← Daftar isi Kebutuhan akan para Full-timer · bab 1/9

KEBUTUHAN AKAN PARA FULL-TIMER

(The Need of Full-timers)

Dasar Alkitab:

Kata-Nya kepada mereka, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

Karena itu mintalah kepada Tuan pemilik tuaian, supaya Ia

mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu”

– Lukas 10:2

I. Seluruh dunia terbuka terhadap pemulihan Tuhan, tetapi kita kekurangan orang:

A. Saya tidak senang melihat bahwa kita tidak begitu banyak memiliki orang-orang yang tepat yang dapat pergi keluar untuk menyebarluaskan Pemulihan Tuhan.

B. Pergerakan Tuhan telah begitu banyak dibatasi dikarenakan kekurangan di dalam hal ini.

C. Saya berharap banyak diantara Anda akan dibangkitkan pada hari ini untuk menjadi lebih berguna daripada saya.

II. Demi pergerakan Tuhan dalam melaksanakan pemulihan-Nya hari ini, diperlukan sejumlah full-timer:

A. Ada sebuah kebutuhan yang begitu besar akan full-timer, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di Amerika Latin dan Eropa; berbagai negara di Amerika Tengah dan Selatan juga telah terbuka bagi Pemulihan Tuhan; ada banyak gereja-gereja di Meksiko dan Brazil; juga gereja-gereja di Guatemala, Argentina, Chili, Peru, Bolivia, Uruguay, Paraguay, dan Eropa.

B. Untuk itu, diperlukan sekelompok kaum saleh yang mau melayani Tuhan sepenuh waktu dengan hati yang rela, percaya ke dalam-Nya demi pemenuhan kebutuhan ini.

C. Kiranya Tuhan memenuhi kebutuhan akan full-timer bagi penyebarluasan pemulihan-Nya di atas bumi hari ini.

III. Demi penyebarluasan Injil, pengajaran kebenaran, ministri hayat, dan pembangunan gereja, kita tetap memerlukan sekelompok orang-orang yang melayani Tuhan sepenuh waktu.

A. Saya telah mendengar beberapa balai sidang atau gereja-gereja lokal merasa bahwa beban untuk menunjang para full-timer terlalu berat, dan mereka mulai mempertimbangkan untuk “mengurangi” jumlah beberapa full-timer; saya di hadapan Tuhan memohon kepada Anda, “Jangan lakukan itu; hal itu tidak seharusnya sampai terjadi.”

B. Kita harus berjanji pada diri kita sendiri dengan sungguh-sungguh bahwa sekalipun kita harus menjual segalanya, kita justru perlu meningkatkan jumlah full-timer; sekalipun kita harus menjual balai sidang kita, kita perlu terus berusaha memproduksi full-timer lebih banyak lagi.

Cuplikan Berita Ministri:

KEPERLUAN AKAN LEBIH BANYAKNYA FULL-TIMER

Pemulihan Tuhan membutuhkan lebih banyak full-timer. Selama bertahun-tahun di Amerika Serikat, kita tidak mempromosikan hal ini, tetapi sejumlah saudara dibangkitkan oleh Tuhan untuk mengambil jalan sepenuh waktu. Namun, kita memerlukan lebih banyak para full-timer. Menurut pengamatan saya, sejumlah dari Anda yang adalah penatua seharusnya melayani full-timer. Tuhan tahu siapa Anda. Setialah kepada pembicaraannya dan pimpinan-Nya untuk melayanisepenuh waktu.

Tanpa waktu, kita tidak dapat mengerjakan apa-apa, dan tubuh kita sepenuhnya berada di dalam waktu. Roma 12:1 memberitahu kita untuk mempersembahkan tubuh kita. Sebenarnya, maksudnya adalah mempersembahkan waktu kita. Jika kita tidak mempersembahkan waktu kita, bagaimana tubuh kita dapat dipersembahkan? Anda mungkin berkata bahwa Anda akan mempersembahkan tubuh Anda dan menyisihkan waktu Anda, tetapi tubuh Anda berjalan seiring dengan waktu Anda. Karena itu, perlu sejumlah kaum saleh yang siap menurut pandangan Allah, untuk melayani sepenuh waktu. i

Seluruh dunia terbuka kepada pemulihanTuhan dan kita kekurangan orang. Jika kita memiliki dua ratus pekerja sepenuh waktu yang pergi ke Amerika Selatan, maka ini pun tidak akan cukup. Demikian pula jika kita memiliki dua ratus pekerja sepenuh waktu yang pergi ke Afrika atau Eropa, ini masih tidak cukup. Siapakah yang dapat menutup pintu pemulihan Tuhan? Tuhan memberitahu gereja di Filadelfia bahwa Dia memegang kunci Daud dan bahwa Dia telah membuka pintu bagi mereka yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun (Why. 3:7-8). Tidak ada seorang pun yang dapat menutup pintu untuk pemulihan Tuhan. Siapakah yang membuka pintu-pintu di Amerika Serikat bagi pemulihan Tuhan? Saya tidak melakukannya dan saya tidak layak atau tidak dapat melakukannya. Tuhanlah yang melakukannya. Siapakah yang membuka pintu-pintu di Eropa dan Amerika Selatan? Tuhan sendiri. Seluruh dunia dibuka bagi pemulihan Tuhan. Saya benci jika melihat kita tidak memiliki banyak orang-orang yang tepat untuk pergi keluar menyebarkan pemulihan ini. Saya berharap bahwa banyak di antara Anda yang bangkit dan menjadi lebih berguna daripada saya.” ii

KEBUTUHAN AKAN FULL-TIMER

Bagi pergerakan Tuhan untuk melaksanakan pemulihan-Nya hari ini, maka butuh sejumlah pekerja full-timer, khususnya di Amerika Serikat. Di negara ini terdapat hampir seratus gereja-gereja, tetapi kita tidak cukup memiliki pekerja full-timer untuk mencukupi kebutuhan itu. Pergerakan Tuhan sangat dibatasi oleh kekurangan ini. Di sana benar-benar membutuhkan para pekerja full-timer.

Bagaimana menghasilkan pekerja full-timer? Tentu saja bukan dengan cara pemilihan oleh manusia. Melainkan dihasilkan melalui para kaum saleh bertumbuh di dalam hayat dan kemudian dinyatakan menurut apa adanya mereka. Kemudian orang-orang tertentu akan dipimpin oleh Tuhan untuk melayani Dia sepenuh waktu, dan mereka akan mengikuti pimpinan-Nya dengan iman. Mereka yang mengikuti Tuhan di jalan ini seharusnya tidak dipusingkan oleh biaya hidup mereka. Mereka seharusnya hanya menyerahkan hal ini kepada Tuhan. Terlebih lagi, mereka seharusnya tidak memperhatikan posisi, kedudukan atau gelar. Mereka seharusnya hanya memperhatikan pergerakan Tuhan dan berhasrat untuk berada di dalam pergerakan-Nya...

Sebagai seorang yang telah melayani Tuhan sepenuh waktu selama lebih dari lima puluh tahun, saya dapat bersaksi bahwa orang-orang yang melayani seperti ini seharusnya tidak dipusingkan oleh masalah keuangan atau posisi. Ketika saya meninggalkan profesi saya pada tahun 1933 untuk melayani Tuhan, saya dapat bersaksi bahwa saya tidak pernah memperhatikan posisi, kedudukan dan gelar saya. Sepanjang tahun-tahun itu, saya hanya tahu satu hal—berjerih lelah siang dan malam. Saya tidak peduli siapakah saya, dan saya tidak peduli akan posisi, kedudukan ataupun gelar saya. Saya ingin orang lain hanya menganggap saya sebagai “Saudara Lee.” Nama ini sudah cukup. Saya hanyalah seorang saudara yang berjerih lelah. Hasrat hati kita adalah mengikuti Paulus yang berjerih lelah bagi kepentingan Tuhan dan memperhatikan seluruh gereja.

Saya berharap bahwa mereka yang membaca berita ini akan berdoa mengenai kebutuhan akan pekerja full-timer. Apakah Tuhan akan memimpin Anda untuk melayani Dia sepenuh waktu? Semoga Dia akan memimpin Anda ke jalan ini.

Tidak hanya di Amerika Serikat saja yang banyak membutuhkan pekerja full-timer, tetapi juga di Amerika Latin dan Eropa. Banyak negara di Amerika Tengah dan Selatan yang telah terbuka bagi pemulihan Tuhan. Ada banyak gereja di Mexico dan Brazil; juga ada banyak gereja di Guatemala, Colombia, Argentina, Chili, Peru, Bolivia, Uruguay, Paraguay. Walaupun ada banyak gereja di Amerika Latin, tetapi pekerja full-timer sangatlah sedikit. Karena itu perlu sejumlah kaum saleh yang bersedia untuk melayani Tuhan sepenuh waktu, bersandar kepada-Nya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Di Eropa butuh para pekerja full-timer.

Kita semua perlu membawa perkara ini kepada Tuhan. Jangan membuat keputusan dengan ringan. Melainkan, berdoalah, terbukalah kepada Tuhan, dan mencari kehendak-Nya. Semoga Tuhan dapat memenuhi kebutuhan akan pekerja full-timer bagi penyebaran pemulihan-Nya di bumi hari ini. iii

MENGHASILKAN FULL-TIMER

Kita harus berusaha mendapatkan satu dari dua puluh kaum saleh di lokalitas kita untuk melayani Tuhan sepenuh waktu. Dengan demikian sembilan belas kaum saleh dapat menopang satu orang full-timer. Kaum saleh perlu kita bantu untuk menopang para full-timer bagi pergerakan Tuhan di bumi ini. Kita perlu para full-timer bagi penyebaran pemulihan Tuhan. Jika Tuhan memiliki lima ribu full-timer di dalam pemulihan-Nya hari ini, maka hasilnya akan luar biasa. Amerika Serikat adalah satu negara yang kuat karena memiliki sebuah kemiliteran yang kuat. Para peserta pelatihan sepenuh waktu seharusnya dilatih menjadi satu laskar yang kuat bagi Tuhan. iv

KEBUTUHAN AKAN FULL-TIMER

Tentu saja, bagi penyebaran injil, pengajaran kebenaran, meministrikan hayat, dan membangun gereja, kita masih butuh beberapa orang yang melayani sepenuh waktu. Untuk alasan inilah, tunjangan bagi para full-timer sangat penting. Saya lebih baik mengorbankan balai sidang yang besar di Lin-ko daripada mengabaikan kebutuhan akan full-timer. Kita dapat membangun sebuah balai sidang yang besar atau tidak itu adalah kebutuhan yang kedua. Sasaran utama adalah membangkitkan dua ribu lima ratus orang full-timer. Saya pernah mendengar bahwa beberapa hall atau gereja merasa bahwa beban untuk menopang para full-timer terlalu berat, dan mereka mempertimbangkan untuk “mengurangi” atau “memecat” beberapa orang full-timer. Saya memohon kepada anda di hadapan Tuhan, jangan lakukan ini. Ini tidak boleh terjadi. Kita harus memiliki keteguhan hati di dalam diri kita bahwa walaupun kita harus menjual segalanya, kita perlu menambah jumlah full-timer. Walaupun kita harus menjual balai sidang kita, kita perlu melanjutkan usaha kita untuk menghasilkan lebih banyak full-timer. Saya merasa bahwa walaupun kita harus menjual tanah di Lin-ko, dan walaupun kita harus meminjam beberapa juta dollar dari tempat lain, kita perlu melakukannya untuk terus menopang para full-timer. Kita harus mencapai sasaran untuk memiliki dua ribu lima ratus orang full-timer.v

MENGENAI MELAYANI SEPENUH WAKTU

Melayani Tuhan membutuhkan waktu dan tenaga; karena itu kita perlu beberapa orang kaum saleh yang dapat mempersembahkan waktu mereka dan tenaga mereka. Ini suatu keharusan. Namun, kita tidak seharusnya memiliki konsep bahwa ketika kita mempersembahkan diri kita, kita menjadi pendeta. Ditengah-tengah kita tidak ada pendeta, kita semua adalah saksi-saksi Kristus. Jika Tuhan bekerja di dalam lingkungan kita sehingga kebutuhan hidup kita terpenuhi maka kita dapat melayani Dia sepenuh waktu. Jika Tuhan tidak mencukupi kebutuhan kita dengan cara ini, maka kita harus bekerja. Ini adalah teladan yang ditinggalkan bagi kita oleh rasul Paulus.

Paulus adalah seorang yang melayani sepenuh waktu, tetapi adakalanya gereja tidak menunjang dia; karena persembahan dari kaum saleh tidak mencukupi. Karena itu, dia membuat tenda dengan tangannya sendiri, bukan hanya untuk menyuplai kebutuhannya sendiri melainkan juga kebutuhan rekan-rekannya. Ini bukan nerarti bahwa Paulus menjadi seorang pendeta selama beberapa tahun dan kemudian membuka sebuah pabrik tenda ketika dia tidak dibayar. Kita tidak seharusnya berkata bahwa ketika melayani sepenuh waktu, kita adalah anggota dari kependetaan atau kita telah masuk organisasi agama. Kita tidak memiliki organisasi agama; kita adalah saudara saudari sama seperti kaum saleh lainnya. Tetapi Tuhan memberkati kita dengan beban untuk memakai seluruh waktu dan tenaga kita bagi Tuhan.

Walaupun beberapa saudara tidak melayani sepenuh waktu, kita tidak dapat mengatakan bahwa mereka bukan sekerja atau mereka tidak berada di dalam pemulihan Tuhan. Apakah Akwila dan Priskila melayani sepenuh waktu? Benar jika mengatakan mereka adalah full-timer, dan benar juga jika mengatakan mereka bukan full-timer. Pasangan ini tidak hanya melayani Tuhan dengan waktu dan tenaga mereka; mereka juga membuka rumah mereka dipakai Tuhan. Kemanapun mereka pergi, dirumah mereka selalu ada sidang; ini adalah keadaan di Roma dan di Efesus. Di aspek ini mereka melayani sepenuh waktu. Namun, dalam Kisah para Rasul 18:1-3 ketika Paulus di Korintus dia tinggal bersama dengan mereka dan bekerja, karena profesi mereka juga membuat tenda.

Di waktu yang lalu kita telah bersekutu mengenai kebutuhan gereja di Taipei untuk menghasilkan lima ratus orang yang melayani. Dua ratus orang diantaranya akan melayani sepenuh waktu, dan tiga ratus orang akan melayani separuh waktu. Beberapa kaum saleh dapat mempersembahkan seluruh waktu mereka, tetapi yang lainnya tidak dapat memberikan seluruh waktu mereka; mereka hanya dapat memberikan separuh dari waktu mereka untuk melayani. Ini masih sangat baik. Ini akan membantu keuangan, ini adalah sebuah kesaksian yang baik dan ini membantu membawa orang beroleh selamat.

Kita memiliki sebuah kedambaan bahwa para lulusan universitas tidak langsung bekerja setelah lulus atau setelah menyelesaikan wajib militer mereka. Sebaliknya mereka seharusnya mengikuti dua tahun “wajib militer gereja.” Selama dua tahun ini, mereka harus meluangkan empat jam setiap pagi untuk membaca berita-berita Pelajaran Hayat dan Alkitab Versi Pemulihan dengan catatan kaki. Mereka akan menyelesaikan pembacaan Alkitab Versi Pemulihan dengan catatan kaki dalam dua tahun. Terlebih lagi, mereka akan menyelesaikan semua berita Pelajaran Hayat yang kira-kira berjumlah seribu dua ratus berita. Ini adalah pendidikan yang baik. Di sore hari mereka akan memiliki waktu untuk beristirahat dan bersekutu, dan di malam hari mereka akan mengikuti sidang-sidang, pergi ke kampus untuk mengontak orang, atau berkunjung ke rumah-rumah.

Setelah dua tahun kita akan melihat apa yang Tuhan nyatakan di dalam mereka dan apakah kedambaan dan beban mereka. Jika didalam mereka terdapat pernyataan Tuhan yang jelas, dan jika beban mereka kuat, mereka dapat lanjut melayani selama satu, dua, atau bahkan tiga tahun lebih. Dengan jalan ini kita akan dapat menentukan siapa yang seharusnya profesi. Beberapa saudara saudari harus taat kepada orang tua mereka; mereka tidak dapat mengambil keputusan mereka sendiri. Jika orang tua mereka tidak setuju, kaum saleh tidak seharusnya berdebat. Kita berharap bahwa melalui praktek ini, gereja tidak hanya menjadi sebuah rumah dan rumah sakit, teteapi juga sebuah sekolah rohani bagi kaum saleh untuk dididik di dalam kebenaran. Hal ini akan memberikan dampak yang sangat besar kepada gereja-gereja.

Ada empat area yang harus kita kembangkan di Taiwan. Pertama, kita harus memulihkan saudara saudari yang sudah lama tidak bersidang. Di Taipei kira-kira ada sepuluh ribu kaum saleh yang demikian. Kita perlu pergi dan bersekutu dengan mereka. Kedua, kita harus mengerjakan pekerjaan injil di kampus-kampus. SMP, SMA, perguruan tinggi dan universitas perlu pekerjaan semacam ini. Kita perlu cukup banyak full-timer untuk mengerjakan pekerjaan ini. Ketiga, kita harus aktif mempromosikan pekerjaan anak-anak. Kami berharap bahwa dalam satu tahun ada sepuluh ribu anak-anak yang bersidang yang mengikuti sidang anak-anak di gereja di Taipei. Keempat, kita harus memberitakan injil di komunitas. Kita harus mengontaki orang-orang yang kita kenal seperti kerabat kita, rekan kerja kita dan teman-teman kita. Kita perlu banyak kaum saleh untuk mengerjakan ini.

Kita harus jelas bahwa ini adalah pimpinan Tuhan, dan kita harus beriman bahwa Tuhan akan memberkati gereja-Nya. Tuhan juga akan memberkati negara dan masyarakat ini karena pergerakan ini. Kita harus berdoa bagi negara dan masyarakat kita. Khususnya kita harus berdoa bagi presiden dan para pejabat di negara ini. Dan meminta Tuhan untuk memberikan mereka hikmat sehingga negara ini akan terus maju sampai penuh dengan injil dan kebenaran. vi

PERTIMBANGAN MENGENAI MELAYANI SEPENUH WAKTU

Anda harus mempertimbangkan dengan serius di hadapan Tuhan apakah Anda akan melayani sepenuh waktu dalam jangka pendek atau jangka panjang. Mungkin Tuhan memberikan Anda perasaan untuk melayani dalam jangka pendek, dalam hal ini anda seharusnya memberikan dua atau tiga tahun kepada Tuhan, atau mungkin Tuhan memimpin anda melayani dalam jangka panjang. Disaat yang sama, ada kebutuhan yang besar akan orang-orang yang melayani sepenuh waktu bagi kelangsungan gereja.

Baru-baru ini ada lebih dari delapan puluh orang penatua di gereja di Taipei, tetapi hanya beberapa orang dari penatua ini adalah para sekerja full-timer yang melayani sebagai penatua. Selain mereka tidak ada penatua yang melayani sepenuh waktu. Dengan kata lain, belum ada para penatua yang mau menerima beban untuk mengesampingkan dunia masa depan mereka, dan untuk memperhatikan kebutuhan gereja bagi kesaksian Tuhan. Hal ini mengkhawatirkan saya dan sangat menyedihkan saya, karena gereja di Taipei sebagai gereja terbesar di dunia seharusnya menjadi sebuah teladan dalam banyak hal bagi seluruh gereja. Berdasarkan perkataan Paulus di dalam 1 Timotius 5, sebuah gereja dalam kondisi yang tepat seharusnya memiliki beberapa penatua yang melayani sepenuh waktu. Ayat 17 mengatakan “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar”. Di sini, penekanan kata hormat adalah pada suplai materi, mengacu kepada suplaian keperluan keuangan. Karena beberapa orang penatua adalah orang-orang yang melayani sepenuh waktu yang memperhatikan gereja dan berjerih lelah di dalam firman, maka kaum saleh harus menyuplai keperluan materi mereka. Ini adalah sebuah “kehormatan” bagi mereka. Sangatlah menakutkan jika situasi ini tidak ada di dalam gereja di Taipei yang merupakan gereja terbesar. Ini adalah kekurangan besar dalam pemulihan Tuhan.

Di Amerika Serikat, dua tahun yang lalu gereja-gereja mulai mempraktekkan hal ini. Pada waktu itu saya merasa bahwa baik di Timur Jauh maupun di Amerika terdapat kekurangan sekerja sepenuh di dalam pemulihan Tuhan. Saya melihat bahwa Tuhan ingin bekerja di dalam hati kaum saleh dan membangkitkan orang untuk menerima beban untuk melayani sepenuh waktu. Saya selalu berharap bahwa di setiap gereja minimal ada satu orang penatua full-timer di setiap lima puluh orang yang bersidang. Saya juga berharap bahwa di antara kaum saleh yang berbahasa Mandarin ada sepuluh atau lebih kaum saleh yang bangkin menjadi para sekerja full-timer.Kemudian, saya pergi ke Bay Area untuk sidang istimewa musim panas dan bersekutu dengan para saudara mengenai beban ini. Mereka tidak hanya menerimanya tetapi juga mulai mempraktekkannya. Hampir semua saudara telah pergi ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan. Setelah mereka lulus, mereka bekerja sepanjang waktu. Kemudian bagi pekerjaan Tuhan, mereka mengundurkan diri dari profesi mereka untuk melayani gereja sepenuh waktu. Sekarang, jumlah para full-timer di sana telah bertambah. Lambat laun, ada lebih banyak penatua yang melayani sepenuh waktu di berbagai tempat. Ini adalah tanda yang baik.

Mormon memiliki sebuah peraturan yang mengharuskan orang-orang muda mereka mengerjakan pelayanan gereja selama dua tahun. Jika mereka tidak mengerjakan hal ini, mereka akan kehilangan keanggotaan mereka dan tidak dapat mengambil keuntungan. Walaupun kita tidak menawarkan keuntungan apapun, saya berharap agar kaum saleh muda mau menerima pimpinan Tuhan untuk mempersembahkan satu atau dua tahun secara sukarela setelah lulus dari universitas untuk menerima pelatihan dan untuk dilatih dalam perkara rohani seperti mempelajari kebenaran, menuntut hayat, dan melayani dengan berkoordinasi di dalam kehidupan gereja. Dengan demikian, mereka meletakkan sebuah landasan yang baik dan memiliki tabungan yang baik di dalam diri mereka. Setelah itu, beberapa orang mungkin akan pergi dan bekerja, dan beberapa orang mungkin memilih untuk melayani sepenuh waktu setelah mereka jelas bahwa mereka harus melakukan itu dan memiliki kedambaan untuk melakukan hal itu.

Saya harap Anda semua dapat menyadari bahwa apa yang Anda pelajari dengan setia di dalam pelatihan ini tidak akan sia-sia. Kita tidak seharusnya berpikir bahwa setelah dilatih selama dua tahun, mereka yang bersyarat akan lanjut melayani sepenuh waktu, dan mereka yang tidak bersyarat akan dikucilkan. Di dalam pelatihan, persyaratan maupun lanjut atau tidak lanjut melayani bukanlah hal yang penting. Beberapa orang jelas bahwa mereka harus melayani sepenuh waktu, tetapi mereka tidak dapat melakukan hal itu karena lingkungan mereka. Karena itu, janganlah berpikir bahwa setelah dua tahun pelatihan dan setelah gagal dari ujian akhir, Anda tidak memiliki pilihan lagi dan harus kembali ke dunia untuk bekerja. Anda harus menyadari bahwa mereka yang melayani sepenuh waktu berada di dalam gereja, dan mereka yang bekerja juga tetap berada di dalam gereja.

Dua tahun yang Anda persembahkan kepada pelatihan tidak akan terbuang sia-sia karena di dalam pelatihan Anda belajar kebenaran, menuntut hayat, berlatih banyak berdoa, belajar berkoordinasi di dalam roh dengan saudara saudari, dan belajar melayani di dalam gereja. Jika setelah lulus dari perguruan tinggi, semua kaum saleh muda dapat menyisihkan waktu mereka ini untuk belajar hal-hal ini, maka mereka akan mendapatkan manfaat yang sangat besar, baik bagi tabungan rohani mereka maupun dalam membangun karakter mereka. Ada perbedaan yang besar antara seseorang yang telah dilatih dengan seseorang yang belum dilatih. Karena itu, saya berharap bahwa keputusan Anda untuk mengikuti pelatihan ini seharusnya jangan didasari: apakah Anda akan melayani sepenuh waktu atau tidak. Melainkan harus didasari: pengaruh apakah yang Anda dapat di dalam kehidupan Anda jika Anda menempuh pelatihan yang mendasar dan rohani ini, tanpa menghiraukan apakah pada akhirnya Anda akan melayani sepenuh waktu atau bekerja. Walaupun Anda harus bekerja, dua tahun pelatihan ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa di dalam hidup Anda. vii

i.

Witness Lee, Elders’ Training, Book 05: Fellowship Concerning the Lord's Up-to-Date Move (Anaheim: Living Stream Ministry, 1985), 136

ii. Witness Lee, Elders’ Training, Book 05: Fellowship Concerning the Lord's Up-to-Date Move (Anaheim: Living Stream Ministry, 1985), 89

iii. Witness Lee, Life-study of Acts (Anaheim: Living Stream Ministry, 1985), 302-303

iv. Witness Lee, Elders’ Training, Book 09: The Eldership and the God-ordained Way (1) (Anaheim: Living Stream Ministry, 1992), 14-15

v. Witness Lee, Crucial Words of Leading in the Lord's Recovery, Book 1: The Vision and Definite Steps for the Practice of the New Way, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2004), 276

vi. Witness Lee, Crucial Words of Leading in the Lord's Recovery, Book 3: The Future of the Lord's Recovery and the Building Up of the Organic Service, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2009), Chapter 8

vii. Witness Lee, Vessels Useful to the Lord, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2003), Chapter 4