Pelayanan Anggota Tubuh
“Sebab sama seperti pada satu tubuh, kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”
Roma 12:4-5
Saudara saudari, kita semua tahu bahwa kita adalah kaum beriman. Tetapi berapa banyak orang yang tahu bahwa kita bukan hanya kaum beriman, tetapi juga adalah anggota Tubuh? Kita harus tahu, dalam hayat Adam bukan hanya hayat dosa yang perlu dibereskan, bukan hanya hayat alamiah yang harus dibereskan, tetapi juga hayat individual perlu dibereskan. Apakah hayat individual itu? Hayat individual adalah aku bereksistensi sendirian, aku hidup sendirian, aku bertindak sendirian; seolah-olah di bumi ini hanya ada aku seorang diri. Hayat individual menghalangi kita masuk ke dalam Tubuh Kristus. Kita harus tahu, lawan dari Tubuh adalah individu. Kalau kita mau masuk ke dalam Tubuh, kita harus lepas dari sikap individualistis.
Tubuh Kristus bukan berupa teori saja, Tubuh Kristus perlu dimasuki. Orang yang tidak masuk, tidak akan mengetahui hal-hal yang ada di dalamnya. Orang yang sudah beroleh selamat mudah sekali tampak siapa yang belum beroleh selamat. Demikian juga, orang yang sudah masuk ke dalam Tubuh mudah sekali tampak siapa yang belum masuk ke dalam Tubuh. Ketika Anda beroleh selamat, Anda tidak hanya mendengarkan teori beroleh selamat, Anda pun tampak bahwa Kristus adalah hayat. Ada orang yang sudah masuk ke dalam Tubuh Kristus, ada orang yang belum masuk ke dalamnya. Saudara saudari, begitu Anda beroleh selamat, Anda segera masuk ke dalam satu wilayah yang baru. Setelah masuk ke dalam wilayah ini, jika Anda melihat keadaan orang yang belum beroleh selamat, Anda dapat melihatnya dengan jelas. Demikian juga, orang-orang yang hidup di dalam Tubuh, juga dengan jelas sekali dapat melihat keadaan orang-orang yang belum masuk ke dalam Tubuh. Orang yang belum masuk ke dalam Tubuh menganggap di seluruh dunia hanya ada dia seorang diri, menganggap diri sendiri adalah segala sesuatu. Orang boleh mengerti surat Roma tetapi belum beroleh selamat. Demikian juga orang boleh mengerti surat Efesus, tetapi tidak tampak Tubuh Kristus. Anda terlepas dari dosa, masuk ke dalam Kristus, Anda telah beroleh selamat. Namun Anda masih perlu sekali lagi diselamatkan dari sikap individualistis dan masuk ke dalam Tubuh Kristus.
Kita boleh menjadi satu pribadi, tetapi tidak sepatutnya bersikap individualistis. Allah mengizinkan kita memiliki satu kepribadian, tetapi Allah tidak mengizinkan kita bersikap individualistis. Ketika kita belum masuk ke dalam Tubuh Kristus, kita semua bersikap individualistis. Penuntutan rohani kita pun bertolak dari sikap individualistis. Mengapa harus kudus? Karena diriku sendiri ingin kudus. Mengapa harus ada kekuatan? Karena aku sendiri ingin memiliki kekuatan. Mengapa ada buah-buah pekerjaan? Karena aku sendiri ingin mempunyai buah-buah. Mengapa harus ada kerajaan? Karena aku sendiri ingin mendapatkan kerajaan. Mengapa harus ada penuntutan? Karena aku sendiri ingin menuntut. Semua hal adalah “aku”, bukan Tubuh; itulah sikap individualistis. Ketika melihat Petrus pada hari Pentakosta menyelamatkan tiga ribu orang, kita lalu berpikir, “Aku juga ingin dalam sehari menyelamatkan tiga ribu orang, aku juga ingin menghasilkan banyak buah.” Tetapi kita harus ingat, bersama-sama dengan Petrus masih ada sebelas rasul yang lain. Apakah rasul-rasul yang lain itu berkata, “Petrus bisa menyelamatkan orang, aku juga bisa seperti Petrus”? Apakah Petrus boleh mendirikan satu menara yang tinggi dan berkata, “Aku bisa menyelamatkan orang, yang lain tidak bisa”? Kita tahu, tidak mungkin ada perkara ini. Allah tidak ingin mendapatkan bejana individual, Allah ingin mendapatkan bejana korporat. Yang betul-betul tampak Tubuh Kristus, tidak akan iri, tidak sombong. Baik Anda yang melakukan maupun aku yang melakukan, semua adalah perkara Tubuh, bukan perkara individual.
Sebab itu, kita tidak hanya harus tampak bahwa kita masing-masing adalah satu orang beriman, lebih-lebih harus tampak kita masing-masing adalah satu anggota Tubuh. Aku adalah anggota Tubuh, sebab itu aku bukanlah keseluruhan; aku hanya satu bagian kecil dari Tubuh. Kalau Anda tampak Tubuh, tampak bahwa diri sendiri hanya salah satu anggota Tubuh, ini benar-benar satu penyelamatan yang besar. Dulu, terhadap banyak perkara, akulah intinya; terhadap pekerjaan bersikap individualistis, terhadap kehidupan juga bersikap individualistis, semuanya individualistis. Pada suatu hari, setelah tampak Tubuh, dengan sendirinya bisa terlepas dari individualistis. Kita beroleh selamat adalah terlebih dulu tampak Kristus, kemudian baru beroleh selamat. Demikian juga, kita terlebih dulu tampak Tubuh, kemudian dengan sendirinya bisa terlepas dari individualistis dan menjadi satu anggota Tubuh. Kita bukan ketika bertemu satu perkara lalu berkata, “Aku akan bertindak menurut prinsip Tubuh”, melainkan terlebih dulu mendapat visi, terlebih dulu mendapat wahyu masuk ke dalam Tubuh, kemudian berbuat menurut prinsip Tubuh. Karena hayat alamiah telah ditanggulangi, maka tampaklah bahwa diri sendiri hanyalah satu anggota Tubuh.
Bagaimana menjadi anggota Tubuh? Menjadi anggota Tubuh berarti semua pekerjaanku, semua kehidupanku bertitik tolak dari Tubuh, bersatu dengan Tubuh. Tangan saya bekerja, tetapi bukan melulu tangan saya yang bekerja, melainkan tubuh saya yang bekerja. Kaki saya berjalan, tetapi bukan melulu kaki saya yang berjalan, melainkan Tubuh saya yang berjalan. Apa pun yang dilakukan oleh anggota Tubuh bersatu dengan Tubuh. Itulah sebabnya, ketika anggota Tubuh bekerja, berarti Tubuh yang bekerja. Anggota Tubuh berjalan, itu adalah Tubuh yang berjalan. Apa yang dikerjakan anggota Tubuh tidak ada satu pun yang untuk diri sendiri, semua yang dikerjakan anggota Tubuh adalah untuk Tubuh. Aktivitas anggota Tubuh bertitik tolak pada Tubuh, bukan pada anggota Tubuh itu sendiri. Kalau Allah menaruh Anda pada tempat yang utama, Anda bisa menerima; kalau Allah menaruh Anda di tempat yang paling akhir, Anda juga bisa menerima. Hanya orang yang tidak tampak Tubuh, yang bisa sombong; hanya orang yang tidak tampak Tubuh, yang bisa iri hati.
Saudara saudari, kita harus tampak hubungan antara anggota Tubuh dengan Tubuh. Satu anggota Tubuh tidak bisa menggantikan seluruh Tubuh. Satu anggota Tubuh bisa mempengaruhi seluruh Tubuh. Kegagalan individu, ketidaksucian individu, bisa mempengaruhi Tubuh. Kegagalan individu yang tersembunyi meskipun tidak diketahui orang lain, tetapi Iblis mengetahuinya. Kegagalan tersembunyi individu mungkin tidak dilihat orang lain, tetapi roh jahat melihatnya. Kalau satu anggota Tubuh gagal, Tubuh akan terpengaruh. Sebab itu, kita harus menuntut hayat kasih; penuntutan ini untuk Tubuh. Kita harus menuntut hidup kudus; penuntutan ini juga untuk Tubuh. Kita menuntut pertumbuhan rohani, juga untuk Tubuh.
Saudara saudari, mari kita masing-masing bertanya kepada diri sendiri, “Aku adalah orang yang individual, yang berdiri sendiri, atau salah satu anggota Tubuh? Aku seorang beriman atau salah satu anggota Tubuh?” Saudara saudari, memang Anda adalah orang Kristen, tetapi kalau Anda berkontak dengan orang lain lima menit saja sudah terjadi masalah, kalau Anda berkontak dengan orang lain lima menit saja sudah tidak bisa cocok, itu membuktikan Anda belum menjadi anggota Tubuh, itu bukan yang diperkenan oleh Tuhan. Semoga Tuhan memberikan kita terang supaya kita tampak dengan jelas. Kalau kita telah tampak Tubuh, dengan sendirinya kita terlepas dari individualistis, dengan sendirinya kita menjadi anggota Tubuh.
Kalau individualistis tidak diremukkan, Allah tidak bisa mendapatkan bejana untuk merampungkan rencana-Nya. Demi mengekspresikan kepenuhan Kristus, Allah ingin mendapatkan Tubuh untuk menjadi bejana-Nya. Sebab itu, kalau semua anggota Tubuh bersatu menjadi satu Tubuh, baru bisa menjadi bejana Allah dengan sempurna, tidak boleh kekurangan satu pun.
II
Setiap anggota Tubuh mempunyai bagiannya dalam melayani Tubuh Kristus. Setiap orang milik Tuhan mempunyai bagiannya masing-masing, setiap orang milik Tuhan mempunyai Kristus tinggal di dalamnya. Apa yang didapatkan oleh setiap orang di dalam Kristus mempunyai kekhususan masing-masing. Kekhususan ini adalah kekhususan pelayanannya. Melayani Tubuh berarti aku dengan apa yang kudapat dari Kristus melayani Tubuh.
Bagian pelayanan kita dalam Tubuh Kristus adalah berdasarkan pengenalan kita terhadap Kristus. Pengenalan ini bukan pengenalan yang umum. Pengenalan pada Kristus yang umum tidaklah cukup. Hanya setelah memiliki pengenalan yang khusus terhadap Kristus, baru bisa mempunyai pelayanan yang khusus untuk melayani Tubuh Kristus. Pelayanan yang khusus berdasar pada pengenalan yang khusus terhadap Kristus. Anda telah mempelajari hal-hal yang belum pernah dipelajari orang lain, dari Tuhan Anda mempunyai pelajaran yang khusus, mempunyai pengenalan yang khusus terhadap Kristus, Anda baru bisa melayani. Sama seperti mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, hidung bisa mencium. Mereka masing-masing mempunyai kegunaannya, juga mempunyai bagiannya masing-masing. Belum tentu setiap anggota Tubuh bisa melihat, bisa mendengar, bisa mencium bau, tetapi setiap anggota Tubuh mempunyai kemampuan yang khusus, itulah pelayanannya. Apakah pelayanan khusus Anda? Yaitu sesuatu yang khusus Anda pelajari dari Tuhan, sesuatu yang khusus Anda dapat dari Tuhan. Terhadap Kristus Anda memiliki pengenalan yang khusus, itulah pelayanan khusus Anda. Ada pelayanan yang khusus baru bisa melayani Tubuh, baru bisa membuat Tubuh bertumbuh. Hanya yang didapat dari atas baru bisa membuat Tubuh bertumbuh. Karena Anda telah mempelajari sesuatu di depan Tuhan, maka Anda bisa menyalurkan hayat Kepala kepada Tubuh, Anda baru bisa menyuplai apa yang tidak dimiliki gereja kepada gereja. Sebab itu, setiap anggota Tubuh perlu terus menuntut dari Tuhan untuk mendapatkan apa yang belum didapatkan oleh Tubuh, dan kemudian menyalurkannya ke dalam Tubuh Kristus. Hari ini Tuhan mencari orang-orang untuk menaruh hayat ke dalam mereka, agar mereka melakukan pekerjaan menambah hayat Tubuh, agar mereka membuat gereja mendapatkan hayat yang dulu belum pernah didapatkan, agar mereka menambah bobot Tubuh, agar mereka menjadi saluran hayat Tubuh. Begitu hayat yang mereka dapatkan dari Tuhan teralir, perawakan Tubuh Kristus pun bertambah. Allah menambah perawakan Tubuh melalui anggota Tubuh.
Arti melayani Tubuh Kristus adalah aku dari Kepala mendapatkan hayat untuk Tubuh, aku menyalurkan hayat Kepala kepada gereja. Mata melihat berarti Tubuh melihat. Mata dengan melihat menyuplai Tubuh, inilah yang disebut pelayanan anggota Tubuh. Tangan tidak bisa menjamah bau sesuatu benda; perlu hidung dengan kemampuan mencium melayani Tubuh. Mencium adalah pelayanan khusus dari hidung. Telinga dengan mendengar melayani Tubuh. Mendengarkan adalah pelayanan khusus telinga. Hasil pekerjaan setiap pelayanan adalah membuat kekuatan Tubuh bertambah, juga membuat Tubuh lebih banyak mendapatkan Kristus. Pelayanan anggota Tubuh adalah melayani gereja dengan Kristus, menyalurkan Kristus kepada orang lain.
Pelayanan di atas Tubuh Kristus adalah berdasar pada pengenalan terhadap Kristus. Pengenalan ini berasal dari pengalaman hayat, bukan berasal dari doktrin. Satu kesulitan yang besar, yaitu orang dengan doktrin telah menggantikan hayat. Doktrin tidaklah berguna. Meskipun telah mendengar doktrin sampai berkali-kali, bahkan bisa menghafalkan dan mengkhotbahkannya, itu tetap tidak bisa membuka akal rohani orang lain, karena memang belum melihat. Seseorang mendapat bantuan bukan karena memahami doktrin. Memahami doktrin paling jauh hanya membuat otak lebih banyak berpikir. Allah perlu hayat untuk menyatakan satu firman. Allah terlebih dulu memberi hayat, kemudian memberi kita doktrin. Dari zaman Perjanjian Lama sampai zaman Perjanjian Baru terus demikian.
Allah mendapatkan satu Abraham menjadi orang yang percaya. Orang lain tampak Abraham bisa tampak doktrin tentang iman.
Habel tampak tanpa darah tidak bisa datang ke depan Allah, sebab itu Habel mewakili doktrin dibenarkan bersandar darah (Rm. 5:9).
Terlebih dulu ada hayat, kemudian baru ada firman. Terlebih dulu ada kesulitan, kemudian baru ada penyelesaian; setelah ada pengalaman, baru ada doktrin. Martin Luther tetap tidak mendapatkan pembenaran meskipun ia telah melewati banyak penderitaan. Suatu hari, Allah memperlihatkan kepadanya dibenarkan oleh iman. Oleh iman, dia mendapatkan pembenaran. Demikianlah ia kemudian baru memiliki doktrin dibenarkan oleh iman. Terlebih dulu ada hayat, kemudian baru ada doktrin.
Jangan sekali-kali kita mengeluarkan banyak waktu hanya untuk memeriksa, menganalisis, mempelajari suatu doktrin, itu hanyalah buluh; begitu betul-betul terbentur kesulitan, ia tidak bisa mengatasinya. Bila Allah membawa Anda melewatinya, barulah benar-benar berguna. Jadi terlebih dulu ada pengalaman, kemudian baru ada doktrin.
Alkitab Perjanjian Baru terlebih dulu memuat kitab-kitab Injil, kemudian baru surat-surat rasuli. Terlebih dulu ada kitab Injil yang mengisahkan Kristus melakukan apa, kemudian baru ada surat-surat rasuli yang menjelaskan apa itu. Terlebih dulu ada pengalaman Kristus, kemudian baru ada doktrin Kristus. Terlebih dulu ada hayat Kristus, kemudian baru ada ajaran Kristus.
Kalau terhadap Kristus orang tidak memiliki pengenalan yang khusus, ia tidak memiliki pelayanan. Kalau mendapatkan satu kekhususan dari Kristus, barulah memiliki pelayanan. Kekhususan anggota Tubuh adalah pelayanan anggota Tubuh itu. Tangan mempunyai keistimewaannya, keistimewaan tangan adalah pelayanannya. Melalui semua penderitaan, ganjaran, ujian, Allah menggarapkan firman ke dalam kita, supaya kita memiliki sesuatu untuk menyuplai Tubuh. Selain Kristus, selain hayat, tidak ada sesuatu yang bisa dilayankan kepada Tubuh Kristus. Kristus adalah hayat. Jika kita menyuplai gereja dengan Kristus, barulah gereja terbangun. Orang yang tidak memiliki hayat, walau dalam sidang doa berkata, “Amin”, perkataannya itu bisa membunuh. Orang yang memiliki hayat, walau hanya mengatakan sepatah kata, “Amin”, juga bisa menyuplai hayat kepada sidang doa. Orang yang mempunyai hayat, walaupun ia hanya duduk di sana, orang lain dapat merasakan hayatnya. Berapa banyak orang mengenal Kristus, sebanyak itu pula ia dapat menyuplaikan hayat.
Hari ini Allah sedang mencari manusia. Allah akan dengan sebanyak-banyaknya dan selimpah-limpahnya menaruh hayat Kristus ke dalam manusia, supaya dia dapat menyuplai orang lain. Hayat memerlukan saluran, Allah menghendaki manusia menjadi saluran hayat; Allah ingin melalui manusia menyalurkan hayat ke dalam Tubuh. Kalau hayat terhenti di atas diri Anda, Anda tidak bisa menyalurkan hayat kepada orang lain, gereja dirugikan; di dalam gereja Anda bukan menyuplai hayat melainkan menyebarkan kematian. Tidak ada kegagalan individu yang tidak merugikan gereja. Sebab itu, kalau pada Tubuh Kristus satu anggota menderita, semua anggota bersama-sama menderita. Kalau Anda gagal, mengabaikan doa syafaat, Tubuh akan dirugikan juga. Setiap anggota Tubuh bisa mempengaruhi orang lain. Jangan hidup berdasarkan diri sendiri. Kita harus berpegang teguh pada Kepala, mencari persekutuan. Sebelum kita memutuskan suatu perkara, terlebih dulu harus bersekutu. Semua ada di dalam Tubuh Kristus, semua melewati Tubuh, semua juga untuk Tubuh. Yang dilakukan di dalam Tubuh, bukan individualistis; yang dilakukan melalui Tubuh, bukan individualistis; yang untuk Tubuh, bukan individualistis. Semoga Tuhan membuat kita tampak Tubuh, juga membuat kita — karena mengenal Kristus — bisa melayani gereja dengan pelayanan kita.