← Daftar isi Kebutuhan akan para Full-timer · bab 6/9

KEHIDUPAN PARA FULL-TIMER

(The Living of Full-timers)

Dasar Alkitab:

“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada

sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.

Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku,

melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” – 1 Kor. 15:10

I. Pada saat ini, kita khususnya memerlukan orang-orang muda untuk bangkit dan melayani Tuhan sepenuh waktu. Tidak ada yang lebih mulia daripada melayani sepenuh waktu:

A. Setiap orang ingin mejadi seseorang, tetapi jika Anda akan melayani Tuhan Yesus sepenuh waktu, Anda harus mempersiapkan diri sendiri untuk tidak menjadi siapa-siapa, selain menjadi abu.

B. Takdir dari seorang full-timer adalah suatu kehidupan apa yang dipersembahkan kepada Allah sebagai suatu kurban bakaran harus berada pada tempat pembakaran, bukan pada tempat yang mulia atau agung; pada akhirnya, hasil dari kehidupan yang sedemikian, kehidupan penderitaan, kehidupan yang tanpa masa depan dan tanpa keamanan, akan menjadi timbunan abu.

II. Pernahkah Anda menyadari bahwa full-timer yang pertama adalah Habel?

A. Habel adalah seseorang yang tidak melakukan apapun di bumi ini selain mempersembahkan kepada Allah; dia memperhidupkan suatu kehidupan yang mutlak bagi Allah. Kehidupannya adalah untuk Allah, bukan untuk makanan.

B. Dia dapat menjadi orang seperti itu hanya karena Allah bergerak dan bekerja pada dia, melalui dia, dan dengan dia.

C. Perbuatan Habel bukanlah oleh dirinya sendiri; Allahlah yang bekerja di atas dirinya dan membuat dia menjadi orang yang demikian.

III. Kehidupan kita di bumi adalah sepenuhnya bagi Tuhan; kita tidak seharusnya memikirkan tentang mencoba meningkatkan kualitas dan standar kehidupan kita dengan penuh makna; melainkan, kita seharusnya memperhidupkan suatu kehidupan yang normal dan tepat.

A. Kita berbeda dengan Kekristenan. Bukan hanya kita mengakui kebenaran dan berusaha untuk dibangun dalam kebenaran supaya kita memiliki baik kedalaman maupun ketinggian, tetapi kita juga seharusnya benar dan tepat di dalam kehidupan praktis kita.

B. Ingatlah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berdiri di hadapan takhta penghakiman Tuhan untuk memberikan pertanggungjawaban akan segala sesuatu. Kita harus menjelaskan kepada-Nya mengenai bagaimana kita berbicara, bagaimana kita menggunakan uang kita, dan bagaimana kita berhubungan dengan orang lain..

IV. Kita tidak dapat melayani Tuhan sebagai para full-timer dengan diri kita sendiri:

A. Di dalam diri kita sendiri dan dengan diri kita sendiri kita tidak bisa melakukannya.

B. Di dalam diri kita sendiri dan dengan diri kita sendiri kita akan sudah menyerah sejak lama

C. Kasih karunia Kristuslah yang telah membuat kita menjadi apa adanya kita di dalam Dia.

V. Kita seharusnya “berlayar”…tanpa takut akan berbagai badai dan kesulitan …Sejak hari ini sampai seterusnya, kita semua harus memiliki ketetapan hati yang demikian di dalam Tuhan:

A. Tidak peduli akan penentangan dan kritik orang lain, dan berkebalikan dengan kemurtadan dan kemunduran orang lain, kita akan berusaha dan berjuang di dalam jalan yang Tuhan pimpin bagi kita.

B. Saya percaya perkataan-perkataan ini adalah suatu suntikan penangkal kepada Anda untuk melawan banyak hal yang negatif; semoga kita semua berjuang dan bergumul dalam peperangan ini sampai meraih kemenangan penuh. Saya percaya bahwa perkataan-perkataan ini akan memperlengkapi Anda.

Cuplikan Berita Ministri:

FULL-TIMER SEUMUR HIDUP MEMERLUKAN PENGUJIAN

Para saudara dan saudari yang telah dilatih dan yang berharap untuk melayani sepenuh waktu seumur hidup mereka masih memerlukan pengujian yang lebih lanjut. Dengan kata lain, meskipun Anda merasa sepenuh waktu seumur hidup Anda, bisa jadi sebenarnya tidak demikian. Anda dapat mencoba beberapa tahun lagi dan lihatlah. Lingkungan Anda mungkin tidak memperbolehkan Anda, atau sanak-saudara Anda mungkin tidak setuju. Dalam hal itu, Anda boleh mencari sebuah pekerjaan. Anda harus tetap menengadah kepada Tuhan, karena suatu hari Dia bisa mengubah lingkungan dan Anda akan bebas untuk sepenuh waktu lagi. Di sisi lain, jika Anda telah sepenuh waktu selama sejangka waktu, dan ternyata bahwa karunia yang Anda telah terima dari Tuhan tidak menjamin Anda bekerja sepenuh waktu bagi-Nya, maka akan tepat bagi Anda untuk kembali kepada pekerjaan dan melanjutkan melayani Tuhan di pihak-Nya. Ini juga sangat baik. Dari sudut pandang ini, tidak ada sistem pengkotbah sepanjang hidup, juga tidak ada seorangpun yang mengambil pengkotbah sebagai profesi seumur hidup.

Mari kita lihat contoh Paulus. Dia berkata dalam Kis 20:34, “Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.” Ini mengacu pada profesinya sebagai seorang pembuat kemah (Kis 18:3). Alasan Paulus membuat kemah adalah karena kekurangan perhatian dari gereja-gereja. Pembuatan kemah dengan kedua tangannya memenuhi bukan hanya keperluannya, tetapi juga keperluan kawan seperjalanannya. Meskipun dia memiliki sedikit pekerjaan, dia tidak meninggalkan pelayanan yang Tuhan amanatkan kepadanya. Sebaliknya, dia lebih rajin dan lebih banyak memberikan. Jika lingkungan-lingkungan mengizinkan, menurut karunia Tuhan, Anda perlu menunaikan pelayanan Anda dalam kapasitas full-timer, Anda tidak seharusnya mengambil sebuah pekerjaan; melainkan, Anda seharusnya melayani sepenuh waktu. Tetapi, jika gereja dimana Anda berada tidak dapat menopang Anda, Anda akan tetap perlu menopang diri Anda sendiri. Tetapi ini tidak mengatakan bahwa Anda tidak dapat memikul tanggung jawab terhadap pelayanan Tuhan. Saya mengatakan ini supaya Anda menjadi jelas bahwa diantara kita tidak ada profesi seperti seorang pelayan sepenuh waktu. Saya harap kalian semua dapat mengerti hal ini. i

Hal ini tentu saja adalah peristiwa yang penting. Karena Tuhan saat ini telah menunjukkan kepada kita jalan baru dan telah memanggil kita untuk mengambil jalan baru, kita harus tetap mengikuti Dia. Jika jalan baru semata-mata bergantung pada orang kudus yang bekerja untuk keluar mengetuk pintu di waktu senggang mereka, hal itu tentu saja tidak cukup. Jalan ini harus bergantung pada para saudara dan saudari muda, berkapasitas dan terdidik yang menerima beban untuk melayani sepenuh waktu, melayani Tuhan setiap hari dan setiap jam. Saya harap mulai dari hari ini sampai seterusnya jumlah para full-timer akan bertambah tahun demi tahun. Ini adalah panggilan Tuhan bagi kita hari ini.

Saya benar-benar percaya bahwa mimpi yang saya dapat adalah sebuah visi yang sejati. Empat puluh tahun yang lampau kita telah membuktikan bahwa mimpi itu telah digenapi, dan sekarang kita tetap berada di jalan raya yang lebar ini. Pada saat ini kita khususnya memerlukan orang-orang muda untuk bangkit dan melayani Tuhan sepenuh waktu. Tidak ada sesuatu yang lebih mulia daripada melayani sepenuh waktu. Pertimbangkanlah ini: Mendapatkan jutaan dolar tidak sebanding dengan mendapatkan satu jiwa. Jika kita dapat menghabiskan beberapa tahun untuk bekerja dan menyelamatkan beberapa ribu jiwa melalui mengetuk pintu, dan jika mereka berlipat ganda terus-menerus, setiap orang membawa orang-orang baru dan mendirikan sidang-sidang rumahan, dan setiap orang matang dalam hayat dan belajar kebenaran, betapa berharganya ini! Inilah jalan baru. Ini adalah jalan raya yang lebar, matahari yang terbit, dan masa depan yang tidak ada batasnya. ii

Pernahkah Anda menyadari bahwa sekerja full-timer pertama adalah Habel? Dia membuat kurban-kurban persembahan kepada Allah. Ini adalah pekerjaannya. Ini adalah juga cara hidupnya. Habel adalah orang yang tidak melakukan apa-apa di bumi ini selain mempersembahkan kepada Allah. Kejadian 4:4 mengatakan bahwa Allah menghargai Habel dan persembahannya. Betapa baiknya bahwa Habel adalah seorang full-timer tidak melakukan apa-apa selain hidup bagi Allah! Dia tidak berada dalam garis baik dan jahat. Dia berada dalam garis pohon hayat, hidup bagi Allah dan hidup kepada Allah.

Kita yang sedang melayani sepenuh waktu harus membandingkan waktu kita dengan pelayanan waktu Habel. Ketika kita membandingkan diri kita dengan Habel, kita mungkin perlu mengatakan kita adalah paruh waktu bukan full-timer. Habel memperhidupkan suatu kehidupan yang mutlak bagi Allah. Kehidupannya adalah untuk Allah, bukan untuk makanan. Kakaknya Kain adalah kebalikannya. Kain hidup untuk keperluan sehari-harinya, untuk makanan.

Habel hidup terhadap Allah secara rohani, dan dia hidup berdasarkan apa yang Allah lakukan, berdasarkan apa yang Allah sediakan secara fisik. Jika kita adalah full-timer, kita harus hidup seperti bagaimana Habel hidup. Kita seharusnya tidak hidup berdasarkan apapun yang dikerjakan oleh diri kita sendiri. Kain berbeda dengan Habel karena dia hidup berdasarkan apa yang dia lakukan. Dia adalah petani yang menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri. Karena itu, kita dapat melihat bahwa tidaklah keterlaluan mengatakan Habel memperhidupkan kehidupan orang Kristen. Jika kita memperhidupkan kehidupan orang kristen semata-mata berdasarkan pada apa yang Perjanjian Baru ajarkan, ini tidaklah cukup. Kita harus kembali pada Perjanjian Lama untuk melihat full-timer pertama bagi Allah – Habel. iii

Kita melihat dalam berita terdahulu bahwa Kejadian 3 mewahyukan bahwa Allah bekerja untuk menyelamatkan orang-orang dosa yang hilang dan jatuh. Setelah itu, Allah melanjutkan bekerja pada orang-orang kudusnya yang mengambil jalan hidup-Nya. Habel memperhidupkan suatu model kehidupan orang Kristen sebagai seorang full-timer yang mutlak untuk Allah. Tetapi apakah Anda percaya bahwa tanpa Allah bergerak dalam dan dengan Habel, Habel bisa menjadi orang yang memperhidupkan Allah sepenuh waktu? Dia dapat menjadi orang seperti itu hanya karena Allah bergerak dan bekerja pada dia, melalui dia, dan dengan dia. Dia adalah orang yang jatuh, keturunan Adam yang jatuh, tetapi dia bisa memperhidupkan kehidupan yang demikian. Tidaklah mungkin bagi dia untuk melakukan hal ini dengan dirinya sendiri tanpa dukungan apapun. Perbuatan Habel bukanlah oleh dirinya sendiri; Allahlah yang bekerja pada dia dan membuat dia menjadi orang yang sedemikian.

Kita tidak dapat melayani Tuhan sebagai para full-timer dengan diri kita sendiri. Di dalam diri kita sendiri dan dengan diri kita sendiri kita akan telah menyerah sejak lama. Paulus berkata, - Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagai mana aku sekarang (1 Kor. 15:10). Paulus adalah apa adanya dia karena kasih karunia Kristus yang cukup (2 Kor. 12:9). Kasih karunia Kristuslah yang telah membuat kita menjadi apa adanya kita di dalam Dia. Jika Habel disini hari ini, dia akan mengatakan bahwa Allah yang dia sembah yang membuat dia menjadi orang yang seperti itu. Ini adalah pekerjaan Allah. Allah menghasilkan orang-orang yang mau mengambil jalan hidup-Nya berdasarkan prinsip pohon hayat. Jika tidak, Allah tidak akan mempunyai kesaksian di bumi ini. Awal Alkitab menunjukkan kepada kita suatu persona bernama Habel yang dapat dianggap sebagai full-timer pertama di bumi ini yang memperhidupkan Allah. Ini adalah pekerjaan Allah untuk menghasilkan orang yang demikian.

Allah menghormati Habel dan persembahannya (Kej 4:4). Kata menghormati adalah sebuah kata yang berbobot. Jika kita menghormati seseorang, ini sangat bermakna. Allah, Sang Pencipta, memberikan hormat kepada seseorang, ciptaan-Nya. Jika Presiden Amerika Serikat menaruh rasa hormat pada seseorang, ini adalah suatu penghargaan kepada orang tersebut. Kitab Kejadian menunjukkan kepada kita pekerjaan Allah dalam memberikan rasa hormat kepada Habel., satu dari makhluk ciptaan-Nya. Orang yang jatuh seperti itu menerima keselamatan dan kuasa yang menopang dari Allah untuk menjadi orang yang hidup bagi Dia. Habel adalah orang pertama yang dihargai dan dihormati oleh Allah. Pada waktu itu dia adalah orang yang paling mulia di bumi. Kita semua harus berkeinginan menjadi seperti Habel. Semua full-timer seharusnya menjadi Habel. iv

Pada akhirnya, ini bukanlah masalah ke mana kita harus pergi; ini adalah masalah transformasi kita. Jika kita belum cukup ditransformasi, tidak ada tempat dimanapun di bumi ini bagi kita untuk pergi. Tidak seorang pun hari ini dapat mengatakan bahwa dia sepenuhnya telah ditransformasi. Sebelum penebusan tubuh kita, keperluan untuk trasformsi adalah tidak terbatas. Sebagai seorang yang sudah tua, saya memerlukan lebih banyak transformsi. Meskipun kita mungkin kekurangan kebenaran, pengetahuan, dan pertumbuhan hayat, kita masih bisa melanjutkan hidup. Tetapi jika kita kekurangan transformasi, maka tidak ada tempat bagi kita untuk melayani Tuhan. Tanpa transformasi yang cukup, cepat atau lambat kita akan berada dalam hayat alamiah kita. Hayat alamiah adalah sumber utama permasalahan. Kita akan bermasalah dengan isteri kita, dengan kakak laki-laki dan perempuan kita, dengan penatua-penatua, dan dengan gereja. Jika kita mengatakan kita tidak suka dengan gereja-gereja di Texas dan pergi ke California, kita akan menemukan bahwa gereja-gereja di California juga tidak cocok dengan persyaratan kita. v

MEMBANGUNKEHIDUPAN KRISTIANI KITA

Ketiga, kita harus mengembangkan suatu kebiasaan dan membangun sutu kehidupan yang berdoa setiap hari, bersekutu dengan Tuhan sepanjang waktu, mengakui dosa-dosa kita kepada Tuhan secara teratur, dan menikmati pemenuhan Roh Kudus setiap saat. Kita harus membangun hal-hal ini di dalam kehidupan Kristiani kita. Doa adalah keperluan hidup sehari-hari; doa tidak seharusnya dilewatkan bahkan untuk satu hari. Ini mengacu bukan kepada doa-doa di dalam sidang-sidang, tetapi berdoa secara pribadi. Setiap hari kita harus berdoa, bersekutu dengan Tuhan, dan mengakui dosa-dosa kita, tidak memperbolehkan suatu penghalang tetap berada diantara kita dengan Tuhan. Jika kita memiliki perasaaan negatif terhadap seseorang yang berkordinasi dan melayani dengan kita, kita tidak perlu mengungkapkan hal itu kepadanya, kalau tidak kita akan memberikan Iblis suatu kesempatan untuk merusak pekerjaan. Kita seharusnya, bagaimanapun juga, tetap datang kepada Tuhan untuk menanggulangi perkara ini, dengan berkata, Tuhan, aku memiliki perasaan yang buruk terhadap dia. Aku lelah terhadap dia dan tidak menyetujui apa yang dia katakan. Tolong maafkan aku dan transformasilah aku.

Di rumah sakit-rumah sakit, dokter-dokter dan suster-suster mengontaki semua jenis pasien setiap hari dan dicemari oleh berbagai jenis bibit penyakit. Jalan terbaik bagi mereka untuk dilindungi adalah dengan terus-menerus membasuh tangan mereka sehinggak tidak ada bibit penyakit tetap tinggal pada mereka. Pengakuan dan pertobatan kita harus juga seperti ini. Sebagai tambahan, kita juga perlu bersekutu dengan Tuhan dan menerima pemenuhan Roh Kudus secara terus-menerus. Kita tidak seharusnya terlalu banyak menganalisis di dalam pikiran kita, tetapi kita hanya perlu mempraktekkan hal ini setiap hari. vi

BELAJAR MENGGUNAKAN UANG DENGAN TEPAT

Terakhir, kita harus belajar bagaimana menggunakan uang kita dengantepat. Ketika saya muda, saya membaca sebuah artikel yang ditulis oleh Benjamin Franklin dari Amerika Serikat yang di dalamnya dia mengatakan bahwa menghasilkan uang itu mudah dan menggunakan uang itu sulit. Pada awalnya, saya tidak setuju dengan apa yang dia katakan karena saya percaya bahwa adalah sangat sulit untuk menghasilkan uang tetapi tidak terlalu sulit untuk menggunakan uang. Tetapi, setelah membaca seluruh artikel itu, saya disentuh secara mendalam dan diuntungkan secara luar biasa. Artikel itu mengatakan bahwa jika seseorang tidak menggunakan uangnya secara tepat, dia akan membeli malapetaka bagi dirinya sendiri. Namun bagaimanapun juga sangat sedikit orang tahu bagaimana menggunakan uangnya secara tepat.

Mengenai perkara dukungan keuangan bagi pelaksanaan seluruh pergerakan Tuhan , keperluannya adalah sangat besar. Sebagai contoh, keperluan ini mencakup menghasilkan seribu full-timer, perluasan ke kota-kota dan desa-desa, dan pembangunan sebuah balai sidang yang besar. Saya sudah mengatakan kepada Anda bahwa kita berada di perahu yang sama. Kita harus sehati dan mempersembahkan sebanyak yang kita mampu. Meskipun para sepenuh waktu adalah obyek dari dukungan gereja, mereka tetap harus tetap mencoba yang terbaik untuk berhemat. Saya telah menasihati para penatua untuk melakukan yang terbaik yang mereka bisa kerjakan untuk menyediakan perhatian yang cukup kepada para full-timer dengan mencari tahu dengan jelas mengenai latar belakang keluarga, situasi pribadi, dan kondisi kesehatan mereka. Dalam cara yang sama, saya menasihati Anda semua yang adalah para full-timer untuk terbuka dan memiliki persekutuan dengan para penatua jika Anda menerima terlalu sedikit; di sisi lain, jika Anda menerima terlalu banyak, Anda harus belajar untuk memberikan sebagian untuk memperhatikan keperluan gereja-gereja dan orang-orang kudus.

Kita tidak seharusnya takut bahwa Tuhan akan mengabaikan kita. Sampai hari ini saya telah menerima lebih dari sepuluh ribu dolar Amerika dari Tuhan setiap tahun. Namun, saya tetap mencoba sehemat mungkin dalam kehidupan saya, supaya saya mempunyai uang lebih untuk diberikan. Kadang-kadang saya memperhatikan beberapa orang-orang kudus yang memerlukan, khususnya para sekerja China, dan kadang-kadang saya memperhatikan keperluan gereja-gereja bagi pembangunan balai sidang-balai sidang di tempat-tempat yang berbeda. Karena itu, kita tidak seharusnya memiliki pikiran bahwa karena Tuhan telah memberikan kita begitu banyak, kita bebas untuk menggunakan semuanya. Tidak! Bahkan jika Allah memberikan kita jauh lebih banyak dari yang kita perlukan, itu tetap adalah uang Tuhan. Walaupun uang itu berada di tangan kita, tetap itu adalah uang Tuhan. Karena itu, kita harus belajar menggunakan uang itu secara hati-hati, mencoba sebaik kita untuk menyimpan sebanyak mungkin untuk digunakan oleh Tuhan.

Kehidupan kita di bumi adalah seluruhnya bagi Tuhan. Kita tidak seharusnya mempunyai pikiran untuk meningkatkan kualitas dan standar hidup kita dengan penuh makna. Sebaliknya, kita harus memperhidupkan kehidupan yang normal dan tepat, diatur di dalam aktifitas sehari-hari kita di rumah, termasuk cara makan kita. Ketika kita perlu menggunakan, kita menggunakan secara bijaksana; ketika kita perlu makan, kita perlu makan dengan tepat. Di satu sisi, kita tidak boleh mengorbankan kesehatan kita untuk keperluan menyimpan uang, sebab ini adalah pelanggaran kepada Tuhan. Di sisi lain kita tidak seharusnya memboroskan bahkan sepeserpun. Bagi keperluan hidup, kita harus menggunakan pada hal-hal yang penting yang kita perlukan berdasarkan aturan-aturan kesehatan, makan makanan bergizi dan menggunakan hal-hal yang cocok, tetapi kita tidak seharusnya menggunakan uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Ambil diri saya sebagai contoh, saya masih punya satu setel pakaian yang sudah saya miliki selama delapan belas tahun dan sepasang sepatu yang saya beli di Inggris di tahun 1958, keduanya masih tetap saya pakai sampai hari ini. Kita harus belajar menggunakan sesuatu dalam batasan yang tepat.

Apa yang telah saya katakan bukanlah hal yang kecil. Melainkan, ini adalah untuk pembangunan kehidupan kita yang tepat. Ingatlah bahwa suatu hari kita semua akan berdiri dihadapan takhta penghakiman Tuhan untuk mempertanggungjawabkan segala sesuatu. Kita akan harus menjelaskan kepada Dia mengenai bagaimana kita berbicara, bagaimana kita menggunakan uang kita, bagaimana kita berhubungan dengan yang lain. Ini harus menjadi peringatan bagi kita jika kita sungguh-sungguh bermaksud menjadi saksi-Nya, kita tidak seharusnya hanya berbicara dengan cara yang sia-sia. Melainkan, kita seharusnya melatih hati nurani kita supaya kita akan dapat bersaksi bagi diri kita sendiri bahwa kita mutlak sedang berjalan berdasarkan roh dan melakukan setiap hal dihadapan Tuhan.

Karena itu, saya berharap kita semua akan mengingat beberapa perkara ini dan menerapkan di dalam kehidupan sehari-hari kita, mempraktekkan setiap hal. Kita seharusnya tidak saja berbicara dan kemudian tidak mempraktekkannya. Kita berbeda dengan Kekristenan. Bukan hanya kita mengakui kebenaran dan berusaha untuk dibangun dalam kebenaran supaya kita memiliki baik kedalaman maupun ketinggian, tetapi kita juga seharusnya benar dan tepat di dalam kehidupan praktis kita. Saya yakin jika kita mempraktekkan semua hal-hal ini, kita akan menjadi orang yang Tuhan dambakan dan menjadi orang yang dapat digunakan oleh Dia untuk menyebarkan kebenaran-Nya ke seluruh dunia, supaya injil kerajaan dapat disebarluaskan ke seluruh bumi yang berpenghuni (Mat. 24:14) bagi pemuridan semua bangsa (28:19.) vii

SEGALA SESUATU YANG DIPERSEMBAHKAN

SEBAGAI KURBAN BAKARAN HARUS DILETAKKAN

PADA TEMPAT PEMBAKARAN UNTUK DIBAKAR

Imamat 6:9a mengatakan, “Perintahkanlah kepada Harun dan anak-anaknya: Inilah hukum tentang korban bakaran. Korban bakaran itu haruslah tinggal di atas perapian di atas mezbah semalam-malaman sampai pagi, dan api mezbah haruslah dipelihara menyala di atasnya.” Ini menandakan bahwa segala sesuatu yang dipersembahkan sebagai korban bakaran harus diletakkan pada tempat pembakaran untuk dibakar. Ini adalah sesuatu yang orang dunia tidak bisa mengerti, karena mereka dibesarkan dan dididik untuk menjadi sesuatu di dalam dunia. Orang tua duniawi tentu saja tidak mengajar anak-anak mereka untuk mempersembahkan diri mereka sendiri kepada Allah untuk dibakar.

Oleh rahmat dan kasih karunia Tuhan, hati kita berbeda dengan hati orang-orang yang tidak percaya. Kita tahu bahwa kurban bakaran mengindikasikan bahwa kita memiliki hati yang mutlak bagi Allah di zaman ini. Kita bukanlah untuk sesuatu yang lain, dan kita tidak punya ketertarikan pada yang lain. Meskipun kita menasihati orang-orang muda untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik, pendidikan bukanlah hal yang kita cintai. Orang-orang muda boleh mendapat pendidikan yang tertinggi, tetapi mereka perlu menyadari bahwa di bumi ini kita orang-orang Kristen pada akhirnya tidak akan menjadi apa-apa selain abu. Ini akan menjadi hasil dari persembahan diri kita kepada Allah sebagai kurban bakaran dan diri kita yang dibakar.

Saya ingin mengatakan suatu perkataan kepada orang-orang muda yang memiliki hati untuk melayani Tuhan sepenuh waktu.Saya harus mengatakan kepada Anda bahwa kesulitan-kesulitan menanti Anda dan bahwa tidak ada masa depan bagi Anda di bumi. Anda tidak akan memiliki sesuatu yang bumiah yang padanya Anda dapat bersandar bagi keamanan Anda dan bagi kehidupan insani Anda. Anda boleh merasa bahwa Anda akan sangat berarti bagi Allah, tetapi pada akhirnya Anda akan menjadi abu. Setiap orang ingin menjadi seseorang, tetapi jika Anda akan melayani Tuhan Yesus sepenuh waktu, Anda harus mempersiapkan diri Anda sendiri untuk tidak menjadi siapa-siapa, selain menjadi abu. Apakah Anda mau untuk dibakar? Dibakar menjadi abu adalah bukan perkara kenikmatan tetapi penderitaan. Takdir dari seorang full-timer adalah suatu kehidupan penderitaan. Apa yang dipersembahkan kepada Allah sebagai korban bakaran harus berada pada tempat pembakaran, bukan pada sesuatu tempat yang mulia atau agung. Pada akhirnya, hasil dari kehidupan yang sedemikian, kehidupan penderitaan, kehidupan yang tanpa masa depan dan tanpa keamanan, akan menjadi timbunan abu.

Meskipun kita tidak memiliki keamanan bumiah, saya dapat bersaksi bahwa kita memiliki Tuhan Yesus sebagai keamanan kita. Kristus adalah keamanan saya, meskipun Dia kadang-kadang menyembunyikan diri-Nya dari saya untuk menguji saya. Berdasarkan hasil dari pengalaman dan pembelajaran saya, saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa waktu yang terbaik untuk menikmati Tuhan Yesus adalah ketika Dia sedang bersembunyi dari Anda. Setelah kelihatannya menghilang dari Anda sejangka waktu, Dia akan secara spontan menampakkan diri lagi kepada kita. Ini sering menjadi jalan-Nya terhadap kita. Kristus yang demikian adalah keamanan kita yang sejati.

APA YANG DIPERSEMBAHKAN HARUS TINGGAL PADA TEMPAT

PEMBAKARAN MELALUI GELAPNYA MALAM SAMPAI PAGI

Kurban bakaran berada pada perapian di atas mezbah semalaman sampai pagi juga menandakan bahwa apa yang dipersembahkan seharusnya tinggal pada tempat pembakaran melalui gelapnya malam sampai pagi. Sepanjang malam artinya semua zaman yang gelap ini. Zaman yang kita ada di dalamnya adalah malam yang gelap. Kurban bakaran harus menyala terus-menerus melalui sepanjang malam sampai pagi.

Tidak peduli berapa lama malam tersebut, pada akhirnya akan ada pagi, terbitnya matahari. Terbitnya matahari yang sejati akan menjadi kedatangan Tuhan kembali, dan kita sedang menunggu hal ini. Tetapi, kita tidak seharusnya mengharapkan Tuhan Yesus untuk datang kembali segera untuk mengecualikan kita dari pencobaan malam yang gelap. Semakin kita meminta kepada-Nya untuk datang segera untuk alasan ini, semakin Dia akan menunda kedatangan-Nya untuk keperluan kita dan keperluan kita melewati malam gelap yang lebih lama.

Belakangan ini saya berbicara suatu perkataan kepada para full-timer di Taipei mengenai penderitaan-penderitaan dan kesukaran-kesukaran. Saya beritahukan kepada mereka untuk bersiap untuk menempuh suatu kehidupan yang tidak mudah dan mengambil jalan yang tidak lancar tetapi jalan yang berat. Kita perlu berada pada tempat pembakaran dan dibakar sepanjang malam gelap sampai pagi. viii

BERPERANG DALAM PEPERANGAN DENGAN BERGUMUL DAN BERJUANG

Akhirnya, saya ingin membagikan satu perkara yang serius dengan Anda. Saya juga pernah menjadi orang muda. Saya tahu semua orang muda bermimpi bahwa karena mereka telah memberikan diri-Nya pada Tuhan dalam suatu jalan sepenuh waktu, pemulihan Tuhan akan tentu saja akan memiliki masa depan yang cerah. Segera setelah tentara berangkat, kemenangan akan berada dimana-mana dan penginjilan di Taiwan akan sukses besar. Di satu sisi, wahyu Alkitab memberitahukan kita bahwa kuda putih, yang mewakili injil, akan menang lagi dan lagi (Wahyu 6:2). Tetapi, di sisi lain, kita harus melalui banyak peperangan. Penginjilan Taiwan tidak diragukan lagi akan dirampungkan, tetapi hal ini akan melalui banyak pergumulan dan perjuangan. Kita harus melihat keseluruhan proses penginjilan Taiwan ada peperangan dan perjuangan sepanjang jalan.

Meskipun Paulus bertemu dengan banyak sekali kesulitan-kesulitan, penganiayaan-penganiayaan dan dilupakan, dia semakin dikuatkan di dalam kasih karunia Kristus. Dia bekerja dan bergumul menurut operasi yang beroperasi di dalam dia dalam kekuatan. Ketika tiba waktunya bagi dia untuk meninggalkan dunia, dia memproklamirkan, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Tim. 4:7). Akibatnya, dia dapat mendorong Timotius untuk “Beritakanlah firman; siap sedialah baik atau tidak baik waktunya” (2 Tim. 4:2). Ini artinya apakah waktunya itu menyenangkan atau tidak, apakah kita disambut atau tidak, dan apakah ada penentangan atau tidak, kita semua harus teguh dan tidak goyah, dan berjuang memberitakan firman.

Kita harus berlayar seperti Columbus yang tidak takut akan badai-badai dan kesulitan-kesulitan, maju menuju sasarannya. Sejak hari ini sampai seterusnya, kita harus memiliki ketetapan hati seperti itu di dalam Tuhan. Tidak peduli akan penentangan dan kritik orang lain dan berkebalikan dengan kemurtadan dan kemunduran orang lain, kita akan bekerja dan berjuang di jalan yang Tuhan pimpinkan kepada kita. Saya percaya perkataan-perkataan ini adalah suatu suntikan penangkal kepada Anda untuk melawan banyak hal yang negatif. Hari ini, sebelum Tuhan datang kembali dan kerajaan datang di bumi, maka akan tetap ada peperangan. Di dalam Efesus, kitab yang mewahyukan gereja, Paulus berkata dalam kesimpulannya bahwa gereja adalah pejuang korporat untuk melaksanakan tujuan kekal Allah. Pada saat ini, gereja sedang berperang melawan musuh-musuh rohani, bergulat melawan kuasa kegelapan. Semoga kita semua berjuang dan bergumul dalam peperangan ini sampai kemenangan yang penuh dimenangkan. Saya percaya bahwa perkataan-perkataan ini akan memperlengkapi Anda. Saya berharap bahwa Anda akan membawa poin-poin ini kembali dan akan berdoa dan mempersekutukannya. ix

i.

Witness Lee, Words of Life from the 1988 Full-time Training, (Anaheim: LSM, 1989), 83-84

ii. Witness Lee, A Blessed Human Life, (Anaheim: LSM, 2003), 73-74

iii. Witness Lee, The History of God in His Union With Man, (Anaheim: LSM, 1993), 63-64

iv. Witness Lee, The History of God in His Union With Man, (Anaheim: LSM, 1993), 64-65

v. Witness Lee, Instruction and Exhortation to the Trainees, (Anaheim: LSM, 1990), 19-20

vi. Witness Lee, The Economy of God and the Mystery of the Transmission of the Divine Trinity, (Anaheim: LSM, 2001), 153-154

vii. Witness Lee, The Economy of God and the Mystery of the Transmission of the Divine Trinity, 2001) 163-167

viii. Witness Lee, Life-study of Leviticus, (Anaheim: LSM, 1989), 207-209

ix. Witness Lee, Words of Life from the 1988 Full-time Training, (Anaheim: LSM, 1989), 86-88