← Daftar isi Allah Tritunggal sebagai Roh itu Menjenuhi Manusia Tripartit Tubuh Kristus dan Roh Kelahiran-ulang Kita Hasil Perampungan dari Dua Roh · bab 7/23

PEKERJAAN ROH ITU DI DALAM KAUM IMANI (1) KELAHIRAN-ULANG

Pembacaan Alkitab

Yoh. 3:3-6; Ef. 2:1; 1 Kor. 6:17; Rm. 8:16; Yer. 17:9; 13:23;

Rm. 7:18; Kol. 1:12-13; Kis. 11:15-17

Garis Besar

I. Kelahiran ulang

A. Lahir dari Roh itu

B. Lahir kembali

C. Cara untuk dilahirulangkan

II. Perlunya kelahiran ulang

A. Karena kita telah dirusakkan

B. Karena kita kekurangan hayat Allah

III. Kelahiran-ulang lawan konsepsi alamiah

A. Menerima hayat dan sifat Allah

B. Bukan perhiasan yang di luar

C. Hidup sebagai putera-putera Allah

IV. Penerimaan yang konstan akan Roh itu

I. Kelahiran-ulang

Dalam lima pelajaran berikut ini kita akan melihat lima aspek utama dari pekerjaan Roh itu di dalam kaum imani. Pekerjaan Roh itu terutama berada di dalam kaum imani; untuk dispensi Allah ke dalam manusia. Kelahiran-ulang untuk realitas dan permulaan dispensi ilahi. Sebagai Roh itu, Allah mendispensikan hayat dan sifatNya ke dalam diri kita. Hanya dengan menjadi Roh itu Allah dapat melahirulangkan kita.

A. Lahir dari Roh itu

Menurut Alkitab, dilahirulangkan berarti lahir dari Roh itu (Yoh. 3:3-6). Sebelum kelahiran ulang roh kita mati. "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu" (Ef. 2:1). Tetapi ketika kita percaya, Roh Allah masuk ke dalam kita dan berbaur dengan roh kita (1Kor. 6:17; Rom. 8:16). Maka, roh kita mendapatkan hayat Allah dan dihidupkan. Orang tua kita memberikan kita kelahiran alamiah, di mana Roh Allah memberikan kita kelahiran rohani.

B. Lahir Kembali

Kelahiran-ulang juga berarti dilahirkan kembali atau lahir baru. Pada mulanya kita dilahirkan dari orang tua kita, tetapi sekarang kita telah dilahirkan sekali lagi, kali ini dari Allah. Alkitab menyebut perjalanan ini dilahirkan kembali. Ketika kita dilahirkan dari orang tua kita, kita mendapatkan hayat insani. Ketika kita dilahirkan dari Allah, kita mendapatkan hayat ilahi Allah.

C. Cara untuk Dilahirulangkan

Bagaimana Roh Allah dapat masuk ke dalam roh manusia? Ketika manusia mendengar Injil atau membaca firman dari kitab suci, Roh Allah bekerja di dalam dia dan menyebabkan dia merasa bahwa dia telah berdosa dan telah rusak; dia diinsafkan dari dosa dan kebenaran dan penghakiman (Yoh. 16:8). Ketika manusia nampak dirinya sebagai seorang berdosa, mengenali kerusakannya, dan mau bertobat; Roh Allah akan menyebabkan dia nampak bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamatnya, dan bahwa Dia telah mati di atas kayu salib untuk mencucurkan darahNya bagi pengampunan dosa. Pada saat ini, dia secara otomatis percaya di dalam Tuhan dan menerima Dia sebagai Juruselamatnya. Begitu dia menerima Tuhan sebagai Juruselamatnya, Roh Allah masuk ke dalam rohnya dan menaruh hayat Allah di dalamnya, menyebabkan dia dilahirulangkan.

II. PERLUNYA KELAHIRAN-ULANG

A. Karena Kita Telah Rusak

Kita perlu dilahirulangkan karena dua kondisi. Dari segi negatif, kita perlu dilahirulangkan karena hayat kita telah dirusak dan telah menjadi jahat, dan tidak dapat diperbaiki dari jahat kepada baik. "Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yer.17:9). Dapatkah orang Etiophia mengganti kulitnya, atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat" (Yer. 13:23). "Karena aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam dagingku, tidak ada sesuatu yang baik" (Rm. 7:18).

B. Karena Kita Kekurangan Hayat Allah

Walaupun demikian, dari segi positif, kita perlu dilahirulangkan karena kita tidak mempunyai hayat Allah. Dari segala ciptaan Allah, manusia memiliki pengembangan hayat yang tertinggi. Tidak ada tumbuhan atau hewan yang memiliki hayat yang lebih tinggi dari manusia. Namun, manusia sebagai hayat tercipta yang tertinggi, perlu menerima hayat yang lain bagi penyempurnaannya. Dia memerlukan hayat Allah yang tak tercipta, dan kekal. Ketika Adam diciptakan, dia hanya mendapatkan hayat tercipta; pada saat itu dia tidak mendapat hayat Allah yang tak tercipta. Demikian juga, ketika kita dilahirkan dari orang tua kita, kita hanya mendapatkan hayat insani yang alamiah, dan tercipta. Kelahiran itu memberikan kita pintu masuk ke dalam kerajaan insani. Tetapi agar kita masuk ke dalam kerajaan Allah, kita harus memiliki kelahiran yang lain dari sumber yang lain. Kita harus dilahirkan dari Allah. Dengan kelahiran pertama kita, kita dilahirkan ke dalam kerajaan kegelapan, tetapi dengan kelahiran kedua kita, kita dipindahkan ke dalam kerajaan PuteraNya yang kekasih (Kol. 1:13).

Tujuan Allah adalah agar kita dapat memperoleh hayatNya sendiri yang tak tercipta dan ditransformasikan oleh hayat ini ke dalam gambarNya untuk menjadi serupa dengan Dia. Bahkan jika hayat insani kita belum dirusak oleh kejatuhan manusia di dalam Kejadian 3, kita tetap masih perlu dilahirulangkan. Di dalam Kejadian 1 dan 2, Adam masih tanpa dosa, namun dia tak memiliki hayat Allah. Maka, Allah menempatkan dia di hadapan pohon hayat agar dia dapat menerima hayat Allah dan dilahirulangkan. Tujuan Allah dalam menciptakan manusia bukanlah semata-mata untuk mendapatkan seorang manusia yang berdosa, tetapi terlebih lagi untuk memiliki seorang manusia-Allah, seseorang yang memiliki hayat dan sifat Allah sendiri.

III. KELAHIRAN-ULANG VERSUS KONSEPSI ALAMIAH

A. Menerima Hayat dan Sifat Allah

Adalah suatu keajaiban yang terbesar di dalam alam semesta bahwa manusia dapat dilahirkan dari Allah, dan orang-orang berdosa dapat dibuat menjadi anak-anak Allah! Melalui kelahiran ilahi yang demikian ajaib kita dapat menerima hayat ilahi, yang merupakan hayat kekal (1 Yoh. 1:2), sebagai benih ilahi yang ditaburkan ke dalam diri kita.

Misalnya seekor anjing dapat dilahirkan dari tuannya dan menerima hayat dan sifat tuannya. Kejadian yang demikian tentu saja akan menarik perhatian media massa. Bukankah suatu keajaiban yang besar jika hayat dan sifat dari seorang manusia dibagikan ke dalam seekor anjing dan membuat anjing itu seorang anjing-manusia? Seekor anjing yang demikian bukanlah hanya dicuci, dihias, dan diperindah. Dia sebenarnya memiliki hayat dan sifat dari seorang manusia. Betapa mengherankan, melalui kelahiran-ulang kita telah menerima hayat dan sifat Allah.

B. Bukan Perhiasan yang Diluar

Pengertian kelahiranulangan ini menghancurkan konsepsi alamiah. Dengan menggunakan ilustrasi dari seekor anjing yang menerima suatu hayat insani, kita melihat bahwa konsep alamiah hanya semata-mata bahwa seekor anjing dapat dibersihkan dan dipercantik. Dalam prinsipnya, banyak orang Kristen yang sibuk dengan membersihkan orang-orang dan mempercantik mereka, bukannya menolong mereka menerima hayat dan sifat ilahi melalui kelahiran-ulang. Cara Allah bukan hanya semata-mata mencuci kita, mempercantik kita, dan menghias kita secara luaran. MaksudNya di dalam ekonomiNya adalah untuk melahirulangkan kita, menyebabkan kita untuk menjadi putera-putera Allah yang lahir dari Dia. Perkara ini benar-benar luar biasa.

Tidak perlu diragukan lagi, pembersihan termasuk di dalam keselamatan Allah melalui darah Kristus yang menebus. Kita, orang-orang yang telah diselamatkan, benar-benar telah dibersihkan oleh Allah. Puncak acaranya ialah bahwa Allah telah melahirulangkan kita, bahwa Dia sebenarnya telah membagikan hayat dan sifatNya ke dalam kita untuk membuat kita putera-puteraNya. Sekarang kita bukanlah menantu lelaki Allah - kita adalah putera-putera Allah di dalam hayat. Di dalam alam semesta ini tidak ada keajaiban yang lebih besar selain daripada manusia yang berdosa dengan dilahirulangkan dapat menjadi putera-putera Allah. Banyak orang yang hari ini menuntut keajaiban-keajaiban dan mujizat-mujizat. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa tidak ada mujizat yang lebih besar daripada kelahiran-ulang. Dengan kelahiran-ulang orang-orang yang telah jatuh menjadi putera-putera Allah. Di dalam keselamatanNya Allah telah membuat kita, orang-orang berdosa yang telah jatuh, putera-putera ilahiNya

C. Hidup sebagai Putera-putera Allah

Tidak banyak orang Kristen menyadari bahwa mereka adalah putera-putera Allah dan bahwa Allah menginginkan mereka untuk menghidupi suatu kehidupan dari seorang putera Allah. Setelah mereka diselamatkan, kebanyakan orang Kristen mencoba untuk memperbaiki diri mereka sendiri atau melakukan sesuatu untuk menyenangkan Allah. Dalam usaha-usaha mereka untuk memperbaiki manusia alamiah atau melakukan sesuatu untuk menyenangkan Allah, sejumlah besar umat Tuhan kehilangan arti dari ekonomi Allah. Keselamatan Allah adalah bagi ekonomiNya, dan ekonomiNya bukanlah suatu perkara etika. Malahan, dengan keselamatanNya menurut ekonomiNya, Allah telah melahirulangkan kita dengan hayat ilahi sehingga kita dapat menjadi putera-puteraNya dan hidup sebagai putera-putera Allah. Sasaran Allah bukanlah hanya agar kita memperbaiki tingkah laku kita dan oleh karenanya melakukan yang baik bukan yang jahat. Maksud Allah bukanlah semata-mata untuk memiliki sejumlah umat yang baik. Kedambaan Allah adalah agar kita hidup sebagai putera-putera Allah. Allah ingin agar kita bukan hanya dibersihkan. Dia ingin agar kita hidup sebagai putera-putera Allah. Jika kita mau melakukan hal ini, kita perlu menerima Roh Allah. Kita telah dilahirkan dari Roh itu untuk menerima Roh itu.

IV. PENERIMAAN YANG KONSTAN AKAN ROH ITU

Galatia 3:5 mengatakan, "Ia yang menyuplaikan Roh kepadamu dan melakukan mujizat di antara kamu, apakah itu dengan melakukan hukum Taurat atau dengan pendengaran akan iman?" Ayat ini menunjukkan bahwa Allah terus menerus menyuplai kita dengan Roh itu. Kita dapat menggunakan listrik disuplaikan secara terus menerus kepada bangunan tersebut. Demikian juga, setelah Allah melahirulangkan kita dengan RohNya untuk menjadikan kita putera-puteraNya, Dia terus menerus menyuplaikan Roh itu kepada kita. Tidak ada yang lebih penting daripada penerimaan yang konstan dari Roh itu.

Daripada berusaha untuk bertingkah laku religius, kita seharusnya berdoa, "Tuhan Yesus, kubuka diriku kepadaMu. Aku bersyukur kepadaMu karena aku telah dilahirkan dari Allah, dilahirkan dari Roh yang almuhit. Tuhan, Roh ini masih mentransmisikan sesuatu daripadaMu ke dalam diriku. Saya bersyukur kepadaMu, Tuhan, atas transmisi yang ajaib ini." Kemudian kita akan menjadi putera-putera Allah yang hidup oleh dan menikmati dispensi ilahi dari Allah Tritunggal. Haleluya atas kelahiran-ulang!

RINGKASAN

Kelahiran-ulang adalah permulaan dari dispensi ilahi. Ketika Roh telah masuk ke dalam seseorang, rohnya dihidupkan; dia dilahirkan dari Roh itu. Ini adalah dilahirkan kembali. Ini adalah suatu kelahiran rohani sebagai tambahan kepada kelahiran alamiah kita. Manusia perlu kelahiran-ulang bukan hanya karena dia telah dirusak tetapi bahkan terlebih lagi karena dia kekurangan hayat Allah. Kelahiran-ulang sangat berbeda dengan konsep alamiah yang secara luaran menghias orang-orang. Kelahiran-ulang menyebabkan orang menerima hayat dan sifat dari Allah dan membuat mereka menjadi putera-putera Allah. Kaum imani harus melanjutkan untuk hidup oleh hayat ini yang ditransmisikan oleh Roh itu.

Pertanyaan

1. Apakah yang terjadi pada roh manusia pada saat kelahiran ulang?

2. Mengapa Alkitab mengacukan kelahiran ulang sebagai "dilahirkan kembali"?

3. Apakah dua aspek kebutuhan manusia akan kelahiran ulang?

4. Bagaimanakah kelahiran ulang berhubungan dengan tujuan Allah?

5. Bagaimanakah kita dapat melihat dari Kitab Kejadian bahwa Adam memerlukan kelahiran ulang bahkan sebelum ia berdosa?

6. Apakah konsep alamiah atau keagamaan mengenai mengubah seseorang? Apa bedanya dengan kelahiran ulang?