BERDOA DAN FIRMAN TUHAN
Yohanes 15:7a, "jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman- Ku tinggal di dalam kamu, . . ."
Kolose 3:16-17, "Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."
Ayat-ayat di atas mula-mula memberi tahu kita agar membiarkan perkataan Tuhan tinggal di dalam. kita, kemudian mengatakan kita harus bemyanyi, mengucap syukur, dan memuji; semuanya itu adalah cerita di dalam doa. Begitu ada firman tinggal di dalam kita, baru ada doa.
Efesus 5:18b-20 mengatakan, "Tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah ryukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita." Dalam ayat ini, pertama dikatakan agar kita dipenuhi dengan Roh, kemudian harus ada doa dalam. nyanyian rohani, puji-pujian, dan pengucapan syukur. Kita semua tahu bahwa kedua kitab ini, Efesus dan Kolose, adalah dua kitab yang setara, yang di dalamnya terdapat persamaan, hanya cara mengutarakannya berbeda. Misalnya, di sini dikatakan bahwa orang Kristen harus senantiasa bernyanyi, memuji, dan mengucap syukur kepada Allah. Kolose memberi tahu kita, bahwa ini adalah hasil perkataan Tuhan tinggal di dalam kita. Efesus mengatakan, bahwa ini adalah hasil diri kita dipenuhi dalam Roh. Walaupun kata- katanya berlainan, tetapi sesungguhnya membicarakan hal yang sama, karena dari sumber yang sama, yaitu Tuhan sendiri. Tuhan di dalam memenuhi Anda, membuat Anda menyanyi, mengucapkan syukur, dan memuji. Tuhan di dalam Anda ini adalah Roh dan Firman. Begitu Anda dipenuhi dengan firman-Nya, Anda akan dipenuhi di dalam roh. Begitu Anda dipenuhi dalam. roh, Anda dipenuhi dengan firman-Nya, Karena itu, firman yang berada di dalam kita adalah Roh.
Sekarang marilah kita melihat hubungan antara berdoa dengan firman Tuhan.
1. PERGERAKAN TUHAN
Doa adalah pergerakan Tuhan di dalam. manusia. Doa yang sejati adalah Allah dari dalam manusia, melalui manusia mengutarakan firman-Nya. Dalam hal berdoa tidak ada yang lebih penting daripada mengenal hal ini. Sebelumnya, kita sudah menunjukkan bahwa berdoa bukan berarti manusia mempunyai keperluan, lalu memohon kepada Allah untuk mengabulkannya, itu adalah konsepsi manusia. Doa yang dikatakan dalam Alkitab adalah Allah mempunyai satu keperluan, dan Ia masuk ke dalam manusia, membawa keperluan-Nya ke dalam manusia, menjadi perasaan manusia; pada saat itulah Ia bekerja di dalam diri manusia, mendorong manusia, memberikan beban kepada manusia, dan melalui diri manusia mendoakan keperluan ini. Inilah doa. Jika mau melihat hubungan antara berdoa dengan firman Tuhan, kita harus memulai dari sini. Kita dapat berdoa hanya karena Allah bekerja di dalam kita. Doa yang berasal dari diri kita sendiri tidak ada nilai rohaninya. Allah menghendaki doa yang berasal dari pekerjaan Allah di dalam kita, yakni doa yang dimulai dari Allah.
2. KEDATANGAN ALLAH
Untuk bekerja di dalam kita, Allah terlebih dulu harus datang kepada kita; jika masih ada jarak antara kita dengan Dia, Dia tidak akan dapat bekerja. Namun, ketika Allah datang kepada kita untuk mendorong kita, Dia tidak dengan status-Nya sebagai Allah atau Tuhan, tetapi sebagai Roh itu. Setiap kali Allah menghampiri kita, Ia adalah Roh itu.
Karena manusia miskin akan pengertian terhadap hal-hal rahasia Allah, sering kali manusia menjadi bingung, dan karena itu sering berdebat mengenai trinitas ke-Allahan. Sesungguhnya jika kita mengenal rahasia mengenai Allah datang kepada manusia, kita akan tahu bahwa ini sangat sederhana. Setiap kali Perjanjian Baru berbicara mengenai Allah datang kepada manusia, masuk ke dalam manusia, turun ke atas manusia, atau bekerja, bergerak, dan mendorong di dalam manusia, Roh itulah yang disebut. Bila Allah tidak berhubungan dengan manusia, jaub dari manusia dan di luar manusia sebagai Allah, Dia tidak perlu sebagai Roh, cukup hanya sebagai Allah. Namun sebagai Roh itu, Ia datang untuk masuk ke dalam manusia dan berhubungan dengan manusia.
Dalam Perjanjian Baru, tempat pertama yang menyinggung bahwa Allah itu Roh adalah Yohanes 4. Di sana Tuhan Yesus berkata, "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Perkataan ini menitikberatkan hubungan antara Dia dengan manusia. Begitu Allah datang kepada manusia, masuk ke dalam manusia, Allah adalah Roh. Status Allah datang kepada manusia adalah Roh.
3. PENJELASAN ALLAH
Roh Kudus datang kepada manusia dan masuk ke dalam manusia, bukan hanya untuk memenuhi dan mencurahi, tetapi juga untuk menjadi firman Allah yang berhuni. Jika Allah datang kepada manusia, hanya datang, tanpa firman, manusia tidak akan dapat mengerti maksud-Nya. Misalkan seseorang datang ke rumah saya, datang dan pergi tanpa berbicara sepatah kata pun, hal itu tentunya menyiksa saya. Yohanes 14:17 mengatakan, bahwa ketika Roh itu datang, Ia masuk ke dalam kita; Yohanes 15:4 mengatakan, bahwa kita tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan juga tinggal di dalam kita. Lalu, ayat 7 mengatakan, "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu ... " Di sini Tuhan di dalam kita menjadi firman, menjadi satu penjelasan.
Demikian pula, dalam Kolose dikatakan, bahwa ucapan syukur dan pujian kita adalah dikarenakan firman Tuhan. Di dalam Efesus dikatakan, kita mengucap syukur dan memuji dikarenakan Roh itu. Mari kita renungkan, jika hanya ada Roh yang memenuhi tetapi tidak ada firman, bagaimana Anda dapat menyanyikan mazmur dan kidung puji-pujian? Tentu tidak dapat, karena di dalam Anda hanya ada dorongan tetapi tidak ada penjelasan. Misalnya, pagi hari ini saya merasa harus berdoa, tetapi di dalam saya tidak acia firman atau penjelasan yang memberi tahu saya apa yang harus saya doakan atau bagaimana mendoakannya. Paling jauh yang dapat saya lakukan hanya mencucurkan air mata atau bersorak, haleluya; dan saya tidak dapat berdoa dengan tuntas.
Karena itu, Roh yang datang kepada kita harus menjadi penjelasan di dalam kita. Roh sebagai penjelasan adalab firman. Injil Yohanes dengan jelas memberi tahu kita, bahwa perkataan yang dikatakan Tuhan kepada kita adalah Roh. Begitu Roh di dalam kita membuat kita mengerti, itulah firman. Adakalanya kita memiliki gerakan Roh di dalam, tetapi karena Roh itu belum menjadi firman dan tidak ada penjelasan, kita tidak mengerti. Sampai pada suatu hari, Dia menjelaskannya kepada kita, yaitu Roh itu menjadi firman, saat itulah baru kita mengerti maksud-Nya.
Orang yang berbicara di atas mimbar sering memiliki pengalaman ini. Ketika ia akan berdiri berbicara, ia merasakan ada inspirasi, ada beban di dalam, namun ia masih belum tahu dengan nyata apa yang harus dibicarakan. Sampai saatnya ia berdiri dan berbicara, ia memiliki perasaan batin, dan semakin berbicara semakin jelas. Ini berarti Roh yang di dalam telah menjadi firman. Demikian juga dalam berdoa. Misalnya, ada orang bangun pagi, di dalam ada beban dan ingin berdoa, tetapi tidak tahu harus mendoakan apa. Oleh karena itu ia datang ke hadapan Allah, dan sambil berdoa ia berusaha menjamah perasaan batinnya. Hasilnya, perasaan batin menjadi firman, dan firman itu kemudian dinyatakan. Satu kalimat diutarakan, segera menyusul kalimat berikutnya. Setelah selesai berdoa, beban yang di dalam batin pun hilang, ini berarti Roh itu telah menjadi firman.
Karena itu, doa yang sejati adalah hasil dari Allah bekerja di dalam kita. Pergerakan ini dikerjakan melalui Roh itu, dan Roh itu berubah menjadi firman, penjelasan, sehingga kita mampu mengutarakan doa kita.
4. PENGUTARAAN ALLAH
Penjelasen adalah suatu pengertian yang di dalam, pengutaraan adalah suatu pernyataan yang di luar. Setiap doa yang sejati, bagaikan suatu berita yang berbobot, katakata dalam doa itu diutarakan oleh Roh itu. Dapat dikatakan bahwa perkataan doa adalah Roh itu. Sebab itu Tuhan Yesus berkata bahwa, Firman-Nya adalah Roh, karena apa yang dikatakan-Nya adalah pengutaraan Roh itu. Pada prinsipnya, doa kita juga harus demikian.
Dalam doa, kita sering kali sangat menjamah Roh, sangat menikmati kehadiran Tuhan, dan memiliki penerapan minyak urapan. Adakalanya kita juga harus mengakui bahwa doa kita tidak begitu baik. Semakin kita berdoa, di dalam terasa semakin kering dan mati. Semakin kita herdoa, semakin sedikit firman yang kita miliki. Di mana letak perbedaan antara kedua keadaan itu? Pada dasarnya adalah : pada saat kita berdoa, apakah Roh itu datang kepada kita dan menjelaskan maksud hati Allah kepada kita? Jika kita memiliki penjelasan ini, kita dapat mengutarakannya berdasarkan penjelasan ini. Dengan demikian, semakin kita berdoa, semakin ada pengurapan; semakin berdoa, semakin menjamah Roh, semakin segar dan lincah. Karena dalam doa tersebut, Roh itu datang dengan perkataan yang kita utarakan. Sebaliknya, adakalanya ketika kita berdoa, di dalam sama sekali tidak ada gerakan Roh, maka perkataan kita itu bukanlah pernyataan Roh itu, melainkan diri kita sendiri yang berbicara. Doa yang demikian dengan sendirinya terasa kering.
Doa yang sejati adalah hasil dari Allah bergerak di dalam kita. Pergerakan Allah kali pertama dimulai dengan Roh itu datang kepada kita, selanjutnya menjadi penjelasan. Penjelasan adalah firman. Begitu ada firman di dalam kita, firman itu harus diutarakan. Ketika kita mengutarakan firman tersebut, itulah doa.
5. HUBUNGAN ANTARA FIRMAN
DENGAN ROH
Firman Tuhan terhadap kita terbagi dalam dua tahap : tahap pertama adalah firman di dalam Alkitab, tahap kedua adalah firman di dalam Roh. Dalam Kolose dikatakan, bahwa hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di dalam kita. Kita harus percaya, bahwa ayat ini mengacu kepada firman di dalam Alkitab. Kita sering mendorong saudara saudari untuk menghafal ayat Alkitab, mengingatnya, hingga menjenuhi diri mereka. Demikianlah, firman Tuhan dapat kita ingat dan simpan di dalam kita. Sampai suatu saat, ketika Roh itu datang kepada kita, Ia akan menyatakan diri-Nya sendiri sebagai firman Alkitab yang telah kita hafal dan simpan di dalam kita. Saat itulah, firman itu menjadi firman Roh itu.
Jika kita menyinggung hubungan antara doa dengan firman Tuhan, maka di dalamnya sudah termasuk kedua aspek ini, yaitu firman Roh itu dan firman Alkitab. Dengan kata lain, firman Tuhan di dalam Alkitab dan firman Tuhan di dalam Roh itu. Sesungguhnya, kedua firman ini adalah satu. Firman Alkitab adalah firman Roh itu. Namun, jika firman di dalam Alkitab tidak menjadi firman di dalam Roh itu, berarti firman itu hanya berada di dalam ingatan dan hikmat kita, belum masuk ke dalam Roh. Hanya ketika Roh itu berbaur dengan firman, baru firman itu menjadi firman di dalam Roh kita. Inilah yang dimaksud dengan hubungan antara Firman dengan Roh.
6. MENERIMA FIRMAN TUHAN
Ada dua langkah dalam menerima firman Tuhan. Yang pertama adalah menerima firman Alkitab, dan yang kedua adalah menerima firman yang dijelaskan oleh Roh itu. Atau dapat dikatakan, terlebih dahulu menerima firman Tuhan dari Alkitab masuk ke dalam kita, kemudian menerima. firman Tuhan dari Roh itu. Tanpa ada tahap pertama, kita akan sukar memiliki tahap, yang kedua. Siapa yang sangat miskin dalam menerima firman Alkitab, tidak dapat menjadi kaya dalam menerima firman Roh itu. Jika ingin mendapatkan firman dengan segala kekayaannya dari Roh itu, harus menerima firman Alkitab dengan segala kekayaannya ke dalam dirinya. Karena itu, kita harus membaca Alkitab, memahami Alkitab, dan mengingat perkataannya. Inilah yang dimaksud dengan mengijinkan firman Alkitab diam di dalam kita dengan segala kekayaannya.
Saudara saudari yang kekasih, bukan saja dalam hal berdoa, bahkan membawa berita pun harus demikian. Jika orang yang berdiri di atas mimbar tidak setiap han menyimpan firman Alkitab di dalam dirinya, pemberitaannya tidak akan ada kekuatan. Ketika orang lain memberitakan tema yang sama, semakin ia membicarakannya, ia semakin limpah, dan perkataannya semakin mengalir. Akan tetapi, ketika Anda yang memberitakan, dua kalimat saja sudah terasa miskin dan hanya dua kalimat saja sudah selesai. Di manakah penyebabnya? Sebab simpanan firman di dalam Anda sangat sedikit. Karena itu, setiap orang yang berdiri di atas mimbar harus giat membaca Alkitab.
Pada suatu hari, seorang saudara terkemuka membicarakan hal pemberitaan mimbar dengan saya. Ia mengatakan bahwa ada dua syarat bila ingin menyampaikan berita dengan baik. Pertama, setiap hari harus ada firman yang disimpan dengan berlimpah. Kedua, bila waktunya tiba, juga harus ada kemampuan untuk menerima peta lidah, beban, dan perasaan yang seketika. Sesudah memberitahukan kedua prinsip ini, ia berkata, "Perhatikanlah saudara A. Ketika dia berdiri di atas mimbar, Anda dapat mengetahui bahwa meskipun ia berada di mimbar, meskipun ada perasaan roh, tetapi firman yang tersimpan dalam dirinya kurang cukup, karena itu ia tidak dapat mengikuti perasaan Roh itu. Kemudian, perhatikanlah saudara B. Ia benar-benar memiliki firman yang cukup di dalam dirinya, tetapi ia tidak mampu menerima perasaan roh yang seketika. Akibatnya, pembicaraannya menjadi kaku." Penjelasannya kali itu meninggalkan kesan yang sangat dalam pada diri saya. Sesungguhnya, berita yang baik, kuat, dan hidup harus memenuhi kedua syarat ini : firman yang tersimpan cukup banyak, dan kemampuan menerima perasaan roh yang seketika.
Kedua langkah di atas bukan hanya diterapkan dalam memberitakan firman, tetapi juga diterapkan dalam berdoa. Sangat kasihan, bahwa ada beberapa saudara selalu berdoa dengan perkataan yang sama. Hal itu dikarenakan tidak ada simpanan maupun perasaan roh. Apakah simpanan itu? Simpanan adalah firman Tuhan di dalam Alkitab tersimpan di dalam diri kita. Apa yang disebut perasaan Roh? Perasaan Roh adalah firman Tuhan yang diterima dari Roh itu. Sehari demi sehari, bacalah Alkitab sampai tembus, sampai hafal, baca dengan baik. Terimalah dan simpanlah di dalam Anda. Ketika tiba waktunya Anda memberitakan atau berdoa, begitu Roh itu bekerja di dalam Anda, perasaan akan datang dan berbaur dengan simpanan di dalam Anda. Begitu Anda menerima perasaan ini, pada saat itu sukar ditentukan, apakah yang di dalam Anda firman Alkitab atau firman Roh itu. Boleh dikatakan, firman Alkitab adalah firman Roh itu, dan sebaliknya. Pada saat itu, firman telah menjadi Roh. Karena itu saudara-saudara, kita harus belajar menerima firman Tuhan. Jika tidak, kita tidak akan tahu bagaimana memberitakan atau bagaimana berdoa. Jika kita ingin memiliki pemberitaan yang berbobot, merniliki doa yang berndai dan sesuai dengan hati Allah, kita harus belajar menerima firman Tuhan.
Saya ulangi lagi, ada dua langkah dalam menerima firman Tuhan. Langkah pertama adalah membaca Alkitab, menerima firman Tuhan dalam Alkitab; langkah kedua adalah menerima. perasaan Roh, dan menerima firman Tuhan di dalam Roh. Langkah yang pertama menuntut usaha jangka panjang, membaca Alkitab setiap hari, membaca dengan lancar, membaca hingga tembus, membaca hingga hafal, membaca hingga masuk ke dalam. Langkah yang kedua menuntut Anda belajar setiap saat menerima perasaan Roh; begitu ada perasaan Roh segera menerapkan firman Alkitab yang telah Anda terima ke dalam perasaan Roh. Jika Anda memiliki kemampuan ini, baru Anda bisa berkhotbah dan juga bisa berdoa. Terlebih dahulu menerima firman Alkitab ke dalam kita, kemudian ketika perasaan Roh datang, firman itu akan menjadi firman di dalam Roh. Pada saat inilah, apa yang Anda doakan adalah doa, dan apa yang Anda utarakan adalah berita khotbah.
Bacalah Alkitab dengan baik dan Anda akan mampu berdoa dengan baik. Namun ini bukan berarti hanya dengan membaca Alkitab dengan baik, lalu Anda mampu berdoa dengan sangat baik. Ada saudara tua yang sangat hafal akan Alkitab, dan di dalam doanya, ia dapat mengutip dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu. Akan tetapi, ketika Anda mendengarkan doanya, Anda tahu, bahwa doanya adalah hasil dari pikiran yang mati dan huruf-huruf yang mati, sedikit pun tidak di dalam hayat. Bukan ini yang kita maksudkan dengan menerima firman Tuhan. Yang kita maksudkan adalah setiap hari Anda harus bersandar kepada Roh itu, menerima firman Alkitab, ke dalam Anda; sampai pada suatu saat, begitu Anda menerima perasaan Roh, Roh Kudus akan membuat firman yang telah Anda terima dari Alkitab menjadi firman-Nya. Ia akan menerjemahkan dan menyatakan firman-Nya sekali lagi ke dalam Roh Anda. Pada saat ini, firman itu menjadi roh, firman yang hidup, dan firman hayat. Inilah yang kita maksudkan dengan menerima firman Tuhan.
7. FIRMAN MENJADI ROH
Di depan telah dibahas mengenai Roh menjadi firman. Sekarang kita menyinggung tentang firman menjadi Roh. Firman menjadi Roh berarti firman Alkitab yang pernah Anda baca, atau penjelasan firman Alkitab yang pernah Anda dengar, di dalam Anda menjadi Roh. Pada suatu ketika, firman yang telah Anda terima akan menjadi Roh di dalam Anda. Saudara-saudara, renungkanlah pengalaman doa kalian, dan kalian akan menyadari bahwa doa yang baik, doa yang rohani, adalah hasil dari Roh Allah berbaur menjadi satu dengan Anda. Anda bukannya menghafalkan Alkitab, melainkan mendoakan perkataan yang dengannya Roh Kudus menjamah dan menggerakkan Anda. Apa yang Anda doakan adalah pembauran antara firman Alkitab dengan firman Roh Kudus. Pada saat demikian, firman yang telah Anda terima dan yang telah tersimpan di dalam Anda akan menjadi firman di dalam Roh Kudus. Ini berarti firman di dalam Anda telah menjadi Roh.