkan ekonomi-Nya. Jika Allah tidak menunjukkan kesabaran kepada manusia, maka Allah tidak akan memiliki jalan untuk menggenapkan tujuan-Nya demi merampungkan ekonomi-Nya.

Alkitab mewahyukan bahwa dalam ekonomi-Nya Allah telah menunjukkan kesabaran yang besar. Segera sesudah kejatuhan manusia, Allah mulai menunjukkan kesabaran-Nya dalam menanggulangi manusia. Bila Anda membaca kitab Kejadian pasal 3 dari sudut pandang kesabaran, Anda akan melihat betapa sabarnya Allah terhadap manusia yang jatuh. Allah menunjukkan pengertian-Nya, sepenuhnya menyadari keadaan dan kebutuhan manusia. Allah juga memakai hikmat-Nya untuk menanggulangi manusia yang jatuh.

Untuk penggenapan tujuan kekal-Nya, untuk melaksanakan ekonomi-Nya, Allah selalu menunjukkan kesabaran. Dalam kesabaran-Nya penuh dengan pengertian, hikmat, sabar (patience - Kemampuan menahan rasa sakit, kesulitan, kebosanan dan sebagainya dan pada waktu yang bersamaan tetap tenang dan tidak mengeluh), pertimbangan, simpati, rahmat, murah hati, kasih, dan kasih karunia. Bahkan suplai hayat yang kaya juga termasuk dalam kesabaran Allah. Allah tidak pernah memerintah kita untuk melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan kebutuhan kita dan memberi kita suplai-Nya. Kesabaran Allah selalu meliputi suplai-Nya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita.

Allah menanggulangi berbagai orang dengan berbagai cara. Ia menanggulangi Adam dengan cara tertentu, Habel dengan cara lain, dan Kain dengan cara yang lain lagi. Di sini kita melihat kesabaran Allah.

Dalam Alkitab ada berbagai zaman, berbagai cara, yang digunakan Allah untuk menanggulangi manusia. Sebenarnya, zaman-zaman tersebut berkaitan dengan kesabaran. Allah menanggulangi manusia dengan cara tertentu dalam zaman tertentu adalah untuk menunjukkan kesabaran-Nya.

Allah menunjukkan kesabaran-Nya melalui menanggulangi kita dengan cara yang masuk akal, cocok, dan penuh pertimbangan. Allah tidak pernah mendisiplin siapa pun tanpa pertimbangan yang tepat. Ia sering kali menunggu sangat lama sebelum menghukum seseorang. Allah memang sabar dalam menanggulangi kita.

X. LAPANG HATI

Roma 2:4 juga membicarakan kelapangan hati Allah. Ini juga adalah salah satu atribut ilahi. Lapang hati lebih dari sekadar sabar (patience). Lapang hati berarti menderita lama. "Lapang hati adalah menahan diri dalam menghadapi hasutan, tidak tergesa-gesa membalas atau segera menghukum; berlawanan dengan kemarahan, dan berkaitan dengan rahmat"(Hogg dan Vine).

Y. KETEKUNAN (KETABAHAN)

Dalam Roma 15:5 Allah disebut sebagai Allah sumber ketekunan - Kemampuan untuk tetap kuat meskipun terdapat penderitaan dan kesengsaraan. Bagaimana kita dapat membedakan lapang hati dengan ketekunan? Lapang hati itu sabar terhadap orang-orang yang merepotkan (menimbulkan masalah), sedangkan ketekunan itu sabar terhadap hal-hal yang menyebabkan penderitaan. Terhadap kita yang menyusahkan-Nya, Allah memiliki kelapangan hati; terhadap masalah-masalah yang kita perbuat, Ia memiliki ketekunan. Baik kelapangan hati maupun ketekunan adalah atribut-atribut-Nya, dan kita sebagai anak-anak-Nya hendaknya berbagian dalam atribut-atribut tersebut ketika menghadapi orang-orang maupun lingkungan.

Z. CEMBURU

Dua Korintus 11:2 mengatakan, "Sebab Aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus." Cemburu biasanya dipandang sebagai hal yang negatif, tetapi cemburu adalah salah satu atribut Allah. Orang yang paling cemburu dalam alam semesta adalah Allah. Ia cemburu kapan kala kita mengasihi sesuatu atau seseorang selain Dia. Ia ingin kita mengasihi Dia secara unik, secara tunggal, dan sepenuhnya.

Kecemburuan Allah itu seperti kecemburuan seorang suami terhadap istri. Tidak ada seorang suami pun yang bisa menerima jika istrinya mencintai laki-laki lain selain dirinya. Demikian pula, Allah cemburu terhadap kita. Karenanya, cemburu adalah salah satu atribut-Nya.

Mengetahui bahwa Allah kita itu pencemburu, kita hendaknya menjadikan kecemburuan-Nya milik kita hingga kita hanya memperhatikan Dia, mengasihi Dia, dan tidak membiarkan siapa pun atau apa pun menggantikan Dia dalam hati kita. Selanjutnya, kasih kita terhadap-Nya haruslah murni, angan-angan kita haruslah tunggal (single), dan seluruh diri kita haruslah terfokus pada Dia. Sebagai Seorang yang cemburu, Ia tidak bisa mentoleransi siapa pun yang tidak mengasihi Dia secara tunggal dan sepenuhnya.

AA. KEKERASAN

Roma 11:22 menunjukkan atribut Allah yang lain, yaitu kekerasan, "Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya, jika tidak, kamu pun akan dipotong juga," Allah memiliki kemurahan dan juga kekerasan. Walaupun Ia itu murah hati, Ia juga sangat keras. Baik kemurahan maupun kekerasan adalah atribut-atribut ilahi.

BB. TIDAK MEMIHAK

Tidak memihak adalah atribut Allah. Mengenai ini, Paulus berkata dalam kisah Para Rasul 10:34, "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang." Dalam Roma 2:11 Paulus berkata, "Sebab Allah tidak memandang bulu." Selanjutnya, dalam Efesus 6:9 Paulus berkata, "Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di surga dan Ia tidak memandang muka." Ayat ini juga mengindikasikan bahwa Allah tidak memihak.

CC. TIDAK TAKLUK KEPADA MAUI'

Satu Timotius 6:16 menyatakan bahwa Allah "adalah satu-satunya yang tidak takluk kapada maut." Secara hurufiah, kata Yunani untuk "tidak takluk kepada maut" adalah athanasia, yang berarti tidak binasa, menunjukkan bebas dari maut. Hanya Allah yang tidak takluk kepada maut, tidak takluk kepada maut adalah elemen dasar diri-Nya.

DD. TETAP TIDAK BERUBAH

Atribut Allah yang lain adalah tetap. Allah itu tetap, berarti Ia tidak berubah atau berganti-ganti. Mengenai atribut ini, Yakobus 1:17 mengatakan, "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran." Kata Yunani yang diterjemahkan "perubahan" dapat juga diterjemahkan "variasi". Bapa adalah sang Pencipta, sumber dari segala terang, dari benda-benda bercahaya di langit. Pada-Nya tidak ada bayangan karena pertukaran seperti pada perputaran di langit, bulan menjadi gelap pada pihak kita, atau matahari tertutup oleh bulan, sebab Ia tidak berganti-ganti, tidak berubah. Karena Allah tidak berubah, tetap, maka Ibrani 6:17 membicarakan, "kepastian putusan-Nya".

EE. KEMULIAAN

Atribut Allah lainnya yang menakjubkan adalah kemuliaan. Kisah Para Rasul 7:2 berkata, "Allah yang Maha mulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham." Kisah Para Rasul 7:55 berkata, "Tetapi Stefanus...menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah." Kemuliaan adalah ekspresi Allah, Allah diekspresikan dalam kemuliaan yang megah. Kemuliaan Allah menjadi daya tarik yang besar bagi Abraham untuk memisahkannya dari dunia kepada Allah. Kemuliaan Allah juga adalah penghiburan dan kekuatan yang besar yang membuat Abraham mampu mengikuti Allah (Kej. 12:1, 4).

Dua Petrus 1:3 mengatakan bahwa Allah telah memanggil kita untuk, atau oleh kemuliaan-Nya sendiri. Selanjutnya 1 Petrus 5:10 berkata bahwa Allah telah memanggil kita kepada kemuliaan-Nya yang kekal. Menurut 2 Timotius 2:10, keselamatan Allah adalah dengan kemuliaan kekal. Ini mengindikasikan bahwa kemuliaan kekal adalah tujuan akhir dari keselamatan Allah (Rm. 8:21). Keselamatan Allah membawa kita ke dalam kemuliaan-Nya (Ibr. 2:10).

Dalam Injil Yohanes kita membaca bahwa Firman, yang adalah Allah, menjadi daging dan bertabernakel di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya (Yoh. 1, 14). Yohanes 1:18 melanjutkan, "Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya." Ada kemuliaan dalam pernyataan Allah. Ketika kita melihat Allah, kita melihat kemuliaan.

Roma 3:23 berkata, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Manusia dijadikan oleh Allah menurut rupa dan gambar-Nya agar manusia dapat mengekspresikan Dia untuk kemuliaan-Nya. Tetapi manusia telah berdosa. Sekarang, bukannya mengekspresikan Allah, manusia malah mengekspresikan dosa dan diri (ego)nya yang berdosa. Karenanya manusia kehilangan kemuliaan Allah. Namun kita telah ditetapkan untuk kemuliaan Allah dan telah dipanggil untuk itu (1 Kor. 2:7; 1 Tes. 2:12). Sebagai kaum beriman, kita sedang ditransformasi dalam kemuliaan ini (2 Kor. 3:18) dan akan dibawa masuk ke dalamnya (Ibr. 2:10). Akhirnya kita akan dimuliakan bersama-sama Kristus (Rm. 8:17, 30) untuk memancarkan kemuliaan Allah bagi ekspresi Allah dalam Yerusalem Baru.

Roma 9:23 mengatakan, "justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan." Allah menciptakan kita sebagai bejana-bejana-Nya untuk diisi Dia dan mengekspresikan Dia. Allah menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas diri kita, bejana-bejana-Nya, yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan. Kita telah ditentukan oleh kedaulatan-Nya untuk menjadi wadah-wadah-Nya, bejana-bejana kemuliaan, untuk mengekspresikan apa adanya Dia dalam kemuliaan. Ini akan ternyata sepenuhnya dalam Yerusalem Baru.

Ciri yang mencolok dari Yerusalem Baru, yaitu memiliki kemuliaan Allah (Why. 21:11), ekspresi-Nya. Seluruh kota Yerusalem Baru akan penuh dengan kemuliaan Allah, yang adalah Allah sendiri bersinar di seluruh kota. Sebenarnya, kemuliaan Allah akan menjadi isi Yerusalem Baru, karena kota ini akan sepenuhnya diisi dengan kemuliaan-Nya. Ini mengindikasi.kan bahwa kota tersebut adalah sebuah bejana untuk menampung Allah dan mengekspresikan Dia. Kemuliaan Allah sebenarnya adalah Allah sendiri yang dinyatakan. Fakta bahwa Yerusalem Baru penuh dengan kemuliaan Allah berarti bahwa Allah diwujudkan dalam kota ini. Kehidupan gereja hari ini hendaknya juga memiliki kemuliaan Allah, menyatakan dan mengekspresikan Dia dalam atribut ilahi yang menakjubkan ini.

FF. KEHORMATAN

Wahyu 4:9 berkata bahwa makhluk-makhluk hidup "mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu, dan yang hidup sampai selama-lamanya." Wahyu 5:13 berkata, "Dan aku mendengar semua makhluk yang di surga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" Ayat-ayat dari kitab Wahyu ini mengindikasikan bahwa kehormatan adalah atribut Allah yang lain. Kemuliaan—Allah sendiri yang terekspresikan—mengacu kepada keadaan; kehormatan mengacu kepada kedudukan yang tinggi, khususnya kepada kewibawaan yang berkaitan dengan kedudukan tersebut.

GG.KEBESARAN

Atribut Allah yang lain adalah kebesaran. Yudas 25 berkata, "Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin." Di sini "kebesaran" menunjukkan kebesaran dalam kehormatan. Fakta bahwa Allah memiliki atribut kebesaran mengindikasikan bahwa Ia adalah Yang terbesar dengan kewibawaan-Nya. Kita juga dapat berkata bahwa kebesaran adalah totalitas kemuliaan dan kehormatan. Karena Allah memiliki kemuliaan dan kehormatan, Ia juga memiliki kebesaran.

HH.KEDAULATAN

Allah bukan hanya memiliki kemuliaan, kehormatan, dan kebesaran; Ia juga memiliki kedaulatan. Kedaulatan juga adalah salah satu atribut Allah. Ia itu berdaulat. Kedaulatan mengacu pada kuasa dan kekuatan Allah yang tidak terbatas. Kedudukan Allah juga tidak terbatas. Kita tidak dapat mengatakan berapa tinggi kedudukan Allah. Demikian juga kita tidak dapat mengukur kemuliaan dan kebesaran Allah. Sebagai yang berdaulat, maka kuasa, kekuatan, dan kedudukan-Nya tidak ada batasnya.

Walaupun kata "berdaulat" atau "kedaulatan" tidak digunakan dalam Roma 9:20 dan 21, tetapi ayat-ayat ini mengacu kepada kedaulatan Allah, "Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: Mengapakah engkau membentuk aku demikian? Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain guna dipakai untuk tujuan yang biasa?" Kita semua perlu menyadari siapakah diri kita. Kita adalah ciptaan Allah, dan Ia adalah Pencipta kita. Sebagai ciptaan-Nya, kita jangan menentang tujuan-Nya (ay. 19) atau membantah Dia, sang Pencipta kita. Inilah sebabnya Paulus bertanya, "Dapatkah yang di bentuk berkata kepada yang membentuknya: Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Kemudian Paulus melanjutkan perkataannya untuk mengindikasikan bahwa sebagai Tukang Periuk, Allah memiliki otoritas atas tanah hat, dari gumpal yang sama dapat dibuat suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan benda lain untuk dipakai guna tujuan yang tidak mulia. Allah adalah Tukang Periuk dan kita adalah tanah hat. Sebagai tukang periuk, Allah berdaulat. Ia memiliki otoritas atas tanah liat. Jika Ia mau, Ia dapat membuat satu bejana untuk tujuan mulia dan bejana lain untuk tujuan yang tidak mulia. Ini tidak tergantung pada pilihan kita—ini tergantung pada kedaulatan Allah.

Ayat-ayat dari Roma pasal 9 menunjukkan bahwa Allah dengan kedaulatan-Nya telah menciptakan kita untuk menjadi bejana-bejana-Nya, wadah-wadah-Nya, sesuai dengan penentuan (takdir)-Nya. Dua Timotius 2:20 dan 21 mengungkapkan pemikiran yang sama dengan mengatakan bahwa kita adalah bejana-bejana untuk tujuan mulia. Namun, menjadi bejana untuk tujuan mulia bukanlah hasil dari pemilihan kita; itu berasal dari kedaulatan Allah. Dengan kedaulatan Allah itulah Ia menyatakan kemuliaan-Nya melalui menciptakan bejana-bejana yang dirahmati-Nya untuk menampung diri-Nya. Ini merupakan perkataan yang dalam. Kedaulatan Allah adalah dasar pemilihan-Nya. Pemilihan-Nya tergantung pada kedaulatan-Nya.

Dalam Roma 9:22 Paulus melanjutkan, "Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap bendabenda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan." Apa yang akan kita katakan mengenai hal ini? Kita tidak bisa berkata apa-apa. Allah adalah Tukang Periuk, dan Ia memiliki otoritas. Manusia hanyalah tanah liat.

Dalam Roma 9:23 dan 24 Paulus melanjutkan berkata, "Justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan, yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain." Ini tergantung pada kedaulatan Allah. Allah punya otoritas untuk membuat orang-orang yang telah dipilih dan dipanggil-Nya, bukan hanya dari antara orangYahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain, menjadi bejana-bejana belas kasihan untuk menampung Dia agar kemuliaan-Nya dapat dinyatakan. Menurut otoritas kedaulatan-Nya, Ia telah mempersiapkan kita untuk kemuliaan ini. Kita telah ditakdirkan oleh kedaulatan-Nya untuk menjadi wadah-wadah-Nya. Inilah puncak dari kegunaan kita bagi Allah. Inilah sasaran pemilihan Allah menurut kedaulatan-Nya.

II.OTORITAS

Yudas 25 mengindikasikan bahwa Allah punya otoritas (kuasa—LAI) sebagai salah satu atribut-Nya. Otoritas adalah kekuatan dalam pemerintahan. Mengenai atribut ilahi ini, yaitu otoritas, Tuhan Yesus berkata dalam Lukas 12:5, "Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa (otoritas—Tl.) untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!" Hanya Allah yang punya kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka.

Seorang polisi yang memakai seragam mengilustrasikan perbedaan antara kekuatan dan otoritas. Walaupun polisi tidak begitu kuat, namun ia memiliki otoritas untuk mengatur lalu lintas. Sebaliknya, seorang petinju punya tenaga yang lebih besar daripada seorang polisi, tetapi ia tidak punya otoritas apa pun. Otoritas lebih besar daripada kekuatan. Tentu saja, Allah punya otoritas sekaligus kekuatan.

JJ. KEKUATAN

Satu Korintus 1:24 membicarakan kekuatan Allah, yang merupakan bagian penting dari atribut ilahi, "Tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah." Kristus yang disalibkan adalah kekuatan Allah. Kekuatan Allah ini digunakan untuk menghancurkan Satan, menghakimi dunia, menanggulangi dosa, menyalibkan manusia yang telah jatuh, daging, hayat alamiah, dan ciptaan lama, serta menghapus semua ketentuan. Inilah kekuatan penyaliban, kekuatan kematian Kristus yang ajaib. Kekuatan ini tidak hanya menanggulangi perkara-perkara negatif, tetapi juga melaksanakan rencana Allah. Hikmat ilahi adalah untuk perencanaan dan penetapan tujuan Allah, sedangkan kekuatan ilahi adalah untuk melaksanakan apa yang direncanakan dan ditetapkan Allah.

Efesus 1:19 mengatakan, "Dan betapa hebat kuasa-Nya (kekuatan-Nya—T1.) bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan (adi daya—Tl.) kuasa-Nya." Kekuatan Allah terhadap kita luar biasa besar. Kekuatan itu sesuai dengan adi daya kuasa-Nya. Inilah kekuatan yang Allah kerjakan di dalam Kristus (Ef. 1:20a). Kekuatan Allah bagi kita sama dengan kekuatan yang Allah kerjakan di dalam Kristus. Pertama-tama, kekuatan itu telah membangkitan Kristus dari antara orang mati. Kekuatan ini telah mengalahkan kematian dan alam maut, tempat orang-orang mati ditahan. Karena kekuatan ini, kematian dan alam maut tidak bisa menahan Kristus (Kis. 2:24).

Kedua, kekuatan Allah yang besar yang Allah kerjakan di dalam Kristus telah mendudukkan Dia di sebelah kanan Allah di surga jauh lebih tinggi dari semuanya (Ef. 1:20b-21). Sebelah kanan Allah, tempat Kristus didudukkan oleh kekuatan Allah yang luar biasa besar, adalah tempat yang paling terhormat, tempat kekuasaan yang paling tinggi.

Ketiga, kekuatan Allah yang besar yang Allah kerjakan di dalam Kristus telah meletakkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus (Ef. 1:22a). Mendudukkan Kristus jauh di atas segalanya adalah satu hal; meletakkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya adalah hal lain. Yang pertama adalah keunggulan Kristus; yang kemudian adalah penaklukan segala sesuatu kepada-Nya.

Keempat, kekuatan Allah yang besar yang Allah kerjakan di dalam Kristus, memberikan Kristus kepada gereja sebagai Kepala dari segala yang ada (Ef. 1:22b). Menyatukan segala sesuatu di bawah Kristus sebagai sang Kepala adalah karunia Allah kepada-Nya. Dengan kekuatan Allah yang besar itulah Kristus menerima kepemimpinan dalam alam semesta.

Dalam ayat-ayat ini, kekuatan Allah yang besar yang dikerjakan Allah di dalam Kristus diwahyukan dalam empat aspek: kekuatan kebangkitan, kekuatan kenaikan yang melampaui segala sesuatu, kekuatan menaklukkan, dan kekuatan menyatukan di bawah Dia sebagai sang Kepala. Kekuatan empat ganda ini adalah bagi gereja. Frase "kepada jemaat (gereja)" dalam ayat 22 menyiratkan suatu transmisi. Apa pun yang telah dicapai dan diperoleh Kristus, sang Kepala, sekarang sedang ditransmisikan kepada gereja, Tubuh-Nya.

Sebenarnya kekuatan Allah yang besar yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus adalah Allah Tritunggal, yang telah melalui proses inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan, dan yang telah dipasang di dalam kita sebagai kekuatan yang almuhit. Rasul Paulus berdoa agar kita memiliki roh hikmat dan wahyu untuk memahami betapa besarnya kekuatan ilahi ini. Tentu saja kita perlu berdoa dengan doa yang sama.

KK. ADI DAYA

Efesus 1:19 membicarakan kekuatan kuasa-Nya (adi daya kuasa-Nya) dan Wahyu 5:12 juga mengacu kepada hal ini. Selain kekuatan, Allah juga memiliki atribut adi daya. Dalam diri-Nya (pembawaan-Nya), Allah mempunyai adi daya. Menurut M.R. Vincent, kata Yunani inschuos, yang diterjemahkan menjadi kekuatan (adi daya) dalam Efesus 1:19 dan Wahyu 5:12 ditujukan kepada adi daya yang berhuni di dalam. Ini adalah sesuatu yang bersifat intrinsik bukan luaran.

LL. KUASA

Akhirnya, Allah memiliki atribut kuasa. Efesus 1:19 membicarakan "kekuatan (adi daya–Tl.) kuasa-Nya". Wahyu 1:6 menyatakan, "Bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya." Dalam Wahyu 5:13, semua makhluk ciptaan berkata, "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya." Yudas 25 menyebutkan kuasa bagi Allah, dan 1 Timotius 6:16 berkata bahwa bagi-Nyalah, "hormat dan kuasa yang kekal." Kata Yunani untuk "kuasa" (kratos) ditujukan kepada kekuatan yang dinyatakan. Adi daya lebih besar daripada kuasa; kekuatan lebih besar daripada adi daya; otoritas lebih besar daripada kekuatan, dan kedaulatan lebih besar daripada otoritas. Allah kita memiliki kuasa, adi daya, kekuatan, otoritas, dan kedaulatan. Kesemuanya ini adalah atribut-atribut-Nya.

Dalam berita-berita ini, kita telah melihat banyak aspek dari apa adanya Allah dalam persona-Nya. Kita juga telah telah membahas atribut-atribut Allah. Sekarang, Allah ini sedang mendispensikan diri-Nya ke dalam kita. Ini berarti bahwa Allah dengan segala adanya Dia dan segala yang dimiliki-Nya sedang didispensikan ke dalam kita. Semakin kita berada di bawah pendispensian Allah, atribut-atribut ilahi semakin diinfuskan ke dalam diri kita. Ketika Allah mendispensikan diri-Nya sendiri ke dalam kita, Ia mendispensikan segala adanya Dia dan segala yang dimiliki-Nya.

Marilah kita mengulangi secara sepintas atribut-atribut ilahi: hayat, kasih, terang, kekayaan, kepenuhan, kekudusan, keadil-benaran, hikmat, pengertian, kesetiaan, kebenaran, ketulusan (kesederhanaan), kemurnian, kebaikan, rahmat, belas kasih, kasih karunia, damai sejahtera, sukacita, pengharapan, penghiburan, kemurahan, kesabaran, lapang hati, ketekunan (ketabahan), cemburu, kekerasan, tidak memihak, tidak takluk kepada maut, tetap tidak berubah, kemuliaan, kehormatan, kebesaran, kedaulatan, otoritas, kekuatan, adi daya, dan kuasa. Betapa menakjubkan, atribut-atribut ini sedang didispensikan ke dalam kita! Jika kita menetap di bawah pendispensian Allah dari hari ke hari, atribut-atribut-Nya akan didispensikan dan diinfuskan ke dalam kita. Setelah atribut-atribut Allah didispensikan dan diinfuskan ke dalam kita, semua itu akan menjadi kebajikan kita.