ORGANISME ALLAH TRITUNGGAL DALAM PENYALURAN ILAHI (1)
Dalam berita ini sampailah kita pada Yohanes 15. Kita tidak seharusnya menganggap pasal ini sebagai pasal yang terpisah dari pasal 14 dan 16, karena ketiga pasal ini merupakan sebuah berita yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sebelum Dia dikhianati dan ditangkap. Tidak diragukan lagi, pasal 15 adalah kelanjutan dari pasal 14, di mana kita nampak adanya saling huni, perbauran keilahian dengan keinsanian. Asal kita mengerti Yohanes 14, kita siap menelaah Yohanes 15.
Banyak orang Kristen sangat hafal akan Yohanes 15, satu pasal yang ajaib mengenai Tuhan sebagai pohon (LAI: pokok) anggur dan kita sebagai ranting-rantingnya. Kelihatannya, mudah bagi kita untuk memahami pasal ini, karena kita tahu apa itu pohon anggur, ranting-ranting, dan apa hubungan pohon anggur dengan ranting-rantingnya. Namun, dalam Perjanjian Baru, Yohanes 15 mungkin merupakan pasal yang paling dalam. Jika kita hendak memahami arti yang lebih dalam dengan tepat dan benar dari pasal ini, kita harus mengenal inti pikiran Allah dan maksud Roh Kudus dalam penulisan Injil Yohanes. Injil ini mewahyukan Tuhan Yesus sebagai ekspresi Allah, Dia adalah Allah yang dinyatakan dalam bentuk manusia. Dia dinyatakan secara demikian sehingga kita dapat menerima-Nya sebagai hayat dan segala sesuatu kita. Maksud-Nya ialah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita, sampai Dia menjadi hayat dan segala sesuatu kita. Pasal 3-11 mewahyukan bahwa Dia dapat memenuhi segala keperluan kita dengan menjadi hayat kita. Pasal 12 menunjukkan kepada kita hasil dan perkembangbiakan-Nya sebagai hayat kita. Pasal 13 menunjukkan cara untuk mempertahankan persekutuan kita di dalam hayat. Kemudian pasal 14 mengungkapkan kepada kita bahwa Dia sanggup menggarapkan diri-Nya ke dalam kita melalui mati dan bangkit, juga melalui terubahnya (transfigurasi) Dia dari tubuh daging menjadi Roh itu. Sampai pasal 14, Dia telah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita melalui Roh realitas. Kini Dia menjadi hayat dan esens kita. Dia sedang hidup di dalam kita, menanti kita untuk bekerja sama dengan Dia, sehingga Dia dapat semakin banyak mewahyukan dan menyatakan diri-Nya kepada kita. Bapa juga datang di dalam Dia untuk mengunjungi kita, tinggal bersama kita, dan mengatur tempat tinggal-Nya bersama kita (14:23). Dengan kata lain, Bapa di dalam Dia dan melalui Roh itu akan dengan mutlak berbaur dengan kita. Bapa di dalam Putra dan melalui Roh itu akan menjadi tempat tinggal kita, dan kita akan menjadi tempat tinggal Allah Tritunggal. Dalam hal ini, Allah Tritunggal dengan kita, kita dengan Allah Tritunggal akan terbangun bersama, yakni Allah dan manusia, manusia dan Allah, akan terbangun menjadi satu. Keesaan yang ajaib ini adalah inti pemikiran Allah. Kehendak Allah yang terakhir dalam alam semesta adalah Allah di dalam Putra sebagai Roh itu digarapkan ke dalam kita dan berbaur dengan kita sehingga Allah Tritunggal dan manusia menjadi suatu tempat tinggal bersama. Kita telah nampak hal ini ketika kita mempelajari pasal 14. Inilah latar belakang dari pasal 15.
Wahyu Allah dalam pasal 15 sangat bermakna, dalam, dan almuhit. Pikiran dan makna wahyu ini sangat dalam. Hal pertama yang akan kita perhatikan dalam pasal ini ialah Allah Tritunggal telah diwahyukan dengan jelas. Allah Bapa diwahyukan sebagai pengusaha yang berhubungan dengan pertanian, perkebunan, dan penuaian. Seorang pengusaha tani ialah sumber, pemulai, pendiri, dan penanam dari suatu perkebunan. Dia adalah seorang yang mengikat diri pada usahanya. Alam semesta ini merupakan perusahaan Bapa. Dengan kata lain, Bapa mempunyai suatu rencana ilahi, suatu tujuan yang kekal, dan Dia ingin menggenapkan maksud yang ada di balik tujuan-Nya itu. Inilah makna dari Allah Bapa menjadi pengusaha tani. Dialah pengusaha dari perkebunan anggur yang berencana hendak menggenapkan suatu kehendak tertentu. Dia adalah sumber, pendiri, dan orang yang pertama-tama menggenapkan suatu perkara tertentu menurut maksud hati dan kehendak-Nya. Lebih lanjut, seperti yang diungkapkan oleh bagian-bagian yang lain dari Kitab Suci, kesenangan Bapa ialah: segala apa adanya Dia, semua kekayaan sifat ilahi-Nya, dan semua kepenuhan ke-Allahan, akan menjadi kekayaan pohon anggur. Segala apa adanya Bapa, semua yang Bapa miliki, semua kekayaan hayat ilahi Bapa, dan semua kepenuhan ke-Allahan, ada di dalam pohon anggur. Semuanya ini untuk pohon anggur yang adalah perwujudan dari semuanya itu. Pohon anggur adalah perwujudan dari kepenuhan kekayaan keilahian dan ke-Allahan. Segala apa adanya Allah Bapa dan apa saja yang Bapa miliki terwujud dalam pohon anggur.
Pasal ini tidak hanya mewahyukan Bapa, tetapi juga mewahyukan Putra sebagai pohon anggur. Sebagai pohon anggur, Putra adalah intinya. Segenap alam semesta digambarkan sebagai kebun anggur, dan yang menjadi intinya adalah pohon anggur yang adalah Putra. Allah Putra adalah intinya. Segala sesuatu berinti pada-Nya (di dalam Dia). Dia, sebagai pohon anggur, adalah inti kebun anggur. Kita telah nampak bahwa Allah Bapa adalah sumber dan pendiri, dan kini kita nampak bahwa Allah Putra adalah inti. Segala apa adanya Bapa dan segala yang Bapa miliki adalah untuk inti ini dan terwujud dalam inti ini, serta terekpsresi dari inti ini. Allah Bapa terekspresi, ternyata, dan dimuliakan melalui pohon anggur ini. Jadi, Allah Bapa adalah sumber dan Allah Putra adalah intinya.
Akhirnya, dalam dua ayat terakhir dari pasal ini, Roh diwahyukan. Di sini, Allah Roh disebut Roh Kebenaran (realitas). Ini berarti Roh itu adalah realitas. Apa adanya Allah Bapa di dalam Putra, dan apa pun yang dimiliki-Nya yang dipusatkan di dalam Putra, semua direalisasikan oleh Roh itu. Segala apa adanya Bapa di dalam Putra, adalah realitas di dalam Allah Roh. Segala sesuatu yang terpusat di dalam Putra telah diwahyukan, dibuktikan, dipersaksikan, dan direalisasikan oleh Roh Realitas. Sebab itu, Allah Bapa adalah sumber, pendiri; Allah Putra adalah inti, perwujudan, dan manifestasi; Allah Roh adalah realitas. Ini sungguh dalam.
Selain itu, dalam wahyu ini tidak hanya ada Allah Tritunggal, tetapi juga ada Tubuh Kristus. Tubuh Kristus ialah gereja. Dalam wahyu ini gereja dilambangkan sebagai ranting-ranting pohon anggur. Ranting-ranting pohon anggur tidak lain adalah tubuh dari pohon anggur itu sendiri. Jika Anda membuang ranting-ranting itu dari pohonnya, pohon anggur itu tidak akan mempunyai tubuh. Tanpa ranting-ranting, pohon anggur tidak mempunyai apa pun selain akar dan batang. Sebab itu, ranting-ranting adalah tubuh dari pohon anggur.
Jika kita menengadah kepada Tuhan, kita akan nampak betapa ajaib dan misteriusnya hal ini. Semua apa adanya Allah Bapa dan segala yang dimiliki-Nya terpusat dan terwujud di dalam Allah Putra, dan semuanya ini terealisasikan dalam Allah Roh. Kini semuanya itu telah tergarap ke dalam kita dan akan terekpresi dan dipersaksikan melalui kita. Yohanes 15 mempunyai empat hal yang sangat penting: Allah Bapa adalah sumber dan pendiri; Allah Putra adalah inti dan ekspresi; Allah Roh adalah realitas dan realisasi; dan ranting-ranting adalah Tubuh, ekspresi yang korporat. Ranting-ranting ini sangat penting karena mengekspresikan apa adanya Allah dalam Kristus sebagai Roh. Tanpa ranting-ranting tidak akan ada ekspresi yang penuh. Ekspresi yang penuh tergantung pada ranting, yaitu Tubuh; karena apa adanya Bapa ada dalam Putra dan sebagai Roh itu akan diekspresikan oleh ranting-ranting, Tubuh itu. Semua apa adanya Allah Bapa dan semua yang dimiliki-Nya ada dalam Putra, semua apa adanya Putra dan yang dimiliki-Nya terealisasikan di dalam Roh itu, dan segala sesuatu yang dimiliki oleh Roh itu ada dalam Tubuh, gereja, yaitu di dalam kita. Dengan kata lain, Allah Bapa sebagai sumber terwujud dalam Allah Putra yang menjadi inti, yang kini telah direalisasikan sebagai Allah Roh yang menjadi realitas. Semua yang dimiliki oleh Roh itu telah terekspresi di atas diri kita, yakni terekspresi pada ranting-ranting gereja. Allah terekspresi, ternyata, dan dimuliakan di dalam gereja.
I. POHON ANGGUR DAN RANTING-RANTING
ADALAH SUATU ORGANISME UNTUK MEMULIAKAN ALLAH
MELALUI MENGEKSPRESIKAN KELIMPAHAN HAYAT ILAHI
Dalam 15:1-11 kita nampak bahwa pohon anggur dan ranting-ranting adalah suatu organisme untuk memuliakan Bapa demi mengekspresikan kelimpahan hayat ilahi. Beberapa pembaca berita ini mungkin terganggu dengan istilah “organisme”; mungkin kedengarannya aneh dalam pengertian mereka ketika mendengar organisme Allah Tritunggal dalam penyaluran ilahi. Akan tetapi kita biasa mengatakan gereja, Tubuh Kristus, bukan suatu organisasi, melainkan suatu organisme. Apakah perbedaan antara organisasi dan organisme? Sebuah meja misalnya, adalah sebuah organisasi karena beberapa lembar papan dikumpulkan menjadi satu kesatuan. Mengapa sebuah meja merupakan suatu organisasi, bukan suatu organisme? Karena di dalam meja sebagai suatu kesatuan tidak ada yang organik. Tidak ada yang organik di dalam sebuah meja, karena tidak ada hayat di dalamnya. Kelihatannya, tubuh kita juga adalah suatu organisasi. Akan tetapi, ia jauh lebih daripada sebuah organisasi, karena kita mempunyai baik yang organik maupun hayat. Karena mempunyai yang organik dan hayat, tubuh kita adalah suatu organisme, bukan sekadar suatu organisasi. Dalam prinsip yang sama, gereja, Tubuh Kristus, adalah suatu organisme.
Apakah Tubuh Kristus itu? Itulah yang justru kita bahas dalam berita ketiga puluh dua tempat tinggal bersama, perbauran keilahian dengan keinsanian. Seperti telah kita nampak, ada suatu perbauran yang sedemikian dalam pasal 14. Perbauran ini adalah tempat tinggal bersama dari Allah dan manusia. Tempat tinggal bersama ini, perbauran dari keilahian dan keinsanian ini, penuh dengan organik dan hayat, karena itu merupakan suatu organisme.
Dalam Yohanes 15, organisme ini diumpamakan sebagai pohon anggur. Anggur dari pohon anggur dipakai sebagai gambaran dari organisme yang ajaib ini. Dalam pohon anggur ini ada pohon anggur itu sendiri dan semua rantingnya. Tuhan Yesus berkata bahwa pohon anggur itu adalah diri-Nya sendiri (ayat 1). Dia adalah pohon ini dan kita adalah ranting-ranting pohon ini. Dengan gambaran yang jelas ini kita dapat melihat bahwa kita adalah ranting-ranting pohon ini. Melalui gambaran yang jelas ini kita dapat melihat bahwa kita adalah ranting-ranting yang keluar dari pohon ini, karena ranting keluar dari pohon anggur itu. Jika Anda memotong ranting-ranting itu, Anda hanya akan mempunyai sebatang pohon yang gundul tanpa ranting dan tidak akan ada ranting yang keluar dari pohon anggur ini. Tetapi hari ini pohon anggur alam semesta ini mempunyai banyak ranting, dan ranting-ranting ini tak lain adalah percabangan-Nya. Sewaktu Tuhan Yesus di bumi, Dia hanya seorang manusia kecil yang hidup di suatu tempat. Akan tetapi, lihatlah cabang-Nya hari ini: Dia mempunyai banyak bagian di Washington D.C., New York, Los Angeles, London, Frankfurt, Tokyo, Manila, Taipei, Hongkong, dan seluruh dunia. Puji Tuhan, di seluruh dunia kita nampak percabangan dari pohon anggur ini! Ini bukan suatu organisasi, ini adalah suatu organisme yang memiliki hayat dengan banyak anggota, sistem organik, dan unsur organik yang bertumbuh di dalamnya.
Pohon anggur dan ranting-rantingnya adalah suatu organisme untuk memuliakan Bapa. Apakah maksud dari kata “memuliakan” di sini? Artinya, dari dalam membebaskan dan mengekspresikan maksud, isi, hayat batiniah dan kekayaan batiniah. Pohon anggur dan ranting-rantingnya merupakan suatu organisme untuk memuliakan Bapa, dari dalam membebaskan dan mengekspresikan maksud, isi, hayat batiniah, dan kekayaan batiniah. Sebagai suatu organisme untuk memuliakan Bapa, pohon anggur dan ranting-rantingnya mengekspresikan kekayaan hayat ilahi. Ketika pohon anggur menghasilkan bertandan-tandan anggur, itulah saatnya kekayaan hayat ilahi diekspresikan. Ekspresi ini adalah dimuliakannya Bapa, karena Bapa ialah hayat ilahi. Bapa adalah sumber dan hakiki dari pohon anggur itu. Tanpa buah, maka esens, hakiki dan hayat pohon anggur akan tersembunyi, tertutup, dan terbatasi. Namun, kekayaan hayat batiniah dari pohon anggur terekspresi melalui tandan-tandan buah itu. Saya katakan sekali lagi, mengekspresikan hayat batiniah secara demikian adalah membebaskan esens ilahi dari dalam pohon anggur. Inilah dimuliakannya Bapa.
A. Penyaluran Ilahi
1. Ekonomi Allah
Pohon anggur dan ranting-ranting sebagai suatu organisme untuk memuliakan Bapa ialah penyaluran ilahi. Kata “penyaluran” di sini bukan berarti suatu zaman atau sejangka waktu. Ini berarti “pemberian”. Kata ini mempunyai arti yang sama dengan kata “ekonomi”. Oikonomia, dalam bahasa Yunani berarti “pemberian” atau “pengurusan”, yang telah dimasukkan ke dalam bahasa Inggris sebagai kata “economy”. Apakah oikonomia ini? Inilah kepengurusan pemerintahan, yakni suatu penyaluran ilahi kepada manusia. Penyaluran ilahi ini adalah ekonomi ilahi. Menurut bahasa Yunani, kata ini dengan jelas digunakan dalam 1Timotius 1:4. Akan tetapi King James Version menuliskannya sebagai “pembinaan ibadah” (godly edifying). Ini seharusnya diterjemahkan menjadi “ekonomi Allah” atau “penyaluran Allah”.
2. Tujuan (Rencana) yang Kekal
Dalam Efesus 3:10-11, kita membaca tujuan Allah yang kekal (LAI: maksud abadi). Kata “tujuan kekal” adalah istilah yang alkitabiah. Menurut bahasa Inggris modern, ini sebenarnya adalah rencana yang kekal. Dalam kekekalan yang lampau, Allah telah membuat rencana untuk kekekalan yang akan datang. Maka rencana ini adalah rencana yang kekal. Dalam rencana ini Allah hendak memiliki sejumlah besar manusia yang terlahir kembali dengan hayat ilahi, menjadi Tubuh Kristus dan mengekspresikan segenap kekayaan dari ke-Allahan yang terwujud dalam Kristus. Inilah rencana yang kekal, yang dibuat Allah dalam kekekalan yang lampau untuk kekekalan yang akan datang. Kita perlu mengetahui 1Timotius 1:4 dan Efesus 3:10-11 dengan baik. Kita perlu menjadi terbiasa dengan ayat-ayat ini.
3. Mengekspresikan Allah Bapa di Dalam Putra Melalui Tubuh-Nya, Gereja
Organisme anggur dan ranting-rantingnya ini adalah ekspresi Allah Bapa di dalam Putra melalui Tubuh-Nya, gereja. Dalam hal ini kita perlu memperhatikan Kejadian 1:26. Pernahkah Anda berpikir bahwa gereja juga terdapat dalam Kejadian 1:26? Gereja ada di sana. Ekspresi Bapa juga ada di sana. Seandainya Anda bertanya bagaimana mungkin demikian, saya akan menjawab bahwa ekspresi adalah gambar. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Akhirnya, manusia menjadi ekspresi Allah. Kemudian bagaimana tentang gereja? Cobalah perhatikan bahwa manusia yang disebut dalam Kejadian 1:26 bukan manusia yang tunggal, melainkan manusia yang korporat. Allah tidak menciptakan berjuta-juta manusia. Dia menciptakan seorang manusia yang korporat yang mencakup berjuta-juta manusia. Tepatnya, manusia yang disebutkan dalam Kejadian 1:26 adalah umat manusia, bukan manusia tunggal, melainkan korporat. Apakah gereja? Gereja adalah umat manusia yang terpilih. Kita dapat mengambil contoh dari kayu yang dipakai untuk membuat perabotan rumah tangga, untuk menjelaskan definisi gereja. Meskipun saya mengumpulkan banyak bahan untuk membuat meja, akhirnya saya hanya akan memilih bagian yang paling baik untuk membuat meja. Setelah meja selesai saya buat, saya akan membuang sisanya. Saya hanya akan menyimpan dan memustikakan meja yang telah saya buat. Umat manusia ialah bahan-bahan yang dipakai Allah untuk membuat gereja. Kita tidak tahu berapa banyak bahan yang telah dipersembahkan. Allah hanya memilih sebagian umat manusia untuk dilahirkan kembali dan menjadi gereja.
Gereja adalah satu kesatuan yang korporat. Kesatuan yang korporat ini tersebar sebagai sebuah benih dalam Kejadian 1:26 dan akan dituai sebagai tuaian dalam Wahyu 21, di mana kita nampak Yerusalem Baru sebagai perampungan sempurna dari organisme yang mengekspresikan gambar ilahi. Dalam Kejadian 1:26, kita nampak manusia korporat yang diciptakan menurut gambar Allah; dalam Wahyu 21, kita nampak Yerusalem Baru, ekspresi korporat dari gambar Allah. Benih ditabur dalam Kitab Kejadian, buah dituai dalam Wahyu 21, dan tanamannya ialah di sini, di bumi hari ini.
B. Pohon Anggur, Allah Putra
1. Inti Ekonomi Allah
Sebagai pohon anggur, Putra adalah inti ekonomi Allah. Allah Putra adalah inti pekerjaan Allah, pergerakan Allah, perusahaan Allah. Allah mempunyai pergerakan di alam semesta. Pergerakan ini adalah pekerjaan ilahi-Nya. Putra sebagai pohon anggur adalah satu-satunya inti dari perusahaan ini.
2. Perwujudan dan Ekspresi Ke-Allahan
Pohon anggur ini adalah perwujudan dan ekspresi ke-Allahan. Kolose 2:9 mengatakan bahwa dalam Putra berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan. Yohanes 1:18 mengatakan, “Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” Dalam Kolose 2:9, kita nampak Putra adalah perwujudan dari ke-Allahan, dan dalam Yohanes 1:18, kita nampak Dia adalah penyataan, ekspresi Allah. Jadi, Putra Allah, yaitu pohon anggur universal, adalah perwujudan dan ekspresi Allah.
3. Organisme yang Penuh Hayat, seperti Pohon Hayat
Pohon anggur ini adalah suatu organisme yang penuh hayat, seperti pohon hayat (Kej. 2:9). Ini bukan suatu organisasi yang tanpa hayat, seperti Menara Babel (Kej. 11:4, 9). Pohon hayat adalah suatu organisme, dan Menara Babel adalah suatu organisasi. Manakah yang Anda sukai dan yang ingin Anda miliki pohon hayat ataukah Menara Babel? Menara Babel tinggi dan besar, tetapi pohon hayat mungkin hanya setinggi kita. Jika pohon hayat sangat tinggi, mustahil manusia mengambilnya. Menurut Yohanes 6, orang-orang hendak memaksa Kristus menjadi raja. Ini berarti mereka memaksa menjadikan Dia sebuah menara. Tetapi Dia lebih suka menjadi roti hayat. Ini berarti Dia ingin menjadi pohon hayat.
4. Mengembangbiakkan Hayat dan Melipatgandakan Hayat
Pohon anggur sangat baik untuk mengembangbiakkan hayat dan melipatgandakan hayat. Mengembangbiakkan hayat berarti menyebarkan hayat secara luas, dan melipatgandakan hayat berarti mereproduksi hayat. Pada setiap jenis sayuran, kita nampak hal perkembangbiakan dan pelipatgandaan. Sebutir biji gandum ditaburkan ke tanah dan bertumbuh menjadi tiga puluh, enam puluh, dan seratus kali lipat. Inilah perkembangbiakan hayat, juga adalah pelipatgandaan hayat. Jika kita memperhatikan dengan mendalam perihal Tuhan mengumpamakan diri-Nya sebagai pohon anggur, kita akan menyadari bahwa di antara semua tanaman: bunga-bunga, rerumputan, dan pepohonan, hanya pohon anggur yang merupakan pohon terbaik untuk menunjukkan perkembangbiakan dan pelipatgandaan hayat. Pohon anggur bukan diperhatikan karena bunganya atau bahannya; dia diperhatikan karena ekspresi kekayaan hayatnya. Begitu pohon anggur penuh dengan buah yang matang, Anda akan dengan mudah mengenali kekayaan hayatnya. Jadi pohon anggur menghasilkan hayat. Tuhan bukan hayat seperti bunga untuk diapresiasi oleh manusia; juga bukan sebagai hayat untuk bahan-bahan tertentu; Tuhan justru adalah hayat yang mendatangkan hayat dan menghasilkan hayat.
5. Mengekspresikan Hayat untuk Memuliakan Bapa
Perkembangbiakan dan pelipatgandaan hayat adalah untuk mengekspresikan hayat demi memuliakan Bapa. Sewaktu hayat pohon anggur terekspresi melalui ranting-ranting dalam perkembangbiakan dan pelipatgandaannya, Bapa pun dimuliakan, karena apa adanya Bapa dalam kekayaan hayat-Nya terekspresi dalam pengembangbiakan dan pelipatgandaan pohon anggur.
6. Bukan untuk Berbunga, Bukan untuk Menjadi Bahan
Sebagaimana telah kita tunjukkan, pohon anggur tidak baik untuk dipetik bunganya atau untuk bahan bangunan. Sebuah pohon anggur berbunga bukan untuk dipamerkan. Saya pernah mendengar orang-orang pergi untuk melihat bunga ceri yang indah di Washington D.C., tetapi saya tidak pernah mendengar mereka ingin melihat bunga anggur. Pohon anggur tidak terkenal karena bunganya. Sewaktu saya masih kanak-kanak, saya dilahirkan dan dibesarkan di dekat sebuah perkebunan anggur. Setiap tahun saya melihat pohon-pohon anggur di sana, akan tetapi saya hampir tidak pernah melihat bunga-bunga anggur. Bunga anggur sangat kecil dan tidak berwarna-warni.
Pohon anggur pun tidak baik untuk dijadikan bahan bangunan (Yeh. 15:2-3). Tidak ada alat-alat rumah tangga atau perabot-perabot yang dibuat dari kayu pohon anggur. Juga tidak ada kayu pohon anggur yang dibuat menjadi tiang, balok, soko guru, atau atap. Anda tidak akan pernah melihat sebuah bangunan yang dikonstruksi dengan kayu pohon anggur. Pohon anggur hanya baik untuk berbuah. Tidak baik untuk dipetik bunganya maupun untuk bahan bangunan.
Sama halnya dengan gereja. Jika Anda datang ke gereja untuk melihat bunga ceri, Anda tidak akan melihat satu pun. Demikian pula jika Anda datang ke gereja untuk melihat atau memilih bahan-bahan yang cocok untuk membuat perabot dan organisasi duniawi, Anda hanya akan menemukan sesuatu yang baik untuk menghasilkan buah. Kita dilahirkan kembali untuk menghasilkan buah.
Kita semua telah dirusak. Kita telah dirusak dalam hal berbunga dan menjadi bahan-bahan. Kita tidak ada gunanya di muka bumi ini. Jika Anda masih berguna untuk sesuatu, itu berarti Anda masih duniawi. Kita tidak berguna untuk pendidikan, dagang, atau politik. Bahkan kita tidak berguna untuk agama atau untuk menjadi “agamawan”. Tahun 1930-an saya sepenuhnya “dirusak”. Kini saya adalah orang yang tak berguna, yang tidak baik untuk apa pun. Masyarakat manusia dan organisasi agama memandang saya sebagai sampah. Bagaimana dengan Anda? Puji Tuhan, kita semua adalah sampah sampah karena Yesus dan untuk Yesus. Kita semua telah “dirusak” oleh-Nya. Apakah Anda masih dapat menjadi profesor yang baik? Jenis profesor yang seharusnya bagi Anda adalah profesor buangan. Masih dapatkah Anda menjadi seorang pedagang atau petani yang baik? Anda harus menjadi seorang pengusaha atau petani buangan. Kita telah dirusak dan tidak berguna selain untuk menghasilkan buah dan mengekspresikan Bapa di dalam Putra. Dalam gereja, Anda tidak akan melihat bunga atau bahan bangunan. Anda hanya akan nampak orang-orang kecil yang tidak berguna selain untuk menghasilkan buah.
C. Pengusahanya — Allah Bapa
Pengusahanya adalah Allah Bapa. Bapa sebagai pengusaha adalah Sumber, Pemulai, Perencana, Penanam, hayat, substansi, tanah, air, udara, sinar matahari, dan segala sesuatu bagi pohon anggur. Seperti yang telah kita tunjukkan, segala apa adanya Allah, apa yang dimiliki-Nya, dan yang mampu Dia perbuat, telah terwujud dalam pohon anggur. Putra sebagai pohon anggur adalah inti ekonomi Allah, juga adalah perwujudan dari segala kelimpahan Bapa. Melalui menggarap Putra, Bapa menggarapkan diri-Nya beserta segala kelimpahan-Nya ke dalam pohon anggur ini, dan akhirnya, pohon anggur mengekspresikan Bapa secara korporat melalui ranting-rantingnya. Inilah ekonomi Bapa dalam alam semesta.
Dalam Perjanjian Lama, orang Israel adalah pohon anggur di mata Allah (Mzm. 80:9, bandingkan Yes. 5:2; Yer. 2:21; Yeh. 19:10; 15:2). Akan tetapi orang Israel sebagai pohon anggur telah mengecewakan Allah, karena mereka tidak memberi kesempatan kepada Allah untuk mengekspresikan diri-Nya melalui mereka. Meskipun Allah telah berusaha mengekspresikan diri-Nya melalui mereka, tetapi mereka mengecewakan Allah. Akhirnya, dalam Perjanjian Baru, Israel yang sejati datang. Tuhan Yesus adalah Israel yang sejati, adalah pohon anggur yang benar, yang dapat dengan sepenuhnya mengekspresikan Allah. Pohon anggur yang benar ini adalah satu-satunya perwujudan Allah dan ekspresi sepenuhnya dari Allah. Apa adanya Allah dan apa yang Allah miliki telah terwujud dalam pohon anggur yang benar ini dan diekspresikan sepenuhnya melalui pohon anggur yang benar ini.
D. Ranting-ranting — Kaum Beriman di Dalam Putra
Tidak ada satu tanaman pun yang dapat secara memadai menggambarkan hubungan yang hidup antara Tuhan dengan kita selain dari pohon anggur. Kita adalah ranting-ranting pohon anggur. Hubungan macam apakah ini menurut pendapat Anda? Ranting-ranting tidak baik untuk apa pun selain untuk mengekspresikan pohon anggur. Segala apa adanya pohon anggur dan segala yang dimilikinya terekpsresi melalui ranting-ranting itu. Secara individual, ranting adalah orang yang sudah dilahirkan kembali. Secara korporat, mereka adalah gereja, Tubuh Kristus (Ef. 1:22-23). Ranting-ranting, kaum beriman di dalam Putra, adalah untuk ekspresi dari Putra beserta Bapa melalui berbuah.
E. Berbuah
1. Meluapnya Kekayaan Hayat Batiniah
Apakah berbuah itu? Berbuah adalah meluapnya kekayaan hayat batiniah. Janganlah Anda mencoba membawa orang kepada Kristus dengan tenaga Anda sendiri. Jangan menggunakan cara-cara untuk mendapatkan jiwa-jiwa. Menghasilkan buah ialah satu perkara meluapnya hayat batiniah Anda. Kita perlu senantiasa menikmati Kristus sebagai segala sesuatu kita, supaya kita memiliki suatu kelimpahan hayat yang batiniah. Dari kelimpahan hayat batiniah akan ada arus yang mengalir kepada orang lain, menembus ke dalam hayat mereka. Aliran ini akan menghasilkan banyak buah. Ini bukan sekadar berkhotbah atau mendapatkan jiwa-jiwa; ini seharusnya merupakan proses berbuah melalui meluapnya kekayaan hayat batiniah.
2. Mengekspresikan Bapa di Dalam Putra
Berbuah semacam ini adalah manifestasi (penyataan) hayat batiniah. Hayat batiniah pohon anggur adalah kekayaan dari segala apa adanya dan apa yang dimiliki Bapa. Ini diekspresikan melalui berbuahnya pohon anggur. Karena itu, berbuahnya pohon anggur adalah mengekspresikan Bapa di dalam Putra.
3. Meleraikan Dahaga Manusia
Berbuah juga bisa meleraikan dahaga manusia. Pohon anggur berbuah buah anggur; arak anggur maupun sari buah anggur yang dihasilkan dari buah anggur ini, bisa meleraikan dahaga manusia. Hari ini kita harus dipenuhi dengan kekayaan hayat Kristus sedemikian rupa sehingga kita dapat menghasilkan bertandan-tandan buah anggur, untuk menghasilkan baik arak anggur maupun sari buah anggur untuk meleraikan dahaga manusia. Kita semua perlu berdoa, “Ya Tuhan, kiranya hayat-Mu mengalir keluar dari dalamku untuk meleraikan dahaga orang lain.”
4. Melalui Tinggal di Dalam Pohon Anggur
dan Membiarkan Pohon Anggur
Tinggal di Dalam Ranting
Buah bisa dihasilkan bila ranting-ranting tinggal di dalam pohon anggur dan membiarkan pohon anggur tinggal di dalam ranting. Dalam Yohanes 15, “tinggal” merupakan perkara yang penting. Setiap perkara dalam pasal ini tergantung pada “tinggal”. Tinggal yang sesungguhnya tergantung pada suatu visi yang jelas, penglihatan yang tegas bahwa Anda adalah ranting. Begitu Anda menyadari bahwa Anda adalah ranting, sukar bagi Anda untuk meninggalkan pohon anggur. Anda akan ingin tinggal di dalam pohon anggur. Tinggal adalah berhuni. Tidak perlu berusaha untuk tinggal, karena semakin Anda berusaha untuk tinggal, Anda akan semakin gagal. Kita perlu berdoa, “Tuhan, nampakkan kepadaku dengan jelas bahwa aku adalah salah satu dari ranting-ranting itu.” Saya percaya bahwa pada suatu hari Tuhan akan menampakkan kepada Anda. Anda akan nampak bahwa Anda adalah salah satu dari ranting itu dan Anda akan berkata, “Puji Tuhan, aku adalah sebatang ranting.” Kemudian, Anda akan tinggal di dalam Dia.
Asal Anda tinggal di dalam-Nya, Dia akan tinggal di dalam Anda. Tinggalnya Dia di dalam kita bergantung pada tinggalnya kita di dalam Dia. Tinggalnya kita adalah syarat tinggalnya Dia; tetapi tinggalnya Dia di dalam kita bukan suatu syarat tinggalnya kita di dalam Dia. Bagi-Nya tanpa syarat, tetapi bagi kita harus ada syarat, karena kita sering berubah. Jika kita tidak tinggal di dalam Dia, tidak ada jalan bagi-Nya untuk tinggal di dalam kita. Dia tidak berubah, tetapi kita sering berubah. Hari ini mungkin kita tinggal di dalam Dia dan besok meninggalkan Dia. Sebab itu, tinggalnya Dia di dalam kita tergantung pada tinggalnya kita di dalam Dia. Tinggalnya kita di dalam Dia adalah syarat bagi tinggalnya Dia di dalam kita. Karena itu, Tuhan berkata, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Jika kita tinggal di dalam Dia, Dia sudah pasti akan tinggal di dalam kita. Jika kita tidak tinggal di dalam Dia, kita tidak memenuhi syarat bagi tinggalnya Dia di dalam kita. Tinggalnya Dia tergantung pada tinggalnya kita. Saling tinggal ini akan menghasilkan buah.
5. Secara Korporat
Semua ranting yang menghasilkan buah berhubungan satu dengan yang lain. Demi tinggalnya mereka pada pokok anggur, tidak ada satu pun dari mereka yang menghasilkan buah secara terpisah dari pohonnya. Mereka semua menghasilkan buah melalui hayat yang sama yang mengalir di dalam mereka. Kelihatannya, mereka masing-masing menghasilkan buah secara terpisah; sebenarnya mereka semua menghasilkan buah secara korporat dalam satu pohon dan dengan satu hayat. Hari ini berbuahnya kita harus demikian, dalam satu Tubuh dan dengan satu hayat.
F. Pembersihan (Penyiangan)
Sekarang kita sampai pada penyiangan. Dalam ayat 2 Tuhan berkata tentang Bapa bahwa “setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Pembersihan (penyiangan) sungguh diperlukan. Arti dari penyiangan ialah membersihkan atau membuang yang tidak berguna. Yang tidak berguna ini kebanyakan timbul dari sesuatu yang sudah terlalu tua. Apabila ranting menjadi tua, ia akan berhenti berbuah. Cara untuk membuat ranting itu berbuah adalah membuang bagian yang tua dari ranting itu dan membiarkan tunas bakal ranting yang baru muncul. Bukan ranting yang tua yang menghasilkan buah, melainkan yang baru. Inilah sebabnya adakalanya kita mengalami penderitaan. Penderitaan adalah pembersihan yang memotong bagian yang tua, supaya kita dapat menjadi baru untuk menghasilkan buah. Pembersihan terjadi melalui pemotongan dan penyingkiran, dengan tujuan untuk menghasilkan lebih banyak buah.
G. Dibuang ke Luar
1. Memotong Ranting dari Kenikmatan atas Kekayaan Hayat Pohon Anggur
Pada butir ini kita perlu menyinggung sedikit mengenai pembuangan. Dalam ayat 6, Tuhan berkata, “Siapa saja yang tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.” Dalam Yohanes 15 tidak ada pemikiran diselamatkan atau binasa. Kita harus melupakan konsepsi ini sewaktu kita sampai pada Yohanes 15. Konsepsi dalam pasal ini adalah apakah kita menikmati kekayaan hayat pohon anggur. Banyak orang Kristen yang kehilangan kenikmatan atas kelimpahan Kristus sebagai hayat. Ini berarti mereka telah dipotong.
2. Memotong Ranting
dari Persekutuan Ranting-Ranting
Dibuang ke luar juga berarti dipotong dari persekutuan antar ranting. Sebatang ranting yang dipotong tidak lagi mempunyai persekutuan dalam hayat dengan ranting yang lainnya. Banyak orang Kristen yang seperti ini. Mereka tidak mempunyai persekutuan dalam hayat dengan orang Kristen yang lain.
3. Memotong Ranting
dari Ekspresi Putra Bersama Bapa
Selanjutnya, dibuang ke luar juga berarti dipotong, disingkirkan dari ekspresi Putra bersama Bapa. Apabila sebatang ranting dibuang, ia tidak lagi mengekspresikan pohon anggur. Banyak orang Kristen hari ini yang tidak bisa menjadi ekspresi Putra bersama Bapa, karena mereka adalah ranting-ranting yang telah terpotong dari pohon anggur.
4. Memotong Ranting dari Tujuan Ilahi
Akhirnya, dibuang juga adalah dipotong dari tujuan ilahi. Tujuan ilahi Allah Bapa dalam mengusahakan Putra sebagai pohon anggur ialah untuk mengekspresikan kepenuhan ke-Allahan. Dibuang sebagai ranting dari pohon anggur adalah dipotong dari tujuan ilahi ini. Hari ini banyak orang Kristen yang terpotong, tidak berbagian dalam tujuan ilahi. Ranting dibuang ke luar, berarti ranting itu kehilangan kenikmatan atas kekayaan Kristus, kehilangan persekutuan yang kaya dari sesama ranting, terpisah dari ekspresi Allah, dan terpotong dari tujuan Allah. Jika Anda tidak berbuah, itu berarti Anda telah terpotong dari kenikmatan atas kekayaan Kristus. Namun, ini tidak berarti bahwa orangnya akan binasa. Mungkin Anda ingin tahu apa artinya dicampakkan ke dalam api dalam ayat ini. Ini berarti menjadi kering. Banyak orang Kristen benar-benar mempunyai perasaan kering. Pasal 10 menyinggung tentang beroleh selamat kekal atau binasa kekal. Pasal 15 tidak berkaitan dengan perihal keselamatan, melainkan berkaitan dengan kenikmatan atas kekayaan Kristus, mengambil bagian dalam persekutuan yang ajaib dan indah dengan sesama ranting, mengekspresikan gambar Allah, dan menggenapkan tujuan Allah. Inilah konsepsi pokok dari Yohanes 15.