← Daftar isi Rahasia Kristus · bab 4/11

SUPLAI TUBUH

Pembacaan Alkitab:

Ef. 3:3-6: “Yaitu, bagaimana rahasia itu diberitahukan kepadaku melalui wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui pengertianku tentang rahasia Kristus, yang pada zaman orang-orang dahulu tidak diberitahukan kepada anakanak manusia, tetapi sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.”

Ef. 2:15: “Sebab dengan kematian-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.”

Kol. 3:10-11: “Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya; dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.”

1 Kor. 12:20-21: “Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi, mata tidak dapat berkata kepada tangan, ‘Aku tidak membutuhkan engkau.’ Demikian pula kepala tidak dapat berkata kepada kaki, ‘Aku tidak membutuhkan engkau.’”

Rm. 12:3-6: “Berdasarkan anugerah yang diberikan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir sedemikian rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh, kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut anugerah yang diberikan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.”

KEPERLUAN AKAN SUPLAI TUBUH

Setiap orang Kristen harus tahu bahwa dirinya hanyalah salah satu anggota Tubuh. Jika dia tidak bersama anggota lainnya, dia tidak akan dapat bertahan. Di dalam Tubuh semua anggota harus disatukan bersama agar mereka dapat menjadi Tubuh. Setiap anggota dalam Tubuh saling dihubungkan satu terhadap yang lain, dan mereka tidak bisa dipisahkan satu dari yang lain. Di antara sesama anggota harus ada saling menyuplai dan saling berhubungan. Hanya dengan demikian para anggota dapat bertahan. Jika seorang Kristen menjalani kehidupan yang bebas tanpa ketergantungan terhadap yang lain, cepat atau lambat dia akan melemah dan menjadi kering. Jika saya adalah telinga, saya tidak bisa melihat dan saya tidak seharusnya berharap untuk bisa melihat berdasar diri sendiri. Seluruh tubuh tergantung kepada mata untuk penglihatan, dan doa sebanyak apa pun tidak akan memberikan kemampuan melihat kepada anggota yang lain. Jika saya adalah telinga, apakah yang harus saya lakukan jika saya ingin melihat sesuatu? Saya harus pergi kepada kedua mata — saudara atau saudari yang melihat — dan meminta bantuan mereka. Agar dapat maju terus dengan Tuhan, kita harus mengenal suplai-Nya untuk kita di dalam Tubuh dan memanfaatkannya. Seluruh Tubuh dibangun melalui saling tergantung dari para anggotanya.

Ketika saya di Asia Tenggara, suatu hari saya berbincangbincang dengan beberapa saudara saudari. Seorang bertanya, “Mengapa kehidupanku tidak seperti dulu? Aku tidak melakukan suatu dosa yang khusus, aku tidak melakukan suatu ketidaktaatan. Aku tidak mundur dari konsekrasi diriku atau berubah pikiran mengenai uang yang telah kupersembahkan kepada Tuhan. Secara luaran, tampaknya tidak ada perubahan dalam kerohanianku, tetapi mengapa kehidupanku tidak lagi seperti dulu? Tampaknya aku telah kehilangan sukacita dan gairah yang dahulu kumiliki.” Saya menjawab, “Penyebabnya adalah Anda sudah terlalu lama hidup dalam diri sendiri. Anda harus masuk ke dalam kehidupan Tubuh.” Agar seorang anggota dapat menempuh kehidupan yang normal, ia harus menerima suplai dari anggota-anggota lainnya. Jika seseorang tidak hidup di dalam Tubuh Kristus, ia tidak akan menerima suplai Tubuh. Tidak ada satu anggota pun dapat berkata bahwa dia tidak memerlukan anggota-anggota lainnya. Tidak seorang anggota pun diizinkan melepaskan diri dari anggota lain untuk hidup sendiri.

Roma 12:3 berkata, “Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan.” Kita tidak boleh berpikir terlalu tinggi mengenai diri kita dan berpikir bahwa orang lain lebih rendah. Kita tidak boleh memandang rendah dan menolak anggota-anggota Tubuh yang lain. Petrus berpikir bahwa anggota yang lain akan jatuh dan gagal sedangkan dirinya tidak. Namun ketika ujian datang, dia gagal sama seperti yang lain. Mereka yang berpikir terlalu tinggi mengenai dirinya dan memandang rendah anggota-anggota lainnya cepat atau lambat akan mendapatkan kesulitan. Dalam Tubuh Kristus, setiap orang adalah satu anggota dan tidak lebih daripada satu anggota. Dengan demikian, tidak ada satu anggota pun dapat hidup tanpa anggota-anggota lainnya, apalagi merendahkan mereka.

SYAFAAT ANGGOTA TUBUH

Banyak dari kita telah mengalami bahwa ketika kita merasa kering dan menemui jalan buntu, kita memerlukan saudara saudari lainnya untuk bersyafaat bagi kita agar kita dapat menerobos keadaan itu. Pernah sekali, saya sakit selama seratus tujuh puluh enam hari. Setiap hari saya berdoa untuk penyakit saya itu, namun tidak ada hasil. Setelah tenaga saya habis terkuras, saya meminta seorang saudara, yang saya nilai secara rohani tidak terlalu tinggi, untuk berdoa bagi saya. Mengherankan, tak lama berselang saya telah mendapatkan bantuan dari syafaatnya, dan kondisi tubuh saya berangsur-angsur pulih. Saudara Holz adalah seorang yang dikenal karena kehidupan doanya. Ketika masih menjadi misionaris di China, dia sering meminta seorang saudara muda untuk berdoa dengannya. Bahkan jika saudara tersebut tidak memiliki apa pun untuk dikatakan, tetap menolong baginya jika saudara muda itu tetap duduk di ruangan itu. Saudara saudari, ingatlah, inilah suplai Tubuh. Suplai Tubuh Kristus adalah suatu realitas. Dalam banyak hal Anda tidak bisa menemukan jalan tak peduli seberapa banyak Anda bergumul. Namun begitu Anda menyerahkan perkara itu kepada Tubuh, masalahnya terselesaikan. Inilah suplai Tubuh Kristus.

Sesudah tahun 1930, banyak tempat di China mengalami pencurahan Roh Kudus, khususnya di sekitar propinsi Shantung. Saat itu saya telah beroleh selamat selama sepuluh tahun. Saya juga damba mendapatkan pencurahan, tetapi saya tidak mendapatkannya. Kemudian saya pergi ke Chefoo dan meminta saudara saudari di sana mendoakan saya. Tidak lama kemudian, saya menerima pencurahan. Ada seorang saudara di Inggris yang memiliki pengenalan akan kemenangan di dalam Kristus, namun ia tidak dapat mengalahkan suatu dosa tertentu. Beberapa saudara dan saya berdoa bagi dia, tak lama kemudian dia mampu mengalahkannya. Saya bisa menyebutkan puluhan contoh yang menunjukkan hasil dari syafaat Tubuh. Doa dari Tubuh memberikan suplai hayat kepada anggota yang membutuhkan. Allah menyalurkan suplai hayat kepada anggota-anggota-Nya melalui anggota-anggota yang lain. Misalnya, jari kekurangan suplai darah, ia harus menerimanya melalui bahu dan lengan. Demikian pula, sebagai anggota-anggota dalam Tubuh, kita menerima suplai melalui anggota-anggota lainnya. Karena itu, adalah bodoh jika kita memisahkan diri dari anggota lainnya.

HIDUP DALAM TUBUH KRISTUS

Apakah mata, telinga, tangan, dan kaki? Mereka adalah Kristus sendiri. Kepala adalah Kristus, Tubuh juga adalah Kristus. Tiap anggota adalah bagian dari hayat Kristus. Jika saya menolak bantuan dari sesama anggota, itu berarti saya menolak bantuan Kristus. Jika saya tidak mau mengakui bahwa saya memerlukan mereka, itu berarti saya juga tidak mau mengakui bahwa saya memerlukan Kristus. Sebagaimana saya tidak bisa terlepas dari Kepala, saya juga tidak bisa terlepas dari Tubuh. Individualistis dibenci oleh Allah. Apa yang tidak saya ketahui, anggota Tubuh yang lain mengetahuinya; apa yang tidak bisa saya lihat, anggota Tubuh yang lain dapat melihatnya; apa yang tidak dapat saya lakukan, anggota Tubuh lain dapat melakukannya. Karena itu, saya harus mengizinkan anggota Tubuh yang lain untuk menyuplai keperluan saya. Kita harus terusmenerus memanfaatkan persekutuan Tubuh, karena Tubuh ini adalah hayat kita.

Dalam Perjanjian Lama, dikeluarkan dari persekutuan adalah hukuman yang paling keras yang menimpa umat Israel. Mereka “tidak akan diakui sebagai umat-Nya”. Ini sangat serius. Jika Allah bermaksud supaya kita hidup sebagai individu, kita bisa mengalami kemajuan dengan baik tanpa orang lain. Akan tetapi, Ia telah menjadikan kita anggota-anggota dari Tubuh-Nya; karena itu, kita tidak mungkin bertumbuh terpisah dari yang lainnya.

Kita harus belajar melihat realitas suplai dalam Tubuh Kristus, belajar hidup di dalam Tubuh, dan menerima suplai dalam Tubuh. Dalam Perjanjian Lama, kaki dian ditempatkan dalam ruang Kudus. Jika seseorang ingin melihat terang, dia harus masuk ke ruang Kudus. Dalam Perjanjian Baru, ruang Kudus adalah gereja. Jika seseorang ingin melihat terang, dia harus datang kepada gereja. Dalam sidang gereja dan di antara saudara saudari, terang Allah jauh lebih kuat daripada dalam perorangan. Hari ini ruang Kudus Allah adalah gereja; Allah sendiri tinggal dalam gereja. Karena itu, terang-Nya ada dalam gereja. Seseorang hanya dapat melihat terang jika dia datang kepada gereja. Segala sesuatu yang dimiliki Kristus ada dalam Tubuh-Nya. Orang yang mengatakan dapat menjadi orang Kristen sendirian adalah orang yang bodoh. Cepat atau lambat, semua orang Kristen individual akan menjadi kering. Selama kita hidup dalam Tubuh, kita akan menerima suplai Tubuh, tidak peduli bagaimana pun kondisi kita. Setiap anggota harus belajar memustikakan suplai Tubuh dan anggota-anggota Tubuh lain. Kita semua harus belajar hidup dalam Tubuh, yaitu hidup dalam suplai Tubuh.