KEPERLUAN ORANG YANG BUTA DI DALAM AGAMA — PENGLIHATAN HAYAT DAN PENGGEMBALAAN HAYAT (2)
Kini kita sampai pada Yohanes 10. Inilah pasal yang sangat menarik, tetapi juga pasal yang disalahpahami. Sebenarnya pasal ini merupakan kelanjutan pasal 9. Yohanes 10:21 membantu kita mengetahui hal ini, dengan adanya sebuah pertanyaan, “Dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?” Kedua pasal ini berpusat pada catatan mengenai perkara orang yang buta sejak lahir. Pokok pemikiran pasal ini sangat dalam. Di luar kelihatannya mudah dipahami, tetapi sebenarnya tidak mudah memahami perumpamaan ini. Tuhan langsung mengatakan perumpamaan tentang kandang domba sesudah menyembuhkan orang buta yang diusir dari rumah ibadah orang Yahudi. Sebab itu, kejadian ini merupakan latar belakang perumpamaan kandang domba.
II. PENGGEMBALAAN HAYAT — UNTUK UMAT DI LUAR AGAMA
A. Kandang Domba, Pintu, dan Padang Rumput — untuk Domba
Sekarang kita harus memperhatikan arti kandang domba dalam perumpamaan ini. Tidak mudah untuk menjelaskan kandang domba. Mungkin Anda mengetahui sedikit tentang Alkitab, khususnya mengenai Injil. Mungkin pada masa muda, Anda pernah mendengar cerita-cerita Injil di sekolah minggu. Bahkan mungkin Anda lulusan seminari. Izinkan saya bertanya kepada Anda, apakah yang Anda ketahui tentang kandang domba? Apa yang pernah diajarkan kepada Anda mengenai hal ini? Kunci untuk menyingkap rahasia perumpamaan ini sangat tergantung pada arti kandang domba.
1. Kandang Domba Melambangkan Hukum Taurat atau Agama Yahudi, Agama Hukum Taurat
Kandang domba dalam pemakaian yang lebih baik, melambangkan hukum Taurat dalam Perjanjian Lama, tetapi dalam penggunaan secara biasa, umum, ini melambangkan agama Yahudi (Yudaisme), agama hukum Taurat. Dahulu, sebelum Kristus datang (kedatangan Kristus kali pertama), Allah memberikan hukum-Nya kepada orang Israel. Apakah maksud Allah memberikan hukum ini kepada mereka? Apakah Dia mengharapkan supaya mereka memeliharanya? Tidak, bukan itu tujuan-Nya. Galatia 3:23-26 mewahyukan tujuan Allah dalam memberikan hukum Taurat, “Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi, hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan berdasarkan iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah melalui iman di dalam Yesus Kristus.” Sebelum iman dalam Kristus datang, kita berada di bawah pengawalan (pengurungan) hukum Taurat. Dengan kata lain, kita “dikurung” seperti domba di dalam kandang. Kata “pengawalan” di sini, dalam bahasa aslinya berarti “dibatasi” atau “dikurung”. Sebelum iman itu datang, yakni sebelum Kristus datang, orang-orang yang dipilih Allah dibatasi di bawah hukum Taurat; mereka dikurung di bawah hukum Taurat. “Dikurung” adalah istilah yang khusus dalam bahasa Yunani, yang berarti dikurung dalam pengasuhan atau penjagaan yang khusus dalam suatu pengawalan. Misalnya, jika orang tua dalam sebuah keluarga meninggal, anak-anak boleh diasuh oleh paman atau bibi mereka. Dengan kata lain, mereka berada di bawah penjagaan orang lain. Ini menunjukkan bagaimana umat pilihan Allah ditempatkan di bawah pengasuhan hukum Taurat sebelum iman dalam Kristus datang. Hukum Taurat mengurung umat Allah di bawah pengasuhan sampai Kristus datang. Galatia 3:24 mengatakan bahwa “hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang.” Sesungguhnya terjemahan sedemikian masih kurang. Dalam naskah bahasa Yunani, ini berarti hukum Taurat adalah budak kita yang membawa kita kepada pengajar (guru) kita, yaitu Kristus. Pada zaman kuno, anak-anak orang kaya dalam keluarga Yahudi dikawal pergi ke pengajar mereka oleh seorang budak yang terlatih. Demikian pula, hukum Taurat sebagai budak melayani kita dan membawa kita kepada Kristus. Sebelum kita dibawa kepada Kristus, Sang Pengajar, kita berada di bawah pengasuhan seorang budak, yakni hukum Taurat. Allah Bapa memakai hukum Taurat sebagai budak untuk mengasuh dan membawa kita kepada Kristus. Sebelum Kristus datang, kita ditaruh di bawah tangan hukum Taurat, saat itu hukum Taurat adalah pengasuh kita. Hukum Taurat bertanggung jawab atas pengasuhan dan penjagaan terhadap umat pilihan Allah dan akhirnya membawa mereka kepada Kristus. Begitu kita dibawa kepada Kristus, kita pun dibenarkan oleh iman. Sejak iman datang yakni sejak Kristus datang kita tidak lagi berada di bawah pengasuhan seorang budak.
Sekarang kita telah mengerti apakah kandang domba. Sebelum Kristus datang, Allah menaruh umat pilihan-Nya di bawah pengasuhan hukum Taurat. Hukum Taurat adalah kandang. Misalkan, jika Anda mengunjungi peternakan, Anda akan melihat bahwa kebanyakan (dalam waktu) domba-domba tidak berada di kandang. Sebagian besar dalam satu tahun, domba-domba itu tinggal di padang rumput. Padang rumput adalah tempat tinggal mereka yang “permanen”, sedangkan kandang hanyalah tempat yang sementara. Hanya sewaktu padang rumput tidak ada, domba-domba itu dikurung di kandang. Kandang hanya dipakai sementara untuk menjaga dan melindungi domba-domba sampai padang rumputnya siap. Ini menunjukkan bahwa Kristuslah padang rumput, tempat tinggal yang permanen bagi anak-anak Allah. Tetapi sebelum Kristus datang, Allah menyediakan hukum Taurat sebagai kandang guna menjaga dan mengurung umat pilihan-Nya untuk sementara.
Akan tetapi ketika Tuhan datang, agama Yahudi telah memakai hukum Taurat untuk membentuk Yudaisme. Yudaisme telah menjadi kandang domba. Sebelum orang yang buta itu disembuhkan oleh Tuhan, dia merupakan seekor domba yang terkurung dalam Yudaisme. Ketika dia diusir keluar dari rumah ibadah, sebenarnya dia diusir keluar dari Yudaisme sehingga ia berada di luar kandang. Dahulu dia menjadi seekor domba dalam kandang, kini dia telah diusir dari kandang Yudaisme.
2. Domba Melambangkan Umat Pilihan Allah
Domba adalah umat pilihan Allah. Dalam kekekalan yang lampau (azali), dengan pandangan dini-Nya, Allah telah memilih umat pilihan-Nya. Sebelum Kristus datang, Allah menyerahkan umat pilihan-Nya ke dalam pengasuhan hukum Taurat. Sesudah Kristus datang, Dia menginginkan seluruh umat-Nya keluar dari pengasuhan hukum Taurat. Orang yang buta yang diusir dari tempat ibadah orang Yahudi dan datang kepada Tuhan Yesus adalah salah satu dari orang-orang pilihan Allah. Dulu dia berada di bawah pengasuhan hukum Taurat, tetapi dia telah ditarik keluar dari situ dan dibawa kepada Tuhan sendiri.
3. Pintu Melambangkan Kristus untuk “Keluar” dan “Masuk”
Apakah artinya mengatakan Kristus adalah pintu? Banyak orang Kristen berpikir bahwa pintu adalah untuk masuknya orang-orang ke dalam surga. Mungkin beberapa di antara Anda yang membaca berita ini masih memegang konsepsi ini. Tetapi pintu di sini bukanlah untuk Anda pergi ke surga, karena pintu ini memungkinkan orang masuk dan keluar. Jika pintu ini merupakan pintu untuk masuk ke surga, bagaimana orang dapat keluar dari dalamnya? Pintu ini bukanlah pintu untuk masuk ke surga.
Tuhan adalah pintu kandang domba. Asalnya, kandang adalah hukum Taurat, dan Tuhan adalah pintu untuk masuk ke dalam hukum Taurat. Tuhan tidak hanya pintu untuk masuk ke dalam hukum Taurat, Dia juga pintu untuk keluar dari hukum Taurat. Ayat 9 mengatakan, “Akulah pintu; siapa saja yang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar serta menemukan padang rumput.” Kristus adalah pintu, bukan hanya untuk umat pilihan Allah zaman Perjanjian Lama, seperti Musa, Daud, Yesaya, Yeremia, dan lainnya, agar mereka masuk ke dalam kandang hukum Taurat sebelum Kristus datang, tetapi juga untuk orang-orang pilihan Allah, seperti Petrus, Yakobus, Yohanes, Paulus, dan lainnya, agar keluar dari kandang hukum Taurat setelah Kristus datang. Itulah sebabnya di sini Tuhan menunjukkan bahwa diri-Nya adalah pintu, bukan hanya untuk umat pilihan Allah masuk, tetapi juga untuk seluruh orang pilihan Allah keluar. Mereka yang masuk ke dalam hukum Taurat adalah orang-orang seperti Musa, pemazmur, dan nabi-nabi. Kristus adalah pintu bagi orang-orang ini untuk masuk ke dalam kandang hukum Taurat. Dengan kata lain, mereka masuk ke dalam kandang melalui Kristus dan untuk Kristus. Jika kita memperhatikan pandangan ini sewaktu membaca tulisan-tulisan Musa, pemazmur, dan para nabi, kita akan nampak dengan jelas bahwa mereka masuk ke dalam hukum Taurat Allah melalui Kristus. Kristus adalah pintu masuk mereka ke dalam hukum Taurat.
Ketika Yesus datang, banyak orang masih berada di dalam kandang. Sungguhpun demikian, sesudah kedatangan Yesus, Allah tidak lagi bermaksud untuk mengurung umat pilihan-Nya dalam kandang hukum Taurat. Allah menghendaki mereka keluar dari hukum Taurat dan masuk ke dalam Kristus. Jadi sejak saat itu, Kristus tidak lagi merupakan pintu masuk ke dalam kandang bagi umat pilihan Allah, tetapi Dia adalah pintu keluar bagi mereka, yang telah berada dalam kandang. Orang yang buta itu adalah seorang yang keluar dari kandang. Dahulu semua hamba diutus Allah untuk masuk ke dalam hukum Taurat melalui Kristus. Tetapi meskipun Kristus telah datang, kandang itu masih penuh dengan domba yang terkurung di dalamnya. Apa yang harus mereka lakukan? Mereka harus keluar dari kandang melalui Kristus. Selama zaman Perjanjian Lama, Allah mengutus hamba-hamba-Nya masuk ke dalam kandang hukum Taurat melalui Kristus. Kini selama zaman Perjanjian Baru, Allah bermaksud membawa umat-Nya keluar dari hukum Taurat melalui Kristus sebagai pintu. Sekarang saya percaya, Anda mengerti bahwa kandang domba adalah hukum Taurat Perjanjian Lama, yang digunakan oleh orang-orang Yahudi untuk membentuk agama Yahudi. Kemudian, agama Yahudi menjadi kandang untuk mengurung umat pilihan Tuhan. Tetapi Kristus telah datang dan padang rumput telah siap, sehingga domba tidak perlu lagi terkurung dalam pengasuhan hukum Taurat orang Yahudi. Mereka harus dibebaskan dari kandang hukum Taurat, supaya mereka bisa menikmati segala kekayaan padang rumput.
Singkatnya, Kristus adalah pintu masuk dan pintu keluar dari kandang domba. Mula-mula kaum beriman Perjanjian Lama masuk ke dalam kandang, yaitu hukum Taurat, melalui Kristus sebagai pintu. Kini, kaum beriman dalam Perjanjian Baru keluar dari hukum Taurat melalui Kristus sebagai pintu yang sama. Selanjutnya, kandang hukum Taurat dipakai oleh Allah sebagai budak untuk menjaga dan mengasuh anak-anak-Nya. Kemudian, ia digunakan untuk membawa mereka kepada diri Kristus sendiri yang adalah pengajar. Setelah mereka dibawa kepada pengajar, mereka tidak perlu menetap di bawah tangan si budak. Kandang hukum Taurat, yang telah menjadi Yudaisme, mengurung semua orang pilihan-Nya. Tetapi Kristus adalah pintu, yang melalui-Nya kaum beriman Perjanjian Baru dapat keluar dari Yudaisme dan masuk ke dalam-Nya sebagai padang rumput.
Selain itu, Tuhan juga gembala. Dia bukan hanya pintu kandang, tetapi juga gembala. Dia datang untuk memanggil umat-Nya keluar dari kandang, dan domba-Nya mengenal suara-Nya. Dialah yang pertama keluar dari kandang hukum Taurat. Sekarang Dia berjalan di depan domba-domba-Nya, yaitu semua orang yang akhirnya mengikuti Dia. Petrus, Yakobus, dan Yohanes telah keluar dari Yudaisme. Bahkan Paulus pun keluar dari Yudaisme. Semua orang Yahudi yang percaya dalam Tuhan Yesus mengikuti Dia keluar dari kandang Yudaisme.
Orang yang buta itu adalah orang yang keluar dari Yudaisme. Dia dikucilkan dari tempat ibadah Yudaisme. Dia diusir dari kandang, karena Yesus yang hidup. Maka Tuhan menggunakan kesempatan yang baik ini untuk mengutarakan perumpamaan ini. Tuhan membiarkan orang-orang Yahudi menyadari bahwa agama mereka adalah kandang. Dia membuat mereka mengenal bahwa padang rumput telah siap sekarang, dan domba tidak perlu lagi tinggal dalam kandang mereka. Sekarang adalah waktunya domba-domba keluar dari kandang dan menikmati segala kekayaan padang rumput. Orang yang diusir oleh orang-orang Yahudi keluar dari sinagoga telah menjadi orang yang menikmati Tuhan sebagai padang rumput.
Mula-mula, Tuhan adalah pintu; lalu, gembala; dan akhirnya, padang rumput. Gembala membawa semua domba keluar dari kandang melalui diri-Nya sebagai pintu dan membawa mereka kepada-Nya sebagai padang rumput. Dialah gembala yang membawa domba-domba keluar dari kandang. Dialah pintu yang melalui-Nya domba-domba dibawa keluar; dan Dia pun padang rumput tempat domba-domba dibawa. Dia hanya membawa domba-domba keluar dari Yudaisme melalui diri-Nya pintu, gembala, dan padang rumput.
4. Padang Rumput Melambangkan Kristus
Adalah Tempat Domba-domba Mendapatkan Perawatan
Di luar kandang adalah padang rumput yang hijau. Padang rumput di sini melambangkan Kristus sebagai tempat domba-domba mendapat rawatan. Pada musim dingin, atau pada malam hari, saat padang rumput tidak bisa di-manfaatkan, domba-domba harus tinggal di kandang. Setelah padang rumput bisa dipakai, domba-domba tidak perlu lagi tinggal di kandang. Tinggal di kandang hanya untuk masa transisi dan sementara. Menikmati kelimpahan di padang rumput barulah yang terakhir dan permanen. Sebelum Kristus datang, hukum Taurat adalah tempat untuk menjaga orang. Di bawah hukum Taurat adalah masa transisi. Kini, Kristus telah datang, maka semua orang pilihan Allah harus keluar dari hukum Taurat, masuk ke dalam-Nya, menikmati Dia sebagai padang rumput (Gal. 3:23-25; 4:3-5). Inilah yang terakhir dan permanen. Sekarang adalah musim semi, waktu yang tepat bagi domba-domba untuk keluar dan pergi ke padang rumput supaya mereka dikenyangkan dengan rumput yang hijau. Murid-murid seperti Petrus, Yakobus, dan Yohanes juga pernah berada di dalam kandang, tetapi mereka telah keluar dari situ dan menikmati Kristus sebagai padang rumput. Sewaktu mereka masih berada dalam agama yang usang, mereka menderita kelaparan sampai hampir mati dalam kandang. Tidak ada pintu di sana, yang berarti tidak ada kebebasan; dan tidak ada padang rumput, yang berarti tidak ada makanan. Suatu hari, mereka berjumpa dengan Kristus, Orang yang hidup, Gembala, dan Dia berkata, “Mari, ikutlah Aku.” Mereka mengikuti-Nya keluar dari kandang dan masuk ke padang rumput.
Jika Anda mengikuti Tuhan sebagai gembala Anda, akan datang suatu badai yang mendesak Anda keluar dari kandang. Anda tidak perlu meronta-ronta atau berusaha mengikuti Tuhan Yesus keluar dari kandang, karena begitu Anda mengikuti Dia, agama yang usang akan memaksa Anda keluar. Mereka akan mengusir Anda. Semakin Anda mengikuti Yesus yang hidup ini, agama semakin memaksa Anda keluar. Agama tidak dapat menahan Yesus, dan Yesus tidak pernah menetap dalam agama. Keduanya mutlak berbeda, dan tidak mungkin dirukunkan. Yesus adalah hayat, dan agama ialah sesuatu yang lain dari hayat. Tuhan Yesus yang hidup sama sekali tidak bisa mentoleransi agama. Puji Tuhan, kita semua berada di luar agama dan dikenyangkan dengan padang rumput yang hijau! Tentu saja padang rumput tidak berada dalam kandang, tetapi di luar kandang. Jika Anda ingin menikmati padang rumput, Anda harus keluar. Begitu Anda keluar dari kandang, Anda akan menemukan diri Anda berada di padang rumput. Haleluya!
Kita perlu membahas siapakah penjaga pintu, pencuri, dan perampok. Penjaga pintu adalah Roh Kudus, dan pencuri serta perampok adalah orang-orang yang pura-pura menjadi nabi. Mereka yang tidak masuk ke dalam kandang melalui pintu, melainkan melalui jalan lain, adalah nabi-nabi yang hidup sesudah para nabi Perjanjian Lama dan sebelum Yohanes Pembaptis. Selama waktu ini banyak yang telah masuk ke dalam hukum Taurat tanpa melalui Kristus, tetapi melalui diri mereka sendiri. Mereka pura-pura menjadi nabi-nabi yang diutus oleh Allah. Tetapi semua nabi yang sejati dalam Perjanjian Lama masuk melalui Kristus dan untuk Kristus. Dengan kata lain, mereka masuk ke dalam hukum Taurat melalui pintu. Setelah nabi-nabi Perjanjian Lama ini, banyak orang yang masuk ke dalam hukum Taurat tanpa melalui Kristus, melainkan melalui dirinya sendiri. Mereka adalah pencuri dan perampok yang merusak dan merugikan umat Allah. Ada jarak empat ratus tahun antara nabi-nabi Perjanjian Lama dengan Yohanes Pembaptis. Selama empat ratus tahun itu, pencuri-pencuri dan perampok-perampok itu merusak umat pilihan Allah. Karena itu Tuhan mengatakan bahwa pencuri datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, tetapi Dia datang supaya domba-domba itu mempunyai hidup dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah (Yoh. 10:10). Ini berarti, Tuhan datang untuk memberikan diri-Nya sendiri sebagai hayat kepada domba-domba-Nya, karena Dialah padang rumput mereka. Selama domba-domba itu tinggal di padang rumput, mereka akan memiliki suplai hayat yang berlimpah. Melalui dikenyangkan dengan padang rumput, domba-domba akan menikmati padang rum-put sebagai suplai hayat mereka yang berlimpah. Mereka akan menikmati Tuhan dan mengalami-Nya sebagai hayat mereka dengan lebih berlimpah.
Bagaimana Tuhan dapat menggenapkan hal menjadi padang rumput hayat bagi domba? Harus nampak bahwa rumput, agar dapat dimakan, harus mengalami proses kematian. Semua rumput yang hidup yang dimakan oleh domba harus melalui proses kematian. Karena itu kita akan nampak, Tuhan berkata bahwa Dia harus menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Dia harus mati lebih dulu agar Dia dapat memberikan diri-Nya sendiri sebagai hayat bagi domba-domba itu.
B. Gembala, Hayat Allah, dan Hayat Jiwa untuk
Kawanan Domba
1. Kristus Adalah Gembala
Kita telah nampak bahwa Kristus adalah gembala yang memanggil umat-Nya keluar dari kandang. Dia berjalan di depan domba-domba-Nya dan mereka mengikuti Dia. Sebagai gembala, Dia membawa domba-domba itu keluar dari kandang melalui diri-Nya sendiri sebagai pintu dan kepada diri-Nya sebagai padang rumput.
2. Kristus Menyerahkan Hayat Jiwa-Nya
supaya Domba-domba Mendapatkan Hayat Ilahi
Dalam ayat 10, Tuhan berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah.” Dalam ayat 11, Dia berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” Dalam ayat 10, istilah “hidup” dalam bahasa aslinya adalah “zoe”; dalam Perjanjian Baru, istilah ini mengacu kepada hayat yang kekal dan ilahi. Dalam ayat 11, istilah “nyawa” dalam bahasa aslinya adalah “psuche”, yaitu jiwa, hayat jiwa, yakni hayat insani. Kedua ayat ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus memiliki dua macam hayat. Sebagai manusia, Tuhan memiliki hayat psuche, hayat manusia; Dia juga adalah Allah, memiliki hayat zoe, hayat Allah. Dia memberikan nyawa-Nya, hayat psuche-Nya, yaitu hayat manusia, guna menggenapkan penebusan bagi domba-domba-Nya (10:15, 17-18), agar mereka dapat berbagian dalam hayat zoe-Nya, yaitu hayat Allah (10:10), hayat yang kekal (10:28), supaya olehnya mereka semua bisa menjadi satu kawanan di bawah Dia sendiri sebagai Gembala. Selaku Gembala yang baik, Dia dengan cara ini dan untuk tujuan ini merawat domba-domba-Nya dengan hayat ilahi.
Hayat ilahi Tuhan tidak akan dapat mati dibunuh. Yang dibunuh pada waktu penyaliban-Nya adalah hayat insani-Nya. Agar dapat menjadi Juruselamat kita, Dia sebagai manusia, menyerahkan hayat insani-Nya untuk menggenapkan penebusan bagi kita, agar kita boleh menerima hayat zoe-Nya. Dia menyerahkan hayat insani-Nya, agar setelah kita ditebus, kita dapat menerima hayat zoe-Nya, hayat kekal.
3. Digabung Menjadi Satu Kawanan Melalui Hayat di Bawah Satu Gembala
Gembala, hayat ilahi, dan hayat insani semuanya adalah untuk kawanan. Dalam ayat 16, Tuhan berkata, “Tetapi Aku juga mempunyai domba-domba lain yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” Siapakah domba yang bukan dari kandang Yahudi? Mereka ialah orang kafir (bukan Yahudi). Dan apakah satu kawanan itu? Satu kawanan melambangkan satu gereja, satu Tubuh Kristus (Ef. 2:14-16; 3:6), yang dihasilkan oleh hayat Tuhan yang kekal dan ilahi, yang diberikan kepada anggota-anggota Tubuh-Nya melalui kematian-Nya (Yoh. 10:10-18). Dulu, kandang mengacu kepada Yudaisme; kini, kawanan adalah gereja. Kandang domba dulu adalah Yudaisme, tetapi kawanan sekarang adalah gereja kaum beriman Yahudi dan orang bukan Yahudi. Tuhan menggabungkan keduanya ke dalam satu kawanan dan di bawah satu gembala. Sekarang, satu kawanan dan satu gembala adalah satu Tubuh dan satu Kepala.
Mengapa gembala, hayat ilahi, dan hayat insani, semuanya untuk kawanan? Karena orang-orang dalam kawanan adalah orang-orang yang jatuh yang memerlukan penebusan. Sebagai manusia, Sang Gembala mempunyai hayat insani. Dia mengorbankan hayat insani-Nya untuk menggenapkan penebusan bagi kawanan-Nya. Demikian, kawanan domba-Nya mendapatkan penebusan. Kemudian, kawanan-Nya menerima hayat ilahi-Nya, dan melalui hayat ilahi ini domba-domba itu hidup bersama sebagai satu kawanan. Demikianlah kawanan domba bergabung menjadi satu satuan (unit), satu kesatuan. Ini bukan digenapkan dengan hayat insani, melainkan dengan hayat ilahi.
Dalam hayat insani, kita dihukum dan terpecah-belah; dalam hayat ilahi, kita diterima dan digabungkan. Dalam hayat ilahi, kita semua berada di dalam satu satuan, yang berarti kita adalah satu kawanan di bawah satu gembala dalam satu hayat. Jika kita hidup berdasarkan hayat insani kita dan bukan berdasarkan hayat ilahi, kita hanya akan mendatangkan kesulitan saja. Tidak hanya demikian, kita akan menjadi orang asing dan berkeliaran di luar kawanan. Bila Anda hidup berdasarkan hayat insani Anda, Anda tidak lagi menjadi domba, melainkan menjadi orang asing. Domba adalah orang yang dilahirkan kembali dengan hayat ilahi. Kita semua harus hidup berdasarkan hayat ilahi dan dengan demikian menjadi domba yang sejati dan murni. Kemudian kita semua akan menjadi satu kawanan. Asal kita hidup berdasarkan hayat insani kita, kita akan mirip binatang liar, mungkin sebagai singa yang ganas, atau sebagai kuda yang liar. Jika kita tidak hidup berdasarkan hayat ilahi, tidak mungkin ada kawanan. Kawanan itu dihasilkan, dijaga, dipelihara, dan dibentuk berdasarkan hayat ilahi. Alangkah baiknya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun (Mzm. 133:1). Namun, diam bersama dengan rukun berarti diam dalam hayat ilahi. Puji Tuhan, karena dalam hayat ilahi kita benar-benar esa dan saling mengasihi. Ini tidak mungkin terjadi di dalam hayat insani kita, hayat psuche, tetapi hanya di dalam hayat ilahi, hayat zoe. Kita menerima hayat zoe ini melalui penebusan yang digenapkan oleh Gembala kita, yang menyerahkan hayat psucheNya. Dia mengorbankan hayat psuche-Nya untuk menggenapkan penebusan bagi kita, sehingga kita dapat menerima-Nya sebagai hayat zoe kita. Sekarang kita ada di dalam hayat zoe, di bawah satu Gembala, untuk menjadi satu kawanan. Ini bukan satu organisasi. Ini adalah kawanan bersama dalam hayat. Sungguh ajaib! Haleluya! Kawanan bukanlah masalah agama, melainkan masalah hayat.
C. Hayat yang Kekal, Tangan Putra,
dan Tangan Bapa untuk Jaminan Domba-domba
Dalam 10:28-29 Tuhan berkata, “Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.” Hayat yang kekal adalah untuk kehidupan kaum beriman. Tangan Bapa, yang dengannya Ia memilih di dalam kasih-Nya menurut tujuan-Nya (Yoh. 17:23; 6:38-39), dan tangan Putra, yang dengannya Ia menyelamatkan menurut anugerah-Nya, guna merampungkan kehendak Bapa (1:14; 6:37), keduanya memiliki kekuatan pemeliharaan yang melindungi kaum beriman. Hayat yang kekal tidak akan layu selama-lamanya, tangan Bapa dan Putra selamanya tidak akan gagal. Itulah sebabnya kaum beriman teguh (terjamin) dan tidak akan binasa selamanya.
Sewaktu saya mulai bekerja di Amerika Serikat, banyak orang beriman yang terkasih bertanya kepada saya, apakah saya percaya akan jaminan selamanya. Saya selalu menjawab, “Mengapa tidak?” Selang beberapa saat, setiap orang mengetahui bahwa saya benar-benar percaya kepada jaminan yang ajaib dan kekal. Asal kita memiliki hayat kekal, kita mempunyai jaminan yang kekal. Saya memiliki polis asuransi yang sejati di dalam roh saya. Saya bukan hanya mempunyai hayat yang kekal, saya pun mempunyai dua tangan tangan pemilihan Bapa dan tangan penyelamatan Putra. Kedua tangan ini memeluk saya, Iblis tidak dapat merebut saya. Saya selamanya terjamin oleh hayat ilahi dan oleh kedua tangan ilahi. Puji Tuhan! Tangan-tangan ini selalu berjaga-jaga, dan tidak seorang pun dapat merebut kita. Karena itu, kita tidak akan binasa selama-lamanya. Kita memiliki kehidupan yang ilahi dan perlindungan yang mahakuasa. Jadi, kita, domba-domba ini, selamanya terjamin. Jangan berdebat secara doktrin mengenai jaminan yang kekal. Nikmatilah kenyataannya. Apakah Anda mempunyai jaminan yang kekal? Saya tidak menanyakan apakah Anda percaya kepada jaminan yang kekal, tetapi apakah Anda memilikinya. Tak peduli kita percaya atau tidak kepada ajaran mengenai jaminan yang kekal, kita selamanya terjamin.
D. Penganiayaan dari Agama
Dalam ayat 30, Tuhan berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” Di sini Tuhan dengan jelas menegaskan keilahian-Nya bahwa Dia sendiri adalah Allah (10:33; 5:18; 1:1; 20:28; 1Yoh. 5:20; Flp. 2:6). Orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Dia, dan berkata, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Allah” (10:33). Orang-orang Yahudi menganiaya Yesus karena “hujat”-Nya. Demikian juga hari ini, agama menuduh kita memberitakan bidah. Agama berusaha melindungi “kepercayaan”-nya. Sebenarnya mereka tidak percaya. Mereka melindungi kesia-siaan. Karena itu, mereka menganiaya Tuhan Yesus.
E. Penyingkiran Hayat terhadap Agama dan Kedudukan Baru Hayat
Dalam Yohanes 10:40-42 kita nampak penyingkiran hayat terhadap agama dan kedudukan baru hayat. Kristus meninggalkan agama Yahudi dan pergi ke tempat Yohanes Pembaptis memberitakan Injil Perjanjian Baru. Ini sangat berarti. Tuhan meninggalkan agama Yahudi dan mengambil kedudukan yang baru bagi Perjanjian Baru. Hari ini, kita ada di kedudukan yang baru ini. Kita sedang mengikuti gembala, kita sedang berada di padang rumput, dan kita mempunyai kedudukan yang baru.
Akhirnya, sampailah waktunya Tuhan menghentikan agama Yahudi. Meskipun para agamawan mencoba lagi untuk menangkap-Nya, Dia luput dari tangan mereka (Yoh. 10:39). Dia pergi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes Pembaptis dulu membaptis-Nya. Para agamawan Yahudi telah memakai hukum Taurat untuk membentuk agama Yahudi, yang telah mengurung umat pilihan Allah. Tetapi Yohanes Pembaptis mutlak terpisah dari agama Yahudi karena dia hidup di padang gurun yang terletak di luar Yerusalem dan di seberang Yordan. Yohanes Pembaptis tinggal di padang gurun, selalu mengarahkan orang kepada diri Kristus. Yohanes Pembaptis mengarahkan orang kepada Kristus karena zaman kandang domba sudah lewat dan suatu zaman baru telah mulai. Semua orang pilihan Allah harus meninggalkan kandang dan datang kepada-Nya. Kesaksian Yohanes Pembaptis adalah mendorong orang agar keluar dari kandang dan memasuki padang rumput.
Sesudah pemberitaan Yohanes Pembaptis mengenai Kristus, Tuhan pergi ke kandang untuk membawa domba-domba keluar dari sana. Tentu saja Dia tidak mencuri domba. Dia masuk ke Yudaisme supaya domba-domba-Nya mendengar suara-Nya dan keluar dari kandang. Dengan keluar dari kandang dan berjalan di depan domba-domba-Nya, Dia memimpin domba-domba-Nya keluar dari kandang. Setelah Tuhan keluar dari Yudaisme, Dia pergi ke tempat di mana Yohanes Pembaptis telah bersaksi tentang Dia. Kepergian-Nya ke padang gurun di seberang Yordan merupakan tanda keluarnya Dia dari Yudaisme dan pergi ke tempat di luar Yudaisme.
Pasal ini akhirnya mengatakan bahwa banyak orang datang kepada-Nya dan percaya kepada-Nya (Yoh. 10:41-42). Tahukah Anda apa artinya ini? Ini berarti banyak orang mengikuti Dia seperti domba yang mengikuti gembala. Dialah gembala yang masuk ke dalam kandang untuk membawa domba-domba itu keluar. Ketika Dia keluar dari kandang, semua domba mengikuti Dia ke suatu tempat di mana ada kesaksian mengenai “pelepasan” terhadap Perjanjian Lama dan “pengakuan” terhadap Perjanjian Baru. Kesaksian Perjanjian Lama adalah kandang domba, sedangkan kesaksian Perjanjian Baru adalah Kristus sebagai padang rumput. Apakah Anda ini domba? Padang rumput telah tersedia, masihkah Anda merasa lebih baik tinggal di dalam kandang? Masihkah Anda senang terkurung dan dijaga di dalam kandang? Atau Anda telah keluar dari kandang dan pergi ke padang rumput untuk menikmati kekayaan Kristus? Hari ini Tuhan Yesus tidak lagi di dalam Yudaisme. Gembala yang baik tidak lagi berada di kandang. Dia sedang berada di tempat kesaksian Perjanjian Baru didirikan. Dia telah meninggalkan kandang dan berada di tempat Dia menjadi padang rumput. Karena itu Anda juga harus meninggalkan kandang dan datang kepada-Nya. Ini berarti Anda harus meninggalkan Yudaisme dan menerima Kristus sebagai segala sesuatu Anda. Dialah segala sesuatu untuk Anda. Lihatlah domba-domba, padang rumput adalah segala-galanya bagi mereka. Domba menikmati padang rum-put sebagai tempat perhentian, makanan, air, suplai hayat, dan yang lainnya lagi. Anda juga harus keluar dari kandang dan pergi ke padang rumput, Anda harus keluar dari “Yudaisme” dan pergi kepada Kristus saja. Anda harus keluar dari “hukum Taurat” dan pergi ke tempat di mana Kristus dapat dinikmati. Di manakah Kristus sekarang? Kristus ada di luar semua kelompok Yudaisme, Dia ada di tempat Yohanes Pembaptis bersaksi tentang Dia.
Sekarang Anda tahu arti sebenarnya dari pasal ini, yakni kesimpulan dari peristiwa orang buta yang telah disembuhkan. Sebelum Kristus datang, semua orang pilih-an Allah ada di dalam kandang. Kini, karena Kristus telah datang, zaman dalam kandang telah lewat. Anda harus meninggalkan kandang agar dapat datang kepada Kristus. Sekaranglah saatnya bagi Anda untuk menerima Kristus sebagai padang rumput Anda dan menikmati Dia sebagai segala sesuatu Anda. Anda harus hidup di dalam-Nya dan mengambil Dia sebagai segala sesuatu Anda.
Perhatikanlah gambaran ini. Lihatlah domba dan padang rumput, dan lihatlah betapa besar artinya padang rumput bagi domba itu. Jika Anda benar-benar seekor domba, Anda akan memberi tahu orang-orang bahwa Anda sangat ingin keluar dari kandang, karena di dalam kandang penuh dengan perbudakan dan pengurungan. Sama sekali tidak ada kebebasan, karena Anda dijaga di bawah asuhan se-orang pengawal. Sekarang Anda tahu di mana ada padang rumput, ada kebebasan, dan ada suplai hayat.
Kristus adalah padang rumput yang almuhit. Kandang adalah hukum Taurat dan Yudaisme. Kristus, satu-satunya pintu keluar dari kandang, adalah gembala yang memimpin Anda keluar dari kandang dan membawa Anda kepada diri-Nya. Dia bisa menjadi segala sesuatu Anda. Sekarang, Dialah padang rumput Anda.
Izinkan saya mengulangi sekali lagi. Di manakah Kristus kini? Dia bukan di dalam Yudaisme, melainkan di tempat di mana Perjanjian Baru dipersaksikan. Kristus ada di tempat di mana Yohanes Pembaptis bersaksi tentang Dia. Ini sangat berarti, karena kini Tuhan di luar kandang dan berada di kedudukan yang baru, di mana Dia menjadi segala sesuatu bagi umat pilihan Allah. Karena itu, Anda harus keluar dari kandang yang usang dan pergi ke padang rum-put yang baru, di mana Kristus sendiri menjadi segala sesuatu bagi Anda.