← Daftar isi Allah Tritunggal sebagai Roh itu Menjenuhi Manusia Tripartit Tubuh Kristus dan Roh Kelahiran-ulang Kita Hasil Perampungan dari Dua Roh · bab 8/23

PEKERJAAN ROH ITU DI DALAM KAUM IMANI (2)--- PENGUDUSAN

Pembacaan Alkitab

2 Tes. 2:13; 1 Ptr. 1:1-2; Rm. 6:19; 8:2, 10;

Yoh. 20:22; 1 Tes. 5:23; Yoh. 6:63; 17:17

Garis Besar

I. Pengudusan

II. Dua aspek dari pengudusan

A. Sebelum pembenaran

B. Setelah pembenaran

1. Pengudusan secara kedudukan

2. Pengudusan secara watak

III. Pengudusan oleh Firman dan Roh itu

I. PENGUDUSAN

Pengudusan adalah proses dimana sesuatu dibuat menjadi kudus. Banyak orang akan menyatakan bahwa ini berarti kita tidak boleh berdosa dan kita harus menjauhi hal-hal yang jahat. Walaupun demikian, itu adalah suatu bagian yang kecil dari pengudusan.

Tujuan kekal Allah adalah untuk menggarapkan DiriNya sendiri ke dalam kita sehingga Dia dapat benar-benar terbaurkan dengan kita dan diekspresikan melalui kita. Ketika Allah dilahirkan ke dalam kita, Dia memulai proses pembauran ini. Tetapi ini hanyalah permulaannya! Harus ada pertumbuhan. Jika kita memiliki kelahiran, tetapi tidak memiliki pertumbuhan, kita tidak akan pernah dapat menikmati hak kelahiran. Allah dilahirkan ke dalam roh kita, yang adalah sentral dari diri kita. Kemudian kedambaanNya adalah untuk menyebar dari roh kita untuk mentransformasi semua bagian sukma, dan akhirnya mentransfigurasi tubuh fisik kita. Oleh proses ini seluruh diri kita akan dijenuhi dan diresapi dengan esensi dari Diri Allah sendiri. Ini adalah kekudusan yang riil dan pengudusan yang riil; secara lengkap dibaurkan dengan Allah.

Dua Tesalonika. 2:13 mengatakan, "Allah telah memilih kamu dari semula kepada keselamatan di dalam penebusan Roh itu dan kepercayaan akan kebenaran." Roh itu sedang menguduskan kaum imani, memisahkan mereka seluruhnya bagi tujuan kekal Allah; sejak pertama kali kita mendengarkan injil Roh pengudusan itu menguduskan kita dengan mendispensikan Allah Tritunggal ke dalam kita.

II. DUA ASPEK DARI PENGUDUSAN

Pengudusan Roh itu terdiri dari dua aspek: pengudusan Roh itu sebelum pembenaran, aspek yang pertama, dan pengudusan Roh itu setelah pembenaran, aspek yang kedua.

Bersamaan dengan aspek kedua dari Roh pengudusan ada dua sisi-sisi kedudukan dan sisi watak. Setelah Allah membenarkan kita dan melahirulangkan kita, Roh pengudusan itu dengan segera melanjutkan pekerjaan pemisahanNya di atas kita dan di dalam kita. Pertama-tama, Roh pengudusan memisahkan kita secara kedudukan dari hal-hal yang biasa dan duniawi. Pengudusan kedudukan ini adalah objektif. Secara bersamaan, Roh pengudusan juga mulai untuk menguduskan kita secara watak. Ini berarti bahwa Roh itu sedang menguduskan watak kita. Ini adalah sisi subjektif dari pekerjaan pengudusan dari Roh Kudus. Pengudusan subjektif adalah apa kita maksudkan dengan pekerjaan transformasi. Pengudusan secara subjektif berhubungan dengan transformasi dari watak kita dan bagian-bagian batiniah kita. Oleh karena itu, transformasi dari watak kita adalah pengudusan watak dari Roh itu.

A. Sebelum Pembenaran

Satu Petrus 1:1-2 mengatakan bahwa kita telah dipilih "menurut rencana Allah Bapa, di dalam pengudusan Roh itu, kepada ketaatan dan pemercikan darah Yesus Kristus."

Petrus mengatakan bahwa pengudusan datang setelah pemilihan Bapa dan sebelum penebusan Kristus. Menurut ayat ini, pengudusan Roh itu adalah kepada ketaatan dan pemercikan darah Kristus. Tentu saja, ini menunjukkan bahwa pengudusan Roh itu mendahului penebusan Kristus ...

Dalam kekekalan yang lampau Allah telah memilih kita. Tetapi bagaimanakah pemilihan ini dapat diterapkan kepada kita? Agar pemilihan itu dapat diterapkan, perlu penerapan dari Roh itu. Kita semua dapat bersaksi akan hal ini dari pengalaman kita. Kita sedang mengembara di atas bumi, mungkin sebagai mereka yang belum pernah memiliki suatu pemikiran mengenai Allah. Tetapi suatu hari "angin" dari Roh itu "meniup" kita ke suatu tempat di mana kita mendengar pengabaran Injil. Ketika kita sedang mendengarkan pengabaran injil itu, iman diinfuskan ke dalam kita. Dalam cara ini pemilihan Allah telah diterapkan kepada kita. Hal berikutnya yang perlu diterapkan adalah penebusan Kristus. Dalam hal ini pengudusan Roh itu mendahului pengalaman kita akan penebusan Kristus.

Saya dapat menggunakan pengalaman saya sendiri untuk mengilustrasikan aspek dari pengudusan Roh ini. Saya dilahirkan ke dalam agama kekristenan, tetapi, tentu saja, saya tidak dilahirkan ke dalam Kristus. Sebagai seorang muda, saya menjadi agak pemberontak, setelah melihat beberapa hal di dalam kekristenan yang tidak saya setujui.

Tetapi suatu hari, pada usia 19, saya tertangkap oleh Roh pengudusan. Seorang wanita muda pengabar injil datang ke kota kami, dan karena rasa ingin tahu saya pergi untuk mendengarkan dia. Ketika saya duduk dalam sidang tersebut, Roh itu bertanya kepadaku, "Apa yang sedang kamu lakukan di sini? Aku telah mengejarmu begitu lama, dan sekaranglah saatnya bagiKu untuk menangkapmu." Saya tentu saja ditangkap untuk Tuhan pada saat itu. Saya bertobat dan saya mulai mematuhi Kristus dan menerima apa yang telah Dia lakukan. Tak diragukan lagi, pada saat yang sama saya menerima pemercikan darah Kristus, dan saya mengalami aspek pertama dari pekerjaan pengudusan Roh itu. Sejak saat itu, Roh itu secara terus menerus menguduskan saya. Bahkan sekarang pekerjaan pengudusan ini, aspek kedua dari pengudusan Roh itu, masih berlanjut.

Pekerjaan pengudusan dari Roh itu dimulai sebelum pembenaran Allah dan dilanjutkan sesudah itu. Sebelum pembenaran, kita pisah kepada ketaatan dan pemercikan darah Kristus.

B. SETELAH PEMBENARAN

1. Pengudusan secara Kedudukan

Agar kita kudus, kita pertama-tama perlu dipisahkan kepada Allah secara kedudukan. Berkenaan dengan keluarga, tetangga, rekan, dan teman-teman kita, kita perlu dipisahkan. Ini bukan berarti dipisahkan secara fisik, tetapi ini berarti bahwa kita berbeda di dalam cara kita berpikir, hal-hal yang kita bicarakan, dan hal-hal yang kita kerjakan.

Roma 6:19 mengatakan, "Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada pengudusan."

Walaupun demikian, banyak orang Kristen, yang telah diselamatkan tetapi belum dipisahkan. Secara normal, begitu seseorang diselamatkan, dia seharusnya juga dipisahkan. Inilah alasannya mengapa seorang imani disebut orang kudus. Pikirkanlah orang Kristen kebanyakan hari ini. Mereka sama dengan orang dunia. Tidak ada pemisahan dengan mereka. Banyak dari relatif dan teman mereka yang bahkan tidak tahu bahwa mereka adalah orang Kristen. Tetapi menjadi kudus adalah dipisahkan kepada Allah. Tentu saja ini adalah suatu perkara kedudukan.

Tak dapat disangkal, pemisahan bukanlah suatu perkara yang begitu dalam; pemisahan semata-mata hanyalah secara kedudukan. Tetapi jangan menganggap bahwa kedudukan itu tidak penting. Ini berarti banyak sekali. Kita memiliki suatu kedudukan sebagai orang kudus, kaum yang terpisah, dan kita perlu memeliharanya.

2. Pengudusan Watak

Dalam pengudusan subjektif kita dijenuhi dengan Allah secara watak. Pemisahan dapat terjadi dengan agak mudah dan sangat singkat. Tetapi untuk dijenuhi secara watak diperlukan waktu yang panjang. Jika kita setia kepada Tuhan, kita akan dijenuhi dengan sifat Allah sehari demi sehari. Allah bermaksud untuk menjenuhi kita dengan DiriNya sendiri, dan kita perlu menyesap Allah di dalam diri kita. Ini memerlukan waktu. Ini adalah proses untuk dibuat menjadi kudus.

Untuk menggenapkan ini Allah telah terproses ke dalam Roh hayat yang tersedia (Rm. 8:2). Sebelum terproses Dia tidak bersedia untuk menjalankan pekerjaan subjektif dari pengudusan ini. Sebelum Dia terproses Dia dapat menciptakan dunia, tetapi Dia tidak dapat masuk ke dalam mahluk ciptaanNya. Walaupun Dia dapat melakukan banyak hal di luar kita, Dia tidak dapat datang ke dalam kita sampai Dia telah melewati proses yang lengkap dari inkarnasi, penyaliban, dan kebangkitan. Karena telah diproses, Dia telah menjadi dan masih tersedia sebagai Roh hayat. Sekarang, seperti udara untuk bernafas (Yoh. 20:22), sangatlah mudah bagi Dia untuk masuk ke dalam kita. Sebagai Roh hayat yang tersedia, Allah telah datang ke dalam roh kita, membuatnya menjadi hayat. Sejak Kristus, Roh pemberi hayat, berada di dalam kita, roh kita adalah hayat karena kebenaran (Rm. 8:10). Tuhan telah membuat roh kita menjadi hayat dengan kelahiran-ulang. Sekarang , sebagai Roh hayat di dalam roh kita, Dia sedang menyebarkan DiriNya sendiri dari roh kita ke dalam sukma kita - ke dalam pikiran, emosi, dan tekad.. Akhirnya, Dia bahkan akan meluas ke dalam tubuh fana kita. Dalam cara demikian Allah menjenuhi kita dengan DiriNya sendiri. Penjenuhan ini disebut pengudusan. Melalui penjenuhan ini Allah menggarapkan DiriNya sendiri dengan sifat kudusNya ke dalam seluruh dri kita, ke dalam roh, sukma, dan tubuh kita (1 Tes. 5:23). Maka, seluruh diri kita akan secara penuh diresapi, dikuduskan, dengan sifat kudusNya. Kita kelak akan mengalami proses pengudusan ini.

III. PENGUDUSAN OLEH FIRMAN DAN ROH ITU

Pengudusan ini terjadi oleh Firman, yang adalah kebenaran, dan oleh Roh itu, yang adalah Roh kebenaran. Di dalam Injil Yohanes Firman dan Roh itu sering disebut. Dalam 6:63 Tuhan berkata, "Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan adalah hayat." Dalam 17:17 Dia berdoa, "Kuduskanlah mereka di dalam kebenaran; perkataanMu adalah kebenaran."

Sebenarnya, Firman dan Roh itu adalah satu. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa telah banyak dari kita yang telah kembali kepada Firman dan masuk ke dalam Firman setiap hari. Ketika kita datang kepad Firman setiap pagi, di luar kita menjamah Firman, tetapi secara batini Roh itu menjamah kita. Oleh Firman dan oleh Roh itu, keduanya adalah realitas, kita dikuduskan.

Misalnya orang muda menjamah Firman dengan Roh itu dalam munajad pagi dan kemudian pergi ke sekolah. Sepanjang hari di sekolah, perkataan kebenaran ini akan bekerja di dalam mereka untuk memisahkan mereka dan membuat mereka berbeda dari teman-teman sekelas mereka dalam tingkah laku, tindakan, pekerjaan, pemikiran, dan perasaan mereka. Sesuatu bekerja di dalam mereka untuk menguduskan mereka, membuat mereka kudus.

Dengan mengambil Firman dalam cara ini, kita memiliki suatu keyakinan yang jelas bahwa sesuatu yang berasal dari Tuhan telah ditempa ke dalam kita. Ini bukan hanya semata-mata pengetahuan dari Alkitab atau hal-hal mengenai Tuhan. Ini adalah realitas dari Allah Tritunggal yang hidup, bergerak, bekerja, dan memisahkan kita. Ini membuat kita berbeda dari orang dunia. Saya dapat mengatakan bahwa dari muka orang mud itu bahwa mereka dibelaskasihani dengan hadirat Tuhan. Betapa berkat! Setiap pagi kita dapat menjamah Firman yang hidup dan memiliki realitas ilahi diinfuskan ke dalam diri kita. Dalam cara ini Allah Tritunggal ditransfusikan ke dalam kita.

RINGKASAN

Setelah melahirulangkan roh kita, Allah damba untuk menjenuhi seluruh diri kita dengan DiriNya sendiri. Ini adalah pekerjaan pengudusan dari Roh itu. Pengudusan Roh itu terdiri dari dua aspek: sebelum pembenaran dan sesudah pembenaran. Sebelum pembenaran, Roh itu bekerja untuk membawa kita kepada pertobatan. Setelah kita bertobat dan dibenarkan, Roh itu seterusnya menguduskan kita dari dua pihak, secara kedudukan dan secara watak. Cara yang praktis untuk dikuduskan adalah dengan dijamah oleh Roh di dalam Firman.

Pertanyaan

1. Mengapa kita mengatakan bahwa pengudusan lebih dari hanya sekedar tidak berdosa?

2. Apakah kedua aspek pengudusan? Jelaskan secara singkat kedua aspek tersebut.

3. Apakah kedua sisi pengudusan setelah pembenaran? Jelaskan kedua sisi itu secara singkat.

4. Bagaimanakah Allah sang Pencipta dapat masuk ke dalam manusia dan menjenuhi seluruh dirinya?

5. Ayat manakah di dalam Injil Yohanes yang memberitahu kita bahwa Firman itu dapat menguduskan kita?