PENTINGNYA MENJADI SEPENUH WAKTU
(The Significance of Being Full-time)
Dasar Alkitab:
“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.
Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” – Roma 14:8
I. Kita harus mempertinggi standar kebenaran Alkitab mengenai perkara menjadi full-timer:
A. Perkara menjadi full-timer telah banyak disalahpahami selama berabad-abad.
B. Saya berharap kita semua dapat dipulihkan di dalam pemahaman kita akan kebenaran tersebut.
II. Makna sesungguhnya dari menjadi full-timer adalah hidup kepada-Nya:
A. Melayani Tuhan adalah kehidupan seorang Kristiani; bukan sebuah profesi.
B. Setiap kaum beriman, sebagai seorang yang telah dibeli oleh Tuhan dengan sejumlah harga, seharusnya menjadi seorang yang hidup kepada Tuhan.
C. Menurut konsep manusia kita, kita menyebut para full-timer sebagai mereka yang melepaskan pekerjaannya untuk memberitakan Injil, namun kita tidak menganggap mereka yang bekerja sebagai para full-timer; sesungguhnya, semua yang bekerja juga seharusnya menjadi para full-timer.
D. Menjadi full-timer berarti apa pun yang Anda lakukan, lakukanlah kepada Tuhan; apa adanya diri Anda adalah kepada Tuhan; dan apa pun yang Anda miliki, milikilah kepada Tuhan.
III. Menjadi seorang full-timer berarti menjadi seseorang yang mutlak bagi Tuhan:
A. Ini meliputi segala apa adanya diri Anda, segala sesuatu yang Anda miliki, segala sesuatu yang dapat Anda lakukan, dan segala sesuatu yang Anda kumpulkan; itu tidak hanya satu persepuluh tetapi sepuluh persepuluh.
B. Kita harus mengajarkan ini dan mempromosikannya sampai pada puncaknya; Paulus adalah orang yang demikian, Akwila dan Priskila juga merupakan orang-orang yang seperti itu; mereka tidak untuk hal yang lain; mereka hanya bagi Tuhan.
IV. Menjadi seorang full-timer berarti mempersembahkan tubuhnya bagi Tuhan:
A. Seluruh diri kita terkandung di dalam tubuh kita, dan tubuh kita dibatasi oleh waktu.
B. Tubuh adalah pusat dari dua hal tersebut, pusat dari diri dan waktu kita.
C. Mempersembahkan tubuh Anda kepada Allah berarti Anda memberikan diri Anda kepada Allah; inilah full-timer.
V. Di dalam prinsipnya, kita harus menyadari bahwa setiap orang yang beroleh selamat seharusnya menjadi full-timer:
A. Menurut konsep manusia kita, kita menyebut para full-timer sebagai mereka yang melepaskan pekerjaannya untuk memberitakan Injil, namun kita tidak menganggap mereka yang bekerja sebagai para full-timer; sesungguhnya, semua yang bekerja juga seharusnya menjadi para full-timer.
B. Sebenarnya, semua yang bekerja juga seharusnya menjadi para full-timer.
C. Mari kita bangkit untuk menjadi full-timer, baik dengan melepaskan pekerjaan kita untuk pergi keluar ataupun tetap pada pekerjaan kita untuk menghasilkan uang yang lebih banyak dan memberikan setiap sen bagi pergerakan Tuhan; barulah pergerakan Tuhan tidak akan kekurangan manusia atau uang.
Cuplikan Berita Ministri:
MELAYANI TUHAN ADALAH PERKARA YANG SANGAT BESAR
Berita ini adalah mengenai melayani Tuhan dan menjadi sebuah kesaksian bagi Tuhan. Ini adalah sebuah perkara yang terlalu besar di seluruh alam semesta. Apakah seseorang mempertimbangkannya dari sudut pandang melayani Tuhan, atau dari sudut pandang menjadi sebuah kesaksian bagi Tuhan, bukan perkara kecil. Kedua ungkapan tersebut adalah ungkapan-ungkapan yang luar biasa. Kita berkata bahwa kita sedang melayani Tuhan. Namun, siapakah Tuhan ini? Ini bukan sebuah perkara kecil. Jika saya dapat menemui kepala negara berhadapan wajah demi wajah, saya akan merasa sungguh luar biasa. Namun ini hanyalah melayani manusia. Kita harus melihat bahwa Tuhan lebih tinggi dan lebih mulia daripada manusia mana pun. Kita melayani Tuhan Kristus. Sering kali kita telah membicarakan mengenai pelayanan Tuhan di dalam sebuah istilah yang terlalu rendah dan terlalu ringan. Lebih jauh lagi, bersaksi bagi Tuhan juga bukan perkara yang ringan.
Pemikiran dan konsep kita harus dibebaskan dari perilaku sembrono dan kemerosotan. Kapan kala kita membicarakan tentang melayani Tuhan, kita harus serius. Kapan kala kita menyebutkan pelayanan kepada Tuhan, kita harus menganggapnya sebagai perkara yang luar biasa.Kita sedang melayani seorang Tuhan yang adalah Tuhan langit dan bumi dan Dia yang tertinggi dari semuanya. Kita dapat mengilustrasikannya dengan cara lain. Jika presiden negara kita akan menemui Anda pagi ini, mungkin jantung Anda akan berdetak lebih cepat daripada ketika Anda bangun di pagi hari. Mungkin di malam harinya Anda tidak dapat tidur nyenyak. Ada perasaan gugup dan takut. Bagaimanapun juga, ketika kita berbicara tentang melayani Tuhan hari ini, seringkali kita menjadi cukup sensitif. Kita harus menyadari bahwa kita sedang melayani Tuhan langit dan bumi. Jika ada seseorang yang berkata bahwa dia sedang melayani Tuhan, namun tidak memiliki perasaan apa-apa, ini membuktikan bahwa orang tersebut telah merosot. Kita harus berjaga-jaga terhadap hal ini. i
MAKNA SEJATI MENJADI FULL-TIMER
Makna sejati menjadi full-timer adalah adalah hidup kepada-Nya. Menjadi full-timer tidak berarti melepaskan pekerjaan Anda dan menjadi seorang pengkhotbah. Ini tidak berarti bahwa Anda melepaskan bisnis Anda dan menjadi seorang yang memberitakan Injil atau berjerih lelah di dalam firman sepanjang waktu. Seorang full-timer adalah seseorang yang hidup kepada Tuhan. Siapa yang seharusnya menjadi orang yang demikian? Setiap kaum beriman, tanpa pengecualian. Selama Anda adalah seorang kaum imani, Anda harus menyadari Anda seharusnya menjadi seorang yang hidup kepada Dia. Kita harus hidup kepada-Nya karena Dia adalah milik kita dan kita adalah milik-Nya. Hidup bagi-Nya adalah berdasar di atas fakta bahwa kita adalah milik-Nya. Tidak hanya Dia adalah milik kita, kita pun milik-Nya.
Banyak dari kita mengklaim bahwa kita mengasihi Tuhan dan bahwa kita dan seluruh yang kita miliki adalah untuk Dia. Namun, apa pun yang Tuhan akan tuntut dari kita, Dia tetap memerlukan izin Anda . Anda belum memenuhi syarat bahwa Anda hidup kepada Dia. Jika Anda hidup kepada Dia, Dia tidak perlu minta izin dari Anda untuk apa pun yang Dia perlukan di atas diri Anda. Sama halnya jika Tuhan hidup kepada Anda, Anda tidak perlu minta izin dari-Nya untuk apa pun yang Anda inginkan di atas diri-Nya.
Menjadi full-timer berarti Anda hidup kepada Tuhan. Anda tidak hidup bagi Dia, namun kepada Dia. Ini adalah sebuah hak istimewa yang sangat besar. Seorang full-timer tidak seperti apa yang kita bayangkan. Seorang full-timer adalah seorang yang hidup kepada Tuhan; setiap kaum beriman, sebagai seseorang yang telah dibeli oleh Tuhan dengan sejumlah harga, seharusnya menjadi seorang yang hidup kepada Tuhan. Dia adalah milik Anda dan Anda adalah milik-Nya. Dia dan Anda adalah satu. Dia adalah kepada Anda dan Anda kepada Dia. Tidak ada perbedaan dalam segala hal. Dia tidak perlu izin Anda untuk memakai Anda, Anda pun tidak perlu izin Dia untuk memakai-Nya. Dia siap untuk menjadi seperti ini terhadap Anda, namun, mungkin Anda yang belum siap. Anda mungkin menjadi agak ragu. Seorang suami dapat dengan percaya diri terhadap istrinya dalam hal menjadi satu dengannya dan menjadi segala sesuatu bagi istrinya, namun seorang istri mungkin masih ragu. Dia mungkin berpikir, “Jika aku memberitahu dia bahwa aku adalah untuknya, dia mungkin akan mengambil segala sesuatu yang aku miliki. Kemudian, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku memiliki jaminan?” Ini menggambarkan situasi pada saat ini yang sedang terjadi di tengah-tengah kita. Sebagian besar kita yang di tengah-tengah pemulihan Tuhan mengasihi Tuhan, dan kita akan berkata bahwa apa adanya kita dan apa pun yang kita miliki seluruhnya adalah untuk Tuhan. Kita tidak menyadari, bagaimana pun juga, betapa cerdiknya ketika kita berkata bahwa kita adalah bagi Tuhan.
Terlepas dari berapa banyak Anda katakan bahwa Anda adalah bagi Tuhan, Tuhan tetap tidak memiliki hak menyentuh apa pun milik Anda karena itu adalah milik Anda. Itu adalah milik Anda bagi Dia dan Anda bagi Dia – bukan kepada Dia ... ketika Anda berkata Anda adalah bagi Dia dan hidup bagi Dia, Anda mengira ini baik. Sebenarnya, tidak begitu baik juga. Ini cerdik. Mungkin Anda menyimpan kecerdikan di dalam diri Anda. Anda dapat berkata bahwa Anda adalah bagi Tuhan, namun Anda tidak berani berkata Anda hidup kepada Tuhan ... Anda bagi Tuhan adalah demi kesenangan Anda. Ketika Anda bahagia atau nyaman, Anda memberikan sesuatu kepada Tuhan dan melakukan sesuatu untuk Tuhan. Ketika Anda tidak bahagia atau nyaman, Anda tidak melakukan apa pun bagi Tuhan.Kita harus diterangi agar dapat melihat bahwa bagi Tuhan saja tidak cukup.
Anda telah dibeli sebagai budak dengan sejumlah harga. Tuhan adalah milik Anda dan Anda adalah milik-Nya. Dia kepada Anda dan Anda kepada Dia. Apa pun yang Anda lakukan, lakukanlah kepada Dia. Ketika Anda pergi ke sekolah untuk belajar, belajar lah kepada Dia. Jika Anda menjadi seorang bankir untuk menghasilkan banyak uang, hasilkanlah uang kepada Dia. Sebagai seorang istri yang membesarkan anak, besarkan lah anak-anak Anda kepada Dia, bukan kepada diri Anda sendiri. Paulus berkata “tidak seorang pun hidup kepada dirinya sendiri (Rm. 14:7). Kita tidak hidup kepada diri kita sendiri tetapi kepada Dia. Inilah yang dimaksud dengan menjadi seorang full-timer. Kita semua seharusnya menjadi seperti ini.
Kita harus mengenal bahwa kita adalah orang Kristen. Gelar atau ketetapan ini menyiratkan kepemilikan. Itu tidak hanya berarti Anda adalah seorang “manusia Kristus”, tetapi juga berarti bahwa Anda adalah seorang milik Kristus. Ketika orang-orang Romawi kuno menyebut kaum beriman sebagai orang Kristen, yang mereka maksud adalah orang-orang ini adalah kepunyaan Kristus. Karena Anda adalah milik-Nya, segala sesuatu tentang Anda haruslah kepada Dia. Makna praktis dari menyandang gelar Kristen bukan kita adalah manusia bagi Kristus, melainkan kita adalah manusia kepunyaan Kristus. Karena kita mutlak adalah milik Dia, kita bernafas kepada Dia, kita tidur kepada Dia, kita makan kepada Dia, kita minum kepada Dia. Anda tidak perlu berkata bahwa Anda sedang mengerjakan sesuatu bagi Dia karena Anda adalah milik-Nya. Apa adanya diri Anda, adalah bagi Dia; apa pun yang Anda lakukan, Anda lakukan bagi Dia; apa saja yang Anda miliki, Anda miliki kepada Tuhan; apa saja yang Anda punyai; Anda punyai kepada Dia; uang yang Anda miliki, Anda miliki kepada Dia. Jika Anda berkata Anda memiliki sesuatu bagi Tuhan, Anda tetaplah pemiliknya. Anda masih memiliki dan menyimpannya, namun Anda menyimpannya bagi Dia. Ini bukan kepada Dia. Kepada Dia mengacu kepada hal yang lebih dalam.
Ketika kita sedang hidup kepada Tuhan, kita tidak perlu berbicara mengenai konsekrasi. Anggap saja Maria dan Yohanes baru menikah tiga hari, Maria bertobat kepada Yohanes dan berkata, “ Yohanes, selama tiga hari ini saya tidak melakukan apa-apa untukmu. Sekarang saya ingin mempersembahkan diri saya dan memberikan diri saya kepadamu.” Respon Yohanes bisa jadi demikian: “ Maria, sudah terlambat. Engkau sudah menikah denganku. Engkau tidak perlu memberikan dirimu kepadaku. Engkau telah menjadi milikku. Aku adalah pemilikmu. Kenapa engkau perlu memberikan dirimu kepadaku? Engkau meniadakan pernikahan kita. “ Dalam hal yang sama, terkadang konsekrasi kita benar-benar berarti sebuah pembatalan. Ini mengindikasikan bahwa Anda telah membatalkan pernikahan Anda dengan Kristus. Anda harus menyadari bahwa pada hari di mana Anda beroleh selamat, Anda telah menikah dengan Kristus, dan Dia telah membeli Anda. Paling banyak yang dapat Anda katakan adalah : “ Tuhan, ampuni aku. Ketika aku diselamatkan, aku tidak menyadari bahwa aku telah menikah dengan-Mu dan sejak hari itu aku adalah milik-Mu. Sekarang aku menyadarinya, aku ingin bertobat dan hidup kepada-Mu. Aku ingin menyadari atau melanjutkan kehidupan pernikahan yang sesungguhnya sejak saat ini.” Tuhan mendambakan kita adalah kepada Dia karena kita telah menjadi milik-Nya. Jangan berkata bahwa Anda adalah bagi Dia. Berkata bahwa Anda bagi Dia mengindikasikan bahwa Anda masih memiliki sesuatu di bawah kepemilikan Anda.
Dalam persekutuan kita pada bab ini, saya percaya kita telah menyentuh ujung tombak pentingya makna menjadi full-timer. Para full-timer yang melepaskan pekerjaannya mungkin tidak menyadari bahwa mereka seharusnya adalah kepada Tuhan. Paling banyak mereka mungkin menyadari bahwa mereka adalah bagi Tuhan. Mereka bukan kepada Tuhan. Bagi Tuhan berarti bahwa Anda masih bisa jauh dari Tuhan. Jika Anda kepada Tuhan, Anda tidak akan dapat jauh dari-Nya. Kepada Tuhan berarti Anda satu dengan-Nya. Ini berarti kita bernafas kepada Dia, makan kepada Dia, berjalan kepada Dia, dan bahkan berolahraga kepada Dia. Jika Anda mempraktekkan kepemilikan Tuhan yang sesungguhnya ini, Anda akan melakukan segala sesuatu kepada Dia.
Saya berharap kita semua dapat menyadari denotasi yang tepat dari istilah rohani “full-timer”. Menjadi full-timer tidak berarti Anda perlu melepaskan pekerjaan Anda. Menjadi full-timer berarti apa pun yang Anda lakukan, Anda melakukannya kepada Tuhan, apa adannya diri Anda, Anda adalah kepada Tuhan; dan apa saja yang Anda miliki, Anda memilikinya kepada Tuhan. Jika Anda tetap dalam sebuah pekerjaan, Anda tetap di sana kepada Tuhan. Jika Anda meninggalkan pekerjaan Anda, apa saja yang harus Anda lakukan secara praktis, seluruhnya bergantung pada seseorang yang kepada-Nya Anda hidup. Dia memimpin Anda. Kemudian Anda akan tahu apakah Anda akan tetap bekerja atau meninggalkan pekerjaan Anda atau apakah Anda perlu menikah atau tetap bujangan. Ini tidak berarti bahwa ketika Anda tetap bujangan, Anda adalah full-timer dan jika Anda menikah, Anda bukan full-timer. Menjadi full-timer secara sederhana berarti hidup kepada Tuhan.
Setiap kaum kudus terkasih yang sungguh-sungguh berurusan dengan Tuhan haruslah hidup kepada Dia dalam sepanjang hidupnya. Paulus berkata bahkan ketika kita mati, kita mati kepada Dia (Rm. 14:8). Jadi, tidak ada masalah apakah kita akan hidup lebih lama atau kita mati hari ini. Jika kita hidup, kita hidup bagi Dia, dan jika kita mati, kita mati pun kepada Dia. Tidak ada perbedaan. Apa saja yang saya kerjakan dan apa pun yang terjadi di atas diri saya, saya adalah kepada Tuhan karena saya esa dengan-Nya. Mengira bahwa hanya mereka yang melepaskan pekerjaannya untuk melakukan pekerjaan Tuhan adalah full-timer merupakan sebuah pemahaman yang keliru. Ini adalah pemahaman di bawah pengaruh Kekristenan yang merosot.
Ketika Anda berkata bahwa Anda adalah seorang full-timer, ini berarti Anda adalah kepada Tuhan. Jika Tuhan benar-benar menginginkan Anda melepaskan pekerjaan Anda dan Anda tidak akan melakukannya, Anda tetap dapat berkata bahwa Anda adalah kepada Tuhan. Namun di lubuk hati yang terdalam, Anda tidak dapat berkata bahwa Anda adalah kepada Tuhan. Jika Anda tidak dapat berkata bahwa Anda tetap pada pekerjaan adalah untuk hidup kepada Tuhan, ini menunjukkan bahwa Anda harus melepaskan pekerjaan tersebut. Apakah Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda atau tidak, harus diperiksa. Ketika Anda meninggalkan pekerjaan Anda, apakah Anda memiliki perasaan di batin Anda bahwa Anda meninggalkan pekerjaan adalah untuk hidup kepada Tuhan? Ketika Anda tetap di dalam sebuah pekerjaan, apakah Anda tetap di sana untuk hidup kepada Tuhan? Baik meninggalkan pekerjaan maupun tetap di dalam pekerjaan bergantung pada apakah Anda dapat berkata bahwa Anda adalah kepada Tuhan. Baru Anda memiliki jaminan. Jangan bertanya kepada seseorang apakah Dia seharusnya meninggalkan pekerjaannya atau tidak. Periksa saja apakah Anda dapat berkata Anda meninggalkan pekerjaan Anda untuk hidup kepada Tuhan atau tetap di dalam pekerjaan untuk hidup kepada Tuhan. Jalan manapun yang membuat Anda dapat berkata bahwa Anda adalah kepada Tuhan, disitulah Anda perlu berada. Jika Anda tidak dapat berkata “kepada Tuhan”, Anda tidak seharusnya melakukannya. Ini adalah ujian yang sangat dalam. Setiap orang di antara kita adalah full-timer. Karena kita selalu bersama-sama dengan Tuhan, waktu dan uang kita pun juga adalah kepada Dia. Tidak ada satu pun yang kepada diri kita sendiri karena tidak seorang pun dari antara kita yang hidup kepada diri kita sendiri, melainkan kepada Dia. ii
Di dalam Kekristenan menjadi seorang pengkhotbah adalah sebuah profesi. Bagaimana pun juga, melayani Tuhan adalah kehidupan seorang Kristiani; bukan sebuah profesi. Jika Tuhan mengatur kita dalam sebuah kondisi berkecukupan tanpa suatu kebutuhan untuk memperoleh lebih banyak benda-benda materi bagi kenikmatan kita, kita seharusnya menggunakan seluruh kekuatan, usaha, waktu, dan tenaga kita di atas hal-hal yang mengarah pada penyebaran Injil Tuhan dan pembangunan gereja. Kehidupan jenis ini adalah sebuah kehidupan yang melayani Tuhan. Bagaimana pun juga, sekalipun jika Tuhan tidak menyediakan makanan, pakaian, tempat tinggal, dan transportasi, kita pun tetap perlu menggunakan waktu, tenaga dan kekuatan kita untuk mencari nafkah agar bertahan hidup, demikian hidup kita pun seharusnya tetap bagi dan berfokus pada Injil Tuhan dan gereja. Jadi, terlepas dari apa pun pekerjaan kita, kehidupan dan tingkah laku kita seluruhnya haruslah untuk pelayanan kepada Tuhan. Inilah kehidupan seorang Kristiani yang tepat.
Mengenai apakah kita harus mempertahankan pekerjaan kita, seberapa banyak kita harus bekerja, atau pekerjaan macam apa yang seharusnya kita miliki, kita seharusnya mengikuti pimpinan Tuhan di dalam lingkungan kita. Tidak perlu bergumul atau berusaha. Apa pun pekerjaan kita, tidak seharusnya mempengaruhi pelayanan kita kepada Tuhan. Saya berharap saudara-saudari yang bergabung di dalam pelatihan belakangan ini dapat memiliki sudut pandang dan jenis kehidupan seperti ini. iii
SEORANG FULL-TIMER ADALAH
SEORANG YANG MUTLAK BAGI TUHAN
Menjadi seorang full-timer berarti menjadi seorang yang mutlak bagi Tuhan. Penghasilan Anda mungkin 5 kali apa yang Anda perlukan, namun, Anda hanya menyisihkan seperlima nya untuk kehidupan Anda dan memberikan empat perlima sisanya kepada Tuhan. Membicarakan mengenai persembahan seperti pada praktek Hari Ke-tujuh orang-orang Adven adalah memalukan. Itu adalah sesuatu yang berasal dari Perjanjian Lama, sesuatu di dalam hukum taurat. Di dalam Perjanjian Baru bukanlah mempersembahkan sepersepuluh, melainkan mempersembahkan tubuhmu, mempersembahkan seluruh dirimu. Ini mencakup segala apa adanya diri Anda, segala sesuatu yang Anda miliki, segala hal yang dapat Anda perbuat, dan segala sesuatu yang dapat Anda kumpulkan. Ini bukan hanya sepersepuluh, melainkan sepuluh persepuluh.
Kita harus mengajarkan ini dan mempromosikannya sampai pada puncaknya. Paulus adalah orang yang demikian, Akwila dan Priskila juga orang yang demikian. Mereka tidak untuk diri mereka sendiri. Mereka hanya bagi Tuhan. Bahkan apa pun yang mereka miliki untuk kehidupan mereka, itu pun juga untuk Tuhan. Jika mereka tidak mempedulikan hidup mereka, mereka akan mati. Jika mereka mati, mereka tidak dapat hidup bagi Tuhan. Apa pun yang mereka lakukan, bahkan bermata pencaharian untuk menjaga diri tetap bertahan hidup, juga adalah untuk Tuhan. Mereka tidak melakukan apa pun bagi diri mereka sendiri.
Kita harus mempertinggi standar kebenaran Alkitab mengenai perkara menjadi full-timer. Saya berharap kita semua dapat dipulihkan di dalam pemahaman kebenaran semacam ini. Jangan mengira ini adalah perkara kecil. Alkitab mewahyukan beberapa kebenaran dengan kata-kata yang biasa dan beberapa kebenaran yang lain dibahas per kasus. Tidak ada ayat-ayat di dalam Alkitab yang menggunakan kata full-timer, namun seluruh kasusnya ada di sana. Di dalam seluruh kasus-kasus inilah terdapat kebenaran mengenai orang-orang yang beroleh selamat perlu mutlak bagi Tuhan, menjadi para full-timer, terlepas dari apa yang mereka perbuat. iv
SEPENUH WAKTU
Perkara menjadi full-timer telah banyak disalahpahami selama berabad-abad. Pemikiran umum di kalangan Kristiani adalah menjadi seorang pengkhotbah atau pendeta merupakan semacam profesi. Anda harus dibayar dan orang-orang bisa saja membayar Anda atau memecat Anda. Menurut Perjanjian Baru, bagaimana pun juga, menjadi seorang full-timer seharusnya tidak menjadi seperti mengambil sebuah profesi.
MEMPERSEMBAHKAN TUBUH KITA
Roma 12:1 berkata, “Karena itu, Saudara-saudara, oleh kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itulah ibadahmu yang sejati.” Sebenarnya, seorang yang mempersembahkan tubuhnya kepada Allah adalah full-timer. Jika Anda tidak pergi full-timer, bagaimana tubuh Anda dapat dibebaskan untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai persembahan yang hidup? Seluruh diri kita terkandung di dalam tubuh kita, dan tubuh kita dibatasi oleh waktu. Jadi, tubuh adalah pusat kedua hal ini, pusat dari diri dan waktu kita. Diri adalah apa adanya kita, dan waktu adalah di mana kita berada. Kita dapat mengubah tempat-tempat di mana kita tinggal, namun kita tidak dapat menggerakkan diri kita di luar waktu. Anda selalu berada di dalam waktu. Mempersembahkan tubuh Anda kepada Allah berarti Anda memberikan diri Anda kepada Allah. Inilah menjadi full-timer. Kita, orang Kristen seharusnya semua menjadi full-timer. Kita harus memberikan diri kita kepada Dia. Kita tidak memberikan diri kita kepada hal lain, hanya kepada Allah yang menyelamatkan kita. v
SELURUH KAUM BERIMAN PERLU MENJADI FULL-TIMER
Pada prinsipnya, kita harus menyadari bahwa setiap orang yang beroleh selamat seharusnya menjadi full-timer. Inilah mengapa Paulus memiliki tumpuan untuk meminta kita mempersembahkan anggota-anggota tubuh kita kepada Allah. Setiap orang yang beroleh selamat harus menjadi full-timer, mempersembahkan tubuhnya kepada Allah. Mempersembahkan tubuh Anda sebenarnya berarti mempersembahkan diri Anda. Terkadang Anda dapat berkata bahwa tubuh Anda ada di sini tetapi diri Anda ada di tempat lain. Sebenarnya, diri Anda selalu pergi bersama tubuh Anda. Ke mana tubuh Anda pergi, ke situ pula diri Anda pergi. Namun Anda tidak dapat berkata bahwa ke mana diri Anda pergi, tubuh Anda juga datang ke situ. Jadi, mempersembahkan tubuh tubuh Anda adalah mempersembahkan diri Anda kepada Allah. Sebagai seorang yang telah beroleh selamat, Anda harus mempersembahkan diri Anda kepada Allah. Dengan demikian baru Allah dapat memimpin Anda apakah bekerja untuk memperoleh penghasilan atau memberitakan Injil tanpa menghasilkan uang. Baik Anda bekerja atau memberitakan Injil bergantung pada pimpinan Tuhan.
Hari ini, bagaimana pun juga, seturut dengan konsep manusia kita, kita menyebut para full-timer sebagai mereka yang melepaskan pekerjaan mereka untuk memberitakan Injil, namun, kita tidak menganggap mereka yang bekerja sebagai full-timer. Sebenarnya, semua yang bekerja seharusnya juga menjadi para full-timer. Beberapa saudara yang bekerja benar-benar bukan full-timer. Mereka full-timer untuk diri mereka sendiri; mereka bukan full-timer untuk Allah.
Terkadang ketika seorang yang berpenghasilan besar tengah bahagia dengan Allah, dengan gereja, dan dengan para penatua, dia akan memutuskan untuk menulis selembar cek ... Penghasil uang yang demikian jelas bukanlah seorang full-timer bagi Allah. Melalui sejarah gereja dan bahkan di tengah-tengah kita terdapat beberapa orang yang demikian, walaupun tidak terlalu banyak. Sebaliknya, ada juga para full-timer sejati yang menghasilkan uang yang banyak bagi Allah.Mereka menghasilkan sepuluh ribu, namun hanya menghabiskan dua ribu untuk kehidupan mereka dan selebihnya diberikan kepada Tuhan. Jadi, mereka juga adalah para full-timer.
Setiap kaum beriman seharusnya menjadi seorang full-timer. Setiap saudari yang menjadi ibu rumah tangga juga seharusnya menjadi seorang full-timer. Kita memiliki sebuah reputasi yang sama dengan kebanyakan orang Kristen yang lain bahwa kita mengasihi Tuhan. Banyak saudari-saudari yang menikah berpura-pura dan bahkan mendeklarasikan bahwa mereka mengasihi Tuhan. Akhirnya ternyatakan bahwa apa yang sebenarnya mereka kasihi adalah anak-anak mereka. Mereka bahkan lebih mengasihi anak-anak mereka dari pada suami mereka. Saudari yang demikian, yang awalnya mendeklarasikan bahwa dia mengasihi Tuhan, namun sebenarnya lebih mengasihi anak-anaknya bukanlah seorang full-timer. Jika seorang saudari benar-benar adalah full-timer, apakah anaknya hidup atau diambil oleh Tuhan, sama saja. Jadi, menjadi seorang full-timer bukanlah sebuah hal yang mudah. Anda perlu berkata, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Apakah aku memiliki suami dan anak-anakku atau aku kehilangan segalanya, aku dapat menanggungnya di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Aku adalah seorang full-timer.” vi
KEPERLUAN AKAN PARA FULL-TIMER
DAN PELATIHAN SEPENUH WAKTU
Pada bulan Februari tahun ini, kita menyinggung mengenai beberapa orang full-timer yang melepaskan pekerjaan dan beberapa orang full-timer yang mengambil pekerjaan. Setiap orang dari kita harus hidup sepenuhnya bagi kehendak Tuhan di atas bumi ini. Walaupun Anda memiliki pekerjaan, Anda tetap bekerja bagi Tuhan. Hal ini tergantung dari apa yang Anda ambil, apa yang Anda miliki dari pekerjaan Anda , selain dari mencukupi kebutuhan keluarga, dan persembahan sepenuhnya bagi Tuhan, untuk mencukupi kebutuhan para full-timer dan pekerja. Ini sangat penting dan akan mempengaruhi kecepatan dari kemajuan dan penyebaran pemulihan Tuhan. vii
Kunci dari hal ini adalah bahwa semua kaum beriman adalah full-timer. Beberapa meletakkan pekerjaan mereka untuk memberitakan dan mengajar, dimana beberapa ada yang tetap bekerja menghasilkan uang. Kita perlu mendorong beberapa untuk meletakkan pekerjaan mereka. Kita juga harus mendorong beberapa untuk menghasilkan uang dan menyisihkan 5% perbulan, dengan harapan untuk biaya dari persekutuan terhadap Injil. viii
Kita semua perlu menyadari kita adalah full-timer. Jika kita adalah bankir, kita melakukan perbankkan bagi-Nya. Jika kita adalah guru, kita mengajar bagi-Nya. Jika kita mendapatkan satu atau sejuta dollar, kita mendapatkannya bagi-Nya. Kemudian ketika kita mengeluarkan sesuatu, Tuhan pasti mengembalikannya kepada kita.
Mari kita menjadi full-timer! Jika kita dipimpin untuk melepaskan pekerjaan kita, kemudian kita melepaskannya kepada Dia dan pergi keluar untuk melayankan kebenaran-kebenaran yang begitu mustika di dalam Alkitab versi Pemulihan, buklet-buklet pelangi, dan seri pelajaran hayat kepada setiap orang ... Jika kita menyebarkan kebenaran-kebenaran ini, kita akan menjadi hamba yang setia untuk memberikan makanan bagi umat Tuhan pada waktunya (Mat. 24:45). Kemudian kita akan merampungkan amanat pemulihan Tuhan. Inilah di mana hati saya berada. Saya akan mati demi ini. Saya memberitahu saudara-saudara di belahan dunia Timur bahwa saya tidak akan berhenti hingga seluruh diri saya diauskan oleh ministri ini.Saya berharap Anda akan mengatakan hal yang sama.
Mari kita bangkit untuk menjadi full-timer, baik dengan meletakkan pekerjaan kita untuk pergi keluar atau dengan tetap tinggal di dalam pekerjaan kita untuk menghasilkan banyak uang dan memberikan setiap sen nya bagi pergerakan Tuhan. Kemudian, pergerakan Tuhan tidak akan kekurangan manusia atau pun dana. Kita tidak akan kekurangan apa pun. Jika Tuhan dapat memperoleh sepuluh ribu kaum saleh di Amerika Serikat untuk menjadi full-timer dengan satu jenis pengajaran, satu jenis pemberitaan, satu jenis bahan, satu jenis publikasi, satu jenis jalan, dan segala sesuatunya di dalam jenis yang sama, ini akan menjadi semangat kita! Jalan yang bijak adalah kita semua mengambil jalan sepenuh waktu dan membicarakan hal yang sama, memikirkan hal yang sama, menyajikan hal yang sama, dan mengajarkan hal yang sama, memiliki esensi, penampilan dan ekspresi yang sama. Kemudian kita akan memiliki semangat, dampak, untuk mengalahkan musuh. Inilah yang Tuhan perlukan! ix
i.
Witness Lee, The Glorious Vision and Way of the Cross (Anaheim: Living Stream Ministry, 1989), 7-8
ii. Witness Lee, Elders’ Training, Book 08: The Life-pulse of the Lord’s Present Move (Anaheim: Living Stream Ministry, 1986), 106-112
iii. Witness Lee , Bridge and Channel of God, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2005), 95-96
iv. Witness Lee, Elders’ Training, Book 08: The Life-pulse of the Lord’s Present Move, (Anaheim: Living Stream Ministry, 1986), 103
v. Witness Lee, Elders’ Training, Book 08: The Life-pulse of the Lord’s Present Move, (Anaheim: Living Stream Ministry, 1986), 95
vi. Witness Lee, Elders’ Training, Book 08: The Life-pulse of the Lord’s Present Move, (Anaheim: Living Stream Ministry, 1986), 101-102
vii. Witness Lee, Rising Up to Preach the Gospel, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2003), 126
viii. Witness Lee, Elders’ Training, Book 08: The Life-pulse of the Lord’s Present Move, (Anaheim: Living Stream Ministry, 1986 ), 24-25
ix. Witness Lee, Elders’ Training, Book 08: The Life-pulse of the Lord’s Present Move, (Anaheim: Living Stream Ministry, 1986 ), 115-116