Hukum Tubuh Kristus
Pembacaan Alkitab:
Kisah Para Rasul 8:4-8, 12, 14-17; 9:3-12, 15-17; 1 Timotius 5:22; 4:14;
2 Timotius 1:6; Yakobus 5:14-16; Matius 18:15-17, 20
Bila kita ingin memiliki kehidupan Tubuh Kristus, terlebih dulu kita harus mendapatkan wahyu tentang Tubuh Kristus. Kalau kita tidak memiliki wahyu tentang Tubuh Kristus, kita tidak bisa menghentikan aktivitas individual. Ada orang berkata, “Tampak apakah Tubuh Kristus itu, tidaklah mengherankan.” Tetapi saudara saudari, Anda tidak bisa hanya berbicara di mulut saja. Kalau Anda telah tampak Tubuh Kristus, Anda pasti tahu dalam Tubuh Kristus itu ada hukumnya, dan Anda akan bertindak menurut hukum Tubuh ini. Kalau seseorang telah melihat Kristus, ia tidak akan bersandar diri sendiri lagi berbuat baik untuk mendapatkan keselamatan. Demikian juga, kalau seseorang berkata bahwa ia telah tampak Tubuh tetapi perbuatannya masih bersifat individual, aktivitasnya masih aktivitas individual, itu berarti ia tidak berpegang pada Kepala, ia belum mendapatkan wahyu tentang Tubuh. Kalau seseorang benar-benar telah mendapatkan wahyu tentang Tubuh, ia pasti mengalami perubahan, pasti perlu bersekutu dan belajar taat.
OTORITAS HAYAT
Dalam Tubuh ada beberapa hukum yang besar. Persekutuan adalah satu hukum, kasih adalah satu hukum. Masih ada satu hukum yang besar, yaitu dengan anggota Tubuh yang lain bersama-sama taat kepada Kepala. Anggota Tubuh sendiri tidak ada otoritas, otoritas berada pada Kepala. Kalau anggota Tubuh berkata bahwa dirinya mempunyai otoritas, itu salah. Anggota Tubuh tidak mempunyai otoritas secara langsung. Anggota Tubuh hanya memiliki otoritas yang diamanatkan oleh kepala. Otoritas ini bukan kedudukan, melainkan mutlak adalah hayat. Otoritas ini bukan dari “pengangkatan”, melainkan “adalah”. Kalau satu anggota tubuh bukan mata, tubuh tidak bisa mengangkat dia menjadi mata. Kalau satu anggota tubuh bukan tangan, tubuh tidak bisa mengangkat dia sebagai tangan. Karena dia bisa melihat, maka dia mempunyai otoritas melihat. Karena dia bisa bekerja, maka ketika dia bekerja, orang lain pun mendapat bantuannya.
Dalam gereja, kalau otoritasnya berdasarkan kedudukan dan bukan hayat, kalau tidak melihat keadaan rohani orang itu, tetapi hanya karena di masyarakat orang itu ada kedudukan, lalu mengangkat dia, perbuatan demikian mengandung penyakit. Firman Tuhan memberi tahu kita, otoritas berada dalam hayat, bukan pada kedudukan; otoritas berada dalam kehidupan, bukan dalam pengangkatan. Seseorang bisa memiliki otoritas di dalam gereja bukan karena dia ada kedudukan, melainkan karena dalam pengalaman dia pernah ditanggulangi, dalam perkara yang riil dia pernah dibereskan, di depan Allah dia telah belajar pelajaran yang belum dipelajari oleh orang lain, sebab itu Tuhan memberi dia otoritas hayat. Semua otoritas di dalam Tubuh Kristus adalah berdasarkan hayat. Di gereja lokal Allah memang ada pengangkatan, tetapi bukan menurut kedudukan, melainkan menurut hayat. Ketika hayat bersatu dengan pengangkatan, Anda harus taat. Kalau Anda tidak taat, hayat akan berhenti, Anda akan terlepas dari Tubuh, karena tidak berpegang teguh pada Kepala. Kalau antara Anda dengan anggota Tubuh ada masalah, Anda tidak bisa mengatakan bahwa hubungan Anda dengan Kepala normal. Kalau antara Anda dengan anggota Tubuh ada masalah, meskipun Anda tidak lupa pada doktrin, dan Anda tetap bekerja, tetapi Anda tidak lagi memiliki firman hayat.
Saudara saudari, mungkin Anda telah percaya Tuhan Yesus selama tiga tahun, sebenarnya berapa banyak pertumbuhan sejati yang telah Anda alami? Kasihan sekali kalau selama ini hanya sopan santun Anda, pengetahuan Anda yang terlihat bertambah, tetapi hayat Tubuh Kristus di dalam Anda tidak bertambah. Dalam gereja kita harus belajar saling menaati. Kalau anggota Tubuh tidak saling menaati, maka hayat yang dikatakan oleh Roma 8 tidak akan terekspresi, dan Anda akan “kempis”, sulit sekali maju. Orang yang tampak Tubuh Kristus, dengan sendirinya tampak bahwa taat adalah satu perkara yang menyenangkan.
Dalam Kisah Para Rasul 8 ada satu contoh yang memperlihatkan kepada kita prinsip Tubuh. Saat itu, gereja di Yerusalem pertama kali menderita penganiayaan yang besar. Meskipun rasul-rasul tidak meninggalkan Yerusalem, saudara-saudara lainnya semuanya tersebar. Orang-orang yang tersebar itu memberitakan Injil ke mana-mana. Filipus bukan rasul. Ministrinya adalah mengurusi makanan. Tetapi karena dia memiliki hayat, dia turun ke kota Samaria memberitakan Kristus, bahkan melakukan mujizat; dia mengusir setan dari diri banyak orang, menyembuhkan banyak orang yang lumpuh, yang timpang; seluruh kota Samaria dipenuhi oleh Injil. Alkitab mengatakan, “Karena itu sangatlah besar sukacita dalam kota itu” (ayat 8). Nyatalah bahwa di kota Samaria banyak orang percaya Tuhan. Tuhan benar-benar memakai Filipus. Kalau Filipus sombong, dia boleh berkata, “Yang menyelamatkan orang di Yerusalem adalah Petrus; tetapi di Samaria adalah aku, Filipus.” Ia akan mengira dirinya adalah orang yang istimewa dalam sejarah. Filipus memang telah memberitakan Injil di Samaria, tetapi pengalaman orang-orang yang beroleh selamat di Samaria berbeda dengan pengalaman orang-orang yang beroleh selamat di Yerusalem; karena di Samaria Roh Kudus belum turun ke atas diri mereka. Meskipun orang-orang Samaria benar-benar telah percaya, juga telah dibaptis dalam nama Tuhan Yesus, tetapi Roh Kudus belum turun ke atas seorang pun di antara mereka. Perkara ini diketahui oleh rasul-rasul, lalu mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke Samaria. Setelah kedua orang itu tiba, mereka lalu berdoa bagi orang-orang Samaria supaya mereka menerima Roh Kudus. Rasul menumpangkan tangan ke atas mereka, mereka pun menerima Roh Kudus.
Apa artinya penumpangan tangan? Kitab Imamat memberi tahu kita, ketika mempersembahkan kurban harus ada penumpangan tangan ke atas kepala binatang kurban. Apa artinya menumpangkan tangan ke atas kepala binatang kurban? Lembu yang telah ditumpangi tangan boleh dipersembahkan, laksaan lembu yang lain di dunia tidak boleh dipersembahkan; apa artinya itu? Menumpangkan tangan di atas kepala lembu berarti orang yang menumpangkan tangan bersatu dengan lembu itu; lembu adalah dia, mempersembahkan lembu berarti mempersembahkan dirinya. Lembu adalah dia, lembu diperkenan, berarti dia diperkenan. Sebab itu, penumpangan tangan berarti kesatuan.
Perjanjian Baru juga beberapa kali menyinggung tentang penumpangan tangan. Surat 1 Timotius 5:22 mengatakan, “Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang dan janganlah terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain. Jagalah kemurnian dirimu.” Karena menumpangkan tangan adalah bersatu dengan orang lain, maka harus hati-hati menumpangkan tangan. Kalau tidak hati-hati, akan terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain. Arti penumpangan tangan adalah kesatuan, adalah persekutuan.
Dalam Perjanjian Lama, ketika seseorang mengangkat raja atau mengangkat imam, orang itu menumpangkan tangan ke atas raja atau menumpangkan tangan ke atas imam. Bersamaan dengan itu, orang itu mengurapi kepala mereka dengan minyak. Sebab itu, arti penumpangan tangan, ialah pertama, membawa orang masuk ke bawah pengurapan minyak Sang Kepala; kedua, membawa orang masuk ke dalam persekutuan Tubuh.
Hari ini di dalam gereja, rasul adalah anggota Tubuh yang “mewakili” di dalam Tubuh Kristus; rasul juga mewakili otoritas Kristus. Rasul menumpangkan tangan ke atas kaum beriman Samaria itu berarti mengakui mereka adalah orang-orang dalam Tubuh. Begitu mereka masuk ke dalam Tubuh, Roh Kudus turun ke atas diri mereka. Kalau begitu setelah beroleh selamat, orang-orang Samaria itu langsung menerima Roh Kudus, mungkin Filipus akan berpikir, “Mereka bisa bekerja di Yerusalem, aku juga bisa bekerja di Samaria.” Jika demikian, orang-orang yang beroleh selamat di Samaria akan terpisah dengan orang-orang yang beroleh selamat di Yerusalem. Kalau di Yerusalem ada Petrus dan di Samaria ada Filipus, maka prinsip Tubuh akan rusak. Kalau demikian, pekerjaan yang Allah kerjakan di Yerusalem dengan pekerjaan Allah di Samaria adalah dua pekerjaan, bukan satu pekerjaan. Kejadian di Samaria memperlihatkan kepada mereka, kalau tidak taat di bawah Tubuh, tidak akan ada urapan minyak. Harus menunggu rasul di Yerusalem datang menumpangkan tangan, minyak baru turun ke atas diri mereka. Roh Kudus adalah Roh Kudus Tubuh, bukan Roh Kudus individual. Sebab itu, ingin mendapatkan Roh Kudus bagi individual, pada prinsipnya itu adalah salah. Mengapa ada orang yang tertipu? Mengapa ada orang yang malah dirasuki roh jahat? Karena mereka egoistis, mereka tidak tampak Tubuh. Hari ini, bejana yang ingin didapatkan Tuhan adalah bejana Tubuh, bukan bejana individual. Sebab itu, pekerjaan individual, buah individual, selamanya tidak bisa memuaskan hati Tuhan, selamanya tidak bisa mencapai tujuan terakhir Allah. Semua pekerjaan harus ada prinsip penumpangan tangan, yaitu mengakui adanya kesatuan, mengakui adanya persekutuan. Penumpangan tangan adalah mengakui adanya satu Tubuh.
Ibrani 6:1-2 mengatakan, “Sebab itu, marilah kita tinggalkan asas-asas pertama ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang berbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.” Di sini ada enam asas pertama. Keenam asas ini boleh dibagi menjadi tiga kelompok: Kelompok pertama adalah dua perbuatan; kelompok kedua adalah dua kesaksian di luaran; dan kelompok ketiga adalah dua ajaran mengenai hari yang akan datang. Pertobatan dari perbuatan yang sia-sia dan dasar kepercayaan kepada Allah adalah dua perbuatan. Pembaptisan dan penumpangan tangan adalah dua kesaksian di luaran. Kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal adalah dua ajaran mengenai hari yang akan datang. Lima hal di antaranya tidak kita abaikan, tetapi kita mengabaikan salah satu di antaranya, yaitu penumpangan tangan. Meskipun Alkitab tidak memerintahkan untuk menumpangkan tangan, tetapi memperlihatkan kepada kita bahwa pada zaman rasul-rasul, orang yang beroleh selamat begitu dibaptiskan juga ditumpangi tangan. Dibaptis adalah masuk ke dalam Kristus; ditumpangi tangan atau menerima penumpangan tangan adalah masuk ke dalam Tubuh. Menerima penumpangan tangan bukan hanya mempersaksikan Anda berhubungan dengan Kristus, juga mempersaksikan Anda berhubungan dengan Tubuh, supaya Anda tunduk di bawah otoritas Kepala, tidak bertindak sendirian, menolak segala hidup perorangan, menolak segala pekerjaan perorangan.
Paulus berkata, “Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita” (1 Kor. 12:26). Setelah Anda menerima penumpangan tangan, Anda terlepas dari perorangan. Sejak saat itu Anda hanyalah satu anggota Tubuh. Orang menerima penumpangan tangan adalah untuk berdiri pada kedudukannya yang seharusnya.
MENUMPANGKAN TANGAN MEMBERIKAN KARUNIA
Paulus memberi tahu Timotius, “Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu melalui penumpangan tanganku atasmu” (2 Tim. 1:6). Ayat itu berarti harus mengembangkan, harus mengobarkan karunia yang Anda terima ketika Anda menerima penumpangan tangan. Satu Timotius 4:14 mengatakan, “Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu melalui nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.” Di sini rasul ditambah penatua-penatua melalui nubuat memberi Timotius karunia. Mereka melalui penumpangan tangan membawa dia masuk ke dalam Tubuh, dan yang memberi karunia adalah urapan minyak. Ketika mereka menumpangkan tangan berdoa untuk Timotius, Allah memberi salah seorang dari antara mereka satu doa nubuat, menentukan dia akan menjadi orang yang bagaimana. Doa ini telah mengatur urapan minyak. Seorang yang berpengalaman menumpangkan tangan ke atas orang lain, doanya akan menjadi ciri-ciri seumur hidup dari orang yang menerima penumpangan tangan. Di sini berarti otoritas Kepala melalui anggota Tubuh yang menjadi wakil, memberikan karunia yang seharusnya didapatkan oleh orang yang menerima penumpangan tangan. Orang yang menerima penumpangan tangan harus tampak: sejak hari ini, dia tidak menuruti apa yang dianggapnya benar; sejak hari ini, dia tidak merdeka sendiri; sejak hari ini, dia adalah salah satu bagian dari Tubuh; sejak hari ini, dia tidak menuntut keuntungan pribadi, dia menuntut perkara rohani adalah untuk Tubuh. Sejak saat itu, kalau Tuhan hendak memakai dia, boleh; kalau Tuhan hendak memakai orang lain, juga boleh. Demikianlah, ketika anggota Tubuh yang lain dipakai oleh Tuhan, Anda tidak iri kepada anggota Tubuh yang lain itu. Banyak pekerjaan yang dilakukan oleh orang adalah untuk individu, yang mereka tuntut juga untuk individu. Kiranya Allah menolong kita terlepas dari keadaan demikian, sebagaimana Ia menolong kita terlepas dari dosa.
BERDOA DENGAN MENGOLESI MINYAK
Yakobus 5:14 mengatakan, “Kalau ada seseorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.” Ayat ini perlu dibaca bersamaan dengan 1 Korintus 11:29-30, “Karena siapa yang makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.”
Sebab musabab penyakit, ada yang karena melanggar hukum alam tubuh jasmani, ada yang karena melanggar hukum Tubuh Kristus. Kalau orang Kristen tidak mengakui Tubuh, tidak menurut peraturan Tubuh, ia tidak akan terhindar dari beberapa kelemahan dan penyakit. Penanggulangan penyakit semacam ini harus mengundang penatua datang. Penatua-penatua ini adalah orang-orang yang diangkat oleh Allah di satu gereja lokal. Mereka mewakili anggota Tubuh, mewakili Tubuh Kristus di tempat itu. Mereka akan datang mengoleskan minyak bagi orang yang sakit. Mazmur 133:2 mengatakan, “Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.” Minyak urapan dituangkan ke atas kepala Harun, dan dari kepala Harun minyak ini terus mengalir ke leher jubahnya. Minyak urapan Allah ada di atas kepala Kristus, Roh Kudus itu diberikan kepada Anak. Orang Kristen di bawah Kristus, Sang Kepala, menerima pengurapan minyak. Orang yang sakit itu mengundang penatua untuk mengurapkan minyak baginya, apa artinya? Misalnya, seseorang pergi ke dokter untuk berobat. Dari obat yang diberikan dokter kepadanya, Anda dapat mengetahui sakit apa dia. Di sini dikatakan, “mengundang penatua datang mengoleskan minyak”, ini berarti dia telah terlepas dari minyak urapan. Kalau seorang Kristen berdiri pada kedudukan yang seharusnya ia ambil sebagai anggota Tubuh, ia tidak akan kehilangan minyak urapan. Karena dia tidak mengakui atau membedakan Tubuh, sebab itu ia sakit. Dalam keadaan demikian, apa yang akan dilakukan oleh penatua? Penatua akan membawa orang sakit itu ke bawah Kepala, supaya dia kembali ke dalam Tubuh. Kalau ia hidup di dalam Tubuh, ia tidak akan kehilangan minyak urapan, tetapi kalau ia keluar dari Tubuh, ia akan sakit atau mati. Saudara saudari, kalau Anda benar-benar tampak hayat Tubuh dan hidup di dalam Tubuh, semuanya pasti menjadi baik.
Orang sakit yang disebut dalam Yakobus 5 mengidap penyakit yang istimewa. Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa penyakit itu adalah penyakit yang istimewa, bukan penyakit yang umum? Karena ayat 15 mengatakan, “Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat doa, maka dosanya itu akan diampuni.” Dosa apa yang ia perbuat? Di sini, dosa yang ia perbuat pasti karena terlepas dari Tubuh Kristus. Kalau dosa yang ia perbuat adalah dosa individu, asal ia bersandar darah, juga mengaku kepada orang, membereskannya, ia segera mendapat pengampunan, tidak perlu mengundang penatua datang mengoleskan minyak, baru mendapatkan pengampunan. Pengolesan minyak penatua tidak bisa menghapus dosa, hanya darah yang bisa menghapus dosa. Di sini mengatakan, “Jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni”; jadi karena doa penatua ia mendapat pengampunan. Sebab itu, dosa yang ia perbuat berbeda dengan dosa yang umum; ia telah melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan Tubuh. Terhadap dosa macam ini, meskipun dia sendiri sudah mohon pengampunan kepada Allah, tetap tidak mendapat pengampunan, perlu saudara, perlu penatua datang berdoa baginya, baru ia mendapatkan pengampunan. Dalam hal ini perlu bantuan orang lain.
Ayat 16 lebih istimewa lagi, “Karena itu, hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, sangat besar kuasanya dan ada hasilnya.” Di sini dikatakan, “Kamu harus saling mengaku dosa.” Mengapa harus “saling mengaku dosa?” Artinya pada Tubuh Kristus telah timbul penyakit, sebab itu harus saling mengaku dosa. Orang yang sakit harus mengaku dosa kepada penatua, penatua harus mengaku dosa kepada orang yang sakit. Ini memperlihatkan kepada kita, kalau pada satu anggota Tubuh timbul masalah, seluruh Tubuh harus bertanggung jawab. Di atas Tubuh Kristus, jika ada satu anggota Tubuh sakit, penatua harus memikul satu kewajiban. Mungkin karena kasih penatua tidak cukup, mungkin karena rawatan penatua kurang banyak, sebab itu penatua harus mengakui dosa ini. Orang yang sakit harus mengaku dosa bahwa ia telah bergerak sendiri, terlepas dari Tubuh.
Tidak hanya harus saling mengaku dosa, juga harus saling mendoakan. “Saling mendoakan” yaitu penatua berdoa bagi orang yang sakit, orang yang sakit berdoa bagi penatua. Sebab itu, dalam Tubuh harus selalu ada kasih dan selalu ada rendah hati. Begitu jatuh ke luar Tubuh, bukan hanya tubuh jasmaninya sakit, juga rohaninya. Bila terlepas dari Tubuh, saat itu juga tidak ada minyak urapan. Orang yang jatuh ke luar Tubuh harus tampak pentingnya kembali ke bawah minyak urapan, harus tampak pentingnya kembali ke dalam Tubuh.
WAHYU YANG PAULUS TERIMA KETIKA BERTOBAT
Kisah Para Rasul 9 memperlihatkan kepada kita dua keistimewaan dari wahyu yang Paulus terima ketika ia bertobat. Dalam perjalanannya ke Damsyik, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Tuhan berkata, “Mengapa engkau menganiaya Aku?” Tuhan tidak berkata, “Mengapa engkau menganiaya orang yang percaya kepada-Ku?” Paulus lalu bertanya, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Tuhan berkata, “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.” Di sini Tuhan memperlihatkan kepada Paulus, “Semua orang yang percaya kepada-Ku, bersatu dengan Aku.” Inilah kesatuan Kepala dengan Tubuh. Paulus adalah orang pertama dalam Alkitab yang tampak kesaksian Tubuh. Anda tidak bisa membentur Tubuh tanpa membentur Kepala. Sebab itu, jangan sekali-kali mengira, Anda bisa bersalah kepada saudara tetapi tidak bersalah kepada Kristus. Ingatlah, siapa yang menjamah anggota yang kecil dalam Tubuh, itu berarti ia menjamah Kepala. Yang luka adalah anggota Tubuh, yang merasakan adalah Kepala.
Paulus adalah orang yang dipakai besar-besaran oleh Allah. Tetapi pada hari itu, dalam perjalanan ke Damsyik, Tuhan berkata kepadanya, “Bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maksud Tuhan, perkara yang harus kaulakukan tidak Kuberitahukan kepadamu, ada orang lain yang memberi tahu kepadamu. Tuhan memakai orang lain untuk memberi tahu kepadanya perkara apa yang harus ia kerjakan. Inilah satu wahyu tentang Tubuh, ini adalah satu wahyu yang besar. Pada saat Paulus beroleh selamat, Tuhan telah memperlihatkan kepadanya prinsip Tubuh. Meskipun Paulus adalah bejana yang dipakai Tuhan secara besar-besaran, tetapi Tuhan masih memakai orang lain membantu dia. Sebab itu saudara saudari, jangan sekali-kali mengira Anda tidak perlu bersandar orang lain, jangan mengira Anda boleh berdiri sendiri di depan Allah untuk mendapatkan segala sesuatu. Ini tidak berarti Anda harus membabi buta mengikuti orang terus, membuntuti orang lain, melainkan agar Anda tidak memiliki satu sikap, yang mengira Anda seorang diri sudah bisa mendapatkan firman Tuhan, bisa menyelesaikan segala masalah. Lihatlah, bagaimana dengan Paulus? “Dia bangkit dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Selama tiga hari ia tidak dapat melihat dan selama itu juga ia tidak makan dan minum” (ayat 8-9).
Paulus sudah masuk kota, tetapi selama tiga hari tidak ada seorang pun yang memberi tahu kepadanya apa yang harus ia lakukan. Di sini kalau hatinya tergesa-gesa, ia akan gagal. Lewat tiga hari, Ananias datang. Sebelum perkara ini, kita tidak pernah mendengar nama Ananias; sesudah perkara ini, kita juga tidak pernah mendengar namanya. Dia bukanlah orang yang tersohor, tetapi Tuhan dengan otoritas memegang dia supaya dia membantu rasul yang besar ini. Rasul besar ini tidak bisa berdasarkan diri sendiri membuka akal budi rohaninya, perlu seorang saudara yang tidak ternama membukakan baginya. Begitu Ananias bertemu dengan Paulus, ia menumpangkan tangan ke atas Paulus dan berkata, “Saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Menumpangkan tangan ke atas diri Paulus dan berkata, “Saudaraku”, ini membawa dia melihat Tubuh, juga supaya ia dipenuhi Roh Kudus. Ini pun berarti membawa dia ke bawah minyak urapan.
Sering kali pimpinan Roh Kudus di dalam kita adalah memimpin kita menerima pimpinan orang lain, memimpin kita untuk menerima bantuan orang lain. Kalau Anda tidak menerima bantuan orang lain, Anda akan kehilangan banyak hal. Ada orang Kristen yang hanya berdasarkan perasaan pribadinya menentukan suatu perkara. Kalau demikian, di manakah Tubuh? Orang yang demikian, mutlak hidup di dalam wilayah individu, tidak tampak Tubuh. Saudara saudari, coba renungkan, pada hari-hari yang lalu, berapa banyak aktivitas Anda yang Anda lakukan di dalam Tubuh? Anda harus tampak, “Aku adalah anggota Tubuh. Aku terbatas, aku perlu bantuan anggota Tubuh yang lain.” Semoga Allah membuat kita sekarang juga tampak Tubuh. Orang yang bagaimana dapat disebut orang yang tampak Tubuh? Orang yang mencari persekutuan, orang yang takut dirinya bisa salah, orang yang tidak berani bekerja sendiri.
KEPUTUSAN SAUDARA
Matius 18:15-16 dengan sangat ajaib mengatakan, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.” Apa yang dikatakan di sini? Bukan Anda merasa salah atau tidak, melainkan dua atau tiga orang saudara mengatakan Anda bersalah. Mereka mengatakan salah atau tidak salah, bukan Anda merasakan salah atau tidak salah. Misalnya, ada seorang saudara berkata kepada Anda, “Dalam perkara tertentu Anda telah bersalah kepadaku.” Tetapi Anda tidak merasa bersalah. Lalu Anda berdoa. Setelah berdoa, Anda masih tidak merasa bersalah. Anda lalu berkata kepadanya, “Meskipun Anda berkata bahwa aku telah bersalah kepadamu, tetapi aku tidak merasa bahwa aku telah bersalah kepadamu. Aku sudah berdoa, tetapi masih merasa tidak bersalah kepadamu. Aku bukan sembarangan berdoa melainkan benar-benar berdoa, tetapi aku masih tidak merasa bahwa aku bersalah. Bukan aku tidak mau mengaku salah, aku mau mengaku salah, tetapi aku tidak tampak kesalahanku.” Lalu saudara itu memberi tahu saudara lain. Mereka juga berkata bahwa Anda salah. Anda adalah seorang yang rendah hati, Anda tidak senang tidak mengaku dosa, tetapi Anda tidak tampak kesalahan Anda. Sebab itu, Anda tidak bisa mengakui kesalahan itu. Kemudian Anda berdoa lagi, masih tetap tidak berubah. Tetapi Tuhan berkata, ketika saudara-saudara berkata bahwa Anda salah, tidak peduli Anda merasa salah atau tidak, Anda tetap salah.
Matius 18:20 dengan lebih jelas memberi tahu kita alasannya, mengapa walaupun diri sendiri tidak merasa salah, tetapi karena saudara-saudara mengatakan aku salah, maka aku salah. “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Ada orang menganggap ayat Alkitab ini sebagai satu janji, ini salah. Tuhan tidak bermaksud menjadikan ayat ini sebagai dasar untuk memohon penyertaan Tuhan. Ayat Alkitab itu mengatakan, kalau ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan, Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Arti “dalam nama Tuhan” di sini adalah “meninggalkan individu, tidak berdasarkan diri sendiri, melainkan berdiri di atas kedudukan Tubuh Kristus.” Di dalam mereka ada Kristus, sebab itu Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Kalau ada dua atau tiga orang menolak diri sendiri untuk berdiri bagi Tuhan, Tuhan akan menyatakan diri-Nya. Benar-benar sehati adalah Tubuh. Di atas kedudukan Tubuh baru ada otoritas Tuhan. Kristus di tengah-tengah mereka, maka mereka bisa mewakili Tubuh. Sebab itu, ketika saudara-saudara yang lain tampak bahwa Anda salah, tetapi Anda tidak tampak diri Anda salah, maka lebih baik Anda mendengarkan perkataan mereka daripada mendengarkan diri sendiri. Ini bukan berarti Anda boleh sembarangan mendengar kata-kata orang, melainkan kalau ada dua atau tiga orang meninggalkan individu mereka, berdiri dalam nama Tuhan, perkataan mereka terhadap Anda harus Anda dengar. Kalau ada dua atau tiga orang yang menolak diri sendiri, mereka berada di bawah nama Tuhan, dan mereka berkata Anda salah, orang yang pandai pun seharusnya menerima keputusan mereka lebih daripada mempercayai keputusan diri sendiri.
* * *
Dalam gereja, ada empat macam orang yang mewakili Tubuh, yaitu: pertama, para rasul; kedua, para penatua; ketiga, kaum beriman individual, yaitu yang secara khusus diutus oleh Tuhan (seperti Tuhan secara khusus mengutus Ananias berbicara kepada Paulus); yang keempat, dua atau tiga orang beriman yang menolak diri sendiri dan berada di dalam nama Tuhan. Keempat macam orang ini mewakili Tubuh. Kalau Anda salah, Tuhan bisa khusus mengutus kaum saleh individual memberi tahu Anda. Kalau perkataannya tidak bisa Anda dengar, dia bisa memberi tahu dua atau tiga orang beriman. Dua atau tiga orang beriman akan berbicara kepada Anda. Jika Anda tetap tidak bisa mendengar, Anda harus menerima bantuan penatua, tidak boleh ada tindakan yang individualistis. Banyak urusan yang tidak bisa diselesaikan tanpa bantuan rasul. Mereka adalah orang yang khusus dipilih oleh Tuhan untuk mewakili Tubuh. Perkara yang penting, harus memberi tahu rasul dan penatua, karena khawatir ada hal-hal yang kurang jelas, perlu bantuan mereka. Kita tidak bisa mengabaikan Tubuh, juga tidak bisa mengabaikan wakil dari Tubuh. Kalau kita mengabaikan wakil Tubuh, kita tidak bisa menampilkan kehidupan Tubuh. Semoga Tuhan tidak hanya memberi kita wahyu tentang Tubuh, juga membuat kita bisa taat kepada wakil dari Tubuh.
Begitu seseorang beroleh selamat, ia harus dibawa masuk ke dalam persekutuan Tubuh. Semoga Tuhan membuat kita tidak hanya taat kepada Tuhan, juga taat kepada Tubuh. Semoga Tuhan memimpin kita benar-benar terlepas dari tindakan atau perbuatan individual, sehingga dengan sepenuhnya kita menampilkan kehidupan Tubuh.