ATURAN DALAM TUBUH
Pembacaan Alkitab:
Rm. 12:3-8: “Berdasarkan anugerah yang diberikan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir sedemikian rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh, kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut anugerah yang diberikan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.”
Ef. 4:9-16: “Bukankah ‘Ia telah naik’ berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu. Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberitapemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari Dialah seluruh tubuh — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.”
Kol. 2:19: “Sedangkan ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh yang ditopang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, bertumbuh menurut pertumbuhan yang berasal dari Allah.”
1 Kor. 11:29: “Karena siapa yang makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.”
MINISTRI PARA ANGGOTA
Satu Korintus 12:18 mengatakan, “Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada Tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.” Ini menunjukkan bahwa setiap anggota memiliki tempat yang jelas, tugas yang jelas, dan posisi yang jelas. Setiap anggota memiliki bagian tertentu yang dengannya ia melayani Tubuh Kristus. Mata melihat, telinga mendengar, dan hidung mencium. Tiap organ memiliki fungsinya, dan memiliki bagiannya. Mata melayani tubuh dengan melihat. Telinga melayani tubuh dengan mendengar. Hidung melayani tubuh dengan mencium. Masing-masing memiliki tanggung jawabnya, dan tidak satu pun dapat menggantikan tempat yang lain. Anggota A tidak bisa menjadi anggota B, dan anggota B tidak bisa menjadi anggota C. Tiap anggota memiliki ciri dan kemampuannya. Ciri dan kemampuan ini merupakan tempat, posisi, atau ministri tiap anggota.
Ciri khas satu anggota merupakan ministri anggota tersebut, dan merupakan suplai yang diberikannya kepada Tubuh. Ministri satu anggota menentukan tempat dan posisinya di dalam Tubuh. Bagian tiap anggota dalam Tubuh bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk seluruh Tubuh. Pelayanan kita dalam Tubuh Kristus didasarkan pada apa yang telah kita terima secara khusus dari Tuhan. Pengenalan dan pengalaman khusus yang kita dapatkan dari Tuhan menjadi suplai kita kepada Tubuh. Namun banyak orang Kristen hanya mendapatkan buluh, yang tidak lebih dari pengetahuan yang mereka dengar dan doktrin yang telah mereka pelajari. Semua itu hanya senjata yang terbuat dari buluh; bukan pedang Roh; dan semua itu akan terbukti tidak berguna pada saat dibutuhkan. Ada seorang teolog yang meremehkan istrinya karena istrinya tidak mengenal Alkitab, namun ketika putranya sakit, ia menjadi gelisah. Istrinya, yang memiliki pengenalan mendalam akan Allah bersikap lebih tenang, bersandar, dan teguh dalam iman. Doktrin yang didapatkan dari belajar tidak berguna. Hanya hayat dari Tuhanlah yang terhitung, dan hanya hayat ini yang menyuplai Tubuh.
BERFUNGSI DENGAN TERTIB
Kita menyuplai Tubuh dengan hayat yang telah kita terima dari Kristus Sang Kepala. Namun ketika berfungsi, kita harus melakukannya dengan tepat dan tertib. Ketertiban dalam Tubuh sangat penting terhadap pertumbuhan dan ministri. Dalam tubuh jasmani, anggota yang terlepas dari sendi atau bertumbuh secara tidak pada tempatnya akan mencelakakan tubuh. Ini juga berlaku dalam Tubuh Kristus. Dalam sidang gereja memang tidak ada yang menghentikan pembicaraan Anda, tetapi Anda harus berbicara menurut ukuran iman Anda dan menurut pimpinan Roh. Anda harus tahu apakah pembicaraan Anda melampaui batas, dan Anda harus tahu apakah pembicaraan Anda terlalu panjang. Banyak orang beriman ingin menjadi orang Kristen terkemuka atau pekerja terkemuka, namun jika beberapa orang berkembang melampaui batas, orang lain akan tertinggal perkembangannya. Yang dihasilkan akhirnya bukan Tubuh melainkan suatu makhluk aneh, dan tata tertib Allah dalam gereja akan hancur. Ketika kita benar-benar tunduk kepada otoritas Kepala, Ia akan menaruh kita pada tempat yang khusus dalam Tubuh dan menetapkan kita pada fungsi khusus kita.
Dalam organisasi denominasi, sering kali para pemimpin dipilih menurut latar belakang, status sosial, pendidikan, pengetahuan, kecakapan, kefasihan, atau bakat. Namun mungkin mereka tidak memiliki wahyu, iman, atau pengalaman apa pun di dalam Tuhan. Orang-orang demikian hanya dapat membawa perkara-perkara alamiah ke dalam gereja. Mereka tidak akan menyuplai Tubuh; sebaliknya, mereka akan mendatangkan maut kepada Tubuh. Ministri Tubuh tidak ditentukan oleh hal-hal alamiah. Satu anggota berfungsi dalam Tubuh menurut apa yanng telah dia terima dari Tuhan. Hal itu sesuai dengan “ukuran iman” (Rm. 12:3, 6). Di aspek lain, juga sesuai dengan aturan yang ditetapkan Allah. Karena itu, di satu aspek kita harus menuntut wahyu dan pengalaman dari Kristus agar kita memiliki sesuatu untuk menyuplai Tubuh, dan di aspek lain kita harus mengenal tata tertib Tubuh, yang merupakan pola yang ditetapkan Allah dalam Tubuh. Kita harus bersedia dibatasi menurut ukuran kita. Begitu kita bergerak melampauinya, kita melampaui otoritas Kepala dan meninggalkan pengajaran pengurapan. Ketika kita melampaui ukuran kita, kita mengganggu tatanan Tubuh. Tubuh Kristus adalah sebuah kehidupan organik; Tubuh beroperasi tanpa pengaturan manusia. Semua anggota harus menerima hayat dari Kepala dan berfungsi dengan tertib. Jika hubungan kita dengan Kepala tepat, dengan sendirinya kita akan memelihara tempat kita dalam Tubuh.
RASUL, NABI, PENGINJIL, GEMBALA DAN PENGAJAR
Efesus 4:11 menyinggung tentang sekelompok orang bagi Tubuh; mereka merupakan karunia Allah bagi gereja, untuk menyuplaikan Kristus bagi pembangunan Tubuh. Kita harus memberi perhatian khusus kepada kelompok anggota Tubuh ini.
Rasul-rasul adalah karunia pertama yang Allah tetapkan dalam Tubuh Kristus. Mereka diutus Allah untuk mewakili otoritas Kepala dan melaksanakan perintah Allah di bumi. Dengan demikian, di dalam gereja yang merupakan kesaksian yang tepat akan Tubuh, semua orang beriman harus tunduk kepada otoritas perwakilan. Dalam Perjanjian Lama, Musa tidak berdebat saat Korah dan kelompoknya menolak mengakui otoritas Musa sebagai nabi Allah. Sebaliknya, dia menyerahkan perkara tersebut kepada Allah; ini menyatakan bahwa menyentuh orang yang diurapi Tuhan sama dengan menyentuh Tuhan sendiri, dan menolak mengakui otoritas nabi-Nya sama dengan menolak otoritas-Nya. Akibat dari tindakan menyentuh dan tidak mengakui adalah maut atas para pelanggar. Allah menuntut kita untuk langsung berada bukan hanya di bawah otoritas Tuhan, tetapi juga di bawah otoritas mereka yang mewakili otoritas-Nya dalam Tubuh. Ketika kepala memerintahkan lengan untuk bergerak, jari kecil harus bergerak bersama lengan. Lengan melukiskan otoritas perwakilan. Kita harus memelihara posisi kita dalam Tubuh di bawah ke-Kepalaan Kristus dan di bawah otoritas mereka yang telah diberi otoritas-Nya. Tunduk kepada otoritas Allah secara langsung jauh lebih mudah daripada tunduk kepada otoritas perwakilan-Nya dalam Tubuh. Tunduk kepada otoritas perwakilan-Nya menuntut kita untuk lembut dan rendah hati. Kita tidak dapat mengabaikan aturan Allah tanpa menerima hukuman, seperti yang kita lihat dalam surat Paulus ke Korintus (1 Kor. 11:29-30). Tidak ada tempat untuk pikiran atau tindakan individual dalam Tubuh Kristus. Tubuh bergerak di bawah kendali Kepala. Tidak menaati hukum Tubuh berarti kelemahan dan kematian.
Para nabi bukan hanya menubuatkan peristiwa-peristiwa yang akan datang, tetapi juga mengutarakan maksud hati Allah. Mereka adalah orang yang diutus Allah kepada umat-Nya untuk menyampaikan kehendak Allah. Nabi terbesar dalam Perjanjian Lama adalah Elia, bukan Yesaya, karena kebanyakan perkataan Yesaya adalah nubuat, sedangkan Elia terutama menyampaikan kehendak Allah. Ketika seorang nabi menerima wahyu dari Tuhan, ia menyampaikan maksud hati Allah kepada umat-Nya. Seorang nabi adalah orang yang mengenal dan menyatakan maksud hati Allah, sedangkan seorang yang bernubuat hanya sekadar memberitahukan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Di dalam Tubuh ada sekelompok minister khusus yang mengenal maksud hati Allah dan menyatakannya kepada Tubuh. Mereka ini juga merupakan otoritas perwakilan dari Kepala.
Para penginjil menyatakan rahmat Allah dalam Kristus, sementara para gembala dan pengajar menyatakan kekayaan Allah dalam Kristus dan memberikan suplai kepada orang lain dengan kekayaan ini. Masing-masing minister ini adalah “sendi dari suplai yang kaya” (Ef. 4:16, Tl.). Mereka menerima hayat dari Allah dan menyampaikannya kepada seluruh Tubuh. Banyak orang Kristen berkata, “Aku langsung menjamah Sumber suplai; aku bisa memperoleh segalanya untuk diriku dari Kepala.” Sikap yang demikian merupakan suatu penolakan mengakui otoritas Tuhan, yang dalam kedaulatan-Nya telah menetapkan bahwa para anggota akan tergantung bukan hanya kepada Dia, tetapi juga kepada satu sama lain.
Bagaimanakah “sendi dari suplai yang kaya” ini melayani Tubuh? Mereka adalah orang-orang yang telah menerima pelatihan khusus di bawah tangan Tuhan dan telah dibentuk secara khusus melalui lingkungan yang diatur Roh Kudus; mereka memiliki sejarah mengenal Kristus. Mereka telah diuji dan dididik oleh Kristus, dan mereka memenuhi syarat untuk menyampaikan nilai-nilai rohani. Mereka memiliki sejarah tersembunyi dalam hal kesusahan, dan salib telah menggarapkan dalam diri mereka perkara-perkara yang mereka suplaikan kepada Tubuh.
PENATUA
Selain itu, dalam gereja lokal ada anggota-anggota yang memiliki hak untuk menjalankan otoritas. Mereka bukan hanya otoritas yang ditunjuk; mereka memiliki otoritas, mereka adalah para penatua. Mereka menempati posisi ini bukan karena mereka dijadikan penatua, namun karena mereka adalah penatua. Para penatua dinyatakan secara spontan oleh Roh Kudus; satu-satunya yang bisa dilakukan orang adalah mengenalinya dan meneguhkannya. Dalam gereja yang rohani, anggota-anggota yang paling rohanilah yang memegang jabatan penatua; dalam gereja yang karnal (bersifat daging), jabatan ini dipegang oleh mereka yang memiliki persyaratan alamiah terbaik. Saat seorang pria menikah dan mempunyai anak, ia menjadi ayah. Tidak seorang pun dapat ditetapkan untuk menduduki jabatan sebagai ayah. Seorang pria adalah ayah atau bukan ayah; ia tidak dapat dijadikan ayah. Begitu pula, tidak seorang pun dapat dijadikan penatua. Ia adalah penatua atau bukan penatua. Penatua tidak dipilih berdasarkan kampanye dan pemilihan; penatua dinyatakan dengan spontan lewat kematangan dalam hayat. Mereka haruslah orang-orang yang murni hatinya, yang menuntut, dan yang bertumbuh dalam perkara-perkara rohani. Tugas mereka adalah menolong yang lainnya untuk menaati Kepala. Jika seseorang menjadi penatua, yang harus dilakukan gereja adalah mengakui dia dan membiarkan dia berfungsi sebagaimana mestinya.
LAKI-LAKI SEBAGAI KEPALA PEREMPUAN
Dalam pengaturan Allah, laki-laki adalah kepala perempuan. Karena itu, para saudari tidak memiliki kuasa administratif dalam gereja. Namun demikian, ini bukan berarti bahwa setiap laki-laki dapat menjadi kepala perempuan; hanya mereka yang berada di bawah Kristus yang dapat menjadi kepala para saudari. Penudungan kepala para saudari menunjukkan bahwa mereka memelihara ketertiban dalam Tubuh, bahwa mereka tunduk kepada Kristus dan juga kepada otoritas Tubuh.
Tegasnya, dalam Tubuh tidak ada otoritas; segala otoritas ada pada Kepala. Kelemahan yang disebut gereja hari ini adalah otoritas telah menjadi perkara posisi, bukan hayat. Dalam Tubuh Kristus otoritas adalah perkara hayat, bukan posisi. Jika satu anggota memiliki otoritas, itu karena otoritas tersebut telah digarapkan ke dalam dirinya terlebih dulu. Dia telah mengalami penanggulangan Allah, dan otoritas telah menjadi hayat di dalam dia. Allah tidak menetapkan beberapa individu tertentu untuk bertindak sebagai mata, telinga, mulut, tangan, dan sebagainya. Ia menjadikan mereka demikian oleh pengoperasian salib. Ketika mereka adalah organ-organ itu, mereka berfungsi dengan wajar dalam kapasitas tersebut. Semuanya ini terletak pada hayat. Karena itu, ketika Tubuh memelihara posisinya di bawah otoritas mutlak Kepala, hayat akan mengalir, dan ketika kita taat kepada hayat Tubuh, Tubuh akan bertumbuh secara berkesinambungan dan proporsional. Kalau kita tidak benar-benar di dalam hayat Tubuh, tidak akan ada peningkatan dalam ukuran Kristus.
Para rasul dan penatua tidak memiliki otoritas dalam dirinya; mereka hanya memiliki otoritas jika mereka berdiri di bawah otoritas Tuhan. Mereka menjalankan otoritas dalam Tubuh dengan mewakili otoritas Kepala. Jika para rasul dan penatua memiliki maksud hati Allah, maka mereka memiliki otoritas Allah, karena Ia hanya mengkonfirmasi orang yang mewakili-Nya. Orang yang diserahi otoritas-Nya, orang itulah yang ditopang dengan otoritas-Nya.
Kehidupan Tubuh mengharuskan penanggulangan yang hebat terhadap hayat alamiah. Tanpa kita diremukkan, kita tidak dapat tunduk kepada otoritas perwakilan dalam Tubuh, juga tidak mau menyuplai dan disuplai pada tempat kita yang telah ditetapkan oleh kedaulatan-Nya. Allah tidak dapat membiarkan pelanggaran ada dalam gereja-Nya, karena hal itu membuat Tubuh tidak dapat bertumbuh. Ia tidak dapat mengizinkan siapa pun menonjolkan diri, karena ini juga menghalangi pertumbuhan Tubuh dan menyangkal otoritas Kristus sebagai Kepala. Setiap hasrat orang beriman yang ingin menjalankan otoritas, bertentangan dengan hayat Tubuh. Kristus sendirilah Kepala dan kita semua adalah anggota satu sama lain. Orang yang menyatakan bahwa dirinya memiliki wahyu tentang Tubuh, namun tidak tunduk kepada otoritas Tubuh atau memiliki hubungan yang tepat dengan anggota lainnya, maka pernyataannya itu tidak benar. Begitu kita benar-benar nampak Tubuh, kita juga akan nampak perlunya ketaatan dan hubungan timbal balik. Taat adalah satu ciri istimewa dari orang yang mengenal hayat Tubuh.
Allah benar-benar memiliki pengaturan dan tata tertib dalam Tubuh Kristus. Kita harus berhati-hati untuk mengenali Tubuh, sebagaimana dikatakan dalam 1 Korintus 11:29. Kita tidak bisa sembrono dalam Tubuh dan mengajukan usulan-usulan dengan sembarangan dan melampaui batas. Setiap anggota harus berada dalam aturan yang tepat dan berjalan dengan cara yang tertib. Otoritas ditetapkan oleh Tuhan; tidak seorang pun dapat menjadi otoritas dalam dirinya sendiri, dan tidak seorang pun dapat memilih orang lain menjadi otoritas. Otoritas datang dari pengaturan Tuhan dan adalah bagi kehidupan Tubuh. Kita harus jelas tentang posisi kita dalam Tubuh dan memelihara posisi kita. Dalam kehidupan Tubuh, kita semua harus berjalan menurut aturan dalam Tubuh.