← Daftar isi Ibrani (2) · bab 4/17

PERHENTIAN HARI SABAT YANG TERSEDIA (4)

Dalam tiga berita terdahulu kita telah nampak makna perhentian hari Sabat menurut wahyu lengkap firman Allah. Secara singkat, perhentian hari Sabat berarti keinginan hati Allah telah terpuaskan. Kapan dan di mana saja, bila manusia di bumi telah mengekspresikan dan mewakili Allah, Allah merasa puas dan menikmati perhentian. Seperti telah kita lihat, perhentian pertama terjadi setelah manusia diciptakan, dan perhentian yang kedua terjadi setelah terbangunnya Bait Suci. Kedua perhentian ini merupakan lambang atau gambar dari perhentian Allah, bukan perhentian sejati Allah. Setelah Tuhan Yesus datang menyatakan Allah, mengekspresikan dan mewakili Allah sebagai sebuah contoh dan model, gereja terlahir dari kematian dan kebangkitan-Nya dan menjadi ekspresi dan perwakilan korporat Allah. Setelah Allah memperoleh gereja, barulah Ia beroleh ekspresi dan wakil yang sebenarnya. Tidak dapat disangsikan lagi, bagi Allah, hidup gereja itulah perhentian sejati. Gereja sebagai perhentian hari Sabat bukanlah suatu lambang, melainkan kegenapan dari apa yang dilambangkan dalam Perjanjian Lama. Setelah Allah memperoleh gereja, Ia pun beroleh perhentian yang sejati.

Dalam berita terdahulu kita juga nampak bahwa zaman gereja merupakan masa penaburan dan pertumbuhan. Tak peduli berapa panjangnya masa ini dalam perasaan kita, tetaplah sebagai masa penaburan dan pertumbuhan. Dalam masa ini, pekerjaan Allah terutama ialah menaburkan diri-Nya ke dalam umat manusia dan membuat orang-orang itu menjadi gereja, Tubuh Kristus, rumah Allah. Orang-orang ini, yang telah diinjeksi dengan diri Allah sendiri sebagai hayat, harus bertumbuh di dalam Kristus hingga mencapai kematangan. Kita harus sangat jelas memahami hal ini. Mengapa dalam masa ini Allah bisa merasa puas? Sebab dalam masa ini Ia telah beroleh ekspresi dan wakil melalui gereja.

Perjanjian Baru menerangkan bahwa gereja sebagai ekspresi dan wakil Allah adalah Kerajaan Allah hari ini di bumi (Rm. 14:17). Siapa yang menerima Yesus Kristus, Putra Allah, ia telah dilahirkan kembali dan masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yoh. 3:5). Puji Tuhan, gereja hari ini adalah Kerajaan Allah! Ibrani 12:28 mengatakan bahwa kita menerima satu kerajaan yang tidak terguncangkan. Yang dimaksud ayat ini bukan berarti kita sudah menerima kerajaan atau akan menerimanya, melainkan berarti kita sedang dalam proses menerima kerajaan ini. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita belum menerima sedikit pun, melainkan kerajaan yang kita terima masih belum tergenapi dengan sepenuhnya. Kerajaan sudah dimulai, dan kini sedang berkelanjutan.

Dalam zaman gereja, kita berada dalam perhentian pertumbuhan, yaitu Kristus sebagai hayat sedang bertumbuh. Dengan perhentian pertumbuhan ini, hati Allah setidak-tidaknya telah merasa sedikit puas, namun belum puas sepenuhnya, karena baru tahap pertumbuhan, belum mencapai tahap penuaian, tahap terakhir. Surat Ibrani ditulis untuk mendorong kaum beriman Ibrani yang masih berkelana, bimbang, dan mondar-mandir, agar mereka memasuki hidup gereja yang tepat, yaitu perhentian hari Sabat hari ini. Tetapi perhentian ini akan disusul dengan yang lebih baik, yaitu perhentian penuaian. Kedua perhentian ini adalah perhentian yang sejati bagi Allah. Hari ini dalam hidup gereja Allah telah memperoleh perhentian yang sejati. Tidak pernah terpikir oleh kita bahwa hidup gereja demikian ajaibnya! Tetapi demi belas kasihan Tuhan, Dia telah mencelikkan mata kita, menunjukkan kepada kita bahwa hidup gereja itu kudus, surgawi, dan rohani, yang dapat kita jamah dalam roh, dan kita nikmati bersama Tuhan sebagai perhentian hari Sabat kita. Haleluya, hari ini di bumi telah ada hidup gereja yang seindah ini!

Kalau kita mengenal Alkitab dan ekonomi Allah, kita akan menyadari betapa setiap orang yang telah dilahirkan kembali dan beroleh selamat perlu masuk ke dalam hidup gereja. Inilah ekonomi Allah. Jika Anda tidak masuk ke dalamnya, Anda akan kehilangan sasaran. Ekonomi Allah tidak hanya menyelamatkan dan melahirkan kembali Anda, tetapi hendak memasukkan Anda ke dalam hidup gereja yang tepat, yaitu perhentian hari ini. Allah hendak memperoleh satu ekspresi dan wakil yang korporat bagi diri-Nya. Allah sangat sabar hati; selangkah demi selangkah Ia sedang merampungkan ekonomi-Nya. Mula-mula Ia menaburkan diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya, dan sekarang Ia memberikan waktu kepada mereka untuk bertumbuh.

XV. PERHENTIAN YANG TERAKHIR

Sekarang kita berada dalam hidup gereja, yaitu perhentian pertumbuhan yang membawa kita ke dalam perhentian penuaian dari Kerajaan Seribu Tahun. Tetapi perhentian penuaian pun masih bukan merupakan perhentian yang terakhir. Perhentian hari Sabat yang terakhir ialah Yerusalem Baru. Pada masa Yerusalem Baru, laut, pekerjaan Iblis, atau dunia yang bejat dan tercemar sudah tidak ada lagi. Semuanya itu akan berada dalam lautan api. Ketika itu akan muncul bumi baru di mana terdapat sebuah kota yang terbangun dari bahan-bahan hidup, yaitu orang-orang yang telah diubah. Komposisi hidup itu, Yerusalem Baru, akan menjadi ekspresi Allah yang sempurna dalam kekekalan yang akan datang. Di sana, di Yerusalem Baru, kita akan nampak ekspresi dan kekuasaan Allah. Di Yeru-salem Baru terdapat takhta dan kekuasaan Allah bagi Kerajaan-Nya. Yerusalem Baru akan menjadi perhentian Allah yang terakhir dan abadi, karena di sana Allah telah beroleh ekspresi dan wakil yang sempurna. Itulah perampungan sempurna dari anugerah Allah, dan kita semua akan mengambil bagian dalam Yerusalem Baru itu.

Entah kita rajin atau malas, Bapa kita yang bijaksana pasti mampu menyempurnakan dan mematangkan kita. Kalau kita tidak mau bekerja sama dengan-Nya, Ia akan sabar menunggu kita sampai esok, bulan depan, tahun depan, bahkan masa (zaman) yang akan datang. Sebelum Yerusalem Baru tiba, ada dua masa, yaitu masa sekarang dan masa yang akan datang. Dalam kedua masa itu, Bapa kita yang sabar akan menanggulangi anak-anakNya yang nakal. Jika kita nakal dan tidak mau mengambil bagian dalam perhentian pertumbuhan hari ini, kita akan kehilangan perhentian penuaian pada masa yang akan datang. Kehilangan perhentian penuaian tidak berarti binasa. Karena kita telah menjadi anak-anak Bapa, kita tidak akan binasa lagi. Tetapi jika hari ini kita tidak hidup berdasarkan anugerah-Nya, sehingga mempersulit Bapa dalam menanggulangi kita, kita akan tetap kehilangan perhentian penuaian yang akan datang. Namun, Bapa kita jauh lebih berhikmat daripada kita, dan Ia mempunyai banyak cara untuk mematangkan kita. Akhirnya, kita semua akan masuk juga ke dalam Yerusalem Baru, perhentian yang terakhir itu.

Secara keseluruhan ada tiga perhentian yang sejati: gereja, Kerajaan Seribu Tahun, dan Yerusalem Baru dalam langit baru dan bumi baru. Walaupun ketiganya itu adalah perhentian bagi Allah, namun yang kedua lebih baik daripada yang pertama, dan yang ketiga lebih sempurna daripada yang kedua. Saya yakin sepenuhnya bahwa kita semua akan berbagian dalam perhentian sempurna yang ketiga itu, sebab perhentian itu sepenuhnya adalah anugerah, bukan pahala. Itu bukan hadiah, tetapi bagian kekal Bapa kita untuk semua anak-Nya. Asalkan Anda anak Bapa, Ia pasti mempunyai cara untuk mematangkan Anda, sehingga akhirnya Anda akan berbagian dalam perhentian ketiga itu.

XVI. PERLUNYA KITA DIMATANGKAN

Ketika Anda mendengar bahwa kita semua dapat mengambil bagian dalam Yerusalem Baru, mungkin Anda akan berkata, “Haleluya, sekarang aku boleh lega, sebab aku pasti bisa masuk ke dalam Yerusalem Baru.” Akan tetapi ketahuilah, sebelum memasuki Yerusalem Baru, kita harus lebih dulu melalui gereja dan Kerajaan Seribu Tahun. Bapa kita yang berhikmat akan menggunakan zaman gereja dan zaman Kerajaan Seribu Tahun yang akan datang itu untuk mematangkan kita. Walaupun Ia telah ditaburkan ke da-lam kita, bagaimana tentang kematangan kita? Ia menghendaki setiap kita semua bertumbuh dan matang, dan Ia akan merampungkan tujuanNya itu. Apapun tidak dapat menghentikanNya. Kemalasan dan kegagalan kita tidak berarti apa-apa, bahkan Iblis pun tidak dapat menghentikan Bapa kita untuk merampungkan kehendak-Nya. Ketika memilih kita, Ia bukan memilih dengan sembarangan, melainkan dengan berhati-hati sekali. Allah tidak pernah menyesali pilihan-Nya, dan pilihan-Nya tidak akan ditarik kembali, melainkan tetap selama-lamanya. Ia telah menyelamatkan kita, dan kita pasti akan berada dalam Yerusalem Baru. Semuanya ini adalah pekerjaan anugerah. Allah telah membawa kita ke dalam keselamatan-Nya, menaruh diri-Nya ke dalam kita, dan kini Ia menghendaki kita ber-tumbuh. Namun, mau tidaknya kita bertumbuh tergantung sikap kita sendiri. Jika kita taat, kita akan menghemat waktu bagi-Nya. Jika tidak taat, kita akan lebih banyak merepotkan Dia. Tetapi Ia tetap mempunyai cara untuk mempertumbuhkan kita. Jika kita tidak mau bekerja sama dengan-Nya, kita akan kehilangan kenikmatan atas hidup gereja dalam zaman ini dan akan kehilangan pahala pula dalam zaman yang akan datang. Bapa kita yang berhikmat akan menanggulangi kita supaya kita bisa matang. Jangan mengira Anda bisa meloloskan diri dari penanggulangan-Nya. Allah mempunyai cara untuk menanggulangi semua orang Kristen yang beroleh selamat namun masih mengembara. Mungkin hal itu tidak terlihat pada hari ini, tetapi pada satu hari kita akan melihat penanggulangan Allah itu.

Betapa besar belas kasihan Bapa yang telah membawa kita dari hidup mengembara ke dalam hidup gereja. Sekarang kita tidak lagi mengembara, melainkan menikmati hidup gereja yang membantu kita mencapai kematangan. Saya berkeyakinan penuh bahwa orang yang berada dalam hidup gereja pasti akan lebih cepat matang dan menjadi buah sulung. Alangkah baiknya kita menikmati gereja saat ini dan kerajaan yang akan datang! Gereja saat ini adalah perhentian kenikmatan, sedang kerajaan yang akan datang adalah perhentian pahala. Jika kini kita menikmati gereja sebaik-baiknya, kita pasti akan menerima kerajaan sebagai pahala di zaman yang akan datang. Jika hari ini kita tidak dengan sebaik-baiknya menikmati gereja, kelak kita akan menderita karena kehilangan kerajaan sebagai pahala. Sangatlah bodoh jika kita kini tidak mau dengan sebaik-baiknya menikmati Kristus dalam gereja! Kenikmatan ini bersifat cuma-cuma, tidak perlu bayar. Malah Bapa kita mendorong kita dengan baik-baik menikmati Kristus. Semakin banyak Kristus yang kita nikmati, Bapa semakin senang dan puas. Jika kita terus-menerus menikmati Kristus, pada suatu hari Bapa akan berkata, “Anak-Ku, karena kamu sudah menikmati Putra-Ku, maka dalam perhentian penuaian kamu akan Kuberi satu hadiah. Kamu boleh menjadi raja bersama Putra-Ku.” Pada waktu itu, kita akan menjadi mitra Kristus yang sejati, meraja bersama-Nya dalam perhentian penuaian.

Ada orang berkata bahwa asalkan kita telah dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah, kita pasti beroleh bagian dalam Kerajaan Seribu Tahun. Namun Alkitab tidak berkata begitu. Firman Allah mengatakan bahwa kita harus menikmati Kristus, bertumbuh, matang, menderita, dan menjadi pemenang bagi Kristus. Kemudian dalam zaman yang akan datang kita akan menerima pahala. Pahala bukan merupakan bagian kekal yang diperoleh setiap orang kudus, melainkan hadiah bagi setiap pemenang dalam Kerajaan Seribu Tahun. Jika Anda hidup dalam rumah Bapa, yaitu gereja, Bapa akan berkata, “Karena kamu telah me-muaskan Aku dalam rumah-Ku, maka dalam Kerajaan-Ku, kamu akan Kuberi pahala.” Namun, jika kita hari ini tidak memuaskan-Nya dalam rumah-Nya, pada zaman yang akan datang, dalam Kerajaan-Nya, kita akan kehilangan pahala, dan akan menderita kerugian. Bagaimana kita nanti, sepenuhnya tergantung pada pilihan kita sekarang. O, alangkah pemurah, adil, dan berhikmat Bapa kita! Ia telah menyediakan perjamuan dan menganjurkan kita semua makan sebaik-baiknya. Semakin baik kita makan, semakin senang Dia. Alangkah bodohnya jika kita tidak dengan baik-baik makan dalam pesta. Kita semua perlu datang menikmati hidup gereja.

XVII. DUA GOLONGAN DOKTRIN BESAR

Dalam hal ini kita perlu melihat dua golongan doktrin besar: Golongan Calvin (Calvinist school) dan golongan Ar-menia (Arminian school). Golongan Calvin mengatakan, segalanya tergantung pada anugerah, pilihan, dan penentuan Allah. Menurut golongan ini, begitu kita dipilih, ditentukan, dan diselamatkan oleh Allah, tidak ada persoalan lagi. Sekali kita telah beroleh selamat, keselamatan itu akan terjamin selama-lamanya. Golongan ini mengatakan bahwa kita tidak akan binasa selamanya dengan mengambil Yohanes 10:28-29 sebagai alasan yang kuat. Menurut ayat itu, orang yang sudah beroleh selamat tidak akan binasa untuk selamanya. Tak dapat diragukan bahwa golongan Calvin mempunyai dasar Alkitab untuk mengatakan demikian. Namun, mengatakan begitu kita diselamatkan lalu tidak akan ada persoalan lagi, kata-kata ini agak berlebihan. Mengetahui diri kita telah ditebus dan dilahirkan kembali memang baik sekali, tetapi kita tidak dapat mengatakan bahwa karena kita telah ditebus dan dilahirkan kembali, maka tidak akan ada persoalan lagi. Sungguh bodoh bila seorang anak mengatakan bahwa karena ia telah dilahirkan, lalu tidak ada persoalan lagi. Anak yang berkata demikian adalah anak yang paling bodoh. Ya, memang kita telah dilahirkan kembali, tetapi di hadapan kita mungkin saja masih banyak masalah.

Golongan Armenian berpendapat, walau seseorang telah beroleh selamat, ia masih ada kemungkinan binasa lagi. Dengan mengutip perkataan Alkitab, antara lain seperti dalam Ibrani 6, mereka mengatakan bila orang yang pernah mengecap karunia surgawi dan berbagian dalam Roh Kudus, pada suatu saat menyimpang dari jalan benar, ia tidak mempunyai kesempatan untuk bertobat, dan seperti sebidang tanah yang dibakar. Menurut mereka ini berarti orang yang beroleh selamat itu akan binasa lagi. Dalam Surat Ibrani terdapat 5 buah peringatan seperti itu, dan istilah-istilah ganjaran atau hukuman di situ oleh golongan Armenian disalahtafsirkan, yaitu diartikan menjadi binasa. Dengan ayat-ayat itulah mereka mempertahankan doktrin mereka, yaitu seorang yang beroleh selamat masih mungkin binasa.

Karena tidak dapat menyesuaikan ajaran mereka dengan kata-kata peringatan dalam Alkitab tadi, golongan Calvin lalu menafsirkan orang-orang yang telah mengecap karunia surgawi dan berbagian dalam Roh Kudus itu adalah orang Kristen palsu. Tafsiran demikian sungguh menggelikan. Bagi mereka jika tidak ditafsirkan demikian, mereka tidak ada jalan untuk mempertahankan doktrin mereka. Baik golongan Calvin maupun Armenian tidak dapat menyesuaikan ajaran-ajaran mereka dengan bagian Alkitab yang membicarakan hukuman Allah atas anak-anak-Nya, sebab mereka semua tidak nampak adanya masalah pahala dan hukuman dalam Kerajaan Allah. Masalah pahala dan hukuman dalam kerajaan adalah jembatan yang menghubungkan kedua golongan tadi.

XVIII. PAHALA DAN HUKUMAN

Marilah kita melihat masalah pahala dan hukuman dari sudut pandang yang alkitabiah. Karena kita telah dipi-lih selamanya oleh Allah, begitu kita beroleh selamat, dila-hirkan kembali, dan beroleh hidup kekal, kita selamanya tidak akan binasa. Hidup yang kekal itu akan menjaga kita. Tangan Tuhan dan tangan Bapa yang berkuasa, akan menopang kita, sehingga kita tidak akan binasa selama-lamanya (Yoh. 10:28-29). Akan tetapi, hal ini tidak berarti kita boleh berbuat dosa seenaknya, sebab dosa apa pun yang kita lakukan akan mendatangkan ganjaran atau hukuman baik pada zaman kini maupun pada zaman yang akan datang. Allah itu adil. Bila anak-anakNya berbuat dosa terus tanpa memperhatikan kehendak-Nya, mereka pasti akan mendapat ganjaran atau hukuman. Jika Anda pada zaman kini tidak mempedulikan kehendak-Nya, Anda akan kehilangan pahala untuk menjadi raja dalam kerajaan pada zaman yang datang. Karena itu kita harus memperhatikan peringatan-peringatan ini.

Dalam kerajaan yang akan datang, yakni perhentian penuaian ada kenikmatan yang luar biasa! Yang pasti itu lebih baik daripada perhentian pertumbuhan masa kini. Perhentian pertumbuhan dalam hidup gereja hari ini akan membawa kita memasuki perhentian penuaian dalam kerajaan yang akan datang. Jika kita mengabaikan perhentian hari ini dalam hidup gereja, kita akan kehilangan perhentian berikutnya dalam kerajaan yang akan datang. Jika kita ceroboh dan berbuat dosa, kita akan menerima hukuman Allah. Namun itu tidak berarti kita akan binasa lagi.

Hal ini terbukti dalam Ibrani 6. Ayat 7 dan 8 mengatakan, “Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya dan menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tanah itu tidak berguna dan sudah dekat pada kutuk yang berakhir dengan pembakaran.” Sebidang tanah mungkin menghasilkan sayur-mayur atau semak duri. Semak duri boleh dibakar, namun ladang tetap utuh, hanya saja akan menderita kerugian. Demikian pula, kaum beriman tidak akan binasa selamanya, tetapi segala perbuatan mereka yang tidak sesuai dengan ekonomi Allah akan dibakar. Apa pun yang kita lakukan di luar kehendak Allah akan dibakar, namun tidak berarti kita akan binasa.

Berbicara sampai di sini, marilah kita membaca sejenak 1Korintus 3:12-14, “Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan tampak, karena hari Tuhan akan menyatakannya. Sebab hari itu akan tampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang, akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah (pahala).” Kaum beriman adalah la-dang Allah (1Kor. 3:9). Kalau yang kita tumbuhkan itu kayu, rumput kering, atau jerami, pasti akan terbakar. Tetapi jika pekerjaan kita itu emas, perak, dan batu permata, kita akan menerima upah, yakni pahala. Jika pekerjaan seseorang terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi bukan berarti ia binasa. Ayat berikutnya mengatakan, “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian; ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” Ayat ini jelas sekali menerangkan bahwa seorang yang telah beroleh selamat masih ada kemungkinan menderita kerugian, namun tidak kehilangan keselamatannya; ia sendiri akan diselamatkan, “tetapi seperti melalui api”. Maukah Anda menjadi orang yang diselamatkan, “tetapi seperti melalui api”? Jika Anda bertanya kepada saya apakah api yang dikatakan di sini, saya hanya dapat mengatakan bahwa saya tidak tahu. Lebih dari 35 tahun yang lalu, ada seorang Kristen tua berdebat dengan saya, katanya, “Bagaimana orang yang sudah beroleh selamat masih bisa diselamatkan melalui api?” Saya menjawab, “Aku tidak tahu, tetapi Alkitab mengatakan demikian.” Kemudian ia berkata, “Di situ bukan langsung ditujukan kepada api, melainkan seperti dari api, atau seperti melalui api.” Ketika itu ada seorang saudara yang lebih tua menyela dan berkata kepadanya, “Walaupun seperti dari api, itu sudah cukup membuat Anda sengsara!” Apa pun arti api yang dikatakan di situ, pastilah tidak enak rasanya, saya tidak mau mengalaminya! Karena kita sudah memiliki perkataan dalam 1 Korintus 3 tadi, kita tidak seharusnya mengatakan bahwa asal kita diselamatkan, tidak akan ada masalah lagi. Belum tentu demikian. Pekerjaan kita ada kemungkinan terbakar, dan kita sendiri mungkin diselamatkan, “tetapi seperti melalui api”.

Ada orang setelah mendengar pembicaraan saya tentang masalah ini, mereka lalu menyalahkan saya, mengatakan bahwa saya mengajarkan purgatori (penyucian dosa) dari kekristenan tertentu. Purgatori (api penyucian dosa) yang terdapat pada ajaran itu yang mengambil 1Korintus 3 sebagai dasar, jauh berbeda dengan firman Allah yang murni. Menurut konsepsi tentang purgatori, bila Anda berbuat dosa dan mati, sanak keluarga Anda dapat memperpendek waktu Anda di dalam purgatori dengan cara membayar sejumlah uang kepada kekristenan tertentu. Itu adalah ajaran Iblis! Apa yang saya beritakan adalah kebenaran yang murni dari firman Allah yang murni.

Dalam 1Korintus 3 dikatakan bahwa kita harus membangun dengan tepat: yaitu dengan sifat ilahi Allah emas; dengan penebusan Kristus perak, dan dengan pekerjaan Roh Kudus batu permata. Kita harus membangun menurut sifat Bapa, penebusan Putra, dan pekerjaan pengubahan Roh Kudus. Jika kita membangun menurut sifat daging, diri sendiri, dan cara duniawi, itulah kayu, rumput kering, dan jerami. Jika Anda membangun dengan emas, perak, dan batu permata, Anda akan menerima pahala. Tetapi jika Anda membangun dengan kayu, rumput kering, dan jerami, Anda akan menderita kerugian, namun tetap beroleh selamat. Ini bukan doktrin Calvin atau Armenian, melainkan firman Alkitab yang murni.

Jadi, selain keselamatan anugerah Allah, terdapat pula masalah menerima pahala atau menderita kerugian. Hanya mereka yang menerima pahala baru berbagian dalam perhentian penuaian yang akan datang. Mereka yang mendapatkan pahala akan menikmati perhentian yang lebih indah dalam Kerajaan Seribu Tahun dan mereka yang beroleh selamat seperti melalui api, akan menderita rugi dan kehilangan perhentian itu. Karena itu, hendaklah kita dengan tekun berlari-lari ke depan menuju sasaran, agar kita beroleh pahala yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus dan maju dengan positif. Selain keselamatan, masih ada pahala yaitu panggilan surgawi, yakni perhentian penuaian dalam kerajaan yang akan datang. Inilah sasaran kita. Jika kita ingin mencapai sasaran ini, perlulah kita mengalami hidup gereja, sebab hidup gereja adalah jalan kita untuk mencapai sasaran ini.