← Daftar isi Stabil Tidak Subyektif terhadap Uang Beberapa Perkara Lain · bab 2/10

PENGASIH MANUSIA SATU

Setiap pekerja Tuhan harus memiliki bukan hanya kasih terhadap saudara-saudara tetapi juga terhadap semua manusia. Salomo pernah mengatakan, "Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya" (Ams. 17:5). Allah adalah Pencipta semua manusia; oleh karena itu, setiap manusia layak mendapatkan kasih kita. Seorang pelayan Tuhan tidak cocok melayani Tuhan jika ia kekurangan kasih terhadap semua manusia. Ia harus memiliki kasih bagi semua manusia, kasih sayang yang tulus terhadap manusia, agar ia dapat melayani Allah. Mereka yang menganggap orang-orang menjemukan, menyulitkan, atau tercela, tidak layak menjadi pelayan Allah. Kita harus melihat bahwa di mata Allah manusia diciptakan oleh-Nya. Manusia memang telah jatuh, tetapi ia telah menjadi sasaran penebusan Tuhan. Meskipun secara alamiah manusia itu keras kepala, Roh Kudus telah memilih untuk menjamah manusia. Bahkan Tuhan Yesus menjadi seorang manusia ketika Ia datang ke bumi - seorang manusia seperti layaknya manusia lain, secara bertahap bertumbuh dari bayi sampai dewasa penuh. Tujuan Allah adalah untuk menetapkan seorang manusia "standar", gambaran seorang manusia, yang melaluinya segala rencana Allah diwujudkan. Setelah kenaikan Tuhan Yesus, gereja terbentuk, merupakan "satu manusia baru". Seluruh rencana penebusan meliputi peninggian dan pemuliaan manusia. Ketika kita benar-benar memahami Firman Allah, kita akan menyadari bahwa istilah anak-anak Allah tidaklah seberat istilah manusia, dan kita juga harus menyadari bahwa rencana, pemilihan, dan penentuan Allah memiliki sasaran manusia yang dimuliakan. Ketika kita melihat tempat manusia dalam tujuan Allah, ketika kita melihat manusia sebagai fokus segala rencana-Nya, dan ketika kita melihat bagaimana Tuhan merendahkan diri-Nya menjadi seorang manusia, kita akan belajar mengapresiasi semua manusia. Ketika Tuhan kita berada di bumi, Ia berkata, "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mrk. 10:45). Perkataan Tuhan jelas. Anak Manusia datang untuk melayani banyak orang. Banyak bukan mengacu pada gereja atau anak-anak Allah, tetapi terhadap semua manusia. Lebih jauh lagi, Ia tidak mengatakan bahwa Anak Allah datang untuk melayani, tetapi Anak Manusia. Di sini kita melihat sikap Tuhan terhadap manusia.

Masalah serius kebanyakan orang yang terlibat dalam pekerjaan Tuhan adalah kekurangan besar akan kasih dan hormat terhadap manusia, dan kegagalan total mereka untuk menyadari nilai seorang manusia di pandangan Allah. Hari ini kita merasa seolah-olah telah mencapai posisi tinggi yang hebat ketika kita mulai mengasihi anak-anak Allah. Dulunya kita tidak mengasihi siapapun. Sekarang kita dapat mengasihi saudara-saudara sedikit, kita merasa seolah-olah kita telah melakukan hal yang luar biasa. Namun, saudara saudari, ini belum cukup. Kita perlu diperluas oleh Allah; kita perlu melihat bahwa semua manusia berharga bagi Allah. Apakah kita akan membangun pekerjaan rohani yang baik tergantung pada berapa banyak kita mengasihi manusia dan berapa dalam minat kita pada manusia. Apa yang ingin saya ketahui bukanlah apakah kita berminat pada beberapa cendekiawan tertentu, beberapa orang yang lebih menonjol bila dibandingkan dengan orang lain, tetapi apakah kita berminat pada manusia pada umumnya. Ini adalah masalah yang sangat penting. Kedatangan Anak Manusia pertama-tama menyiratkan bahwa Tuhan sangat berminat pada manusia; Ia begitu amat berminat pada manusia, tetapi sampai sejauh manakah minat kita? Kita mungkin tidak terlalu memikirkan orang tertentu. Tetapi bagaimana Tuhan memandang orang-orang ini? Tuhan berkata bahwa Anak Manusia datang. Ini berarti Ia berminat pada manusia, Ia memiliki perasaan terhadap manusia, dan Ia memiliki penghargaan yang tinggi terhadap manusia. Ia begitu menghargai manusia sehingga Ia menempatkan diri sebagai manusia untuk melayani manusia. Sungguh mengherankan banyak anak Allah hanya memiliki sedikit perhatian terhadap manusia. Kita tidak dapat berbuat apa-apa tentang hal ini tetapi setidak-tidaknya kita dapat gusar terhadap sikap apatis ini. Saudara saudari, apakah kita tahu makna frase Anak Manusia tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani ? Kita seharusnya mempertimbangkan hal ini di hadapan Tuhan. Firman ini menyatakan bahwa Kristus memperhatikan manusia. Saudara saudari, jelas salah bila seseorang berkata, "Aku berada di antara manusia, namun aku sepertinya tidak memiliki minat pada mereka."

Minat pada manusia adalah persyaratan dasar dalam hidup setiap pekerja. Ini bukan berarti bahwa seseorang memilih satu orang tertentu dan membangun minat hanya terhadap orang tertentu itu. Maksudnya di sini adalah minat pada semua orang. Kita harus memperhatikan Tuhan Yesus, yang memiliki karakteristik luar biasa dalam hal berperasaan dan mengasihi semua manusia. Ia begitu berminat pada manusia sehingga Ia bisa mengatakan, "Anak Manusia tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani." Jika kita pergi ke tempat tertentu dan memaksa untuk tidak dilayani oleh orang-orang di sana tetapi malahan melayani mereka, kita tidak jauh dari sikap yang sedang kita bicarakan. Hal ini akan menempatkan kita pada jalur yang benar dengan posisi yang benar. Saudara saudari, pelayan-pelayan Allah tidak dapat menyimpan kasih mereka hanya kepada saudara-saudara mereka. Seorang pekerja Tuhan benar-benar gagal apabila ia dengan egois menyimpan kasihnya bagi saudara-saudaranya. Kasih persaudaraan bukanlah hal pertama dalam daftar kita. Ini hanya sebagai tambahan dalam kasih kita terhadap semua manusia. Kita harus memiliki kasih terhadap semua manusia. Yohanes 3:16 berkata, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini." Kata dunia mengacu pada apa? Yaitu pada setiap orang di dalam dunia, termasuk mereka yang belum diselamatkan dan mereka yang tidak memiliki pengenalan akan Allah. Allah mengasihi dunia; Ia mengasihi setiap orang di dalam dunia. Inilah makna Allah begitu mengasihi dunia. Jika Allah mengasihi setiap orang namun Anda tidak demikian, atau jika Anda memperluas kasih Anda hanya pada seseorang yang telah menjadi saudara, hati Anda berbeda dengan hati Tuhan, dan Anda tidak layak melayani Allah. Hati Anda harus diperluas sampai Anda mengasihi setiap orang dan berminat pada setiap manusia. Asalkan seseorang adalah manusia, Anda seharusnya berminat padanya. Inilah satu-satunya jalan untuk melayani Allah.

DUA

Tuhan Yesus berkata, "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani" (Mrk. 10:45). Dengan perkataan lain, Tuhan tidak pernah meminta hal lain dari manusia. Kita seharusnya berminat pada manusia, dan kita seharusnya merasa manusia patut dikasihi. Lebih-lebih lagi, kita seharusnya tidak mengambil keuntungan dari manusia atau dilayani oleh manusia. Kita seharusnya tidak mempermalukan mereka atau melukai mereka. Kita bahkan seharusnya tidak menerima jasa mereka. Saudara saudari, latihan selama bertahun-tahun telah membiasakan kita untuk menyebut semua orang sebagai "teman-teman terkasih" kita; namun, ini bukanlah perkara kata-kata melainkan perkara perasaan. Sebagai contoh, kita memilki perasaan tertentu terhadap saudara-saudara kita. Kita merasa bahwa orang-orang tertentu adalah saudara-saudara kita dan bahwa kita adalah "saudara-saudara terkasih" mereka. Izinkanlah saya bertanya apakah kita memiliki perasaan terhadap semua orang bahwa kita adalah "teman-teman terkasih" mereka? Apakah kita memiliki perasaan bahwa mereka adalah teman-teman terkasih kita? Jika kita tidak memiliki perasaan sedemikian, kita tidak dapat melayani Allah. Semua pelayan Tuhan seharusnya memiliki hati yang lapang. Hati mereka seharusnya begitu lapang sampai mereka dapat mencakup dan menerima semua manusia. Mereka seharusnya mampu merangkul seluruh umat manusia masuk ke dalam pelukannya. Masalah terbesar di antara banyak pekerja adalah mereka kekurangan kasih ini terhadap manusia. Kasih mereka terhadap manusia hampir tidak ada. Mungkin mereka hanya dapat memilih satu orang untuk dikasihi dari antara seratus atau bahkan sepuluh ribu orang! Jika keadaan kita seperti ini, kita tidak memiliki kasih terhadap semua manusia. Kita harus ingat bahwa Allah adalah Pencipta kita dan kita adalah ciptaan-ciptaan terkasih-Nya; kita adalah manusia-manusia terkasih-Nya. Kita harus memperluas kapasitas hati kita untuk mengasihi setiap orang yang diciptakan Allah, setiap manusia yang terkasih. Kita seharusnya tidak membiarkan mereka menderita, dan kita seharusnya tidak mencari jasa dari mereka. Anak Manusia tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani.

Saudara saudari, kita seharusnya tidak mengambil keuntungan dari orang lain dengan cara apapun. Seorang Kristen seharusnya menyadari bahwa mengambil keuntungan dari teman-teman terkasihnya selama berada di bumi adalah memalukan. Mengambil keuntungan dari saudara-saudara adalah salah tetapi mengambil keuntungan dari siapapun adalah sama salahnya. Sejauh mengenai mengambil keuntungan dari orang lain, sikap dasar Tuhan adalah Ia tidak pernah membiarkan diri-Nya dilayani oleh manusia. Ia sama sekali tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk menerima sesuatu dari siapapun. Kita harus ingat bahwa kita seharusnya tidak pernah dengan egois menerima jasa dan bantuan orang lain yang menimbulkan pengorbanan dan kerugian mereka.

Anak-anak Allah seharusnya tidak mengambil keuntungan dari orang lain, bukan hanya karena Tuhan telah melarang hal ini, tetapi karena kita adalah sesama manusia terkasih. Kita seharusnya tidak mencari keuntungan dari teman-teman terkasih kita. Kita harus menyadari bahwa semua manusia patut dikasihi di pandangan Allah. Jika kita tidak memiliki minat pada manusia, pekerjaan kita akan berharga sedikit sekali di pandangan Allah, walaupun secara luaran kelihatan hebat. Allah ingin melihat kapasitas pelayan-pelayan-Nya meningkat dan berminat pada semua manusia. Inilah satu-satunya jalan untuk menjadi orang yang berkasih karunia; inilah satu-satunya jalan melayani Tuhan.

TIGA

Markus 10:45 mengatakan, "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Lukas 19:10 mengatakan, "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." Yohanes 10:10 mengatakan, "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh, dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." Tuhan Yesus datang ke bumi bagi manusia. Menurut Markus 10, Ia datang untuk melayani manusia bahkan sampai pada titik memberikan diri-Nya sebagai tebusan. Tujuan kedatangan-Nya adalah untuk melayani manusia. Dalam pelayanan-Nya kepada manusia, terdapat suatu keperluan bagi-Nya untuk memberikan diri-Nya sebagai tebusan, dan memang itulah yang dilakukan-Nya. Menjadi tebusan adalah tindakan-Nya yang tertinggi dan perampungan akhir dari pelayanan-Nya kepada manusia. Tuhan tidak mengatakan bahwa Anak Manusia hanya datang sebagai tebusan. Ia mengatakan Anak Manusia datang untuk "melayani". Tujuannya adalah pelayanan. Ia tertarik pada manusia, dan Ia menganggap manusia mustika dan berharga untuk dikasihi dan dilayani. Ia melayani manusia sedemikian rupa sampai Ia memenuhi keperluan mereka melalui menjadi juruselamat mereka. Inilah sebabnya Ia memberikan diri-Nya sebagai tebusan. Jika kita mengabarkan Injil tentang Tuhan mengorbankan diri-Nya sebagai tebusan tanpa memiliki hati Tuhan yang melayani, maka kita tidak bersyarat untuk disebut sebagai pekerja Tuhan. Manusia patut dikasihi. Karena manusia patut dikasihi, Tuhan tidak mengatakan bahwa Ia adalah "Anak Allah" yang datang untuk melayani, tetapi "Anak Manusia" yang datang. Tuhan Yesus lebih dahulu mengasihi dan melayani manusia, dan kemudian Ia memberikan diri-Nya kepada mereka. Pertama-tama adalah kasih; pengorbanan hidup datang selanjutnya. Ketika kita bekerja di antara manusia, kita tidak dapat menginjil tentang pengorbanan Tuhan tanpa memiliki kasih yang tepat lebih dulu. Kita seharusnya tidak berpikir bahwa kita dapat lebih dulu mengabarkan pengorbanan Tuhan baru kemudian mengasihi pendengarnya setelah ia menerima Tuhan. Jika kita tidak memiliki minat terhadap manusia dan tidak menganggapnya mustika, dan jika kita tidak memiliki kesadaran bahwa kita semua adalah makhluk ciptaan Allah yang terkasih, kita tidak dapat menginjil tentang pengorbanan. Jika kita belum penah dijamah oleh kata-kata Allah menciptakan manusia atau hanya memiliki sedikit sekali perasaan terhadap hal ini, kita tidak cocok untuk mengabarkan pengorbanan Kristus. Saudara saudari, pertama-tama kita harus mengasihi semua manusia agar kita dapat memimpin mereka kepada Tuhan. Kita tidak dapat menahan kasih kita sampai mereka menerima Tuhan atau sampai mereka menjadi saudara-saudara kita. Sungguh disayangkan, hal ini adalah masalah kebanyakan orang; mereka kekurangan hal ini. Banyak orang menahan kasih mereka bagi seseorang sampai ia telah menjadi saudara atau saudari. Saudara saudari, ini bukanlah jalan Tuhan. Ia lebih dahulu mengasihi, baru kemudian Ia memberikan hayat-Nya. Kita yang yang memberitakan tentang penebusan-Nya seharusnya juga mengasihi lebih dahulu baru kemudian memberitakan penebusan. Tuhan kita lebih dahulu melayani dan membelaskasihani orang lain sebelum memberikan diri-Nya sebagai tebusan. Dengan cara yang sama kita seharusnya berminat pada manusia, memandang mereka layak akan kasih dan kasih karunia kita, baru kita mengemukakan penebusan Tuhan kepada mereka.

Jika Allah membuka hati kita untuk melihat bahwa mereka adalah orang yang terkasih di antara semua orang, sikap kita terhadap mereka akan berubah drastis. Kita akan menemukan manusia patut dikasihi dan mustika. Saudara saudari, kita perlu terang-Nya merekah di dalam kita bahwa manusia adalah mustika di pandangan Allah karena Ia menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Bahkan sampai hari ini, manusia masih menurut rupa Penciptanya. Kalau manusia tidak menjadi sasaran kasih sayang kita maka kita mustahil dapat menjadi pelayan manusia. Kita harus menganggap manusia patut dikasihi dan berharga di pandangan Allah. Banyak saudara saudari memiliki sikap, temperamen, dan perasaan yang salah terhadap teman-teman kita yang terkasih. Mereka menganggap orang-orang ini sebagai beban, kesulitan, gangguan atau menjengkelkan. Ini sepenuhnya salah. Kita harus belajar melihat manusia sebagai ciptaan Allah dengan gambar Allah. Meskipun manusia telah jatuh, masa depannya tetap cerah. Jika kita berpandangan bahwa manusia patut dikasihi, kita tidak akan merasa bahwa manusia adalah beban, kesulitan, gangguan, atau menjengkelkan bagi kita. Tuhan pergi ke atas salib bagi manusia. Dapatkah kasih kita kurang dari ini? Jika seseorang benar-benar dijamah oleh Tuhan dan jika ia benar-benar melihat tujuan Tuhan datang ke bumi, ia akan dengan spontan menyimpulkan bahwa manusia patut dikasihi. Tidaklah mungkin seseorang yang memiliki pengenalan yang murni akan Tuhan akan merendahkan manusia.

Manusia layak menerima kasih kita. Semua dosa dapat dimaafkan; kita dapat bersimpati terhadap segala kelemahan dan perbuatan-perbuatan daging dan kita tahu seperti apakah orang berdosa itu. Namun, pada waktu yang bersamaan, kita tahu bahwa manusia adalah mustika. Saudara saudari, Tuhan tidak mati bagi manusia karena jumlahnya banyak. Ia berkata bahwa Gembala yang baik meninggalkan semuanya untuk mencari satu domba yang hilang. Ia tidak datang untuk mencari dan menyelamatkan domba yang hilang karena ada sembilan puluh sembilan domba. Gembala yang baik datang demi satu domba yang hilang itu. Dengan kata lain, bahkan jika hanya ada satu orang di seluruh dunia yang hilang, Tuhan akan tetap datang ke bumi. Tentunya, menurut sejarah, semua manusia perlu diselamatkan. Namun sejauh mengenai hati kasih-Nya, Ia siap datang demi satu manusia, demi satu domba yang hilang. Roh Kudus tidak mulai mencari karena sepuluh dirham yang hilang; Ia mencari karena satu dirham yang hilang. Sang Bapa tidak menunggu anak-Nya yang hilang karena semua anak-Nya telah hilang; Ia membuka lengan-Nya bagi satu anak hilang yang telah kembali. Dalam perumpamaan Lukas 15, kita melihat bahwa dalam pekerjaan penebusan-Nya, Tuhan bahkan rela mencurahkan seluruh diri-Nya untuk memenuhi kebutuhan satu jiwa yang hilang. Ia tidak menunggu sampai banyak orang yang memerlukan baru Ia mulai bekerja. Ini memperlihatkan kepada kita betapa intensnya kasih yang Tuhan miliki terhadap manusia.

Saudara saudari, jika kita ingin melayani Tuhan dengan tepat, kita harus menggarap minat pada manusia. Jika kita tidak dapat menggarap minat ini, kita tidak akan dapat berbuat banyak. Bahkan jika kita melakukan sesuatu, pekerjaan kita akan sangat terbatas. Ketika kita secara pribadi terbatas, kita tidak akan memiliki kapasitas untuk menerima banyak orang. Kita tidak akan sepenuhnya memahami betapa pentingnya penebusan sampai kita mulai berminat pada manusia dan hati kita diperluas untuk melihat nilainya di pandangan Allah dan dalam rencana-Nya. Tanpa hal ini, maka sia-sialah diri kita, makhluk ciptaan yang kecil dan rapuh ini, mencoba untuk berbagian dalam pekerjaan agung Allah. Bagaimana seseorang dapat digunakan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa jika ia sendiri tidak mengasihi jiwa? Bagaimana seseorang mencoba menyelamatkan manusia tanpa mengasihi manusia? Jika masalah mendasar tentang kasih akan manusia ini dihapuskan, maka banyak kesulitan dalam hubungan sesama manusia akan lenyap. Kita berpikir bahwa beberapa orang terlalu acuh tak acuh dan yang lainnya terlalu keras, tetapi masalah-masalah ini seharusnya tidak menghentikan kita untuk mengasihi mereka. Di mana ada kasih, di sana tidak akan ada celaan terhadap manusia, dan Allah akan membawa kita sampai pada titik kita dapat menempatkan diri kita di antara teman-teman terkasih kita.

Ketika beberapa pekerja Kristen dari daerah kota pergi ke daerah pedesaan untuk bekerja di antara para petani, mereka merasa memiliki jauh lebih banyak keunggulan. Ini adalah sikap yang tercela. Tuhan kita tidak mengatakan bahwa Anak Allah tidak akan dilayani oleh manusia. Ia mengatakan bahwa Anak Manusiatidak akan dilayani oleh manusia. Jika kita pergi ke manapun untuk mengabarkan Injil, kita harus pergi sebagai anak manusia. Namun sering kali, para pekerja menganggap bekerja di antara orang-orang tertentu sebagai pengalaman merendahkan diri. Merendahkan diri memang benar, tetapi menjadi salah apabila kita dengan sadar berpikir bahwa kita sedang merendahkan diri sendiri melalui hidup di antara orang tertentu. Jika kita merasa sedang merendahkan diri ketika kita berjalan di antara orang-orang yang kurang terdidik, ini adalah bukti bahwa kita tidak cukup merendahkan diri. Kerendahan hati seperti ini adalah buatan manusia, tidak alamiah. Ketika Tuhan kita datang ke bumi, manusia hanya mengenali-Nya sebagai anak Maria atau sebagai saudara Yakobus, Yusuf, Yudas, dan Simon. Mereka hanya mengenal-Nya sebagai anak manusia. Saudara saudari, kita harus benar-benar menjadi manusia. Ketika kita berada di antara teman-teman terkasih kita, kita tidak seharusnya memberi kesan bahwa kita berada di atas mereka dengan cara apapun. Ini bukanlah sikap seorang Kristen. Ketika kita berada di antara manusia, kita harus menjadi seperti mereka. Kita tidak boleh memberikan kesan bahwa kita meninggikan diri sendiri. Jika kita demikian, kita tidak bersyarat untuk melayani seorang pun, dan jalan kita sepenuhnya salah. Kita hanya dapat melayani manusia melalui diri kita menjadi manusia. Kita seharusnya tidak penah memberikan kesan pada orang lain bahwa kita selalu merendahkan diri kita. Kita seharusnya tidak memberikan kesan bahwa diri kita berbeda. Jika orang lain memiliki kesan demikian terhadap kita, ini membuktikan bahwa kita bukanlah pelayan-pelayan Allah. Agar dapat melayani Tuhan, kita harus dengan murni mengosongkan diri kita. Ketika kita berbicara dengan mereka yang kurang terdidik lalu kita bersikap dingin dan tak bersahabat, berarti kita sedang memberi tahu mereka bahwa kita tidak termasuk di antara mereka.

Kalau kita tidak dapat merendahkan diri kita sampai titik terendah, maka kita tidak dapat melayani Allah. Kita harus dibawa sampai ke titik terendah; kita tidak boleh pernah merasa bahwa kita lebih baik daripada orang lain. Tidak ada saudara atau saudari yang dapat merendahkan seseorang yang berpengetahuan sedikit. Orang yang demikian tetap memiliki tempat dalam penciptaan Allah; ia memiliki tempat dalam penebusan Allah dan rencana yang sama seperti terhadap Anda dan saya. Perbedaan satu-satunya di antara kita dan orang yang belum diselamatkan adalah bahwa kita mengenal Tuhan. Saudara saudari, kita bersalah dalam segala sikap kita. Kita harus berpaling sepenuhnya dari sikap semacam ini. Kita harus melihat bahwa semua manusia sama di pandangan Allah. Tuhan kita datang ke bumi bagi semua manusia. Oleh karena itu, kita seharusnya merendahkan diri kita juga. Jangan sekali-kali mengelompokkan orang berdasarkan pendidikan yang mereka miliki.

Anda mungkin berkata, "Sikap tak acuh manusia tidak menimbulkan masalah bagiku; kesulitan muncul ketika Anda berkontak dengan dengan orang-orang yang penuh tipu-daya, berdosa, dan liar. Bagaimanakah seharusnya sikapku terhadap mereka?" Anda hanya perlu meninjau kembali hidup Anda sendiri. Apakah dulunya Anda lebih baik daripada keadaan mereka yang sekarang sebelum kasih karunia Allah menjangkau Anda? Sebaik apakah Anda hari ini tanpa kasih karunia Allah? Siapa yang membuat Anda lebih kudus daripada mereka? Ketika Anda melihat diri sendiri di luar ruang lingkup kasih karunia, Anda tidak dapat menemukan perbedaan antara Anda dengan mereka. Kalau bukan karena kasih karunia, apa yang membuat Anda berbeda dengan mereka? Anda hanya dapat menyembah Allah dan berkata, "Aku sama seperti mereka, tidak lebih dari seorang berdosa yang malang." Hanya kasih karunia yang dapat mengajarkan Anda bertelungkup dalam debu dan berkata, "Tuhan, Engkau adalah yang telah menyelamatkan aku." Kasih karunia tidak pernah menyebabkan Anda meninggikan diri sendiri; ia akan selalu menyebabkan Anda melihat bahwa Anda adalah sama dengan penjahat dan orang dosa. Kasih karunia Allah sajalah yang memisahkan Anda dari mereka, bukan diri Anda sendiri. Jika apa yang Anda miliki diperoleh melalui menerima, lalu apa yang patut dibanggakan? Jika kasih karunia adalah satu-satunya hal yang membuat Anda berbeda, maka Anda tidak memiliki dasar untuk meninggikan diri sendiri dengan kasih karunia itu. Anda seharusnya berterima kasih lebih banyak untuk kasih karunia; Anda seharusnya menggunakan waktu lebih banyak berterima kasih kepada Tuhan untuk kasih karunia daripada memuliakan diri sendiri. Anda seharusnya menyadari bahwa Anda sama seperti semua manusia lainnya di pandangan Allah. Anda seharusnya mengasihi mereka. Dosa-dosa mereka seharusnya menyebabkan Anda beringsut dengan gentar, tetapi Anda harus tetap pergi keluar dalam kasih bagi mereka. Dengan hati yang diperbesar sedemikian, Anda akan membawa mereka kepada Tuhan.

EMPAT

Dengan terus mengingat bahwa setiap pelayan Allah memiliki karakteristik dan fungsi khusus bagi Allah, kita tidak seharusnya melupakan bahwa tidak peduli betapa berbedanya fungsi seseorang, semua pelayan Allah yang sejati mempunyai persamaan: Mereka berminat, dengan intens beminat pada manusia. Jika seorang saudara mempunyai hati yang diperbesar dan berminat pada manuisa, kegunaannya di tangan Allah akan meingkat pesat. Saudara saudari, kita harus berminat pada manusia. Jika kita acuh tak acuh dan tidak berminat pada manusia, bagaimana kita dapat mengabarkan Injil kepada mereka? Kita berada di sini untuk berurusan dengan manusia, mendapatkan mereka, dan untuk menyelamatkan mereka. Jika kita tidak memiliki minat pada manusia, bagaimana kita dapat menyelesaikan tugas kita? Tidak ada dokter yang dapat menyingkir dari pasien yang sakit, dan tidak ada guru yang dapat menyingkir dari siswanya. Tentunya aneh sekali jika kita sebagai pemberita Injil tetapi takut bertemu orang-orang! Untuk dapat bekerja bagi Tuhan, kita harus berminat pada manusia. Ini tidak boleh sekadar keluar dari gairah semata. Kita harus memiliki minat berkontak dengan orang, berkomunikasi dengan mereka. Kita tidak perlu lagi diberi tahu untuk berkontak dan berkomunikasi dengan orang. Seorang pekerja seharusnya merasa di dalam hatinya bahwa manusia patut dikasihi dan mustika. Saudara saudari, kita harus menyadari bahwa semua manusia diciptakan Allah dan dikasihi-Nya. Allah menginginkan mereka, dan Ia memberikan putra tunggal-Nya bagi mereka dengan pengharapan bahwa mereka akan menerima hayat-Nya melalui percaya ke dalam Dia. Perbedaan satu-satunya antara kita dengan orang yang belum diselamatkan adalah bahwa kita sudah percaya. Inilah sebabnya kita harus menolong mereka untuk percaya. Kita harus menggarap minat yang besar terhadap mereka. Jika kita melakukan ini, kita akan menemukan ladang pelayanan yang tak terbatas terbuka bagi kita, dan di bawah kasih karunia Allah kita akan menjadi pelayan-pelayan yang terhitung di hadapan-Nya.

Saudari saudari, untuk melayani Tuhan dengan tepat, kita harus mengambil jalan yang lurus. Ingatlah bahwa di pandangan Allah, setiap orang memiliki roh. Dalam hal ini setiap orang adalah sama. Setiap orang berada pada kedudukan yang sama karena setiap orang memilki jiwa dan roh, kita seharusnya mengasihinya dan berjuang untuk melayaninya. Jika kita melakukan ini, sikap kita akan berbeda setiap kali kita bertemu dengan orang di jalan. Ketika seseorang diterangi oleh Allah melalui melihat bahwa ia diciptakan oleh Allah yang sama yang menciptakan teman-teman terkasihnya, terang ini akan menyebabkannya memiliki rasa yang berbeda setiap kali ia bertemu seseorang. Di antara kaum saleh, kita memiliki perasaan bahwa kita adalah saudara saudari. Sekarang kita perlu diterangi lebih lanjut untuk melihat bahwa di antara semua manusia, kita adalah sesama teman yang terkasih. Setiap orang adalah mustika dan patut dikasihi, dan setiap orang layak untuk dilayani. Jika kita memiliki sikap ini, kita akan menjamah hal-hal yang dari Allah ketika hidup di bumi hari ini, karena perhatian Allah selalu terarah terhadap manusia. Manusia diciptakan oleh Allah, dan atas manusia ciptaan Allah ini, kita dapat menyelamatkan beberapa orang masuk ke dalam gereja-Nya. Tujuan Allah adalah gereja, tetapi perhatian Allah tetap pada manusia. Ia ingin mendapatkan manusia. Tidak ada seorang pekerja Tuhan yang dapat meremehkan satu orang pun yang memiliki jiwa dan roh. Jika kita meremehkan seseorang dalam sikap maupun tingkah laku kita, kita tidak layak disebut pelayan Allah. Jika kita ingin melayani Tuhan dengan tepat, kita tidak boleh meremehkan setiap jiwa. Kenyataannya, kita harus belajar menjadi pelayan dalam segala sesuatu dan melayani mereka dengan hati yang rela.

Banyak orang yang memiliki kebiasaan meremehkan orang yang kelihatannya rendah dan memuji-muji orang yang kelihatannya lebih baik daripada diri mereka. Sungguh memalukan bahwa hal ini masih ditemukan di antara para pekerja Allah. Kita seharusnya tidak meremehkan mereka yang kelihatannya berada di bawah kita dalam bentuk apapun. Kita seharusnya menilai posisi seseorang berdasarkan penilaian Allah. Jika kita tidak menanggulangi perkara ini, kita tidak dapat melayani Allah. Dapat mengetahui nilai manusia adalah benar-benar perkara yang besar dan penuh suka cita. Jika kita melihat bagaimana Tuhan telah mati bagi manusia, kita akan menampilkan karakter yang membuat-Nya menderita kematian seperti itu bagi manusia; kita akan merasakan apa yang Tuhan rasakan dan simpulkan bahwa manusia memang layak mendapatkan kasih dan minat kita. Kalau kita tidak melakukan ini, maka kita tidak akan mampu menyamakan diri dengan perasaan Tuhan, dan kita tidak akan mampu bekerja bagi Tuhan.