PERKEMBANGBIAKAN DI YERUSALEM, YUDEA, DAN SAMARIA MELALUI MINISTRI SEKELOMPOK
SEKERJA PETRUS
(7)
Pembacaan Alkitab: Kis. 2:14-47
Dalam 2:14-47, yang mencatat berita pertama Petrus kepada orang Yahudi, Petrus menjelaskan pemenuhan Roh Kudus yang ekonomikal (ay. 14-21), bersaksi tentang Ma-nusia Yesus dalam pekerjaan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan (ay. 22-36), dan menyuruh dan menganjuri orang-orang yang digerakkan Roh itu (ay. 37-41). Kemudian dalam 2:42-47 terdapat suatu gambaran tentang permulaan kehidupan gereja. Dalam berita ini kita akan membahas permulaan kehidupan gereja seperti yang disajikan dalam ayat-ayat ini.
KAUM BERIMAN TETAP BERTEKUN
DALAM EMPAT HAL
Kisah Para Rasul 2:42 mengatakan, ”Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” Di sini kita nampak bahwa kelompok kaum beriman pertama yang dihasilkan melalui para rasul memberitakan dan menyuplaikan Kristus pada hari Pentakosta, terus bertekun dalam empat hal: pengajaran, persekutuan, pemecahan roti, dan berdoa. Pengajaran adalah penyingkapan ekonomi Per-janjian Baru Allah mengenai Kristus dan gereja; persekutuan adalah saling bersekutu dan berkomunikasi antar orang beriman dalam perhimpunan dan komunikasi mereka dengan Allah Bapa dan Kristus Putra; pemecahan roti adalah peringatan akan Tuhan dalam penggenapan-Nya akan penebusan Allah yang sempurna; berdoa adalah bekerja sama dengan Tuhan yang di surga bagi perampungan ekonomi Perjanjian Baru Allah di bumi.
Dua hal yang pertama, pengajaran dan persekutuan, yang dihubungkan dengan ”dan” dijadikan satu kelompok, ini berasal dari rasul-rasul, tetapi pemecahan roti dan berdoa bukan berasal dari para rasul. Ini menunjukkan bahwa selain pengajaran dan persekutuan para rasul, kaum beriman dalam Kristus tidak seharusnya memiliki pengajaran dan persekutuan lain yang mana pun. Dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah hanya ada satu macam pengajaran yang diwahyukan dan diakui Allah, yaitu pengajaran para rasul; dan hanya ada satu macam persekutuan yang berasal dari Allah dan berkenan kepada-Nya, yaitu persekutuan para rasul, ini adalah persekutuan dengan Bapa dan Anak, Yesus Kristus (1 Yoh. 1:3) dan yang merupakan persekutuan satu-satunya dari gereja yang unik, yaitu Tubuh Kristus.
Dua hal yang terakhir, pemecahan roti dan berdoa, juga digabungkan dengan ”dan” menjadi satu kelompok yang lain, merupakan pelaksanaan kaum beriman dalam hidup kristiani mereka, dan ini tidak berhubungan langsung dengan ekonomi Allah bagi pemeliharaan kesatuan gereja, Tubuh Kristus. Karena itu, pemecahan roti dan berdoa bukan berasal dari para rasul; yang dibawa masuk oleh para rasul adalah wahyu Perjanjian Baru Allah dan persekutuan Allah di antara semua orang beriman dalam Kristus.
Pengajaran Para Rasul
Kita telah nampak bahwa orang-orang yang baru percaya bertekun dan sehati dalam pengajaran para rasul. Satu-satunya pengajaran yang tepat dalam Perjanjian Baru adalah pengajaran para rasul. Pengajaran apa pun selain pengajaran para rasul itu tidak alkitabiah, tidak ortodoks. Pengajaran yang ortodoks adalah pengajaran para rasul yang tercatat dalam dua puluh tujuh kitab dari Perjanjian Baru, dari Matius sampai Wahyu. Karena itu, Paulus berkata kepada Timotius, ”Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain” (1 Tim. 1:3). Mengajarkan ajaran lain adalah mengajarkan sesuatu yang berbeda dari pengajaran para rasul. Jika kita memiliki pengajaran yang berbeda, kita akan terpecah ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda-beda. Tetapi jika kita hanya memiliki pengajaran para rasul, kita akan terpelihara dalam keesaan.
Persekutuan Para Rasul
Sebagaimana pengajaran para rasul itu unik, maka persekutuan para rasul juga unik. Dari hal ini kita nampak bahwa semua orang Kristen harus memiliki satu persekutuan, persekutuan yang unik, yang adalah persekutuan para rasul. Persekutuan ini disebutkan dalam 1 Yohanes 1:3: ”Apa yang telah kami lihat dan telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kris-tus.” Bahasa Yunani untuk persekutuan adalah koinonia, berarti berpartisipasi bersama, berpartisipasi secara umum. Persekutuan adalah pengaliran hayat kekal, dan sebenarnya merupakan aliran hayat kekal dalam semua orang beriman, yang telah menerima dan mendapatkan hayat ilahi. Hal ini digambarkan dengan aliran air hayat dalam Yerusalem Baru (Why. 22:1). Karena itu, seperti yang ditunjukkan oleh Kisah Para Rasul 2:42, semua orang beriman sejati ada di dalam persekutuan ini. Persekutuan ini dibawakan oleh Roh itu di dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali. Sebab itu, persekutuan ini disebut ”persekutuan Roh Kudus” (2 Kor. 13:13) dan ”persekutuan roh (kita)” (Flp. 2:1). Dalam persekutuan hayat kekal inilah kita, kaum beriman, berbagian dalam segala apa adanya Bapa dan Anak dan segala sesuatu yang telah dilakukan oleh Bapa dan Anak bagi kita, yaitu kita menikmati kasih Bapa dan kasih karunia Anak melalui persekutuan Roh itu (2 Kor. 13:13).
Persekutuan semacam ini pertama-tama adalah bagian para rasul dalam kenikmatan mereka atas Bapa dan Anak melalui Roh itu. Karena itu, persekutuan ini disebut persekutuan rasul-rasul dan ”persekutuan (rasul) kami” dalam 1 Yohanes 1:3, yaitu persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya Yesus Kristus. Persekutuan ini adalah suatu mis-teri ilahi.
Kata ”persekutuan” yang dipakai dalam Kisah Para Rasul 2:42 dan 1 Yohanes 1:3 menunjukkan penanggalan kepentingan pribadi dan penyatuan dengan orang lain untuk satu tujuan bersama. Jadi, bersekutu dengan para rasul, mengadakan persekutuan dengan para rasul, dan bersekutu dengan Allah Tritunggal dalam persekutuan rasul adalah mengesampingkan kepentingan pribadi kita dan bersatu dengan para rasul dan Allah Tritunggal untuk merampungkan ketetapan kehendak Allah. Partisipasi kita dalam kenikmatan para rasul terhadap Allah Tritunggal adalah penyatuan kita dengan mereka dan dengan Allah Tritunggal untuk merampungkan ketetapan kehendak ilahi-Nya, yang sudah umum bagi Allah, para rasul, dan semua orang beriman.
Hari ini, di antara orang-orang Kristen, tidak hanya ada pengajar-pengajar yang berbeda, tetapi juga ada persekutuan-persekutuan yang berbeda. Izinkan saya mengilustrasikan dari pengalaman saya dengan denominasi Baptis Selatan. Karena ibu saya adalah seorang Baptis Selatan, maka saya mengikuti sekolah Baptis Selatan. Kapan saja satu pelayan-an komuni akan diadakan, diumumkan bahwa hanya orang-orang yang telah dibaptis di denominasi itu yang dapat ber-bagian dalam pelayanan komuni itu. Ini berarti denominasi ini memiliki persekutuannya sendiri, dan persekutuan ini bukanlah persekutuan para rasul.
Persekutuan para rasul itu terbuka, menerima semua jenis orang beriman sejati dalam Kristus. Misalnya, persekutuan ini menerima orang beriman yang telah diselam dan orang beriman yang dipercik. Lagi pula, orang-orang yang ada di dalam persekutuan ini tidak menuntut kaum beriman yang diselam hanya oleh mereka saja. Namun, ada sekte tertentu yang bersikukuh bahwa hanya baptisan mereka yang sah. Mereka mungkin memaksa seorang beriman dibaptis lagi jika ia ingin bergabung dengan kelompok mereka. Ini adalah suatu ilustrasi tentang persekutuan yang berbeda dengan persekutuan para rasul.
Tahukah Anda bagaimana caranya menyatakan apakah suatu kelompok Kristen tertentu itu sekte atau bukan? Satu cara untuk menyatakan hal ini adalah memeriksa apakah kelompok itu menerima semua orang beriman yang sejati di dalam Kristus. Misalnya, seorang saudara dalam Tuhan yang sebagai pastor di Roma Katholik menghadiri sidang perjamuan Tuhan kita. Kita tentunya harus menerimanya, karena ia adalah saudara kita dalam Kristus. Tetapi, kelompok yang tidak menerima semua orang beriman sejati adalah sekte dan tidak melaksanakan persekutuan para rasul.
Di tempat-tempat tertentu ada kaum beriman dari satu kelompok ras yang tidak diterima oleh orang-orang Kristen yang berasal dari ras yang berbeda. Apakah orang-orang yang menolak kaum beriman berdasarkan ras mereka ada di dalam persekutuan para rasul? Tentu tidak. Persekutuan mereka adalah persekutuan ras tertentu, bukan persekutuan para rasul. Persekutuan para rasul tentu mencakup kaum beriman dari setiap ras dan suku bangsa. Kita memiliki suatu ilustrasi tentang hal ini dalam Kisah Para Rasul 13:1, di mana kita nampak di antara para nabi dan pengajar dalam gereja di Antiokhia ada orang-orang dari berbagai ras dan suku bangsa.
Orang-orang yang tidak menerima kaum beriman yang kebangsaannya berbeda dari mereka itu tidak mempraktekkan persekutuan para rasul. Seandainya saudara-saudara tertentu di Amerika Serikat tidak mau menerima saudara-saudara dari Jerman. Mereka berkata, ”Orang-orang Jerman ini terlalu kuat. Kita tidak dapat menerima mereka.” Jika demikian halnya, saudara-saudara di Amerika itu akan men-jadi suatu sekte. Mereka tidak akan memiliki persekutuan para rasul, tetapi hanya memiliki apa yang disebut perse-kutuan gaya Amerika mereka. Juga seandainya saudara-saudara dari Jerman itu bereaksi dan berkata, ”Karena kalian orang Amerika tidak mau menerima kami, kami juga tidak mau menerima kalian.” Akibatnya adalah ada ”dua persekutuan”, persekutuan orang Jerman dan persekutuan orang Amerika. Tetapi, Perjanjian Baru, hanya mengenal satu persekutuan persekutuan para rasul.
Papan nama yang ada di tempat-tempat sidang mereka sering kali menunjukkan bahwa mereka tidak berada dalam persekutuan para rasul. Misalnya, di China saya melihat satu papan nama yang identik dengan tempat yang khusus seperti ”Gereja Presbyterian Amerika”. Belum lama ini saya melihat papan nama di California Selatan yang identik dengan kelompok tertentu seperti ”Gereja China Taiwan”. Betapa anehnya bahwa di Cina ada satu Gereja Presbyterian Amerika, dan di California, ada satu Gereja China Taiwan.” Kelompok-kelompok yang demikian itu tidak mempraktek-kan keesaan Tubuh Kristus.
Menurut Kisah Para Rasul 2:42, dalam kehidupan gereja yang pertama hanya ada satu persekutuan, dan persekutuan itu adalah persekutuan para rasul. Persekutuan para rasul mencakup semua orang beriman sejati. Dalam kehidupan gereja dalam pemulihan Tuhan, kita mengikuti dan mempraktekkan persekutuan para rasul.
Pengajaran dan Persekutuan, Pemecahan Roti dan Berdoa
Konstruksi yang gramatis dari 2:42 ini sangat ber-makna. Di sini kita nampak bahwa kaum beriman yang baru bertekun dalam dua kelompok hal: pertama, dalam pengajaran dan persekutuan para rasul; kedua, dalam peme-cahan roti dan berdoa. Di setiap kelompok dari keduanya ini ada kata sambung ”dan”. Kata sambung ini menggabungkan pengajaran dengan persekutuan para rasul; kata sambung ini dipakai lagi untuk menggabungkan pemecahan roti dengan berdoa. Tetapi, kata sambung ini tidak dipakai untuk menggabungkan dua kelompok ini. Dengan kata lain, empat hal ini — pengajaran, persekutuan, pemecahan roti, dan berdoa — bukanlah satu kelompok yang terdiri atas empat butir. Tetapi, menurut struktur yang gramatis, pengajaran dan persekutuan adalah satu kelompok, peme-cahan roti dan berdoa adalah kelompok lainnya.
Kita dapat melihat dari konstruksi gramatis dari ayat ini bahwa pengajaran dan persekutuan adalah dari para rasul, sedangkan pemecahan roti dan berdoa bukan dari para rasul. Pengajaran dan persekutuan adalah milik para rasul, tetapi pemecahan roti dan berdoa bukan milik para rasul. Ini menunjukkan bahwa meskipun kita dapat berdoa di mana saja dan kapan saja, kita tidak dapat memiliki lebih dari satu jenis persekutuan. Hanya ada satu persekutuan, per-sekutuan yang unik, persekutuan para rasul. Demikian juga meskipun kita dapat memecahkan roti kapan saja dan di mana saja, kita tidak dapat memiliki pengajaran yang berbeda dari pengajaran para rasul. Sebaliknya, sebagai kaum beriman kita hanya boleh memiliki satu pengajaran, pengajaran yang unik, pengajaran para rasul.
MUJIZAT DAN TANDA-TANDA TERJADI
MELALUI PARA RASUL
Kisah Para Rasul 2:43 mengatakan, ”Lalu ketakutan me-landa semua orang, sebab rasul-rasul itu mengadakan ba-nyak mujizat dan tanda ajaib.” Mujizat-mujizat dan tanda-tanda itu bukanlah bagian utama kesaksian Allah, yaitu Kristus yang berinkarnasi, tersalib, bangkit, dan naik ke surga, juga bukan bagian dari keselamatan sempurna Allah. Mujizat-mujizat dan tanda-tanda itu hanyalah bukti-bukti bahwa apa yang rasul beritakan, suplaikan dan lakukan itu mutlak dari Allah, bukan dari manusia (Ibr. 2:3-4).
ORANG-ORANG YANG PERCAYA MENGANGGAP
SEMUA HAL MILIK BERSAMA
Kisah Para Rasul 2:44-45 selanjutnya mengatakan, ”Semua orang yang percaya tetap bersatu, dan semua milik mereka adalah milik bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya ke-pada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” Kita membaca hal yang sama dalam 4:32. Semua milik mereka adalah milik bersama itu bukanlah tanda kasih; melainkan tanda keselamatan Kristus yang penuh kuasa yang menyelamatkan kaum beriman dari keserakahan dan kepentingan diri sendiri. Ini dipraktekkan hanya dalam waktu yang singkat, yaitu pada permulaan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Praktek ini tidak berlangsung untuk jangka panjang sebagai suatu keharusan dalam kehidupan gereja selama ministri Paulus, seperti dibuktikan oleh perkataannya dalam 2 Korintus 9 dan tempat-tempat yang lain.
Kisah Para Rasul 2:45 mengatakan bahwa kaum ber-iman menjual harta dan milik mereka serta membagikan-nya menurut keperluan masing-masing. Ini juga suatu bukti dari keselamatan Allah yang penuh kuasa, yang membuat kaum beriman mengalahkan harta duniawi yang memenuhi, merasuki, dan menduduki seluruh umat manusia yang jatuh (Mat. 19:21-24; Luk. 12:13-19, 33-34; 14:33; 16:13-14; 1 Tim. 6:17). Meskipun keselamatan Allah yang penuh kuasa mem-buat kaum beriman melupakan harta milik yang duniawi, memiliki semua hal milik bersama itu tidak menjadi suatu praktek yang formal dalam kehidupan gereja.
KAUM BERIMAN BERTEKUN DENGAN SEHATI
DI BAIT ALLAH DAN MEMECAHKAN ROTI
DARI RUMAH KE RUMAH
Kisah Para Rasul 2:46-47a mengatakan, ”Dengan berte-kun dan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing se-cara bergiliran dan makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati, sambil memuji Allah, dan mereka disukai se-mua orang.” Pada permulaan ekonomi Perjanjian Baru Allah, kaum beriman sebermula, bahkan kelompok para rasul yang pertama itu tidak jelas bahwa Allah telah meninggalkan agama Yahudi beserta praktek-praktek dan fasilitas-fasilitas-nya, termasuk Bait Suci (Mat. 23:38 — ”rumahmu,” meng-acu kepada bait yang ditinggalkan Allah). Karena itu, me-nurut tradisi dan kebiasaan mereka, mereka masih pergi ke Bait Suci untuk mengadakan sidang Perjanjian Baru mereka.
Menurut 2:46, hari demi hari kaum beriman memecahkan roti dari rumah ke rumah. Kaum beriman sebermula setiap hari mengingat Tuhan dengan memecahkan roti di rumah-rumah mereka. Ini memperlihatkan kasih dan kegairahan mereka terhadap Tuhan.
Bahasa Yunani yang diterjemahkan ”di rumah” juga berarti ”dari rumah ke rumah”, berlawanan dengan ”dalam Bait Allah”. Bersidang dalam rumah adalah cara orang Kristen berkumpul, ini sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah; cara ini berbeda dengan cara orang-orang Yahudi berkumpul di rumah ibadat (6:9). Bersidang di rumah-rumah menjadi praktek umum dan terus-menerus dalam gereja-gereja (cf. Rm. 16:5; 1 Kor. 16:19; Kol. 4:15; Flm. 2).
Dalam 2:46 kita nampak bahwa kaum beriman ”makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati.” Bahasa Yunani untuk ”tulus hati” juga berarti kemurnian. Di sini hal ini menggambarkan hati yang sederhana, tulus, dan polos, memiliki satu kasih dan keinginan serta satu sasaran dalam mencari Tuhan. Kaum beriman yang sebermula ini sederhana, polos, tulus, dan murni dalam hati.
Menurut 2:47a, kaum beriman dalam kehidupan gereja yang sebermula memuji Allah dan disenangi semua orang. Mereka menempuh suatu kehidupan yang mengekspresikan atribut-atribut Allah dalam kebajikan-kebajikan insani, seperti yang dilakukan Yesus, Manusia-Penyelamat (Luk. 2:52).
TUHAN MENAMBAHKAN ORANG-ORANG YANG
DISELAMATKAN DARI HARI KE HARI
Kisah Para Rasul 2:47b mengatakan, ”Tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang dise-lamatkan.” Bagi Tuhan untuk menambahkan orang-orang yang diselamatkan itu berarti Dia menambahkan mereka kepada gereja. Tuhan menambahkan orang-orang yang diselamatkan, dan kebersamaan mereka adalah gereja. Ini menunjukkan bahwa dari permulaan kehidupan kristiani mereka, kaum beriman sebermula telah dibawa masuk ke dalam kehidupan gereja yang korporat. Mereka tidak hidup secara individu sebagai orang Kristen yang terpisah satu dengan yang lainnya. Kita bersyukur kepada Tuhan untuk gambaran kehidupan gereja yang pertama ini.