Daftar isi Dua Belas Bakul (7) · bab 5/12

Beberapa Tanya Jawab Mengenai Berdoa

I

Tanya: Mengenai doa apakah Allah memberi persediaan yang cukup kepada kita?

Jawab: Ya, Allah melalui Roh Kudus di dalam Putra-Nya telah memberi persediaan yang cukup kepada kita.

Kalau tidak ada persediaan yang cukup dari Tuhan, mungkin kita bisa mundur dari hak dan kewajiban doa kita. Tetapi syukur kepada Tuhan, bagi kita Dia telah menyediakan semua syarat untuk mendekati Dia, juga syarat untuk hidup di hadapan-Nya. Kita boleh menyimpulkan persediaan Tuhan dengan dua istilah, yaitu “percaya” dan “bantuan”.

Mari kita membicarakan percaya lebih dulu. Percaya berarti bisa diandalkan/disandari, ada keberanian menyerahkan diri sepenuhnya, memiliki kemantapan, dan lain sebagainya; banyak sekali yang tercakup di dalamnya. Roh yang percaya sangat penting dalam hal doa dan seluruh hidup orang Kristen. Kalau terhadap Tuhan kita bimbang, tidak mantap, tidak bisa mempercayakan diri, maka seluruh hayat kita akan menderita luka yang mematikan. Mari kita memperhatikan beberapa ayat Alkitab.

Ibrani 10:19-22, “. . . Kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, oleh darah Yesus . . . Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita . . . Kita mempunyai seorang imam agung . . . Karena itu, marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh . . . “

Roma 5:2, “Melalui Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman ke dalam anugerah ini.”

Efesus 2:18, “Karena melalui Dia . . . dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.”

Efesus 3:12, “Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan melalui iman kita kepada-Nya.”

Percaya yang sejati adalah berdasarkan Kristus sendiri. Kita mempunyai hak mutlak untuk datang ke hadapan Allah. Diri Kristus adalah hak kita untuk masuk ke hadapan Allah. Inilah persediaan-Nya. Sebab itu, dalam nama-Nya kita boleh setiap waktu masuk ke hadapan Bapa. Kita sama sekali bukan berdasarkan keadaan diri sendiri, atau nama diri sendiri, datang ke hadapan Bapa (ini tidak mungkin). Kita datang kepada Bapa adalah di dalam nama Putra.

Efesus 3:12 mengatakan, “Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan melalui iman kita kepada-Nya.” Kita datang ke hadapan Allah bukan kita sendiri membawa “ketidaklayakan” kita menghadap Allah, melainkan Kristus menggandeng kita, membawa kita ke hadapan Allah. Kristuslah yang memperkenalkan orang yang dibersihkan oleh darah, seperti orang yang bangkit dari kematian datang ke hadapan Allah. Kita mengenakan “Dia” sebagai jubah kebenaran kita. Sebab itu, percayanya kita adalah Kristus sendiri.

Selanjutnya kita membicarakan bantuan. Siapa yang bisa karena percaya kepada Tuhan datang ke hadapan Allah, ia adalah orang yang berbahagia! Tetapi meskipun kita mempunyai hak yang demikian besar, kita tetap merasa tidak mampu, lemah, bodoh, tidak bisa berdoa. Kalau ada bantuan Roh Kudus, itu lebih baik.

Roma 8:26-27 mengatakan, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri menyampaikan permohonan kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, memohon untuk orang-orang kudus.” Kelemahan kita paling mudah ternyata dalam doa. Tidak ada satu perkara rohani pun yang sanggup menyatakan kelemahan kita melebihi doa. Kita semua tahu murid-murid begitu sulit berdoa di Taman Getsemani. Mereka tidak bisa berjaga-jaga dan berdoa. Tetapi syukur kepada Allah, kita mempunyai Roh Kudus yang Mahakuasa sebagai bantuan kita. Kita harus bersandar Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, yang dengan kuat kuasa-Nya beroperasi di dalam kita. Karena Dialah bantuan untuk kelemahan kita, bantuan untuk kebodohan kita. Meskipun kita tidak bisa berdoa, tetapi Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, yang tahu kehendak Allah, pasti bisa membimbing kita berdoa menurut maksud Allah. Ketika kita bersekutu dengan Allah, Ia pun bisa membuat kita mempunyai pengertian, supaya kita masuk ke dalam realitas persekutuan. Sebab itu marilah kita berdoa bersandar Kristus yang kita percayai, dan Roh Kudus yang membantu kita.

II

Tanya: Mengapa Iblis selalu berusaha sedapat mungkin menentang doa?

Jawab: Iblis memang berketetapan untuk memutuskan persekutuan kita dengan surga. Sebab itu, dia akan memakai segala macam cara untuk menghalangi doa yang sejati. Kita harus hati-hati, karena Iblis selalu menyerang doa kaum beriman dan gereja. Ia tahu, kalau di dalam peperangan terhadap doa ia menang, ia boleh tidur nyenyak. Karena itu, kita harus berjaga-jaga, harus waspada terhadap Iblis, khususnya ketika kita mau berdoa.

Dalam menghadapi serangan Iblis, kita harus mengetahui beberapa aspek:

1) Iblis akan menyerang kepercayaan kita terhadap Tuhan. Ia tahu asal dia bisa membuat kita merasa tidak patut, tidak mampu, kehilangan kepercayaan kepada Tuhan, kita akan tidak ada hati untuk berdoa.

2) Adakalanya Iblis menyerang tubuh, pikiran, saraf serta beberapa hal yang berkaitan dengan tubuh kita. Ketika kita merasa letih, tidak ada kekuatan, kita akan merasa jemu berdoa. Kita harus waspada dan harus dapat mengatasi hal-hal itu. Mengenai hal-hal yang di luar kemampuan kita, Tuhan bisa bertanggung jawab.

3) Adakalanya Iblis menyerang waktu khusus yang telah kita tetapkan untuk berdoa, baik doa pribadi maupun doa gereja. Banyak orang mempunyai pengalaman ini. Iblis mempunyai tipu muslihat yang tersembunyi; kalau tidak merampas semua waktu doa, ia akan membiarkan Anda berdoa tetapi tidak ada doa yang sejati. Adakalanya meskipun Anda mempunyai waktu berdoa, tetapi tidak mempunyai hayat berdoa.

4) Adakalanya Iblis menyerang persekutuan kita dengan Tuhan, supaya di antara kita dengan Tuhan timbul suatu sekatan, sehingga kita tidak bisa berhubungan dengan Tuhan. Tanpa sebab, seolah-olah di antara kita dengan Tuhan ada suatu kabut yang menyekat.

5) Terakhir, Iblis berketetapan ingin menaruh kita ke dalam kegelapan, supaya kita tidak tampak perlunya doa. Ia terus-menerus membuat kita memperhatikan perkara yang lain, sehingga hayat doa kita dirugikan. Jangan sekali-kali kena tipu muslihat Iblis. Kita harus menengadah kepada Tuhan, mengumpulkan bahan-bahan doa, dan lebih banyak memperhatikan kebangunan dan keperluan Tuhan. Tanggung jawab kita dalam hal berdoa tidaklah kecil, sebab itu kita harus berjaga-jaga dan berdoa.

III

Tanya: Dalam firman Tuhan selain doa pribadi, kita harus memperhatikan doa macam apa?

Jawab: Doa berkumpul (doa gereja).

Ketika kita membicarakan doa gereja, bukan berarti kita tidak mementingkan doa pribadi atau memandang remeh doa pribadi, melainkan selain doa pribadi, kita pun memerlukan doa gereja; karena ini adalah satu hukum dalam Kerajaan Allah. Ada kalanya terhadap suatu perkara, satu orang tidak mampu menanganinya, perlu berkumpul bersama, saling membantu. Dalam hal berdoa, keadaan itu lebih nyata lagi. Setiap orang yang berjalan mengikuti Tuhan sering kali tampak bahwa berdoa dengan kaum beriman yang lain benar-benar diperlukan. Ada kalanya Anda bisa merasakan berdoa seorang diri tidaklah cukup, khususnya berdoa untuk Kerajaan Allah. Masalah yang demikian besar ini, hanya bisa terlaksana dengan baik kalau menggabungkan seluruh kekuatan gereja. Tuhan berkata, “Rumah-Ku akan disebut rumah doa” (Mat. 21:13). Di sini kita boleh meneruskan dengan perkataan, “RumahNya ialah kita” (Ibr. 3:6).

Tuhan berkata, “Lagi pula Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari antara kamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat. 18:19-20). Fakta dan pengalaman memberi tahu kita, ketika kaum beriman di dalam Tuhan berkumpul, kadar Tuhan pasti lebih banyak daripada seorang diri. Karena Tuhan berada di tengah-tengah gereja; Tuhan tidak bisa berada di tengah-tengah perorangan. (Perorangan tidak ada “tengah-tengah”. Tuhan hanya bisa di dalam perorangan. Sebab itu, bagian “Tuhan di tengah-tengah”, tidak bisa diperoleh oleh perorangan). Ketika kita betul-betul berkumpul bersama Tuhan, kita bisa merasakan wawasan doa kita betapa luas, daya tempur kita dalam doa juga begitu kuat. Tidak hanya demikian, dalam sidang doa kita sering mengalami Roh Kudus mewahyukan maksud hati Allah, memberi kita beban, memberi kita perkataan untuk berdoa. Mengenai doa gereja, tentu masih banyak aspek yang bisa dibicarakan, tetapi kita berhenti sampai di sini dulu. Kita hanya mengucapkan sepatah kata yang penting: doa gereja tidak bisa menggantikan doa pribadi, begitu juga doa pribadi selalu berada di belakang doa gereja, tidak bisa lebih unggul daripada doa gereja.

IV

Tanya: Apa saja yang perlu diperhatikan dalam hal berdoa?

Jawab: Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam hal berdoa. Di bawah ini, kita akan membahas secara garis besarnya.

1) Dalam setiap perkara harus bersekutu dengan Tuhan. Kita harus membawa semua perkara dalam hidup kita ke hadapan Tuhan, karena dalam hidup orang Kristen tidak ada satu perkara pun yang biasa dan yang tidak berarti. Bersekutu dengan Tuhan dalam setiap perkara, seharusnya menjadi kebiasaan kita sehari-hari (Flp. 4:6).

2) Harus memohon, sebanyak-banyaknya memohon. Karena Tuhan senang orang memohon kepada-Nya. Sebagai Pemberi yang sangat kaya raya, Dia menghendaki orang memohon kepada-Nya. “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan . . . hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan tidak membangkit-bangkit—, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang” (Yak. 1:5-6). “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa” (Yak. 4:2-3). Meminta mengandung arti bersandar dan mengharap. Asal motivasi

permintaan kita murni, ini adalah perkara yang paling baik.

3) Merenungkan, berdoa syafaat. Ini adalah kita berdiri di hadapan Tuhan dan berdoa syafaat bagi orang lain. Sesungguhnya ini adalah berbagian dalam persekutuan dengan Tuhan sebagai Imam Besar, karena Dia tidak henti-hentinya berdoa bagi umat-Nya dan keperluan mereka (Kol. 4:12).

4) Berdoa dengan tekun. Ketika membicarakan berdoa dengan tekun atau sungguh-sungguh, pertama-tama kita harus menyingkirkan satu konsepsi yang tidak tepat, yaitu menganggap Allah menjawab doa demikian karena terpaksa. Berdoa dengan tekun berarti kita di hadapan Allah jelas akan keperluan Allah, lalu mempertahankan terus berdoa. Lalu, mengapa Allah tidak segera menjawab, seolah-olah mengulur-ulur waktu? Di sini sedikitnya ada dua alasan. Pertama, Allah ingin umat-Nya mempunyai reaksi yang penuh terhadap perkara yang Dia perhatikan dan harapan yang Dia dambakan. Kedua, ada kalanya ada semacam keperluan dan situasi yang harus dengan tekun didoakan baru mendapat jawaban. Karena ada benteng Iblis yang kukuh, yang hanya dapat dibongkar dengan doa yang lebih kuat. (Mat. 7:7-8; Mrk. 9:28-29).

5) Doa yang mengendalikan. Kita bersatu dengan Tuhan yang duduk di atas takhta (Dia adalah Tuhan yang melampaui segala sesuatu). Kita perlu berdoa dengan nama-Nya yang melampaui segala sesuatu (Ef. 2:6; Flp. 2:9-10).

6) Doa peperangan. Kita dengan doa menjunjung tinggi kemenangan salib untuk membereskan masalah. Arah doa tertuju kepada kemenangan Kristus (Ef. 6:12-20).

7) Doa penuh iman. Dalam situasi tertentu, Roh Kudus di dalam Anda memberi satu kemantapan untuk mengetahui kehendak Allah; dan Anda segera tampak jawaban doa (Kis. 9:40).

8) Beban doa. Berdoa adalah semacam penderitaan bersalin rohani, yaitu bersekutu dengan penderitaan Tuhan, bersekutu dengan maksud hati Bapa dan serasi dengan keluhan Roh Kudus, sampai hari yang mulia datang (Gal. 4:19).

V

Tanya: Apakah tujuan inti doa?

Jawab: Agar Allah mendapatkan satu gereja yang mulia.

Inti doa adalah bagi Kristus menyediakan satu gereja yang mulia, yang sejodoh dengan Dia. Seluruh Alkitab mewahyukan hal ini. Itulah tujuan Allah. Kita harus khusus memperhatikan hal ini. Ini juga maksud hati Tuhan, yang ternyata dalam doa-Nya ketika Dia belum disalib (Yoh. 17). Selain itu, dari surat rasuli Paulus kita juga bisa tampak maksud hati Tuhan tersebut. Ini bukan berarti akan mengurangi aspek lain dari doa, melainkan akan memberikan satu sasaran inti bagi berbagai macam doa. Setelah memiliki sasaran inti ini di dalam hati, maka doa-doa yang lain akan terangkat lebih tinggi. Kalau kita tampak bahwa memberitakan Injil tidak hanya membuat orang keluar dari maut masuk ke dalam hidup, lebih-lebih supaya orang mempunyai kesatuan yang ajaib dan tak terbatas dengan Kristus yang mulia, maka doa kita bagi semua orang akan bertambah-tambah, tidak akan berkurang. Lebih maju selangkah lagi, hari ini ada satu keperluan yang besar, yaitu supaya orang dunia bisa tampak kemuliaan Kristus dari dalam gereja. Melalui Roh Kudus, gereja seharusnya membuat orang dunia dari dalam hati mengetahui dan percaya bahwa gereja membawa berkat kepada orang dunia.

Terakhir, Allah dengan tegas menghendaki kita dengan diri-Nya mempunyai persekutuan yang semakin berarti dan semakin dalam. Dia menghendaki kita, anak-anak-Nya, di dalam Putra-Nya yang kekasih (Tuhan Yesus Kristus kita) datang ke hadapan-Nya. Dia menghendaki banyak imam mendampingi satu Imam Besar (Dia hidup selamanya, berdoa syafaat bagi kita), di hadapan-Nya melakukan pekerjaan doa syafaat. — “Dia . . . telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya” (Why. 1:5-6). “Kamulah . . . imamat yang rajani” (1 Ptr. 2:9).