DIBENTUK MENJADI PASUKAN (2)
Pembacaan Alkitab: Bilangan 2
Dalam berita ini kita akan membahas hal bani Israel berkemah dalam suatu urutan.
IV. BERKEMAH MENURUT SUSUNAN PASUKAN
Dalam Bilangan 2 kita melihat bahwa bani Israel berkemah menurut susunan pasukan. Menyusun sesuatu menurut susunan pasukan berarti menyusun sesuatu dalam susunan yang indah untuk dipamerkan. Semua suku berkemah menurut susunan pasukan merupakan suatu susunan yang indah. Dalam susunan ini ada kedua belas suku, ketiga keluarga anak Lewi, dan satu kelompok istimewa termasuk Musa, Harun, dan anak-anak Harun, para imam.
A. Bani Israel Berkemah Menurut Pasukan Tentara
Melambangkan Umat Tebusan Allah
Dirampungkan dalam Yerusalem Baru
Bani Israel berkemah menurut susunan pasukan melambangkan umat tebusan Allah dirampungkan dalam Yerusalem Baru. Menurut pengamatan kita dan penampilan luar situasi gereja hari ini, tampaknya tidak ada perkemahan yang menurut susunan pasukan. Di gereja Katolik, gereja-gereja negara, denominasi, dan kelompok-kelompok independen, banyak kekacauan. Di dalam semua kelompok itu terdapat kaum beriman sejati, yang merupakan orang-orang pilihan Allah. Bagaimanapun, di antara yang sejati, ada banyak ilalang, banyak orang beriman palsu, seperti yang dingkapkan dalam perumpamaan dalam Matius 13:24-30, 36-43. Tentu saja pasukan yang dibentuk Allah tidak mencakup ilalang, hanya kaum beriman sejati dalam Kristus sepanjang generasi yang dihitung. Semua orang beriman ini, setelah diselamatkan, dikuduskan, diperbarui, diubah, dan diserupakan dengan gambar Kristus, akan dimuliakan. Dalam proses pemuliaan ini akan terlihat realitas Yerusalem Baru sebagai perampungan karya Allah, dalam ekonomi Perjanjian Baru-Nya, atas ciptaan baru di dalam ciptaan lama.
Allah akan memakai empat zaman untuk mengerjakan ciptaan baru-Nya dari ciptaan lama. Akhirnya, karya Allah yang berupa ciptaan baru akan rampung dalam satu perwujudan, Yerusalem Baru. Di sana kita akan melihat umat tebusan Allah berkemah menurut susunan pasukan. Hari ini, bagaimanapun, situasi di antara anak-anak Allah merupakan suatu kekacauan yang menyebabkan kita berduka cita dan menangis. Namun, kita percaya bahwa dari tangisan ini akan timbul yobel. Mula-mula, akan ada yobel dalam skala kecil pada Kerajaan Seribu Tahun. Kemudian akan ada suatu yobel atau pesta dengan skala penuh untuk selamanya di langit baru dan bumi baru.
Seluruh Alkitab yang terdiri atas 66 kitab memperlihatkan satu hal kepada kita, ekonomi Allah. Mula-mula, ekonomi Allah adalah menyelesaikan ciptaan lama. Kemudian, dari ciptaan lama tersebut, Allah menggunakan empat zaman untuk menghasilkan ciptaan baru. Hari ini, ciptaan baru ini terwujud dalam gereja; dalam Kerajaan Seribu Tahun, ciptaan baru tersebut akan terwujud di Yerusalem Baru dalam skala kecil, dan dalam langit dan bumi baru akan terwujud di Yerusalem Baru dalam skala penuh. Perampungan gambar ekonomi Allah yang diwahyukan dalam Alkitab adalah Yerusalem Baru.
Ketika Allah memperlihatkan suatu gambar kepada kita, Dia tidak mempedulikan semua hal negatif. Dia hanya mempedulikan apa yang Ia lihat. Dalam Matius 13 terdapat hal-hal yang negatif, ilalang, ragi, dan pohon besar, di antara hal-hal yang berharga. Allah dalam ekonomi-Nya tidak mempedulikan hal-hal ini. Ia hanya memperhatikan gandum (hayat tumbuhan), yang akan diubah sifat alamiahnya menjadi emas, mutiara, dan batu-batu permata (mineral). Semua benda berharga ini akan sempurna dalam Yerusalem Baru. Dalam Yerusalem Baru kita tidak akan melihat ilalang, ragi, atau pohon besar, sebaliknya, kita akan melihat emas, mutiara, dan batu-batu permata.
Kita harus mengakui bahwa sekarang ini kita masih memiliki ragi dan beberapa unsur pohon besar. Memiliki unsur pohon besar berarti damba menjadi besar dan mempunyai penampilan yang baik. Kita mengakui bahwa ragi dan unsur pohon besar ada pada kita, bahkan di dalam kita. Walaupun demikian, kita boleh mempunyai janji yang menggembirakan bahwa kita juga mempunyai emas, mutiara, dan batu-batu permata dan bahwa benda-benda ini bertumbuh dan meningkat. Kita bisa mempunyai kepastian yang demikian mengenai diri kita sendiri dan juga mengenai gereja. Pada saat kita melihat gereja dan pekerjaan kita, kita mungkin sedih karena kerusakan yang disebabkan oleh situasi yang berantakan di antara kita. Matius 13 memperlihatkan bahwa hal ini tidak bisa dihindari. Suatu hari kita akan pergi dari Matius 13 ke Wahyu 21 dan 22, di mana kita melihat Yerusalem Baru yang dibangun dari emas, mutiara, dan batu-batu permata. Dalam hidup gereja dewasa ini para penatua mungkin lebih pusing daripada mendapatkan kegembiraan. Namun, mereka tidak boleh mengesampingkan gereja, melainkan harus terus maju sampai mereka keluar dari Matius 13 dan mencapai Yerusalem Baru.
Mula-mula, kita akan mencapai Yerusalem Baru dalam Kerajaan Seribu Tahun, yang mana masih akan merupakan ciptaan lama, tetapi berada dalam zaman yang dipulihkan. Jika kita setia kepada Tuhan dalam kehidupan hari ini, kita akan berada di Kerajaan Seribu Tahun untuk berbagian dalam Yerusalem Baru sebelum langit baru dan bumi baru. Namun, jika kita kalah, Allah akan menanggulangi kita dengan cukup serius selama seribu tahun. Yerusalem Baru dalam Kerajaan Seribu Tahun (Why. 3:12) akan menjadi pahala hanya bagi kaum saleh pemenang, sedangkan Yerusalem Baru dalam langit baru dan bumi baru akan menjadi bagian umum bagi semua orang yang ditebus sampai kekal. Dalam langit baru dan bumi baru, semua umat tebusan Allah akan diperlengkapi dan disempurnakan. Dengan demikian, untuk kekekalan di Yerusalem Baru tidak akan ada debu tanah, melainkan hanya ada emas, mutiara, dan batu-batu permata.
B. Setiap Orang Dekat Panjinya,
Menurut Lambang Sukunya
“Orang Israel harus berkemah masing-masing dekat panji-panjinya, menurut lambang suku-sukunya” (Bil. 2:2a). Ini menandakan mereka diatur tidak menurut kecenderungan pilihan mereka, melainkan menurut penetapan dan pengaturan Allah. Jika seorang Israel dilahirkan dalam kaum Ruben, ia harus berkemah pada suku Ruben dan berada di bawah lambang Ruben. Dia tidak dapat berkemah pada Yehuda atau suku lainnya. Hari ini kita perlu belajar untuk tidak mempunyai kecenderungan kita sendiri, tetapi menurut penetapan dan pengaturan Allah.
C. Menghadap Kemah Pertemuan— Dengan Kesaksian Allah sebagai Sasaran Unik
Seluruh bani Israel berkemah “menghadap Kemah Pertemuan” (Bil. 2:2b Tl.) dengan kesaksian Allah sebagai pusat dan sasaran unik (satu-satunya) mereka. Tabut dalam Kemah adalah kesaksian Allah, dan kesaksian Allah adalah loh hukum yang terdapat dalam tabut (Kel. 25:16). Hukum Taurat merupakan suatu gambaran Allah, melambangkan Kristus sebagai kesaksian Allah, mengekspresikan apa adanya Allah. Sebab itu, tabut dalam Kemah Suci, sebagai lambang Kristus, perwujudan Allah, adalah pusat umat Allah, yang melakukan perjalanan dalam berperang bagi kesaksian-Nya. Bagi kesaksian Allah, Kemah Suci disebut Kemah kesaksian; bagi pertemuan umat Allah, Kemah Suci disebut Kemah Pertemuan
D. Di Sekeliling Kemah Pertemuan
Bani Israel berkemah di sekeliling Kemah Pertemuan (Bil. 2:2c). Ini adalah untuk melindungi Kemah Kesaksian.
E. Di Empat Sisi
Bani Israel berkemah di keempat sisi Kemah Pertemuan. Pada setiap sisi terdapat satu perkemahan, terdiri atas tiga suku (Bil. 2:3-16, 18-31).
1. Perkemahan di Sebelah Timur, Selatan, Barat dan Utara
Di sebelah timur, ke arah matahari terbit, adalah panji kemah Yehuda, terdiri atas pasukan-pasukan Yehuda, Isakhar, dan Zebulon; pasukan-pasukan ini adalah yang terdahulu berangkat (Bil. 2:3-9). Di sebelah selatan adalah panji kemah Ruben, terdiri atas pasukan-pasukan Ruben, Simeon, dan Gad; mereka ini yang nomor dua berangkat (Bil. 2:10-16). Di sisi sebelah barat adalah panji kemah Efraim, terdiri atas pasukan-pasukan Efraim, Manasye dan Benyamin; pasukan-pasukan inilah yang berangkat nomor tiga (Bil. 2:18-24). Di sisi utara adalah panji kemah Dan, terdiri atas Dan, Asyer, dan Naftali; merekalah yang berangkat terakhir (Bil. 2:25-31).
2. Urutan dari Keempat Perkemahan
Urutan dari keempat perkemahan tidaklah menurut kelahiran, melainkan menurut kondisi kerohanian. Walaupun Ruben merupakan anak sulung (Kej. 29:31-32), tetapi karena ia melakukan perzinaan, ia kehilangan hak kesulungannya (Kej. 49:3-4; 1Taw. 5:1-2). Yehuda adalah anak keempat (Kej. 29:31-35), tetapi ia berangkat terdahulu, karena ia adalah singa pemenang di antara kedua belas saudara (Kej. 49:8-9), melambangkan Kristus sebagai laskar pemenang, singa dari suku Yehuda (Why. 5:5), Dialah yang mengalahkan musuh Allah. Efraim, anak Yusuf, berada di urutan ketiga oleh karena Yusuf. Di antara perkemahan ini, Dan adalah yang terakhir. Dan juga merupakan yang terburuk, karena ia adalah ‘ular beludak’ (Kej. 49:17), dan dialah yang pertama memberontak terhadap Kerajaan Allah dan membangun pusat ibadah kedua (1Raj. 12:26-30). (Lihat Pelajaran-Hayatkuning Kitab Kejadian, berita 98-107 untuk keterangan lebih lanjut mengenai kondisi rohani dan berkat kedua belas suku Israel).
3. Keempat Perkemahan Masing-masing dengan Tiga Pasukan Menghasilkan Angka Dua Belas
Empat buah perkemahan masing-masing terdiri atas tiga pasukan menghasilkan angka 12. Angka ini terdiri atas 3 dikali 4, melambangkan Allah Tritunggal (3) berbaur dengan ciptaan-Nya (4), membentuk satu unit pemerintahan yang kekal dan sempurna. Angka 12 merupakan angka pemerintahan Allah yang sempurna dan lengkap. Kedua belas rasul, misalnya, adalah bagi pemerintahan Allah.
F. Kemah Pertemuan dengan Perkemahan Suku Lewi,
yang Didirikan di Tengah-tengah, Berada di Bagian Tengah Perkemahan
Di bagian tengah perkemahan adalah Kemah Pertemuan, dengan perkemahan bani Lewi, yang didirikan di tengah-tengah keempat perkemahan (Bil. 2:17). Bani Lewi diberi tempat perkemahan di sekeliling Kemah Pertemuan pada ketiga sisi: di sebelah Barat bani Gerson (Bil. 3:23), di sebelah Selatan bani Kehat (Bil. 3:29), dan di Utara kaum-kaum Merari (Bil. 3:35), menyisakan sisi sebelah Timur bagi Musa, Harun dan kedua anak Harun (Bil. 3:38).
Semakin kita perhatikan tentang gambar bani Israel berkemah menurut susunan pasukan di sekeliling Kemah Pertemuan, kita harus semakin menyembah Allah atas rencana-Nya, kedaulatan-Nya, dan kekuatan-Nya dalam menciptakan melalui kekuatan Allah untuk menciptakan. Yakub mempunyai 12 anak laki-laki, yang masing-masing menjadi satu suku, yang menempati tiga sisi dari Kemah pertemuan, menyisakan satu sisi untuk Musa, Harun dan kedua anak Harun.
Dalam Perjanjian Baru rincian ini tidak disajikan sejelas dalam Perjanjian Lama. Inilah sebabnya kita memerlukan gambar-gambar dalam Perjanjian Lama. Walaupun banyak gambar dalam Perjanjian Lama, sangat sedikit orang Kristen yang tahu bagaimana menerapkannya pada apa yang tercatat dalam Perjanjian Baru. Jika kita membaca Wahyu 21 dan 22 dengan cermat, dalam pasal-pasal ini kita akan menemukan sejumlah peringatan yang mengacu kepada Perjanjian Lama. Tanpa gambaran dalam Perjanjian Lama, sangatlah sulit untuk mengerti wahyu mengenai Yerusalem Baru yang terdapat dalam Perjanjian Baru.
Kita perlu mempelajari hal-hal ini dalam Kitab Bilangan, bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri, dengan mempertimbangkan situasi kita hari ini. Kita perlu memohon belas kasihan Allah dan bertanya kepada-Nya, “Tuhan, aku ini gandum atau ilalang? Tuhan, adakah ragi di dalam diriku?” Tuhan mungkin menjawab dari dalam roh kita, menyingkapkan perkataan sia-sia kita, kritikan, gosip, obrolan yang sia-sia, dan fitnah kita, yang kesemuanya merupakan ragi. Kemudian kita juga perlu bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, apakah pekerjaanku dalam aspek tertentu masih terkait dengan pohon besar?” Dia mungkin berkata, “Ya, Anda senang mencari muka, memamerkan apa yang telah Anda lakukan.” Kita juga hendaknya bertanya kepada Tuhan apakah kita mempunyai emas, mutiara, dan batu-batu permata. Ia mungkin menjawab bahwa kita memang mempunyai sedikit emas dan sedikit mutiara, dan batu permata, tetapi jumlah serta kecemerlangannya kurang memadai. Karena keadaan kita seperti ini, apa yang harus kita perbuat? Kita harus merendahkan diri kita di hadapan Tuhan dan menerima penanggulangan-Nya. Untuk membaca Kitab Bilangan dengan benar, kita perlu merendahkan diri di hadapan Tuhan dan membiarkan Dia menyingkapkan firman-Nya. Kemudian kita akan diterangi dan ditanggulangi oleh-Nya.