NUBUAT KERAJAAN (5)
Mengenai hayat orang Kristen, Perjanjian Baru me-wahyukan bahwa pertama-tama kita perlu menerima Roh Allah ke dalam roh kita sehingga kita dapat dilahirkan kembali. Setelah ini, kita perlu bertumbuh. Bertumbuh ber-arti diubah, dan diubah terutama diperbarui di dalam roh pikiran. Pengubahan dan pembaruan pikiran dihasilkan di dalam pemenuhan Roh Kudus dalam jiwa kita. Pikiran kita ialah bagian terutama dari jiwa kita. Diperbarui di dalam roh pikiran berarti pikiran kita dipenuhi dan dijenuhi dengan Roh. Kemudian Roh yang telah menjenuhi pikiran kita ini akan memperbarui seluruh apa adanya kita. Jadi, apa adanya kita, jiwa kita, akan dijenuhi dengan kepenuhan Roh. Inilah cara untuk memperoleh bagian minyak yang ekstra dalam bejana.
Sebagaimana telah kita bahas dalam berita yang lalu, di-lahirkan kembali, mengalami kelahiran baru ialah menga-lami Roh di dalam roh kita, yaitu memiliki minyak dalam pelita kita. Mempunyai Roh di dalam jiwa kita berarti kita bertumbuh dalam hayat, diubah, diperbarui dalam seluruh apa adanya kita, dan jiwa kita dijenuhi dengan Roh Kudus Allah. Inilah cara mempunyai minyak dalam bejana. Inilah jalan agar kita berjaga-jaga dan bersiap sedia bagi kedatangan Tuhan. Ini pun jalan bagi kita agar kita bersiap sedia diangkat ke dalam hadirat Tuhan.
D. Perumpamaan Kesetiaan
Setelah mengungkapkan perumpamaan berjaga-jaga (25:1-13), kita maju setindak dalam berita ini ke perumpamaan kesetiaan (25:14-30). Perumpamaan gadis adalah untuk ber-jaga-jaga, sedangkan perumpamaan talenta adalah untuk kesetiaan.
Ketika kita membahas pasal 24, saya telah menunjukkan bahwa mengenai kaum beriman, terdapat dua aspek: aspek berjaga-jaga dan bersiap sedia serta aspek setia serta bijaksana. Kaum beriman mempunyai dua aspek ini, sebab mereka memiliki posisi ganda. Aspek pertama posisi ganda ini berkaitan dengan hayat dan aspek kedua berkaitan dengan pelayanan. Tidak ada seorang Kristen pun boleh melalaikan kedua aspek ini; sebaliknya kita harus menaruh perhatian secara tepat atas keduanya, menjadi tepat dalam hayat dan dalam pelayanan. Atas hayat, kita adalah gadis; atas pelayanan, kita ini hamba (budak). Ini berarti bahwa dalam hal berjaga-jaga, kita adalah gadis; ini berkaitan dengan apa adanya kita. Tetapi dalam hal kesetiaan, kita adalah hamba (budak); ini berkaitan dengan apa yang kita kerjakan.
Kita mungkin menyukai istilah “gadis”, tetapi kita tidak suka mendengar bahwa kita adalah hamba. Namun kita bukan hanya gadis, tetapi juga hamba. Bagi gadis, Tuhan adalah Mempelai; tetapi bagi hamba, Tuhan adalah Tuan. Sebab itu, tidak hanya kita yang memiliki status ganda, Tuhan pun memiliki status ganda. Di satu pihak, Dia adalah Mempelai kita yang menyenangkan dan di pihak lain, Dia adalah Tuan kita yang keras (serius). Kadang kala Dia sa-ngat menyenangkan bagi kita, tetapi adakalanya Dia keras terhadap kita.
Gadis memerlukan sesuatu yang batiniah — dalam be-jana batiniah dipenuhi dengan minyak. Namun hamba per-lu sesuatu yang lahiriah — talenta rohani. Kepenuhan Roh kudus adalah yang batiniah, tetapi talenta — karunia ro-hani itu lahiriah. Sebagai bejana, kita memerlukan minyak di dalam, dan sebagai hamba, kita memerlukan talenta di luar.
Minyak yang memenuhi bejana mencapai dasar bejana. Dari dalam batin kita itulah terjadinya pembaruan apa adanya kita, dan dari situ pulalah terjadi perubahan. Di antara orang Kristen hari ini, terdapat banyak kekurangan dalam pekerjaan batiniah ini. Sebaliknya banyak orang Kristen berusaha memperbaiki rupa lahiriah mereka untuk pamer. Agama berkaitan dengan pertunjukan lahiriah, te-tapi anugerah Allah dalam kepenuhan Roh Kudus masuk ke dalam kita dan mengubah kita dari dalam. Minyak ba-tiniah itu sangat berbeda dengan merias lahiriah. Merias dapat mengubah air muka kita dengan segera. Tetapi jalan Allah ialah menyuruh kita minum dari Roh dan membiarkan Roh menjenuhi apa adanya kita, sehingga penampilan kita akan berubah dari dalam. Sebagai contoh, saya minum dan makan dengan teratur, makan makanan yang bergizi, yang kemudian menjenuhi tubuh saya. Ini menyebabkan penampilan saya sehat. Fakta bahwa kita perlu diperbarui dari batin bukan berarti bahwa kita tidak memerlukan aktivitas la-hiriah. Orang yang menerima lima talenta mengusaha-kannya dengan rajin dan memperoleh keuntungan lima talenta. Ini menunjukkan bahwa kita perlu pembaruan ba-tiniah serta pelayanan lahiriah, pertumbuhan batiniah ser-ta pergerakan lahiriah. Kita perlu terkesan dalam-dalam oleh prinsip ini. Dalam aspek hayat, kita perlu diperbarui dari batin; dalam aspek pelayanan, kita perlu sangat aktif secara lahiriah. Adakalanya kita mungkin begitu aktif se-cara lahiriah sehingga kita mengabaikan pembaruan ba-tiniah. Tetapi pada saat lain, kita mungkin sangat mem-perhatikan hayat batiniah sehingga kita tidak bekerja dengan sepatutnya. Menjadi demikian ialah roti bundar yang tidak dibalik (Hos. 7:8). Di satu pihak kita dipanggang menjadi arang dan di pihak lain kita mentah. Tak satu pun yang enak dimakan. Kita perlu menjadi roti bundar yang dipanggang bolak-balik. Jika kita terlalu banyak be-kerja, Tuhan akan menyuruh kita beristirahat. Tetapi jika terlalu banyak beristirahat, Tuhan akan menyuruh kita bekerja.
1. Seorang Bepergian ke Luar Negeri
Ayat 14 mengatakan, “Sebab hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.” Perumpamaan tentang talenta ini seperti perumpamaan sepuluh gadis, menyinggung Kerajaan Surga. Seorang yang disebut di sini melambangkan Kristus yang akan pergi ke luar negeri, yaitu ke surga.
2. Mempercayakan Hartanya kepada Hamba-hambanya
Ayat 14 mengatakan bahwa orang ini mempercayakan hartanya kepada hamba-hambanya. Hamba-hamba di sini me-lambangkan kaum beriman dalam aspek pelayanan (1 Kor. 7:22-23; 2 Ptr. 1:1; Yak. 1:1; Rm. 1:1). Sebagaimana kita nampak, status kaum beriman dalam hubungannya dengan Kristus memiliki dua aspek: dalam hayat, mereka adalah gadis yang yang hidup untuk Dia; dalam pelayanan, dalam pekerjaan, mereka adalah hamba atau budak belian-Nya yang melayani Dia.
Saya yakin bahwa harta yang dipercayakan kepada hamba-hamba itu termasuk Injil, kebenaran, kaum beriman, dan gereja. Kaum beriman itulah warisan Allah, milik Allah (Ef. 1:8). Matius 24:45 menunjukkan bahwa kaum beriman juga adalah rumah tangga-Nya.
3. Memberikan Lima Talenta, Dua Talenta, dan Satu Talenta
Ayat 15 mengatakan, “Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya.” Satu talenta, satuan terbesar dari ukuran berat, sebanding dengan 6.000 dinar (lihat catatan 71 dalam Yohanes 6). Dalam perumpamaan gadis, minyak melambangkan Roh Allah (ayat 3-4), sedangkan dalam perumpamaan ini, talenta melambangkan karunia rohani (Rm. 12:6; 1 Kor. 12:4; 1 Ptr. 4:10; 2 Tim. 1:6). Untuk hayat, kita memerlukan minyak (Roh Allah), yaitu pemenuhan-Nya, supaya kita dapat menempuh hidup seperti gadis bagi kesaksian Tuhan; untuk pelayanan, un-tuk pekerjaan, kita memerlukan talenta (karunia rohani) supaya kita diperlengkapi sebagai hamba yang baik untuk merampungkan apa yang hendak Tuhan rampungkan. Pe-menuhan Roh dalam hayat memungkinkan kita mengguna-kan karunia rohani dalam pelayanan (pekerjaan), dan karunia rohani dalam pelayanan sesuai dengan pemenuhan Roh da-lam hayat, agar kita dapat menjadi anggota Tubuh Kristus yang sempurna.
Ayat 14 mengatakan bahwa orang itu mempercayakan hartanya kepada hamba-hambanya, tetapi ayat 15 mengatakan bahwa ia memberi mereka talenta. Ini menunjukkan bahwa talenta dalam ayat 15 adalah harta dalam ayat 14. Dengan kata lain, Tuhan menggunakan harta-Nya sebagai talenta bagi kita. Sebagai contoh, Injil adalah milik Tuhan. Tetapi ke-tika diberikan kepada kita, Injil ini menjadi suatu talenta. Dalam prinsip yang sama, semua orang beriman ialah milik Tuhan. Jika kaum beriman diberikan kepada kita, mereka menjadi talenta kita. Tanpa adanya kaum beriman, talenta saya tidak akan sangat besar. Demikian juga, gereja adalah milik Tuhan. Ketika gereja diberikan kepada kita, gereja menjadi talenta kita. Semakin banyak harta Tuhan yang di-berikan kepada kita, semakin banyak talenta yang kita mi-liki. Sama halnya, semakin banyak beban yang Tuhan berikan kepada kita, semakin banyak talenta yang kita miliki.
Banyak orang Kristen tahu bahwa dalam perumpamaan ini talenta adalah karunia. Namun mereka tidak tahu bahwa sumber karunia itu adalah Tuhan, itu ialah harta Tuhan. Hari ini harta Tuhan yang terutama adalah Injil, kebenaran, kaum beriman, dan gereja. Jika Anda tidak memperhatikan perkara-perkara ini, Anda tidak akan memiliki talenta apa pun. Injil perlu menjadi milik kita. Demikian pula kebenaran, kaum beriman, dan gereja. Talenta saya bukan bawaan ala-miah, melainkan Injil, kebenaran, kaum beriman, dan ge-reja. Jika Anda menyingkirkan semuanya ini dari saya, saya tidak akan mempunyai apa-apa. Saya memiliki talenta yang kuat karena saya tidak hanya mempunyai Injil dan kebe-naran, tetapi juga beribu-ribu orang beriman serta ratusan gereja. Inilah sebabnya ministri ini selalu memiliki daya dobrak.
Kita tidak boleh acuh tak acuh menantikan Tuhan mem-beri kita sesuatu. Tidak, kita harus rajin mencari Injil dan kebenaran. Kita harus damba mengenal tentang kejatuhan manusia, penebusan, keselamatan, pembasuhan darah, dan pembasuhan Roh. Semua ini merupakan aspek Injil penuh. Makin banyak Anda menerima Injil, makin banyak talenta Anda. Kita perlu berdoa agar Tuhan membantu kita untuk mengenal kebenaran dan mengalami kebenaran. Kita perlu mengalami kebenaran tentang gereja, tujuan kekal Allah, dan ekonomi Allah. Akhirnya, kebenaran-kebenaran ini akan men-jadi talenta kita. Kemudian kita akan sanggup melayan-kannya kepada orang lain. Dengan demikian harta Tuhan menjadi talenta kita. Di samping itu kita perlu berdoa, “Tuhan, aku ingin memperhatikan kaum beriman dan menanggung beban mereka. Hatiku bagi mereka.” Jika kita mempunyai hati bagi kaum beriman dan berbeban bagi mereka, mereka yang adalah harta Tuhan akan diberikan kepada kita seba-gai suatu talenta. Betapa saya sangat bersyukur bahwa be-gitu banyak orang beriman dan gereja telah menjadi talenta saya! Ministri saya didukung kuat oleh semua orang beriman dan seluruh gereja di Timur Jauh. Andaikata Tuhan mengutus saya ke tempat lain, saya pun mempunyai dukungan gereja-gereja di Amerika Serikat, sebab gereja-gereja di sini telah menjadi tambahan bagi talenta saya.
Jika Anda ingin menerima lebih banyak talenta, Anda harus memiliki hati untuk memperhatikan orang beriman. Misalnya, jika seseorang tidak mempunyai pekerjaan, Anda perlu mendoakan dia dan menanggung bebannya. Ini akan menjadi bukti bahwa Tuhan memberikan orang itu kepada Anda sebagai talenta. Sebaliknya, tidak menanggung kaum beriman atau tidak memperhatikan mereka berarti Anda mem-buang harta Tuhan. Setiap orang beriman yang terkasih adalah sebagian harta yang berharga dari harta Tuhan. Ber-kaitan dengan kaum beriman bukan masalah sepele, sebab mereka adalah harta Tuhan.
Jika harta Tuhan berada dalam tangan-Nya, harta itu masih harta-Nya. Tetapi jika harta itu diserahkan kepada kita, harta itu menjadi talenta kita. Janganlah menanggalkan beban apa pun yang Tuhan berikan kepada Anda. Tak peduli betapa sibuk, saya tidak dapat menanggalkan talenta apa pun, sebab berbuat demikian berarti membuang harta Tuhan. Tuhan mempunyai pekerjaan yang luas dalam pemulihan-Nya. Untuk ini, Dia membutuhkan ribuan saudara saudari muda untuk bangkit memikul tanggung jawab.
Talenta bukan suatu bawaan alamiah Anda sejak lahir, melainkan mutlak berkaitan dengan beban Anda. Jika Anda memikul suatu beban, Anda akan menerima talenta. Jika Anda menerima beban sebuah gereja lokal, Anda akan me-nerima satu talenta. Tetapi jika Anda memikul beban lima ge-reja, Anda akan mempunyai lima talenta. Selama dua puluh delapan tahun yang silam, lebih dari dua ratus delapan pu-luh gereja telah dibangun di bawah ministri ini. Akhir-akhir ini, ketika saya dituduh, dikritik, dan disalahkan, saya ber-tanya kepada Tuhan apakah ministri ini salah. Pada saat itu Allah menunjukkan kepada saya bahwa cara untuk mengenal pohonnya adalah dari buahnya. Dia berkata kepada saya agar memandang betapa banyak gereja yang telah didirikan dan dibangun oleh ministri ini. Namun jika kita berambisi bagi diri kita sendiri, ambisi itu akan mematikan talenta kita.
4. Masing-masing Menurut Kesanggupannya
Sekalipun talenta itu bukan kesanggupan (bakat) kita, melainkan harta Tuhan, namun talenta diserahkan kepada kita menurut kesanggupan kita. Kesanggupan kita terbentuk dari penciptaan Allah dan pelajaran yang kita pelajari. Ka-pasitas kesanggupan kita berdasarkan kemauan hati kita. Jika kita tidak memiliki kemauan dalam hati kita, kita tidak akan memiliki kapasitas untuk menerima talenta. Kapasitas untuk menerima talenta diukur oleh kemauan hati kita.
5. Mereka yang Menerima Lima Talenta dan Dua Talenta Mengusahakannya
Ayat 16-17 mengatakan, “Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua ta-lenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talen-ta.” Menjalankan uang melambangkan menggunakan karunia yang Tuhan berikan kepada kita; beroleh laba melambang-kan bahwa karunia yang kita terima dari Tuhan telah dipakai
semaksimal mungkin, tanpa kerugian atau pemborosan apa pun.
Menurut pasal 24, hamba perlu menyuplaikan makanan kepada orang-orang yang berada di dalam rumah. Ini me-nunjukkan melayankan firman yang merawat, yang mem-bawakan kelimpahan Kristus sebagai suplai hayat kepada orang-orang yang berada di dalam rumah Tuhan. Namun, di sini membicarakan tentang menjalankan talenta yang me-nyebabkan talenta itu bertambah banyak. Jadi, hasil dari pelayanan kita ada dua aspek. Aspek pertama ialah orang lain terpelihara dan diberi pemeliharaan yang limpah. Aspek kedua ialah harta Tuhan berlipat ganda. Misalnya, semakin banyak kita mengabarkan Injil, semakin kaya Injil itu. Sama halnya dengan kebenaran. Ketika kita melayankan kebenaran kepada orang lain, kebenaran itu berlipat ganda. Ini pun nyata pada kaum beriman dan gereja. Baik kaum beriman maupun gereja akan berlipat ganda. Jadi, lima ta-lenta dilipatgandakan menjadi sepuluh dan dua talenta men-jadi empat.
6. Hamba yang Mendapat Satu Talenta, Menyembunyikannya di Dalam Tanah
Ayat 18 mengatakan, “Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.” Penekanan utama dalam perumpamaan ini adalah pada hamba yang bertalenta satu, yang menerima karunia paling kecil. Mudah sekali orang yang berkarunia paling kecil gagal menggunakan karunia mere-ka secara tepat.
Karena tanah melambangkan dunia, maka menggali lubang di dalam tanah melambangkan terlibat di dalam du-nia. Hubungan apa pun, keterlibatan apa pun dengan dunia, bahkan percakapan yang sedikit berbau dunia akan mengu-bur (menyembunyikan) karunia yang telah kita terima dari Tuhan. Menyembunyikan uang tuannya melambangkan mem-biarkan karunia Tuhan tidak berguna, membuat karunia Tuhan menjadi sia-sia di bawah selubung alasan duniawi ter-tentu. Mencari alasan apa pun untuk tidak menggunakan karunia Tuhan berarti menyembunyikan karunia itu. Inilah bahaya yang selalu ada pada orang-orang yang bertalenta satu, orang-orang yang menganggap karunia mereka paling kecil.
Hamba yang bertalenta satu dalam perumpamaan ini tidak memperoleh laba berlipat ganda. Misalnya, di suatu wilayah terdapat sebuah gereja. Sepuluh tahun kemudian, te-tap masih sebuah. Ada yang berpikir bahwa hamba yang bertalenta satu ini telah berbuat baik sehingga tidak kehi-langan talentanya dan mengembalikannya kepada Tuhan apa yang menjadi milik-Nya. Hamba yang bertalenta satu itu seolah-olah berkata, “Tuhan, inilah kepunyaan-Mu. Engkau memberi aku satu talenta dan aku pun setia menyimpan, menjaga, melindungi, dan mempertahankannya. Oleh belas kasihan dan karunia-Mu, aku telah menyimpannya.” Tetapi hasil pelayanan kita seharusnya merupakan pelipatgandaan talenta kita. Bukanlah kehendak Tuhan agar kita semata-mata mempertahankan apa yang Dia berikan kepada kita. Jika Anda hanya setia mempertahankan Injil, kebenaran, dan gereja, tanpa adanya pelipatgandaan, Tuhan akan ber-kata bahwa Anda pemalas. Lagi pula Dia akan menyebut Anda hamba yang jahat. Dalam pandangan Tuhan, menyembunyikan talenta dan tidak melipatgandakannya itu jahat. Tuhan tidak mempedulikan argumentasi atau alasan kita. Dia hanya mempedulikan satu talenta menjadi dua. Ini merupakan su-atu masalah serius. Pelayanan kita harus menghasilkan pemeliharaan dan pemuasan pada orang lain dan pelipat-gandaan talenta.