PERBEDAAN ORANG BERIMAN DENGAN ANGGOTA TUBUH
Pembacaan Alkitab:
Ef. 3:3-6: “Yaitu, bagaimana rahasia itu diberitahukan kepadaku melalui wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui pengertianku tentang rahasia Kristus, yang pada zaman orang-orang dahulu tidak diberitahukan kepada anakanak manusia, tetapi sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
Ef. 4:15-16: “Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari Dialah seluruh tubuh — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.”
Kol. 3:10-11: “Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya; dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.”
Rm. 12:4-5: “Sebab sama seperti pada satu tubuh, kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”
1 Kor. 12:4-16: “Ada berbagai karunia, tetapi satu Roh. Ada berbagai pelayanan, tetapi satu Tuhan. Ada pula berbagai perbuatan ajaib, tetapi Allah yang sama juga yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang, Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang, Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang, Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang, Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa lidah, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa lidah itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan semua anggota tubuh itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.’Andaikata kaki berkata, ‘Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh’, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata telinga berkata, ‘Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh’, jadi benarkan ia tidak termasuk tubuh?”
1 Kor. 12:20: “Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.”
1 Kor. 12:26: “Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.”
Dalam dua berita di depan kita telah melihat bahwa gereja adalah Kristus yang korporat, kita juga telah melihat bahwa untuk mengenal Tubuh Kristus, kita harus menanggulangi hayat alamiah kita.
TUBUH KRISTUS ADALAH EKSPRESI KRISTUS
Apakah Tubuh Kristus itu? Tubuh Kristus adalah kelanjutan dari hayat Kristus di bumi. Ketika Dia datang dan hidup di bumi, Dia mengekspresikan diri-Nya melalui sebuah tubuh. Hari ini Dia masih membutuhkan sebuah Tubuh untuk mengekspresikan diri-Nya. Sebagaimana seorang manusia memerlukan sebuah tubuh untuk mengekspresikan segala apa adanya dia, Kristus juga memerlukan sebuah Tubuh untuk mengekspresikan diri-Nya. Fungsi dari Tubuh ini adalah untuk menjadi ekspresi yang penuh dari Kristus. Kita tidak dapat menyatakan kepribadian kita hanya melalui salah satu dari anggota tubuh kita — telinga, mulut, mata, tangan, atau kaki. Demikian pula, Kristus tidak dapat menyatakan kepribadian-Nya melalui satu anggota Tubuh-Nya. Perlu seluruh Tubuh-Nya menyatakan Dia. Kita harus nampak bahwa segala sesuatu dari Kristus terekspresi melalui Tubuh-Nya. Bukan itu saja. Tubuh Kristus adalah kepanjangan dan kelanjutan Kristus di bumi. Dia memakai lebih dari 30 tahun di bumi untuk menyatakan diri-Nya; itu adalah Kristus yang individual. Hari ini Dia menyatakan diri-Nya melalui gereja; inilah Kristus yang korporat. Dulu, Kristus terekspresi secara individual; kini, Ia terekspresi secara korporat.
TUBUH KRISTUS ADALAH BEJANA KORPORAT
UNTUK MENGGENAPI RENCANA ALLAH
Yang Allah inginkan adalah sebuah bejana korporat, bukan bejana individu. Dia tidak memilih beberapa orang pekerja, beberapa orang yang bergairah, atau beberapa orang yang telah berkonsekrasi untuk bekerja bagi-Nya secara individual. Bejanabejana individu tidak dapat mencapai sasaran dan rencana Allah. Yang Allah pilih adalah gereja, dan yang ingin Allah dapatkan adalah gereja. Hanya gereja, sebagai Kristus yang korporat, yang dapat merampungkan sasaran dan rencana Allah.
Perhatikan tubuh jasmani kita. Tidak ada satu pun anggota tubuh kita yang dapat bergerak terlepas dari anggota lainnya. Mustahil bagi tubuh untuk bergantung hanya kepada satu tangan atau kaki saja. Namun demikian, jika tubuh kehilangan salah satu anggotanya, tubuh itu menjadi tidak lengkap. Tubuh Kristus tersusun dari semua orang beriman. Setiap orang beriman adalah anggota di dalam Tubuh Kristus, dan Tubuh tidak bisa kekurangan mereka.
Tubuh Kristus adalah suatu realitas. Hidup gereja juga merupakan realitas. Firman Allah tidak mengatakan bahwa gereja seperti Tubuh Kristus; firman Allah mengatakan bahwa gereja adalahTubuh Kristus. Segala sesuatu yang dari luar tidak bisa menjadi bagian dari tubuh jasmani kita. Kita dapat mengenakan pakaian pada tubuh kita, tetapi pakaian itu tidak menjadi bagian dari tubuh kita. Demikian pula tidak ada satu pun yang berasal dari diri kita dapat menjadi bagian dari Tubuh Kristus, karena dalam Tubuh, “Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu” (Kol. 3:11). Segala sesuatu yang bukan dari Kristus hanya mengganggu pengenalan batini kita terhadap Tubuh Kristus. Dosa menghalangi kita nampak Kristus, dan hayat alamiah kita menghalangi kita nampak Tubuh Kristus. Kita semua harus melihat posisi kita di dalam Tubuh Kristus. Jika Anda sungguhsungguh nampak posisi Anda di dalam Tubuh, Anda akan seperti mengalami diselamatkan untuk kali kedua.
Hayat Adam adalah hayat yang individualistis, hayat yang merdeka. Meskipun di dalam Adam semua manusia berbagian dalam hayat yang sama, tetapi tidak bisa saling bersekutu. Setiap orang berbuat dosa, namun setiap orang mengambil jalannya masing-masing. Karena itu, setiap orang di dalam Adam hidup sebagai individu yang terpisah satu sama lain. Di dalam Kristus, segala sesuatu yang individualistis dihapuskan. Jika kita ingin mengenal kehidupan Tubuh, kita perlu dilepaskan bukan hanya dari kehidupan berdosa dan hayat alamiah kita, tetapi juga dari kehidupan individualistis. Semua unsur individual harus disingkirkan, karena tidak ada satu pun yang bersifat individualistis yang dapat merampungkan sasaran Allah.
MENJADI ANGGOTA TUBUH BERBEDA
DENGAN MENJADI ORANG KRISTEN
Perjanjian Baru menunjukkan bahwa ada perbedaan antara menjadi anggota Tubuh dengan menjadi orang Kristen. Menjadi orang Kristen bersifat individualistis, sedangkan menjadi anggota Tubuh bersifat korporat. Menjadi orang Kristen dilakukan seseorang untuk dirinya sendiri, sedangkan menjadi anggota Tubuh adalah untuk Tubuh. Dalam Alkitab terdapat banyak istilah dengan arti yang saling berlawanan, seperti murni dan najis, kudus dan umum, menang dan kalah, Roh Kudus dan daging, Kristus dan Iblis, kerajaan dan dunia, kemuliaan dan aib. Semua ini saling bertentangan. Demikian pula, “Tubuh” berlawanan dengan “individu”. Sebagaimana Bapa bertentangan dengan dunia, Roh Kudus bertentangan dengan daging, dan Tuhan bertentangan dengan Iblis, demikian pula Tubuh bertentangan dengan individu. Begitu seseorang nampak Tubuh Kristus, dia akan terlepas dari sikap individualistis; dia tidak akan hidup bagi dirinya lagi tetapi bagi Tubuh. Begitu saya dilepaskan dari sikap individualistis, saya secara spontan berada di dalam Tubuh.
Tubuh Kristus bukan merupakan suatu doktrin; Tubuh Kristus adalah suatu ruang lingkup (alam). Tubuh Kristus bukan suatu pengajaran, tetapi suatu kehidupan. Banyak orang Kristen berusaha mengajarkan kebenaran tentang Tubuh, namun sedikit sekali yang mengenal kehidupan Tubuh. Tubuh Kristus adalah suatu pengalaman yang sama sekali berbeda. Seseorang dapat mengetahui isi kitab Roma tanpa pernah mengalami pembenaran. Begitu pula, seseorang dapat mengetahui isi kitab Efesus tanpa pernah melihat Tubuh Kristus. Kita tidak memerlukan pengetahuan; sebaliknya, kita memerlukan wahyu untuk mengenal realitas Tubuh Kristus dan masuk ke dalam alam Tubuh. Hanya wahyu dari Allah yang dapat membawa kita masuk ke dalam alam Tubuh, dan hanya dengan demikian Tubuh Kristus dapat menjadi pengalaman kita.
Dalam Kisah Para Rasul 2, ketika Petrus berdiri bersama sebelas rasul lainnya, Petrus seolah-olah memberitakan Injil sendirian dan tiga ribu orang diselamatkan melalui dia. Tetapi kita harus ingat bahwa sebelas rasul lainnya sedang berdiri di sampingnya. Saat itu Tubuh Kristus yang memberitakan Injil; itu bukan pemberitaan dari satu individu. Jika kita memiliki pandangan Tubuh, kita akan menyadari bahwa sikap individualistis tidaklah terhitung.
Jika kita menyadari bahwa satu orang Kristen tidak lebih dari satu anggota, kita tidak akan berbangga diri lagi. Semuanya tergantung pada penglihatan kita. Orang yang melihat bahwa dirinya adalah anggota pasti akan memustikakan Tubuh dan menghormati anggota lainnya. Ia tidak akan hanya melihat kebajikan diri sendiri, melainkan melihat orang-orang yang lain lebih baik dari diri sendiri.
Masing-masing anggota memiliki fungsi, dan semua fungsi itu adalah untuk Tubuh. Fungsi satu anggota adalah fungsi keseluruhan Tubuh. Ketika satu anggota melakukan sesuatu, seluruh Tubuh melakukannya. Ketika mulut berbicara, seluruh tubuh berbicara. Ketika tangan bekerja, seluruh tubuh bekerja. Ketika kaki berjalan, seluruh tubuh berjalan. Kita tidak dapat memisahkan anggota dari tubuh. Karena itu, gerakan dari tiap anggota Tubuh harus terfokus pada Tubuh. Segala sesuatu yang dilakukan anggota haruslah untuk Tubuh. Efesus 4 mengatakan bahwa Tubuh menerima pertumbuhannya, tidak dikatakan bahwa masing-masing individu menerima pertumbuhannya. Dalam pasal 3, kemampuan untuk memahami kasih Kristus yang betapa panjang, lebar, tinggi, dan dalam adalah bersama dengan semua orang kudus. Tidak seorang pun dapat mengenal atau memahaminya sendirian. Seorang individu tidak memiliki waktu atau kapasitas untuk mengalami kasih Kristus dengan cara yang demikian.
Satu Korintus 12:14-36 membicarakan dua konsepsi yang tidak seharusnya dimiliki oleh anggota: (1) “Karena aku bukan . . . aku tidak termasuk tubuh” (ay. 15). Ini adalah memandang rendah diri sendiri dan menginginkan pekerjaan anggota lain. (2) “Aku tidak membutuhkan engkau” (ay. 21). Ini adalah kesombongan diri, menganggap satu orang bisa melakukan segalanya, dan merendahkan yang lain. Kedua konsepsi ini membahayakan Tubuh. Kita tidak seharusnya meniru anggota lain atau menginginkan pekerjaan anggota lain, mengira diri sendiri tidak bisa seperti yang lain sehingga merasa rendah diri, juga tidak seharusnya memandang rendah anggota lain dan berpikir bahwa diri sendiri lebih baik dan lebih berguna.
PERASAAN TUBUH
Dalam hidup gereja, kita harus belajar memiliki perasaan Tubuh. Ketika kita bermasalah dengan saudara atau saudari, itu berarti kita bermasalah dengan Allah. Ada orang Kristen seperti kupu-kupu, mereka bertindak sendiri; ada orang Kristen seperti lebah, mereka hidup dan bergerak bersama. Seekor kupu-kupu terbang dari satu bunga ke bunga lainnya, menempuh jalan yang manis untuk diri sendiri; tetapi lebah bekerja untuk sarangnya. Kupu-kupu hidup dan bekerja sendiri-sendiri, tetapi lebah memiliki perasaan kebersamaan. Kita semua harus seperti lebah, memiliki perasaan Tubuh dan hidup bersama dengan anggota Tubuh Kristus yang lain. Di mana ada wahyu akan Tubuh, di situ ada perasaan akan Tubuh; dan di mana ada perasaan akan Tubuh, pikiran dan tindakan individual akan tersingkir secara otomatis. Nampak Kristus menghasilkan kelepasan dari dosa; nampak Tubuh Kristus menghasilkan kelepasan dari sikap individualistis. Nampak Tubuh dan kelepasan dari sikap individualistis adalah satu perkara, bukan dua. Begitu kita nampak Tubuh, hidup dan pekerjaan kita sebagai individu akan terhenti. Ini bukan perkara mengubah sikap atau kelakuan kita, melainkan wahyu yang mengubahnya. Kita tidak dapat memasuki ruang lingkup Tubuh selain dengan melihat. Suatu penglihatan batin yang nyata membereskan seluruh permasalahan.