← Daftar isi Ibrani (2) · bab 14/17

MINISTRI SURGAWI DARI KRISTUS YANG SURGAWI

Surat Ibrani terbagi dalam dua bagian utama, dan kedua bagian itu berdasar pada dua aspek dari imamat Kristus. Pertama, Kristus sebagai Imam Besar Allah yang dilambangkan oleh Harun, dan kedua Ia adalah Imam Besar menurut aturan Melkisedek. Ministri Kristus terutama memiliki dua aspek: pertama dilambangkan oleh Harun di bumi, kedua menurut aturan Melkisedek di surga.

I. PERALIHAN DALAM SURAT IBRANI

Menurut pekerjaan dan ministri Kristus, Surat Ibrani ini, dari pasal 7:1 mengalami suatu peralihan, yaitu dari bumi beralih ke surga. Dari pasal 1 hingga akhir pasal 6, terutama mewahyukan pekerjaan Kristus di bumi, yang dilambangkan oleh imamat Harun. Bagian itu adalah firman dasar. Mulai pasal 7:1, ministri surgawi Kristus yang menurut aturan Melkisedek diungkapkan. Bagian ini adalah firman penyempurnaan yang memperlihatkan kepada kita bagaimana Kristus yang surgawi menunaikan ministri di kemah surgawi. Pekerjaan-Nya menyucikan dosa-dosa dilambangkan oleh pekerjaan Harun, sedangkan duduk-Nya Dia di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat tinggi (1:3) adalah menurut aturan Melkisedek (Mzm. 110:1, 4). Pekerjaan-Nya di atas salib di bumi, yang dilambangkan oleh pekerjaan Harun, memberi kita pengampunan atas dosa-dosa. Ministri-Nya di atas takhta di surga adalah menyuplai kita, agar kita mengalahkan dosa. SalibNya menyelamatkan kita dari Mesir, takhta-Nya membawa kita ke dalam Kanaan. Kaum beriman Ibrani telah berbagian dalam pekerjaan-Nya di atas salib, sekarang mereka harus sekuatnya maju untuk menikmati ministri-Nya di atas takhta.

Kita boleh mengatakan bahwa pengampunan dosa hanya berada di lantai dasar dan kemenangan atas dosa berada di lantai kedua. Berabad-abad yang lampau, banyak orang Kristen menuntut mengalahkan dosa. Namun, tidak banyak yang berhasil dalam hal ini, karena mereka mencari sesuatu yang ada di lantai kedua, sedang mereka sendiri berada di lantai dasar. Mana mungkin Anda bisa menemukan barang yang berada di lantai kedua, bila Anda mencarinya di lantai dasar? Pengampunan dosa berada di lantai dasar. Setiap orang Kristen yang telah beroleh selamat dapat bersaksi bahwa dosanya telah diampuni dengan sepenuhnya, seluruhnya, semutlaknya, dan setuntasnya. Akan tetapi kita perlu naik ke lantai kedua, agar beroleh pengalaman mengalahkan dosa. Pengampunan dosa berkaitan dengan pekerjaan Kristus di bumi yang dilambangkan oleh pekerjaan Harun, ini berada di lantai dasar. Mengalahkan dosa berkaitan dengan pekerjaan Kristus hari ini di surga menurut aturan Melkisedek, ini berada di lantai kedua. Di manakah Anda berada, di lantai dasar atau di lantai kedua? Saya yakin saya telah berada di lantai kedua. Kalau Anda sekarang berada di lantai kedua, Anda tidak saja menikmati pengampunan dosa, juga menikmati kemenangan atas dosa. Alangkah indahnya hal ini! Dosa telah berada di bawah kaki Anda. Bila Anda ingin mengalahkan suatu perkara, haruslah perkara itu berada di bawah Anda. Masalah mengalahkan dosa kedengarannya seperti sangat mudah, namun untuk mengalaminya, amatlah sukar. Betapa indahnya bisa menikmati kemenangan atas dosa! Kalau Anda ingin mengalahkan dosa, Anda harus naik ke lantai kedua, yaitu menikmati ministri surgawi dari Kristus yang surgawi menurut aturan Melkisedek.

Seperti telah saya katakan, salib Kristus menyelamatkan kita lepas dari Mesir, sedang takhta-Nya membawa kita masuk ke dalam Kanaan. Di manakah Anda, di Mesir atau di Kanaan? Bagaimana Anda tahu bahwa Anda berada di Kanaan? Jawabnya mudah sekali. Saya tahu saya sekarang berada di Kanaan, karena saya sekarang tidak mengitari salib lagi, melainkan mengitari takhta. Khotbah, berita, percakapan, dan persekutuan kebanyakan orang Kristen hanya berkisar pada salib. Saya hampir tidak pernah mendengar segolongan orang Kristen yang mempersekutukan masalah yang berkisar pada takhta. Di manakah Kristus Anda hari ini, di atas salib atau di atas takhta? Saya dapat bersaksi bahwa Kristus saya hari ini berada di takhta. Saya tidak mencariNya di atas salib, melainkan menikmatiNya di atas takhta. Alangkah indahnya! Kristus kita hari ini bukan lagi di atas salib, melainkan di atas takhta! Perayaan hari Paskah di Mesir melambangkan Kristus di atas salib. Namun Kristus kita hari ini berada di atas takhta; di mana ada takhta di situlah Kanaan. Kita kini berada di Kanaan. Kita berada dalam perhentian hari Sabat, karena Kristus telah berada di atas takhta. Walau kita pernah menerima pekerjaan yang digenapkan Kristus di atas salib, namun kini kita harus maju ke depan menikmati ministri di takhta. Kristus yang menyuplai dan menyertai kita hari ini ialah Kristus yang duduk di atas takhta. O, semoga fakta Kristus di atas takhta hari ini menjadi pengalaman kita! Kita perlu melihat seluruh rincian mengenai Kristus yang naik takhta ini. Ketika kita menikmati Kristus yang demikian, kita sudah berada di lantai kedua, di Kanaan, dan di sekitar takhta.

Berita ini membahas ministri surgawi dari Kristus yang surgawi. Kita telah nampak, Surat Ibrani telah membuat suatu peralihan besar mulai pasal 7:1. Tidak banyak pembaca Surat Ibrani yang nampak peralihan ini, tetapi demi rahmat dan anugerah-Nya, Allah telah menunjukkan peralihan ini kepada kita. Beban saya dalam berita ini adalah menanamkan kesan kepada Anda terhadap peralihan ini. Semoga Roh Kudus mengukirkan peralihan ini ke dalam roh Anda. Peralihan ini bukan hanya peralihan doktrinal, tetapi juga peralihan dalam pengalaman kita terhadap Kristus; beralih secara aktif, yakni jalan obyektif yang subyektif. Apa artinya obyektif yang subyektif, akan saya jelaskan dalam berita berikutnya. Saat ini, saya minta Anda ingat, dalam Ibrani 7:1 kita harus membuat suatu peralihan, supaya kita dapat mengalami Kristus secara obyektif yang subyektif.

A. Dari Pelataran Luar di Bumi

Beralih ke Tempat Maha Kudus di Surga

Peralihan ini dimulai dari pelataran luar di bumi beralih ke tempat maha kudus di surga (8:2; 9:11-12, 24). Hal ini mengingatkan kita kepada pengaturan perabot dalam kemah. Pertama ada pelataran luar, kemudian kemah, yang terbagi menjadi dua bagian: tempat kudus dan tempat maha kudus, yaitu tempat kediaman Allah. Dengan demikian seluruhnya terdapat tiga bagian: pelataran luar, tempat kudus, dan tempat maha kudus. Menurut lambang, baik pelataran luar maupun tempat kudus adalah bagi tempat maha kudus. Tujuan memasuki pelataran luar ialah memasuki tempat kudus untuk kemudian masuk ke dalam tempat maha kudus. Pelataran luar dan tempat kudus adalah untuk membawa orang ke dalam tempat maha kudus. Pelataran luar adalah jalan untuk masuk ke tempat maha kudus, dan tempat kudus adalah sebuah “pintu” yang kita lewati untuk memasuki tempat maha kudus tadi. Bila Anda hanya masuk ke dalam pelataran luar tanpa memasuki tempat maha kudus, Anda telah kehilangan tujuan. Kalau Anda selamanya mondar-mandir di antara mezbah dan bejana pembasuhan saja, itu pun berarti Anda tidak ada tujuan. Mezbah maupun bejana pembasuhan di pelataran luar bukanlah tujuan, tempat maha kudus barulah tujuan. Bila Anda datang kepada mezbah atau bejana pembasuhan, Anda masih perlu maju ke tempat maha kudus. Sekalipun Anda telah masuk ke dalam tempat kudus, Anda masih perlu berkata, “Tuhan, tempat ini bukan tujuanku. Aku hanya melewatinya saja, tujuanku ialah tempat maha kudus-Mu.” Surat Ibrani pada mulanya memaparkan hal-hal di pelataran luar. Kemudian, mulai 7:1, ia mengalihkan kita ke tempat maha kudus. Inilah peralihan dari pelataran luar melewati tempat kudus lalu masuk ke tampat maha kudus.

B. Dari Mezbah Penghapus Dosa di Pelataran Luar

Beralih ke Tutup Pendamaian (Takhta Anugerah) dalam Tempat Maha Kudus

Peralihan ini juga berlangsung dari mezbah penghapus dosa di pelataran luar beralih ke Tutup Pendamaian (takhta anugerah) di tempat maha kudus (13:10, 12; 10:12; 4:16). Di sini kita nampak dua benda: mezbah dan tutup pendamaian. Tutup pendamaian ialah takhta anugerah, yakni tempat Allah bertemu dengan kita, berfirman kepada kita, dan bersekutu dengan kita, juga tempat kita bersatu dengan Allah dalam ekonomi-Nya. Takhta anugerah adalah tempat Allah dengan kita, kita dengan Allah berpadu menjadi satu. Mezbah berada di pelataran luar, sedang tutup pendamaian berada di dalam tempat maha kudus. Mezbah melambangkan salib yang kita kasihi dan kita mustikakan, sebab mezbah telah membereskan dosa-dosa kita. Namun salib masih berada di pelataran luar. Salib yang menanggulangi masalah dosa itu berada di bumi, yang merupakan lantai dasar. Kebanyakan orang Kristen terus-menerus berhenti di pelataran luar dengan salib, jarang sekali yang menyentuh tutup pendamaian dari hari ke hari, apalagi dari saat ke saat. Kita semua perlu belajar menjamah takhta anugerah, tutup pendamaian dari saat ke saat. Kita perlu berdoa, “Tuhan, aku perlu menjamah takhta anugerah-Mu setiap saat.” Takhta anugerah adalah tempat yang seharusnya kita diami. Salib memang baik, tetapi salib bukan tujuan dan sasaran kita, sebab itu kita tidak seharusnya berhenti di sana selamanya. Tempat perhentian kita yang abadi ialah tutup pendamaian, takhta anugerah. Di manakah kita sekarang? Kita sekarang sedang mengitari tutup pendamaian, mengitari takhta anugerah.

Dalam Alkitab kita tidak pernah nampak Allah berfirman dari salib. Dari manakah Allah berfirman? Menurut Alkitab, Allah berfirman dari takhta anugerah, di dalam tempat maha kudus. Bila Anda terus berdiam di sekitar salib, Anda sulit mendengar firman Allah. Namun bila Anda datang ke takhta anugerah, tutup pendamaian, Anda akan segera mendengar suara Allah. Anda akan mendengar suara Allah, karena Anda berada di tempat Allah berfirman, yaitu takhta anugerah. Hanya di sinilah kita dapat mendengar firman Allah, memandang wajah Allah, dan menikmati hadir-Nya. Hanya di sinilah kita dapat bersatu dengan Allah di dalam ekonomi-Nya. Surat Ibrani mengalihkan kita dari mezbah yang ada di pelataran luar ke tempat maha kudus, tempat Allah berfirman.

Di takhta anugerah masalah dosa tidak akan ada lagi. Dosa telah berada di bawah kaki kita. Di takhta anugerah hanya ada anugerah. Apakah Anda tetap terkekang oleh dosa? Apakah Anda masih terganggu oleh tabiat Anda yang buruk? Lupakanlah semuanya itu! Walapun pagi tadi Anda masih marah terhadap istri Anda, tetapi sekarang, ketika Anda membaca berita ini, Anda boleh datang ke takhta anugerah. Beberapa jam yang lalu mungkin Anda berada di bawah dosa, tetapi sekarang bersandarkan anugerah Anda dapat mengalahkan dosa. Sebenarnya tidak seorang pun di antara kita yang patut diduduki oleh dosa lagi, sebab dosa telah tersingkir. Kita semua harus dikuasai, dipenuhi, dijenuhi, dan diluapi oleh anugerah saja. Haleluya atas anugerah Allah. Anda sekarang sedang mengitari salib, atau mengitari takhta anugerah? Semoga kita adalah saudara saudari yang mengitari takhta anugerah.

Apa artinya anugerah? Anugerah adalah Allah sendiri yang mengalir ke dalam kita, melalui kita, dan keluar dari dalam kita, untuk merampungkan segala sesuatu bagi kita. Pernahkah Anda menikmati anugerah sedemikian, yaitu Allah mengalir ke dalam Anda, melalui Anda, dan keluar dari dalam Anda, untuk merampungkan segala sesuatu bagi Anda? Inilah anugerah yang kita nikmati ketika kita mengitari takhta anugerah. Kita semua harus mengenal anugerah secara demikian. Ministri Surat Ibrani bertujuan mengalihkan kita kepada takhta anugerah. Melalui hidup gereja yang kaya, Tuhan telah membawa kita ke takhta anugerah. Jangan mondar-mandir lagi di sekitar salib. Saya tidak mengatakan kita harus membuang salib, tetapi saya mengatakan, jangan terus mondar-mandir pada salib. Kita harus tinggal di takhta anugerah, dan menetap di sana selama-lamanya.

C. Dari Kristus yang di Bumi kepada Kristus yang di Surga

Peralihan Surat Ibrani juga ditujukan kepada peralihan dari Kristus yang di bumi kepada Kristus yang di surga (7:26). Kristus yang kini kita alami dan nikmati setiap hari ialah Kristus yang di surga. Sementara banyak orang Kristen dengan gairah hendak naik ke surga, kita, sekarang ini juga, sedang menikmati Kristus yang di surga. Surat Ibrani mengalihkan kita dari Kristus yang di bumi kepada Kristus yang di surga.

D. Dari Yesus yang Menderita di Jalan Salib kepada Kristus yang Beroleh Kemuliaan di Takhta Allah

Selain itu, peralihan ini juga dari Yesus yang menderita di jalan salib kepada Kristus yang beroleh kemuliaan di takhta Allah (12:2; 13:12; 8:1). Banyak buku telah dikarang untuk membahas perihal Yesus yang menderita di jalan salib. Mereka yang masih berada di jalan salib perlu Surat Ibrani untuk mengalihkan mereka kepada Kristus yang telah dimuliakan di takhta Allah. Kristus kini berada di takhta.

II. DUA ASPEK IMAMAT KRISTUS

A. Dilambangkan oleh Harun yang di Bumi

Tidak banyak orang Kristen yang mengetahui kedua aspek dari imamat Kristus. Walaupun banyak yang mengeahui bahwa Kristus adalah Imam Besar kita, namun yang mengetahui adanya dua aspek dalam imamat Kristus sangatlah sedikit. Aspek pertama dari imamat Kristus dilambangkan oleh Harun di bumi, dan aspek ini telah diwahyukan sepenuhnya dalam Ibrani 5:1-5.

B. Menurut Aturan Melkisedek di Surga

Aspek kedua dari imamat Kristus ialah yang menurut aturan Melkisedek di surga (6:20; 7:1). Dalam 6:20 kita lihat, sebagai Perintis, Tuhan kini berada di belakang tabir di tempat maha kudus di surga. Kita juga telah nampak, aspek pertama dari imamat Kristus terutama untuk pengampunan dosa, sedang aspek kedua untuk mengalahkan dosa. Aspek pertama membawa kita keluar dari Mesir, aspek kedua membawa kita masuk ke dalam Kanaan. Di atas salib, Kristus adalah Imam Besar yang dilambangkan oleh Harun. Tetapi kini kita harus maju ke depan, yakni memasuki partisipasi sepenuhnya dalam imamat-Nya menurut aturan Melkisedek. Bila kita berbuat demikian, kita akan mengalahkan dosa dan menaklukkannya dengan mutlak di bawah kaki kita. Kita akan berada di lantai kedua, di dalam tempat maha kudus, sehingga kita tidak bersangkutpaut lagi dengan dosa, melainkan senantiasa menikmati anugerah. Semuanya ini berkaitan dengan aspek kedua dari ministri Kristus.

III. KEDUA BAGIAN DARI MINISTRI KRISTUS

Berdasarkan dua aspek dari imamat Kristus, maka ministri pun ada dua bagian: bagian bumi dan bagian surga. Sangat menarik, dalam tiap bagian ministri itu terdapat sebelas butir. Baiklah kita sekarang melihat secara ringkas apa yang terkandung dalam kedua bagian dari ministri Kristus tersebut.

A. Bagian Bumi

1. Mempersembahkan Diri-Nya kepada Allah karena Dosa-dosa Kita

Kristus telah mempersembahkan diri-Nya kepada Allah karena dosa-dosa kita (7:27; 9:14, 26; 10:10, 12). Hal pertama yang Tuhan lakukan dalam ministri imam-Nya ialah mempersembahkan diri-Nya kepada Allah karena dosa-dosa kita. Dialah kurban penghapus dosa yang unik dan yang sesungguhnya. Dialah satu-satunya kurban penghapus dosa sejak dunia diciptakan (Why. 13:8). Sebagai kurban yang demikian, Ia mempersembahkan diri-Nya kepada Allah karena dosa-dosa kita. Bila Anda membaca Surat Ibrani dengan cermat, Anda akan nampak surat ini hanya menunjukkan Kristus sebagai kurban penghapus dosa, tidak sebagai kurban lain. Jadi, dalam surat ini satu-satunya kurban ialah kurban penghapus dosa. Kristus mempersembahkan diri-Nya kepada Allah sebagai kurban penghapus dosa kita, yang rampung sekali untuk selama-lamanya; tanpa harus diulangi, sebab telah rampung sekali untuk selama-lamanya.

Kita harus mengumumkan dan menyiarkan kabar kesukaan ini, yakni masalah dosa kita telah beres. Jangan mendengarkan dusta. Bahkan pengalaman Anda pun tidak dapat dipercaya. Dosa sudah tersingkir dari sini. Kita semua harus mengumumkan, “Dosa telah tersingkir.” Kristus telah mempersembahkan diri-Nya, maka dosa terhapuslah. Demikianlah dikatakan dalam Yohanes 1:29, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Sayang sekali banyak orang Kristen tidak percaya atau tidak menyadari bahwa dosa telah terhapus. Percayakah Anda bahwa dosa telah terhapus? Janganlah percaya dosa masih ada di sini. Sekalipun Anda lemah dan gagal, Anda harus berkata kepada Iblis, “Hai Iblis, aku tidak percaya kepadamu. Aku hanya percaya kepada firman Allah yang mengatakan dosa telah terhapus!” Kita semua harus percaya hal ini. Kita harus melupakan pengalaman dan keadaan kita, dengan perkasa kita menerima firman Tuhan, dan mengumumkan kepada musuh dan alam semesta, “Haleluya, dosa telah terhapus! Dosa tidak ada sangkut paut lagi denganku, karena Kristus telah mempersembahkan diri-Nya kepada Allah, sehingga dosa itu terhapus.”

2. Menjadi Kurban Pendamaian bagi Dosa-dosa Kita

Dalam ministri-Nya di bumi, Kristus juga telah menjadi kurban pendamaian bagi dosa-dosa kita (2:17). Walau dosa telah terhapus, tetapi ia telah menimbulkan banyak akibat, dan semua akibat itu telah menimbulkan suatu masalah antara kita dengan Allah. Maka ketika Kristus menghapus dosa, Ia juga telah menjadi kurban pendamaian bagi kita dengan Allah. Di satu pihak, Ia telah membuat Allah puas terhadap kita. Walau pada mulanya banyak masalah di antara kita dengan Allah, tetapi kurban penghapus dosa, Kristus telah memuaskan Allah bagi kita. Kini tidak ada masalah antara kita dengan Allah. Janganlah memperhatikan perasaan Anda, yang mengira masih ada masalah di antara Anda dengan Allah. Itu dusta, jangan mempercayainya! Katakan kepada musuh, “Dosa telah terhapus dan Allah telah dipuaskan!” Haleluya, dosa telah terhapus dan Allah menyertai kita! Inilah kabar kesukaan! Inilah Injil!

3. Telah Menyucikan Dosa-dosa Manusia

Kristus telah mengadakan penyucian dosa-dosa bagi kita (1:3). Kristus telah mempersembahkan diri-Nya bagi dosa-dosa kita, menjadi kurban pendamaian bagi dosa-dosa kita dan menyucikan dosa-dosa kita. Kalau Kristus hanya mempersembahkan diri-Nya bagi dosa-dosa kita dan men-jadi kurban pendamaian bagi dosa-dosa kita, tanpa meng-adakan penyucian dosa-dosa, hal itu berarti pekerjaan-Nya belum beres seluruhnya. Namun, pekerjaan-Nya sudahlah beres dengan sempurna, sebab Ia telah selesai mengadakan penyucian dosa-dosa. Dalam pandangan Allah, kita tidak saja telah diampuni, bahkan telah dicuci bersih. Karena itu, kita sekarang memiliki hati nurani yang bersih tanpa cela.

4. Menguduskan Kita Melalui Persembahan dengan Darah-Nya

Kristus pun telah menguduskan kita melalui persembahan dengan darah-Nya (10:10, 14, 29; 13:12). Ia tidak saja menyucikan dosa-dosa kita, bahkan menguduskan kita, memisahkan kita untuk Allah. Saya tidak menghiraukan bagaimana perasaan Anda terhadap diri sendiri. Menurut perhitungan Kristus, Anda telah dipisahkan dan dikuduskan. Anda bukan milik kota atau tempat di mana Anda tinggal, Anda adalah milik Allah! Ketika Kristus mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban dan membawa darah-Nya ke hadirat Allah, Ia pun menguduskan kita dan memisahkan kita bagi Allah. Ketika Kristus mati di atas salib, mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban, Ia pun memisahkan kita untuk Allah. Mendengar perkataan ini, mungkin Anda akan membantah, “Ah, ini tidak mirip dengan pengalamanku.” Sabar, tunggulah beberapa tahun, atau tunggu sampai abad berikutnya, atau paling lama sampai kekekalan, dan Anda akan nampak bahwa Anda telah dikuduskan bagi Allah. Di Yerusalem Baru kita semua akan dipisahkan bagi Allah. Saya tidak saja percaya hal ini bagi diri saya sendiri, juga bagi semua anak Allah. Janganlah percaya kepada situasi Anda sekarang, sebab semua situasi itu palsu. Adakalanya seorang saudara memberi tahu saya bahwa gereja lokal tertentu keadaannya kurang baik. Saya tidak suka mendengar laporan demikian. Dalam batin saya berkata, “Anda keliru. Setiap gereja lokal indah dan baik.” Bila hari ini kita tidak percaya hal ini, pada suatu hari kelak kita akan percaya. Pada suatu hari kelak, kita akan nampak setiap gereja lokal menjadi indah dan semuanya akan dipisahkan dan dikuduskan bagi Allah. Akan tetapi, janganlah menunggu sampai kekekalan baru percaya. Percayalah hari ini juga. Bila Anda menunggu sampai kekekalan baru percaya, Anda akan kehilangan banyak kenikmatan. Bila hari ini Anda sudah percaya, hari ini juga Anda akan menikmatinya. Betapa indahnya kabar kesukaan yang kita dengar, yakni kita telah dikuduskan dan dipisahkan bagi Allah, melalui Kristus mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban dan persembahan darah-Nya!

5. Menyempurnakan Kita Melalui Persembahan-Nya

Kristus telah menyempurnakan kita melalui persembahan-Nya (10:14). Sempurna berarti genap atau lengkap. Kristus telah menyempurnakan kita menjadikan kita lengkap sempurna. Tidak peduli bagaimana lemah, muda dan hijaunya Anda, Anda telah disempurnakan dan dilengkapi oleh Kristus melalui persembahan-Nya. Inilah Injil, kabar sukacita.

6. Menetapkan Perjanjian Baru bagi Kita dengan Darah-Nya

Dalam ministri-Nya di bumi, Kristus juga telah mene-tapkan perjanjian baru dengan darah-Nya bagi kita (8:6; 9:14-15). Setelah Kristus mempersembahkan diri-Nya menjadi kurban penghapus dosa, mendamaikan kita, dan menyucikan dosa-dosa kita, Ia menetapkan suatu perjanjian baru bagi kita. Dalam perjanjian ini semua butir yang disebutkan di atas tercakup di dalamnya. Kristus telah memeteraikan perjanjian baru ini dengan darah-Nya. Maka, perjanjian ini adalah perjanjian yang dimeteraikan dengan darah. Dengan kata lain, Ia telah menandatangani perjanjian ini dengan darah, bukan dengan tinta. Tidak seorang pun dapat mengubahnya.

7. Mewariskan Perjanjian Baru kepada Kita

Setelah Kristus menetapkan perjanjian baru, Ia lalu pergi ke surga dan mewariskan perjanjian ini kepada kita (9:16-17). Begitu Ia pergi ke surga, perjanjian ini segera menjadi suatu wasiat. Dalam bahasa aslinya, kata “perjanjian” sama dengan “wasiat”. Jadi, perjanjian yang ditetapkan Kristus telah diwariskan kepada kita sebagai wasiat, yaitu sebagai wasiat yang ditinggalkan oleh Dia yang kita kasihi, dan yang mati bagi kita.

8. Mengalami Sengsara Maut bagi Segala Sesuatu

Di atas salib, Kristus juga telah mengalami sengsara maut bagi segala sesuatu (2:9 Tl.). Jangan hanya memikirkan dosa kita, karena akibat kejatuhan Adam, segala sesuatu milik ciptaan lama telah menjadi tidak teratur, kacau berantakan. Karena itu, sengsara maut yang dialami Kristus bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk segala sesuatu. Kolose 1:20 mengatakan, melalui kematian-Nya, Kristus telah memperdamaikan segala sesuatu dengan Allah. Karena kematian Kristus segala sesuatu telah kembali kepada urutannya masing-masing. Kita perlu percaya akan hal ini.

9. Memusnahkan Iblis di Atas Salib

Kristus telah memusnahkan Iblis (2:14). Iblis, biang keladi perusuh dalam alam semesta, telah dimusnahkan oleh kematian Kristus. Kadang-kadang Anda perlu mengingatkan Iblis: “Hai Iblis, mengapa kamu datang menggangguku lagi? Kamu telah dimusnahkan di atas salib. Siapa yang mengizinkan engkau datang ke sini? Aku perintahkan engkau pergi dari sini!” Kita harus percaya bahwa Iblis, dalang pengacau telah dimusnahkan.

10. Membebaskan Kita dari Perhambaan karena Takut kepada Maut

Kristus telah membebaskan kita yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan karena takut pada maut (2:15). Kita tidak perlu takut lagi akan maut, karena sengat maut yang berbisa telah ditiadakan. Kristus telah merampungkan hal ini di atas salib sebelum Ia naik ke atas takhta. Iblis telah dimusnahkan, maut telah ditiadakan (2Tim. 1:10), dan kita pun telah dibebaskan.

11. Membuka Satu Jalan salib

Terakhir, sesudah merampungkan segala-galanya, Kristus membukakan satu jalan salib. Kini kita mempunyai satu jalan raya yang langsung menuju takhta. Satu jalan lurus dan rata telah terbuka mulai dari salib di bumi menuju takhta di surga. Tidak ada ceruk atau lubang pada jalan ini. Jalan dari salib menuju takhta adalah jalan raya, bukan jalan makadam. Bila Anda mengatakan jalan ini tidak rata dan sulit dilalui, itu karena Anda belum memiliki peta Surat Ibrani. Peta Anda keliru, itu peta usang, harus dibuang. Menurut peta yang baru, jalan dari salib ke takhta ialah sebuah jalan raya yang dibuka oleh Yesus yang menderita sengsara dan Kristus yang beroleh kemuliaan. Hari ini yang kita pandang bukan Kristus yang menderita sengsara di atas salib, melainkan Kristus yang beroleh kemuliaan di atas takhta. Ketika Stefanus dirajam dengan batu, di satu pihak ia berada di jalan salib yang tidak rata, tetapi di pihak lain, ia berada di jalan raya. Ia nampak Yesus berdiri di sebelah kanan Allah dalam kemuliaan, dan wajahnya bercahaya bagaikan malaikat (Kis. 7:55-56; 6:15). Saat itu Stefanus berada di jalan raya menuju kepada takhta.

B. Bagian Surga

1. Telah Membukakan Jalan yang Baru dan yang Hidup Menuju Tempat Maha Kudus

Kini mari kita melihat bagian ministri Kristus yang di surga. Di bumi, Kristus telah membukakan satu jalan salib, sedang di surga, Ia telah membukakan satu jalan yang baru dan yang hidup bagi kita untuk memasuki tempat maha kudus (10:19-20). Ia tidak saja menyediakan jalan raya bagi kita, juga telah membukakan jalan yang baru sehingga kita dapat masuk ke dalam tempat maha kudus.

2. Menyucikan Surga Berikut Semua Benda di Dalamnya dengan Darah-Nya

Kristus telah menyucikan surga berikut semua benda di dalamnya. Walaupun kita belum pernah melihat hal ini, tetapi inilah firman Allah. Kita tidak hanya perlu penyucian darah Kristus, surga berikut benda-benda di dalamnya juga perlu penyucian, sama seperti kemah berikut setiap benda yang ada di dalamnya perlu dipercik dan disucikan dengan darah kurban.

3. Meneguhkan Perjanjian Baru dan Mendapatkan Penebusan Kekal

Dengan naik ke surga, Kristus telah meneguhkan perjanjian baru dan mendapatkan penebusan yang kekal (9:12). Kenaikan-Nya ke surga telah meneguhkan perjanjian baru yang didirikan-Nya di bumi. Di sana, di surga, Ia telah mendapatkan penebusan yang kekal bagi kita.

4. Mendapatkan Pelayanan yang Jauh lebih Agung

Kristus telah mendapatkan pelayanan (ministri) yang jauh lebih agung (8:6). Ministri-Nya di atas takhta pada hari ini jauh lebih agung dan unggul daripada pelayanan para imam dalam kemah Perjanjian Lama. Inilah ministri-Nya di dalam tempat yang maha kudus.

5. Sebagai Jaminan dan Pengantara Perjanjian Baru, Memberlakukan Perjanjian Itu

Sebagai Jaminan dan Pengantara Perjanjian Baru, Kristus memberlakukan perjanjian itu (7:22; 8:6; 9:15). Dalam bahasa Yunani, kata “jaminan” berarti suatu garansi, penjamin, sponsor. Kristus adalah jaminan perjanjian yang baru; Ia tidak saja bertanggung jawab atas jaminannya, bahkan atas berlakunya perjanjian tersebut.

6. Sebagai Pelaksana Perjanjian Baru, Melaksanakan Wasiat-Nya

Sebagai Pelaksana Perjanjian baru, Kristus melaksanakan perjanjian ini (9:16-17). Kristus ialah Penjamin perjanjian yang baru dan Ia pun adalah Pelaksana perjanjian tersebut. Perjanjian (wasiat) memerlukan seorang pelaksana, barulah dapat dilaksanakan. Dalam kenaikan-Nya, Kristus menjadi Pelaksana perjanjian, melaksanakan setiap perjanjian itu ke atas diri kita.

7. Sebagai Imam Besar Berdoa untuk Kita dan Menyelamatkan Kita dengan Sempurna

Kristus ialah Imam Besar yang berdoa untuk kita dan menyelamatkan kita dengan sempurna (7:25-26). Hal ini bukan menurut aturan imamat Harun di bumi, melainkan menurut aturan imamat Melkisedek di surga.

8. Sebagai Minister Surgawi, Menyuplaikan Surga, Hayat, dan Kekuatan ke dalam Kita

Selaku minister (pelayan) surgawi, Kristus menyuplaikan surga, hayat, dan kekuatan ke dalam kita (8:2), supaya di bumi ini dapat menempuh hidup surgawi. Ia tidak saja menyelamatkan kita keluar dari hal-hal negatif, juga senantiasa menunjang kita dengan suplai surgawi dari hayat ilahi-Nya.

9. Sebagai Pengudus, Menguduskan Kita dengan Sifat dan Hayat-Nya yang Kudus

Kristus juga sebagai Pengudus yang menguduskan kita dengan sifat dan hayat-Nya yang kudus (2:11). Ia telah menguduskan kita dengan darah-Nya melalui persembahan diri-Nya di atas salib. Itulah pengudusan yang obyektif, yakni pengudusan kedudukan, yang dirampungkan-Nya bagi kita di bumi. Sekarang, Ia sedang menguduskan kita dengan sifat dan hayat-Nya yang kudus, ini barulah pengudusan yang subyektif, yakni pengudusan sifat, yang sedang dirampungkan-Nya bagi kita di surga.

10. Sebagai Penyempurna Iman, Menyempurnakan Iman Kita untuk Kehidupan Kita

Kristus adalah Penyempurna iman (12:2). Ia dapat menyempurnakan kita dalam iman untuk hidup kita seharihari. Ia telah memelopori iman bagi kita ketika Ia di bumi, sebab Dialah pemulai dan pendahulu iman. Kini Ia di surga menyempurnakan iman kita, agar kita dapat hidup dan bergerak berdasarkan iman-Nya.

11. Sebagai Pemimpin Keselamatan, Memimpin Kita Memasuki Kemuliaan

Kristus pun sebagai Pemimpin keselamatan kita, yang memimpin kita memasuki kemuliaan (2:10). Hari ini, setiap hal yang Ia lakukan di surga, tidak lain bertujuan memimpin kita memasuki kemuliaan-Nya, agar Allah memperoleh ekspresi sepenuhnya. Inilah tujuan terakhir dari rencana Allah yang kekal.

Kesebelas butir tersebut di atas adalah ministri Kristus yang lebih unggul di surga pada hari ini.