← Daftar isi Rahasia Kristus · bab 5/11

PERLINDUNGAN, PEMBATASAN, DAN PELAYANAN DARI TUBUH

Pembacaan Alkitab:

Ef. 3:3-6: “Yaitu, bagaimana rahasia itu diberitahukan kepadaku melalui wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui pengertianku tentang rahasia Kristus, yang pada zaman orang-orang dahulu tidak diberitahukan kepada anakanak manusia, tetapi sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.”

Ef. 2:15: “Sebab dengan kematian-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.”

PERLINDUNGAN TUBUH

Kita telah melihat bahwa gereja adalah Tubuh Kristus. Tubuh ini memberikan suplai kepada tiap anggota Tubuh. Lebih jauh lagi, Tubuh ini juga memberikan perlindungan kepada tiap anggota. Hal ini penting khususnya ketika memasuki peperangan rohani. Efesus adalah sebuah kitab yang khusus membahas Tubuh Kristus. Dalam pasal 6 kita melihat bahwa peperangan rohani adalah sesuatu yang dikaitkan dengan gereja, bukan dengan individu. Kamu yang harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah adalah kamu yang jamak dan bukan tunggal. Iblis tidak takut terhadap individu, dia takut terhadap gereja. “. . . di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya” (Mat. 16:18). Kita harus menghadapi Iblis di atas tumpuan Tubuh. Bahkan dalam doa-doa pribadi kita, kita harus berdiri dengan iman di atas tumpuan Tubuh. Banyak orang Kristen jatuh di hadapan musuh karena mereka berdiri sendiri. Sesungguhnya, jika kita berdiri sendiri, kita mengundang serangan Iblis.

Kita harus ingat bahwa perlengkapan senjata rohani adalah untuk gereja, bukan untuk individu-individu. Tubuh Kristuslah yang mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Di dalam Tubuh, setiap anggota memiliki kekhususan masing-masing dan semua kekhususan ini dipadukan bersama membentuk seluruh perlengkapan senjata Allah. Jika seorang saudara memiliki iman, ia memiliki perisai iman. Jika saudara lainnya memiliki firman Allah, ia memiliki pedang Roh. Seluruh perlengkapan senjata Allah adalah totalitas dari semua kekhususan anggotaanggotanya. Dengan demikian, seluruh perlengkapan senjata itu adalah untuk seluruh gereja, bukan untuk individu. Peperangan rohani adalah suatu peperangan terpadu dari seluruh anggota Tubuh, bukan peperangan individu secara sendiri-sendiri. Sebuah pohon dapat dengan mudah dirubuhkan oleh angin, tetapi satu hutan tidak akan mudah dirubuhkan angin. Iblis suka memilih mereka yang tanpa tudung perlindungan sebagai sasaran serangannya. Dia mencari orang yang sendirian dan terisolasi. Siapa yang berada di bawah perlindungan Tubuh akan terlindung. Salah satu fungsi Tubuh Kristus adalah melindungi para anggotanya. Kita memerlukan penudungan oleh Tubuh; jika tidak, kita akan terus-menerus terbuka tanpa perlindungan terhadap musuh. Lagi pula, orang yang individualistis mudah tertipu; karena itu diperlukan penudungan oleh Tubuh. Kita harus terus-menerus bersekutu dengan sesama kaum beriman. Kita tidak boleh hanya secara umum mengakui bahwa kita memerlukan Tubuh, tetapi juga harus mendatangi saudara saudari dan meminta pertolongan secara khusus.

Tubuh Kristus adalah suatu realitas dan bukan doktrin atau teori. Perlindungan Tubuh juga adalah suatu realitas dan bukan doktrin. Segera setelah saya beroleh selamat, saya membaca di dalam Alkitab mengenai memikul salib. Saya berpikir jika saya menghafalkan ayat-ayat tentang pokok ini, saya akan memikul salib, tetapi jika saya lupa, saya tidak akan memikul salib. Kemudian, saya menemukan bahwa memikul salib tidak ada hubungannya dengan ingatan. Ingatan kita hanya sekadar menyimpan doktrin. Jika firman Tuhan adalah hayat bagi kita, tidak ada sesuatu pun yang akan mempengaruhi kita dalam hal memikul salib. Tidaklah masalah apakah kita mengingat firman atau tidak, karena jika firman Tuhan adalah hayat bagi kita, firman itu telah menjadi hukum hayat di dalam kita dan bukan lagi sekadar hukum Taurat atau aturan luaran bagi kita. Hal yang sama juga berlaku bagi Tubuh Kristus — hal ini merupakan hukum hayat. Begitu kita memasuki hayat ini, kita segera berada di bawah pengoperasian hukum hayat ini, dan kita akan menemukan bahwa perlindungan Tubuh adalah suatu realitas, bukan hukum Taurat luaran.

Tentara bersembunyi di dalam parit-parit perlindungan untuk melindungi diri dalam pertempuran. Mereka tidak bisa memperlihatkan kepalanya, karena hal itu berbahaya. Hal ini juga berlaku dalam peperangan rohani. Tidak seorang pun anggota Tubuh boleh sendirian dan tidak seorang pun dari mereka boleh memperlihatkan kepalanya. Kita hanyalah anggota di dalam Tubuh, kita memerlukan perlindungan dari saudara dan saudari. Ketika Musa mengangkat kedua tangannya untuk berdoa bagi orang Israel, dia memerlukan pertolongan Harun dan Hur. Dengan pertolongan mereka, orang Israel mengalahkan orang Amalek. Jika orang yang sekuat Musa masih memerlukan pertolongan saudara-saudaranya, terlebih lagi kita memerlukan pertolongan dari saudara-saudara kita! Banyak orang melakukan berbagai hal tanpa berkonsultasi dan berdoa dengan saudara saudari, ini berarti tidak mengenal perlindungan Tubuh, dan akibatnya ialah kegagalan. Kita semua harus melihat realitas perlindungan Tubuh, bersembunyi di bawah penudungannya, dan menerima perlindungannya.

Inilah perbedaan antara orang yang memiliki wahyu mengenai Tubuh dan yang tidak: orang yang mengenal Tubuh hanya sebagai kebenaran akan mencari nasihat dan penudungan Tubuh, namun ia melakukannya hanya sebagai basa-basi, bukan sebagai hayat. Ketika dia ingat dia akan melakukannya, tapi dia juga mudah melupakannya. Orang yang telah melihat Tubuh sebagai realitas dan telah masuk secara pengalaman ke dalam ruang lingkup Tubuh tidak mungkin melupakannya. Tindakannya yang berdasarkan prinsip Tubuh merupakan sesuatu yang spontan karena hal itu sudah menjadi hayatnya.

PEMBATASAN TUBUH

Jika Anda sekadar seorang beriman, Anda dapat bertindak sekehendak hati Anda, namun jika Anda adalah anggota Tubuh, maka Anda harus rela dibatasi oleh anggota lainnya. Di sini kita melihat diperlukannya salib. Salib memimpin kepada Tubuh, dan salib beroperasi dalam ruang lingkup Tubuh. Jika saya adalah orang yang cepat dan anggota lain adalah orang yang lambat, saya tidak boleh bersikeras mempertahankan kecepatan saya; saya harus rela dibatasi oleh anggota yang lambat. Jika saya seorang nabi, ketika hendak memberitakan Injil kepada orang yang belum beroleh selamat, saya harus mempersilakan penginjil untuk memberitakan Injil. Saya tidak seharusnya melakukan semua pekerjaan Injil hanya karena merasa bahwa saya memiliki karunia bernubuat. “Tetapi kepada kita masingmasing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian Kristus” (Ef. 4:7). Satu hal yang mendasar bagi perkembangan Tubuh adalah bahwa kita mengenal ukuran kita masing-masing dan tidak bertindak melampauinya.

Tubuh Kristus bukan hanya merupakan perlindungan bagi para anggotanya, tetapi juga merupakan pembatasan terhadap setiap anggotanya. Setiap orang Kristen hanyalah satu anggota di dalam Tubuh Kristus dan harus menerima pembatasan dari Tubuh. Kita tidak boleh membiarkan diri kita bertindak sesukanya; sebaliknya, kita harus belajar berbaur dengan saudara saudari lainnya. Watak dan kekhasan individu tidak mendapat tempat dalam gereja. Setiap anggota harus menghormati talenta sesamanya dan setia dengan talentanya sendiri. Terlebih lagi, setiap anggota harus mengenal kemampuan dirinya dan tidak menilai dirinya lebih tinggi dari yang sebenarnya. Jika setiap orang melakukan ini, tidak akan ada iri hati, ambisi, atau kecenderungan mengerjakan apa yang orang lain bisa kerjakan. Dalam 2 Korintus 10:14 Paulus berkata, “. . . kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.” Namun banyak orang belum melihat kemampuan diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka melangkahi batasan mereka. Mereka yang melangkahi batasan mereka berarti menginjak sesamanya di bawah kaki mereka; mereka menendang sesamanya, menekan yang lainnya, dan merampas bagian anggota lainnya. Jika anggota di dalam gereja berlaku sedemikian, maka beberapa dari mereka akan mulai memonopoli dan yang lainnya akan mundur menarik diri, yang akan mngakibatkan kerugian bagi gereja. Kita tidak seharusnya berlaku demikian. Kita harus berpaling dan mengambil tempat kita di dalam Tubuh dan dibatasi oleh Tubuh. Jika kita melakukan ini, Tubuh Kristus akan terhindar dari kerugian.

MINISTRI TUBUH

Persekutuan dalam Tubuh bukan hanya menerima bantuan dari anggota lain, tapi juga memberi bantuan kepada anggota lain. Berfungsinya Tubuh Kristus bersifat saling. Saling adalah ciri khas dari Tubuh. Bahkan jika ada pelayanan mimbar, pelayanan tersebut tidak boleh hanya satu sisi. Pembicara di mimbar membutuhkan bantuan sidang jemaat, sidang jemaat membutuhkan bantuan pembicara. Hanya menjadi pendengar atau pemantau itu bertentangan dengan hayat Tubuh. Setiap orang Kristen harus berbagian dalam sidang (perhimpunan) dan memberikan suplai kepada anggota lainnya. Jenis suplai yang demikian merupakan ministri anggota Tubuh, fungsi anggota Tubuh, juga merupakan persekutuan hayat. Tidak seorang pun anggota Tubuh yang boleh memutuskan dirinya dari persekutuan ini. Jika Anda berhenti dari persekutuan ini, hayat akan berhenti mengalir, dan Anda akan menjadi beban bagi Tubuh. Jika seseorang berpikir bahwa dia tidak perlu berbicara apa pun, bahwa dia akan diperkenan dan tidak menyebabkan kesulitan apa pun selama dia berdiam diri, dan dengan tenang serta sopan menerima dari yang lainnya, itu berarti dia tidak mengenal apa Tubuh Kristus itu. Setiap anggota harus memberikan suplai, bersekutu, dan berfungsi dalam Tubuh. Ini adalah hukum Tubuh. Dalam tubuh fisik, tidak satu pun anggota dapat berhenti berfungsi tanpa mengakibatkan kerugian bagi seluruh tubuh. Ini juga berlaku di dalam Tubuh Kristus.

Dalam perhimpunan gereja setiap anggota harus berfungsi menurut pimpinan Roh Kudus. Satu Korintus 14:26 berkata, “Jadi, bagaimana sekarang, Saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, . . . tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.” Sekalipun demikian, banyak orang datang ke perhimpunan gereja sebagai penonton. Mereka merupakan beban yang berat bagi Tubuh. Tuhan memberi tahu orang-orang Farisi bahwa jika murid-murid-Nya tidak bersukacita dan memuji Allah dengan bersorak-sorai, batu pun akan berteriak. Tidaklah normal jika orang beriman tidak berfungsi dalam perhimpunan gereja, dan ini tidak diperkenan Tuhan. Setiap kali Anda datang ke perhimpunan gereja, Anda harus memasuki persekutuan. Di atas diri setiap orang beriman harus ada aliran hayat. Jika Anda tidak berfungsi, Anda menghambat hayat Allah dan membunuh perhimpunan itu. Saya sering bertanya kepada orang-orang yang menghadiri sidang pemecahan roti, apakah mereka datang sebagai penonton atau datang untuk bersekutu. Siapa saja yang menghambat hayat Allah bukan hanya mendatangkan maut kepada perhimpunan, tetapi juga mendatangkan maut kepada dirinya sendiri. Apakah yang Anda berikan kepada sesama anggota lain ketika gereja berhimpun bersama?

Jika seorang anggota gagal berfungsi, bukan hanya anggota lainnya menderita kerugian, ia sendiri akan mengalami pemiskinan. Saya diperkaya dengan memberi kepada yang lain. Ketika saya meleraikan dahaga orang lain, dahaga saya juga dileraikan. Ini serupa dengan pengalaman Tuhan dengan perempuan dalam Yohanes 4. Saat itu Tuhan haus, tetapi kehausan-Nya dipuaskan ketika Ia membereskan kehausan rohani perempuan itu. Ketika murid-murid-Nya memberi Dia makanan, Ia berkata, “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal” (ay. 32). Dia disuplai dengan menyuplai orang lain. Ketika kita mencoba memuaskan diri kita sendiri, kita justru mendapatkan diri kita lapar. Namun ketika kita memuaskan orang lain, kita pun dipuaskan. Ketika kita menanggung beban sesama, beban kita sendiri menjadi ringan.

Banyak orang mengeluh bahwa sidang gereja ini atau sidang gereja itu tidak baik, tanpa menyadari sikap yang mereka bawa kepada sidang gereja itu. Begitu kita berhenti berfungsi, saat itu juga kita menghambat hayat Allah. Saat kita menghadiri sidang gereja, kita harus membuka mulut kita, membebaskan hayat, dan mengambil bagian dalam pelayanan Tubuh. Suatu kali, saya berkhotbah di satu tempat dan suasana pertemuannya mati. Tetapi seorang saudari memberikan bantuan besar dengan memberi respon kepada perkataan saya. Dia terus menyahut “amin” terhadap perkataan saya dan menanggapi dengan ekspresi wajah yang antusias yang menunjukkan bahwa dia menerima perkataan saya. Oleh karena respon tersebut, saya dibebaskan dan firman Allah juga dibebaskan.

Kiranya Tuhan menampakkan kepada kita bahwa kita semua mempunyai bagian di dalam sidang gereja. Tidak cukup bagi kita hanya berbicara mengenai Tubuh; kita harus mengekspresikan Tubuh dalam kehidupan kita. Tubuh Kristus bukan suatu doktrin, melainkan suatu realitas dalam hayat. Allah menghendaki kita memasuki kehidupan Tubuh, bukan memiliki doktrin tentang Tubuh. Yang harus kita terima adalah hayat Tubuh, bukan doktrin Tubuh. Martin Luther bukan menerima doktrin pembenaran oleh iman, melainkan hayat dari pembenaran oleh iman. Akibatnya, pelayanannya penuh kekuatan. Pembenaran yang dibicarakannya bukan suatu doktrin tetapi suatu realitas dalam hidup. Hari ini kita semua harus menerima wahyu tentang realitas Tubuh dan masuk ke dalam kehidupan Tubuh. Demikian kita akan melihat bahwa kita adalah anggota dari Tubuh Kristus, bahwa kita membutuhkan perlindungan dan pembatasan Tubuh, dan bahwa kita perlu berfungsi di dalam Tubuh serta menyuplai anggota lainnya, agar kehidupan Tubuh dapat mengalir tanpa halangan.