← Daftar isi Allah Tritunggal sebagai Roh itu Menjenuhi Manusia Tripartit Tubuh Kristus dan Roh Kelahiran-ulang Kita Hasil Perampungan dari Dua Roh · bab 6/23

ROH ESENSIAL DAN EKONOMIKAL

Pembacaan Alkitab

Yun. 20:22; Kis. 1:5-8; 2:1-4; Mat. 1:18-20; Luk. 1:35; 3:21-22; I Kor. 12:13; Kis. 11:15-17

Garis Besar

I. Dua aspek Roh Kudus

A. Sebagai nafas untuk hayat

B. Sebagai angin untuk kuat kuasa

C. Di dalam kehidupan dan ministri Tuhan Yesus

II. Hanya satu Roh

III. Sasaran yang tepat-kuat kuasa di luar bagi hayat di dalam

IV. Baptisan dalam Roh Kudus

A. Bahasa lidah bukan suatu bukti yang pasti

B. Mengalami fakta yang sudah genap

1. Digenapkan sekali untuk selamanya

2. Tidak perlu menganalisis

3. Dalam hubungannya dengan Tubuh

V. Mengalami kedua aspek melalui menyeru nama Tuhan

Di dalam Pelajaran Duapuluh Dua Buku Pelajaran mengenai Allah Tritunggal dan Persona dan Pekerjaan Kristus kita melihat perkara Roh esensial dan ekonomikal. Karena poin ini merupakan kebenaran yang sangat berarti dan penting mengenai Roh itu, kita harus mengingatnya sekali lagi. Kita juga akan melihat lebih banyak tentang baptisan dalam Roh Kudus. Kebanyakan orang Kristen hari ini sangat bingung mengenai perkara ini.

I. DUA ASPEK ROH KUDUS

Di dalam pasal pertama Kitab Para Rasul Kristus yang telah bangkit memerintahkan murid-muridNya untuk tetap tinggal di Yerusalem untuk baptisan dalam Roh Kudus: "Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dalam Roh Kudus" (Kis. 1:5). Di dalam ayat 8 Dia meneruskan dengan mengatakan, "Kamu akan menerima kuat kuasa ketika Roh Kudus turun ke atas kamu." Di sini kita melihat bahwa Baptisan dalam Roh Kudus merupakan suatu perkara Roh itu turun ke atas para murid.

A. Sebagai Nafas untuk Hayat

Di dalam Kisah Para Rasul 1 Tuhan berbicara mengenai para murid mengalami turunnya Roh Kudus ke atas mereka. Tetapi bukankah para murid sudah menerima Roh Kudus? Menurut Yohanes 20, pada malam dari hari kebangkitannya, Tuhan menampakkan diri kepada murid-muridNya, menghembusi mereka, dan berkata kepada mereka, "Terimalah Roh Kudus" (ayat 22). Pada ayat ini Roh Kudus disamakan dengan nafas. Nafas merupakan sesuatu yang di dalam, sesuatu yang berhubungan dengan hayat di dalam kita. Sebab itu, di dalam Yoh. 20:22, para murid menerima Roh Kudus sebagai nafas untuk hayat.

B. Sebagai Angin untuk Kuat Kuasa

Perkataan Tuhan kepada murid-murid mengenai Roh Kudus di dalam pasal pertama Kitab Kisah Para Rasul digenapi pada pasal kedua. Pada hari Pentakosta "tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras," dan memenuhi rumah di mana murid-murid sedang duduk. Kemudian mereka dipenuhi Roh Kudus (Kis. 2:1-4). Pada hari kebangkitan Tuhan murid-murid menerima Roh Kudus sebagai nafas untuk hayat. Kemudian lima puluh hari kemudian, pada hari Pentakosta, Roh Kudus turun ke atas murid-murid sebagai suatu tiupan angin keras. Kita dapat melihat dengan jelas perbedaan antara nafas dan angin. Nafas adalah untuk hayat, dan angin adalah untuk kuat kuasa. Di dalam Yoh. 20 dan Kis. 2 kita melihat dua simbol Roh Kudus: nafas untuk hayat di dalam dan angin untuk kuat kuasa di luar.

C. Di dalam Kehidupan dan Ministri Tuhan Yesus

Terhadap Tuhan Yesus kita juga melihat kedua aspek Roh Kudus ini. Pertama, Tuhan dikandung dari Roh Kudus (Luk. 1:35; Mat. 1:18-20). Kemudian pada usia tiga puluh, ketika Dia keluar untuk melakukan ministri, Roh Kudus turun ke atasNya, dan Dia dibaptis dalam Roh Kudus (Luk. 3:21-22). Dikandungnya Tuhan oleh Roh Kudus merupakan perkara Roh itu secara esensi, tetapi dibaptisnya Dia dalam Roh Kudus merupakan suatu perkara Turunnya Roh Kudus ke atasNya secara ekonomi. Jadi, Roh Kudus untuk pengandungan Tuhan adalah esensial, sedangkan Roh Kudus untuk ministriNya adalah ekonomikal.

II. HANYA SATU ROH

Sangatlah penting bagi kita untuk membedakan kedua aspek Roh itu, karena dengan demikian kita akan mengenal Kitab-kitab Injil dan Kitab Para Rasul dalam cara yang benar. Kalau tidak, kita akan kebingungan.

Akan tetapi, dalam hal ini kita harus sangat jelas: Kita tidak seharusnya mengira bahwa terdapat dua Roh atau bahwa Roh itu dapat dipisahkan. Sebaliknya, terdapat satu Roh. Sekalipun demikian terdapat dua aspek Roh itu, satu aspek untuk esensi dan aspek lainnya untuk ekonomi. Aspek pertama dari Roh itu adalah esensial; aspek kedua adalah ekonomikal. Di dalam pengalaman kita hari ini kita memiliki kedua aspek dari Roh Kudus. Kita memiliki Roh esensial dan Roh ekonomikal.

III. SASARAN YANG TEPAT-

KUAT KUASA DI LUAR UNTUK HAYAT DI DALAM

Kita juga harus jelas bahwa aspek ekonomikal, yang luaran, bukanlah tujuannya; ekonomikal adalah untuk esensial. Aspek kuat kuasa di luar selalu demi kepentingan aspek hayat di dalam. Melalui yang di dalam inilah kedambaan Allah, sasaran utama Allah terpenuhi. Aspek luaran merupakan sarana untuk menggenapkan aspek di dalam. Di dalam 1 Korintus 12:13, kita melihat kedua aspek ini disinggung dalam urutan yang tepat. Kita pertama "dibaptis" terlebih dahulu, dan kedua kita "minum". Setelah kita dibaptis dalam Roh itu ke dalam satu Tubuh, kita harus minum dari Roh itu supaya kita bisa bertumbuh di dalam hayat dan dibangunkan di dalam Tubuh. Dibaptis dalam Roh Kudus adalah diletakkan ke dalam Dia, sama seperti dibaptis dalam air adalah diletakkan ke dalamnya. Tetapi meminum air adalah membawanya masuk ke dalam kita. Baptisan adalah luaran dan minum adalah di dalam. Baptisan di luar adalah untuk minum di dalam.

IV. BAPTISAN DALAM ROH KUDUS

Aspek luaran dari pekerjaan Roh Kudus sebagian besar tercakup di dalam baptisan Roh Kudus. Ada lima kasus sejarah mengenai pencurahan Roh Kudus yang tercatat di dalam Kitab Kisah Para Rasul. Hanya dua yang disebut baptisan Roh Kudus: pencurahan pada hari Pentakosta di dalam Kis. 2 bagi orang-orang percaya Yahudi dan pencurahan di rumah Kornelius di dalam kedua contoh tersebut, Kristus sebagai Kepala membaptis orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi yang merupakan bagian dari TubuhNya dalam Roh Kudus sekali untuk selamanya. Melalui melakukan hal ini, Dia telah menggenapkan secara penuh baptisan dalam Roh Kudus atas seluruh TubuhNya.

Ketiga lainnya, kasus-kasus mengenai orang-orang percaya Samaria, Saul dari Tarsus, dan keduabelas orang percaya di Efesus, semuanya dianggap istimewa membutuhkan beberapa anggota dari Tubuh Kristus untuk mengidentifikasikan mereka dengan Tubuh melalui penumpangan tangan. Selain kelima kasus ini, dalam banyak kasus konversi (perubahan), seperti pada tiga ribu orang (2:41), lima ribu orang (4:4), sida-sida Etiophia (8:36, 38-39a), orang banyak di Antiokhia yang percaya (11:20-21, 24), banyak kasus di dalam pasal tigabelas dan empatbelas di bawah ministri pemberitaan Paulus, Lidia di Filipi (16:14-15), kepala penjara di Filipi (16:33), orang-orang percaya di Tesalonika (17:4), orang-orang percaya di Berea(17:10-12), orang-orang percaya di Yunani (17:34), kepala rumah ibadat dan banyak orang percaya lainnya di Korintus (18:8), dan orang-orang percaya di Efesus (19:18-19), tidak disinggung mengenai orang-orang percaya yang menerima Roh Kudus secara ekonomi-Roh Kudus turun ke atas orang-orang percaya- karena di dalam semua kasus ini orang-orang percaya di bawa ke dalam Tubuh Kristus melalui kepercayaan mereka dalam cara yang normal, dan mereka tidak memiliki alasan yang khusus bagi beberapa anggota Tubuh Kristus untuk membawa mereka ke dalam pengenalan dengan Tubuh melalui penumpangan tangan. Menurut prinsip ekonomi Perjanjian Baru Allah, mereka semua seharusnya sudah menerima Roh Kudus secara esensi untuk hayat dan secara ekonomi untuk kuat kuasa dalam suatu cara yang normal melalui kepercayaan mereka ke dalam Kristus.

A. Bahasa Lidah Bukan Suatu Bukti yang Pasti

Beberapa orang Kristen selalu bersikeras bahwa berbicara dalam bahasa lidah adalah suatu manifestasi (bukti) yang pasti dari baptisan dalam Roh Kudus. Tetapi dengan dua dari lima kasus di Kitab Kisah Para Rasul - orang-orang Samaria dan Saulus dari Tarsus - tidak ada yang disinggung mengenai berbicara dalam bahasa lidah. Para pelajar Kitab Suci mengakui bahwa seringkali apa yang tidak disinggung oleh Allah lebih berarti daripada apa yang Dia singgung. Pada dua dari kelima kasus tersebut, tidak ada manifestasi spesifik yang disinggung. Ini menunjukkan bahwa bahasa lidah bukan merupakan satu-satunya atau manifestasi yang pasti dari baptisan dalam Roh Kudus. Demikian juga dengan kasus-kasus lainnya, tidak terdapat bukti bahwa semua orang percaya berbicara dalam bahasa lidah.

"Bahasa lidah" yang dibicarakan di dalam Kis. 2:4 adalah dialek-dialek (ayat 6, 8). Murid-murid adalah orang Galilea (ayat 7), tetapi mereka berbicara dalam dialek-dialek asing dari orang-orang yang hadir yang datang dari berbagai bagian dunia. Ini merupakan bukti yang kuat bahwa bahasa lidah haruslah merupakan suatu bahasa yang dapat dimengerti, bukan hanya suatu suara atau bunyi yang diucapkan oleh lidah. Berdasarkan hal ini kita harus mengatakan bahwa hampir semua dari apa yang hari ini disebut dengan bahasa lidah tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab.

B. Mengalami Fakta yang Sudah Genap

1. Digenapkan Sekali untuk Selamanya

Kita telah memberikan banyak pelajaran untuk menunjukkan apa yang telah Allah Tritunggal genapkan. Allah Tritunggal di dalam Putera menjadi daging. Itu adalah inkarnasi. Inkarnasi telah digenapkan sekali untuk selamanya, dan tidak perlu diulangi lagi. Demikian juga, Kristus telah disalibkan dan mati sekali untuk selamanya, lebih jauh lagi, Dia telah dibangkitkan, Dia telah menghembuskan DiriNya sendiri sebagai Roh pemberi hayat ke dalam murid-muridNya, Dia telah naik, dan Dia telah mencurahkan DiriNya sendiri sebagai Roh yang almuhit itu sekali untuk selamanya. Kristus telah menggenapkan semua hal ini, dan Dia telah menggenapinya sekali untuk selamanya. Sekarang semua perkara ini telah termasuk di dalam nama Tuhan. Oleh karena itu, ketika kita menyeru nama Tuhan Yesus, kita menerima semua hal ini.

2. Tidak Perlu Menganalisa

Kita tidak perlu menganalisa apa yang kita terima melalui menyeru nama Tuhan Yesus. Kita tidak seharusnya bertanya-tanya, "Apakah saya telah menerima Roh esensial? Sudahkan Roh ekonomikal jatuh ke atas saya? Mungkin saya memiliki Roh esensial di dalam saya, tetapi apakah saya memiliki Roh ekonomikal. Mungkin Roh ekonomikal akan meninggalkan saya, walaupun Roh esensial tidak akan meninggalkan saya. Jika Roh ekonomikal pergi, kapankah Dia kembali?" Menganalisa semua perkara ini secara demikian bukanlah pelaksanaan yang sehat.

Kita juga tidak perlu menuntut perasaan-perasaan, perwujudan dari tanda-tanda. Kita tidak pernah boleh mempercayai hal-hal ini. Jika kita menuntutnya, kita memiliki hati yang jahat yang tidak percaya. Kita sedang berusaha untuk membuktikan atau mencobai Allah.

3. Dalam Hubungannya dengan Tubuh

Firman Allah memberitahu kepada kita bahwa baptisan di dalam Roh Kudus adalah suatu faktor yang telah digenapkan bagi kita untuk diterapkan. Kita hanya perlu mempercayainya dan menikmatinya. Walaupun demikian ada beberapa kondisi.

Kita harus benar dengan Tubuh Kristus dan berdiri di dalamnya. Karena baptisan Roh Kudus telah digenapkan di atas Tubuh Kristus dan tetap berada di atasnya, kita harus dengan tepat dihubungkan dengan Tubuh dan memelihara hubungan yang tepat ini dengan Tubuh agar menjadi satu dengannya. Tentu saja, kita sendiri juga harus benar dengan Tuhan. Dosa apapun, segala sesuatu yang salah di antara kita dan Allah,harus dengan seksama dibereskan melalui pembasuhan darah Kristus. Di antara Tuhan dan kita tidak boleh ada sesuatu pun yang tertinggal. Tetapi kita juga harus benar terhadap Tubuh Kristus. Segala sesuatu yang mengacaukan, membingungkan, atau memisahkan kita dari Tubuh harus dibereskan secara tuntas dan keesaan dan keharmonisan yang riil dari Tubuh dan anggota-anggotanya akan terpelihara.

V. MENGALAMI KEDUA ASPEK TERSEBUT

MELALUI MENYERU NAMA TUHAN

Hari ini kita perlu belajar untuk menyeru nama Tuhan. Saya sangat terbeban untuk mengesankan Anda akan perlunya menyeru. Sepanjang abad, Setan telah menutup mulut orang-orang Kristen. Jika Anda menyeru nama Tuhan Yesus sepanjang hari, Anda akan dijenuhi, diresapi, dan dibasahi oleh Roh itu, dan kuasa yang dicurahkan dari atas akan menjadi bagian Anda. Saya tidak perlu menyakinkan Anda akan hal ini. Periksalah masa lampau Anda. Seringkali ketika Anda berada di dalam kesulitan, Anda menyeru nama Tuhan. Kita tidak senang mnyeru nama Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan mengirimkan beberapa kesulitan kepada kita untuk menolong kita atau bahkan memaksa kita untuk menyeru namaNya. Ketika kesulitan itu datang, kita secara spontan menyeru, "O Tuhan Yesus." Kita mungkin tidak menyeru dengan cara yang menyenangkan. Walaupun demikian, kita menyeru dan kita menerima nafas, kekuatan, dan kesegaran. Saya ingin mengesankan Anda bahwa rahasia dari mengalami aspek batiniah dan aspek yang di luar dari Roh yang ajaib ini adalah dengan menyeru dan menyeru. Setelah Anda menyeru, Anda akan berdoa. Maka Anda akan lebih banyak menyeru dan berdoa. Akhirnya, akan sulit untuk mengatakan apakah Anda sedang mengalami aspek batiniah atau aspek yang di luar. Kemudian Anda akan dipenuhi dengan kesegaran, dan secara luaran Anda akan dilepaskan. Anda akan memiliki kuasa, keberanian, keyakinan. dan iman untuk berbicara dengan kuat. Anda tidak akan pernah ragu-ragu lagi. Jalan untuk mengalami Roh yang ajaib ini adalah dengan menyeru nama Tuhan Yesus. Jadilah sederhana dan serulah nama Tuhan.

RINGKASAN

Ada dua aspek dari Roh itu: esensial dan ekonomikal. Esensial adalah untuk hayat yang batiniah, dan ekonomikal adalah untuk kuasa yang di luar. Kuasa yang di luar adalah untuk hayat yang batiniah. Aspek yang di luar kebanyakan telah termasuk di dalam baptisan Roh Kudus, yang telah digenapi di atas Tubuh sekali untuk selamanya pada Hari Pentakosta dan di dalam rumah Kornelius. Kita menerima Roh Kudus secara esensial dan secara ekonomikal di dalam cara yang normal melalui kepercayaan kita ke dalam Kristus. Kita tidak perlu berbahasa lidah atau menuntut perasaan-perasaan atau tanda-tanda. Kita dapat mengalami kedua aspek ini hanya dengan menyeru nama Tuhan.

Pertanyaan

1. Apakah kedua aspek Roh Kudus? Bagaimanakah hubungan keduanya?

2. Bagaimanakah kita dapat melihat kedua aspek Roh Kudus di dalam kehidupan dan ministri Tuhan Yesus.

3. Sebutkan lima kasus sejarah dari pencurahan Roh yang tercatat di dalam Kisah Para Rasul. Bagaimana perbedaan kedua kasus pertama dengan ketiga kasus yang lainnya?

4. Apakah cara yang normal bagi orang-orang percaya untuk menerima Roh itu secara esensial dan ekonomikal?

5. Apakah bukti kuat yang menunjukkan bahwa bahasa-lidah di dalam Kisah Para Rasul merupakan suatu bahasa yang dapat dimengerti?

6. Apakah cara yang sederhana untuk mengalami aspek di dalam dan luaran dari Roh itu?