Berdoa Menurut Maksud Allah
Pembacaan Alkitab:
1 Yoh. 5:14; Mzm. 119:147-148; Dan. 10:1-21
Daniel 10 membicarakan doa Daniel. Sedikitnya ada 2 hal yang perlu kita perhatikan dari doa Daniel. Yang pertama adalah: pendoa yang sungguh-sungguh, bukan hanya dirinya sering datang ke hadapan Allah, bahkan minatnya pun sering masuk ke dalam maksud Allah; atau dengan kata lain pikirannya sering masuk ke dalam pikiran Allah. Inilah prinsip yang sangat penting dalam hal berdoa.
DUA MACAM DOA
Ada semacam doa yang sepenuhnya berasal dari keperluan kita. Doa semacam ini ada kalanya didengar Allah, tetapi doa ini tidak bisa membuat Allah mendapatkan sesuatu. Mazmur 106:15 mengatakan, “Diberikan-Nya kepada mereka apa yang mereka minta, tetapi hati dan roh mereka lemah” (Tl.). Apakah artinya ini? Artinya: di padang gurun, orang Israel berdoa kepada Allah, untuk memuaskan nafsu mereka. Allah mendengarkan doa mereka, Allah memberi mereka sesuatu, tetapi mereka lemah di hadapan Allah. Saudara saudari, adakalanya doa Anda didengar oleh Allah, tetapi itu hanya untuk memuaskan keperluan Anda sendiri, tidak bisa memuaskan hati Allah. Doa semacam ini kurang bernilai.
Masih ada satu macam doa lagi, yaitu doa yang berasal dari keperluan Allah, yang bersumber dari Allah, yang dimulai oleh Allah. Doa demikian baru bernilai. Orang yang ingin mempunyai doa semacam ini tidak hanya dirinya perlu sering datang ke hadapan Allah, minatnya juga harus sering masuk ke dalam maksud Allah, pikirannya masuk ke dalam pikiran Allah. Karena dia sering hidup di hadirat Allah, maka ada beberapa maksud Allah, beberapa pikiran Allah, yang diberitahukan kepadanya, terjamah olehnya. Maksud-maksud itu, pikiran-pikiran itu, dengan sendirinya menjadi harapannya di hadapan Allah untuk didoakan.
Kita harus mempelajari doa macam kedua. Meskipun kita masih kekanak-kanakan, meskipun kita masih lemah, tetapi kita perlu datang ke hadapan Allah agar Roh Allah membawa minat kita masuk ke dalam maksud-Nya, membawa pikiran kita masuk ke dalam pikiran-Nya. Demikianlah kita bisa masuk ke dalam maksud dan pikiran Allah, bisa menjamah maksud dan pikiran Allah. Jika demikian kita bisa tahu bagaimana Allah berjalan, bisa tahu apa permintaan Allah di atas diri manusia. Saudara saudari, bila Anda lebih banyak masuk ke dalam maksud dan pikiran Allah, Anda akan mengerti maksud dan pikiran Allah, dan lambat laun maksud hati Allah itu di dalam Anda menjadilah doa Anda. Doa sedemikian inilah yang bernilai.
Karena Daniel masuk ke dalam pikiran Allah dan menjamah maksud dan kehendak Allah, maka perkara-perkara itu di dalam hati Daniel menjadi harapannya. Maksud Allah tercetak ke dalam Daniel dan menjadi maksud Daniel. Ketika Daniel mendoakan maksud ini, menyerukan maksud ini, mengeluhkan maksud ini, maksud Allah pun demikian.
Kita perlu memiliki doa semacam ini, yaitu doa yang bisa menjamah maksud hati Allah. Kita tidak memerlukan kata-kata yang banyak, melainkan perlu lebih banyak menjamah maksud hati Allah, sehingga Allah membawa kita masuk ke dalam maksud hati Allah. Untuk ini kita perlu mengeluarkan waktu untuk belajar. Ketika Anda baru belajar, tidak perlu banyak kata-kata, tidak perlu banyak pertimbangan. Roh hati Anda harus tenang, teduh. Anda boleh membawa keadaan hari ini ke dalam terang muka Allah untuk direnungkan; Anda boleh melupakan keadaan hari ini, dan hanya masuk ke dalam firman Allah untuk merenungkannya; Anda juga boleh demikian hidup di hadapan Allah; dalam roh bersentuhan dengan Allah, dalam roh membiarkan Allah menjamah. Bukan Anda yang menyentuh Allah, melainkan membiarkan Allah menunggu Anda teduh. Di sana Anda memeriksa, di sana Anda mendapatkan sesuatu, di sana Anda menjamah maksud Allah. Hikmat yang besar berasal dari sini. Demikianlah maksud Anda masuk ke dalam maksud Allah, pikiran Anda masuk ke dalam pikiran Allah, dan bertolak dari sini, Anda berdoa kepada Allah.
Kalau Anda membawa maksud dan pikiran Anda kepada Allah, maksud dan pikiran Allah bisa tercetak ke dalam Anda menjadi maksud dan pikiran Anda. Doa yang demikian adalah doa yang paling berharga, doa yang paling berbobot. Saudara saudari, tentu Anda ingat perkataan Tuhan Yesus, “Karena itu, berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.” Anda tidak hanya perlu menghafalkan kalimatkalimat ini, tetapi perlu juga Roh Allah membawa pikiran Anda ke hadapan Allah, agar maksud Allah, pikiran Allah, tercetak ke dalam Anda menjadi maksud Anda, menjadi pikiran Anda. Lalu, doa yang Anda panjatkan barulah berharga.
Terhadap perkara yang sama, mungkin terjadi dua macam doa yang berbeda. Doa yang pertama, berasal dari maksud Anda, berdasarkan pikiran Anda, berdasarkan harapan Anda. Mungkin Allah juga mendengarkan doa Anda, tetapi nilai doa semacam ini rendah. Kalau Anda membawa perkara ini ke hadapan Allah, biarkanlah Roh Allah membawa maksud Anda ke dalam maksud-Nya, membawa pikiran Anda masuk ke dalam pikiran Allah, maka ketika Roh Allah mencetakkan maksud dan pikiran-Nya ke dalam Anda, Anda akan mempunyai satu maksud dan pikiran yang berat. Kalau Allah sedih karena kebinasaan manusia, dan hal itu tercetak ke dalam Anda, maka Anda juga mempunyai satu harapan tidak menghendaki manusia binasa; dan Anda dari dalam mengeluhkannya dalam doa. Kalau Allah sedih dan gelisah karena kegagalan anak-anak Allah, dan hal itu tercetak ke dalam Anda, Anda juga akan mempunyai satu maksud yaitu tidak mengharapkan satu anak Allah pun jatuh ke dalam dosa, jatuh ke dalam gelap; dan Anda dari dalam mengucapkan doa syafaat, Anda mengaku dosa, Anda mohon Allah mengampuni, Anda mohon Allah membersihkan anak-anak-Nya. Doa yang pertama dipanjatkan menurut maksud Anda sendiri; doa yang kedua dipanjatkan menurut maksud Allah yang telah tercetak di dalam Anda menjadi maksud Anda. Dua macam doa ini tidak sama. Saudara saudari, kalau Anda masuk ke dalam Allah, maksud Allah itu tercetak ke dalam Anda menjadi napas Anda, menjadi keluhan Anda. Doa yang dipanjatkan berdasarkan maksud ini barulah berharga dan berbobot.
Di bumi banyak pekerjaan yang akan dikerjakan oleh Allah, juga banyak aspek yang akan dilakukan oleh Allah. Kita tidak bisa berdoa berdasarkan perasaan sendiri, berdasarkan pikiran sendiri. Kita seharusnya datang ke hadapan Allah, mendekati Allah, menengadah kepada-Nya, membiarkan Allah mencetakkan banyak hal yang akan Dia kerjakan di bumi ke dalam kita, dan dengan itu kita mengutarakannya. Anda datang ke hadapan Allah, mungkin Allah mencetakkan maksud untuk memberitakan Injil ke dalam Anda, lalu di dalam Anda timbul satu maksud untuk memberitakan Injil. Maksud ini menjadi beban di dalam Anda. Bertolak dari beban ini, Anda berdoa, Anda mengeluhkan tentang perluasan Injil. Saudara saudari, ketika Anda demikian mendekati Allah, mungkin Allah memberikan maksud yang lain ke dalam Anda. Ketika Allah memberikan maksud-Nya ke dalam seseorang, orang itu dapat mengubah maksud Allah menjadi maksudnya sendiri dan kemudian mendoakannya. Daniel datang ke hadapan Allah, menjamah satu hal, dan dia mendoakan hal itu, mengeluhkan hal itu. Demikian ini sangat berharga, sangat berbobot, bisa menguduskan nama Allah dan mendatangkan kerajaan Allah, juga bisa membuat kehendak Allah terjadi.
PEPERANGAN ROHANI
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah ketika Anda mempunyai doa yang demikian, doa Anda akan menggoncangkan alam maut, akan mempengaruhi Iblis. Sebab itu Iblis akan datang menghalangi doa ini. Semua doa yang berasal dari Allah tidak ada yang tidak mendapatkan tentangan dari kuasa kegelapan. Di sinilah terjadi peperangan rohani. Mungkin tubuh Anda, keluarga Anda, banyak hal dari Anda yang akan diperangi oleh Iblis. Begitu Anda mempunyai doa yang demikian, Anda pasti diserang oleh Iblis. Ia menyerang Anda sedemikian rupa, agar Anda tidak bisa meneruskan doa Anda. Bahkan di angkasa ia menghalangi doa Anda, dengan tujuan agar doa Anda tidak mendapatkan jawaban, membuat jawaban doa Anda terlambat. Doa semacam itu seharusnya cepat dijawab, tetapi sampai hari ini masih terkatung-katung di angkasa. Seperti Allah menjawab doa Daniel, tetapi Iblis menghalangi jawaban doa Daniel selama 21 hari. Lalu, bagaimana dengan Daniel? Daniel masih perlu tetap berlutut, masih harus menunggu terus sampai doanya terkabul. Saudara saudari, apakah Anda merasa heran mengapa doa Anda belum dijawab? Mungkin masih dalam batas waktu 21 hari itu! Mungkin jawaban dari takhta sudah turun, tetapi jawaban itu telah terhalang, masih tertahan di angkasa; karena itu masih perlu di bumi ada yang berdoa, masih perlu ada orang datang ke hadapan Allah, dengan sabar berlutut berdoa.
Saudara saudari, kalau Anda datang ke hadapan Allah, Anda tenang di hadapan Allah, melepaskan pikiran sendiri, masuk ke dalam pikiran Allah, Anda akan tampak betapa banyaknya perkara yang Allah tunggu agar Anda doakan. Anda akan tampak seluruh muka bumi adalah sasaran doa Anda, setiap aspek adalah sasaran doa Anda. Jangan hanya berdoa berdasarkan perasaan diri sendiri. Anda harus membawa maksud Anda masuk ke dalam maksud Allah, membiarkan maksud Allah tergarap menjadi maksud Anda, menjadi keluhan Anda, menjadi harapan Anda dalam alam semesta. Tidak ada satu pun maksud Allah yang diutarakan tanpa melalui manusia, juga tidak ada maksud Allah yang diutarakan melalui manusia yang tidak dihalangi oleh kuasa Iblis. Untuk menggenapkan maksud Allah, kita perlu berdoa. Untuk menyingkirkan halangan Iblis kita juga perlu berdoa. Kita harus memakai kuasa doa, harus melepaskan apa yang harus dilepaskan, harus membelenggu apa yang harus dibelenggu. Kita berdoa bukan berdasarkan maksud kita sendiri, melainkan datang ke hadapan Allah, berdoa berdasarkan maksud yang Allah garapkan ke dalam kita. Allah berkata, “Ini harus ada”; kita juga berkata, “Ini harus ada”. Allah berkata, “Itu tidak boleh tetap tinggal;” kita juga berkata, “Itu tidak boleh tetap tinggal”. Kita harus melupakan diri sendiri, kemudian menjamah maksud hati Allah, dan dengan doa mengutarakan maksud Allah hari ini.